cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia memuat hasil penelitian yang berhubungan dengan sains dan teknologi nuklir dalam bidang: fisika, kimia, biologi, ilmu bahan, teknologi reaktor, konversi energi, instrumentasi, kesehatan, pertanian, industri, geologi dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014" : 5 Documents clear
UJI PROFIL PROTEIN KELENJAR LUDAH Anopheles sp. TERINFEKSI P. berghei PASCA IRADIASI GAMMA DENGAN TEKNIK SDS-PAGE UNTUK PENGEMBANGAN VAKSIN MALARIA Tetriana, Devita; Syaifudin, Mukh
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.028 KB)

Abstract

UJI PROFIL PROTEIN KELENJAR LUDAH Anopheles sp. TERINFEKSI P. bergheiPASCA IRADIASI GAMMA DENGAN TEKNIK SDS-PAGE UNTUK PENGEMBANGANVAKSIN MALARIA. Sporozoit merupakan tahapan siklus hidup parasit malaria yang palinginvasif dan merupakan kandidat vaksin paling tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwavaksin malaria yang dibuat dengan melemahkan sporozoit Plasmodium sp menggunakan sinargamma terbukti lebih efektif. Studi efek radiasi terhadap protein dalam pengembangan vaksiniradiasi juga berperan sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil proteinkelenjar ludah Anopheles sp terinfeksi sporozoit pasca iradiasi gamma dengan teknik Sodiumdodecyl sulphate-polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). Tahapan uji meliputipenginfeksian nyamuk Anopheles sp dengan P. berghei, pemeliharaan nyamuk terinfeksiselama 14-16 hari untuk memperoleh sporozoit, iradiasi nyamuk secara in vivo - in vitro,preparasi sampel kelenjar ludah dan elektroforesis pada SDS-PAGE 10% serta pewarnaanCommassie blue. Hasil uji menunjukkan perbedaan profill protein antara kelenjar ludahAnopheles sp terinfeksi dan tidak terinfeksi. Terdapat penambahan jumlah pita protein padadosis iradiasi lebih tinggi (200 Gy) dimana terdeteksi profil protein sporozoit P. berghei (BM 62kDa), tetapi tidak terdapat perbedaan profil circumsporozoite protein (CSP) antar dosis iradiasigamma 150, 175 dan 200 Gy. Hasil tersebut memberikan informasi dasar yang akan mengarahpada studi lanjut tentang peranan protein sporozoit dalam pengembangan vaksin malaria.Kata kunci : malaria, kelenjar ludah, P berghei, sporozoit, profil protein, sinar gamma
EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 175Yb-EDTMP UNTUK TERAPI PALIATIF PADA TULANG Sugiharti, Rizky Juwita; Halimah, Iim; Aziz, Azmairit
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.101 KB)

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 175Yb-EDTMP UNTUK TERAPI PALIATIFTULANG. Radiofarmaka yang ideal untuk terapi paliatif tulang memerlukan energi partikel-βyang cukup dengan molekul pembawa yang stabil. Iterbium-175 merupakan salah saturadioisotop pemancar β (t 1/2 = 4,2 hari, Eβ (max) = 0,480 MeV) memiliki sifat radionuklidasesuai untuk digunakan dalam terapi paliatif tulang. Ligan etilen diamin tetrametilen fosfonat(EDTMP) diketahui dapat membentuk kompleks dengan stabilitas tinggi.EDTMP yang ditandaidengan radioisotop 175Yb menghasilkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP, telah berhasil diproduksi diPTNBR BATAN-Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas 175Yb-EDTMPsebagai radiofarmaka yang potensial untuk pencitraan tulang dan terapi paliatif tulang.Pengujian radiofarmaka 175Yb-EDTMP meliputi uji biodistribusi dan uji pencucian dari darah.Hasil uji biodistribusi memperlihatkan persentase radioaktivitas 175Yb-EDTMP di tulang sebesar12,68 %; 11,83 %; 10,00 % dan 8,20 % (% ID) berturut-turut pada 1, 3, 5 dan 24 jam pascainjeksi. Persentase radioaktivitas di lambung sebesar 0,06 (% ID/g) hingga 24 jam pasca injeksimenunjukkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP tetap stabil secara in vivo. Hasil studi blood clearencedari radiofarmaka 175Yb-EDTMP memperlihatkan radiofarmaka ini memiliki gambaran pencucianyang cepat dari darah. Radiofarmaka 175Yb-EDTMP dapat menjadi radiofarmaka yang idealuntuk diagnosis dan terapi paliatif tulang.Kata kunci: Paliatif tulang, 175Yb-EDTMP, biodistribusi
KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN BIOAFINITAS 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFAT TERHADAP JARINGAN TUMOR DALAM HEWAN MODEL Oekar, Nanny Kartini; Nuraeni, Witri; Isabela, Epy; ., Iswahyudi; Wongso, Hendris; Daruwati, Isti; Ws, Aang Hanafiah
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.876 KB)

