cover
Filter by Year
C H E M I C A
Memuat informasi ilmiah bidang kimia dan pendidikan kimia berupa hasil penelitian, telaah pustaka, opini, makalah teknis, dan kajian buku
Articles
203
Articles
Pengaruh Permainan Ular Tangga dalam Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Masamba (Studi pada Materi Pokok Struktur Atom dan Tabel Periodik Unsur)

Anggraeni, Virna ( Universitas Negeri Makassar ) , Muharram, Muharram ( Universitas Negeri Makassar ) , Alimin, Alimin ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.14 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian quasy experiment yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan ular tangga dalam  model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap motivasi dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 1 Masamba (materi pokok struktur atom dan tabel periodik unsur). Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design.. Sampel yang terpilih kelas X MIA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 5 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing 42 orang dan 43 orang. Kelas eksperimen diajar dengan permainan ular tangga dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT sedangkan kelas kontrol diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar dan pengisian angket motivasi kepada siswa. Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji nonparametrik dengan menggunakan uji mann-withney menghasilkan Zhitung  Ztabel =4,426  > 1,64 untuk motivasi belajar sedangkan hasil belajar menghasilkan Zhitung  Ztabel = 1,661 > 1,64 sehingga disimpulkan permainan ular tangga dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri 1 Masamba.Kata Kunci:  Ular Tangga, TGT, Motivasi, Hasil belajar  ABSTRACTThis study is a quasi experimental study that aims to determine the effect of snakes and ladders game in cooperative learning model type TGT to motivation and learning outcomes of students class X SMA Negeri 1 Masamba (atomic structure and periodic table of elements subject matter).  Research desain is pretest-posttest control group design. Samples were selected class X MIA 4 as an experimental class and class X MIA 5 as class control the number of students are 42 and 43 peoples. Experimental class taught by a game of snakes and ladders in cooperative learning model TGT and the control class was taught just by cooperative learning model TGT. Data collection techniques provide the achievment test and learning questionnaires to measure students motivation. The results of pre-requisite test of inferential statistical analysis shown the data were not normally distributed and not homogeneous. So, hypothesis testing is done by using a nonparametric test Mann-Whitney shown Zhitung> Ztabel = 4,426> 1,64 for the learning motivation to and learning outcomes shown Zhitung> Ztabel = 1,661> 1,64. It concluded  the game of snakes and ladders in cooperative learning model TGT positive effect on motivation and learning outcomes of students class X SMA Negeri 1 Masamba.Keywords: Snakes Ladders, TGT, Motivation, Learning Outcomes

Penggunaan Media iMindMap7 pada Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD (Studi tentang Hasil Belajar Siswa Kelas XI-IPA 1 MAN 2 Model Makassar pada Materi Pokok Laju Reaksi)

Syam, Mutmainnah ( Universitas Negeri Makassar ) , Djangi, Muhammad Jasri ( Universitas Negeri Makassar ) , Danial, Muhammad ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.714 KB)

Abstract

ABSTRAK          Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 di MAN 2 Model Makassar yang dibelajarkan melalui penggunaan media iMindMap pada model pembelajaran koopertaif tipe STAD. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media iMindMap pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar dengan aktivitas siswa pada materi pokok laju reaksi. Subjek penelitan adalah kelas IX IPA 1 yang berjumlah 30 siswa. Desain Penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan data hasil penelitian dilakukan dengan lembar observasi dan pemberian Tes Hasil Belajar (THB) sebanyak 20 nomor yang telah divalidasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan N-gain. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata hasil belajar siswa sebelum dibelajarkan dengan menggunakan media pembelajaran iMindMap pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 35,66 dengan standar deviasi sebesar 8,78 dan setelah dibelajarkan dengan menggunakan media pembelajaran iMindMap pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah 78,33 dengan standar deviasi 8,23. Berdasarkan hasil analisis N-Gain diperoleh peningkatan gain sebesar 35%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar setelah dibelajarkan dengan menggunakan media iMindMap pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas XI IPA 1 MAN 2 Model Makassar mengalami peningkatan.Kata Kunci: iMindMap, STAD, hasil belajar, aktivitas ABSTRACTThis study is a pre-experimental research that aims to determine learning outcomes of XI Exact 1 Students in MAN 2 Model Makassar that has been studied among used iMindMap media in Cooperative Learning Model type STAD. The iMindMap media in Cooperative Learning Model type STAD as independent variables and the study result with the activity of the students on reaction velocity as a dependent variabel. The subject in this research is all students of XI Exact 1 Class MAN 2 Model Makassar that consist of 30 students. One Group Pretest-Posttest Design is a design that used in this research. The data was collected by observation sheet and by giving 20 validated tems of study result test. The data was analyzed by descriptive analysis and N-gain. The result of descriptive analysis show the mean score of study result before studied with use iMindMap Media in Cooperative Learning Model type STAD is 35,66 with deviation standar 8,78 and has been studied with use iMindMap Media in Cooperative Learning Model type STAD is 78,33 with deviation standar 8,23. Base on N-Gain analysis show the gain is 35%. It is means that the used of iMindMap Media in Cooperative Learning Model Type STAD XI Exact 1 Class MAN 2 Model Makassar increased.Keywords : iMindMap, STAD, study result, activity

