COMPETITOR
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal COMPETITOR diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Makassar. Jurnal terbit tiga kali setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober berisi artikel-artikel ilmiah tentang pengajaran pendidikan jasmani dan olahraga, baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun Asing. Artikel yang dimuat berupa analisis, kajian dan aplikasi teori, hasil penelitian dan pembahasan kepustakaan
Articles 119 Documents
HUBUNGAN KEKUATAN LENGAN DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN DENGAN KEMAMPUAN CHEST PASS DALAM PERMAINAN BOLABASKET PADA SISWA SMP NEGERI 2 KOTA PALOPO Wahyu Jayadi, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan chest pass dalam permainan bolabasket pada siswa SMA Negeri 2 Palopo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Agar lebih terarah pelaksanaan pengumpulan data penelitian, maka perlu diberi batasan atau defenisi operasional tiap variabel sebagai berikut: (1) Kekuatan lengan yang dimaksud adalah kemampuan dari lengan pemain untuk melakukan dorongan pada saat melakukan passing bawah dengan kontraksi maksimal. Kekuatan lengan diukur dengan tes push up, (2) Kelentukan pergelangan tangan yang dimaksud adalah kemampuan tangan untuk melakukan gerakan dengan amplitudo yang seluas-luasnya atau dalam ruang gerak sendi yang seluas-luasnya, yang ditentukan dengan kemampuan tangan melakukan gerakan fleksio dan ekstensio pada mistar busur, dan (3) Kemampuan chest pass dalam permainan bolabasket yang dimaksud adalah kemampuan seseorang dalam melakukan passing dada dengan dua tangan secara tepat guna dan efektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Palopo dengan jumlah sampel penelitian 60 orang siswa putra yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 12.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kekuatan lengan dengan kemampuan chest pass dalam permainan bolabasket, terbukti nilai r0 = 0.804 (P < a0,05); (2) Ada hubungan yang signifikan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan chest pass dalam permainan bolabasket, terbukti nilai r0 = 0.813 (P < a0,05); dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan lengan dan kelentukan pergelangan tangan dengan kemampuan chest pass dalam permainan bolabasket, terbukti nilai R0 = 0.863 (P < a0,05). Kata Kunci: Kekuatan Lengan, Kelentukan Pergelangan Tangan, Chest Pass Bolabasket ABSTRACT This study aims to determine the relationship arm strength and flexibility with the ability wrist chest pass in basketball game at the senior high school students 2 Palopo. This study includes a descriptive type of research. To be more focused implementation of the research data collection, it is necessary given the limitations or operational definitions of each variable as follows: (1) The power of the arms in question is the ability of players to make the drive arm at the time of passing below the maximum contraction. Arm strength was measured with a push-up test, (2) wrist flexibility is the ability to perform movements with the hands of the widest amplitude or in the joint space as possible, which is determined by the ability to perform hand movements and ekstensio fleksio at the bar arc, and (3) the ability of chest pass in basketball game in question is a person's ability to perform chest with two hands passing the appropriate and effective. The study population was all students SMA 2 Palopo a sample of 60 students study a chosen son of random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 12:00 on 95% or a significant level of a0,05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant strength of the arm with the ability chest pass in basketball game, proved the value of r0 = 0804 (P < a0,05), (2) There is a significant relationship wrist flexibility with the ability chest pass in basketball game, proved the value of r0 = 0813 (P < a0,05), and (3) There is a significant relationship between the strength of arm and wrist flexibility with the ability chest pass in basketball game, proved the value of R0 = 0863 (P < a0,05). Key Words: Arm Strength, Flexibility Wrist, Chest Pass Basketball
ANALISIS KEMAMPUAN BERGERAK DAN KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN PASSING ATAS DALAM PERMAINAN BOLAVOLI PADA SISWA SMA COKROAMINOTO TAMALANREA MAKASSAR Sahabuddin, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) kontribusi kemampuan bergerak terhadap keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar; (2) kontribusi koordinasi mata tangan terhadap keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar; dan (3) kontribusi kemampuan bergerak dan koordinasi mata tangan terhadap keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar dengan jumlah sampel penelitian 60 orang siswa putra yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 12.