cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Teknik Mesin "TEKNOLOGI"
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
Analisis Perbedaan Kekerasan Baja Steel (St) 60 yang Didinginkan dengan Menggunakan Air dan Oli Setelah Proses Perlakuan Panas Anwar, Badaruddin
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 2 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlakuan panas yang umum digunakan pada baja adalah pengerasan (hardening) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar perbedaan nilai kekerasan baja St 60 yang didinginkan dengan air dan oli setelah proses perlakuan panas. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling sebanyak 10 potong. Sampel terlebih dahulu di panaskan dalam oven pemanas sekitar 8000C. Kemudian didinginkan dengan menggunakan air dan oli. Untuk mengetahui nilai kekerasan tersebut, sampel di uji dengan alat uji vickers. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan baja St 60 yang didinginkan dengan media pendingin air dan oli sebesar 2,790Kata kunci : Nilai Kekerasan Baja St 60
Analisis Keandalan pada Finish Mill PT. Semen Bosowa Maros sebagai Dasar Penentuan Interval Waktu Perawatan Suyuti, Muhammad Arsyad
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 2 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan pabrik merupakan hal yang sangat mahal dan merupakan suatu godaan yang kuat untuk menundanya sampai esok hari dan menghemat dana untuk hari ini. Tindakan perawatan terhadap suatu plant yang dilakukan hanya berdasarkan kondisi kerusakan mesin dan fasilitas di pabrik yang ditentukan oleh badan pembuat kebijakan dilingkungan pabrik. Jika tindakan ini dikombinasikan dengan manajemen perawatan yang terabaikan, maka hal ini akan memperpendek masa berguna (useful life) dari plant dan mugkin juga akan menambah biaya lainnya seperti biaya kerusakan (downtime cost) dan berbagai kerugian yang timbul akibat dampak yang mungkin ditimbulkan oleh kerusakan sistem. Perawatan fasilitas-fasilitas dalam sistem produksi merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menjamin kelancaran produksi. Selama ini PT. Semen Bosowa Maros melakukan perawatan berkala berdasarkan petunjuk dan manual-manual book setiap fasilitas yang digunakan dimana hanya menunjukkan hal-hal umum tanpa mempertimbangkan kondisi operasi aktual dilapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan strategi perawatan mesin pada unit Finish Mill berdasarkan analisis keandalan dengan mempertimbangkan target keandalan sistem. Data downtime dari masing-masing subsistem/komponen dikonversi menjadi data waktu antar kegagalan. Selanjutnya dilakukan pengujian distribusi data untuk mendapatkan distribusi yang paling sesuai. Berdasarkan parameter distribusi data yang diperoleh, maka fungsi keandalan masing-masing subsistem/komponen dapat ditentukan sehingga nilai keandalan masing-masing subsistem/komponen dan sistem secara keseluruhan untuk suatu periode waktu tertentu dapat dihitung. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kegagalan atau breakdown Unit Finish Mill selama bulan maret 2006 – maret 2008 penyebab utama adalah subsistem/komponen 561.BM1, 531.WF1, 531.BC6, 531.BC2, 531.BC1, 561.SR1 dan 531.BC3 sehingga alokasi keandalan difokuskan pada subsistem/komponen tersebut.Kata kunci : Perawatan, Keandalan, Downtime, Breakdown
Analisis Desain Pengisian Tangki Udara Bertekanan Dengan Sistem Injeksi Silinder Pneumatik Muhammad, Abdul Kadir
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus kendaraan  lalulintas yang memadati jalan raya saat ini adalah sebuah investasi energi yang dapat menghasilkan gaya-gaya dinamis apabila dihubungkan ke silinder pneumatic. Selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru berupa udara bertekanan tanpa harus menggunakan kompressor. Yang ingin dicapai dari mekanisme ini adalah bagaimana menghemat energi dengan cara menggantikan tenaga kompresor dengan tenaga dari laju kendaraan yang melintas. Dengan demikian maka tenaga listrik dan bahan bakar yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber tenaga oleh kompresor untuk menghisap udara atmosfir tidak diperlukan lagi. Silinder kerja pneumatik dimanfaatkan untuk menghisap udara luar yang kemudian ditekan ke dalam tabung (tangki) peyimpanan udara bertekanan. Sebuah pelat pijakan yang ditempatkan di atas permukaan jalan akan memberikan gaya ungkit terhadap torak silinder pneumatik. Tenaga yang diperlukan untuk menekan pelat pijakan tersebut berasal dari beban dinamis  kendaraan mobil yang melintasi jalan raya. Untuk mencegah terjadinya tekanan balik udara bertekanan dari dalam tangki dibutuhkan dua buah katup non balik yang terpasang seri dengan dua buah katup buang cepat. Udara bertekanan yang masuk ke dalam tangki diperlukan pendekatan teknik analisis data secara deskriptif menurut golongan atau jenis kendaraan yang melintasi jalan. Data-data tersebut selanjutnya diformulasikan ke dalam beberapa rumus untuk menghasilkan  data-data perhitungan. Dari hasil –hasil perhitungan tersebut kemudian dilakukan pembahasan untuk mengetahui karakteristik dari alat tersebut. Pertambahan tekanan P1 dan P2 masuk ke dalam tangki penampungan adalah berkisar antara 0,24 sampai 0,27 untuk gerakan torak maju dan antara 0,42 sampai 0,48 untuk gerakan torak mundur. Untuk memperoleh tekanan kerja 4 sampai 8 bar dari udara betekanan maka diperlukan paling sedikit frekuensi beban dinamis dari kendaraan mobil berkisar mulai 10 sampai 20 kali. Kata kunci: Laju kendaraan, gaya dinamis, silinder pneumatik,  udara bertekanan
Penggunaan Rotary Dryer Untuk Pengeringan Rumput Laut Yahya, Muhammad
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengering putar memiliki silinder yang dapat berputar 20 rpm, berdiameter 30 cm, dengan panjang 40 cm, menggunakan briket batubara sebagai bahan bakar sumber panas, dan digerakkan oleh sebuah motor lewat perantaraan pulley. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap perubahan kadar air rumput laut dengan menggunakan pengering putar.  Penelitian ini menggunakan alat pengering putar berbahan bakar briket batu bara dan bahan rumput laut Gracilaria sp. Rancangan penelitian menggunakan 3 kali perlakuan yaitu, suhu: 60 oC, 75oC, dan 90 oC,  variasi lama pengeringan:  1,5 jam, 2,5 jam, 5 jam, dan  7,5 jam. Hasil rumput laut kering dilakukan uji  kadar air. Hasil penelitian menunjukkkan (1)Terdapat pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap penurunan kadar air rumput laut dengan menggunakan pengering putar. (2) Untuk mencapai kadar air standar rumput laut Gracilaria sp hingga 25% diperlukan waktu sebagai berikut: (a)  suhu 60 oC diperlukan waktu pengeringan 3,59 jam, (b) suhu 75 oC diperlukan waktu pengeringan 3,18 jam,   (c) suhu 90 oC diperlukan waktu pengeringan 2,92 jam. (3) besarnya biaya pengeringan berbanding terbalik dengan lama waktu pengeringan, semakin cepat waktu pengeringan semakin mahal biaya yang diperlukan. Kata Kunci: Pengering putar, rumput laut, kadar air, lama pengeringan, suhu
Tinjauan Teoritis Aplikasi Energi Angin Dalam Upaya Penyediaan Energi Berdaya Saing dan Ramah Lingkungan ., Syahrul
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup berkembang pemanfaatannya saat ini. Sebab angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia secara melimpah di alam ini. Energi angin adalah energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global, sulphur dioksida dan nitrogen oksida (jenis gas yang menyebabkan hujan asam). Energi ini pun tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia. Selain ramah lingkungan, sumber energi ini juga selalu tersedia setiap waktu dan memiliki masa depan bisnis yang menguntungkan. Di samping itu turbin atau kincir angin memiliki pesona tersendiri dan menjadi atraksi wisata yang menarik, Kini sebagian besar negara maju di Eropa dan Amerika Serikat telah memanfaatkan sumber energi ini. Indonesia sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin. Bagi bangsa  Indonesia, potensi ini hendaknya mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, sebab Pembangkit Listrik Tenaga Angin adalah pembangkit listrik alternatif yang memanfaatkan energi angin, ramah lingkungan, hemat energi, anti polutan, dan sangat tepat untuk diaplikasikan di pedesaan. Kata kunci: Energi Angin, Berdaya Saing, Bebas Pencemaran
Rekayasa Mesin Produksi Sosis Ikan Terintegrasi Sistem Kontinu ., Zaimar
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar produk hasil perikanan yang dihasilkan masyarakat masih bernilai ekonomis rendah (40 % hasil tangkapan diolah secara tradisional) karena peralatan pengolahan yang digunakan sangat sederhana dengan kapasitas rendah serta produk yang dihasilkan kurang mengikuti selera konsumen. Oleh karena itu dibutuhkan pengembangan dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan pengolahan hasil perikanan untuk mengolah bahan baku ikan menjadi sosis ikan. Sosis ikan dibuat dari bahan baku daging lumat ikan (minced fish) merupakan produk makanan berbahan baku ikan yang telah dicampur bumbu penyedap maupun bahan lainnya menjadi satu adonan dan dicetak dalam bentuk silinder. Secara umum tujuan penelitian ini terdiri atas dua tahapan yaitu rekayasa mesin sosis ikan dan uji teknis. Hasil rancangan mesin sosis ikan diperoleh kapasitas kerja mesin sebesar 45,8 kg sosis per jam ( 3 kali lipat dari alat buatan lokal sebesar 15 kg/jam) dengan efisiensi kerja 78 %. Dengan mesin ini bahan olah diposes secara kontinu sehingga pengolahan lebih mudah dan efisien.Kata Kunci : Sosis, Ikan, Sistem Kontinu
Perbandingan Emisi Gas Buang Bahan Bakar Premium dan Pertamax Pada Kendaraan ., Saharuna
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian experimen yang bertujuan untuk mengetahui kadar emisi gas buang yang dihasilkan bahan bakar premium dan pertamax. Mesin Exhaust Gas Analysis “Tecnotes Type 488 Plus digunakan untuk mengambil data tentang emisi gas buang yang dihasilkan oleh kedua jenis bahan bakar tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar CO yang dihasilkan premium adalah sebesar 0,4983 % vol sedangkan CO yang dihasilkan Pertamax adalah sebesar 0,4100 % vol.  CO yang dihasilkan premium lebih tinggi 0.0793 % Vol dari pertamax. HC yang dihasilkan premium sebesar 372,50 ppm/vol, sedangkan HC yang dihasilkan pertamax sebesar 346.25 ppm/vol. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar HC yang dihasilkan pertamax lebih rendah 26.25 ppm/vol dibanding kadar HC yang dihasilkan premium. Kata Kunci: Emisi Gas Buang, Premium, Pertamax
Pengaruh Debit Aliran Air Terhadap Efektivitas Radiator ef 10,52 ., Amrullah
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia otomotif khususnya pada mesin motor bakar yang dikenal berbagai macam sistem yang bekerja. Sistem yang bekerja tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kemajuan dibidang otomotif secara prinsip merupakan implikasi dari adanya tuntutan pengguna otomotif itu sendiri. Berdasarkan pengaruh debit aliran air terhadap efektifitas radiator, maka diperoleh efektifitas terbaik e = 0,931 dengan debit Q = 0,388  m3/s, pada putaran n = 1900 rpm, efektifitas fin ef = 10,52 dan efesisensi finh =  0,697 % Kata kunci : Debit aliran air, efektifitas radiator
Analisis Debit Aliran Air Bersih Kampus II UNM Parangtambung Makassar Paloboran, Marthen
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 1 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air bersih  yang merupakan kebutuhan dasar hidup manusia keberadaannya kini semakin sulit didapatkan seiring dengan semakin berkembangnya peradaban manusia. Semakin terbatasnya cadangan sumber air bersih tidak saja disebabkan oleh meningkatnya populasi manusia akan tetapi kerusakan lingkungan  menjadi penyebab  utama rusaknya ekosistem dan keseimbangkan lingkungan sehingga berdampak pada terbatasnya produksi air tanah. Pelayanan air bersih  yang baik akan berdampak langsung pada perbaikan kualitas hidup manusia sehingga ketersediaannya tidak saja untuk jangka waktu tertentu tetapi diharapkan dapat berkelanjutan sampai batas peradaban manusia itu sendiri. Untuk menjamin kontinyuitas ketersediaan air bersih pada sebuah daerah pelayanan membutuhkan perencanaan yang baik sehingga diperlukan langkah-langkah teknis dalam menghitung jumlah kebutuhan air bersih daerah tersebut. Universitas Negeri Makassar sebagai salah satu lembaga layanan masyarakat di bidang pendidikan tinggi dan merupakan perguruan tinggi negeri terbesar dalam bidang ilmu kependidikan di Indonesia timur bertanggungjawab penuh untuk menyediakan layanan air bersih yang paripurna guna menunjang aktivitas di dalamnya dapat berjalan lancar, sehingga sasaran jangka panjang yang hendak diraih untuk menjadi world class university dapat dicapai. Kata kunci: Air Bersih, Air Tanah
Analisis Tegangan pada Percabangan Pipa dengan Menggunakan SAP 2000 V.14 Rukma, Ady
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 14, No 2 Okt (2011)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tegangan yang terjadi pada suatu jalur pipa dominan disebabkan oleh faktor rancangan jalur pipa itu sendiri. Terdapat banyak variasi jalur yang dapat dirancang untuk dapat digunakan menyalurkan fluida. Sesuai dengan permasalahan penelitian maka pada dasarnya penelitian ini bersifat eksperimen. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah ini adalah dengan metode analisis dengan melakukan pemodelan sistem perpipaan dan dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SAP 2000 v. 14 yang berbasis pada metode elemen hingga. Standar ukuran input yang dipakai pada model adalah satuan British dengan penjelasan sebagai berikut: input nomor nodal (from node to node) menggunakan angka input dimensi pipa menggunakan inchi ( In.) input panjang menggunakan inchi (In) orientasi pipa menggunakan sumbu x, y,dan z input material pipa menggunakan A105 dan A106B input kode standar menggunakan ASME B31.3 input temperatur menggunakan Fahrenheit (F) dan tekanan menggunakan pound /sq. inch (PSI). Dari hasil penganalisisan yang dilakukan dapat disimpulkan Tegangan pada cabang pipa merupakan titik kritis tegangan, dan terjadi pada nodal 180 yaitu sebesar 5756 psi/in2 dan Secara sistem perangkat lunak SAP 2000 V.14 dapat digunakan secara baik dan maksimal karena hasil yang didapat masih dalam batas standar yang digunakan.Kata kunci : Tegangan, Percabangan pipa, SAP 2000 v.14

Page 1 of 14 | Total Record : 135