Jurnal Iptek Nuklir Ganendra
ISSN : 25035029     EISSN : 25035029
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Articles 218 Documents
PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH DAN OPERA-3D

Taufik, Taufik, Suprapto, Suprapto, Silakhudin, Silakhuddin

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.127 KB)

Abstract

PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH dan OPERA-3D. Telah dilakukan perancangan ulang magnet penganalisis pada implantor ion. Agar ion yang diimplantasikan pada suatu target adalah ion tunggal maka diperlukan magnet penganalisis. magnet penganalisis dapat memisahkan ion-ion pengotor dari berkas ion yang dipercepat sehingga dihasilkan ion tunggal. Implantor ion di PTAPB telah dilengkapi dengan magnet penganalisis, tetapi masalahnya adalah data desain detilnya belum ada dan belum berfungsi secara optimal sehingga akan menghambat untuk keperluan perawatan dan pengembangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data teknis magnet penganalisis dan melakukan optimasi desain. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan diawali dengan mencari pustaka yang berhubungan dengan magnet penganalisis, melakukan perhitungan detil dengan mempertimbangkan parameter yang telah ada, simulasi terhadap desain yang telah dibuat, penentuan parameter desain dan optimasi dari desain yang telah ada. Dari kegiatan ini dapat diperoleh dokumen desain detil magnet penganalisis untuk energi partikel 150 keV dengan sudut pembelokan 60o serta kemampuan memisahkan partikel dengan m/z = 8 amu. Sedangkan optimasi dari desain sebelumnya dapat dilakukan dengan mengubah bentuk inti magnet tipe C menjadi tipe H, mengubah bentuk kutub magnet menjadi segi empat dengan posisi berkas yang masuk membentuk sudut  positif dan lebih condong ke tepi kutub magnet.Kata kunci : implantor ion, magnet penganalisis, desain detil, optimasi

PRODUKSI ARUS ION DARI HEAD SUMBER ION EKSPERIMEN UNTUK SIKLOTRON 13 MeV

Silakhuddin, Silakhuddin

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.095 KB)

Abstract

PRODUKSI ARUS ION DARI HEAD SUMBER ION EKSPERIMEN UNTUK SIKLOTRON 13 MeV. Untuk membuat desain detil sumber ion yang dapat dibuktikan unjuk kerjanya, telah dilakukan pembuatan head sumber ion eksperimen. Diawali dengan pembuatan model head dengan anoda berongga lurus kemudian dihitung produksi ion H- maksimum. Selanjutnya dibuat head eksperimen dan diukur kemampuannya dalam menghasilkan arus ion H-. Dari hasil perhitungan model tersebut diperoleh arus ion H- maksimum sebesar 26,5 μA sedangkan hasil eksperimen sebesar 14 μA. Perbedaan ini masih dapat diterima dengan mempertimbangkan adanya efisiensi pembentukan plasma dan efisiensi ekstraksi yang tidak sempurna.Kata kunci: sumber ion, head eksperimen, siklotron

INSTALASI DAN EVALUASI GROUNDING UNTUK MBE INDUSTRI LATEKS PTAPB MENGGUNAKAN MULTIPLE ROD

Suyamto, Suyamto, Sutadi, Sutadi, Nuraini, Elin

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.088 KB)