Studi Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan Tipe TGT Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Kelas X SMAN 3 Watansoppeng (Studi pada Materi Pokok Ikatan Kimia)

Safar, Sutra ( Universitas Negeri Makassar ) , Hasri, Hasri ( Universitas Negeri Makassar ) , Sudding, Sudding ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.643 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian komparatif yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa Kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TGT. Populasinya adalah siswa kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng yang terdiri dari enam kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas X3 sebagai kelas eksperimen I yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas X6 sebagai kelas eksperimen II yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan jumlah siswa masing-masing 23 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah “Posttest Only Design”. Variabel bebasnya adalah pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan pembelajaran kooperatif tipe TGT dan variabel terikatnya yaitu hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas Jigsaw pada posttest yaitu 72,15 dengan standar deviasi 12,17 dan kelas TGT yaitu 65,34 dengan standar deviasi 11,14. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai thitung = 2,0841. Pada taraf signifikan α = 0,05 dengan dk = 44 diperoleh t(0,025,44) = 2,0154. Oleh karena, thitung tidak terletak diantara –t(0,025,44) dan +t(0,025,44), maka H1 diterima dan H0 ditolak, bearti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan tipe TGT di kelas X SMA Negeri 3 Watansoppeng pada Materi Pokok Ikatan Kimia.Kata Kunci: Jigsaw, TGT, Hasil Belajar,Ikatan Kimia. ABSTRACTThis comparison research aimed to investigate the differences of learning outcomes of Class X student SMA Negeri 3 Watansoppeng taught by using of Jigsaw and TGT types of cooperative learning. The population are all class X of SMA Negeri 3 Watansoppeng which consists of 6 classes, while the sample are Class of X3 is a sample as experiment I class which was taught by Jigsaw Type and Class of X6 as experiment II class which was taught by TGT Type of Cooperative Learning Model, the student amount of 23 participants, respectivly. The study design was "Posttest Only Design". The analysis showed the average value of student learning outcomes Jigsaw class in posttest is 72,15 with 12,17 of deviation standard and TGT class, 65,34 with 65,34 of deviation standard. The results of hypothesis values obtained at tcount = 2,0841. α = 0.05 significance level with df = 44 obtained table = 2,0154, therefore, tcount is not located between  -t(0,025,44)  and +t(0,025,44). It’is meant the H1 hypothesis is accepted and H0 is rejected. However, the conclusion there is difference outcomes learning taught by Jigsaw and TGT types of cooperative learning model of X class student of SMA Negeri 3 Watansoppeng on the subject matter of the chemical bond.Keywords: Jigsaw, TGT, Learning Outcomes, Chemical Bond.

Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Kelas X2 SMA Negeri 1 Donri-Donri Kab. Soppeng (Studi Materi Pokok Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur)

