cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 1 (2009)" : 4 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN AIR SEDUHAN BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA PENURUNAN KADAR ASAM URAT DARAH TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR HIPERURISEMIA Sadad, Arif Rahman; Ermayanti, Astika; Palupi, Dwi Hadi Setya
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) secara empiris digunakan sebagai obat tradisional. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air seduhan bunga rosela pada penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia dan dosis efektif air seduhan bunga rosela tersebut yang mampu menurunkan kadar asam urat darah tikus. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan galur wistar yang berumur 3-4 bulan.dengan berat badan 200-300 gram, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok I, II dan III diberikan perlakuan dengan pemberian air seduhan bunga rosela dengan dosis 0,252 g/kgBB; 0,315 g/kgBB; dan 0,378 g/kgBB tikus. Kelompok IV, kontrol positif diberi perlakuan suspensi allopurinol 12,6 mg/kgBB, dan kelompok V sebagai kontrol negatif yang diberi suspensi CMC Na 0,5 %. Semua tikus diukur kadar awal asam urat darahnya dan kemudian dikondisikan hiperurisemia dengan pemberian jus otak kambing sebanyak 3 ml/200 gBB tiga kali sehari selama 20 hari, setelah itu diukur kembali kadar asam uratnya. Semua kelompok diberi perlakuan larutan uji selama 3 minggu dan diukur kadar asam urat setiap minggunya (minggu ke-1, 2, dan 3). Kadar asam urat diukur menggunakan prinsip reaksi enzimatik dengan reagen uric acid FS TBHBA. Data pengukuran kadar asam urat dianalisa menggunakan uji reapeted anova metode General Liniear Model "reapeted measure" dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil analisa menunjukkan pemberian air seduhan bunga rosela berpengaruh pada penurunan kadar asam urat darah tikus putih jantan galur wistar hiperurisemia. Ketiga dosis air seduhan bunga rosela yang diberikan mampu menurunkan kadar asam urat darah tikus hiperurisemia, dimana ketiganya memberikan efek penurunan kadar asam urat darah yang sama. Dosis efektif air seduhan bunga rosela yang mampu menurunkan kadar asam urat darah hewan uji hiperurisemia adalah sebesar 0,252 g/kg BB.   Kata Kunci : Bunga rosela, kadar asam urat, hiperurisemia
UJI AKTIVITAS FRAKSI AIR DAN FRAKSI ETIL ASETAT ESTRAK ETANOL DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) D.C.) TERHADAP KELARUTAN BATU GINJAL KALSIUM IN VITRO K, Ariesta Dian; Legawa, Maisunah; Hp, Eka Susanti
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the diseases which often occurs in the community is kidney stone. Dewa leaf (Gynura pseudochina ( L.) D.C.) can be used as a traditional medicine to dissolve kidney stone. This research aims to know the ability of water fraction and ethyl acetate fraction of ethanolic extract on the solubility of calcium kidney stone in vitro. The result of TLC indicated that the water fraction and ethyl acetate fraction of ethanolic extract of dewa leaf contained flavonoid. The composition of kidney stone was analysed qualitatively by infrared spectrophotometer. The submergence of calcium kidney stone was done at temperature 37°C for 6 hours in concentrations 3, 6, 9, 12, and 15%. The dissolve calcium of rate in water fraction and ethyl acetate fraction was measured by Atomic Absorption Spectrophotometer. The result of research showed that concentration of 15% of water fraction and ethyl acetate fraction of dewa Leaf (Gynura pseudochina ( L.) D.C.) at had the highest calcium kidney stone solubility, and it was concluded that the water fraction had biger ability in comparison to the ethylacetat fraction. Keyword Calcium kidney stone, Dewa Leaf ( Gynura Pseudochina ( L.) D.C.), water fraction, ethyl acetate fraction
PENGARUH EKSTRAK ETANOL BEKATUL PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP PENGHAMBATAN KETENGIKAN MINYAK DIBANDINGKAN DENGAN ANTIOKSIDAN SINTETIK BHT (Butylated Hydroxy Toluene) Mutiara, Erlita Verdia; Sulistyowati, Etty; Pertiwi, Hanum Try
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioxidant is substance that can delay and prevent oil rancidity from oxidation process. The syntetic antioxidant that is often used to prevent oil rancidity is BHT (Butylated Hydroxy Toluene), but the use of BHT in the long time causes carsinogenic effect to damage the body. Therefore, antioxidant from natural resources is needed as an alternative to prevent oil rancidity whitout side effect on the body. Rice bran (Oryza saliva L.) contains tocopherol (vitamin E) that is useful as strong natural antioxidant. The aim of this research is to know the activity of rice bran ethanolic extract as antioxidant in preventing oil rancidity. Antioxidant activity was tested with the peroxide number method ( Hills and Thiel), thiobarbituric acid (TBA) method and acid value test as lauric acid. From the result of the research it was concluded that the extract and BHT could decrease the peroxide number, malonaldehide number, and the acid value as lauric acid. The extract has an antioxidant activity in preventing the oil rancidity lower than that of BHT, and based on the statistics test it was found a significant difference (p≤0,05) between extract with BHT in the same concentration in preventing oil rancidity.   Key Words : Antioxidant, rice bran ethanolic extract, oil rancidity
SINTESIS N1-ISOPROPILTEOBROMIN DARI TEOBROMIN DAN ISOPROPIL BROMIDA DALAM PELARUT N,N-DIMETILFORMAMIDA STIFAR, Suriyah; Hariono, Maywan; Wildan, Achmad
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teobromin (3,7 dimetilksantin) merupakan senyawa kimia yang mempunyai aktivitas sebagai stimulansia dan diuretik yang ringan. Penelitian mengenai hubungan struktur dan aktivitas senyawa turunan xantin menunjukkan bahwa modifikasi pada N1 xantin dapat mempengaruhi aktivitas dan selektivitas turunan xantin sebagai bronkodilator. Lima turunan N1-alkilteobromin yaitu N1-n-propilteobromin, N1-n-butilteobromin, N1-n-amilteobromin, N1- isopropilteobromin, dan N1-sec-butilteobromin telah disintesis dan kelima senyawa tersebut mempunyai aktivitas trakeospasmolitik yang lebih kuat dari pada teofilin. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis N1-isopropilteobromin dari reaksi antara teobromin dengan isopropil bromida dalam pelarut N,N-dimetilformamida (DMF). Hasil yang terbentuk diisolasi menggunakan kloroform dan dimurnikan secara kromatografi lapis tipis preparatif. Kemurnian senyawa hasil sintesis diuji dengan organoleptis, kromatografi lapis tipis dan titik lebur sedangkan untuk struktur kimianya diidentifikasi berdasarkan spektra ultraviolet (UV), inframerah (IR), dan 1Hidrogen-Nuclear Magnetic Resonansi (1H -NMR). Hasil penelitian menunjukkan senyawa hasil sintesis adalah N1-isopropilteobromin yang berbentuk kristal jarum berwarna putih dan larut dalam kloroform. Sedangkan teobromin berbentuk serbuk putih dan tidak larut dalam kloroform. Hasil uji KLT dengan fase gerak kloroform : etil asetat (1,5 : 3,5) juga menunjukkan Rf yang berbeda yaitu 0,46 untuk N1 -isopropilteobromin dan 0,10 untuk teobromin. Hasil elusidasi struktur juga menunjukkan profil molekul target yaitu N1-isopropilteobromin dengan titik lebur 154 - 156 °C dan rendemen 7,7%.   Kata kunci : Teobromin, Isopropilbromida, N1-isopropilteobromin

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2009 2009