cover
Filter by Year
Articles
129
Articles
‚Äč
Pemetaan kebutuhan pendidikan kecakapan hidup di kawasan wisata karst Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah

Prasetyo, Iis, Tohani, Entoh, Rohadi, Al. Setya

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan:1) pandangan masyarakat di kawasan wisata karst terhadap pengembangan kawasan wisata karst; 2) kebutuhan pendidikan kecakapan hidup bagi masyarakat di kawasan wisata karst dalam upaya memberdayakan masyarakat; dan 3) kendala yang dihadapi dalam pengembangan kawasan wisata karst. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan unit analisis adalah kawasan wisata karst Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara/FGD, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dengan triangulasi, diskusi terfokus, dan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan karst dapat meningkatkan kualitas hidup, membuka peluang pekerjaan. Pengembangan pendidikan kecakapan hidup bersentuhan dengan keberadaan kawasan karst dapat mengoptimalkan fungsinya sebagai sarana pendidikan dan wisata. Kendala yang muncul, berkaitan dengan teknis pengelolaan sumber daya manusia dan lingkungan; kurangnya koordinasi antar instansi menyebabkan pengembangan aset belum berjalan dengan baik; kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyukseskan kegiatan pariwisata; tidak adanya pengembangan dari pihak eksternal; dan infrastruktur yang masih terbatas.

Pengembangan model pemberdayaan perempuan desa wisata melalui pendidikan berbasis komunitas

Sujarwo, Sujarwo, Tristanti, Tristanti, Santi, Fitta Ummaya

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengimplementasikan model pemberdayaan perempuan desa wisata melalui pendidikan berbasis komunitas wirausaha jasa kuliner, 2) mengetahui hasil pelaksanaan model pemberdayaan perempuan desa wisata melalui pendidikan berbasis komunitas wirausaha jasa kuliner di Desa Wisata Bejiharjo Karangmojo. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R&D). Hasil penelitian adalah: 1) Pendidikan Berbasis Komunitas Wirausaha kuliner ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: a). Sosialisasi kegiatan, b) Pelaksanaan kegiatan berupa Implementai model pendidikan berbasis komunitas wirausaha jasa kuliner dan Focus Group Discussion (FGD), dan c) Evaluasi. 2) Penerapan Model Pemberdayaan perempuan desa wisata melalui pendidikan berbasis komunitas wirausaha jasa kuliner memberikan hasil sebagai berikut: menambah motivasi peserta, cara memelihara pelanggan, cara mengelola usaha yang produktif, dan keterampilan memasak.

Pengembangan pengukuran keterampilan sosial siswa sekolah dasar inklusif berbasis diversity awareness

Mahabbati, Aini, Suharmini, Tin, Purwandari, Purwandari, Purwanto, Heri

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konstrak skala pengukuran keterampilan sosial siswa sekolah dasar inklusif berbasis diversity awareness. Langkah penelitian adalah eksplorasi konstrak keterampilan sosial melalui kajian pustaka dan FGD dan mengonstruksi aspek dan indikator untuk menjadi rancangan skala perilaku Likert. Subjek penelitian adalah 15 guru kelas dari SD inkusif. Hasil penelitian menunjukkan aspek keterampilan sosial berdasarkan diversity awareness yang berhasil dirumuskan tujuh (7) aspek, meliputi kemampuan empati (32,4%), komunikasi dan interaksi sosial (28,9%), mengendalikan agresi (10,8%), sikap terbuka (8,8%), perilaku membantu (8,3%), kemampuan memahami diri (6,9%), dan perilaku mau belajar (3,9%). Rancangan instrumen pengukuran skala keterampilan sosial siswa SD inklusif berbasis diversity awareness terdiri dari indikator-indikator yang ditetapkan berdasarkan proporsi persentase kemunculan masing-masing aspek. Aspek kemampuan empati memiliki 15 indikator, komunikasi dan interaksi sosial 13 indikator, mengendalikan agresi 5 indikator, sikap terbuka 4 indikator, perilaku membantu 4 indikator, memahami diri 3 indikator, dan 2 indikator untuk kemampuan belajar. Total indikator adalah 46 buah yang menghasilkan item untuk hasil pengukuran.