Hardianti, Hardianti ( Universitas Negeri Makassar ) , Ramdani, Ramdani ( Uiversitas Negeri Makassar ) , Muharram, Muharram ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk menerapkan langkah-langkah pada setiap fase model pembelajaran learning cycle 5E yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X2 SMA Negeri 1 Donri-donri Kab. Soppeng. Terdapat empat tahapan yang dilalui, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, Data hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah pada setiap fase model learning cycle 5E  yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yaitu: (1) fase enggagement dengan membangkitkan minat siswa pada pembelajaran, dan melakukan tanya jawab dalam mengeksplorasi pengetahuan awal siswa, (2) fase exploration dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan konsep melalui diskusi dalam kelompok kecil, (3) fase explaination dengan menumbuhkan rasa percaya diri siswa untuk menyampaikan konsep yang telah ditemukannya dengan kata-kata sendiri, (4) fase elaboration dengan menyajikan latihan soal untuk melatih  siswa menggunakan konsep yang telah ditemukan  pada soal-soal pemecahan masalah, (5) fase evaluation dengan memberikan evaluasi berupa tes atau tanya-jawab dalam membuat kesimpulan. Persentase aktivitas belajar siswa meningkat dari 47,39% pada siklus I menjadi 64,40% pada siklus II.Kata Kunci: Learning cycle 5E, Aktivitas belajar, Struktur atom dan Sistem periodik unsur   ABSTRACTThis classroom action research  aimed to implement the steps in each phase of the learning cycle 5E model that can increase student’s learning activity of class  X2 SMA Negeri 1 Donri-donri Kab. Soppeng. There were four steps in this research: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The results showed that the steps in each phase of the learning cycle 5E model that can improve the activity and student’s achievement are: (1) Enggagement phase by providing student’s interest about the subject matter, and exploring student’s basic knowlage, (2) Exploration phase by giving a chance to students to find concept by the little group discussions, (3) Explaination phase by growing self-confidence of students, so they can explain the concept that they had discovered with their own words, (4) Elaboration phase by presenting exercises, that aimed  to exercise students to use the  concepts that have been found in the exercing test, (5) Evaluation phase by giving such evaluation to make a conclusions. Student’s learning activities increased from 47,39% in the first cycle to 64,40% in the second cycle.Keywords: Learning cycle 5E, learning activities, atomic structure and the periodic system of elements

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Untuk Meningkatkan Motivasi dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas XMIA-3 SMAN 1 Tanete Rilau (Studi pada Materi Pokok Ikatan Kimia dan Bentuk Geometri)

Murdika, Murdika ( Universitas Negeri Makassar ) , Wijaya, Mohammad ( Universitas Negeri Makassar ) , Sugiarti, Sugiarti ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (824.286 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk menemukan langkah-langkah yang tepat dalam penerapan model pembelajaran TGT sehingga dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar peserta didik Kelas X MIA-3 SMAN Tanete Rilau, barru. Subyek penelitian ini adalah peserta didik Kelas X MIA-3 semester I tahun pembelajaran 2014/2015 sebanyak 38 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, siklus I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dengan waktu 9 jam pelajaran. Pertemuan pertama dilaksanakan game, pertemuan kedua dilaksanakan turnamen dan pada pertemuan ketiga dilaksanakan tes hasil belajar dan begitupula pada siklus II. Adapun langkah-langkahnya yang tepat dalam menerapkan model pembelajaran TGT yaitu: (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi peserta didik serta guru mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu. (2) Guru menjelaskan  langkah-langkah model TGT dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menyampaikan materi kepada peserta didik dengan media power point. (3) Guru mengorganisasikan peserta didik ke dalam kelompok belajar (setiap kelompok beranggotakan 4-6 orang peserta didik) dan menunjuk ketua kelompok. (4) Guru meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk berada di meja turnamen dan memberikan soal untuk di jawab. (5) Guru membagi peserta didik ke dalam meja turnamen dan membagikan soal-soal turnamen berdasarkan tingkat kesulitannya kepada masing-masing kelompok turnamen. (6) Guru memberikan penghargan kepada setiap kelompok yang memiliki poin tinggi.Kata kunci: Penelitian tindakan kelas, Langkah-langkah model pembelajaran TGT                                              ABSTRACTThis study is about a research of a classroom action that aims to find the right steps in the TGT (Team games tournament) implementation learning model in order to increase the motivation and activity student learning outcomes in class X MIA-3, SMAN 1 Tanete Rilau, barru. The subject is the 10th students consist of 38 participants. This study was conducted in two cycles, the first cycle performed 3 time meeting in taking 9 hours. The first meeting implemented game, the second implemented tournament and at the third meeting conducted study outcome test and similarly,on the second cycle. The steps are: (1) The teacher (the researcher) informed the purpose of learning and motivated the students, and the teacher connected this lesson and its previous. (2) The teacher (the researcher) explained the model steps of TGT in using an easy way to be understood and using power point software as well. (3) The teacher (the researcher) organized the students in a group (each group has 4 to 6 participants) this search group has a leader. (4) The teacher (researcher) asked for each group to keep staying in the tournament table to give questions to be answered. (5) The teacher (the researcher) divided in several tournament tables and distributed the tournament questions based on the difficulties level to the each group. (6) The teacher (the researcher) then gave a reward to the each group who had high point.Key words: The action class research, measures TGT learning model.