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasannya, maka dapat ditarik kesimpulan penelitian sebagai berikut: (1) Kontribusi kemampuan bergerak terhadap keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar sebesar 31,1%; (2) Kontribusi koordinasi mata tangan terhadap keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar sebesar 72,3%, dan (3) Kontribusi kemampuan bergerak dan koordinasi mata tangan terhadap keterampilan passing atas dalam permainan bolavoli pada siswa SMA Cokroaminoto Tamalanrea Makassar sebesar 72,4%. Kemampuan gerak dan koordinasi mata tangan dalam permainan bolavoli merupakan suatu derajat kemantapan untuk melakukan teknik dasar permainan bolavoli secara tepat guna dan efektif khususnya pada teknik passing atas. Kemampuan merupakan suatu kesanggupan dalam menggunakan pengetahuan seseorang secara efektif dan secara siap dalam pelaksanaan atau performance, dengan mencapai kemantapan dari suatu keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam permainan bolavoli kemampuan gerak sangat penting untuk diketahui atau dimiliki oleh setiap pemain. Artinya kemampuan merupakan tingkat kemantapan dari suatu keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan secara efesien dan efektif, sedangkan Koordinasi mata tangan adalah gerak yang terjadi dari informasi yang diintegrasikan ke dalam gerak anggota badan antara mata dengan tangan. Semua gerakan tangan harus dapat dikontrol dengan penglihatan dan harus tepat, sesuai dengan urutan yang direncanakan untuk melakukan passing atas dalam permainan bolavoli. Melakukan passing atas dalam permainan bolavoli, semua memerlukan sejumlah input yang dapat dilihat, kemudian input tadi diintegrasikan ke dalam gerak motorik sebagai output, agar hasilnya merupakan gerakan yang terkoordinasi secara luwes. Kata Kunci: Kemampuan Bergerak, Koordinasi Mata-Tangan, Passing Atas Bolavoli ABSTRACT The research objective was to determine: (1) contribution to the skills of passing the ability to move on in the game of volleyball in high school students Cokroaminoto Tamalanrea Makassar, (2) contribution to the hand eye coordination skills of passing on the game of volleyball in high school students Cokroaminoto Tamalanrea Makassar; and (3) contribution and the ability to move the hand to eye coordination skills of passing on the game of volleyball in high school students Cokroaminoto Tamalanrea Makassar. This study includes the type of quantitative research. The study population was all high school students Cokroaminoto Tamalanrea Makassar with a sample of 60 students study a chosen son of random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 12:00 on 95% or a significant level of a0,05. Based on the results of data analysis and discussion, the conclusions can be drawn as follows: (1) contribution to the ability to move towards passing on skills in the game of volleyball in high school students Cokroaminoto Tamalanrea Makassar was 31.1%, (2) Contribution of hand eye co-ordination of skills passing on the game of volleyball in high school students Cokroaminoto Makassar Tamalanrea of ​​72.3%, and (3) Contribution of motor skills and hand eye coordination to the passing on of skills in the game of volleyball in high school students Cokroaminoto Tamalanrea Makassar was 72.4%. Motor skills and hand eye coordination in this game is a degree of stability bolavoli to perform the basic techniques of the game bolavoli are appropriate and effective, especially in the passing techniques. The ability of a person's ability to use knowledge effectively and be ready in the execution or performance, by achieving stability of a success in achieving its objectives. In the game of volleyball motor skills are very important to know or owned by any player. This means that the ability of the steadiness of a success rate in achieving a goal efficiently and effectively, while the hand eye coordination is a motion that occur from the information that is integrated into the motion of the limbs between the eyes with his hands. All movements should be controlled by hand and have the right vision, in accordance with the planned sequence for passing on the game of volleyball. Doing passing on the volleyball game, all require a number of inputs that can be seen, then the input was integrated into the motor motion as output, so the result is a coordinated movement of the fluid. Keyword: Moving Ability, Hand-Eye Coordination, Passing Up Volleyball
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN TOGOK DEPAN DENGAN KEMAMPUAN ROLL KE DEPAN PADA SENAM LANTAI PADA MURID SD INPRES BERTINGKAT MAMAJANG II KOTA MAKASSAR Ricardo V. Latuheru, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot lengan dan kelentukan togok depan dengan kemampuan roll ke depan pada senam lantai. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Batasan atau defenisi operasional tiap variabel yang terlibat dapat diungkapkan sebagai berikut: (1) Kekuatan otot lengan yang dimaksud adalah kemampuan otot lengan untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot lengan diukur dengan menggunakan push up test, (2) Kelentukan togok depan yang dimaksud adalah kemampuan otot-otot togok depan untuk melakukan gerakan secara luwes, elastis serta ruang gerak sendi yang lebih luas atau kemampuan otot untuk terulur secara maksimal. Kelentukan diperoleh melalui tes kelentukan togok depan, dan (3) Kemampuan roll ke depan pada senam lantai yang dimaksud adalah kemampuan seseorang dalam tes roll ke depan pada senam lantai. Hasil tes ini akan dilihat hubungannya dengan kedua predictor, yakni kelentukan togok dan kekuatan otot lengan. Populasi penelitian adalah seluruh murid SD Inpres bertingkat Mamajang II Kota Makassar dengan jumlah sampel penelitian 40 orang murid putra yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 12.