cover
Contact Name
Sahabuddin Dr., S.Pd., M.Pd.
Contact Email
sahabuddin@unm.ac.id
Phone
82190881339
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Wijaya KUsuma Raya No. 14 Kampus Banta-Bantaeng Telp. (0411)872602 Kode Pos 90222 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
COMPETITOR
ISSN : 26570737     EISSN : 20855389     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal COMPETITOR diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Makassar. Jurnal terbit tiga kali setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober berisi artikel-artikel ilmiah tentang pengajaran pendidikan jasmani dan olahraga, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun Asing. Artikel yang dimuat berupa analisis, kajian dan aplikasi teori, hasil penelitian dan pembahasan kepustakaan
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2011)" : 11 Documents clear
STUDI ANALISIS TINGGI BADAN DAN KOORDINASI MATA TANGAN DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING DALAM PERMAINAN BOLABASKET PADA SISWA SMP NEGERI 2 SINJAI Wahyu Jayadi, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lain (1) tinggi badan dengan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket, (2) Untuk mengetahui hubungan koordinasi mata tangan dengan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket, dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara tinggi badan dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Sinjai dengan jumlah sampel penelitian 60 orang siswa yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan tinggi badan dengan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket, terbukti nilai r0 = 0.645 (P < a0,05), (2) Ada hubungan yang signifikan koordinasi mata tangan dengan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket, terbukti nilai r0 = 0.686 (P < a0,05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan dan koordinasi mata tangan dengan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket, terbukti nilai R0 = 0.699 (P < a0,05). Dengan tinggi badan akan memudahkan jangkauan bola ke keranjang atau basket, sedangkan koordinasi mata tangan akan membantu memasukkan bola lebih maksimal. Oleh karena itu dengan dukungan dua unsur tersebut, maka hasil shooting di bawah basket akan lebih maksimal. Kata Kunci: Tinggi badan, Koordinasi Mata Tangan, Kemampuan Shooting Bolabasket ABSTRACT This study aims to determine the relationship between the other (1) with height in the game of basketball shooting skills, (2) To determine the relationship with the hand eye coordination in the game of basketball shooting skills, and (3) To determine the relationship between height and hand eye coordination with the shooting ability of basketball games. This study includes a descriptive type of research. The study population was all students of SMP Negeri 2 Sinjai a sample of the study 60 students chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There was a significant association with height in the game of basketball shooting skills, proven value r0 = 0,645 (P < a0.05), (2) There is a significant relationship coordination eyes with a hand in the game of basketball shooting skills, proven value r0 = 0,686 (P < a0.05), and (3) There is a significant relationship between height and hand eye coordination by shooting in the game of basketball ability, proved the value of R0 = 0,699 (P < a0.05). With a height range will allow the ball to the basket or the basket, while the hand eye coordination will help to put the ball over the maximum. Therefore, with the support of two elements, then the shooting under the basket will be maximal. Keywords: Height, Eye Hand Coordination, Ability Basketball Shooting
PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK BOX JUMP TERHADAP KEMAMPUAN SMASH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 PINRANG Sahabuddin, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pliometrik box jump terhadap kemampuan smash dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Negeri 1 Pinrang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Pinrang kelas X dengan jumlah sampel penelitian 30 orang yang dipilih secara random sampling, kemudian dilanjutkan pembagian kelompok dengan menggunakan machid ordinat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji-t dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan latihan pliometrik box jump terhadap kemampuan smash dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Negeri 1 Pinrang, terbukti nilai t0 = 25,909 > tt = 2,262 atau (P < α0,05); (2) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan pliometrik box jump dan kelompok kontrol dengan kemapmuan smash dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Negeri 