Widyanuklida
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal Widyanuklida adalah majalah ilmiah pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan sains dan teknologi nuklir serta bidang yang berkaitan, diterbitkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
Articles 99 Documents
Evaluasi Efektifitas Tayangan Multimedia yang Disajikan pada Seminar di BATAN Bagiyono, Bagiyono
Widyanuklida Vol 14, No 1 (2014): November, 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi Efektifitas Tayangan Multimedia yang Disajikan Pada Seminar di BATAN. Tayangan multimedia merupakan alat bantu yang banyak digunakan pada saat penyajian hasil penelitian pada suatu seminar. Tayangan multimedia yang efektif akan dapat meningkatkan daya tangkap peserta dan mampu mengkomunikasikan buah pikiran antara penyaji dan peserta. Untuk mengetahui tingkat efektifitas tayangan, telah dilakukan evaluasi terhadap 30 tayangan hasil penelitian yang dipilih secara acak pada 3 seminar di BATAN. Dari 30 tayangan yang dievaluasi, 28 tayangan milik penyaji dari BATAN dan 2 milik penyaji dari luar BATAN. Parameter yang dievaluasi dibatasi hanya 10 parameter dan substansi dari materi tidak termasuk dalam parameter yang dievaluasi. Evaluasi dilakukan secara visual dengan metode analisis kuantitatif dan pendekatan analisis kualitatif diskriptif sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tayangan yang disajikan memperoleh nilai rata-rata terendah 1,5 dan tertinggi 2,6 dengan skala penilaian 1 - 4. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa tayangan tersebut dikategorikan kurang efektif. Nilai tayangan milik penyaji dari BATAN dan luar BATAN tidak terdapat perbedaan nilai yang mencolok. Evaluation on the Effectiveness of the Multimedia Presentation presented at Seminar in BATAN. Multimedia presentation is a tool that is widely used by researcher in presenting the research results at a seminar. An effective presentation will be able to improve participants comprehension and communicate ideas between presenters and participants . To determine the level of effectiveness of the presentation, an evaluation of 30 presentations from 3 seminar in BATAN which were selected randomly has been conducted. Among 30 presentations to be evaluated, 28 presentations belong to the Batan presenter and 2 presentations belong to the presenter from outside BATAN. The evaluated parameters were limited to only 10 parameters and the content of the presentation was not included in the evaluated parameters. Evaluation was performed visually using quantitative analysis and a simple qualitative descriptive analysis method. The result showed that the evaluated presentation obtained the lowest average score of 1.5 and the highest average score of 2.6. These values indicated that the presentations were categorized less effective . There was no significant difference in score between the presentation belongs to presenters from BATAN and presenters from outside BATAN.
Evaluasi Efektifitas Tayangan Multimedia yang Disajikan pada Seminar di BATAN Bagiyono, Bagiyono
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 14 Nomor 1, November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.43 KB)

Abstract

ABSTRAKTayangan multimedia merupakan alat bantu yang banyak digunakan pada saat penyajian hasil penelitian pada suatu seminar. Tayangan multimedia yang efektif akan dapat meningkatkan daya tangkap peserta dan mampu mengkomunikasikan buah pikiran antara penyaji dan peserta. Untuk mengetahui tingkat efektifitas tayangan, telah dilakukan evaluasi terhadap 30 tayangan hasil penelitian yang dipilih secara acak pada 3 seminar di BATAN. Dari 30 tayangan yang dievaluasi, 28 tayangan milik penyaji dari BATAN dan 2 milik penyaji dari luar BATAN. Parameter yang dievaluasi dibatasi hanya 10 parameter dan substansi dari materi tidak termasuk dalam parameter yang dievaluasi. Evaluasi dilakukan secara visual dengan metode analisis kuantitatif dan pendekatan analisis kualitatif diskriptif sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tayangan yang disajikan memperoleh nilai rata-rata terendah 1,5 dan tertinggi 2,6 dengan skala penilaian 1 - 4. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa tayangan tersebut dikategorikan kurang efektif. Nilai tayangan milik penyaji dari BATAN dan luar BATAN tidak terdapat perbedaan nilai yang mencolok.ABSTRACTEvaluation on the Effectiveness of the Multimedia Presentation presented at Seminar in BATAN. Multimedia presentation is a tool that is widely used by researcher in presenting the research results at a seminar. An effective presentation will be able to improve participants comprehension and communicate ideas between presenters and participants. To determine the level of effectiveness of the presentation, an evaluation of 30 presentations from 3 seminar in BATAN which were selected randomly has been conducted. Among 30 presentations to be evaluated, 28 presentations belong to the Batan presenter and 2 presentations belong to the presenter from outside BATAN. The evaluated parameters were limited to only 10 parameters and the content of the presentation was not included in the evaluated parameters. Evaluation was performed visually using quantitative analysis and a simple qualitative descriptive analysis method. The result showed that the evaluated presentation obtained the lowest average score of 1.5 and the highest average score of 2.6. These values indicated that the presentations were categorized less effective. There was no significant difference in score between the presentation belongs to presenters from BATAN and presenters from outside BATAN. 
Evaluasi Hasil Pengujian Keselamatan Kamera Radiografi Gamma Industri Jenis Portabel di Laboratorium PTKMR BATAN Tahun 2012-2013 Eko Budi Jumpeno, B.Y.
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 14 Nomor 1, November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.193 KB)