Pengembangan bahan ajar persiapan PPL untuk mahasiswa PGSD yang mengakomodasi diverse learners

Murti, Rahayu Condro, Ambarwati, Unik, Ratri, Safitri Yosita

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar pembelajaran Sekolah Dasar yang mengakomodasi Diverse Learners yang layak untuk dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Subyek dalam penelitian ini adalah dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang terdiri dari 2 dosen pembelajaran IPS, 2 dosen Pembelajaran Matematika, dan 1 dosen Pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan di PGSD UNY dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari: 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan desain produk, 3) evaluasi formatif produk awal. Proses validasi dilakukan oleh 1 orang ahli materi dan 1 orang ahli media. Subyek uji coba yang terdiri dari 2 dosen pembelajaran IPS, 2 dosen Pembelajaran Matematika, dan 1 dosen Pendidikan. Pengumpulan data evaluasi formatif dilakukaan dengan menggunakan lembar penilaian untuk aspek kualitas tampilan, penyajian materi, dan proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengembangan bahan ajar ini melalui uji validasi materi, uji validasi media, dan focus group discussion (FGD) layak untuk digunakan. Pada validasi materi diperoleh skor rata-rata 2,35 (cukup) pada uji pertama dan rata-rata menjadi 2,6 (baik) pada uji kedua, sedangkan pada uji validasi oleh ahli media diperoleh skor rata-rata 2,6 (kategori baik) pada uji pertama dan 3,6 (kategori sangat baik) pada uji validasi kedua. Adapun rata-rata hasil penilaian keterbacaan pengguna, dalam hal ini, dosen PGSD yang terkait dengan isi bahan ajar, yaitu dosen tentang konsep diverse learners (3,0‚??baik), pendidikan matematika SD (3,53-kategori sangat baik), dan Pembelajaran IPS di SD (3,0‚??baik). Dengan demikian diharapkan bahan ajar ini menunjang pelaksanaan PPL mahasiswa PGSD dalam mempersiapkan mereka melaksanakan pembelajaran yang mengakomodasi diverse learners di sekolahnya masing-masing.

Kemampuan guru taman kanak-kanak di Yogyakarta dalam mengembangkan tema pembelajaran berbasis budaya lokal

Maryatun, Ika Budi, Pamungkas, Joko, Christianti, Martha

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini berisi hasil penelitian tahap awal tentang pengetahuan dan pemahaman guru Taman Kanak-kanak tentang pengembangan tema pembelajaran berbasis budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Jumlah guru sampel penelitian adalah 70 orang guru TK se Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 91,5 persen guru belum mengembangkan tema pembelajaran berbasis budaya lokal. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak ada pelatihan khusus untuk mengembangkan tema pembelajaran berbasis budaya lokal tersebut. Hasil penelitian ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan terkait pengembangan tema pembelajaran berbasis budaya lokal dalam bentuk desain pengembangan tema pembelajaran berbasis budaya lokal, ujicoba, dan diseminasi produk. 

Model pendidikan karakter untuk membangun potensi harmoni sosial anak usia dini di Yogyakarta

Harun, Harun

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan potensi harmoni sosial anak usia dini dalam pembelajaran di TK kota yogyakarta, dalam rangka membangun dan memantau perkembangan kemampuan harmoni sosial, harmoni budaya anak, serta memiliki kematangan sosial-emosional yang mandiri dan berbudaya. Penelitian ini dirancang untuk dilakukan dalam tiga tahun. Pada tahun pertama peneliti mengadopsi model research, development, and diffussion, yang meliputi penelitian pendahuluan, studi hasil penelitian, analisis kurikulum, dan penyusunan prototype model. Riset pendahuluan untuk memperoleh informasi model pendidikan karakter dalam membangun potensi harmoni sosial anak usia dini. Analisis yang dilakukan pada tahan ini untuk mengetahui dan memetakan standar kompetensi dan indikator pencapaian dalam rangka untuk menjaring need assessment sebagai dasar merancang prototype model pendidikan untuk membangun harmoni sosial anak usia dini di Yogyakarta. Hasil penelitian pada tahun pertama ini menunjukkan bahwa harmoni sosial anak usia dini dibangun atas dasar kejujuran yang ditampilkan anak, ungkapan isi hati, tidak saling menyakiti, tolong menolong, tidak saling berebut untuk berbicara, tidak saling menyakiti antar teman, serta terbentuknya budaya antri dalam berbagai kegiatan.

Identifikasi permasalahan perancangan program bimbingan dan konseling pada guru SMK di Kota Yogyakarta

Farozin, Muh, Suwarjo, Suwarjo, Astuti, Budi

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan perancangan program bimbingan dan konseling pada guru bimbingan dan konseling SMK di kota Yogyakarta meliputi: rasional, dasar hukum, visi dan misi, deskripsi kebutuhan, tujuan, komponen program, bidang layanan, rencana operasional, pengembangan tema/topik, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut, anggaran biaya, sarana prasarana,dan ekuivalensi jam layanan bimbingan dan konseling dengan jam mata pelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa pada proses perancangan program bimbingan dan konseling, guru bimbingan dan konseling mengalami permasalahan pada aspek: (1) evaluasi pelaporan dan tindak lanjut; (2) anggaran biaya; (3) sarana prasarana; serta (4) ekuivalensi jam layanan bimbingan dan konseling dengan mata pelajaran. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penelitian lanjutan yang terkait dengan perancangan program bimbingan dan konseling terutama pada kesulitan pada aspek evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut; anggaran biaya; sarana prasarana; dan ekuivalensi jam layanan bimbingan dan konseling dengan mata pelajaran.

