cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia memuat hasil penelitian yang berhubungan dengan sains dan teknologi nuklir dalam bidang: fisika, kimia, biologi, ilmu bahan, teknologi reaktor, konversi energi, instrumentasi, kesehatan, pertanian, industri, geologi dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018" : 6 Documents clear
PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP SOLANUM NIGRUM L DAN EFEKNYA SEBAGAI ANTI KANKER Winarno, Ermin K; Reswari, Indira Radana; Susanto, Susanto; Winarno, Hendig
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.152 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2018.19.1.3693

Abstract

Buah leunca (Solanum nigrum L) merupakan tanaman dari suku solanaceae yang dipercaya dapat mengatasi kanker. Leunca yang termasuk jenis buah dapat diawetkan dengan cara iradiasi gamma. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh perlakuan dosis iradiasi gamma terhadap buah leunca dan efeknya terhadap khasiat anti kanker leukemia L1210. Dosis iradiasi yang diberikan adalah 5; 7,5; 10; dan 15 kGy, masing-masing dengan 2 ulangan. Ekstraksi dilakukan secara bertahap dengan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Fraksi aktif dari etil asetat saja yang diuji sitotoksiknya. Hasil menunjukkan bahwa dosis iradiasi maksimum dengan sumber gamma 60Co untuk buah leunca adalah sebesar 7,5 kGy dengan tidak merusak khasiatnya sebagai anti kankerKata kunci : Solanum nigrum L, Sel kanker L 1210, Iradiasi gamma, Sitotoksik
STUDI PENINGKATAN RADIONUKLIDA ALAM KARENA LEPASAN ABU TERBANG DI SEKITAR PLTU LABUAN Anggarini, Niken Hayudanti; Iskandar, Dadong; Stefanus, Megi
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.97 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2018.19.1.3758

Abstract

Abu terbang dan abu dasar hasil pembakaran batu bara mengandung radionuklida alam dengan konsentrasi tertentu. Hal ini menyebabkan lepasan abu terbang ke lingkungan berpotensi meningkatkan konsentrasi radionuklida alam di sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur konsentrasi radionuklida alam di tanah dan menganalisis kemungkinan adanya peningkatan konsentrasi radionuklida alam di tanah sekitar PLTU Labuan. Metode penelitian diawali dengan pengambilan sampel tanah yang lokasinya disesuaikan dengan sampling sebelum PLTU Labuan beroperasi. Langkah selanjutnya adalah preparasi dan pengukuran sampel tanah menggunakan spektrometer gamma detektor HPGe. Hasil konsentrasi yang didapat dibandingkan dengan data konsentrasi sampel tanah yang terukur saat sebelum PLTU Labuan beroperasi. Perbandingan ini menggunakan komparasi dengan uji-t. Hasil penelitian, yaitu rata-rata konsentrasi radionuklida alam di sampel tanah saat ini adalah Ra-226 sebesar 23,15±3,05 Bq/kg; Th-232 sebesar 35,89±4,07 Bq/kg; dan K-40 sebesar 153,52±16,71 Bq/kg. Ketiga nilai konsentrasi radionuklida ini tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan konsentrasi radionuklida di tanah sebelum PLTU Labuan beroperasi. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada peningkatan rata-rata konsentrasi radionuklida alam di sekitar PLTU Labuan yang signifikan.
SIMULATION OF OPERATIONAL CONDITIONS OF FASSIP-02 NATURAL CIRCULATION COOLING SYSTEM EXPERIMENTAL LOOP Antariksawan, Dr.Anhar Riza; Widodo, Surip; Juarsa, Mulya; Haryanto, Dedy; Kusuma, Mukhsinun Hadi; Putra, Nandy
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.664 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2018.19.1.4036

Abstract

The natural circulation is considered in the design of emergency passive core cooling system in a nuclear power plant. In that context, in order to investigate the characteristics of the natural circulation, FASSIP-02 experimental loop is designed. This paper simulates the various operational conditions with different condition of the heater power, the pipe insulation and the expansion tanks valve using RELAP5 code. The objective is to obtain the best operational conditions of FASSIP-02 once it is built. The simulation results show that the until 50,000 s the steady state condition could not be achieved yet when the heater power greater than 10 kW. The pipe insulation reduced the heat loss to the environment and in turn it causes faster increase of the water temperature inside the pipe. While, if the expansion tanks valve is closed during the operation, the pressure inside the loop would increase, faster when the heater power is higher. It is concluded that in all cases to avoid the saturation condition, the heater power should be maintained lower than 10 kW, especially when the loop pipe is insulated.
EVALUASI BIOLOGIS 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STOCK SPRAGUE DAWLEY Halimah, Iim; Wongso, Hendris; Daruwati, Isti
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.902 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2018.19.1.3623