Abstract

ABSTRAKPengujian tersebut mengacu pada SNI ISO 3999:2008 dan SNI-6650.2-2002. Pengujian keselamatan kamera radiografi gamma ini berkaitan dengan pelaksanaan Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009 Pasal 42, Ayat (1) butir b dan c. Pada kurun waktu tahun 2012-2013 Laboratorium PTKMR BATAN melakukan pengujian 23 kamera gamma beserta asesorisnya. Dari 23 kamera gamma yang diuji, hanya 8 kamera gamma yang mendapatkan uji kebocoran radiasi, uji kebocoran radioaktif, serta uji visual dan ketahanan proyeksi dan hanya 5 kamera gamma yang lolos uji. Mengingat dalam Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009 hanya mewajibkan pelaksanaan uji kebocoran radioaktif untuk memperoleh perpanjangan izin, pengguna kamera gamma tidak mengajukan jenis uji tersebut. Untuk menjamin adanya dasar hukum yang mendukung pelaksanaan pengujian kamera gamma radiografi sesuai standar nasional Indonesia , maka Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009 perlu direvisi.ABSTRACTSafety Testing Evaluation of Industrial Radiography Gamma Camera of Type Portable at PTKMR BATAN Laboratory Year 2012-2013. The testing conducted refers to the ISO 3999:2008 and ISO -2002 - 6650.2 . Safety testing of gamma radiography camera is related to the implementation of BAPETEN Head Act No . 7 Year 2009 Article 42, Paragraph ( 1 ) point b and c . In the period of 2012-2013 PTKMR BATAN Laboratory had conducted a testing of 23 gamma cameras and its accessories. From 23 gamma cameras tested, only 8 gamma camera got radiation leakage test, radioactive leakage test, visual test and endurance as well as projection and only 5 gamma cameras that passed the test . Given the BAPETEN Head Act No. 7 Year 2009 only requires the implementation of radioactive leak test to extent the licence, so the gamma camera users do not necessary to pose the other kind of tests. To ensure that the legal basis supporting the implementation of appropriate radiographic testing of gamma cameras suits to Indonesian National Standards, the BAPETEN Head Act No. 7 Year 2009 is necessary to be revised. 
Fasilitas Penyimpanan Sumber Terbungkus Iridium-192 untuk Radiografi Industri Muhammad, Suhaedi; Djarwanti, RPS, Rr.; Tusafariah, Farida
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 14 Nomor 1, November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.047 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh calon pengimpor sumber terbungkus Iridium-192 untuk radiografi industri adalah harus menyiapkan fasilitas penyimpanan yang memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan sebagaimana yang ditetapkan di dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 7 Tahun 2007 tentang Keamanan Sumber Radioaktif dan Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 7 Tahun 2009 tentang Keselamatan Radiasi Dalam Penggunaan Peralatan Radiografi Industri. Fasilitas penyimpanan sumber terbungkus Iridium-192 yang dibutuhkan dapat terdiri dari ruang penyimpanan, ruang tempat dimana bunker berada dan bunker itu sendiri. Untuk mengetahui seberapa besar dampak radiologi baik bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar, maka harus dilakukan pemantauan paparan radiasi di tempat penyimpanan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk menjamin keamanan sumber terbungkus Iridium-192, fasilitas penyimpanan harus dilengkapi dengan peralatan keamanan, dilakukan pemantauan secara periodik dan pemeliharaan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.ABSTRACTStorage Facility of Iridium-192 Sealed Source for Industrial Radiography. One of the technical requirements that must be met by prospective importer Iridium-192 sealed sources for industrial radiography should be to prepare a storage facility that meets the requirements of security and safety as defined in the Regulation of Nuclear Power Agency Number 7 of 2007 on the Safety of Radioactive Sources and Regulations head of the Nuclear Energy Agency No. 7 of 2009 on Radiation Safety in the Use of Industrial Radiography Equipment. Storage facilities Iridium-192 sealed sources required may consist of storage space, a space where the bunkers are and bunker itself. To find out how big the radiological consequences both for society and the environment, the radiation exposure monitoring must be done in a storage area in accordance with a predetermined schedule. Meanwhile, to ensure the safety of Iridium-192 sealed sources, storage facilities must be equipped with safety equipment, monitoring and maintenance periodically according to a predetermined schedule. 
Program Keandalan Manusia Tri Handayani, Yustina
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 14 Nomor 1, November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.861 KB)