Pengembangan buku panduan program pembelajaran keterampilan sosial bagi guru taman kanak-kanak

Izzaty, Rita Eka, Setiawati, Farida Agus, Ayriza, Yulia

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pembelajaran yang mengembangkan kemampuan sosial terutama keterampilan sosial belum dilakukan dengan perencanaan yang baik di Taman Kanak-kanak. Hal ini dapat mengakibatkan tujuan pembelajaran di Taman Kanak-kanak menjadi kurang terprogram. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan dari Dick & Carry yang bertujuan untuk mengembangkan panduan program pembelajaran yang yang mengembangkan keterampilan sosial anak Taman Kanak-kanak. Subyek penelitian adalah para pendidik di Taman Kanak-kanak yang berasal di Kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Kotamadya Yogyakarta. Setiap kabupaten diwakili oleh 15 pendidik. Metode pengumpulan data menggunakan pemberian angket dan Focus Group Discussion (FGD) pada pendidik dan observasi pada anak menggunakan pedoman observasi berupa cheklist. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan diskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data-data hasil dari FGD dan angket dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, sedangkan data dari observasi melalui cheklist dianalisis dengan teknik statistik uji t parametrik untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial anak TK setelah mendapatkan program pembelajaran menggunakan buku panduan yang menstimulasi keterampilan sosial. Hasil dari penelitian dengan terciptanya pedoman pembelajaran keterampilan sosial yang telah melalui evaluasi awal atau uji ahli dan ujicoba di lapangan. Hasil validasi ahli menunjukkan pedoman pembelajaran keterampilan sosial layak untuk digunakan setelah melengkapi daftar isi, evaluasi pembelajaran dan memperbaiki kesalahan tata tulis. Demikian pula hasil masukan dari pendidik TK menunjukkan bahwa secara keseluruhan pedoman pembelajaran keterampilan sosial yang dibuat peneliti menunjukkan cukup baik dari aspek pembelajaran, tampilan. Hasil implementasi di TK menunjukkan bahwa panduan pembelajaran keterampilan sosial dapat meningkatkan rata-rata skor keterampilan sosial anak TK pada ketiga aspek keterampilan sosial dengan signifikan, yaitu pada pada aspek empati, afiliasi dan resolusi konflik, dan pengembangan kebiasaan positif.

Peningkatan soft skills dan pemahaman konsep IPS melalui media MINDSCAPE dan metode cooperative learning

Dewi, Kirana Prama

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skills dan pemahaman konsep IPS melalui media mindscape dan metode cooperative learning siswa kelas V SD Muhammadiyah Jogodayoh Bantul. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif dengan guru kelas sebagai kolaborator pelaksana tindakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara dan butir soal. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skills dan pemahaman konsep IPS siswa mengalami peningkatan setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran melalui media mindscape dan metode cooperative learning. Rata-rata skor soft skills siswa sebelum tindakan adalah 1,14 (sangat rendah) meningkat menjadi 2,06 (sedang) pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 3,50 (sangat tinggi) pada siklus II. Peningkatan skor rata-rata pemahaman konsep IPS siswa dilihat dari pembimbingan pembuatan mindscape pada siklus I adalah 1,8 (cukup) meningkat menjadi 2,8 (baik) siklus II serta dari presentasi mindscape pada siklus I 1,9 (cukup) meningkat menjadi 2,8 (baik) pada siklus II. Dari rata-rata skor hasil belajar siswa sebelum tindakan 63 meningkat menjadi 72 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 82 pada siklus II.

Analisis kemampuan berfikir kreatif pembelajaran Fisika di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 11 Kota Jambi

Armandita, Puspa

Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan JPIP Vol 10, Nomor 2, September 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik, karena kemampuan ini sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran terkhusus dalam pembelajaran fisika. Kemudian dilakukan suatu survei yaitu pada kelas XI MIA 3 SMA Negeri 11 Kota Jambi untuk melihat dan mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran fisika. Survei dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional yaitu survei yang dilakukan satu kali dan pada satu waktu. Pengumpulan data melalui observasi dan angket dan data yang diperoleh berupa data kuantitatif kemudian dianalisis secara dekriptif. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dalam pembelajaran Fisika dibagi menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 11 Kota Jambi yang dominan adalah dalam kategori sedang. Persentase karakteristik kemampuan berpikir kreatif yang tertinggi yaitu evaluatif dan yang terendah yaitu originality dan luwes.