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS 99mTc-glukosa-6-fosfat PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STOCK SPRAGUE DAWLEY. Kanker merupakan penyebab kematian tertinggi dengan jumlah penderita yang diprediksi akan mengalami peningkatan hingga tujuh kali lipat pada tahun 2030. Pengendalian penyakit melalui deteksi dini dan diagnosis yang lebih akurat melalui aplikasi teknik nuklir diharapkan dapat membantu penyembuhan penyakit kanker pada stadium awal. 99mTc-glukosa-6-fosfat merupakan radiofarmaka yang penggunaannya ditujukan untuk diagnosis kanker, dan diharapkan  dapat diaplikasikan terutama di rumah sakit yang tidak memiliki fasilitas PET (Positron Emission Tomography) dan siklotron. Telah dilakukan uji lanjutan analisis bioafinitas sel kanker terhadap 99mTc-glukosa-6-fosfat melalui serangkaian pengujian pada hewan model yang memiliki kanker artifisial, antara lain uji biodistribusi, uji pencitraan, uji blood clearance, dan uji renal clearance. Uji biodistribusi 99mTc-glukosa-6-fosfat menunjukkan adanya akumulasi radiofarmaka di dalam jaringan target yaitu jaringan kanker sebesar 6,23% pada interval waktu 15 menit setelah injeksi. Namun demikian, selain di jaringan kanker, radiofarmaka ini diakumulasi cukup tinggi di tulang yaitu sebesar 23,99% pada 15 menit setelah injeksi, sehingga akan berpengaruh pada saat uji pencitraan. Hasil uji pencitraan menunjukkan bahwa 99mTc-glukosa-6-fosfat terakumulasi di dalam jaringan tumor/kanker. Radiofarmaka ini dapat dikatakan cepat dikeluarkan dari tubuh berdasarkan hasil uji blood clearance dan renal clearance yang menunjukkan bahwa aktivitas radiofarmaka di dalam tubuh sudah menurun drastis pada 15 menit setelah injeksi (1,25%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa radiofarmaka 99mTc-glukosa-6-fosfat terakumulasi di dalam jaringan kanker artifisial. Akan tetapi karena terdapat akumulasi yang cukup signifikan pada tulang, maka perlu dilakukan reformulasi radiofarmaka ini, tanpa menggunakan Na-pirofosfat.
Cover dan Redaksi, Vol 19, No:1, 2018 - Februari 2018 Febrian M.Si, Muhamad Basit
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.579 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2018.19.1.4142

Abstract

EVALUASI HUBUNGAN DOSIS RADIASI TERHADAP KERUSAKAN DNA SEL LIMFOSIT DENGAN MENGGUNAKAN TES COMET Yusuf, Darlina; Rahardjo, Tur; Syaifudin, Mukh
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.188 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2018.19.1.3658

Abstract

EVALUASI  HUBUNGAN DOSIS RADIASI TERHADAP  KERUSAKAN DNA SEL LIMFOSIT DENGAN MENGGUNAKAN TES COMET. Kerusakan asam nukleat (DNA) akibat radiasi atau faktor lain dapat mengarah ke efek yang lebih parah seperti sel kanker. Oleh karena itu diperlukan suatu metode deteksi untuk mengetahui besarnya kerusakan tersebut antara lain dengan metode uji komet yang sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efek radiasi pada sel limfosit akibat radiasi melalui teknik uji komet. Spesimen darah diiradiasi dosis gamma 2-8 Gy kemudian diisolasi limfositnya dengan histopaque. Isolat limfosit diproses  uji komet pada slide dalam kondisi alkali dan hasil pencitraan dianalisis dengan software khusus. Hasil menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif parameter komet dengan dosis radiasi, semakin besar dosis paparan semakin besar kerusakan DNA. Diantara parameter uji komet, tail DNA memberikan korelasi yang terbaik dengan dosis radiasi. Disimpulkan bahwa uji komet sangat baik digunakan untuk mengetahui kerusakan DNA akibat radiasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Agustus 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue