cover
Contact Name
Nurhasyim
Contact Email
adminplr@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional Gedung 50 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan 15310, INDONESIA
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Limbah
ISSN : 08535221     EISSN : -     DOI : -
Buletin LIMBAH terdiri dari rubrik atrikel dan info limbah. Rubrik artikel memuat makalah tentang Iptek Limbah meliputi tren teknologi pengolahan limbah serta aspek keselamatan lingkungan. Sedangkan info limbah berisi informasi mutakhir tentang Iptek limbah dari dalam dan luar negeri, serta aktifitas PTLR-BATAN.
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2005): Tahun 2005" : 5 Documents clear
ANALISIS SISTEM KOMPUTER UNTUK MANAJEMEN DAN ESTIMASI BIAYA DEKOMISIONING PLTN Nurokhim, Nurokhim; Sumarbagiono, Raden
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.472 KB)

Abstract

ANALISIS SISTEM KOMPUTER UNTUK MANAJEMEN DAN ESTIMASI BIAYA DEKOMISIONING PLTN. Dekomisioning reaktor nuklir merupakan kegiatan sangat kompleks yang harus direncanakan dan dilaksanakan secara cermat. Suatu sistem berbasis komputer perlu dikembangkan untuk membantu manajemen dekomisioning reaktor nuklir. Telah dipelajari beberapa sistem komputer untuk manajemen dekomisioning reaktor nuklir. Sistem perangkat lunak COSMARD dan DEXUS yang dikembangkan di Jepang dan IDMT di Italia digunakan sebagai contoh untuk analisis dan pembahasan Manajemen dan estimasi biaya dekomisioning PLTN. Dapat disimpulkan bahwa sistem komputer untuk manajemen dekomisioning PLTN cukup komplek dengan melibatkan beberapa code komputer untuk perhitungan database inventori radioaktif, modul perhitungan pada berbagai tahap dekomisioning, serta pengembangan sistim data spasial untuk virtual reality. THE COMPUTER SYSTEM ANALISYS FOR MANAGEMENT AND COST ESTIMATION OF NUCLEAR POWER PLANT DECOMMISSIONING. Nuclear reactor decommissioning is complex activity that should be planed and implemented carefully. A system based on computer need to be developed to support nuclear reactor decommissioning. Some computer system have been studied for management of nuclear power reactor decommisioning. Software system COSMARD and DEXUS that have been developed in Japan and IDMT in Italy are used as models for analisys and discussion concerning the management and cost estimation of Nuclear Power Plant (NPP) decommissioning. Its can be concluded that a computer system management for nuclear power plant decommissioning is quite complex that involved some computer code for radioactive inventory database calculation, calculation of modul on various the stages of decommissioning phase, and development of the spatial data system development for virtual reality. PENDAHULUAN
PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METODE OKSIDASIBIOKIMIA Salimin, Zainus; Gunandjar, Gunandjar
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.824 KB)