Abstract

INSTALASI DAN EVALUASI GROUNDING UNTUK MBE INDUSTRI LATEKS PTAPB MENGGUNAKAN MULTIPLE ROD. Telah dilakukan instalasi dan evaluasi grounding pada MBE untuk industri lateks PTAPB menggunakan multiple rod. Instalasi didasarkan pada kebutuhan nilai tahanan pentanahan Rp yang kecil dengan cara pemilihan bentuk, ukuran dan jumlah elektrode serta lokasi penanaman elektrode. Agar diperoleh resistivitas tanah  yang rendah, sumur ditimbun tanah liat pada bagian di sekitar elektrode. Instalasi dilakukan dengan menanam elektrode-2 batang tembaga (Cu) pejal diameter 16 mm pada 2 buah sumur, masing-2 berjumlah 4 buah @ 2 meter dan 8 buah @ 1 meter, menembus 2 lapisan tanah. Dengan konfigurasi elektrode yang telah ditentukan, diperoleh Rp terukur rata-rata 3,99  pada sumur I dan 5,82  pada sumur II atau Rpt = 2,36  jika dirangkai paralel, sedangkan dari pengukuran setelah keduanya dikopel diperoleh nilai rata-rata Rpt = 1,97 . Dari perhitungan secara trial and error dengan memvariasi , diperoleh tahanan tanah bagian atas R1 = 6,53  dan tahanan tanah bagian bawah R2 = 10,41  atau jika diparalel RpI = 4,01  untuk sumur I, sedangkan untuk sumur II diperoleh R1 = 7,72  dan R2 = 23,64  yang jika diparalel diperoleh Rp2 = 5,81 . Bila tahanan pada sumur I dan II diparalel diperoleh Rpt = 2,37 . Perbedaan Rpt antara pengukuran dan perhitungan 0,40  sangat dimungkinkan karena pengukuran Rpt sulit dilakukan dan sangat dipengaruhi oleh inhomogenitas resistivitas tanah antara satu tempat dengan tempat yang lain. Dari evaluasi diketahui bahwa pengaruh panjang dan kedalaman penanaman lebih dominan dibanding dengan jumlah elektrode. Dengan perbedaan kedalaman elektrode 0,55 m dibanding dengan jumlah elektrode 2 kali diperoleh perbedaan tahanan yang sangat besar yaitu 18,47 Ω.Kata kunci : MBE, tahanan pentanah, batang banyak

VALIDASI PAKET PROGRAM NODAL3 UNTUK KASUS STATIS BENCHMARK TERAS REAKTOR PWR

Sembiring, Tagor Malem, Pinem, Surian

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.258 KB)

Abstract

VALIDASI PAKET PROGRAM NODAL3 UNTUK KASUS STATIS TERAS BENCHMARK REAKTOR PWR. Persamaan difusi neutron dengan metode nodal telah menjadi metode standar dalam perhitungan parameter neutronik teras reaktor daya air ringan, seperti reaktor air bertekanan (PWR) atau air mendidih (BWR), karena waktu komputasi yang cepat dan hasilnya akurat. Paket program NODAL3 telah dikembangkan untuk menyelesaikan persamaan difusi neutron dengan metode nodal polinom (PNM) dalam geometri 3-dimensi (3-D). Validasi hasil perhitungan NODAL3 untuk kasus statis teras benchmark reaktor PWR (Pressurized Water Reactor), seperti IAEA-2D, BIBLIS, KOEBERG dan IAEA-3D, disajikan dalam penelitian ini. Teras benchmark yang dipilih mewakili kasus 2-D dan 3-D dan mempunyai karaktristik yang berbeda, sehingga dapat menentukan keakuratan NODAL3 dari aspek neutronik yang luas. Parameter neutronik statis yang dihitung adalah faktor perlipatan efektif, keff, faktor puncak daya (FPD) dan profil distribusi FPD ke arah aksial. Dibandingkan dengan acuan, hasil perhitungan NODAL3 menunjukkan bahwa untuk nilai keff terdapat perbedaan maksimum sebesar 0,006% (Δk). Sedangkan untuk FPD radial dan FPD aksial maksimum, selisih maksimum dengan acuan masing-masing sebesar -0,006 dan 0,051. Untuk kasus 3-D, hasil perhitungan NODAL3 konsisten dengan hasil perhitungan paket program nodal tervalidasi PARCS dan NESTLE. Riset ini menunjukkan bahwa akurasi paket program NODAL3 dalam menghitung parameter neutronik teras benchmark reaktor PWR, baik kasus 2-D dan 3-D, menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Oleh karena itu, paket program NODAL3 siap untuk diaplikasikan dalam analisis neutronik reaktor PWR yang riil.Kata kunci : metode nodal, reaktor PWR, teras benchmark, faktor perlipatan efektif, faktor puncak daya

ANALISIS DESAIN DAN UJI KINERJA STT-MBE BASIS TRAFO

Darsono, Darsono, Saefurrochman, Saefurrochman, Darmawan, Rian Suryo

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.527 KB)