1 Pinrang terbukti nilai t0 = 3,718 > tt = 2,101  atau (P < α0,05). Dan kelompok yang mendapatkan latihan pliometrik box jump yang lebih efektif dan efesien dalam meningkatkan kemampuan smash dalam permainan bolavoli dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kata Kunci: Latihan Pliometrik Box Jump, Kemampuan Smash Bolavoli ABSTRACT This study aims to determine the effect of exercise on the ability pliometrik box jump smash in the game of volleyball in high school students Pinrang State 1. This study includes the type of research experiments. The study population was all students SMA 1 Pinrang class X with a number of the study sample of 30 people chosen at random sampling, then continued division of the group by using machid ordinate. Data analysis technique used is the t-test analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) there is significant effect of exercise on the ability pliometrik box jump smash in the game of volleyball in high school students Pinrang State 1, proved the value of t0 = 25.909 > tt = 2.262 or (P < a0.05), (2) there are significant differences in effect between pliometrik box jump exercise and control groups with the ability to smash in the game of volleyball at a high school student Pinrang State proved the value of t0 = 3.718 > tt = 2.101 or (P < a0.05). And groups that get pliometrik box jump workout more effective and efficient in improving the ability to smash in a volley ball game compared to the control group. Keyword: Exercise Pliometrik Box Jump, Smash Volleyball Capability
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN SUDUT TAPAK KAKI DENGAN KECEPATAN LARI 50 METER MAHASISWA PRODI. PENJASKES FKIP UNMUL SAMARINDA Nurjamal, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lain (1) kekuatan otot tungkai dengan kecepatan lari 50 meter, (2) Untuk mengetahui hubungan sudut tapak kaki dengan kecepatan lari 50 meter, dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai dan sudut tapak kaki dengan kecepatan lari 50 meter. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FKIP Unmul Samarinda dengan jumlah sampel penelitian 40 orang siswa yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kekuatan otot tungkai dengan kecepatan lari 50 meter, terbukti nilai r0 = 0.839 (P < a0,05), (2) Ada hubungan yang signifikan sudut tapak kaki dengan kecepatan lari 50 meter, terbukti nilai r0 = 0.811 (P < a0,05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dan sudut tapak kaki dengan kecepatan lari 50 meter, terbukti nilai R0 = 0.851 (P < a0,05). Tungkai sebagai penggerak utama saat lari sprint. Sudut tapak kaki yang ideal, memungkinkan untuk memiliki kemampuan bertumpu lebih luas. Dengan demikian nampak bahwa sudut tapak kaki memegang peranan penting dengan dukungan unsur fisik kekuatan otot tungkai akan mendukung dan menunjang kecepatan lari 50 meter. Penggabungan dengan kedua komponen akan lebih efesien sebab sudut tapak kaki yang besar dengan dukungan komponen fisik kekuatan otot tungkai, akan menghasilkan kecepatan maksimal pada lari sprint. Pada hakekatnya peranan sudut tapak kaki terhadap kecepatan lari sprint yaitu pada saat awalan yang beralih kemampuan maksimal atlet yang berhubungan dengan dasar pijakan, sehingga penekanan berat badan tidak seluruhnya dibebankan oleh tungkai, tetapi setelah menuju ke telapak kaki dan ujung kaki maka penekanan terjadi hingga arcus pedis berperan sebagai pegas yang kuat untuk ke arah ke depan dengan cepat. Kata Kunci : Kekuatan Otot Tungkai, Sudut Tapak Kaki, Kecepatan Lari 50 Meter ABSTRAC This study aims to determine the relationship between the other (1) leg muscle strength with a running speed of 50 meters, (2) To determine the relationship angle with the foot speed to run 50 meters, and (3) To determine the relationship between muscle strength of leg and foot angle the running speed of 50 meters. This study includes a descriptive type of research. The study population was all students of Physical Education and Health Studies FKIP Unmul Samarinda with a sample of the study 40 students chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level  of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant relationship with the leg muscle running speed of 50 meters, proved the value of r0 = 0,839 (P < a0.05), (2) There is a significant point of footprints with the running speed of 50 meters, proved the value of r0 = 0811 (P < a0.05), and (3) There is a significant relationship between musclea strength of leg and foot angle to the running speed of 50 meters, proved the value of R0 = 0851 ( P < a0.05). Leg as the prime mover while running sprints. The ideal foot angle, allowing for a broader based ability. Thus it appears that foot angle plays an