cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia memuat hasil penelitian yang berhubungan dengan sains dan teknologi nuklir dalam bidang: fisika, kimia, biologi, ilmu bahan, teknologi reaktor, konversi energi, instrumentasi, kesehatan, pertanian, industri, geologi dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003" : 12 Documents clear
KOMPOSISI UNSUR DALAM CUPLIKAN PARTIKULAT UDARA DAERAH BANDUNG DAN LEMBANG TAHUN 1999 Hidayat, Achmad
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KOMPOSISI UNSUR DALAM CUPLIKAN PARTIKULAT UDARA DAERAH BANDUNG DAN LEMBANG TAHUN 1999. Konsentrasi partikulat udara di daerah Bandung lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi partikulat udara di daerah Lembang. Fraksi PM2.5 berkisar di antara 4,3 µg/m3 hingga 21,1 µg/m3 untuk daerah Bandung, dan 2,9 hingga 19,2 untuk daerah Lembang selama 24 jam pencuplikan. Fraksi PM10 kota Bandung 12,1 µg/m3 hingga 44,1 µg/m3, sedangkan fraksi PM10 kota Lembang 5,2 µg/m3 hingga 30,6 µg/m3. Data ini masih jauh dibawah Baku mutu udara ambien nasional untuk 24 jam yaitu 65 µg/m3 dan 150 µg/m3 masing-masing untuk PM2.5 dan PM10. Tidak ada korelasi yang jelas antara konsentrasi partikulat halus maupun kasar terhadap curah hujan. Telah terdeteksi sebanyak 15 unsur yaitu Al, Br, Ca, Ce, Cl, Cr, Fe, I, Mn, Na, Sb, Se, Sc, V dan Zn. Unsur-unsur Br, Ce, Cl, Cr, I, Sb dan Zn diperkaya pada cuplikan halus di daerah Bandung dan Lembang, sedangkan unsur Al, Ca, Mn, Na dan V tidak diperkaya. Khusus untuk Fe pada partikulat halus di daerah Lembang ternyata diperkaya, sedangkan pada partikulat halus di daerah Bandung tidak diperkaya. Analisis cuplikan kasar menunjukan hasil yang mirip dengan cuplikan halus kecuali Ce. Hasil analisis unsur ini menjelaskan bahwa sumber pencemar untuk kota Bandung dan Lembang hampir sama. Unsur-unsur Br, Cl dan I mungkin berasal dari pembakaran bahan organik; unsur Br dan Cl dapat juga berasal dan kendaraan bermotor; unsur Cr, dan Zn dapat berasal dari pabrik cat; unsur Zn dan Sb dapat berasal dari tempat pembakaran sampah; sedang unsur Ce kemungkinan berasal dari cemaran pabrik elektronik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa faktor pengayaan unsur pada partikulat halus lebih tinggi daripada partikulat kasar. Tingkat pengayaan unsur pada cuplikan partikulat udara kota Bandung lebih tinggi dibandingkan dengan cuplikan partikulat udara Lembang. 
KARAKTERISTIK KOMPLEK 186Re-HIDROKSI ETILIDEN DIFOSFONAT (HEDP) SEBAGAI BONE PAIN PALLIATIVE AGENT G, Adang H; G, Mutalib; Bagiawati, Sri; S, Evie; Aguawarini, Sri; D, Abitlin
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2013.833 KB)

Abstract

KARAKTERISTIK KOMPLEK 186Re-HIDROKSI ETILIDEN DIFOSFONAT (HEDP) SEBAGAI BONE PAIN PALLIATIVE AGENT. Rasa sakit pada tulang yang disebabkan oleh metastasis beberapa penyakit kanker seperti prostat, payudara, paru-paru dan ginjal dapat diobati dengan analgesik, hormon, chemotherapy, narkotika (morfin) dan radiofarmaka. Samarium-153 EDTMP merupakan radiofarmaka yang sampai saat ini secara luas digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat metastasis kanker ke tulang. Preparasi dan uji kualitas komplek 186Re-HEDP telah berhasil dilakukan. Hasil penentuan kemurnian dengan kromatografi kertas menunjukkan bahwa kompleks tersebut masih menghasilkan kemurnian radiokimia > 90 % sampai dengan hari ke 3 setelah penandaan. Kadar kompleks dalam darah mencapai puncaknya setelah 5 menit setelah penyuntikan dan menurun drastis pada 24 jam setelah penyuntikan. Sedangkan dalam urin 24 jam setelah penyuntikan diperoleh aktivitas sekitar 41 % yang diekskresikan dalam bentuk perenat bebas. Hasil biodistribusi dalam mencit normal menunjukkan penimbunan komplek pada tulang diperoleh dalam waktu antara 2 - 24 jam setelah penyuntikan. Hasil pengujian sterilitas dan pirogenitas menunjukkan sediaan tersebut steril dan bebas pirogen.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA PADA PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS AGALACTIAE SEBAGAI BAHAN VAKSIN PENYAKIT MASTITIS PADA SAPI PERAH Tuasikal, B Jeanne; Sugoro, I; Tjiptosumirat, T; Lina, M
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1532.415 KB)

