cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi
ISSN : 23026383     EISSN : 25021648     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi & Aplikasi (JPPFA) is interested in comparative studies that lead to new insights and challenge of orthodox theories; that have potential for policy impact; and that apply to broad range of settings, including industrial democracies as well as low and middle income countries, countries in political transition and countries recovering from armed conflict and social unrest. JPPFA also considers papers that look at education and development through the policies and practices of official development assistance and commercial education trade. JPPFA engages these approaches to deepen the understanding of the relationship between education policy and development.
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia Amirin, Tatang M
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan utama penerapan pendekatan pendidikan multikultural di tingkat nasional hendaknya dititikberatkan pada pemahaman dan penghargaan peserta didik terhadap budayanya sendiri dan budaya orang lain, mencakup agama, berlandaskan semboyan bhinneka tunggal ika serta Pancasila. Untuk itu maka diperlukan adanya penataan ulang dan penguatan pendidikan kewarganegaraan (PKn), IPS, dan pendidikan agama dengan memasukkan muatan materi keanekaragaman nilai-budaya, didukung oleh penelitian sosiologis dan antropologis untuk pendidikan. Di tingkat daerah atau lokal, pendekatan pendidikan multikultural seyogyanya diterapkan secara kontekstual, dengan menggunakan “kearifan lokal” membangun pemahaman dan saling menghargai perbedaan nilai budaya dan asal-usul etnisitas dan atau suku bangsa sesuai dengan keadaan setempat. Penelitian mengenai perbedaan nilai budaya setempat seyogyanya dilakukan oleh para pejabat pendidikan setempat dan guru dan atau pengajar universitas untuk dapat digunakan secara bijak dalam pengembangan struktur dan kultur sekolah dan kegiatan belajar-mengajar dan bimbingan di dalamnya. Kata kunci: gerakan pendidikan multikultural; pendekatan pendidikan multikultural; ras; etnis; subetnis; kesetaraan jender; disabilitas; kultur dan subkultur di Indonesia; kearifan lokal; penelitian sosiologis-antropologis untuk pendidikan
Kapasitas Kultural Pemimpin Informal dalam Mewujudkan Masyarakat Harmonis Tohani, Entoh
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Pendidikan multikultural diselenggarakan sebagai upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang terbebas dari ketidakadilan atau disfungsi sosial. Keberhasilan pencapain tujuan pendidikan multukultural di masyarakat dipengaruhi oleh keberfungsian pemimpin informal. Pemimpin informal memiliki pengaruh dan posisi strategis dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis-humanis. Oleh karena itu, pemimpin informal perlu menjalankan berbagai pendekatan pendidikan multikultural secara optimal sebagai individu yang  paling berperan aktif dalam penyelenggaraan pendidikan mutlikultural di masyarakat. Fungsi pemimpin dimaksud tidak akan tercapai apabila kapasitas cultural pemimpin informal tidak dapat terwujud. Oleh karena itu, kapasitas cultural perlu dikembangkan melalui berbagai intervensi. Kata kunci: pendidikan multikultural, pemimpin informal, kapasitas cultural
Tranformasi Learning dalam Pendidikan Multikultural Keberagaman Maulani, Amin
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Pendidikan multikultural seharusnya bisa menjadi suatu proses transformasional, bukan sekedar proses toleransi. Artinya pendidikan multikultural bukan sekedar mengajar tentang kebudayaan yang berbeda-beda kebudayaan dari berbagai kelompok etnik dan keagamaan dan mendukung apresiasi, kenyamanan, toleransi tehadap budaya lain. Sebagai proses transformasional, pendidikan multikultural hadir sebagai proses melalui seluruh aspek pendidikan diuji dan dikritik serta dibangun kembali atas dasar ideal-ideal persamaan dan keadilan sosial; membantu perkembangan semua orang dari semua kebudayaan. Indonesia merupakan salah satu negara multikultural terbesar didunia yang menganut paham Bhineka Tunggal Ika. Kenyataan ini dapat dilihat dari sosio-kultural dan gegografisnya meliputi agama, ras, suku, budaya dan lainnya. Pendidikan multikultural menawarkan satu alternatif melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keragaman yang ada di masyarakat, seperti keragaman