Abstract

KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN BIOAFINITAS 99mTc-GLUKOSA-6-FOSFATTERHADAP JARINGAN TUMOR DALAM HEWAN MODEL. Senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat apabila disuntikkan ke dalam tubuh manusia akan terakumulasi di dalam jaringan atauorgan yang tingkat metabolismenya relatif lebih cepat atau lebih tinggi seperti halnya sel-selkanker atau tumor maligna dari pada organ atau jaringan lainnya yang normal, sehingga dapatdigunakan untuk mendeteksi keberadaan dan viabilitas sel-sel maligna di dalam tubuh manusia.Telah dikembangkan metode baku preparasi kit-kering glukosa-6-fosfat yang akanmenghasilkan kit-diagnostik yang memenuhi persyaratan. Karakteristik fisiko-kimia 99mTcglukosa-6-fosfat yang ditentukan meliputi kemurnian radiokimia menggunakan metodekromatografi kertas dan lapis tipis, lipofilisitas menggunakan metode partisi n-oktanol/air,besarnya ikatan dengan protein plasma ditentukan dengan metode pengendapanmenggunakan larutan TCA 20 %, muatan listrik menggunakan metode elektroforesis kertas.Stabilitas sediaan baik berupa kit-kering maupun senyawa bertanda ditentukan dengan metodekromatografi. Adapun tingginya afinitas terhadap sel kanker dibuktikan dengan menyuntikkansenyawa tersebut ke dalam tubuh hewan model yang mempunyai jaringan tumor artifisial didalam tubuhnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kit kering glukosa-6-fosfat stabil sampai 20minggu pada penyimpanan di lemari es (4 oC), sedangkan senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat stabil pada temperatur kamar sampai 2 jam setelah penandaan dengan kemurnianradiokimia yang diperoleh sebesar 94,4 ± 2,25 %. Radioaktivitas dari 99mTc-perteknetat yangdapat ditambahkan ke dalam kit-kering tersebut sekitar 5-30 mCi dengan volume tidak lebih dari3 mL. Senyawa bertanda 99mTc-glukosa-6-fosfat mempunyai sifat hidrofilik dengan koefisienpartisi octanol/air (P) sebesar 1,09 ± 0,45 dan tingginya ikatan dengan protein plasma sebesar81,26 ± 12,74 %. Rasio akumulasi pada jaringan tumor (target) terhadap jaringan normal (nontarget)otot dan hati masing-masing sebesar 4 kali (400 %) pada 60 menit pasca injeksi (p.i)dan 2,5 kali (250%) pada 45 menit p.i. Diharapkan senyawa bertanda tersebut dapatmengsubstitusi kebutuhan akan 18FDG-(flouro dioxy glucose bertanda F-18) bagi kedokterannuklir yang tidak memiliki fasilitas cyclotron dan PET yang harganya sangat mahal, untuk dapatmendeteksi adanya tumor.Kata kunci : Bioafinitas, 99mTc-glukosa-6-fosfat, sel tumor artifisial, kit-diagnostik.
PENYERAPAN ZAT WARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN POLISAKARIDA–g–ASAM AKRILAT Suhartini, Meri
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.27 KB)