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAM FOSFAT DENGAN METODE OKSIDASI BIOKIMIA. Telah dilakukan percobaan pengolahan limbah “gunk” yang mengandung solven organik dari pemurnian asam fosfat melalui proses oksidasi biokimia. Limbah berupa campuran solven organik Di 2(ethyl hexyl) phosphoric acid (D2EHPA) dan tri octyl phosphine oxide (TOPO) dalam larutan kerosen yang mengandung asam fosfat, dikenai oksidasi biokimia menggunakan bakteri untuk mengkonversi zat organik sehingga tersuspensi, terflokulasi dan terendapkan oleh gaya gravitasi. Limbah yang memiliki kadar awal COD/BOD 26000/1820 ppm dan TSS 1000 ppm dioksidasi biokimia pada suhu kamar dalam reaktor volume 18,6 liter dengan variabel operasi pH 6, 6,5; 7 dan 7,5. Limbah cair ini diproses dengan bio-oksidasi menggunakan bakteri jenis Super Growth Bacteria (SGB) 102 yang merupakan campuran spesies bakteri mutan pseudomonas sp., bacillus sp., arthrobacter sp., dan aeromonas sp. dengan penambahan aerasi dan nutrisi nitrogen dan fosfor. Setelah bakteri menyesuaikan kondisi, sampel larutan diambil 2 jam sekali untuk dianalisa kandungan COD, BOD, dan TSS. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan COD dan BOD mengalami penurunan, selama 22 jam berturut-turut pada pH 6, 6,5; 7 dan 7,5 nilai COD/BOD adalah 765/6; 31/2,48; 3/0,24; 12/0,96. Pengurangan COD/BOD optimum dicapai pada kondisi operasi pH 7, dengan nilai 3/0,24 TREATMENT OF ORGANIC SOLVENT WASTE ARISING FROM PHOSPHORIC ACID PURIFICATION PROCESS BY BIO-OXIDATION METHOD. The experiment of treatment of the gunk waste containing organic solvent waste arising from phosphoric acid purification process by bio-oxidation method was performed. The liquid waste containing organic solvent of di-2-ethyl-hexyl phosphoric acid (D2EHPA), tri-octyl phosphine oxide (TOPO) and phosphoric acid on the kerosene solution was treated by bio-oxidation method using aerobic microorganism for degrading the biodegradable organic component on the solution to be suspended, flocculated, and precipitated by gravitation. The liquid waste contain of COD/BOD 26000/1820 ppm and TSS 1000 ppm was treated by bio-oxidation process on the room temperature in the reactor of 18.6 liter volume with the operation variables are pH 6; 6.5; 7, and 7.5. The liquid waste was processed by bio-oxidation using bacteria of Super Growth Bacteria (SGB) 102 which consist of species mixture of bacteria i.e. bacillus sp., pseudomonas sp., aeromonas sp., and arthrobacter sp. by addition of aeration and nutrition of nitrogen and phosphorus. After the adaptation of bacteria on the solution, the sampling of solution was performed every two hours for analyzing of COD, BOD, and TSS contains. The results showed that the COD/BOD decreasing during period of operation 22 hours, on the pH 6, 6.5, 7, and 7.5 the value of COD/BOD are 75/6, 31/2.48; 3/0.24 and 12/0.96 respectively. The optimum value for decreasing of COD/BOD is achieved on pH 7 with the value of COD/BOD is 3/0.24.
MODEL HIDRODINAMIKA LAUT Cahyana, Chevy
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.936 KB)

Abstract

Model hidrodinamika sangat penting untuk mensimulasikan pola gerak air laut secara global. Model hidrodinamika dalam air laut dapat digunakan untuk mengkaji disipasi panas di laut, sebaran radionuklida yang terlepas ke badan air laut serta untuk pengkajian klimatologi laut. Berbagai program komputer dengan menggunakan model hidrodinamika telah dikembangkan untuk berbagai keperluan pemodelan berbagai gejala fisika yang terjadi di laut , antara lain Princeton Ocean Model (POM), Oceanic General Circulation Model (OGCM) dan Surface water Modeling System (SMS). Program-program komputer tersebut telah diimplementasikan untuk berbagai studi kelautan. Hasil yang diperoleh tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan data hasil pengamatan. Hydrodynamic model is very important for simulate global oceanic circulation. Hydrodynamic model on oceanic system can be used for assess heat dissipation, dispersion of radionuclide that released to the ocean water, and for ocean climate study. Various computer codes have been developed to simulate many kinds of physical behavior on ocean, i.e., Princeton Ocean Model (POM), Oceanic General Circulation Model (OGCM) and Surface water Modeling System (SMS). These computer codes have been implemented for ocean behavior study. The results show insignificant difference compared with observation data.
PENGOPERASIAN SISTEM TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF Budiyono, Budiyono
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.368 KB)

