cover
Contact Name
Nurhasyim
Contact Email
adminplr@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Badan Tenaga Nuklir Nasional Gedung 50 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan 15310, INDONESIA
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Limbah
ISSN : 08535221     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Buletin LIMBAH terdiri dari rubrik atrikel dan info limbah. Rubrik artikel memuat makalah tentang Iptek Limbah meliputi tren teknologi pengolahan limbah serta aspek keselamatan lingkungan. Sedangkan info limbah berisi informasi mutakhir tentang Iptek limbah dari dalam dan luar negeri, serta aktifitas PTLR-BATAN.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD" : 6 Documents clear
PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METODE OKSIDASIBIOKIMIA Salimin, Zainus
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAM FOSFAT DENGAN METODE OKSIDASI BIOKIMIA. Telah dilakukan percobaan pengolahan limbah “gunk” yang mengandung solven organik dari pemurnian asam fosfat melalui proses oksidasi biokimia. Limbah berupa campuran solven organik Di 2(ethyl hexyl) phosphoric acid (D2EHPA) dan tri octyl phosphine oxide (TOPO) dalam larutan kerosen yang mengandung asam fosfat, dikenai oksidasi biokimia menggunakan bakteri untuk mengkonversi zat organik sehingga tersuspensi, terflokulasi dan terendapkan oleh gaya gravitasi. Limbah yang memiliki kadar awal COD/BOD 26000/1820 ppm dan TSS 1000 ppm dioksidasi biokimia pada suhu kamar dalam reaktor volume 18,6 liter dengan variabel operasi pH 6, 6,5; 7 dan 7,5. Limbah cair ini diproses dengan bio-oksidasi menggunakan bakteri jenis Super Growth Bacteria (SGB) 102 yang merupakan campuran spesies bakteri mutan pseudomonas sp., bacillus sp., arthrobacter sp., dan aeromonas sp. dengan penambahan aerasi dan nutrisi nitrogen dan fosfor. Setelah bakteri menyesuaikan kondisi, sampel larutan diambil 2 jam sekali untuk dianalisa kandungan COD, BOD, dan TSS. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan COD dan BOD mengalami penurunan, selama 22 jam berturut-turut pada pH 6, 6,5; 7 dan 7,5 nilai COD/BOD adalah 765/6; 31/2,48; 3/0,24; 12/0,96. Pengurangan COD/BOD optimum dicapai pada kondisi operasi pH 7, dengan nilai 3/0,24  TREATMENT OF ORGANIC SOLVENT WASTE ARISING FROM PHOSPHORIC ACID PURIFICATION PROCESS BY BIO-OXIDATION METHOD. The experiment of treatment of the gunk waste containing organic solvent waste arising from phosphoric acid purification process by bio-oxidation method was performed. The liquid waste containing organic solvent of di-2-ethyl-hexyl phosphoric acid (D2EHPA), tri-octyl phosphine oxide (TOPO) and phosphoric acid on the kerosene solution was treated by bio-oxidation method using aerobic microorganism for degrading the biodegradable organic component on the solution to be suspended, flocculated, and precipitated by gravitation. The liquid waste contain of COD/BOD 26000/1820 ppm and TSS 1000 ppm was treated by bio-oxidation process on the room temperature in the reactor of 18.6 liter volume with the operation variables are pH 6; 6.5; 7, and 7.5. The liquid waste was processed by bio-oxidation using bacteria of Super Growth Bacteria (SGB) 102 which consist of species mixture of bacteria i.e. bacillus sp., pseudomonas sp., aeromonas sp., and arthrobacter sp. by addition of aeration and nutrition of nitrogen and phosphorus. After the adaptation of bacteria on the solution, the sampling of solution was performed every two hours for analyzing of COD, BOD, and TSS contains. The results showed that the COD/BOD decreasing during period of operation 22 hours, on the pH 6, 6.5, 7, and 7.5 the value of COD/BOD are 75/6, 31/2.48; 3/0.24 and 12/0.96 respectively. The optimum value for decreasing of COD/BOD is achieved on pH 7 with the value of COD/BOD is 3/0.24.
PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METODE OKSIDASIBIOKIMIA Salimin, Zainus; Gunandjar, Gunandjar,; Purnomo, Sugeng; Wati, Wati
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAM FOSFAT DENGAN METODE OKSIDASI BIOKIMIA. Telah dilakukan percobaan pengolahan limbah “gunk” yang mengandung solven organik dari pemurnian asam fosfat melalui proses oksidasi biokimia. Limbah berupa campuran solven organik Di 2(ethyl hexyl) phosphoric acid (D2EHPA) dan tri octyl phosphine oxide (TOPO) dalam larutan kerosen yang mengandung asam fosfat, dikenai oksidasi biokimia menggunakan bakteri untuk mengkonversi zat organik sehingga tersuspensi, terflokulasi dan terendapkan oleh gaya gravitasi. Limbah yang memiliki kadar awal COD/BOD 26000/1820 ppm dan TSS 1000 ppm dioksidasi biokimia pada suhu kamar dalam reaktor volume 18,6 liter dengan variabel operasi pH 6, 6,5; 7 dan 7,5. Limbah cair ini diproses dengan bio-oksidasi menggunakan bakteri jenis Super Growth Bacteria (SGB) 102 yang merupakan campuran spesies bakteri mutan pseudomonas sp., bacillus sp., arthrobacter sp., dan aeromonas sp. dengan penambahan aerasi dan nutrisi nitrogen dan fosfor. Setelah bakteri menyesuaikan kondisi, sampel larutan diambil 2 jam sekali untuk dianalisa kandungan COD, BOD, dan TSS. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan COD dan BOD mengalami penurunan, selama 22 jam berturut-turut pada pH 6, 6,5; 7 dan 7,5 nilai COD/BOD adalah 765/6; 31/2,48; 3/0,24; 12/0,96. Pengurangan COD/BOD optimum dicapai pada kondisi operasi pH 7, dengan nilai 3/0,24 TREATMENT OF ORGANIC SOLVENT WASTE ARISING FROM PHOSPHORIC ACID PURIFICATION PROCESS BY BIO-OXIDATION METHOD. The experiment of treatment of the gunk waste containing organic solvent waste arising from phosphoric acid purification process by bio-oxidation method was performed. The liquid waste containing organic solvent of di-2-ethyl-hexyl phosphoric acid (D2EHPA), tri-octyl phosphine oxide (TOPO) and phosphoric acid on the kerosene solution was treated by bio-oxidation method using aerobic microorganism for degrading the biodegradable organic component on the solution to be suspended, flocculated, and precipitated by gravitation. The liquid waste contain of COD/BOD 26000/1820 ppm and TSS 1000 ppm was treated by bio-oxidation process on the room temperature in the reactor of 18.6 liter volume with the operation variables are pH 6; 6.5; 7, and 7.5. The liquid waste was processed by bio-oxidation using bacteria of Super Growth Bacteria (SGB) 102 which consist of species mixture of bacteria i.e. bacillus sp., pseudomonas sp., aeromonas sp., and arthrobacter sp. by addition of aeration and nutrition of nitrogen and phosphorus. After the adaptation of bacteria on the solution, the sampling of solution was performed every two hours for analyzing of COD, BOD, and TSS contains. The results showed that the COD/BOD decreasing during period of operation 22 hours, on the pH 6, 6.5, 7, and 7.5 the value of COD/BOD are 75/6, 31/2.48; 3/0.24 and 12/0.96 respectively. The optimum value for decreasing of COD/BOD is achieved on pH 7 with the value of COD/BOD is 3/0.24.
PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METODE OKSIDASIBIOKIMIA Salimin, Zainus; Gunandjar, Gunandjar
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAM FOSFAT DENGAN METODE OKSIDASI BIOKIMIA. Telah dilakukan percobaan pengolahan limbah “gunk” yang mengandung solven organik dari pemurnian asam fosfat melalui proses oksidasi biokimia. Limbah berupa campuran solven organik Di 2(ethyl hexyl) phosphoric acid (D2EHPA) dan tri octyl phosphine oxide (TOPO) dalam larutan kerosen yang mengandung asam fosfat, dikenai oksidasi biokimia menggunakan bakteri untuk mengkonversi zat organik sehingga tersuspensi, terflokulasi dan terendapkan oleh gaya gravitasi. Limbah yang memiliki kadar awal COD/BOD 26000/1820 ppm dan TSS 1000 ppm dioksidasi biokimia pada suhu kamar dalam reaktor volume 18,6 liter dengan variabel operasi pH 6, 6,5; 7 dan 7,5. Limbah cair ini diproses dengan bio-oksidasi menggunakan bakteri jenis Super Growth Bacteria (SGB) 102 yang merupakan campuran spesies bakteri mutan pseudomonas sp., bacillus sp., arthrobacter sp., dan aeromonas sp. dengan penambahan aerasi dan nutrisi nitrogen dan fosfor. Setelah bakteri menyesuaikan kondisi, sampel larutan diambil 2 jam sekali untuk dianalisa kandungan COD, BOD, dan TSS. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan COD dan BOD mengalami penurunan, selama 22 jam berturut-turut pada pH 6, 6,5; 7 dan 7,5 nilai COD/BOD adalah 765/6; 31/2,48; 3/0,24; 12/0,96. Pengurangan COD/BOD optimum dicapai pada kondisi operasi pH 7, dengan nilai 3/0,24 TREATMENT OF ORGANIC SOLVENT WASTE ARISING FROM PHOSPHORIC ACID PURIFICATION PROCESS BY BIO-OXIDATION METHOD. The experiment of treatment of the gunk waste containing organic solvent waste arising from phosphoric acid purification process by bio-oxidation method was performed. The liquid waste containing organic solvent of di-2-ethyl-hexyl phosphoric acid (D2EHPA), tri-octyl phosphine oxide (TOPO) and phosphoric acid on the kerosene solution was treated by bio-oxidation method using aerobic microorganism for degrading the biodegradable organic component on the solution to be suspended, flocculated, and precipitated by gravitation. The liquid waste contain of COD/BOD 26000/1820 ppm and TSS 1000 ppm was treated by bio-oxidation process on the room temperature in the reactor of 18.6 liter volume with the operation variables are pH 6; 6.5; 7, and 7.5. The liquid waste was processed by bio-oxidation using bacteria of Super Growth Bacteria (SGB) 102 which consist of species mixture of bacteria i.e. bacillus sp., pseudomonas sp., aeromonas sp., and arthrobacter sp. by addition of aeration and nutrition of nitrogen and phosphorus. After the adaptation of bacteria on the solution, the sampling of solution was performed every two hours for analyzing of COD, BOD, and TSS contains. The results showed that the COD/BOD decreasing during period of operation 22 hours, on the pH 6, 6.5, 7, and 7.5 the value of COD/BOD are 75/6, 31/2.48; 3/0.24 and 12/0.96 respectively. The optimum value for decreasing of COD/BOD is achieved on pH 7 with the value of COD/BOD is 3/0.24.
MODEL HIDRODINAMIKA LAUT Cahyana, Chevy
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model hidrodinamika sangat penting untuk mensimulasikan pola gerak air laut secara global. Model hidrodinamika dalam air laut dapat digunakan untuk mengkaji disipasi panas di laut, sebaran radionuklida yang terlepas ke badan air laut serta untuk pengkajian klimatologi laut. Berbagai program komputer dengan menggunakan model hidrodinamika telah dikembangkan untuk berbagai keperluan pemodelan berbagai gejala fisika yang terjadi di laut , antara lain Princeton Ocean Model (POM), Oceanic General Circulation Model (OGCM) dan Surface water Modeling System (SMS). Program-program komputer tersebut telah diimplementasikan untuk berbagai studi kelautan. Hasil yang diperoleh tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan data hasil pengamatan. Hydrodynamic model is very important for simulate global oceanic circulation. Hydrodynamic model on oceanic system can be used for assess heat dissipation, dispersion of radionuclide that released to the ocean water, and for ocean climate study. Various computer codes have been developed to simulate many kinds of physical behavior on ocean, i.e., Princeton Ocean Model (POM), Oceanic General Circulation Model (OGCM) and Surface water Modeling System (SMS). These computer codes have been implemented for ocean behavior study. The results show insignificant difference compared with observation data.
PENGOPERASIAN SISTEM TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF Budiyono, Budiyono
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGOPERASIAN SISTEM TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF. Telah dilakukan pengoperasian tata udara untuk mendukung proses pengolahan limbah radioaktif di Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (IPLR). Kegiatan operasi bertujuan menjaga agar ruangan IPLR berada pada keadaan hampa parsial terhadap tekanan udara luar (negative pressure), membatasi kemungkinan adanya kontaminasi di dalam ruang dengan cara menghembuskan udara segar, dan pengolahan udara sebelum dibuang keluar IPLR. Kegiatan dilakukan dengan cara mengoperasikan dan merawat peralatan serta pengukuran paramater operasi. Hasil kegiatan diperoleh suhu daerah tipe A dibawah 25 oC, daerah tipe B dibawah 28 oC dan daerah tipe C dibawah 50 oC. Nilai kelembaman relatif daerah tipe A dan tipeB kurang dari 60 % dan tipe C lebih besar dari 60 %. Tekanan negatif sesuai standar persyaratan kecuali zona 4. Delapan HEPA filter mempunyai pressure drop diatas 105 daPa. OPERATION FOR ARRAGEMENT ATMOSPHERE RADIOACTIVE WASTE TREATMEN INSTALATION. Operation to arrange atmosphere to support radioactive waste treatment process in Radioactive Waste treatment installation. The activity for keeping in order room in partial vacuum condition to external atmosphere pressure, limits possibility that existence of contamination in space by the way with supply fresh air and processing of atmosphere before exit from Radioactive Waste Instalation. Activity is done by operating and maintenance equipments and measurement of operation parameter. Result of activity is obtained A type region temperature under 25 oC, B type region under 28 oC and C type region less than 50 oC. Relative humidity value of A type and B type region under 60 % and C type more than 60 %. Pressure drop 8 HEPA filter are more than 105 daPa PENDAHULUAN
PENGOPERASIAN SISTEM TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF Budiyono, Budiyono
Buletin Limbah Vol 9, No 2 (2005): PENGOLAHAN LIMBAH SOLVENT ORGANIK DARI PROSES PEMURNIAN ASAMFOSFAT DENGAN METOD
Publisher : Buletin Limbah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGOPERASIAN SISTEM TATA UDARA INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF. Telah dilakukan pengoperasian tata udara untuk mendukung proses pengolahan limbah radioaktif di Instalasi Pengolahan Limbah Radioaktif (IPLR). Kegiatan operasi bertujuan menjaga agar ruangan IPLR berada pada keadaan hampa parsial terhadap tekanan udara luar (negative pressure), membatasi kemungkinan adanya kontaminasi di dalam ruang dengan cara menghembuskan udara segar, dan pengolahan udara sebelum dibuang keluar IPLR. Kegiatan dilakukan dengan cara mengoperasikan dan merawat peralatan serta pengukuran paramater operasi. Hasil kegiatan diperoleh suhu daerah tipe A dibawah 25 oC, daerah tipe B dibawah 28 oC dan daerah tipe C dibawah 50 oC. Nilai kelembaman relatif daerah tipe A dan tipeB kurang dari 60 % dan tipe C lebih besar dari 60 %. Tekanan negatif sesuai standar persyaratan kecuali zona 4. Delapan HEPA filter mempunyai pressure drop diatas 105 daPa. OPERATION FOR ARRAGEMENT ATMOSPHERE RADIOACTIVE WASTE TREATMEN INSTALATION. Operation to arrange atmosphere to support radioactive waste treatment process in Radioactive Waste treatment installation. The activity for keeping in order room in partial vacuum condition to external atmosphere pressure, limits possibility that existence of contamination in space by the way with supply fresh air and processing of atmosphere before exit from Radioactive Waste Instalation. Activity is done by operating and maintenance equipments and measurement of operation parameter. Result of activity is obtained A type region temperature under 25 oC, B type region under 28 oC and C type region less than 50 oC. Relative humidity value of A type and B type region under 60 % and C type more than 60 %. Pressure drop 8 HEPA filter are more than 105 daPa

Page 1 of 1 | Total Record : 6