cover
Contact Name
Drs. Duyeh Setiawan, MT
Contact Email
jstni_batan@batan.go.id
Phone
622503997
Journal Mail Official
jstni_batan@batan.go.id
Editorial Address
JL. Tamansari 71 Bandung 40132, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia memuat hasil penelitian yang berhubungan dengan sains dan teknologi nuklir dalam bidang: fisika, kimia, biologi, ilmu bahan, teknologi reaktor, konversi energi, instrumentasi, kesehatan, pertanian, industri, geologi dan lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 247 Documents
KORELASI ANTARA MIB-1, AgNOR DAN APOPTOSIS CASPASE-3 DENGAN RESPONS KEMORADIOTERAPI PADA KANKER SERVIK Kurnia, Iin; Siregar, Budiningsih; Soetopo, Setiawan; Ramli, Irwan; Kurjana, Tjahya; ., Andriono; Tobing, Maringan DL; Suryawathi, Bethy; Tetriana, Devita
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.13 KB)

Abstract

Salah satu cara pengobatankanker servik adalah dengan kemoradioterapi melalui pemberian radioterapi dan kemoterapisecara bersamaan pada kanker servik stadium lanjut lokal. Respons kemoradioterapidipengaruhi oleh faktor biologis yaitu kinetika sel yang terdiri dari proliferasi dan kematian sel.Pada penelitian ini dipelajari korelasi antara biomarker proliferasi sel kanker, yaitu AgNOR, MIB-1, dan ekspresi apoptosis jalur caspase-3 dengan respons kemoradioterapi pada kanker servik.Dua puluh satu sediaan mikroskopik jaringan kanker servik yang diambil dari biopsi pasiensebelum menerima tindakan kemoradioterapi diberi pewarnaan AgNOR, sedangkan deteksiMIB-1 dan apoptosis caspase-3 dilakukan dengan teknik immunohistokimia. Setelah selesaimenerima kemoradioterapi dilakukan pengamatan respons klinik dengan cara pelvic control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kemoradioterapi tidak ditemukan korelasi nilaiAgNOR, MIB-1 dengan apoptosis (p>0,05). Proliferasi sel yang diamati dengan AgNOR danMIB-1 sebelum kemoradioterapi tidak menunjukkan adanya korelasi dengan respons jaringankanker setelah kemoradioterapi, namun ekspresi apoptosis menunjukkan korelasi positifdengan respons kemoradioterapi. Indeks apoptosis caspase-3 yang diperoleh dapat dijadikanbahan pertimbangan pada penjadwalan kemoradioterapi kanker servik.
PENETAPAN NILAI KANDIDAT IN-HOUSE REFERENCE MATERIAL (RM) ZrO2 Sunanti, Susanna Tuning; ., Samin; C, Supriyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.44 KB)

Abstract

Telahdilakukan kegiatan penelitian pembuatan dan penentuan nilai bahan acuan atau in-housereference material (RM) zirkonium oksida dengan mengacu pada standar ISO:35-2006. Bahanbaku kandidat RM adalah ZrO2 dari Merck seberat 4 kg yang dikeringkan pada suhu 90°Cselama 2×6 jam dalam ruangan tertutup. Selanjutnya sampel digerus dengan alu stainless steel(SS) hingga lolos ayakan berukuran ≤ 200 mesh, dihomogenkan dalam homogenizer selama3×6 jam agar diperoleh sampel yang halus, kering dan homogen. Uji kadar air, homogenitas,dan stabilitas sampel dilakukan masing-masing dengan metode gravimetri, XRF dan AAS.Serbuk kandidat RM ZrO2 kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol polietilen masing-masingseberat 100 g. Selanjutnya sampel kandidat didistribusikan kepada 10 Laboratorium Pengujianyang telah terakreditasi untuk pengujian komposisi kandungan oksida dan hilang pijar (LOI)dengan berbagai metode analisis yang sudah tervalidasi seperti AAS, XRF, AAN, dan UV-Vis.Hasil uji kandungan parameter oksida dan hilang pijar dari berbagai laboratorium diolah denganmetode statistik. Dari data uji berbagai laboratorium tersebut diperoleh kadar oksida dan LOIdalam kandidat bahan standar zirkonium oksida yaitu ZrO2: 97,7334 ± 0,0016 %, HfO2: 1,7329± 0,0024 %, SiO2: 30,1224 ± 0,0053 %, Al2O3: 0,0245 ± 0,0015 %, TiO2: 0,0153 ± 0,0006 %,Fe2O3: 0,0068 ± 0,0005 %, CdO: 3,1798 ± 0,00006 ppm, dan LOI = 0,0217 ± 0,00022 %.Kata kunci: in-house reference material, ZrO2, ISO:35-2006
KARAKTERISTIK TEMPERATUR DAN REDUKSI LIMBAH RADIOAKTIF PADAT RUANG BAKAR PROTOTIPE TUNGKU HK - 2010 Rahardjo, Henky Poedjo
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.602 KB)