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kekuatan otot lengan dengan kemampuan roll ke depan pada senam lantai, terbukti nilai r0 = 0,750 (P < a0,05); (2) Ada hubungan yang signifikan kelentukan togok depan dan kemampuan roll ke depan pada senam lantai, terbukti nilai r0 = 0,767 (P < a0,05); dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan togok depan dengan kemampuan roll ke depan pada senam lantai, terbukti nilai R0 = 0,778 (P < a0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan togok depan dengan kemampuan roll ke depan pada senam lantai. Ini membuktikan bahwa Kemampuan atlet atau murid di saat melakukan gerakan roll ke depan adalah bagaimana gerakan tersebut dapat terangkai dengan indah dan tidak terjadi kesalahan yang fatal. Sebab gerakan roll ke depan yang dilakukan akan melibatkan kedua tangan pada saat menopang pada matras  dan pada saat kedua tangan merangkul lutus sehingga berakhir dalam keadan jongkok. Demikian juga halnya pada kelentukan togok, disaat gerakan posisi kepala di bawah tentunya pantat akan lebih diatas. Oleh karena itu dengan adanya kelentukan togok akan memperlihatkan gerakan sikap roll yang lebih baik. Kata Kunci: Kekuatan Otot Lengan, Kelentukan Togok Ke Depan, Roll Ke Depan pada Senam Lantai ABSTRACT This study aims to determine the relationship of muscle strength and flexibility togok arm forward with the ability to roll forward on the gymnastics floor. This study includes a descriptive type of research. Limitations or operational definitions of each of the variables involved can be expressed as follows: (1) arm muscle strength is the ability to arm muscle contractions in order to raise the voltage to a prisoner. Arm muscle strength was measured using a push-up test, (2) flexibility togok next question is the ability of muscles to perform movements togok front of a supple, elastic as well as space for the larger joints or muscles for extended capabilities to the fullest. Flexibility gained through the front togok flexibility tests, and (3) ability to roll forward on the gymnastics floor in question is a person's ability to test the next roll in the floor exercise. The results of this test would be to do with the two predictors, namely flexibility and muscle strength togok arm. The study population was stratified throughout the Presidential primary school students Makassar Mamajang II study with a sample of 40 students were randomly selected men's sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 12:00 on 95% or a significant level of a0,05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant relationship with the ability to arm muscle strength roll forward on the floor exercise, proved the value of r0 = 0.750 (P < a0,05), (2) There is a relationship significant flexibility and ability to roll forward togok forward on the floor exercise, proved the value of r0 = 0.767 (P < a0,05), and (3) There was a significant association between muscular strength and flexibility togok arm forward with the ability to roll forward the gymnastics floor, proved the value of R0 = 0.778 (P < a0,05). It can be concluded that no significant relationship between muscle strength and flexibility togok arm forward with the ability to roll forward on the gymnastics floor. This proves that the ability of the athlete or the student movement at the time of the next roll is how the movement can be strung with beautiful and not a fatal error occurs. For the roll motion is carried forward will involve both hands at the shore on the mat and at second hand, so end up embracing the objec lutus squat. Similarly, the flexibility togok, while the movement of the head down position would be much above the buttocks. Therefore, with the flexibility togok will show motion better roll attitude. Keywords: Arm Muscle Strength, Flexibility Togok Forward, Forward Roll in Gymnastics Floor
KORELASI ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KESEIMBANGAN DENGAN KEMAMPUAN HANDSTAND DALAM SENAM LANTAI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN FKIP UNMUL SAMARINDA Nurjamal, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) korelasi kekuatan otot lengan dengan kemampuan handstand dalam senam lantai, (2) korelasi keseimbangan dengan kemampuan handstand dalam senam lantai, dan (3) korelasi antara kekuatan otot lengan dan keseimbangan dengan kemampuan handstand dalam senam lantai. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FKIP UNMUL Samarinda dengan jumlah sampel penelitian 40 orang Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FKIP UNMUL Samarinda yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada korelasi yang signifikan kekuatan otot lengan dengan kemampuan handstand dalam senam lantai, terbukti nilai r0 = 0,558 (P < 0.05); (2) ada korelasi yang signifikan keseimbangan badan dengan kemampuan handstand dalam senam lantai, terbukti nilai r0 = 0,721 (P < 0.05); dan (3) ada korelasi yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan keseimbangan dengan kemampuan handstand dalam senam lantai, terbukti nilai R0 = 0,737 (P < 0.05). Gerakan handstand membutuhkan kekuatan otot lengan untuk menahan badan dan kedua kaki setelah diluruskan ke atas. Dari