cover
Filter by Year
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Articles
229
Articles
Cover dan Daftar Isi

Zain, Nur Maulidya, Bachtiar, Taufiq, Sugoro, Irawan

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.044 KB)

Abstract

Preparasi dan Karakterisasi Kitosan-Karboksi Metil Selulosa Iradiasi untuk Scaffold

abbas, basril, Warastuti, Yessy

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.175 KB)

Abstract

Scaffold umumnya digunakan sebagai matrik pelepasan obat, penelitian perilaku sel dan material dalam bidang rekayasa jaringan. Scaffold berdimensi tiga (3D) biasanya berupa material berpori, biokompatibel, biodegradable dan berfungsi untuk memberikan lingkungan mikro yang cocok, yaitu dukungan mekanik, fisik, dan rangsangan biokimia untuk pertumbuhan sel optimal. Pada penelitian ini scaffold dibuat dari kitosan dan karboksimetil selulosa (KMS) dengan teknik liofilisasi. Selanjutnya, scaffold diiradiasi dengan sinar gamma dan dikarakterisasi dengan Fourier-Transform- Infrared, Scanning Electron Microscope (SEM), serapan air dan porositas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  pada spektrum FTIR  diperoleh kedua bahan tersebut tanpa terjadi reaksi, ukuran pori berkisar 130-467 µm, serapan air 803-1722%, dan porositas berkisar 70-74%. Iradiasi mempengaruhi ukuran pori, porositas, dan serapan air. Berdasarkan besaran porinya, komposit ini layak menjadi scaffold.

Kontribusi Nitrogen dari Bakteri Endofit pada Tanaman Padi

Zain, Nur Maulidya, Bachtiar, Taufiq, Sugoro, Irawan

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.431 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pemberian isolat mikroba endofit yang berasal dari batang padi varietas Mira-1. Teknik 15N digunakan untuk mengetahui kontribusi masing-masing isolat pada serapan N dalam jerami dan gabah padi. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember 2013 hingga Maret 2014 bertempat di Rumah Kaca dan Laboratorium Pemupukan dan Nutrisi Tanaman, PAIR BATAN, Jakarta Selatan. Rancangan acak lengkap dengan 5 kali ulangan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan yang diberikan meliputi pemberian isolat A1, A3, dan A6 sebagai pembanding digunakan kontrol (tanpa perlakuan) dan pemberian urea 100%. Isolat A3 memberikan peningkatan tertinggi terhadap berat kering tanaman padi dan jumlah malai dengan peningkatan berturut-turut sebesar 33.29% dan 37.73% dari kontrol. Teknik 15N menunjukkan bahwa kontribusi perlakuan A3 dan A6 tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol positif (pemberian urea rekomendasi). Perunutan dengan teknik 15N berhasil menggambarkan bahwa penambatan N2 paling banyak terjadi di jerami padi.

Kontribusi Kompos Jerami-Biochar Dalam Peningkatan P-Tersedia, Jumlah Populasi BPF dan Hasil Padi Sawah

Noviani, Putri Indra, Slamet, Sudono, Citraresmini, MP, Dr. Ania

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.82 KB)

Abstract

Bahan organik telah terbukti berperan efektif dalam memulihkan kesuburan tanah. Indikator kesuburan tanah ini antara lain terletak pada kandungan C-organik tanah, jumlah populasi mikroba tanah, kandungan hara tersedia dan hasil tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh dosis aplikasi kompos jerami-Biochar yang berinteraksi dengan pupuk kimia NPK, terhadap kandungan C-organik tanah, jumlah populasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF), ketersediaan P dan hasil tanaman padi sawah. Sasaran penelitian ini adalah mendapatkan interaksi perlakuan yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan ketersediaan hara sehingga mendorong produksi tanaman lebih optimal, dan pemakaian pupuk NPK yang efisien. Percobaan dilakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2014 di kebun percobaan SPLPP Fakultas Pertanian UNPAD, berlokasi di Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat. Perlakuan yang diterapkan adalah dosis kompos jerami-Biochar dalam 5 taraf dosis (0; 1; 2; 3; 4 t ha-1) dan dosis pupuk NPK dalam 4 taraf dosis yang semakin menurun dari dosis rekomendasi (100%, 80%; 60%; 40%), dengan menerapkan disain percobaan RAK pola faktorial. Hasil percobaan menunjukkan dosis kompos jerami-Biochar 2 t ha-1 mampu menyebabkan perbedaan respons yang signifikan dan tercapainya hasil tertinggi pada parameter respons kandungan C-organik tanah, jumlah populasi BPF, ketersediaan P, dan berat kering gabah. Interaksi 2 t ha-1 kompos jerami-Biochar dengan pupuk NPK mampu menurunkan pemakaian pupuk hingga 40%, pada hasil berat kering gabah tertinggi.