Abstract

Sebuah prototipe tungku pembakar limbahradioaktif padat berbentuk silinder yang kemudian diberi nama HK – 2010 telah dibuat untukmengatasi besarnya volume limbah padat di Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri(PTNBR) BATAN, Bandung. Tungku ini berfungsi untuk mereduksi limbah radioaktif padatdengan cara pembakaran. Sebelum tungku digunakan untuk membakar limbah radioaktifsecara terus menerus, perlu dilakukan uji pembakaran berbagai jumlah dan jenis limbah untukmempelajari unjuk kerjanya. Pengujian unjuk kerja tungku dilakukan terhadap besar danhomogenitas temperatur ruang bakar yang dapat dicapai pada saat pembakaran. Dalampenelitian ini dilakukan uji pembakaran 20 kg limbah radioaktif padat campuran darilaboratorium di PTNBR. Pada saat uji pembakaran dilakukan pengukuran temperatur dindingprimer dan sekunder tungku, laju alir udara, serta pengukuran berat dan volume limbahsebelum dan sesudah dibakar. Dari hasil uji pembakaran yang telah dilakukan, diperoleh bahwatemperatur maksimum ruang bakar prototipe tungku pembakar limbah radioaktif padat dapatmencapai 783,34 oC. Tungku pembakar limbah radioaktif yang dibuat dapat mengurangi jumlahlimbah sebesar 90 – 92 % pada saat pengujian dilakukan dan dapat mereduksi paparan radiasipengion hingga menjadi rata-rata 0,249 %.
CONTROLLING Aedes aegypti POPULATION AS DHF VECTOR WITH RADIATION BASEDSTERILE INSECT TECHNIQUE IN BANJARNEGARA REGENCY, CENTRAL JAVA Nurhayati, Siti; Yunianto, Bambang; Ramadhani, Tri; Ikawati, Bina; Santoso, Budi; Rahayu, Ali
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.528 KB)

Abstract

The control program of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Indonesia is still a problem due tothe incomplete integrated handling. Sterile insect technique (SIT) for Aedes aegypti as DHFvector was considered as a potential strategy for controling the DHF. A preliminary survey wascarried out to to determine the characteristic of A. aegypti population in the study site before theimplementation of SIT. The implementation of radiation based-SIT was carried out in Krandeganand Kutabanjar Villages of Banjarnegara Regency, Central Java which involved 99 houses. Onehundred gamma rays irradiated male mosquitoes were released to each house up to five times.The eggs, larvae and adult mosquitoes were collected using ovitrap and weekly observed. Theinitial population density of A. aegipty in the studied area was obtained to be 6 mosquitoes perhouse with the mean index of house was 15.86 % and the mean sterility of sterilizedmosquitoes was 79.16 %. The SIT effectively reduced A. aegipty population after the fifthrelease of irradiated mosquitoes into the houses. It can be assumed that the SIT was effectivein controlling DHF vector in the studied area, nevertheles, it will be more effective if it iscombined with other handling techniques.
OPTIMALISASI PENANDAAN 99mTc-DTPA-KETOKONAZOL SEBAGAI RADIOFARMAKA UNTUK DETEKSI INFEKSI FUNGI Sriyani, Maula Eka; S, Slamet Ibrahim S2 Ibrahim; WS, Aang Hanafiah
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.943 KB)