Perbandingan Hasil Belajar antara Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Proyek dan Model Pembelajaran Langsung pada Kelas XI IPA SMAN 1 Ulaweng (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangga)

Hidayat, Heril ( Universitas Negeri Makassar ) , Sulastri, Taty ( Universitas Negeri Makassar ) , Maryono, Maryono ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.428 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan model pembelajaran langsung. Berdasarkan analisis deskriptif hasil posttest yang diberikan pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2, diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 1 sebesar 78.60 dan skor rata-rata kelas eksperimen 2 sebesar 70,57. Kriteria ketuntasan hasil belajar pada kelas eksperimen 1 lebih banyak dengan persentase sebesar 64,29% dengan standar deviasi (SD) yaitu 7,33 sedangkan kelas eksperimen 2 dengan persentase sebesar 39,29% dengan nilai standar deviasi (SD) 8,95. Hasil penelitian ini diuji dengan menggunakan uji-t. Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan yaitu terima H0 jika –ttabel  < thitung < +ttabel, Dari hasil perhitungan diperoleh thitung  = 3,75, ttabel = 2,014 maka -2,014 < 3,75 > +2,014 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan pengujian hipotesis ditarik kesimpulan terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis proyek (kelas eksperimen 1)  dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung (kelas eksperimen 2).Kata Kunci: Berbasis Proyek, Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar  ABSTRACTThis research is a quasi-experimental that aims to compare the learning outcomes of students who were taught by  project-based learning model and direct learning model. Based on the descriptive analysis the results of post test is given for the first experimental class  and the second class  experiments, obtained an average score of 78,60 for the first experimental class  and the average score of the second experimental class  at 70,57. Completeness criteria learning outcomes in the first experimental class with a percentage of 64,29% with standar deviasi (SD) is 7,33, while the second experimental class  with a percentage =39,29% with standar deviasi (SD) 8,95. Results of this study were tested using t-test. From the calculation results obtained tcount  = 3,75, ttable = 2,014 so -2,014 < 3,75> +2,014 then H0 is rejected and H1 accepted. Thus, the conclusion there is a difference between the learning outcomes of students who were taught with project-based learning model (the first experimental class) and learners taught by direct learning model (the second experimental class).Keywords: Project-Based, Direct Teaching, Learning Outcomes

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap Aktivitas Belajar Siswa pada Materi Ikatan Kimia Kelas X 1 SMA Negeri 3 Watampone

Nurpaidah, Sitti ( SMA Negeri 3 Watampone )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.911 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menerapkan pembelajaran tipe numbered heads together (NHT) untuk mengetahui  aktivitas belajar siswa pada materi ikatan kimia siswa Kelas X 1 SMA Negeri 3 Watampone. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan setiap siklus dilakukan sebanyak empat kali pertemuan termasuk tes setiap akhir siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi terhadap aktifitas siswa setiap akhir siklus di kelas tersebut dan catatan lapangan selama tindakan pembelajaran berlangsung. Dalam penelitian ini terlihat jelas bagaimana perubahan aktivitas siswa ketika pembelajaran berlangsung yaitu: (1) Siswa yang hadir selama siklus I mencapai 95% dan pada siklus II ada peningkatan menjadi 100%. (2) Siswa yang memperhatikan dan mencatat pelajaran mencapai 73,33% dan pada siklus II mencapai 96,67%. (3) Siswa yang aktif dalam diskusi kelompok pada siklus I dan siklus II sama-sama mencapai 100%, (4) Siswa yang bertanya tentang materi bahan ajar yang kurang jelas pada siklus I mencapai 8,34% dan pada siklus II mencapai 0%, (5) Siswa yang aktif dalam pemecahan masalah pada siklus I mencapai 40% dan pada siklus II mencapai 45%. (6) Siswa yang menjelaskan hasil diskusi kelompok di papan tulis mencapai 31,67% dan pada siklus II mencapai 53,33%.Kata Kunci : NHT, Aktivitas belajar, Ikatan kimiaABSTRACTThis study aims to apply the Numbered Heads Together (NHT) learning method  to determine student learning activities in the material of chemical bond of Class X 1 students of SMA 3 Watampone.This study was conducted in 2 cycles and each cycle is done as much four meetings including tests at each end of the cycle. Data collection is done by observation techniques to student activities and evaluation of learning outcomes at each end of the cycle in the class and field notes during the learning action. In this study it is clear how changes in student activity when learning takes place are: (1) Students who present during the cycle of the I reached 95% and a cycle II no increase in a 100%. (2) Students noticed and record the lessons achieve 73,33% and  at the cycle II achieve 96,67%. (3) Students active in the group discussions on cycle I and cycle II same the same reach 100%. (4) Students who asked about the material teaching materials less clear on cycle I achieve 8,34% and at the cycle II reach 0%. (5) Students active in resolution on cycle I reach 40% and at the cycle II reach 45%. (60 students who describes the results discussion groups in the board achieve 31,67% and at the cycle achieve 53,33%.Keywords: NHT, Learning activity, Chemical bonding

