cover
Filter by Year
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Articles
210
Articles
Perlakuan Sinar Gamma pada Substrat Jerami Padi dan Kapang Phanerochaete Chrysosporium untuk Meningkatkan Delignifikasi melalui Fermentasi Padat

Sudrajat, Dadang

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.549 KB)

Abstract

ABSTRAK  Delignifikasi pada biomasa lignoselulosa perlu dilakukan untuk mempermudah hidrolisis selulosa. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan efisiensi delignifikasi substrat jerami padi oleh kapang Phanerochaete. chrysosporium dengan perlakuan sinar gamma. Metode delignifikasi yang digunakan yaitu metode solid state fermentation. Perlakuan pada penelitian ini adalah iradiasi dosis rendah pada kapang P. chrysosporium 0, 500, 1000, 1500, 2000 Gy, iradiasi dosis tinggi pada jerami padi 0, 50, 100 kGy dan pretreatment NaOH (0%, 1%,2%, 3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delignifikasi dengan fermentasi padat oleh kapang P. chrysosporium yang dipapari sinar gamma 1000 Gy dan substrat jerami padi yang di pretreatment NaOH 2% dan diiradiasi 100 kGy dapat meningkatkan efisiensi delignifikasi 85,95% lebih tinggi dibandingkan tanpa iradiasi. Hasil delignifikasi maksimum pada hari ke-12 dengan kadar lignin sebesar 1,634

Cover Vol. 14 No. 2

Nariastuti, B.Sc, Asih

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.782 KB)

Abstract

Cover Volume 14 Nomor 2

Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Eliminasi Mikroorganisme dan Perubahan Kadar Protein Pada Ikan Bandeng (Chanos chanos)

Christopher, Alvin, G.H.N.B., Efendi Oulan, E.K., Warsono, Harsojo, Harsojo

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.963 KB)

Abstract

Ikan bandeng merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan mudah ditemui di pasar-pasar di Indonesia. Kurangnya pemahaman akan pentingnya sanitasi menyebabkan ikan bandeng mudah terkontaminasi mikroorganisme. Teknik pengawetan makanan dengan iradiasi gamma dapat diaplikasikan untuk mengawetkan ikan bandeng karena mampu mengeliminasi mikroorganisme tanpa mengubah karakteristik dan kandungan nutrisi ikan bandeng. Pada penelitian ini, ikan bandeng yang diperoleh dari dua pasar berbeda diiradiasi pada laju dosis 1,0 kGy dengan dosis 0; 1,5; dan 3,0 kGy serta disimpan selama 0, 7, 14, 21, dan 28 hari. Pengujian ALT dan total bakteri koliform menunjukkan bahwa iradiasi gamma terbukti ampuh menurunkan jumlah cemaran mikroorganisme pada ikan bandeng. Escherichia coli (E. coli) yang diisolasi dari kedua ikan bandeng memiliki nilai D10 yang berbeda. Akan tetapi, pada pengujian ketahanan E. coli terhadap antibiotik diketahui bahwa kedua isolat E. coli memiliki sensitivitas tinggi terhadap tetrasiklin dibandingkan sefoksitin dan amoksisilin. Hasil pengukuran kadar protein dengan metode Kjeldahl menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang besar pada kadar protein secara signifikan antara ikan bandeng sebelum dan sesudah iradiasi.

Perunutan Serapan Fosfor (P) Tanaman Sorgum Berasal dari 2 Jenis Pupuk yang Berbeda Menggunakan Teknik Isotop (32P)

Flatian, Anggi Nico

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.54 KB)

Abstract

Seberapa besar tanaman menyerap hara fosfor (P) yang berasal dari pupuk dapat diketahui dengan teknik perunutan menggunakan isotop 32P. Informasi ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme penyerapan P oleh tanaman, sehingga dapat bermanfaat untuk menentukan pengelolaan pemupukan yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya serapan P tanaman sorgum berasal dari dua jenis pupuk P yang berbeda. Serapan P dirunut menggunakan isotop 32P metode tidak langsung. Pupuk P yang diuji pada penelitian ini yaitu pupuk P kimia sintetis (SP-36) dan pupuk P alami berasal dari fosfat alam yang ditingkatkan kelarutannya menggunakan pendekatan biologis (Eco-Fos). Percobaan pot dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah pemupukan SP-36 dengan dosis 20 ppm P (P 25%), 40 ppm P (P 50%), 60 ppm P (P 75%) dan 80 ppm P (P 100%) serta pemupukan Eco-Fos dengan dosis 80 ppm P. Perlakuan tanpa pemupukan P dijadikan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar P yang diserap tanaman sorgum umur 46 hari setelah tanam (HST) berasal dari tanah. Pada perlakuan SP-36, sebanyak 5.7%-45.7% serapan P berasal dari pupuk dan 54.3%-94.3% lainnya berasal dari tanah. Serapan P dari perlakuan pupuk Eco-Fos adalah 24.7% dan 75.3% lainnya berasal dari tanah. Perlakuan SP-36 dosis tertinggi (80 ppm P) menyumbang P terbesar bagi tanaman, secara statistik berbeda nyata dengan perlakuan lainnya kecuali perlakuan SP-36 dosis 60 ppm P. Sumbangan P dari SP-36 dan Eco-Fos tersebut secara statistik tidak mampu meningkatkan berat kering tanaman sorgum.