Abstract

Kemiripan gejala yang timbul akibatpenyakit infeksi, baik oleh bakteri, fungi atau virus pada stadium awal, mengakibatkanpengobatan seringkali tidak tepat. Diagnosis yang tepat sasaran dapat menjadikan pengobatanlebih efektif dan memiliki tingkat kesembuhan yang maksimal. Pada penelitian ini dilakukanpengembangan diagnosis infeksi fungi berbasis drug-targeting relationship antara radiofarmaka99mTc-DTPA-ketokonazol sebagai radioperunut dan fungi yang terdapat di dalam tubuh sebagaitargetnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sediaan radiofarmasi 99mTc-DTPAketokonazolmenggunakan teknik penandaan tidak langsung dengan ko-ligan atau bifunctionalagent sebagai penghubung antara radionuklida 99mTc dengan ketokonazol. Bifunctional agentyang digunakan dalam penelitian ini yaitu dietilen triamin pentaasetat (DTPA). Dari penelitian inidiperoleh kondisi optimal penandaan 99mTc-DTPA-ketokonazol, yaitu komposisi jumlahketokonazol 2 mg; DTPA 1,125 mg; SnCl2.2H2O 37,5 μg; pH 4,5 dan waktu inkubasi selama 5menit, sehingga diperoleh kemurnian radiokimia sebesar 97,77±0,33 %. Uji uptake in-vivo99mTc-DTPA-ketokonazol dilakukan terhadap Candida albicans yang diinfeksikan ke dalam pahakiri mencit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa rasio organ terinfeksi dan tidak terinfeksi(T/NT) setelah 2 jam injeksi sebesar 3,16±0,04 (n=5). Dari hasil yang diperoleh, dapatdisimpulkan bahwa 99mTc-DTPA-ketokonazol berhasil dibuat dan memenuhi syarat sebagairadiofarmaka.
SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN KOMPOSIT Fe0,2C0,8 SEBELUM DAN SESUDAH IRADIASI SINAR GAMMA PADA DOSIS 250 kGy ., Yunasfi; Purwanto, Setyo; A, Wisnu A
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.617 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitianterhadap sifat magnetoresistance bahan komposit Fe0,2C0,8 sebelum dan sesudah iradiasidengan sinar gamma pada dosis 250 kGy. Bahan komposit Fe0,2C0,8 dibuat dari campuranserbuk Fe dan serbuk C, dengan rasio komposisi 20% berat Fe dan 80% berat C. Padapenelitian ini, diamati perubahan sifat magnetoresistance bahan komposit Fe0,2C0,8 setelahdiiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 250 kGy. Pengujian struktur Fe0,2C0,8 dilakukandengan difraktometer sinar-X (XRD) dan karakterisasi sifat magnetoresistance dilakukandengan metode Four Point Probe. Hasil pengujian dengan XRD menunjukkan penurunanintensitas puncak difraksi dari fasa Fe dan C oleh radiasi sinar gamma, sedangkan hasilpengukuran magnetoresistance menunjukkan peningkatan nilai magnetoresistance bahantersebut. Peningkatan nilai ini mencapai 5 kali pada medan magnet 7,5 kOe setelah diiradiasidengan sinar gamma. Hal ini disebabkan oleh adanya cacat struktur yang terbentuk dalambahan komposit Fe0,2C0,8 akibat interaksi sinar gamma dengan bahan komposit tersebut yangmenimbulkan perubahan intensitas interaksi magnetik di dalam bahan ini.
KARAKTERISTIK KIMIA PAPARAN PARTIKULAT TERESPIRASI Zannaria, Noneng Dewi; Roosmini, Dwina; Santoso, Muhayatun
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.522 KB)

Abstract

Partikulat terespirasiadalah partikulat dengan ukuran 2-5μm yang karena sifat aerodinamiknya dapat masuk kedalam saluran pernafasan dan terdeposit dalam paru-paru serta merusak alveoli sehinggamembahayakan kesehatan manusia. Dinas Kesehatan kota Bandung mencatat bahwa adakecenderungan peningkatan angka kejadian penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)setiap tahun di kota Bandung. Pengukuran PM10 pada periode tahun 2002-2005 yang dilakukanoleh BPLH Kota Bandung menunjukkan bahwa di beberapa lokasi ambang batas baku mutuharian untuk PM10 telah dilampaui. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui paparan partikulatterespirasi pada masyarakat dengan melakukan karakterisasi unsur-unsur kimia yangterkandung di dalamnya sebagai bentuk identifikasi bahaya. Penelitian dilakukan di empatkawasan di kota Bandung. Pengambilan sampel partikulat terespirasi dilakukan menggunakanpersonal sampler. Karakterisasi kimia dilakukan menggunakan metode analisis aktivasi neutron,spektrometri serapan atom dan reflektansi. Hasil identifikasi dan karakterisasi tersebutdigunakan untuk menghitung nilai IEC(Inhalation Exposure Concentration) sebagai estimasipaparan partikulat terespirasi yang terhirup selama kurun waktu tertentu. Tahap tersebutmerupakan tahap awal dari studi epidemiologi yang mengkaitkan kejadian penyakit saluranpernafasan dengan hasil identifikasi dan karakterisasi partikulat terespirasi. Unsur-unsur kimiayang diidentifikasi adalah unsur Br, Mn, Al, I, V, Cl, Ti, Na, Hg, Pb, dan black carbon (BC). Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa partikulat terespirasi yang dihirup oleh penduduk sebagaireseptor di kawasan Tegalega, Aria Graha, Dago Pakar, dan Cisaranten Wetan relatif lebihtinggi dibandingkan dengan konsentrasi PM2,5 udara ambien di lokasi yang sama. Kawasanindustri Cisaranten Wetan mempunyai konsentrasi tertinggi untuk sebagian besar unsur-unsuryang terkandung dalam partikulat terespirasi.
PENGEMBANGAN DAN APLIKASI KLINIS KIT-KERING RADIOFARMAKA SIPROFLOKSASIN Zainuddin, Nurlaila; Hidayat, Basuki; Iljas, Rukmini
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.915 KB)