analisis gerakan handstand pada senam lantai, jelas dibutuhkan unsur fisik berperanan utama dalam gerakan handstand. Disamping itu dalam gerakan handstand keseimbangan badan ini sangat dibutuhkan. Pada saat mengangkat kedua kaki lurus ke atas membutuhkan keseimbangan statis, artinya secara beraturan dan berirama kedua kaki bergerak ke atas dengan lurus, barulah dilanjutkan dengan kedua tangan menahan badan pada saat kedua kaki lurus ke atas. Gerakan ini dapat saja kehilangan keseimbangan karena adanya gerakan mengangkat kedua kaki ke atas dalam keadaan lurus, apalagi bila gerakan tersebut dilakukan beberapa kali. Kata Kunci: Kekuatan Otot Lengan, Keseimbangan, handstand Senam Lantai ABSTRACT This study aimed to determine (1) the correlation of muscle strength with the ability to arm handstand in gymnastics floor, (2) correlation with the ability to balance a handstand in gymnastics floor, and (3) the correlation between muscle strength and balance with the ability to arm handstand in gymnastics floor. This research includes descriptive research. The population of this research is all Student Program Health and Safety Guidance and Counseling UNMUL Samarinda with sample number 40 people Student Program of Physical Education and Health FKIP UNMUL Samarinda randomly selected sampling. The data analysis technique used is the correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% significance level or  a0.05. Departing from the results of the data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant correlation with the ability of muscle strength arm handstand in gymnastics floor, proved the value of r0 = 0.558 (P < a0.05), (2) there is a significant correlation with body balance ability handstand in gymnastics floor, proved the value of r0 = 0.721 (P < a0.05), and (3) there was a significant correlation between muscle strength and balance with the ability to arm handstand in gymnastics floor, proved the value of R0 = 0.737 (P < a0.05). Movement arm handstand requires muscle strength to hold the body and both legs after straightened up. From the analysis of motion handstand on gymnastic floor, clearly needed physical element major role in the movement handstand. Besides, the movement balance handstand body is needed. At the time of lifting both legs straight up requires a static equilibrium, which means that regular and rhythmic moves both legs straight up, then followed it with both hands hold the body at the time of both legs straight up. This movement can be out of balance due to lifting both legs straight up in the state, especially when the movement is performed several times. Keywords: Arm Muscle Strength, Balance, Floor Gymnastics Handstand
ANALISIS KEKUATAN LENGAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN RENANG GAYA BEBAS PADA CABANG OLAHRAGA RENANG PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Nadwi Syam, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kontribusi kekuatan lengan dengan kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang, (2) kontribusi kekuatan otot tungkai dengan kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang, dan (3) kontribusi kekuatan lengan dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar dengan jumlah sampel penelitian 40 orang mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada kontribusi kekuatan lengan dengan kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, sebesar 36,7%; (2) ada kontribusi yang signifikan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, sebesar 45,5%; dan (3) ada kontribusi yang signifikan kekuatan lengan dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, sebesar 52,1%. Kekuatan lengan dan kekuatan otot tungkai merupakan faktor yang mendukung didalam melakukan teknik kemampuan renang gaya bebas pada cabang olahraga renang. Penggabungan dengan kedua unsur struktur tubuh antara bagian bawah dan atas akan lebih efesien sebab kekuatan lengan akan membantu dalam meraih atau menjangkau gerakan pergeseran badan ke depan sedangkan pada kekuatan otot tungkai memberikan gaya dorong dalam pencapaian hasil maksimal. Kata Kunci: Kekuatan Lengan, Kekuatan Otot Tungkai, Renang Gaya Bebas ABSTRACT This study aimed to determine (1) contribution of arm strength with the ability to freestyle on sports pools, (2) contribute to the ability of the leg muscle strength freestyle on sports pools, and (3) contribution of arm strength and leg muscle strength with freestyle skills on sports pools. This research includes descriptive research. The population of this study were all students of the Faculty of Sport Science State University of Makassar with a sample of 40 research students of Faculty of Sports Coaching Education Department of Sport Science State University of Makassar is selected by random sampling. The data analysis technique used is the correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% significance level or a 0.05. Departing from the results of the data analysis, the study concluded that: (1) There is a contribution of arm strength with the ability to freestyle in swimming sports Sport Science Faculty of the State University of Makassar, amounting to 36.7%, (2) there is a significant contribution to the power limb muscles with the ability to freestyle sports pool on Sport Science Faculty of the State University of Makassar, at 45.5%, and (3) there is a significant contribution of arm strength and leg muscle strength with the ability to freestyle in swimming sports on student Sport Science Faculty of the State University of Makassar, at 52.1%. Strength of arm and leg muscle strength is a factor in making technical support capabilities freestyle on sports pools. Merging with the second element of the structure of the body between the bottom and the top will be more efficient because of arm strength will help in achieving or reaching movements while shifting the body forward on the strength of leg muscles provide the thrust in achieving maximum results. Keywords: Power Arm, Leg Muscle Strength, Swim Freestyle