Pengaruh Suhu Air Perendaman terhadap Mutu Tepung Buah Mengkudu (Morinda citrifolia Linn.)

Asriani, Asriani ( Universitas Negeri Makassar ) , Herawati, Netti ( Universitas Negeri Makassar ) , Husain, Halimah ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.986 KB)

Abstract

ABSTRAKBuah mengkudu (Morinda citrifolia Linn.) merupakan salah satu buah tropis Indonesia dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Tepung buah mengkudu dapat digunakan sebagai produk olahan yang dapat bertahan lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu air perendaman terhadap mutu tepung buah mengkudu. Jenis penelitian eksperimen meliputi preparasi sampel, perendaman, pengeringan, pengayakan dan uji mutu tepung. Aspek kimia meliputi karbohidrat, protein, kadar air, kadar abu dan uji organoleptik meliputi tekstur, aroma dan warna. Pembuatan tepung buah mengkudu menggunakan suhu perendaman bervariasi 5 , 28 , 100 , dan tanpa perendaman sebagai kontrol. Proses pembuatan tepung buah mengkudu yang memperoleh hasil baik mengacu pada SNI adalah perendaman dengan suhu 100 . Hasil analisis aspek kimia rendemen 10,1959%, kadar karbohidrat 21,4553%, Kadar Protein 9,2902%, kadar air basis kering 8,9767% basis basa 8,2403% dan kadar abu 3,4696%. Uji organoleptik tepung berwarna kecoklatan, memiliki bau khas tidak tajam dan tekstur yang halus.Kata kunci: Morinda citrifolia Linn., Mengkudu, Tepung, Perendaman ABSTRACTNoni (Morinda citrifolia Linn.) is one of Indonesian tropical fruit with a high level of productivity. Noni’s powder could be utilized as a long-period product. This research aims to know the effect of water soaking temperature on the quality of noni powder. The Type of this experimental research include sample preparation, soaking, drying, sieving and powder quality test. The chemical aspects include protein, carbohydrates, water, ash, and organoleptic test such as texture, aroma, and color. Making noni powder needs some kinds of temperature such as 5℃, 28℃, 100℃ and without soaking as control. The process of making noni powder which acquire good result refers to SNI is soaking with temperature 100℃. Result of aspect chemistry have 10.1959% yield, 21.4553% carbohydrate, 9.2902% protein, 8.9767% dry basis water, 8.2403% water wet basis and 3.4696% ash content, and organoleptic test of brown powder have a little special aroma and soft texture.Keywords: Morinda citrifolia Linn., Noni, Powder, Soaking

Pengaruh Metode Everyone is A Teacher Here terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 18 Makassar