important role in support of the physical elements of the leg muscle strength will support and sustain the running speed of 50 meters. Merging the two components would be more efficient because a large angle footprints with the support of the physical components of the leg muscle strength, will produce the maximum speed in sprinting. In effect the role of sole point of sprint running speed is at maximum capacity switch prefix athletes associated with the foundation, so the emphasis is not entirely the weight imposed by the leg, but after heading to the soles of the feet and toes then suppression occurs until the arcus pedis act as a strong spring to the direction of forward quickly.Keyword : Leg Muscle Strength, Angle Tread Foot, 50 Meters Run Speed
PENGARUH LATIHAN PLIOMETRIK DAN LATIHAN ISOTONIK TERHADAP KEMAMPUAN SMASH KEDENG DALAM PERMAINAN SEPAKTAKRAW PADA SISWA SMP NEGERI 2 BANTAENG Nadwi Syam, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pliometrik dan latihan isotonik terhadap kemampuan smash kedeng dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 2 Bantaeng. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Bantaeng dengan jumlah sampel penelitian 20 orang siswa putra yang dipilih secara random sampling, kemudian dilanjutkan pembagian kelompok dengan menggunakan machid ordinat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis uji-t dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan latihan pliometrik terhadap kemampuan smash kedeng dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 2 Bantaeng, terbukti nilai t0 = 38,559 > tt = 2,262 atau (P < α0,05); (2) ada pengaruh yang signifikan latihan isotonik terhadap kemampuan smash kedeng dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 2 Bantaeng, terbukti nilai t0 = 27,468 > tt = 2,262 atau (P < α0,05); dan (3) ada perbedaan pengaruh yang signifikan latihan pliometrik dan latihan isotonik terhadap kemampuan smash kedeng dalam permainan sepaktakraw pada siswa SMP Negeri 2 Bantaeng, terbukti nilai t0 = 6,277 > tt = 2,101  atau (P < α0,05). Dan kelompok yang mendapatkan latihan pliometrik dengan bentuk knee tuck jump yang lebih efektif dan efesien dalam meningkatkan kemampuan smash kedeng dalam permainan sepaktakraw dibandingkan dengan kelompok latihan isotonik dalam bentuk half squat jump. Kata Kunci : Latihan Pliometrik, Latihan Isotonik, Smash Kedeng Sepaktakraw ABSTRACT This study aims to determine the effect of exercise against isotonic pliometrik and exercise ability in the game smash kedeng sepaktakraw to SMP Negeri 2 Bantaeng students. This study includes the type of research experiments. The study population was all students of SMP Negeri 2 Bantaeng a sample of 20 students study a chosen son of random sampling, then continued division of the group by using machid ordinate. Data analysis technique used is the t-test analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) there is significant effect on the ability of exercise pliometrik kedeng smash in the game sepaktakraw the students of SMP Negeri 2 Bantaeng, proved the value of t0 = 38.559 > tt = 2.262 or (P < a0.05), (2) there is significant effect on the ability of isotonic exercises kedeng smash in the game sepaktakraw the students of SMP Negeri 2 Bantaeng, proved the value of t0 = 27.468 > tt = 2.262 or (P < a0.05), and (3) there is a difference exercise significant influence pliometrik and isotonic exercises for skills in the game sepaktakraw kedeng smash the students of SMP Negeri 2 Bantaeng, proved the value of t0 = 6.277 > tt = 2.101 or (P < a0.05). And groups that get a workout pliometrik with knee tuck jump form a more effective and efficient in improving the ability of kedeng smash in the game sepaktakraw compared with isotonic exercise group in the form of half squat jump. Keywords: Exercise Pliometrik, Exercise Isotonic, Smash Kedeng Sepaktakraw
HUBUNGAN DAYA LEDAK LENGAN DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PUKULAN SMASH PADA PERMAINAN BULUTANGKIS SISWA SMA NEGERI 16 MAKASSAR Muhammad Ishak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lain(1) Untuk mengetahui hubungan daya ledak lengan dengan kemampuan pukulan smash pada permainan bulutangkis, (2) Untuk mengetahui hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan pukulan smash pada permainan bulutangkis, dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara daya ledak lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan pukulan smash pada permainan bulutangkis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 16 Makassar dengan jumlah sampel penelitian 40 orang siswa yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a 0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan daya ledak lengan