Estimasi Laju Deposisi Sedimen di Muara Gembong Sungai Citarum

Aliyanta, Barokah, Khairina, Annisa, Kartikasari, Anggita, Lubis, Ali Arman

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.026 KB)

Abstract

Telah dilakukan perhitungan estimasi laju deposisi sedimen melalui teknik analisis Pb-210 menggunakan alat spektrometer alpha di muara Gembong sungai Citarum.Muara Gembong sungai Citarum mengalami pendangkalan yang menganggu aliran sungai ke laut. Pendangkalan yang terjadi diduga karena rusaknya daerah hulu sungai. Dengan mengetahui profil Pb-210 excess pada sampel sedimen muara dapat diestimasi laju deposisi sedimen. Sampel sedimen muara diambil di dua lokasi, masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri muara dengan menggunakan paralon berdiameter dalam 3,7 cm denganmetode gravitasi. Sedimen yang diperoleh diperlakukan sebagai sedimen undisturbed yang disimpan dan dibekukan dengan es campur garam di lapangan, yang selanjutnya disimpan dalam freezer di laboratorium. Sedimen yang telah beku dipotong-potong dalam interval yang diinginkan dan dimulai dari sedimen paling dalam. Sedimen yang telah dipotong dikeringkan dalam oven pada suhu 60oC selama 72 jam, dilakukan perlakuan kimia, dideposisikan dalam plat tembaga murni, dan diukur aktivitas Pb-210 dengan alat spektrometer alpha. Penanggalan umur sedimen dilakukan dengan metode constant of the rate of supply (CRS). Melalui penanggalan umur ini, lebih lanjut diketahui laju deposisi sedimen tiap kurun waktu di kedua lokasi.Laju deposisi rata-rata bulk sedimen cenderung semakin tinggi dari tahun ke tahun, yaitu sebelum tahun 1976 berkisar 0,58 cm/th dan 0,14 cm/th; antara tahun 1976 s/d 1998 berkisar 0,82 cm/th dan 0,89 cm/tahun;  antara 1999 s/d 2016 berkisar 1,28 cm/tahun dan 1,28 cm/tahun, masing-masing untuk lokasi I dan lokasi II.

Eliminasi Bakteri Patogen pada Sayur dan Buah sebagai Bahan Baku Salad Siap Santap dengan Iradiasi Gamma

Rianti, Angelina, Nata Buana, Efendi Oulan Gustav, El Kiyat, Warsono, Harsojo, Harsojo

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.089 KB)

Abstract

Salad siap santap dikategorikan sebagai produk rentan kontaminasi mikroba, sehingga untuk dapat mengurangi risiko tersebut dibutuhkan usaha eliminasi, salah satunya dengan iradiasi gamma. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pemanfaatan iradiasi gamma mampu atau tidak meningkatkan kualitas salad siap santap dari sisi mikrobiologisnya, menjaga sifat fisik dan kimia produk, serta menguji sensitivitas bakteri patogen terhadap iradiasi dan antibiotik. Sampel penelitian adalah sayur selada keriting (Lactuca sativa L. var. crispa) dan buah mentimun Jepang (Cucumis sativus L. var. kyuri) dengan perlakuan iradiasi 0,5 dan 1 kGy (laju iradiasi 1 kGy/jam). Dilakukan uji mikrobiologi, sifat fisik, kadar air, dan kadar serat kasar. Iradiasi gamma pada sayur selada keriting dan buah mentimun Jepang dengan dosis 0,5 dan 1 kGy terbukti mampu meningkatkan kualitas salad siap santap dengan mereduksi kontaminasi hingga 3 siklus log mikroba, serta mempertahankan sifat fisik dan kimia produk. Sensitivitas bakteri E. coli sayur selada keriting terhadap iradiasi dan antibiotik lebih tinggi dibandingkan dengan buah mentimun Jepang.

Efek Iradiasi Gamma dan Penyimpanan Dingin terhadap Total Mikroorganisme dan Daya Patah Kwetiau

Raharja, Bryan, Nata Buana, Efendi Oulan Gustav, Harsojo, Harsojo

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.748 KB)