Abstract

Radiofarmaka 99mTc-siprofloksasin tersedia dalam bentuk kit-cair yangdikemas terpisah dari radionuklidanya. Sediaan dalam bentuk ini mempunyai stabilitas yangrendah. Guna memenuhi kebutuhan radiofarmaka untuk diagnosis infeksi telah dilakukanmodifikasi pembuatan kit-kering radiofarmaka siprofloksasin menggunakan larutan infussiprofloksasin laktat yang beredar di pasaran dengan metode liofilisasi. Kit-kering siprofloksasinterdiri dari flakon A berisi 2 mg siprofloksasin laktat dan flakon B berisi 2 mg reduktor Sn-tartrat.Preparasi sediaan 99mTc-siprofloksasin dilakukan dengan menambahkan radioisotop 99mTc kedalam flakon A yang telah dilarutkan dalam akuabides, diikuti penambahan larutan reduktor Sntartratdari flakon B pada kondisi penandaan optimal. Kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasinditentukan dengan metode kromatografi menggunakan fase diam ITLC-SG dengan fase`gerakaseton kering. Pengujian aktivitas biologis dan uptake 99mTc-siprofloksasin terhadapmikroorganisme dilakukan secara in-vitro. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan sterilitas,toksisitas dan evaluasi klinis terhadap volunter. Hasil penandaan kit-kering siprofloksasindengan radionuklida 99mTc diperoleh 99mTc-siprofloksasin dengan kemurnian radiokimia sebesar96,39 ± 2,01%. Pengujian aktivitas biologis terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menunjukkanbahwa kit-kering siprofloksasin setelah proses penandaan dengan 99mTc tidak kehilangan dayabakterisidanya dan uptake maksimum terjadi pada waktu inkubasi 1 jam sebesar 83,06 ±10,95% dan 80,26 ± 8,58% masing-masing terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Kit-keringradiofarmaka siprofloksasin merupakan sediaan yang steril, vakum dan tidak toksik. Uji klinisradiofarmaka 99mTc-siprofloksasin terhadap volunter yang menderita abses hati dan korpustulang belakang menunjukkan adanya akumulasi radioaktivitas di daerah tersebut. Aplikasiklinis 99mTc-siprofloksasin dengan teknik pencitraan menggunakan kamera gammamenunjukkan bahwa radiofarmaka ini dapat digunakan untuk penyidik infeksi.
PENANDAAN LIGAN ETILENDIAMINTETRAMETILEN FOSFONAT (EDTMP) DENGAN RADIONUKLIDA 175Yb Aziz, Azmairit
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.908 KB)