Jafar, Resky Amalia ( Universitas Negeri Makassar ) , Side, Sumiati ( Universitas Negeri Makassar ) , Maryono, Maryono ( Universitas Negeri Makassar )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.476 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode everyone is a teacher here terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 18 Makassar pada materi pokok ikatan kimia. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode everyone is a teacher here pada model pembelajaran direct instruction dan pembelajaran tanpa menggunakan metode everyone is a teacher here pada model pembelajaran direct instruction, variabel terikatnya adalah motivasi dan hasil belajar siswa pada materi pokok ikatan kimia. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X1 - X9 SMA Negeri 18 Makassar. Sampel penelitian terdiri atas 2 kelas yaitu kelas X5 sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 28 siswa dan kelas X7 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 28 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh dari tes hasil belajar siswa yang terdiri atas 20 butir soal pilihan ganda yang telah divalidasi dan angket motivasi yang terdiri dari 25 butir pernyataan dengan 4 pilihan jawaban. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis yang dilakukan dengan uji t menghasilkan thitung  > ttabel = 5,98 > 2,00 pada  ═ 0,05 untuk motivasi belajar siswa dan thitung  > ttabel = 2,28 > 2,00 pada  ═ 0,05 untuk hasil belajar siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode everyone is a teacher here terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 18 Makassar pada materi pokok ikatan kimia. Pengujian hipotesis korelasi menggunakan perhitungan korelasi product moment menghasilkan rhitung> rtabel = 0,573 > 0,374 pada α ═ 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 18 Makassar pada materi pokok ikatan kimia. Koefisien korelasi antara motivasi dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 0,573 yang termasuk dalam kategori “sedang” dan koefisien korelasi antara motivasi dan hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 0,611 yang termasuk dalam kategori “kuat”.Kata kunci: Everyone is a teacher here, motivasi, hasil belajar siswa, ikatan kimiaABSTRACTThe research was a quasi-experimental that aimed to know the effect of everyone is a teacher here method towards motivation and student achievement in 10th Class of SMA Negeri 18 Makassar in the subject matter of chemical bonding. The independent variable in this research was using everyone is a teacher here on learning direct instruction models and without everyone is a teacher here on learning direct instruction model, the dependent variable was learning motivation and learning achievement on subject matter chemical bond. The population was class X1 - X9 SMA Negeri 18 Makassar. The sample of this research consisted of two classes, namely class X5 as a experiment class with the number of students was 28 and class X7 as a control class with the number of students 28 peoples. Data collection techniques derived from students achievement test consisting of 20 multiple choice items that have been validated and motivation questionnaire consisting of 25 items with four answer choices. Data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The hypothesis test using t test shows that tcalculate > ttable = 5.98 > 2.00 on α ═ 0.05 for learning motivation and tcalculate > ttable = 2.28  > 2.00 on α ═ 0.05 for learning achievement, so concluded that there was an effect on the everyone is a teacher here method towards motivation and student achievement in 10th Class of SMA Negeri 18 Makassar in the subject matter of chemical bonding. The correlation hypothesis test using correlation product moment shows that rhitung> rtabel = 0.573 > 0.374 on α ═ 0.05.  Concluded that there was correlation between motivation and student achievement in 10th Class of SMA Negeri 18 Makassar in the subject matter of chemical bonding. Coefficient of correlation between motivation and student achievement in experiment class is 0.573, which is included in the “medium” category and coefficient of correlation between motivation and student achievement in control class is 0.611, which is included in the “strong” category.Keywords: Everyone is a teacher here, motivation, student’s achievement, chemical bonding

Penerapan Metode Pembelajaran Drill terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X ATPH 1 SMK Negeri 4 Gowa

Ramlah, Ramlah ( SMK Negeri 4 Gowa )

C H E M I C A Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA UNM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.957 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk menerapkan metode pembelajaran Drill yang mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X  ATPH  1 SMK Negeri  4  Gowa yang terdaftar pada tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa 38 orang. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan proses belajar mengajar dan satu kali pertemuan untuk tes siklus I dan siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan proses belajar mengajar dan satu kali pertemuan untuk tes siklus II. Peningkatan ketuntasan belajar siswa yaitu 34,21% pada siklus I menjadi 71,05% pada siklus II.Kata kunci: Metode Drill, Hasil belajar ABSTRACTThis research is a Class Action Research which aims to apply the Drill learning method which is able to improve student learning outcomes. The subjects of this study were students of class X ATPH 1 of SMK Negeri 4 Gowa registered in the 2017/2018 school year with a total of 38 students. This research was conducted in 2 cycles, where each cycle consisted of planning, action, observation / evaluation, and reflection stages. Cycle I was held three times a meeting of the teaching and learning process and one meeting for the first cycle test and the second cycle was carried out two times the teaching and learning process meetings and one meeting for the second cycle test. The increase in student learning completeness is 34.21% in the first cycle to 71.05% in the second cycle.Keywords: Drill Method, Student’s  Achievement