Abstract

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA PADA PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS AGALACTIAE SEBAGAI BAHAN VAKSIN PENYAKIT MASTITIS PADA SAPI PERAH. Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh iradiasi sinar gamma dalam melemahkan S. agalactiae sebagai bakteri dominan penyebab mastitis pada sapi perah. Penelitian ini bertujuan memperoleh dosis iradiasi yang tepat untuk bahan pembuatan vaksin mastitis iradiasi. Bakteri S. agalactiae yang telah mencapai pertengahan fase log dari pertumbuhannya dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, dan masing-masing diiradiasi dengan dosis 0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; dan 1 kGy. Setelah ditanam pada medium BHI agar, dilakukan penghitungan koloni bakteri untuk penentuan LD50-nya. Hasil penghitungan koloni S. agalactiae adalah masing-masing 7,5x108; 5,0x107; 7,0x106; 9,5x105; 1,5x104; dan 3,5x103sel/mL. Dari pengamatan hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis iradiasi semakin rendah jumlah sel/mL yang masih bertahan hidup dan LD50 di bawah dosis 0,2 kGy.
KARAKTERISASI VARISTOR ZnO-Bi203-CuO Syarif, Dani Gustaman; Ariwahjoedi, Bambang; Hidayat, Saeful; Yamin, M
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1877.215 KB)