Abstract

Iterbium-175 (175Yb) merupakan salah satu radioisotop yang dapatdigunakan untuk terapi karena merupakan pemancar-β (T1/2 = 4,2 hari dengan Eβ (maks) sebesar480 keV). Di samping itu, radioisotop tersebut juga memancarkan sinar-γ dengan energi yangcukup ideal untuk penyidikan (imaging) selama terapi berlangsung (113 keV (1,9%), 282keV(3,1%) dan 396 keV (6,5%)). Ligan EDTMP dapat ditandai dengan radionuklida 175Ybsebagai radiofarmaka alternatif untuk penghilang rasa sakit (paliatif) akibat metastase kankerke tulang. Telah dilakukan penandaan ligan etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP) denganradionuklida 175Yb. Untuk mendapatkan radiofarmaka 175Yb-EDTMP dengan efisiensipenandaan yang tinggi, maka dilakukan variasi beberapa parameter yang berpengaruh dalamreaksi penandaan, yaitu jumlah ligan EDTMP, pH penandaan, waktu inkubasi dan jumlahlarutan 175Yb. Radiofarmaka 175Yb-EDTMP yang diperoleh ditentukan efisiensi penandaanmelalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas danelektroforesis kertas. Kondisi optimum penandaan diperoleh pada pH 7 dengan jumlah liganEDTMP sebanyak 4 mg, larutan 175Yb sebanyak 100 μL (105 μg setara dengan 0,6 μmol) danwaktu inkubasi selama 30 menit pada temperatur kamar. Kompleks yang terbentuk memberikanefisiensi penandaan maksimum sebesar 98,81 ± 0,15%. Berdasarkan hasil yang diperoleh,ligan EDTMP dapat ditandai dengan radionuklida 175Yb dengan efisiensi penandaan yang tinggi(di atas 95%).
RADIOAKTIVITAS IODIUM-125 PADA UJI PRODUKSI MENGGUNAKAN TARGET XENON-124 DIPERKAYA Awaludin, Rohadi; Lubis, Hotman; Pujianto, Anung; Suparman, Ibon; Sarwono, Daya Agung; ., Abidin; ., Sriyono
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.828 KB)

Abstract

Telah dilakukan uji produksi 125I menggunakan target xenondiperkaya dengan pengayaan 124Xe sebesar 82,4%. Target diiradiasi neutron di kamar iradiasidi posisi S1 pada reaktor G.A. Siwabessy. Setelah iradiasi selama 24 jam, gas xenon teriradiasidiluruhkan di dalam botol peluruhan selama 7 hari. Radioisotop 125I yang terbentuk di dalambotol peluruhan dilarutkan menggunakan NaOH 0,005N sebanyak 3 kali. Dari uji produksi ke-1sampai dengan ke-8 diperoleh radioaktivitas total 125I sebesar 9541, 9801, 11239, 9458, 3293,3735, 4693 dan 2744 mCi. Penurunan radioaktivitas total 125I disebabkan oleh penurunanjumlah gas target. Radioaktivitas 125I hasil pelarutan pertama bergantung pada volume larutanNaOH yang digunakan. Persentase rerata radioaktivitas 125I pada pelarutan pertama sebesar65,1%, 71,5% dan 82,6% dari radioaktivitas total untuk pelarutan menggunakan larutan NaOHdengan volume 3, 4 dan 5 mL. Konsentrasi radioaktivitas maksimum yang berhasil diproduksisebesar 3410 mCi/mL dari hasil pelarutan pertama dari uji produksi pertama.

Page 1 of 25 | Total Record : 247


Filter by Year

2000 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2019): Februari 2019 Vol 19, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 19, No 1 (2018): Februari 2018 Vol 18, No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 18, No 1 (2017): Februari 2017 Vol 17, No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 17, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 16, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 15, No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 15, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 14, No 2 (2013): Agustus 2013 Vol 14, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 13, No 2 (2012): Agustus 2012 Vol 13, No 1 (2012): Februari 2012 Vol 12, No 2 (2011): Agustus 2011 Vol 12, No 1 (2011): Februari 2011 Vol 11, No 2 (2010): Agustus 2010 Vol 11, No 1 (2010): Agustus 2010 Vol 10, No 2 (2009): Agustus 2009 Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009 Vol 9, No 2 (2008): Agustus 2008 Vol 9, No 1 (2008): Februari 2008 Vol 8, No 2 (2007): Agustus 2007 Vol 8, No 1 (2007): Februari 2007 Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006 Vol 7, No 1 (2006): Februari 2006 Vol 6, No 2 (2005): Agustus 2005 Vol 6, No 1 (2005): Februari 2005 Vol 5, No 2 (2004): Agustus 2004 Vol 5, No 1 (2004): Februari 2004 Vol 4, No 4 (2003): Agustus Edisi Khusus 4 2003 Vol 4, No 3 (2003): Agustus Edisi Khusus 3 2003 Vol 4, No 2 (2003): Agustus Edisi Khusus 2 2003 Vol 4, No 1 (2003): Februari 2003 Vol 4, No 1 (2003): Agustus Edisi Khusus 1 2003 Vol 3, No 2 (2002): Agustus 2002 Vol 3, No 1 (2002): Februari 2002 Vol 2, No 2 (2001): Agustus 2001 Vol 2, No 1 (2001): Februari 2001 Vol 1, No 2 (2000): Agustus 2000 Vol 1, No 1 (2000): Februari 2000 More Issue