Frequencies of Micronucleus in Mononucleated Cells of People Living in Takandeang Village – A High Level of Natural Radiation Area in Indonesia

Purnami, Sofiati, Lubis, Masnelli, Suryadi, Suryadi, Nurhayati, Siti, Ramadhani, Dwi, Syaifudin, Mukh

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.156 KB)

Abstract

Our previous study showed that the micronucleus frequencies of Botteng Village inhabitants in Mamuju (a high background radiation area) were higher compared to control samples even though the difference was not significant. To validate our previous study result, here in this study we assessed the micronucleus frequencies in mononucleated cells of Takandeang Village inhabitants. Twenty seven healthy adult subjects from Takandeang Village and normal background radiation area were included in this study. Micronucleus numbers (MN) in 1000 mononucleated cells (MNC) were evaluated in this study. Results showed that mean MN numbers in MNC (MNMNC) of Takandeang Village inhabitants were significantly higher compared to control samples [3.96 ± 0.488 vs 1.96 ± 1.675; p<0.05]. The age and gender factors did not affect the MNMNC in all samples (p>0.05). It is possible that the high background radiation exposure received by Takandeang Village inhabitants induced not only the clastogenic but also aneugenic effect in lymphocytes. Overall our study showed that scoring of MNMNC can provide additional information in cytokinesis block micronucleus (CBMN) assay. Further study should be performed to validate this study results. The 24 hours culture time should be used in the further study to obtain more comprehensive results. 

Pemanfaatan Iradiasi Gamma pada Ikan Tuna dalam Pembuatan Sushi/Sashimi

Setyawan, Joshua Agustinus, Nata Buana, Efendi Oulan Gustav, El Kiyat, Warsono

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.208 KB)

Abstract

Sushi/sashimi merupakan makanan yang berisiko tinggi menyebabkan foodborne disease. Teknik suhu tinggi tidak dapat diterapkan pada makanan ini karena menyebabkan perubahan tekstur yang signifikan. Iradiasi merupakan teknik pengolahan yang tepat untuk menurunkan jumlah cemaran karena tidak menyebabkan perubahan tekstur. Sampel tuna diberi kombinasi perlakuan iradiasi gamma dengan laju dosis 1 kGy/jam (dosis 0; 2; dan 4 kGy) dan penyimpanan pada suhu 0°C (1 dan 3 hari). Pada setiap sampel dilakukan uji Angka Lempeng Total (ALT), koliform, Escherichia coli, Salmonella sp., nilai D10 dan resistensi antibiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis sebesar 4 kGy merupakan dosis yang efektif karena dapat menurunkan jumlah cemaran ALT dan koliform sebesar ± 3 log. E. coli yang didapat dari pasar modern (D10 = 0,128 kGy) resisten terhadap antibiotik amoxicillin dan cefoxitin, sedangkan E. coli dari pasar swalayan (D10 = 0,174 kGy) hanya resisten terhadap amoxicillin. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah cemaran sampel dari pasar modern lebih besar dari pasar swalayan dan sashimi lebih besar dari ikan tuna iradiasi.

Pengaruh Radiasi Pengion Terhadap Kerusakan DNA pada Sel Limfosit Pekerja Medis dengan Menggunakan Uji Komet

Kisnanto, Teja

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.427 KB)

Abstract

              Pemanfaatan teknologi nuklir dibidang medis sudah banyak digunakan untuk diagnosa maupun terapi. Pasien maupun pekerja radiasi yang bertindak sebagai operator yang membantu pasien berisiko terpapar radiasi. Paparan radiasi pengion dapat menginduksi mutasi dan transformasi sel terutama sebagai konsekuensi dari kerusakan pada DNA Dengan demikian perlu dievaluasi kerusakan DNA dengan membandingkan dengan kontrol. Uji Comet merupakan salah satu biomarker untuk mengevaluasi kerusakan DNA karena paparan radiasi dengan mengukur tingkat migrasi DNA di limfosit darah tepi. Salah satu parameter yang umum digunakan pada uji komet adalah panjang ekor komet (Tail Length/TL). Pada penelitian ini dilakukan analisis TL pada citra komet dari sampel pekerja radiasi medis suatu Rumah Sakit di Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa TL kelompok pekerja radiasi medis lebih tinggi secara bermakna dibandingkan kelompok kontrol. Nilai TL pada pekerja radiasi medis pria lebih tinggi dibandingkan wanita. Dengan demikian aspek proteksi dan keselamatan radiasi terhadap paparan radiasi dosis rendah tidak dapat diabaikan lagi dan harus mulai untuk diprioritaskan.

Pengaruh Super Water Absorbent (SWA) Hasil Iradiasi Gamma dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Caisim (Brassica Juncea L.) dan Populasi Mikroba Tanah

Ambarsari, Evi, Iswandi, Anas, Widyastuti, Rahayu, Darwis, Darmawan, Puspitasari, Tita, Pengerteni, Dewi Sekar, Sulisawati, Sri

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.627 KB)

Abstract

Super Water Absorbent (SWA) merupakan polimer hidrogel yang mempunyai struktur tiga dimensi dan dapat menyerap air lebih dari 100 kali berat keringnya. SWA tidak larut dalam air tetapi dapat mengembang (swelling). SWA dapat meningkatkan kelembaban tanah sehingga lingkungan mikroba tanah menjadi lebih baik. Aplikasi SWA dari pati singkong sangat diperlukan dalam bidang pertanian karena SWA ini menahan air sehingga meningkatkan ketersediaan air dalam tanah dan dengan mudah dapat diuraikan oleh mikroba tanah sehingga tidak meninggalkan residu yang dapat berdampak negatif pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh SWA dari pati singkong hasil iradiasi gamma dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan caisim dan populasi mikroba tanah. Penelitian dilakukan di rumah kaca menggunakan pot dengan menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tiga faktor yang diteliti adalah (1) takaran SWA (0,0 g/kg tanah, 0,1 g/kg tanah dan 0,2 g kg tanah); (2) Cara penempatan SWA (melingkari tanaman dan dikonsentrasikan 4 titik sekitar tanaman); dan (3) frekuensi penyiraman (setiap hari, setiap 2 hari dan setiap 4 hari). Sintesis SWA berbasis pati singkong dengan iradiasi gamma pada dosis 10 kGy menghasilkan SWA dengan karakteristik kemampuan absorbsi air pada suhu kamar dan pH 7 hingga 150 kali berat kering dan fraksi gel 87%. Aplikasi SWA sampai dengan dosis 0,2 g/kg tanah dapat meningkatkan kadar air tanah, total populasi mikroba tanah dan fungi tanah beserta respirasi tanah namun tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman caisim dan tidak mengurangi frekuensi penyiraman. Teknik penempatan SWA di dalam tanah tidak mempengaruhi pertumbuhan caisim dan populasi mikroba tanah. 

Preparasi dan Karakterisasi Kitosan-Karboksi Metil Selulosa Iradiasi untuk Scaffold

abbas, basril, Warastuti, Yessy

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.175 KB)

Abstract

Scaffold umumnya digunakan sebagai matrik pelepasan obat, penelitian perilaku sel dan material dalam bidang rekayasa jaringan. Scaffold berdimensi tiga (3D) biasanya berupa material berpori, biokompatibel, biodegradable dan berfungsi untuk memberikan lingkungan mikro yang cocok, yaitu dukungan mekanik, fisik, dan rangsangan biokimia untuk pertumbuhan sel optimal. Pada penelitian ini scaffold dibuat dari kitosan dan karboksimetil selulosa (KMS) dengan teknik liofilisasi. Selanjutnya, scaffold diiradiasi dengan sinar gamma dan dikarakterisasi dengan Fourier-Transform- Infrared, Scanning Electron Microscope (SEM), serapan air dan porositas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa  pada spektrum FTIR  diperoleh kedua bahan tersebut tanpa terjadi reaksi, ukuran pori berkisar 130-467 µm, serapan air 803-1722%, dan porositas berkisar 70-74%. Iradiasi mempengaruhi ukuran pori, porositas, dan serapan air. Berdasarkan besaran porinya, komposit ini layak menjadi scaffold.

Kontribusi Nitrogen dari Bakteri Endofit pada Tanaman Padi

Zain, Nur Maulidya, Bachtiar, Taufiq, Sugoro, Irawan

Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.431 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pemberian isolat mikroba endofit yang berasal dari batang padi varietas Mira-1. Teknik 15N digunakan untuk mengetahui kontribusi masing-masing isolat pada serapan N dalam jerami dan gabah padi. Penelitian dilakukan pada bulan Nopember 2013 hingga Maret 2014 bertempat di Rumah Kaca dan Laboratorium Pemupukan dan Nutrisi Tanaman, PAIR BATAN, Jakarta Selatan. Rancangan acak lengkap dengan 5 kali ulangan digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan yang diberikan meliputi pemberian isolat A1, A3, dan A6 sebagai pembanding digunakan kontrol (tanpa perlakuan) dan pemberian urea 100%. Isolat A3 memberikan peningkatan tertinggi terhadap berat kering tanaman padi dan jumlah malai dengan peningkatan berturut-turut sebesar 33.29% dan 37.73% dari kontrol. Teknik 15N menunjukkan bahwa kontribusi perlakuan A3 dan A6 tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kontrol positif (pemberian urea rekomendasi). Perunutan dengan teknik 15N berhasil menggambarkan bahwa penambatan N2 paling banyak terjadi di jerami padi.