ANALISIS TINGGI BADAN DAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SMASH DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS SISWA SMP NEGERI 2 MAKASSAR Muhammad Ishak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan tinggi badan dengan kemampuan smash dalam permainan bulutangkis, (2) hubungan kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash dalam permainan bulutangkis, dan (3) hubungan antara tinggi badan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash dalam permainan bulutangkis. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Makassar dengan jumlah sampel penelitian 40 orang siswa putra yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan tinggi badan dengan kemampuan smash dalam permainan bulutangkis, terbukti nilai r0 = 0,770 (P < 0.05), (2) Ada hubungan yang signifikan kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash dalam permainan bulutangkis, terbukti nilai r0 = 0,721 (P < 0.05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara tinggi badan dan kekuatan otot lengan dengan kemampuan smash dalam permainan bulutangkis, terbukti nilai R0 = 0,845 (P < 0.05). Tinggi badan yang ideal dan kekuatan otot lengan akan berpengaruh terhadap kemampuan smash disamping itu merupakan faktor yang mendukung didalam melakukan teknik dasar smash dalam permainan bulutangkis. Tinggi badan yang ideal seorang pemain bulutangkis dapat berpengaruh terhadap kemampuan melakukan pergerakan uuntuk menjangkau gerakan bola yang ditempatkan lawan. Disamping itu didukung kemampuan otot lengan untuk melakukan pukulan seperti smash akan sangat membantu dalam penyelesaian dalam permainan bulutangkis. Dengan kekuatan otot lengan, smash akan lebih akurat dan tajam. Kata Kunci: Tinggi Badan, Kekuatan Otot Lengan, Smash Bulutangkis ABSTRACTThis study aimed to determine (1) the relationship of height with the ability to smash in badminton game, (2) the relationship of muscle strength in the arm with the ability to smash badminton game, and (3) the relationship between height and arm muscle strength with the ability to smash in the game of badminton . This research includes descriptive research. The study population was all students of SMP Negeri 2 Makassar with a sample of 40 students study a chosen son random sampling. The data analysis technique used is the correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% significance level or a0.05. Departing from the results of the data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant relationship of height with the ability to smash in badminton game, proved the value of r0 = 0.770 (P < 0.05), (2) There is a significant relationship with the arm muscle strength ability to smash in badminton game, proved the value of r0 = 0.721 (P < 0.05), and (3) There is a significant relationship between height and arm muscle strength with the ability to smash in badminton game, proved the value of R0 = 0.845 (P < 0.05). The ideal height and arm muscle strength will affect the ability to smash besides that is a factor that supports the basic techniques in the smash in badminton game. The ideal height of a badminton player can affect the ability to move the ball movement to reach ffor placed opponents. Besides, it supported the ability of the arm muscles to perform such a smash hit will greatly assist in the completion of the game of badminton. With the power of the arm muscles, smash will be more accurate and sharp. Keywords: Height, Arm Muscle Strength, Smash Badminton
STUDI ANALISIS KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA SISWA SMA NEGERI 1 MATTIRO SOMPE KABUPATEN PINRANG Herman H, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis atas bolavoli, (2) hubungan kelentukan pergelangan tangan terhadap kemampuan servis atas bolavoli, dan (3) hubungan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan terhadap kemampuan servis atas bolavoli. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang dengan jumlah sampel penelitian 40 orang siswa putra yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis atas bolavoli, terbukti nilai r0 = 0,836 (P < 0.05), (2) Ada hubungan yang signifikan kelentukan pergelangan tangan terhadap kemampuan servis atas bolavoli, terbukti nilai r0 = 0,733 (P < 0.05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan pergelangan tangan terhadap kemampuan servis atas bolavoli, terbukti nilai R0 = 0,853 (P < 0.05). Kemampuan servis atas adalah kecapakan dalam melakukan pukulan pertama dalam permainan bolavoli yang memerlukan gerakan yang akurat. Untuk itu dengan dua komponen fisik yang diteliti ternyata sangat dibutuhkan dalam melakukan pukulan servis atas bolavoli. Sebab pada dasarnya kemampuan dalam melakukan pukulan servis atas bolavoli membutuhkan kekuatan otot lengan untuk membantu melewati net atau jaring sedangkan pada kelentukan pergelangan tangan lebih mengarahkan bola ke sasaran yang dingingkan. Dengan demikian, apabila dapat dilakukan akan nampak bahwa gerakan pukulan yang dilakukan efesien. Gerakan servis atas dapat dicapai guna memperoleh nilai atau poin apabila pukulan tersebut kuat, terarah dan akurat. Oleh karena itu, pengembangan kemampuan untuk otot lengan dan pergelangan tangan yang ditunjang adanya kondisi fisik kekuatan dan kelentukan akan mencapai hasil pada saat melakukan servis atas dalam permainan bolavoli sebagaiman yang diharapkan. Kata Kunci: Kekuatan Otot Lengan, Kelentukan Pergelangan Tangan, Servis Atas BolavoliABSTRACT This study aimed to determine (1) the relationship of muscle strength of the arm of the ability of the volleyball serve, (2) relationships wrist flexibility to serve the volleyball skills, and (3) the relationship between muscle strength and flexibility wrist arm of the ability of the service volleyball. This research includes descriptive research. The study population was all students in Senior High School 1 Mattiro Sompe Pinrang with a sample of 40 students study a chosen son random sampling. The data analysis technique used is the correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% significance level or a0.05. Departing from the results of the data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant relationship to the ability of the arm muscle strength serve up volleyball, proved the value of r0 = 0.836 (P < a0.05), (2) There is a significant relationship wrist flexibility the ability to serve up volleyball, proved the value of r0 = 0.733 (P < a0.05), and (3) There is a significant relationship between muscle strength and flexibility wrist arm to serve the volleyball skills, proven value of R0 = 0.853 (P < a0.05 ). Above is kecapakan service capabilities in conducting the first punch in a volleyball game that requires precise movements. For those with two physical components under study was very necessary in the service hit a volleyball. For essentially the ability to hit a volleyball serve the needs arm muscle strength to help over the net or nets while more wrist flexibility to direct the ball into the goal dingingkan. Thus, if it can be done it would appear that the movement is done efficiently blow. Servicing the movement can be achieved in order to obtain the value or point where the blow strong, focused and accurate. Therefore, the development of the ability to arm and wrist muscles which supported the physical strength and flexibility will achieve results when serving as represented on the volleyball game was expected.Keywords: Arm Muscle Strength, Flexibility Wrists, Volleyball Top Services
HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN DAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA PADA SISWA SMA NEGERI 1 MATTIRO SOMPE KABUPATEN PINRANG Hasyim, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kecepatan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepakbola, (2) hubungan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepakbola, dan (3) hubungan antara kecepatan dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepakbola. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang dengan jumlah sampel penelitian 60 orang siswa putra yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dan regresi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 15.00 pada taraf signifikan 95% atau  a0,05. Bertolak dari hasil  analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Ada hubungan yang signifikan kecepatan dan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepakbola, terbukti nilai r0 = 0,590 (P < 0.05), (2) Ada hubungan yang signifikan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepakbola, terbukti nilai r0 = 0,737 (P < 0.05), dan (3) Ada hubungan yang signifikan antara kecepatan dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola dalam permainan sepakbola, terbukti nilai R0 = 0,749 (P < 0.05). Penguasaan bola bagi seorang pemain sangat dituntut agar hasil yang dicapai dapat maksimal. Oleh karena itu kecepatan lari dan kelincahan yang dimiliki seorang pemain akan membantu pergerakan-pergerakan yang akurat, tentunya kemampuan untuk melakukan teknik menggiring bola akan dapat dimiliki dengan baik. Teknik dasar menggiring bola tidak dapat tercapai dengan baik bila kemampuan akselarasi dalam melakukannya tanpa adanya dukungan kecepatan lari dan kelincahan. Untuk itu dalam melakukan teknik menggiring bola dalam permainan sepakbola, kelincahan adalah kemampuan bergerak dengan mengubah arah secara tiba-tiba, kecepatan membantu mengantisiapsi bola untuk dapat diambil secepat mungkin. Kata Kunci : Kecepatan, Kelincahan, Menggiring Bola dalam Permainan Sepakbola ABSTRACT This study aims to determine (1) connection speed with the ability to dribble the football game, (2) the relationship agility with the ability to dribble the football game, and (3) the relationship between speed and agility with the ability to dribble the football game. This study includes a descriptive