cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 01 (2011): Media Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 2011" : 2 Documents clear
SINTESIS CRUDE PALM OIL METHYL ESTER MELALUI REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METANOL Handiana Putri, Eka Susanti; Uliya, Nur; Wijayati, Nanik
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 6, No 01 (2011): Media Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 2011
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Crude Palm Oil Methyl Ester (CPOME) adalah senyawa metil ester yang berasal dari reaksi transesterifikasi minyak kelapa sawit (CPO) dengan metanol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan sintesis CPOME melalui reaksi transesterifikasi minyak kelapa sawit dengan metanol menggunakan variasi katalis HCl, H2SO4 dan H3PO4. Reaksi dilakukan dengan cara merefluk pada suhu 60-64oC selama 6 jam dengan rasio molar metanol/minyak kelapa sawit sebesar 6:1. Konsentrasi katalis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  0,5% b/b terhadap berat minyak kelapa sawit. Senyawa yang telah terbentuk dari reaksi didiamkan selama 1 malam agar  lapisan CPOME dan lapisan gliserol dapat memisah. Lapisan CPOME dicuci dengan air hangat sampai netral lalu disaring. Selanjutnya dilakukan pengeringan dengan menambahkan Na2SO4 anhidrat. Berdasarkan hasil reaksi diperoleh cairan jernih berwarna orange dengan bau yang khas. Senyawa hasil reaksi memiliki kerapatan 0,8935 g/ml dan indeks bias 1,4624. Hasil perhitungan rendemen menunjukkan bahwa persentase rendemen tertinggi diperoleh pada penambahan HCl (45,71%) kemudian H2SO4 (34,07%) dan H3PO4 (28,43%). Berdasarkan data kromatogram GC, persentase produk CPOME yang terbentuk pada penambahan HCl diperoleh hasil yang paling tinggi (75,68%) lalu diikuti H2SO4 (70,80%) dan H3PO4 (59,08%). Hasil Spektra Massa menunjukkan munculnya 5 puncak utama senyawa CPOME, yaitu metil tetradekanoat, metil heksadekanoat, metil cis-9, cis-12-oktadekadienoat, metil cis-9-oktadekenoat, dan metil oktadekanoat.   Kata kunci : Transesterifikasi, Crude Palm Oil Methyl Ester.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) & EKSTRAK TEH HITAM (Camellia sinensis O.K.var.assamica (mast.)) DENGAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Utomo, Anang Budi; Suprijono, Agus; Risdianto, Ardan
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 6, No 01 (2011): Media Farmasi Indonesia Vol 6 No 1 2011
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang pada konsentrasi rendah mampu mencegah atau memperlambat reaksi oksidasi yang disebabkan oleh radikal bebas. Sarang semut (Myrmecodia pendans) dan teh hitam (Camellia sinensis O.K.var.assamica (mast.)) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan senyawa-senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan. Penarikan senyawa-senyawa aktif dari sarang semut dilakukan dengan proses ekstraksi metode soxhletasi dengan menggunakan pelarut etanol. Sedangkan penarikan senyawa-senyawa aktif dari teh hitam dilakukan dengan proses ekstraksi metode digesti menggunakan pelarut air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam terhadap radikal bebas DPPH (1,1-difenil- 2-pikrilhidrazil). Kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam dibuat dengan perbandingan 1:0; 2:1; 1:1; 1:2; dan 0:1 kemudian diencerkan dengan pelarut etanol 60% hingga diperoleh konsentrasi larutan uji 0,1%. Dari larutan tersebut dibuat deret konsentrasi 0,01%; 0,02%; 0,03%; 0,04%; dan 0,05% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH secara spektrofotometri Vis, hingga diperoleh nilai EC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai EC50 untuk ekstrak sarang semut murni perbandingan 1:0 sebesar 3,6830 μg/ml, nilai EC50 untuk ekstrak teh hitam murni perbandingan 0:1 sebesar 8,1720 μg/ml, nilai EC50 untuk kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam perbandingan 2:1 sebesar 2,6443 μg/ml, perbandingan 1:1 sebesar 2,3925 μg/ml dan perbandingan 1:2 sebesar 3,6132 μg/ml. Sehingga dapat disimpulkan ekstrak sarang semut yang dikombinasi teh hitam dengan perbandingan 1:1 memiliki aktivitas antioksidan terbesar. Hasil uji anava menunjukkan ada perbedaan yang signifikan aktivitas antioksidan antara ekstrak sarang semut murni, ekstrak teh hitam murni dan kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak teh hitam. Kata kunci : Sarang semut, teh hitam, aktivitas antioksidan, DPPH, EC50

Page 1 of 1 | Total Record : 2


Filter by Year

2011 2011