Abstract

ANALISIS DESAIN DAN UJI KINERJA STT-MBE BASIS TRAFO. Telah dilakukan analisis desain dan uji kinerja STT-MBE berbasis transformator (trafo) 3 fase untuk menentukan penyebab spesifikasi teknis tidak dicapai pada uji kinerja. Metode analisis dilakukan dari tiga aspek. Pertama analisis dokumen desain dan konstruksi menggunakan standar IEC/SNI dan handbook trafo ABB untuk mengetahui kesesuaian komponen desain. Kedua, simulasi desain trafo menggunakan program VIZIMAG untuk mengetahui kebenaran perhitungan analitik desain. Ketiga, melakukan uji tegangan dadal komponen konstruksi padat dan insulasi oli untuk mengetahui desain keamanan tata letak komponen tegangan tinggi STT. Berdasarkan analisis pertama ternyata hampir 30% bahan komponen STT tidak memenuhi standar trafo. Dari analisis kedua ternyata perhitungan analitik desain trafo sudah benar. Berdasarkan analisis ketiga ternyata tegangan dadal oli terukur 3 kali lebih kecil dari asumsi desain keamanan, sedangkan struktur fleksiglas bisa digunakan karena mempunyai tegangan dadal 45 kV/mm dan flashover 60 kV pada jarak 1 cm. Dari hasil review dokumen desain, hasil analisis eksperimen tegangan dadal dan flashover serta dari simulasi analisis desain trafo terungkap bahwa penyebab utama spesifikasi STT-MBE tidak dicapai, karena asumsi angka keamanan desain tata letak komponen STT sebesar 2 kali tegangan dadal oli trafo adalah aman. Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan bahwa trafo tidak dapat dioperasikan sesuai spesifikasi teknis, namun dengan perbaikan tata letak komponen STT di dalam bejana oli diharapkan dapat dioperasikan sampai 260 kV.Kata kunci : trafo, STT, analisis desain, kinerja, MBE.

PENGARUH NITRIDASI ION SUHU RENDAH PADA KETAHANAN AUS DAN KOROSI BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L

Sudjatmoko, Sudjatmoko, Siswanto, Bambang, Wirjoadi, Wirjoadi, Susita, Lely

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.66 KB)

Abstract

PENGARUH NITRIDASI ION SUHU RENDAH PADA KETAHANAN AUS DAN KOROSI BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L. Dalam penelitian ini telah selesai dilakukan proses nitridasi ion dan karakterisasi cuplikan SS 316L. Proses nitridasi ion telah dilakukan pada cuplikan untuk variasi suhu nitridasi 350, 400, 450, 500, dan 550 oC, pada tekanan gas nitrogen optimum 1,8 mbar dan waktu nitridasi optimum 3 jam. Struktur-mikro, komposisi unsur dan struktur fase lapisan nitrida yang terbentuk pada permukaan cuplikan diamati menggunakan teknik SEM-EDAX dan XRD, dan diketahui bahwa lapisan tipis nitrida besi telah terbentuk pada permukaan cuplikan. Lapisan nitrida besi tersebut mempunyai struktur fase antara lain -Fe2-3N, ’-Fe4N, CrN, Cr2N dan austenit terekspansi N yang mempunyai sifat-sifat istimewa. Hasil karakterisasi ketahanan aus cuplikan SS 316L menunjukkan terjadinya peningkatan ketahanan aus sekitar 2,6 kali cuplikan standar pada suhu nitridasi 350 oC, dan dari uji korosi dengan larutan Hanks diperoleh laju korosi optimum 29,87 mpy atau ketahanan korosinya meningkat sekitar 137%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa dengan menggunakan teknik nitridasi ion telah terbentuk lapisan nitrida besi pada permukaan cuplikan SS 316L, dan mereka mempunyai sifat ketahanan aus dan ketahanan korosi sangat baik. Sifat kekerasan yang tinggi dan mempunyai ketahanan korosi yang baik tersebut, terutama disebabkan terbentuknya nitrida besi dan fase austenit terekspansi N pada proses nitridasi suhu rendah.

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR (VITIS VINIFERA L.)

Chairul, Sofnie

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.233 KB)