Abstract

KARAKTERISASI VARISTOR ZnO-Bi203-CuO. Untuk mengetahui peran CuO dalam pembentukan varistor, pembuatan dan karakterisasi varistor ZnO-Bi2O3-CuO telah dilakukan. Dalam studi ini dilakukan penyinteran pelet ZnO-0,8% mol Bi203 yang ditambahi 0,5; 1 dan 2 % mol CuO pada suhu 1100°C selama 1 jam. Pelet sinter dianalisis memakai metode metalografi dan difraksi sinar-x. Karakteristik listrik dan pelet tersebut juga dievaluasi. Penambahan CuO menaikkan tegangan patah dan memperbesar arus bocor varistor ZnO-Bi203, tetapi tidak meningkatkan faktor kenon-linearannya. Dengan konsentrasi CuO 0,5-2 % mol, harga faktor kenon-linearan yang didapat masih lebih kecil dari pada harga faktor kenon-linearan untuk varistor ZnO Bi203 dan masih lebih kecil dari pada faktor kenon-linearan untuk kebutuhan pasar (lebih besar 20), karena penambahan CuO tidak dapat membentuk jebakan elektron dalam. Hasil analisis metalografi dan difraksi sinar-x memperlihatkan bahwa pada struktur mikro varistor ZnO-Bi203-CuO, lapisan batas butir dibentuk oleh ZnO.24Bi2O3 dan butirnya dibentuk oleh larutan padat ZnO-CuO
ANALISIS DINAMIKA REAKTOR AKII3AT KECELAKAAN REAKTIVITAS PADA MODA SATU JALUR 1END1NGIN RSG-GAS Hastuti, Endiah Puji
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS D1NAMIKA REAKTOR AKI1IAT KECELAKAAN REAKTIVITAS PADA MODA SATU JALUR PENDINGIN RSG-GAS.Dalam rangkapenghematanbiayaoperasireaktor, pengoperasianreaktordengansatujalursistem pendinginsedangdikaji. Pcnenttiaiidayamaksimumrcaktortclahdilakukan, dcniikiaii puladengananalisiskeselamatanterasreaktorpadakondisitunakdantransien LOFA. Untukmetengkapianalisistersebut, padapenelitian in idilakukananalisiskecelakaan reaktivitas yang dilakukandengan program PARET-ANL. Sirnulasikecelakaan dilakukandenganinsersireaktivitasdaimbentuk ramp, yang disebabkanolehpenarikan batangkendall. Analisisdilakukanpadaduatingkatdayayaitudayarenclah I Watt dan dayatinggi I MW, denganbatasproteksidaya saw jaluruntuk musing-musing keadaan. Hasilanalisismenunjukkanbahwapadaanalisisdinamikareaktorini, secarateknis RSG GAS dapatdioperasikandenganamanrnenggunakanmodasatujalur
RANCANG BANGUN SISTEM KENIDALI DIFRAKTOMETER SINAR—X SHIMADZU XD-5A Ginting, Iilias
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALl DIFRAKTOMETER SINAR-X SHIMADZU XD-5A. Telah dilakukan pembuatan sistem kendali difraktometer sinar-x Shimadzu XD-5A berupa kartu antarmuka, penggerak motor langkah dan pengubah sinyal analog ke digital. Sistem kendali berbasis komputer pribadi ini digunakan untuk mengatur gerakan lengan detektor pada goniometer, mencuplik data intensitas serta tampilan grafik antara intensitas dan sudut hamburan pada layar monitor.
KARAKTERISASI FAKTOR NORMALISASI PADA FASILITAS PNEUMATIK REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG UNTUK ANALISIS AKTIVASI NEUTRON G, Muhayatun; Kukuh, Ratnawati; Hidayat, Achmad; Ilham, P; S, Dadang
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISASI FAKTOR NORMALISASI PADA FASILITASPNEUMATIK REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG UNTUK ANALISISAKTIVASI NEUTRON. Metode analisis aktivasi neutron (AAN) menggunakan pembanding multielemen merupakan suatu metode yang umum digunakan untuk analisis multielemen. Penggunaan metode pembanding memerlukan waktu preparasi lama dan biaya besar. Salah satu cara untuk mengefisienkan waktu dan biaya analisis, dapat dilakukan dengan menggunakan nilai faktor normalisasi (FN) posisi cuplikan dan iradiasi. Nilai FN digunakan untuk mengatasi ketidakhomogenan fluks neutron, sehingga dapat meminimalkan penggunaan standar acuan. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi faktor normalisasi pada fasilitas pneumatik reaktor TRIGA 2000 Bandung. Penelitian faktor normalisasi dilakukan pada dua posisi cuplikan (bawah dan atas) di dalam wadah iradiasi polietilen (PE). Nilai rata-rata faktor normalisasi yang diperoleh pada iradiasi cuplikan Cu selama 60, 30 dan 15 detik, daya 1500 kWatt masing-masing adalah 1,2848, 1,2908 dan 1,3348. Pada penelitian ini pengaruh fluktuasi daya reaktor pada hasil pengukuran cuplikan dan standar juga dipelajari. Fluktuasi daya reaktor di bawah 2% pada posisi cuplikan atas dan bawah memberikan simpangan rata-rata masing-masing sebesar 3,1699% dan 1,6238%. Penenitian FN telah pula dilakukan pada beberapa unsur acuan standar. Nilai rata-rata FN yang diperoleh pada iradiasi 60 detik, daya 1500 kWatt untuk unsur Ti, I V, dan Al masing-masing adalah 1,2554; 1,2066; 1,3625 dan 1,2475. Nilai FN yang diperoleh dan penelitian ini berada pada rentang yang tidak terlalu lebar (<6,2 %). Hasil yang diperoleh tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan penggunaan metode AAN, sehingga dapat lebih mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya dalam melakukan analisis multielemen.