type of research. The study population was all students SMA 1 Mattiro Sompe Pinrang District with a sample of 60 students study a chosen son of random sampling. Data analysis techniques used were correlation and regression analysis techniques using SPSS system version 15:00 on 95% or a significant level of a0.05. Starting from the results of data analysis, the study concluded that: (1) There is a significant speed and dribbling abilities in the game of football, proved the value of r0 = 0.590 (P < a0.05), (2) There is a significant relationship with the agility herding ability soccer ball in the game, proved the value of r0 = 0.737 (P < a0.05), and (3) There is a significant relationship between speed and agility with the ability to dribble the football game, proved the value of R0 = 0.749 (P < a0.05). Control of the ball for a player is required in order to achieve maximum results. Therefore, the running speed and agility by a player will help movements are accurate, of course, the ability to do the dribbling techniques will be owned by both. Basic techniques of dribbling can not be achieved properly if the ability to accelerate in doing so without the support of running speed and agility. For that the dribbling techniques in the game of football, the agility is the ability to move with the changing direction suddenly, the speed of the ball to help mengantisiapsi can be taken as soon as possible. Keywords : Speed​​, Agility, Dribbling in Football Games
PERBANDINGAN KUANTITAS KINERJA ORGANISASI ANTARA PENGURUS PROVINSI PELTI, PTMSI DAN PBSI DI SULAWESI SELATAN H. Ad’dien, .; M. Asri B, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem dan jalur pembinaan olahraga prestasi yang ada pada saat ini, maka orientasi pembinaan olahraga secara mendasar, sistematis, efisien dan terpadu serta mengarah kepada satu tujuan yang sama. Oleh karena itu, salah satu pengembangan dalam pembinaan prestasi cabang olahraga di Sulawesi Selatan yaitu adanya konsep dan strategi yang tepat, mendasar, terpadu dan berkesinambungan melalui pembenahan manajemen olahraga di Sulawesi Selatan tentang kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) perbedaan kuantitas kinerja organisasi antara pengurus provinsi PELTI dan PTMSI di Sulawesi Selatan; (2) perbedaan kuantitas kinerja organisasi antara pengurus provinsi PELTI dan PBSI di Sulawesi Selatan; (3) perbedaan kuantitas kinerja organisasi antara pengurus provinsi PTMSI dan PBSI di Sulawesi Selatan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Populasinya adalah seluruh Pengurus PengProv. PELTI, PTMSI dan PBSI di Sulawesi Selatan dengan sampel berjumlah 20 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t pada taraf signifikan 95% atau a0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa; (1) Ada perbedaan yang signifikan kuantitas kinerja antara pengurus provinsi PELTI dan PTMSI di Sulawesi Selatan, terbukti t0 = 5,205 > tt = 2,093 atau P < a0,05 , (2) Ada perbedaan yang signifikan kuantitas kinerja antara pengurus provinsi PELTI dan PBSI di Sulawesi Selatan, terbukti t0 = 4,051 > tt = 2,093 atau P < a0,05, dan (3) Ada perbedaan yang signifikan kuantitas kinerja antara pengurus provinsi PTMSI dan PBSI di Sulawesi Selatan, terbukti t0 = 9,992 > tt = 2,093 atau P < a0,05. Kata Kunci: Kuantitas Kinerja Organisasi, Pengurus Provinsi PELTI, PTMSI, PBSI ABSTRACT Pathway system and achievement of existing sports coaching at the moment, the fundamental orientation of sports coaching, systematic, efficient and integrated as well as lead to a common purpose. Therefore, one of the achievements in fostering the development of sport in South Sulawesi that is the proper concepts and strategies, basic, integrated and sustainable management through the improvement of sport in South Sulawesi on organizational performance. This study aims to determine: (1) the difference between the quantity of organizational performance and PTMSI PELTI provincial officials in South Sulawesi, (2) the difference between the quantity of organizational performance and PBSI officials PELTI province in South Sulawesi, (3) the quantity difference between the caretaker provincial organizational performance PTMSI and PBSI in South Sulawesi. This study is a type of quantitative research. Population is the entire Board Pengprov. PELTI, PTMSI and PBSI in South Sulawesi with a sample of 20 people by using random sampling techniques. Data analysis technique used is the t-test at significant level 95% or a0.05. Based on these results we can conclude that: (1) There are significant differences between performance quantity and PTMSI PELTI provincial officials in South Sulawesi, proved t0 = 5.205> tt = 2.093 or P < a0.05, (2) There is a significant quantity performance between provincial officials and PBSI PELTI in South Sulawesi, proved t0 = 4.051> tt = 2.093 or P < a0.05, and (3) There are significant differences in performance between the quantity of the provincial board PTMSI and PBSI in South Sulawesi, proved t0 = 9.992> tt = 2.093 or P < a0.05. Key Words: Quantity of Organizational Performance, Management PELTI Province, PTMSI, PBSI
PENGARUH LATIHAN HURDLE JUMP DAN LATIHAN KNEE TUCK JUMP TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK TUNGKAI PADA MAHASISWA FIK UNM MAKASSAR Abraham Razak, .