Abstract

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP RESIDU INSEKTISIDA KLORPIRIFOS PADA BUAH ANGGUR(Vitis vinifera L.). Telah dilakukan penelitian secara simulasi untuk mengetahui kandungan insektisida klorpirifos di dalambuah anggur akibat diiradiasi dengan sinar gamma. Buah anggur direndam dengan insektisida klorpirifos dengan kadar yangbesar yaitu 100 ppm; 200 ppm dan 300 ppm selama 3 menit. Perlakuan yang dilakukan adalah diekstraksi langsung setelahperendaman, penyimpanan selama satu minggu setelah direndam lalu diekstrak, iradiasi setelah penyimpanan pada dosis0,5; 1,0; dan 1,5 kGy lalu diekstraksi. Pada penentuan kandungan, ekstraksi dilakukan dengan pelarut etil asetat dannatrium sulfat, lalu injeksikan pada gas kromatografi. Hasil perhitungan menyatakan bahwa terjadi penurunan residuklorpirifos dari masing-masing perendaman akibat penyimpanan selama tujuh hari sebesar berturut-turut 7,55; 8,42; dan18,88 %, sedangkan akibat iradiasi sinar gamma pada dosis 0,5 kGy akan menurunkan kandungannya berturut-turut 13,90;19,16; dan 52,79%, dan pada iradiasi dosis 1,0 kGy akan menurunkan kandungan klorpirifos berturut-turut 14,69; 30,58; dan57,73%, dan pada 1,5 kGy akan menurunkan kandungannya berturut-turut 34,45; 36,15; dan 49,79%.Kata kunci: iradiasi sinar gamma, insektisida, klorpirifos, anggur, gas kromatografi

VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD)

Sukarsono, Sukarsono, Harmianto, Liliek, Wasitho, Muhadi Ayub, Sudibyo, Sudibyo, Purwadi, Dhandang

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.731 KB)

Abstract

VARIASI KECEPATAN ALIR GAS PADA PROSES PELAPISAN KERNEL UO2 DENGAN COMPUTATIONALFLUID DYNAMIC (CFD). Pelapisan kernel UO2, merupakan salah satu tahap dalam pembuatan bahan bakarnuklir yang sangat menentukan terhadap hasil akhir bahan bakar reaktor suhu tinggi. Kernel hasil prosessintering, yang merupakan partikel bulat UO2 diameter sekitar 0,8 mm, dikenakan proses pelapisan pirokarbondan silika karbida secara chemical vapor deposition (CVD). Aspek utama yang ditinjau dalam fluidisasi adalahmekanika fluida yang menggambarkan apa yang terjadi dalam proses fluidisasi. Kemampuan untukmemprediksi awal terjadinya fluidisasi sangat penting di dalam proses fluidisasi. Hal ini dilakukan untukmemperoleh hasil operasi yang bagus, life time tinggi, penentuan kecepatan minimum fluidisasi dan kecepatanmaksimum fluidisasi. Cairan atau gas apabila dilewatkan dari bawah ke atas pada partikel padat padakecepatan rendah, maka partikel tidak bergerak dan apabila kecepatan ditambah, pada titik tertentu partikelmulai bergerak. Kecepatan alir ini disebut sebagai kecepatan minimum fluidisasi. Dalam fluidisasi apabilakecepatan fluida yang melewati partikel dinaikkan maka perbedaan tekanan di sepanjang reaktor akanmeningkat pula. Partikel-partikel ini akan bergerak-gerak dan mempunyai perilaku sebagai fluida. Keadaanseperti ini dikenal sebagai partikel terfluidisasi (fluidized bed). Reaksi kimia yang terjadi dalam fluidisasi jugaberpengaruh terhadap kondisi proses dan terjadi perpindahan massa selama fluidisasi. Dalam penelitian initelah dilakukan modeling proses pelapisan pirokarbon dan silika karbida dengan Computational Fluid Dynamic(CFD) Fluent 6.3. Pelaksanaan penelitian, pertama-tama digambar reaktor dengan program Gambit 2.2.30 dandijalankan dengan program Fluent 6.3. Proses fluidisasi dihitung dengan model multiphase Eulerian dengan gassebagai fase primer dan kernel sebagai fase sekunder. Model dipilih untuk proses unsteady dan aliran laminar.Teori Syamlal-Obrien digunakan untuk perhitungan interaksi antar fase. Dari perhitungan Fluent 6.3, ternyatakecepatan alir gas masuk 8 m/dt masih ada kernel yang jatuh ke bawah, sehingga ini sesuai denganperhitungan menggunakan persamaan kecepatan minimum fluidisasi yang terhitung = 8,6 m/dt. Pada percobaanmenggunakan reaktor gelas juga diperoleh data pada kecepatan 9,49 m/dt sudah terjadi fluidisasi yang baikdibandingkan dengan fluidisasi pada kecepatan 7,11 m/dt masih terlihat ada kernel yang jatuh ke penampung.Data perhitungan nantinya bisa digunakan untuk operasi reaktor fluidisasi alat pelapisan kernel bahan bakar diPTAPB BATAN Yogyakarta.Kata kunci : kernel, reaktor suhu tinggi, fluidisasi, pirokarbon

STUDI PENGUKURAN AKTIVITAS ANAK LURUH U-238, TH-232 DAN K-40 DALAM FILTER PM 10 DAN PM 2,5 DI DAERAH – JATENG II

Muzakky, Muzakky, Taftazani, Agus

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.983 KB)

Abstract

STUDI PENGUKURAN AKTIVITAS ANAK LURUH U-238, Th-232 DAN K-40 DALAM FILTER PM 10 DAN PM2,5 DI DAERAH – JATENG II. Telah dilakukan studi pengukuran aktivitas anak luruh U-238 dan Th-232 dan K-40 dalam filter PM10 dan PM2,5 didaerah Jateng II. Penelitian ini bertujuan (1) melakukan prediksi jaraksampling dan stabilitas meteorologi dan (2) identifikasi aktivitas radionuklida yang terdapat pada filter udara PM2,5 dan PM 10 di daerah perkotaan. Dengan memakai perangkat lunak “SCREEN3” dan “WRPLOT” samplingudara di daerah sekitar PLTU Jateng II dapat ditentukan pada bulan Juni 2011 dengan jarak sampling diantara1300 m – 1500 m. Hasil prediksi stablitas meteorologi di bulan Juni 2011 yang dibuat dengan pemodelanmemakai “SCREEN3” diperkirakan diantara mempunyai tipe B, B-C , C dan sedikit kearah tipe D. Hasil aktivitasfilter PM 10 dan PM 2,5 di ketiga tempat pengambilan sampling menggunakan spektrometer gamma, ternyataditemukan juga 6 macam radionuklida yaitu Ac-228, Tl-208, Pb-212, Ra-226, Bi-214 dan K-40. Dari hasilperhitungan diperoleh bahwa aktivitas radionuklida tertinggi pada sampel udara PLTU Jateng II untuk PM 2,5dan PM 10 adalah Ra-226 dengan masing-masing aktivitas antara 0,04 -0,06 Bq/m3 udara.Kata kunci : SCREEN3, WRPLOT, PM 2,5 dan PM 10.

IDENTIFIKASI TENORM DALAM NATRIUM ZIRKONAT (NA2ZrO3) HASIL PROSES PELINDIAN AIR

Sukirno, Sukirno, Supriadi, Harry

Jurnal Iptek Nuklir Ganendra Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : BATAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.738 KB)

Abstract

IDENTIFIKASI TENORM DALAM NATRIUM ZIRKONAT (Na2ZrO3) HASIL PROSES PELINDIAN AIR. Makalahini melaporkan hasil-hasil pengukuran metoda spektrometri gamma dari konsentrasi radionuklida Th-228, Ra-226 dan K-40 serta dengan metoda AAN untuk pengukuran konsentrasi U-238 dan Th-232 dalam contohnatrium zirkonat (Na2ZrO3). Natrium zirkonat merupakan bahan hasil proses pelindian air, mengandung uraniumdan torium, sehingga memiliki potensi kontaminasi dan menaikkan paparan radiasi yang cukup besar. Tiaptahapan proses akan menghasilkan produk yang di dalamnya kemungkinan terdapat TENORM. Instrumen yangdigunakan adalah alat cacah g maestro II EG&G spektrometer γ Ortec dengan detektor Ge(Li). Teknik untukmenentukan konsentrasi radionuklida Th-228 ditentukan melalui anak luruhnya yaitu Pb-212 yang mempunyaienergi 238,6 keV, dan radionuklida Pb-210, Ra-226, K-40 langsung ditentukan dari energi masing-masing 46,5;186,2; 1460,75 keV. U-238 diidentifikasi melalui energi puncak 228,2 keV dari Np-239 dan Th melalui energipuncak 311,8 dari Pa-233. Konsentrasi radionuklida yang tertinggi dalam natrium zirkonat pada berbagai ukuranbutir adalah Ra-226 = 3664,4±95,9 Bq/kg dan radionuklida yang terendah adalah K-40 = 82,37±13,0 Bq/kg. Darimetoda analisis varians model desain acak sempurna untuk pengujian statistik, ditunjukkan bahwa terdapat tidakbeda secara nyata pengaruh ukuran butir umpan (hasil leburan pasir Zr) terhadap konsentrasi radionuklida Pb-210,Ra-226, Th-228 dan K-40, pada pengujian dengan taraf kepercayaan 95 %.Kata kunci : TENORM, pelindian, natrium zirkonat, uji statistik varian.

Page 1 of 22 | Total Record : 218