Abstract

Kadar air yang tinggi menyebabkan umur simpan kwetiau menjadi singkat. Hal ini menyebabkan banyaknya produsen yang menambahkan formalin pada kwetiau. Iradiasi gamma merupakan metode untuk memperpanjang umur simpan yang ekonomis serta tidak mengubah tekstur secara signifikan sehingga berpotensi diaplikasikan pada kwetiau. Pengujian dilakukan dengan iradiasi sampel menggunakan dosis 0, 2, dan 4 kGy dengan laju dosis 1 kGy per jam yang diikuti dengan penyimpanan dingin dengan memperhatikan perubahan ALT, total koliform, Salmonella spp., nilai D10, sensitivitas antibiotik serta daya putus kwetiau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi iradiasi gamma dengan penyimpanan dingin mampu menurunkan hingga 6,2 log CFU/g bakteri aerob dan 5,8 log CFU/g bakteri koliform pada dosis 4 kGy serta menurunkan hingga 4,9 log CFU/g bakteri aerob dan 4,6  log CFU/g bakteri koliform pada dosis 2 kGy. Bakteri Escherichia coli yang diisolasi memiliki nilai D10 sebesar 0,403 kGy yang sensitif terhadap amoxicillin dan tetracyclin serta memiliki sensitivitas intermediate terhadap sefoksitin. Iradiasi pada dosis 2 kGy meningkatkan nilai titik putus kwetiau. Pada penelitian tidak ditemukan Salmonella spp. pada sampel E dan semua sampel positif mengandung formalin.

Cover dan Daftar Isi

Zain, Nur Maulidya, Bachtiar, Taufiq, Sugoro, Irawan

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.049 KB)

Abstract

Identifikasi Phanerochaete chrysosporium Yang Diiradiasi Sinar Gamma dengan Marka RAPD

Sudrajat, Dadang, Mulyana, Nana, Heryani, Rika

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.463 KB)

Abstract

Phanerochaete chrysosporium merupakan jamur paling potensial yang berperan dalam proses delignifikasi karena menghasilkan enzim lignin peroksidase (LiP) dan mangan peroksidase (MnP). Untuk meningkatkan kemampuan daya lignnolitiknya dilakukan perbaikan genetiknya dengan iradiasi sinar gamma. Informasi tentang perubahan genetik akibat iradiasi pada jamur Phanerochaete chrysosporium sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kemampuan isolat tersebut untuk proses bioremediasi. Penelitian ini bertujuan mendeteksi mutan jamur P. chrysosporium hasil iradiasi sinar gamma pada dosis 250-2000 Gy dengan menggunakan marka Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Tiga oligonukleotida primer RAPD digunakan untuk mengamplifikasi genom DNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis iradiasi berpengaruh pada pertumbuhan P. chrysosporium. Nilai D50 pada dosis 1000 Gy. 3 primer, yaitu OPA-1, OPA-4, dan OPD-6 menghasilkan pita-pita polimorfik yang digunakan untuk menganalisis hasil mutasi pada dosis 500; 750; 1000; dan 2000 Gy. Profil DNA-RAPD menunjukkan variasi genetik yang tinggi antara isolat yang diradiasi dan isolat kontrol (0 Gy) dengan formasi 3-5 kluster. Analisis dendrogram menunjukkan nilai koefisien kesamaan (similarity coefficient) antara 0.71-0.91. Hasil ini menunjukkan bahwa RAPD merupakan teknik yang mudah untuk mendeteksi adanya mutasi pada DNA akibat iradiasi.

Sintesis dan Karakterisasi Pasta Injectable Bone Substitute Iradiasi Berbasis Hidroksiapatit

Warastuti, Yessy, Abbas, Basril

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.851 KB)

Abstract

Sintesis dan Karakterisasi Pasta Injectable Bone Substitute Iradiasi Berbasis Hidroksiapatit. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi komposit hidroksiapatit -kitosan -hidroxypropyl methylcellulose (HPMC) dalam bentuk pasta injectable bone substitute (IBS). Komposit dibuat melalui pengadukan hidroksiapatit, kitosan dan HPMC sampai homogen. Pasta IBS diiradiasi pada dosis steril 25 kGy dengan mesin berkas elektron. Karakterisasi pasta IBS dilakukan dengan mengukur kadar air, identifikasi gugus fungsi dengan Fourier Transform Infra Red Spectrophotometer (FTIR) dan morfologi sampel dengan Scanning Electron Microscope Energy Dispersive Spectrophotometer (SEM EDS). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kadar air pasta IBS iradiasi lebih tinggi jika dibanding dengan pasta non iradiasi karena proses radiolisis dari air. Beberapa pita serapan yang khas dari pasta IBS teridentifikasi yaitu karbonat (CO32-) pada bilangan gelombang 1420 cm-1, fosfat (PO43-) pada bilangan gelombang 1043 cm-1, 605 cm-1 dan 568 cm-1 serta pita serapan NH2 dari kitosan pada bilangan gelombang 1599 cm-1. Gugus fungsi pasta IBS non iradiasi tidak berbeda signifikan dengan pasta IBS iradiasi. Pasta IBS berukuran mikro yaitu 0,05 sampai 0,1 μm. Iradiasi pasta IBS dengan EBM tidak mengubah morfologi dan struktur sampel. Kata kunci : Injectable Bone Substitute, hidroksiapatit, iradiasi berkas elektron