Abstract

PENYERAPAN ZAT WARNA TEKSTIL MENGGUNAKAN POLISAKARIDA–g–ASAMAKRILAT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan polisakarida yang terdapatpada kulit pisang sebagai penyerap zat warna tekstil (Maxilon Yellow) sebelum dan sesudahdilakukan proses grafting. Kopolimerisasi grafting polisakarida dilakukan dengan mengguna-kanasam akrilat sebagai monomer dan diiradiasi menggunakan sinar gamma sebagai inisiator.Parameter yang diobservasi adalah kemampuan penyerapan zat warna, waktu perendamandengan KOH, konsentrasi asam akrilat, dosis iradiasi dan ketahanan terhadap asam. Hasilpenelitian menunjukkan penyerapan optimum oleh sampel diperoleh pada ko-polimerisasipolisakarida –asam akrilat (P-AA) dengan perendaman dalam KOH selama 3 jam, konsentrasiasam akrilat sebesar 20% dan dosis iradiasi 30 kGy. Kemampuan polisakarida–g–asam akrilatdalam menyerap zat warna Maxilon Yellow setelah dilakukan proses grafting meningkatsebesar 18,48% selain itu ketahanan fisik terhadap asam meningkat secara signifikan. Hasilpenelitian ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan limbah zat warna pada industri tekstil.Kata kunci : Polisakarida, Grafting, Asam Akrilat, Iradiasi, Maxilon Yellow.
EFEK IMPLANTASI ION Ni+ DAN Ar+ TERHADAP SIFAT MAGNETIK LAPISAN TIPIS C/Si ., Yunasfi
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.786 KB)

Abstract

EFEK IMPLANTASI ION Ni+ DAN Ar+ TERHADAP SIFAT MAGNETIK LAPISAN TIPISC/Si. Telah dilakukan studi efek implan ion Ni+ dan ion Ar+ terhadap sifat magnetik lapisan tipisC/Si (100). Implantasi ion Ni+ dan ion Ar+ terhadap lapisan tipis C/Si dilakukan dengan dosissampai 5 x 1016 ion/cm2. Hasil identifikasi XRD menunjukkan adanya puncak intensitas difraksiC (002) dan Ni (100). Implantasi ion dapat menyebabkan penurunan puncak intensitas difraksiC (002). Puncak intensitas difraksi C (002) semakin menurun seiring dengan bertambahnyadosis ion, sedangkan puncak intensitas difraksi Ni (100) semakin tinggi seiring dengan bertambahnyadosis ion. Hasil ini menunjukkan telah terjadi distribusi atom Ni pada permukaanlapisan tipis C/Si. Hasil pengamatan morfologi permukaan menggunakan SEM/EDS,menunjukkan adanya atom Ni yang tersebar pada permukaan lapisan tipis C/Si. Hasilpengukuran sifat magnetik dengan metode VSM (Vibrating Sample Magnetometer)menunjukkan adanya perubahan sifat magnetik pada lapisan tipis C/Si dengan penambahandosis implan. Sifat magnetik ini meningkat seiring dengan penambahan dosis ion Ni+, yangditunjukkan dengan peningkatan nilai-nilai Ms (saturated magnetization), Mr (remanentmagnetization) dan Hc (coercive field), masing-masing sebesar 28%, 21% dan 42%. Hasilpengukuran sifat GMR dengan Four Point Probe juga menunjukkan peningkatan nilai nisbahMR sekitar 26% pada medan magnet 7,5 kOe seiring dengan peningkatan dosis ion.Kata kunci : lapisan tipis C/Si, implantasi ion, sifat magnetik

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Agustus 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue