cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " MFI Vol. 12 No. 1" : 9 Documents clear
Co-Processed Laktosa-Metilselulosa Sebagai Zat Tambahan Tablet Dengan Metode Kempa Langsung MURSYID, A. Mumtihanah; NURLINA, NURLINA; Mustakim, Musfira
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Co-processing is a technique to obtain a new excipient by combined two or more excipients with an appropriate process. Excipient by co-processing can improve the properties of excipient. The purpose of this research is to produce an excipient with good properties by co-processed Lactosa-Methylcellulosa, so that it is can be use as an excipient for direct compression tablet. This research was compared co-processed Lactosa-Methylcellulosa  fabricated by wet milling technique. The co-processed material obtained were evaluated; particle size distribution, average diameter, density, porosity, carr’s index, flowability,compactibility and DSC. And they have been compared with their’s physical mixture. The flowability of co-processed Lactosa-Methylcellulosa was increasedbased on measurement by angles of reposewho did’nt passed 25o,  in the range of 16.16  ±  0.63 to 18.59 ±  1.29 and the tensile strength of co-processed Lactosa-Methylcellulosa was increased until 1.79 MPa was higher than it’s physical mixturewere not can be measured tensile strength because the tablet not be able to be developed whole.DSC result of co-processed had similiar pattern with Lactosa. The co-processed Lactosa-Methylcellulosa is more promising to use as direct compression material. Keyword :Co-processed, direct compression, Lactosa-Methylcellulosa, Wet Milling.
PEMANFAATAN MINYAK SEREH MENJADI BERMACAM-MACAM PRODUK Suwarmi, Suwarmi; Hesti W, A. Ariani; Munisih, Siti
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   SEREH atau serai merupakan tanaman herbal yang dikenal dengan aromanya serta rasanya yang wangi dan menyegarkan. Minyak sereh wangi mrupakan salah satu minyak atsiri komersial Indonesia yang diperoleh melalui proses penyulingan. Akan tetapi, dari minyak sereh wangi yang dihasilkan hampir 75% diekspor dalam bentuk minyak kasar sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan dalam negeri. Tanaman serai terutama batang dan daun bisa dimanfaatkan sebagai antiseptik membunuh mikroorganisme sehingga dapat diolah menjadi aneka produk sabun kesehatan (sabun cair, sabun padat) dan juga untuk pengusir nyamuk karena mengandung zat-zat seperti geraniol, metil heptenon, terpen-terpen, terpen-alkohol, asam-asam organik, dan terutama sitronelal sebagai obat nyamuk Pelaksanaan Ipteks bagi Masyarakat (IbM) akan bekerja sama dengan Kelompok Usaha Sereh wangi dan Minyak Atsiri desa Susuka, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang dalam memberikan pelatihan, proses pembuatan aneka olahan minyak atsiri (sabun dan linimenta antinyamuk), sistem manajamen dan pemasarannya yang akan dijadikan prioritas dalam pengolahan minyak sereh   Kata kunci : minyak atsiri, minyak sereh, sabun, anti nyamuk
IDENTIFIKASI FENILBUTAZON DALAM JAMU REMATIK YANG BEREDAR DI KOTA MANADO DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Ridwan, Irham Pratama; Abdullah, Rinaldi; Supriati, Hamidah Sri
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jamu merupakan salah satu obat bahan alam Indonesia dengan presentase konsumen sebanyak 59,12%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya Bahan Kimia Obat Fenilbutazon dalam sediaan jamu rematik yang beredar di kota Manado. Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi Fenilbutazon dalam jamu rematik dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fase gerak yang di gunakan pada KLT ialah n-Heksan : kloroform : metanol (60:30:10) dan fase diam yang digunakan ialah pelat KLT silika gel GF254 dengan menggunakan penyemprotan H2SO4 10% untuk menampakan bercak. Hasil penelitian yang didapatkan pada pelat KLT, nilai Rf standar Fenilbutazon yaitu 0,51 sedangkan sampel tidak muncul bercak sehingga nilai Rf-nya yaitu 0. Hal ini menunjukan bahwa pada sediaan jamu rematik tersebut tidak mengandung Fenilbutazon. Kata Kunci : Jamu rematik, Fenilbutazon, Kromatografi Lapis Tipis
PENGARUH JUS JAMBU BIJI MERAH DALAM MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN Hardimarta, FP.; Yuniarti, CA; Annisa, Nur
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jus jambu biji merah per 100 gram memiliki komposisi yang terdiri dari vitamin C 228 mg, vitamin E 0,73 mg, folat 49 µg, zat besi 0,26 mg ; seng 0,23 mg dan likopen 5204 µg. Selain itu juga mengandung senyawa antioksidan seperti kuersetin, guajaverin, asam galat, leukosianidin dan asam elagat. Kandungan jus jambu biji merah berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin manusia.  Vitamin C menambah keasaman sehingga membantu penyerapan zat besi dalam lambung dengan mereduksi ferri (Fe 3+) menjadi ferro (2+). Selain itu senyawa flavonoid merupakan antioksidan yang berperan dalam meningkatkan membran eritrosit menjadi tidak mudah lisis yang disebabkan oleh radikal bebas. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan desain penelitian One Group Pre test Post Test Design dengan jumlah sampel 30 orang menggunakan teknik simple random sampling. Setiap responden diberikan perlakuan konsumsi jus jambu biji merah 100 % dengan volume 3 ml/ kgBB/hari selama 7 hari.  Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan 2 kali yaitu sebelum mengkonsumsi jus jambu biji merah dan hari ke 8 konsumsi jus jambu biji merah. Rerata kadar hemoglobin sebelum mengkonsumsi jus jambu biji merah adalah 12,97 g/dl sedangkan rerata kadar hemoglobin setelah mengkonsumsi jus jambu biji merah adalah 14,20 g/dl. Data selanjutnya dianilisa dengan Paired T Test  dan menunjukkan terdapat perbedaan signifikan  kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus jambu biji merah. Hal ini membuktikan bahwa konsumsi jus jambu merah memiliki pengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin . Kata Kunci : Hemoglobin, Jambu biji merah, Eritrosit, Antioksidan, Vitamin C
FORMULASI TABLET PARASETAMOL MENGGUNAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG KEPOK (Musa paradisiaca cv. Kepok) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Sugiyono, Sugiyono; Komariyatun, Siti; Hidayati, Devi Nisa
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang formulasi tablet parasetamol menggunakan tepung bonggol pisang (Musa paradisiaca cv. Kepok) sebagai bahan pengikat tablet. Tablet parasetamol dicetak menggunakan  metode granulasi basah dengan menambahkan bahan pengikat untuk meningkatkan kekompakan antar partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung bonggol pisang kepok sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik dan kimia tablet parasetamol. Konsentrasi tepung bonggol pisang yang ditambahkan sebagai pengikat yaitu pada FI: 10%, FII: 12,5%, FIII: 15%, FIV: 17,5%, dan FV: 20%. Tablet yang dihasilkan diperiksa sifat fisiknya yang meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, waktu hancur serta pelepasan obat. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis regresi linier. Hasil yang diperoleh bahwa variasi konsentrasi tepung bonggol pisang kepok mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet tetapi tidak berpengaruh pada dan pelepasan obat. Semakin tinggi konsentrasi tepung bonggol pisang kepok, semakin tinggi kekerasan dan semakin lama waktu hancur tablet tetapi kerapuhan semakin menurun. Kata kunci : bahan pengikat, tablet parasetamol, tepung bonggol pisang kapok.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOLIK DAUN JATI (Tectona grandis L. f.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI SECARA INVITRO HF, Fildza; MA, Rindya; Masfiyah, Masfiyah; W, Rina
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a country which has a plant biodiversity, one of them is teak (Tectona grandis L.f.). Teak leaf had has flavonoids, saponins, tannin, quinones, and steroids/triterpenoids compound which have antibacterial activity. Aim of this study to determine the activities of teak leaf ethanol extract on bacteria’s growth. The type of the research was experimental post test only control group design. There are two bacteria group, S. aureus andS. epidermidis. The treatment performed with absorbs the extract into a disc then place it over Mueller-Hinton agar which had been incubate for 24 hours with S. aureus and S. epidermidis cultures. The concentration of extract was 6,25%, 12,5%, and 25%. Clear zone was measured by calliper. Data were analyzed using One Way ANOVA and continued with Post Hoc test. The result showed that data was distributed normally and homogeny. The highest clear zone average was obtained on S. epidermidis which has 25% extract concentrate group, and the lowest was S. aureus which has 6,25% extract concentrate group. One Way ANOVA analyze showed the value p<0,05. It concluded, that teak leaf has an activity to inhibit bacteria’s growth, but the activity was higher on Staphylococcus epidermidis. Key words: Extract, Teak leaf, Tectona grandis L.f, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP KENAIKAN TEKANAN DARAH DI KOTA SEMARANG Prasetyaningrum, Erna; Suharsanti, Ririn
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT One of the degenerative diseases causing death was cardiovascular diseases. Hypertension is a major risk factor for cardiovascular found in 14% of the Indonesian population. Many risk factors that cause hypertension are lifestyle habits such as smoking, drinking alcohol, fatty foods. The aim of research is to know the correlation between the lifestyle of the community blood pressure rise in Semarang. Research is a non-experimental research. The variables studied are gender, age, smoking behavior, relish eating fried foods, offal, fat, drinking sodas and coffee. The research subject is Jatisari village community Mijen Subdistrict, District Limbangan boja and Muktiharjo Tlogosari Semarang. The number of subjects are 54 people, at least 20 years old. Collecting data is carried out using interview techniques and measurement of blood is performed pressure using a sphygmomanometer. Data were analyzed by descriptive analytic. The results showed that increased blood pressure in people Semarang based on gender male by 29.6%, amounting to 70.4% of women, by the age of 20-30 years was 1.8%, 30-40 th of 3.7 %, 7.5% 40-50 years old, 50-60 years old 31.5%, 60-70 years old amounted to 35.2%,> 70 th by 20.4%, amounting to 20.7% of smoking, eating fries 44.6%, eating offal of 5.4%, 11.9% fat meal, drink soft drinks by 3.3%, coffee by 20.7%, 6.5% high-salt foods. The education related to the symptoms, risk factors, treatment of hypertension and prevention of complications through printed and electronic media can prevent hypertension or other complications. Keywords: Blood pressure, gender, age, lifestyle
Pemanfaatan Ekstrak Khamir Phaffia rhodozyma Sebagai Sumber Karotenoid Pada Penghambatan Tirosinase Rahardhian, Muhammad Ryan Radix; Wulandari, Wulandari
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrak khamir Phaffia rhodozyma mengandung senyawa karotenoid berupa astaxhantin yang memiliki aktivitas sebagai penghambat tirosinase. Senyawa ini dapat menghambat tirosinase dalam mekanisme pembentukan melanin. Ekstrak khamir Phaffia rhodozyma diperoleh dengan cara menyari khamir dengan pelarut aseton dan dikeringkan menggunakan gas N2. Pengukuran aktivitas penghambatan tirosinase dilakukan dengan pengukuran dopakrom menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 480,5 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 hidrokuinon lebih besar dari sampel Ekstrak karotenoid khamir Phaffia rhodozyma, yang mana masing-masing kontrol positif hidrokuinon memiliki nilai IC50 sebasar 90,34 µg/ml dan IC50 Ekstrak karotenoid khamir Phaffia rhodozyma sebasar 113,85 µg/ml.
Pemanfaatan Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Sebagai Bahan Dasar Formula Pastagigi dan Daya Antibakteri Streptococcus mutans Masduqi, Ahmad Fuad; Anggoro, A. Barry
STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi MFI Vol. 12 No. 1
Publisher : STIFAR - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanaman yang tumbuh di Indonesia sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai tanaman obat yaitu belimbing wuluh ( Averhoa bilimbi L.). Ekstrak daun belimbing wuluh akan digunakan sebagai bahan dasar formula pastagigi dan diuji daya antibakterinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan ekstrak daun belimbing wuluh terhadap karakteristik fisik sediaan pastagigi. Selain itu, untuk mengetahui daya antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Farmasi STIFAR “Yayasan Pharmasi” Semarang. Analisis data menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dilanjutkan uji beda nyata pada taraf signifikasi 95%. Parameter yang diamati meliputi karakteristik fisik sediaan pastagigi (organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan viskositas) dan zona hambat antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan ekstrak daun belimbing wuluh berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan pastagigi. Semakin besar konsentrasi ekstrak daun belimbing wuluh maka warna pastagigi berbeda, daya lekat semakin lama, daya sebar semakin kecil dan nilai viskositas semakin besar. Sediaan pastagigi dari ekstrak daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi efektif 20%.   kata kunci: daun belimbing wuluh, pastagigi, antibakteri, Streptococcus mutans

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

0000