PENGEMBANGAN PEMBUATAN TEKNESIUM-99m NITRIDOPENTANA-2,4-DION BIS(N-METILTIOSEMIKARBAZON) SEBAGAI SEDIAAN RADIOFARMASI Z, Nurlaila; Susilawaty, Entit; Isabela, Epy
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN PEMBUATAN TEKNESIUM-99m NITRIDOPENTANA-2,4-DION BIS(N-METILTIOSEMIKARBAZON) SEBAGAI SEDIAAN RADIOFARMASI. Pembuatan senyawa teknesium-99m nitrido pentana-2,4-dion bis(N-metiltiosemikarbazon) (99mTcNPETS) telah dilakukan menggunakan donor nitrogen natrium azida. Akan tetapi metode ini mempunyai beberapa keterbatasan untuk penggunaan dalam kedokteran nuklir, khususnya mengenal sterilitas dan apirogenitas dan radiofarmaka. Pada penelitian ini telah dikembangkan alternatif lain dalam pembuatan senyawa 99mTcPETS teras nitrido melalui reaksi substitusi antara senyawa 99mTc≡N perantara berupa senyawa 99mTcNCI2(PPh3)2 dengan ligan PETS. Kondisi pembentukan senyawa perantara 99mTcNCl2(PPh3)2 dengan efisiensi penandaan 90% dicapai pada pemakaian 0,976 mg S-metilditiokarbazat, 1,050 mg PPh3, 10 µL HCI 10M, dengan waktu inkubasi selama 15 hingga 30 menit pada temperatur 80 °C, serta pemakaian 1,026 mg PETS, pH 7 dengan waktu inkubasi selama 15 hingga 45 menit pada temperatur yang sama untuk reaksi substitusi membentuk 99mTcNPETS. Dengan efisiensi penandaan ≥ 90%. Efisiensi penandaan 99mTcNPETS diketahui dari kemurnian radiokimianya yang ditentukan secara kromatografi lapis tipis menaik menggunakan plat silika gel 60 dengan 2 macam pelarut, masing-masing pelarut campuran etanol-kloroform-toluen-amonium asetat 0,5M: pH 7 (6 : 3 : 3 : 1) dan pelarut campuran metanol-asetonitril-THF-amonium asetat 0,5M; pH 7 (3 : 3 : 2 : 2). Uji stabilitas senyawa 99mTcNPETS terhadap waktu penyimpanan menunjukkan bahwa setelah disimpan selama 4 jam pada temperatur kamar, senyawa tersebut masih stabil dengan tingkat kemurnian ≥ 90 %
PEMBERDAYAAN REAKTOR NUKLIR PAL)A ABAD KE-21 Anggraita, Pramudita
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMBERDAYAAN REAKTOR NUKLIR PADA ABAD KE21. Dibahas skenarlokebutuhanenergiduniapadaabad ke2 1 . Rcaktornukiirdapat mcm punyai peranpentingdalampenyediaanenergipadaabad ke2 1 jikaterusdikembaiigkan secaraevolusiinaupuninovatif, sehinggakompetitifsecaraekonomis, berkeselamatan tinggi, bcrdaipak I ingkLIIlgaIlpositi f. clan mciijam ¡n inovasipcnyccliaanenergi yang berlanjut di masadepan.
PENGARUH GEOMETRI UJUNG ELEKTRODE TERHADAP HASIL PELASAN TIG TUTUP KELONGSONG BATANG ELEMEN BAKAR NUKLIR BAHAN ZIRKALOY-4 Hidayat, Saeful; Umar, Efrizon; Kuswoyo, Tony
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH GEOMETRI UJUNG ELEKTRODE TERHADAP HASIL PELASAN TIG TUTUP KELONGSONG BATANG ELEMEN BAKAR NUKLIR BAHAN ZIRKALOY-4. Telah dilakukan percobaan pengaruh penggunaan geometri ujung electrode berbentuk runcing, lancip dan pipih terhadap hasil pelasan TIG (Tungsten Inert Gas) tutup kelongsong Batang Elemen Bakar Nuklir (EBN) dari bahan Zirkaloy-4. Kondisi pelasan dengan pola arus dan waktu pelasan yang sama untuk masing-masing bentuk elektrode yang digunakan, menghasilkan lebar las dan lebar HAZ (heat affected zone) yang relatif sama, tetapi menghasilkan kedalaman las yang berbeda. Elektrode berujung pipih menghasilkan kedalaman las sekitar 40 % lebih dalam dibandingkan dengan electrode berujung runcing dan lancip. Untuk kondisi pelasan mencapai kedalaman las lebih dari 100% tebal kelongsong, penggunaan elektrode berujung pipih menghasilkan lebar las sekitar 32% lebih sempit dibandingkan dengan lebar las yang dihasilkan elektrode berujung runcing dan sekitar 38% lebih sempit dibandingkan dengan lebar las yang dihasilkan elektrode berujung lancip, sementara menghasilkan lebar HAZ lebih sempit sekitar 18% dibandingkan dengan electrode berujung runcing dan 23% lebih sempit dibandingkan dengan lebar HAZ yang dihasilkan elektrode berujung lancip. Struktur mikro yang terbentuk pada daerah logam las untuk ketiga bentuk elektrode yang digunakan mempunyai struktur yang sama, yaitu struktur widmanstaten danparallel pacage. Penggunaan e lektrode berujung pipih pada pelasan yang mencapai kedalaman lebih dan 100% tebal kelongsong, rnenghasilkan ukuran butir 20% lebih kecil bila dibandingkan dengan penggunaan elektrode berujung runcing dan lancip.

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2003 2003


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Agustus 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue