cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Elektronika Telekomunikasi & Computer
ISSN : 18297021     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI SELULER GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION (GSM) Hasanah, Hasanah
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.932 KB)

Abstract

Global System For Mobile Communication (GSM) merupakan standar yang diterima secara global untuk komunikasi selular digital. GSM adalah nama group standarnisasi yang di mapankan pada tahun 1982 untuk menghasilkan standar telepon bergerak di Eropa, digunakan sebagai formula spesifikasi untuk system selular radio bergerak yang bekerja pada frekuensi 900 Mhz. Teknologi komunikasi selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal tahun 1980-an. Namun teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekuensi 1800 Mhz. Keuntungan dari sistem teknologi digital adalah mudahnya pensinyalan, interferensi yang lebih rendah, terintegrasinya transmisi dan switching, dan bertambahnya kemampuan untuk mencukupi permintaan kebutuhan kapasitas. Perangkat-perangkat telekomunikasi GSM kini telah tersebar luas di seluruh lapisan masyarakat, dominasinya belum mampu disaingi oleh perangkat CDMA meskipun CDMA terus mengalami peningkatan jumlah user. Teknologi GSM yang kita pakai saat ini menggunakan frekuensi 900MHz dengan daya jangkau 1,5 km sampai 2 km saja. Akan tetapi, daya jangkau itu dapat diperluas dengan menggunakan antena payung yang tinggi (umbrella). Dengan penggunaan antena payung, jarak jangkau GSM dapat mencapai 35 km.Kata kunci : Seluler, Standarnisasi, Pensinyalan, Interferensi, Switching, Transmisi
APLIKASI MULTISENSOR UNTUK MENGETAHUI KETINGGIAN AIR DALAM RANGKA EARLY WARNING SYSTEM (EWS) BENCANA BANJIR DAN TSUNAMI Todang, Ralin A.
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.188 KB)

Abstract

Selama ini pemantauan ketinggian air sungai yang dilakukan masih menggunakanalat-alat manual berupa skala ketinggian air yang diletakkan di pinggiran sungai/ jembatan.Mengingat akan pentingnya pemantauan terhadap ketinggian air sungai terutama padadaerah-daerah dengan tinggi daratan yang lebih rendah dari permukaan laut, untuk itudiperlukan sebuah instrumentasi yang dapat mendeteksi adanya banjir dan tsunami secaratanggap melalui pengembangan multisensor. Multisensor sangat efektif digunakan dalammendeteksi banjir dan tsunami. Banyaknya alternatif sensor yang digunakan menjadikansistem ini mempunyai daya deteksi yang valid. Multisensor terdiri atas sensor ultrasonik,sensor suhu, sensor flood allert, sensor flood, dan sensor ketinggian air menggunakanpelampung. Pemasangan multisensor sebaiknya memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.Kata Kunci : Multisensor, Early Warning System (EWS)
PENGARUH KETERSEDIAAN BANDWIDTH TERHADAP UNJUK KERJA VOIP (Voice Over Internet Protocol) Ponta, Tasri
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.886 KB)

Abstract

Protokol IP tidak memiliki pelaporan kesalahan (error reporting) dan mekanisme perbaikan kesalahan (error-correcting mechanism). Protokol IP juga tidak menyediakan mekanisme untuk host and management queries.Pada Penelitian ini dirancang suatu perangkat lunak yang dioperasikan untuk melakukan tugas pemantauan (monitoring) terhadap konektivitas antar perangkat komputer di dalam jaringan LAN. Perancangan perangkat lunak ini menggunakan metode pengecekan ICMP (Internet Control Message Protocol); dengan mengirimkan suatu pesan echo-request dari host asal, dan menerima responnya kembali berupa pesan echo-reply dari host tujuan yang dipantau. Perangkat lunak monitoring jaringan ini diharapkan dapat digunakan oleh seorang pemakai (user) dalam mendeteksi kondisi status beberapa link pada jaringan yang dipantaunya secara real-time, apakah status link yang sedang dipantaunya berada dalam kondisi ‘up’ (alive) ataukah sebaliknya (kondisi link ‘down’).Pesan-pesan echo-request dan echo-reply pada protokol ICMP didesain untuk mengidentifikasi adanya permasalahan di dalam jaringan. Gabungan dari echo-request dan echo-reply ini digunakan oleh seorang network manager atau seorang user untuk mengetahui apakah kedua sistem (pengirim dan penerima) dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnyaKata Kunci : IP, ICMP, Echo-request, echo-reply
WAKTU TUNDA VERSUS LOSS PADA MIRA DAN LMIR DALAM MENGHADAPI KONGESTI PADA JARINGAN MPLS Said, Muhammad
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.859 KB)

Abstract

Adanya peningkatan kebutuhan kapasitas internet mendorong setiap provider berusaha untuk memaksimalkan resource jaringan yang telah tersedia. Multi Protocol Label Switching (MPLS) memberikan unjuk kerja yang baik dalam hal pengiriman paket, karena MPLS memiliki mekanisme label switching yang mempercepat waktu forwarding paket menuju ke hop selanjutnya. Pemilihan routing yang tepat dapat mempengaruhi peningkatan kinerja MPLS. Minimum Interference Routing Algorithm (MIRA) dan Light Minimum Interference Routing (LMIR) adalah algoritma routing yang digunakan untuk menyeimbangkan penggunaan resource pada jaringan MPLS dengan cara mencari jalur alternatif dengan interferensi seminimal mungkin. Interferensi yang dimaksud disini adalah berkurangnya kapasitas maksimum dari suatu link akibat adanya Label Switched Path (LSP) yang menggunakan link tersebut. Algoritma MIRA bekerja dengan mencari nilai maximum flow, sedangkan LMIR bekerja dengan mencari lowest capacities.Penelitian ini mensimulasikan unjuk kerja MIRA dan LMIR dalam menghadapi kongesti pada jaringan MPLS. Adapun parameter yang diuji adalah waktu tunda dan loss serta hubungan antara loss dan waktu tunda untuk ukuran paket 128 hingga 262144 byte.Hasil simulasi menunjukkan bahwa algoritma LMIR mempunyai loss yang lebih kecil dibandingkan dengan algoritma MIRA. Meskipun demikian, waktu tunda algoritma MIRA lebih kecil daripada algoritma LMIR.Kata Kunci : Minimum Interference, Maximum Flow, Lowest Capacities
DESAIN SISTEM INFORMASI BIRO ADMINISTRASI AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN (BAAK) UNM VIA TELEPON Thaief, ilham
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.698 KB)

Abstract

Sebuah layanan informasi terletak pada kemudahan dalam pengaksesannya. Layanan informasi yang bisa diakses lewat pesawat telepon telah lama dikenal oleh masyarakat. Dialogic card yang berfungsi sebagai interface antara pesawat telepon DTMF dengan personal komputer dapat diaplikasikan untuk membuat layanan informasi yang bisa diakses lewat pesawat telepon. Simulasi kerja sistem terdiri dari PABX, pesawat telepon DTMF, serta Dialogic Card yang terpasang pada personal computer. Dialogic Card berisi informasi sedangkan pesawat telepon DTMF yang merupakan nomor extensi dari PABX berfungsi untuk menyuarakan informasi dalam digit suara. Hasil dari penelitian ini merupakan layanan informasi BAAK UNM yang bisa diakses lewat telepon. Pada aplikasi ini untuk wtring rata-rata delay sampai dengan off hook adalah sebesar 3.198 detik. Rekaman suara menggunakan Multi Trade Voice dengan format ADPCM 8Khz karena memiliki kualitas suara yang lebih jernih. Untuk akses database rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengakses satu informasi adalah sebesar 1.939 detik. Sistem informasi ini dapat diinterupsi tetapi membutuhkan waktu rata-rata 31.41 detik. Aplikasi ini juga dapat akses lewat 4 channel karena tidak menggunakan sistem hunting.Kata Kunci : Sistem Informasi, Akademik, Telepon.
TEKNOLOGI HOLOGRAFI UNTUK PEMBELAJARAN VIRTUAL PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Jaya, hendra; Taris, Lumu
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.595 KB)

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan saat ini sedang memasuki era yang ditandaidengan gencarnya inovasi teknologi, sehingga menuntut adanya penyesuaian sistempendidikan yang selaras dengan era teknologi canggih. Kompleksitas teknologimeringankan kemampuan siswa untuk memahami dan mengerti isi dan inti mata pelajaran.Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa lingkungan komputasi dan pengembangan aplikasi(dalam hal ini media virtual) merupakan alat pengajaran efektif yang mampu meningkatkankemampuan belajar siswa di SMKTeknologi Hologram 3D merupakan tampilan visual 3-dimensi yang terbentuk daricahaya, sebagai alat penyimpan, menjadi sebuah alat yang efektif bagi para guru di masadepan. Hologram 3D dapat mengatasi hambatan bagi siswa SMK dalam memahamipelajaran baik pembelajaran dikelas maupun pembelajaran praktek. Hologram 3D dengantampilan visual dapat menggantikan peralatan real untuk dijadikan sebagai bahan praktekdi SMK. Dan dimasa depan, Seorang guru akan tergantikan oleh sebuah teknologihologram.Kata Kunci : Holografi, Hologram, Virtual Learning
OPTIMALISASI ARSITEKTUR PROPAGASI BALIK PADA PELATIHAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LAPIS BANYAK idris, Maruf
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.019 KB)

Abstract

Algoritma umum metode propagasi balik dalam jaringan syaraf tiruan memiliki beberapa kelemahan iterasi mundur, karena itu dalam penelitian ini dilakukan perbaikan metode propagasi balik. Kelemahan tersebut bisa diperbaiki dengan memberikan parameter momentum (α) yang mengintegrasikan dirinya ke dalam persamaan umum sebagai learning term. Parameter momentum dan laju belajar pada bagian koreksi bobot diintegrasikan bersamaan. Persamaan hasil perbaikan adalah sebuah persamaan umum yang dijumlahkan dengan faktor koreksi bobot –η(1-α) Δwn + α Δwn – 1.Namun kecepatan iterasi dari persamaan perbaikan metode propagasi balik lebih tinggi minimal 50,6% dari pada persamaan hasil pengembangan terakhir (advanced propagasi balik) pada tingkat ralat 0,01.Hal ini disebabkan efisiensi perbaikan bobot yang sangat tinggi. Aktivasi bobot pada metode propagasi balik berbasis momentum term dan metode propagasi balik hasil perbaikan memberikan hasil yang tidak signifikan, karena kedua metode tersebut memiliki dasar perhitungan numerik yang sama.Kata Kunci : propagasi balik, ralat, konvergensi, kinerja, bobot
PAKET SOFTWARE UNTUK SIMULASI GERBANG LOGIKA DASAR Bunyamin, Bunyamin
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.433 KB)

Abstract

Object of the research is to create a software that can simulate work principle of the basic logic gate. Research using the analysis method of analyzing a number of requirements and design a simulation object model of object-oriented programs. The result of this study is a software package that can simulate work principle of the basic logic methodKey Words : software, basic logic gate, object oriented
MODEL SOFTWARE PENDIDIKAN DALAM FORMAT TUTORIAL PERSAMAAN LINIER DUA PEUBAH bunyamin, Bunyamin
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.332 KB)

Abstract

Object of the research is to create a education software in tutorial format that can solve linier equation system two variables. Research using the analysis method of analyzing a number of requirements and design a tutorial object model of object-oriented programs. The result of this study is a software package that can solve linier equation system two variables with use elimination, subtitution and determinan methods.Kata Kunci : Software, tutorial, linier Equation.
MONITORING LEVEL METER AIR PDAM Lolok, Agustinus
Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.988 KB)

Abstract

Proses pencatatan data pada water meter dimungkinkan terdapat kesulitan yang disebabkan letak water meter yang berada didalam rumah yang berpagar atupun karena hal kekurang praktisan dalam pengambilan data pada water meter secar manual. Oleh sebab itu, untuk memudahkan didalam pengambilan data, dirancang sebuah alat yang berfungsi mengambil data dari jarak tertentu. Alat ini dinamakan Receiver Water Meter Digital dengan Mikrokontroller AT89S51, yang mempunyai komponen inti berupa modul RLP 434A dan Mikrokontroller AT89S51. Komunikasi antara receiver dengan transmitter water meter digital, dilakukan dengan format transfer data lewat jalur frekwensi oleh sebuah modul RLP 434A dan TLP 434A, mempunyai jarak jangkauan 100 meter tanpa halangan dan 30 meter dengan halangan. Program yang mengendalikan antara mikrokontroller dengan moul RLP 434A didalam receiver water meter digital ditulis menggunakan bahasa Assembler. Untuk melakukan proses ini dilakukan proses penyetingan antara keluaran data yang dihasilkan oleh RLP434A, agar terjadi sinkronisasi antara keduanya. Didalam modul RLP 434A itu sendiri keluaran data yang dihasilkan sudah berupa data digital, tetapi masih belum terlihat oleh kita maka perlu diolah menggunakan mikrokontroller AT89S51 yang dilengkapi dengan LCD ( Liquid Crystal Display ) sebagai tampilan data, agar dapat terlihat seberapa besar data yang masuk dari Transmitter water meter digital yang ada dirumah pelanggan PDAM.Kata kunci : Monitoring, Meter Air

Page 1 of 3 | Total Record : 27