Abstract

PENGOPERASIAN SISTEM TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF. Telah dilakukan pengoperasian tata udara untuk mendukung proses pengolahan limbah radioaktif di Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (IPLR). Kegiatan operasi bertujuan menjaga agar ruangan IPLR berada pada keadaan hampa parsial terhadap tekanan udara luar (negative pressure), membatasi kemungkinan adanya kontaminasi di dalam ruang dengan cara menghembuskan udara segar, dan pengolahan udara sebelum dibuang keluar IPLR. Kegiatan dilakukan dengan cara mengoperasikan dan merawat peralatan serta pengukuran paramater operasi. Hasil kegiatan diperoleh suhu daerah tipe A dibawah 25 oC, daerah tipe B dibawah 28 oC dan daerah tipe C dibawah 50 oC. Nilai kelembaman relatif daerah tipe A dan tipeB kurang dari 60 % dan tipe C lebih besar dari 60 %. Tekanan negatif sesuai standar persyaratan kecuali zona 4. Delapan HEPA filter mempunyai pressure drop diatas 105 daPa. OPERATION FOR ARRAGEMENT ATMOSPHERE RADIOACTIVE WASTE TREATMEN INSTALATION. Operation to arrange atmosphere to support radioactive waste treatment process in Radioactive Waste treatment installation. The activity for keeping in order room in partial vacuum condition to external atmosphere pressure, limits possibility that existence of contamination in space by the way with supply fresh air and processing of atmosphere before exit from Radioactive Waste Instalation. Activity is done by operating and maintenance equipments and measurement of operation parameter. Result of activity is obtained A type region temperature under 25 oC, B type region under 28 oC and C type region less than 50 oC. Relative humidity value of A type and B type region under 60 % and C type more than 60 %. Pressure drop 8 HEPA filter are more than 105 daPa PENDAHULUAN
PEMELIHARAAN INSTALASI PENYIMPANAN LIMBAH RADIOAKTIF Irzon, Yhon
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): Tahun 2005
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMELIHARAAN INSTALASI PENYIMPANAN LIMBAH RADIOAKTIF. Perawatan atau pemeliharaan merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga kinerja dari suatu peralatan atau sistem peralatan agar dapat bekerja atau berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Untuk proses pemeliharaan suatu peralatan dipengaruhi banyak faktor, diantaranya faktor umur dari peralatan itu sendiri, faktor lingkungan dan cara pengoperasian peralatan tersebut.. Alasan utama sistem perawatan terencana yaitu untuk melindungi investasi dana pada peralatan, prasarana, gedung, agar digunakan lebih lama, menjamin investasi, mencegah kesia-siaan alat, suku cadang dan bahan. Selain itu juga menjamin informasi yang memadai dalam pemeliharaan, juga evaluasi bagi perencanaan pengadaan dan anggaran yang pada hasilnya untuk menjamin hasil yang lebih baik, baik untuk keamanan instalasi itu sendiri maupun untuk keamanan lingkungan. Maka telah dilakukan perbaikan-perbaikan pada instalasi penyimpanan sementara limbah radioaktif berupa perbaikan pintu dorong pada interime storage 1 (IS-1), pengecatan gedung agar terlihat rapi dan bersih serta pemasangan beberapa buah exhaust fan dalam ruangan penyimpanan dengan tujuan agar bisa mendapatkan sirkulasi udara yang bersih dalam ruangan penyimpanan pada saat melakukan penataan wadah-wadah limbah. Selain itu dilakukan pemanasan alat-alat pada instalasi penyimpanan sementara dan pemanasan exhaust fan di PSLAT. MAINTENANCE OF RADIOACTIVE WASTE STORAGE INSTALATION. Maintenance is an activity conducted to maintain performance of equipment or equipment system in order to keep them work or functionalized as expected. The process of maintenance of equipment is affected by many factors, such as life time of the equipment, environment and method of operation of the equipment. In accordance to that, several repairs of temporary storage of radioactive waste been done, such as repairs of sliding door at interim storage (IS-1), pain job of building to keep it tidy and clean and installation of several exhaust fans within the building to obtain clean air circulation in storage room within the building during arrangement of waste containers. The main reason for programmed maintenance system is to protect budget investment on the equipment, facilities, building, to prolong life time, as well as to guarantee sufficient information in maintenance, to evaluate procurement and budgeting program. The expected final result is to guarantee better result, in accordance with installation and environment safety.

Page 1 of 1 | Total Record : 5