Abstract

ABSTRAKBATAN sebagai lembaga penelitian memiliki reaktor nuklir riset dan cukup banyak sumber radioaktif, sehingga memiliki kerawanan terhadap penyalahgunaan fasilitas dan sumber radioaktif. Sistem keamanan nuklir dan sumber radioaktif bertujuan untuk mencegah potensi dan memitigasi kejadian tersebut. Ancaman tersebut dapat berasal dari orang luar, maupun insider. Kekecewaan, frustasi, ketidakpuasan, merasa diabaikan, tidak dihargai, dan dendam yang tidak ditangani dapat menjadi motivasi menjadi insider. Penangkalan adanya insider dapat dilakukan dengan sistem penghargaan dan sanksi yang jelas, budaya keamanan, serta Program Keandalan Manusia, yaitu penanganan pegawai yang bermasalah secara psikologi.ABSTRACTHuman Reliability Program. As a research institution, BATAN has research reactor and some radioactive sources, that most vulnerable againts malicious acts. The objectives of Nuclear security and Security of radioactive sources are prevent the malicious acts and mitigate its consequences. The threats could be done by outsider as well as insider. Insider might be a disappointed, frustrated, revenged, disgruntled employee. Detterence from insider could be done by reward and punishment system, security culture, and Human Reliability Program, which used phycology treatment. 
Sintesis Nanokomposit Karbon Aktif-Zeolit Alam-TiO2 Slamet, Slamet; Indragini, Indragini
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 14 Nomor 1, November 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.474 KB)

Abstract

ABSTRAKTitanium dioksida (TiO2) merupakan fotokatalis yang banyak digunakan untuk mendegradasi senyawa organik. Untuk meningkatkan kinerja TiO2, dibutuhkan suatu modifikasi terhadap TiO2. Telah dilakukan sintesis nanokomposit karbon aktif-zeolit alam dan TiO2 (KAZA-TiO2). Nanotitania pada komposit KAZA-TiO2 disintesis melalui metode sol gel menggunakan titanium tetraisopropoxide sebagai precursor. Karakterisasi nanokomposit dilakukan dengan BET, XRD, dan SEM-EDX. Kinerja dari nanokomposit KAZA-TiO2 diuji menggunakan larutan 4,4’-dikloro bifenil dalam air dengan konsentrasi awal 10 ppm dengan sinar UV sebagai sumber foton. Penurunan konsentrasi 4,4’-dikloro bifenil sebesar 87% diperoleh dari penggunaan nanokomposit KAZA-TiO2 dengan perbandingan awal 2:1:7 dan waktu reaksi 270 menit.ABSTRACTNanocomposites Synthesis of Activated Carbon-Natural Zeolite-TiO2. Titanium dioxide (TiO2) is a photocatalyst that is widely used to degrade organic compounds. To improve the performance of TiO2, a modification is needed. Synthesis of nanocomposite made of Activated Carbon-Natural Zeolite and TiO2 (KAZA-TiO2) has been done. Nanotitania on KAZA-TiO2 nanocomposite was synthesized by sol gel method using titanium tetraisopropoxide as a precursor. Characterization of nanocomposite was conducted by BET, XRD, and SEM-EDX. Performance of KAZA-TiO2 nanocomposite was tested using a solution of 4,4-dichloro biphenyl in water with an initial concentration of 10 ppm with UV light as a photon source. The decline in the concentration of 4,4-dichloro biphenyl of 87% obtained from the use of KAZA-TiO2 nanocomposite with initial ratio of 2: 1: 7 and a reaction time of 270 minutes. 
Dampak Jatuhan Debu Radioaktif: Kajian Tingkat Radioaktivitas Sr-90 dan Cs-137 Dalam Biota Laut Jumpeno, B.Y. Eko Budi
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.099 KB)