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 3, No 3 (2011)
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen lapangan yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan hurdle jump dan latuihan knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar. Populasi dan sample adalah mahasiswa FIK UNM Makassar Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga berjumlah 20 orang. Teknik analisis data adalah uji-t pada taraf signifikan 95%. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan  bahwa: (1) Ada  pengaruh yang signifikan latihan hurdle jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar (tobservasi = 14,993  > ttabel = 1,833). Ada pengaruh yang signifikan latihan knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar (tobservasi = 8,913 > ttabel = 1,833). Dan ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan hurdle jump dan latihan knee tuck jump terhadap peningkatan daya ledak tungkai pada mahasiswa FIK UNM Makassar (tobservasi =  4,707   >   ttabel = 2,086). Prediksi yang dapat dikemukakan bahwa kedua bentuk latihan ini memberikan pengaruh atau peningkatan yang positif terhadap peningkatan daya ledak tungkai, namun bila dibandingkan dengan melihat hasil yang diperoleh pada rata-rata tes akhir serta pengujian statistik uji-t tidak berpasangan, maka latihan hurdle jump lebih produktif dan efesien. Sebab didalam melakukan latihan ini lebih mengarahkan pada daya ledak tungkai yang maksimal, sebab pada pelaksanaannya dalam latihan hurdle jump memiliki target lompatan yang bervariasi yang dilompati sehingga dilaksanakan dengan merata dibandingkan dengan latihan knee tuck jump dengan melompat tanpa ada beban dari luar, sehingga kontraksi dan fungsi otot lebih besar bagi mereka yang dilatih hurdle jump serta kemampuan otot tungkai lebih cepat mendapat rangsangan dan mengotomatisasikan gerakan dalam melakukan tumpuan atau tolakan pada saat melakukan lompatan ke arah vertikal dengan baik. Dengan demikian hasil penelitian ini disarankan (1) Hendaknya latihan knee tuck jump dan latihan hurdle jump dapat dijadikan sebagai indikator dari beberapa bentuk latihan untuk meningkatkan peningkatan daya ledak tungkai, (2) Kepada para pelatih dan pembina olahraga, khususnya untuk atlet atau pemain tingkat pemula, agar dapat dijadikan bahagian dari isi program latihan yang dirancang, dan (3) Diharapkan adanya penelitian  lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dalam penelitian yang relevan, agar hasil yang dicapai dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai disiplin ilmu keolahragaan,  khususnya dalam menentukan bentuk-bentuk latihan yang sesuai dengan tuntutan dan pola gerak dalam cabang olahraga setiap permainan. Kata Kunci: Hurdle Jump, Knee Tuck Jump, Daya Ledak TungkaiABSTRACT This research field is experimental research that aims to determine the effects difference between the exercise hurdle latuihan knee tuck jump and jump to the increase explosive power leg on FIK UNM college student Makassar. Student population and the sample is FIK Makassar UNM Department of Education Sports coaching amounted to 20 people. Techniques of data analysis is the t-test at significant level 95%. Analytical results obtained indicate that: (1) There were significant effects of increasing exercise hurdle jump explosive power leg on FIK UNM college student Makassar (tobservation = 14.993 > ttable = 1.833). (2) There is a significant influence knee tuck jump exercise to increase explosive power leg on FIK UNM college student Makassar (tobservation = 8.913 > ttable = 1.833). (3) And there are significant differences in effect between exercise and the exercise hurdle jump knee tuck jump to an increase in explosive power leg on FIK UNM college student Makassar (tobservation = 4.707 > ttable = 2.086). Predictions that can be argued that both forms of exercise provide a positive influence or a enhancement to increase explosive leg power, but when compared to seeing the results obtained in the final test average as well as the statistical test of unpaired t-test, then jump hurdle exercise more productive and efficiently. For in doing this exercise is more directed at the maximum explosive power leg, because the implementation in practice has a target jump hurdle jump jump so varied that performed equally compared with exercise knee tuck jump with a jump with no load from the outside, so that the contraction and function muscle was greater for those who are trained hurdle jump and the ability to more quickly get a leg muscle stimulation and automate the movement of the pedestal or repulsion do when making the leap to the vertical direction as well. Thus the results of this study suggested (1) should exercise knee tuck jump hurdle jump and exercise can be used as an indicator of some form of exercise to improve leg explosive power improvement, (2) To the coaches and sports coaches, especially for athletes or novice level players , that can be used as a portion of the contents of the training program was designed, and (3) It is hoped further research with larger samples in relevant research, so that the results achieved in this study can be used as a sports discipline, especially in determining the shape form in accordance with the demands of exercise and movement patterns in the sport every game. Keywords : Hurdle Jump, Knee Tuck Jump, Leg Explosive Power

Page 1 of 12 | Total Record : 119