etnis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, kemampuan, umur, dll. Karena itulah yang terpenting dalam pendidikan multikultural adalah seorang pendidik tidak hanya dituntut untuk menguasai dan mampu secara profesional mengajarkan materi yang diajarkan. Lebih dari itu, seorang pendidik juga harus mampu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanisme, dan pluralisme atau menanamkan nilai-nilai keberagamaan. Pada akhirnya dapat dihasilkan output yang tidak hanya cakap sesuai dengan disiplin ilmunya, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan menghargai keberadaan pemeluk agama dan kepercayaan lain. Kata kunci: transformasi learning, pendidikan multikultural, keberagamaan
Tranformasi Pendidikan untuk Mengatasi Konflik Masyarakat dalam Perspektif Multikultural Unwanullah, Arif
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Globalisasimerupakan suatu rangkaian proses yang mengintegrasikan kehidupan global. Kaitan antara globalisasi dan pendidikan akan melahirkan suatu masyarakat baru yaitu masyarakat yang didasarkan pada“knowledge-based-society”. Untuk itu pendidikan sangat penting didalam mewujudkan masyarakat masa depan yang berdasarkan ilmu pengetahuan, karena melalui pendidikan proses transformasi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan terjadi. Transformasi Pendidikan dalam perspektif multikultural seyogyanya memfasilitasi proses belajar mengajar yang mengubah perspektif monokultural yang esensial, penuh prasangka, dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yang menghargai keragaman dan perbedaan, toleran, dan sikap terbuka. Transformasi pendidikan selayaknya juga mampu memberikan ide yang mencerdaskan, antara lain dengan cara mendesain materi, metode, hingga kurikulum yang mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya sikap saling toleran, menghormati perbedaan suku, agama, ras, etnis dan budaya masyarakat Indonesia yang multikultural. Kata kunci: transformasi pendidikan, konflik dan multikultural
Transformative Learning dalam Membangun Pesantren Berbasis Multikultural
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Semangat membangun pesantren berbasis multikultural, harus diawali dengan perubahan fundamental dalam proses belajar mengajar di pesantren, menuju ke arah transformative learning. Pendidikan pesantren  yang cenderung monolog  (kaku dan satu arah antara kiyai-santri), perlu digeser ke arah sistem  dan metode dialogis-kritis. Dari sistem “pengajian” dan mono-disipliner ke arah “pengkajian” serta bersifat interdisipliner studies.  Dengan harapan pesantren yang terkenal sebagai lembaga pendidikan yang selalu berdimensi metafisik ini, terbiasa dengan “perbedaan” dan responsive terhadap perkembangan zaman. Selain itu, pesantren perlu mempersiapkan kurikulum yang dapat menumbuhkan multikulturalisme serta mampu menggali sisi –sisi perdamaian dan toleransi. Tujuan transformative learning di pesantren berbasis multikultural tiada lain adalah  mempersiapkan generasi yang inklusif dan akomodatif terhadap keanekaragaman masyarakat, yang memiliki perbedaan agama, etnis dan kultur. Santri yang memiliki wawasan luas dan mampu melintas batas tradisi dan keagamaan serta memiliki kepedulaian terhadap peran agama dalam memecahkan problem sosial yang ada. Kata kunci: pesantren, multikultural dan  transformative teaching
Implementasi Pendidikan Multikulutral dalam Praksis Pendidikan di Indonesia Al Arifin, Akhmad Hidayatullah
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Pendidikan multikultural merupakan suatu pendekatan progresif untuk melakukan transformasi pendidikan yang secara holistik memberikan kritik dan menunjukkan kelemahan-kelemahan, kegagalan-kegagalan dan diskrimainasi di dunia pendidikan. Pendidikan multikultural sebagai instrumen rekayasa sosial mendorong sekolah supaya dapat berperan dalam menanamkan kesadaran dalam masyarakat multikultur dan mengembangkan sikap tenggang rasa dan toleran utuk mewujudkan kebutuhan serta kemampuan bekerjasama dengan segala perbedaan yang ada. Artikel berusaha menunjukkan bahwa praktek pendidikan multikultural di Indonesia dapat dilaksanakan secara fleksibel, tidak harus dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah atau monolitik. Pelaksanaan pendidikan multikultural didasarkan atas lima dimensi: (1) integrasi konten, (2) proses penyusunan pengetahuan, (3) mengurangi prasangka, (4) pedagogi setara, serta (5) budaya sekolah dan struktur sekolah yang memberdayakan.
Kepemimpinan Transformasional dalam Rekonstruksi Peran Agama di Indonesia Lesilolo, Herly Janet
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Indonesia dalam Orde Baru sangat kuat menekankan ideal-ideal sentralisasi, otoritarianisme dan birokratisme. Konteks ini mengakibatkan terjadinya kemerosotan peran agama. Satu sisi, praktek ketidakpedulian etik, ketidakpedulian moral dan ketidakpedulian sosial semakin melekat dengan perilaku manusia beragama. Disinilah letak peran penting pemimpin agama, untuk merekontsruksi peran agama, hingga peran agama menjadi suatu kebutuhan utuh bagi pemeluknya. Kepemimpinan transformasional, dengan ciri utama perubahan diri diharapkan dapat merekonstruksi peran agama di Indonesia dengan: Pertama, menginternalisasi hak, kesamaan dan kesetaraan dalam lingkung kehidupan beragama. Kedua, membumikan makna martabat manusia yang bernilai dalam berinteraksi dan berkomunikasi.  Ketiga, menerapkan apresiasi toleransi keragaman. Keempat, memobilisasi kolektif dengan adaftif sebagai upaya penghilangan diskriminasi, stereotipe dan prasangka, dan Kelima, membangun demokrasi dalam dialog, dengan keadilan, kedamaian, kebebasan dan humaniterisme.
Model Pembelajaran Matematika Berbasis Pendidikan Multikultural Danoebroto, Sri Wulandari
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Indonesia sebagai negara yang multikultur menghadapi persoalan internal berupa melemahnya semangat kebangsaan dan memudarnya nilai-nilai budaya daerah sehingga memicu konflik SARA, ketidakadilan hingga krisis jati diri. Pluralitas bangsa Indonesia disatu sisi memang merupakan kekuatan, namun disisi lain menjadi rentan konflik bila tidak ada kesepahaman, toleransi dan saling pengertian dalam menyikapi perbedaan. Pendidikan multikultural dipandang sangat strategis dalam upaya membangun kesadaran tersebut. Tahap awal yang perlu segera dilakukan adalah penyadaran melalui sosialisasi yang dapat dimulai pada level sekolah, untuk bisa saling mengenal dan memahami keanekaragaman budaya, sehingga menumbuhkan sikap saling menghargai identitas etnik yang sama maupun berbeda. Implementasi pendidikan multikultural di level sekolah tidak dilakukan secara terpisah melainkan terintegrasi dalam mata pelajaran, termasuk matematika. Model pembelajaran matematika berbasis pendidikan multikultural dikembangkan dari lima dimensi pendidikan multikultural James Banks yaitu integrasi budaya dalam konten matematika, konstruksi pengetahuan matematika melalui konteks dan pemahaman budaya, kesetaraan pedagogik, mengurangi prejudice dan memberdayakan kultur sekolah yang kondusif. Pembelajaran matematika berbasis pendidikan multikultural bertujuan untuk mengoptimalkan prestasi belajar matematika sekaligus menumbuhkan kesadaran, kesepahaman, toleransi, saling pengertian dan semangat kebangsaan individu siswa sebagai bagian dari masyarakat yang multikultur. Kata kunci: pembelajaran matematika, ethnomathematics, pendidikan multikultural
Pembelajaran Kooperatif dalam Pendidikan Multikultural Suparmi, Suparmi
Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi
Publisher : Journal Pembangunan Pendidikan Fondasi dan Aplikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Abstrak Pendidikan Multikultural diharapkan menyadarkan warga negara Indonesia bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beranekaragam. Sebagai upaya, pendidikan multikulural di dalam kurikulum terintegrasi atau menyatu dengan mata pelajaran lain. Penerapan pedidikan multikultural yang integratif dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif. Dasar pembentukan kelompok dalam pembelajaran kooperatif yang efisien dengan membentuk kelompok non permanen dengan perjanjian sesi atau pertemuan tatap muka. Pembiasaan dengan dasar pembentukan kelompok yang variatif dalam model pembelajaran kooperatif akan mengembangkan kesadaran bahwa hidup sekarang dan nanti bagi siswa adalah tidak ada masalah dalam penyesuaian. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, pendidikan multikultural, perjanjian sesi/pertemuan
Peran pendidikan agama Islam dalam membangun wawasan multikultural di SMK Negeri 4 Purworejo Muttaqin, Muhammad Ridho
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Vol 6, No 2 (2018): December
Publisher : Graduate School, Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.21831/jppfa.v6i2.22555

Abstract

Pendidikan Islam merupakan wadah untuk memberikan pemahaman keagamaan yang inklusif kepada masyarakat yang akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi pada terbentuknya masyarakat yang multikulturalisme dengan kehidupan yang harmonis. Pendidikan Islam yang dilakukan dengan benar tidak akan berbenturan dengan masyarakat walaupun dalam perbedaan karena perbedaan bukan sesuatu yang dipertentangkan tetapi dicarikan solusi untuk saling memahami. Agama tidak lagi hanya untuk kebaikan individu tetapi agama harus mampu mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Konsep pendidikan multikultural dalam Islam setidaknya menyangkut empat hal, yaitu: konsep kesamaan (as-sawiyah), konsep keadilan (al-‘adalah), konsep kebebasan atau kemerdekaan (al-hurriyah), dan konsep toleransi (tasamuh). Adanya konsep ini berfungsi sebagai transfer of values dan memberikan kontribusi dalam pembentukan peradaban yang Islami menuju masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Peran Pendidikan Agama Islam dalam membangun wawasan multikultural khususnya bagi taruna taruni di SMK Negeri 4 Purworejo dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: perencanaan, proses pembelajaran, evaluasi, dan pengembangan diri.Kata kunci: peran pendidikan agama islam, pendidikan multikultural THE ROLE OF ISLAMIC RELIGION EDUCATION IN BUILDING MULTICULTURAL INSIGHTS IN STATE 4 VOCATIONAL SCHOOL, PURWOREJOAbstractIslamic education is a forum to provide a religious understanding that is inclusive of the community which is ultimately expected to contribute to the formation of a multicultural society with a harmonious life. Islamic education that is carried out correctly will not clash with the community even though in differences because differences are not something that is contested but a solution is found to understand each other. Religion is no longer just for the good of the individual but religion must be able to realize grace for all nature. The concept of multicultural education in Islam involves at least four things, namely: the concept of equality (as-sawiyah), the concept of justice (al-‘is), the concept of freedom or al-hurriyah, and the concept of tolerance (tasamuh). The existence of this concept functions as a transfer of values and contributes to the formation of an Islamic civilization towards a society that is baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. The role of Islamic Education in building multicultural insight, especially for cadets at the SMK Negeri 4 Purworejo, is carried out through several stages, namely: planning, learning, evaluation, and self-development.Keywords: the role of Islamic religious education, multicultural education