Abstract

Bahwa percobaan bom nuklir di atmosfer yang telah dilakukan oleh beberapa negara sejak tahun 1945 menimbulkan lepasan radioisotop ke udara. Demikian juga terjadinya kecelakaan reaktor nuklir. Lepasan radioisotop ini kemudian akan terkondensasi dan terdeposisi ke darat dan laut. Lepasan radioisotop ini disebut jatuhan debu radioaktif (fall out). Melalui rantai makanan radioisotop akan dapat meningkatkan tingkat radioaktivitas biota laut. Taku Koyanagi telah melakukan penelitian tingkat radioaktif Sr-90 dan Cs-137 dalam air laut dan daging ikan di laut Jepang, arus Kuroshio serta arus Oyashio. Ternyata tingkat radioaktivitas (aktivitas spesifik) air laut dan daging ikan mencapai puncak antara tahun 1962 s.d. 1964. Pengukuran ini sesuai dengan tingkat radioaktivitas lepasan radioisotop ke udara (fall out) yang memuncak sekitar tahun enampuluhan. Meningkatnya tingkat radioaktivitas biota laut mengandung potensi bahaya jika biota laut itu menjadi produk laut yang dikonsumsi oleh manusia, karena radioisotop itu mungkin akan terdeposisi dalam target organ dan menimbulkan kerusakan organ akibat radiasi yang dipancarkannya.
Operasi Manajemen Kualitas Terpadu Untuk Penelitian Lokollo, Guritno
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1542.063 KB)

Abstract

Penelitian dasar maupun penelitian aplikasi (teknologi) merupakan landasan kemajuan industri di segala bidang. Hasil dan kemajuan industri yang telah dinikmati oleh berbagai negara maju maupun negara yang sedang berkembang saat ini terwujud dalam ketahanan atau peningkatan taraf/kualitas hidup. Kemajuan industri tersebut umumnya hanya dapat dicapai dengan kemampuan industri tersebut untuk berkiprah dalam persaingan bebas. Apabila di masa silam kompetisi hanya dimenangkan oleh pihak yang menguasai modal besar (kapital, sumber daya alam, dan tenaga kerja murah), pada saat ini kualitas merupakan suatu parameter utama yang harus diperhatikan untuk memenangi kompetisi. Dengan semakin terbukanya pilihan bagi konsumen di pasar bebas, industri dihadapkan pada suatu situasi untuk menyediakan produk dengan mutu yang kompetitif dengan harga yang relatif murah. Penelitian sebagai komponen penting demi kelangsungan industripun dihadapkan pada situasi keterbatasan dana. Hal ini mengingat bahwa bagian dari marjin keuntungan yang dapat dialokasikan untuk penelitianpun terbatas, walaupun untuk produk dengan mutu baik. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah penelitian yang merupakan bagian dari industri dapat dikelola sebagai mana industri itu scndiri dengan mengimplementasikan teknik-teknik manajemen modern seperti Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) yang umum dikenal sebagai Total Quality Management (TQM). Apakah manajemen penelitian dapat dikelola dan menikmati sukses sebagaimana sukses yang dinikmati industri? Perlu dipahami bahwa TQM dikembangkan untuk sistem yang lebih process related, dari pada sistem yang employee related. Sedangkan di sisi lain telah kita sadari bahwa kunci organisasi untuk tetap kompetitif adalah inovasi produk yang didukung oleh komitmen yang kuat terhadap penelitian dan pengembangan.
Pusat Pendidikan dan Latihan Untuk Iptek Nuklir di Abad 21 Sudarmadi, Sudarmadi; Ariyanto, Sudi
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya peranan Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) dalam memajukan teknologi dan ilmu pengetahuan nuklir perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas, dan oleh karena itu dibutuhkan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) yang andal. Dalam tulisan ini dipaparkan pemikiran tentang Pusdiklat di abad 21.
Computers Bring New Oppotunities to Education & Training in Science & Technology Bunjamin, M. Bunjamin
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 1 Nomor 1, Februari 1998
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.8 KB)

Abstract

All of us at Pusdiklat know very well that our country, through the GBHN statements, and also Batan, through its mission & vision statements, stressed the highest priority of human resources development as an important element in our attempt to survive - even to make progress - in the 21st century that will come soon. Naturally, as the education & training center of Batan, Pusdiklat must shoulder most of this heavy burden. Unfortunately, with our limited education & training budget, especially in the face of our countrys problem of financial crisis, the burden on Pusdiklats shoulders is extra heavy, and we really have to think and work very hard to accomplish Pusdiklats "mission impossible". 

Page 1 of 10 | Total Record : 99