dengan kemampuan pukulan smash pada permainan bulutangkis, terbukti nilai r0 = 0.839 (P < 0.05), (2) Ada hubungan yang signifikan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan pukulan smash pada permainan bulutangkis, terbukti nilai r0 = 0.811 (P < 0.05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara daya ledak lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan pukulan smash pada permainan bulutangkis, terbukti nilai R0 = 0.851 (P < 0.05). Dalam melakukan smash kemampuan otot lengan untuk berkontraksi dengan kuat dan cepat akan dapat membantu dalam penempatan bola disaat melakukan smash. Oleh karena itu, otot lengan perlu didukung dengan kondisi fisik daya ledak. Daya ledak lengan adalah kemampuan untuk melakukan suatu kontraksi pada tahanan dalam waktu yang singkat. Daya ledak yang dimaksudkan untuk mendukung teknik smash adalah daya ledak otot lengan. Dengan dukungan kekuatan otot lengan akan dapat membantu kerasnya pukulan shuttle cock (bola), sehingga pukulan yang dilakukan atau disaat melakukan smash lebih akurat dan keras serta cepat. Kelentukan pergelangan tangan berperan untuk memperluas gerak persendian dan gerakan elastis dari otot-otot pergelangan tangan, sehingga gerakan pukulan smash pada permainan bulutangkis nampak lebih luwes dan tidak kaku. kelentukan pergelangan tangan juga dimanfaatkan untuk me-nambah kekuatan atau daya pada lengan pada saat akan melakukan gerakan pukulan smash. Dimana kelentukan pergelangan tangan dapat mem-berikan gerakan tambahan secara cepat dan kuat. Kata Kunci : Daya Ledak Lengan, Kelentukan Pergelangan Tangan, Pukulan Smash Bulutangkis ABSTRACT This study aims to determine the relationship between the other (1) To determine the relationship explosive power arm with the ability to play badminton smash hit, (2) To determine the relationship wrist flexibility with the ability to play badminton smash hit, and (3) To determine the relationship between explosive power arm and wrist flexibility with the ability to play badminton smash hit. This study includes a descriptive type of research. This study population is around 16 Makassar State high school students with a sample of the study 40 students chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level  of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant relationship with the ability to arm explosive power punches in the sport of badminton smash, proved the value of r0 = 0839 (P < a0.05), (2) There is a significant relationship ankle flexibility hand with the smash hit ability on the game of badminton, proved the value of r0 = 0811 (P < a0.05), and (3) There is a significant relationship between explosive power arm and wrist flexibility with the ability to play badminton smash hit, proved the value of R0 = 0851 ( P < a0.05). The ability to smash the arm muscles to contract powerfully and quickly be able to assist in the placement of the ball when doing smash. Therefore, the muscles in your arms should be supported by the physical condition of explosive power. Explosive power arm is the ability to perform a contraction in custody in a short time. Explosive power is intended to support the smash technique is explosive power arm muscles. With the support arm muscle strength will be able to help hard hit shuttle cock (ball), so that blows that do or when to smash more accurate and harder and faster. Flexibility serves to extend the wrist joint motion and elastic motion of the wrist muscles, so that the movement in the game of badminton smash hit appears to be more flexible and not rigid. wrist flexibility is also used to add to the strength or power in the arm at the time of going to smash hit motion. The wrist where the flexibility can give additional movement quickly and strongly. Keywords: Arm Explosive Power, Flexibility Wrists, Badminton Smash Hit
KONTRIBUSI KESEIMBANGAN DAN DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN SEPAKSILA DALAM PERMAINAN SEPAKTAKRAW PADA SISWA SMP SEATAP BIDE BAJO KABUPATEN LUWU Misbahuddin Tahrim, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara lain (1) kontribusi keseimbangan terhadap kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw, (2) kontribusi daya tahan otot tungkai  terhadap kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw, dan (3) kontribusi keseimbangan dan daya tahan otot tungkai  terhadap kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Seatap Bide Bajo Kabupaten Luwu dengan jumlah sampel penelitian 60 orang siswa yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a 0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) kontribusi keseimbangan terhadap kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw sebesar 29,1%, (2) kontribusi daya tahan otot tungkai  terhadap kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw sebesar 73,4%, dan (3) kontribusi keseimbangan dan daya tahan otot tungkai  terhadap kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw sebesar 73,5%. Keseimbangan dan daya tahan otot tungkai merupakan faktor yang mendukung didalam me lakukan teknik kemampuan sepaksila dalam permainan sepaktakraw. Kondisi fisik keseimbangan bertujuan untuk membantu seorang pemain menjaga posisinya baik bergerak maupun diam dalam kondisi selalu stabil atau dapat mengontrol tubuhnya. Disaat melakukan sepaksila, pemain tentu selalu mengangkat salah satu kaki untuk melakukan sepakan disamping itu bahwa pemain akan selalu bergerak. Oleh karena itu keseimbangan badan sangat menunjang ke mampuan pemain melakukan teknik sepaksila dalam permainan sepaktakraw. Disamping itu bahwa daya tahan otot tungkai harus dimiliki setiap pemain sepaktakraw, sebab gerakan-gerakan sepaksila selalu hadir dalam sebuah pertandingan lebih-lebih pada saat latihan. Daya tahan otot tungkai berfungsi untuk membantu kondisi tungkai pemain untuk tidak terjadi kelelahan yang sangat berarti guna melakukan pergerakan yang lebih maksimal. Dengan demikian keseimbangan dan daya tahan otot tungkai sangat membantu dalam me lakukan sepaksila pada permainan sepaktakraw. Kata Kunci : Keseimbangan, Daya Tahan Otot Tungkai, Sepaksila dalam Permainan Sepaktakraw ABSTRACT This study aims to determine, among others (1) contribution to the balance in the game sepaktakraw sepaksila capabilities, (2) contribution to leg muscle endurance in the game sepaktakraw sepaksila capabilities, and (3) contributions of balance and limb muscle endurance in the game against the ability sepaksila sepaktakraw. This study includes a descriptive type of research. This study population is the entire junior high school students under the same roof Bide Bajo Luwu a sample of the study 60 students chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level  of 0.05.a Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) contribution to the balance in the game sepaktakraw sepaksila ability of 29.1%, (2) contribution to leg muscle endurance in the game sepaktakraw sepaksila ability of 73.4%, and (3) contributions of balance and limb muscle endurance in the game against sepaktakraw sepaksila ability of 73.5%. Balance and limb muscle endurance is a factor that supports me in doing engineering skills in the game sepaksila sepaktakraw. The physical condition of balance aims to help a player maintain his position in both mobile and stationary conditions are always stable or able to control her body. While doing sepaksila, the player would always lift one leg to kick in addition to that players will always move. Therefore, the balance of the body is very supportive to the players ability to perform in the game sepaktakraw sepaksila techniques. Besides, that the leg muscle endurance should be owned by every player sepaktakraw, because sepaksila movements are always present in a game more so during exercise. Leg muscle endurance functions to help condition players to leg fatigue is not the case that means a lot to make the movement more leverage. Thus the balance and leg muscle endurance is very helpful in doing sepaksila me on the game sepaktakraw. Keywords : Balance, Muscle Endurance Legs, Sepaksila in Sepaktakraw Games
HUBUNGAN ANTARA KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN DAN KESEIMBANGAN DENGAN KEMAMPUAN BERMAIN TENISMEJA PADA SISWA SMP NEGERI 3 MAKASSAR M. Shahib Saleh, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lain(1) Untuk mengetahui hubungan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan bermain tenismeja, (2) Untuk mengetahui hubungan keseimbangan dengan kemampuan bermain tenismeja, dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara kelentukan pergelangan tangan dan keseimbangan dengan kemampuan bermain tenismeja. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Makassar dengan jumlah sampel penelitian 60 orang siswa yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a 0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kelentukan pergelangan tangan dan kemampuan bermain tenismeja, terbukti nilai r0 = -0,597 (P < a0.05), (2) Ada hubungan yang signifikan keseimbangan dengan kemampuan bermain tenismeja, terbukti nilai r0 = 0,884 (P < a0.05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara kelentukan pergelangan tangan dan keseimbangan dengan kemampuan bermain tenismeja, terbukti nilai R0 = 0,921 (P < a0.05). Untuk itu kemampuan bermain tenismeja dapat ditentukan oleh tingkat kelentukan pergelangan tangan dan keseimbangan. Kata Kunci: Kelentukan Pergelangan Tangan, Keseimbangan, Bermain Tenismeja ABSTRACT This study aims to determine the relationship between the other (1) To determine the relationship wrist flexibility with the ability to play table tennis, (2) To determine the relationship of balance with the ability to play table tennis, and (3) To determine the relationship between wrist flexibility and balance with the ability to play table tennis. This study includes a descriptive type of research. The study population was all students of SMP Negeri 3 Makassar with a sample of the study 60 students chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level  of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant relationship wrist flexibility and ability to play table tennis, proved the value of r0 = -0.597 (P < a0.), (2) There was a significant correlation with the ability to balance table tennis, proved the value of r0 = 0.884 (P < a0.05), and (3) There is a significant relationship between wrist flexibility and balance with the ability to play table tennis, proved the value of R0 = 0.921 (P < a0.05). For the ability to play table tennis can be determined by the level of the wrist flexibility and balance. Keywords: Wrist Flexibility, Balance, Play Table Tennis
HUBUNGAN ANTARA DAYA LEDAK LENGAN, KELINCAHAN DAN KESEIMBANGAN DENGAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN FKIP UNMUL SAMARINDA Jance J. Sapulete, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lain: (1) hubungan daya ledak lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, (2) hubungan kelincahan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, (3) hubungan keseimbangan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, dan (4) hubungan antara daya ledak lengan, kelincahan dan keseimbangan terhadap kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FKIP UNMUL Samarinda S1 yang telah memperogramkan mata kuliah bolavoli dengan jumlah sampel penelitian 60 orang mahasiswa yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a 0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan daya ledak lengan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, terbukti r0 = 0,719 (P < α0,05), (2) Ada hubungan kelincahan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, terbukti r0 = -0,707 (P < α0,05), (3) Ada hubungan keseimbangan dengan kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, terbukti r0 = 0,677 (P < α0,05), dan (4) Ada hubungan antara daya ledak lengan, kelincahan dan keseimbangan terhadap kemampuan passing bawah dalam permainan bolavoli, terbukti R0 = 0,774 (P < α0,05) Hal ini dapat dijelaskan bahwa apabila mahasiswa didukung daya ledak lengan, kelincahan dan keseimbangan yang baik maka mahasiswa tersebut dapat melakukan passing bawah dalam permainan bolavoli dengan baik pula.   Kata Kunci: Daya Ledak Lengan, Kelincahan, Keseimbangan, Passing Bawah Bolavoli ABSTRACT This study aims to determine the relationship among other things: (1) with explosive power arm with the passing ability in the game of volleyball, (2) relationship with the agility of the passing ability in the game of volleyball, (3) the relationship of balance with the passing ability in the game volleyball, and (4) the relationship between arms explosive power, agility and balance to the passing ability in the game of volleyball. This study includes a descriptive type of research. The study population was all students of Physical Education and Health Studies FKIP UNMUL Samarinda memperogramkan S1 which has a volleyball course with a sample of the study 60 students chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a link arms with explosive power passing capability under the volleyball game, proved to r0 = 0.719 (P < a0.05), (2) There is a relationship with the agility of passing ability under the volleyball game, proved to be r0 = -0.707 (P < a0.05), (3) There is a balance with the passing ability in the game of volleyball, proved to be r0 = 0.677 (P < a0.05), and (4) there is a relationship between the arms explosive power, agility and balance to the passing ability in the game of volleyball, proven R0 = 0.774 (P < a0.05) this can be explained that if the student is supported arm explosive power, agility and balance are good then the student can do under the passing game of volleyball in well too. Keywords: Arm Explosive Power, Agility, Balance, Passing Down Volleyball
KONTRIBUSI LATIHAN SKJ 2008 TERHADAP TINGKAT KESEGARAN JASMANI PADA SISWI SD INPRES PERUMNAS ANTANG III MAKASSAR Ihcsani, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan pendidikan jasmani dan olahraga merupakan sebuah investasi jangka panjang dalam upaya pembinaan mutu sumber daya manusia Indonesia. Hasil yang diharapkan itu akan dicapai dalam masa yang cukup lama. Karena itu upaya pembinaan warga masyarakat dan peserta didik melalui pendidikan jasmani dan olahraga membutuhkan kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan sebagai upaya melaksanakan pendidikan jasmani dan olahraga di lembaga pendidikan formal agar dapat berkembang lebih pesat dan mampu menjadi landasan bagi pembinaan keolahragaan nasional. Proses pembentukan sikap dan pembangkitan motivasi harus dimulai pada usia dini. Oleh sebab itu pendidikan jasmani dan olahraga sudah harus dimulai sejak seseorang berada sekolah dasar. Senam kesegaran jasmani telah dilaksanakan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Namun manfaat melakukan latihan senam kesegaran jasmani bagi siswa belum dirasakan, karena mereka melakukannya bukan atas kesadaran diri sendiri, melainkan mereka merasa dipaksa dari gurunya, serta kurang disiplin pada siswa pada saat mengikuti latihan senam kesegaran jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi latihan SKJ 2008 terhadap tingkat kesegaran jasmani. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi SD Inpres Perumnas Antang III Makassar dengan jumlah sampel penelitian 30 orang yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 12.00 pada taraf signifikan 95% atau  a 0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: Ada kontribusi latihan SKJ 2008 terhadap tingkat kesegaran jasmani pada siswi SD Inpres Perumnas Antang III Makassar sebesar 34,8%. Kata Kunci : Latihan SKJ 2008, Tingkat Kesegaran Jasmani       ABSTRACT Implementation of physical education and sport is a long-term investment in the context of enhancing the quality of human resources in Indonesia. The expected results will be achieved in a period of time. Because of this construction effort of community members and students through physical education and sport requires patience, sincerity and sacrifice as an effort to implement the physical education and sport in formal educational institutions in order to grow more rapidly and could become the basis for the development of national sports. The process of attitude formation and the generation of motivation should begin at an early age. Therefore, physical education and sport should have started since the individual is primary. Physical fitness exercises have been implemented in schools throughout Indonesia. But the benefits of doing physical fitness exercises for the students have not felt, because they do not on their own self-awareness, but they were forced from their teachers, and lack of discipline in students during physical fitness training in gymnastics. This study aims to determine the contribution SKJ 2008 exercises for physical fitness level. This study includes a descriptive type of research. This study population is all elementary students Makassar Presidential Housing Antang III study with a sample of 30 people chosen at random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 12:00 on 95% or a significant level of a0.05. Starting from the results of data analysis, this study concludes that: There's contribution SKJ 2008 exercises on physical fitness level on the elementary school student Presidential Housing Antang III Makassar was 34.8%. Keywords : Exercise SKJ 2008, The Physical Freshness
STUDI ANALISIS PHYSICAL FITNES TRAINING TERHADAP HASIL PRESTASI ATLET KARATE PON XVII DI KALTIM TAHUN 2008 Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh physical fitness training aspek kekuatan terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim Tahun 2008, (2) untuk mengetahui pengaruh physical fitness training aspek daya tahan otot terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim Tahun 2008, dan (3) untuk mengetahui pengaruh physical fitness training aspek daya tahan umum terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim Tahun 2008. Dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Populasi yang digunakan adalah atlet PON XVII di Kaltim tahun 2008 dengan sampel atlet karate pada PON XVII di Kaltim 2008 sebanyak 16 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t pada taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ada pengaruh yang signifikan physical fitness training aspek kekuatan terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim tahun 2008, terbukti t0 = 4,875 > tt = 2,131, (2) Ada pengaruh yang signifikan physical fitness training aspek daya tahan otot terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim tahun 2008, terbukti t0 = 9,233 > tt = 2,131, dan (3) Ada pengaruh yang signifikan physical fitness training aspek daya tahan umum terhadap hasil prestasi atlet karate PON XVII di Kaltim tahun 2008, terbukti t0 = 3,738 > tt = 2,131. Secara keseluruhan hasil yang dicapai physical fitness training terhadap hasil prestasi atlet karate pada PON XVII di Kaltim tahun 2008 dari 16 orang atlet, medali emas diperoleh dari komite atas nama Ismail Aswar dan Hendro Salim  memiliki kategori baik sekali, di Katak Perorangan atas nama Faisal ZN kategori baik, dan Katak Beregu atas nama Aswar kategori baik sekali, Faisal ZN dan Fidel YS Lolobua memiliki kategori baik. Untuk medali perak diperoleh atas nama Wiwi Pertiwi kategori baik. Untuk medali perunggu diperoleh dari komite atas nama Ardjuna S. dan Arif Afandy, serta di Katak Beregu atas nama Ririn Krisna Sari, Sulhadra dan Tri Wulan Mei masing-masing berkategori baik. Untuk peringkat IV diperoleh dari Komite atas nama Sri Huriani, Irwan Rifai, Teguh Ganeswara dan Mulyadi Nur masing-masing berkategori baik. Dan satu atlet yang tidak berhasil lolos di babak penyisian atas nama Sulaeman berkategori baik. Dapat disimpulkan bahwa physical fitness training terhadap hasil prestasi atlet karate pada PON XVII di Kaltim tahun 2008 dikategorikan baik (13 : 81.3%). Dengan demikian secara keseluruhan physical fitness training yang terdiri dari aspek kekuatan, daya tahan otot, dan daya tahan umum sebagai bahan penelitian sangat mempengaruhi hasil prestasi yang dicapai pada atlet karate di PON XVII Kaltim tahun 2008. Namun demikian ketiga aspek yang diteliti ternyata aspek daya tahan otot yang sangat mendukung hasil prestasi yang dicapai atlet karate pada PON XVII di Kaltim tahun 2008. Akan tetapi ketiga komponen aspek physical fitness training tersebut hanya bagian kecil dari keberhasilan atlet karate dalam mencapai hasil prestasi Kata Kunci: Physical Fitness Training, Kekuatan, Daya Tahan, Olahraga Karate ABSTRACT This study aimed (1) to determine the effect of physical fitness strength training aspect of karate athletes achievements in East Kalimantan PON XVII of 2008, (2) to determine the effect of physical fitness aspects of endurance training on the achievements of karate athletes in East Kalimantan PON XVII of 2008 , and (3) to determine the effect of physical fitness training aspect of the general resistance against the achievements of karate athletes in East Kalimantan PON XVII of 2008. By using quasi-experimental methods. Population used is the athlete PON XVII in East Kalimantan in 2008 with a sample of karate athletes in East Kalimantan PON XVII in 2008 as many as 16 people. Data analysis technique used is the t-test at significant level 95%. The results showed that: (1) There were significant effects of physical fitness strength training aspect of karate athletes achievements PON XVII in East Kalimantan in 2008, proved t0 = 4.875> tt = 2.131, (2) There was a significant influence aspects of the physical fitness training resistant muscle of the achievements of karate athletes in East Kalimantan PON XVII in 2008, proved t0 = 9.233 > tt = 2.131, and (3) There is a significant influence of physical fitness training aspect of the general resistance to the achievement of karate athletes in East Kalimantan PON XVII of 2008, proved t0 = 3.738 > tt = 2.131. Overall physical fitness results achieved against the performance athlete training karate at PON XVII in East Kalimantan in 2008 from the 16 athletes, gold medal from the committee on behalf of Salim Ismail Aswar and Hendro have very good categories, in the name of Faisal Individual Frogs ZN category good, and on behalf of Team Frog Aswar excellent category, Faisal, and Fidel YS Lolobua ZN has either category. For the obtained silver medal on behalf of the Earth Wiwi either category. For the bronze medal from the committee on behalf of Ardjuna S. and Arif Afandy, as well as in the Frog Team on behalf of Krishna Ririn Sari, and Tri Wulan Mei Sulhadra each category either. To rank IV obtained from the Committee on behalf of Sri Huriani, Irwan Rifai, Teguh Ganeswara and Nur Mulyadi each category either. And an athlete who is not able to escape in the last category penyisian on behalf Sulaeman good. It is concluded that physical fitness training for karate athletes achievements in PON XVII in East Kalimantan in 2008 categorized both (13: 81.3%). Thus the overall physical fitness training which consists of aspects of strength, muscular endurance, and general durability as research material greatly affects the outcome of our achievements in karate athletes in East Kalimantan PON XVII 2008. Yet a third aspect of the study was that muscle endurance aspect strongly supports the achievement of karate athletes in PON XVII in East Kalimantan in 2008. However, the three components of physical fitness training aspect is only a small part of karate athletes success in achieving performance results Keywords : Physical Fitness Training, Strength, Endurance, Sport Karate

Page 1 of 2 | Total Record : 11