cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar, M.Sc.
Contact Email
sainsmat@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainsmat@unm.ac.id
Editorial Address
Ruang Unit Publikasi dan Penjaminan Mutu Gedung ICP Lantai 2 Fakultas MIPA UNM Jalan Daeng Tata Raya Makassar, 90223
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SAINSMAT
ISSN : 25795686     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The objective of this journal is to publish original, fully peer-reviewed articles on a variety of topics and research methods in both sciences, mathematics, its education, and applied science. The journal welcomes articles that address common issues in mathematics, sciences, education, applied science and cross-curricular dimensions more widely. Sainsmat memuat tulisan hasil penelitian dan kajian pustaka (reviews) dalam bidang ilmu dasar ataupun terapan dan pembelajaran dari disiplin Ilmu Biologi, Fisika, Geografi, Kimia dan Matematika
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 1 (2016): Maret" : 10 Documents clear
Efektivitas Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dalam Pembelajaran Matematika di SMA Firdaus, Firdaus
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.209 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5132382016

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk menyelidiki efektifitas pembelajaran kooperatif tipe NHT pada Mata Pelajaran Matematika materi Matriks Matematika yang berfokus pada empat aspek (1) aktivitas siswa, (2) keterampilan guru dalam mengelola pelajaran, (3) respon siswa, dan (4) hasil belajar siswa, dan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Watampone. Populasi adalah siswa kelas 3 (tiga) IPA Semester Ganjil Tahun Ajaran 2008/2009. Sampel diambil melalui teknik random sampling dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan siswa selama proses belajar mengajar efektif, (2) keterampilan guru dalam mengelola pelajaran tergolong dalam kategori baik, (3) tanggapan siswa terhadap pelajaran positif , dan (4) hasil belajar siswa telah mencapai kelengkapan pembelajaran. Analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest dalam pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk materi matriks. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe NHT efektif diterapkan pada Mata Pelajaran Matematika materi Matriks terhadap siswa kelas 3 (tiga) IPA di SMA Negeri 2 Watampone.Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, eksperimen, matrix, pretest-posttest. ABSTRACTThis study is a quasi-experiment research which aims at investigating the effectiveness of cooperative learning of NHT type in Mathematics subject of matrix lesson which focuses on four aspects (1)  students’ activities, (2)  teacher’s     skill in managing the lesson, (3) students’ response, and (4) students’ learning result, and the significant difference between pretest and posttest scores. This research was conducted at SMA Negeri 2 Watampone. The population was the third-grade students of Science class in the odd semester of academic year 2008/2009. The sample was taken through random sampling technique with one group pretest-posttest research design. The study results showed that (1) the students’ activities during the teaching-learning process were effective, (2) the teachers’ skill in managing the lesson was classified in good category, (3) the students’ response toward the lesson were positive, and (4) the students’ learning results have achieved the learning completeness. Inferential statistics analysis showed that there is significant difference between the pretest and posttest in cooperative learning of NHT type for the matrix material. Based on the study result it was concluded that the cooperative learning of NHT type is effective to be applied in mathematics subject of matrix material to the third-grade students of science class at SMA Negeri 2 Watampone. Keywords: Cooperative learning of NHT type, experiment, matrix, pretest-posttest.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penguasaan Aspek Bilangan pada Guru SD Negeri di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep Samsiah, Samsiah
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.416 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5132402016

Abstract

Penelitian ini tergolong penelitian survai yang bersifat deskriptif-korelatif dan eksploratif dengan populasi seluruh guru SD Negeri di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampel pertimbangan. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen berupa angket dan tes tentang aspek bilangan. Data tersebut diolah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa penguasaan aspek bilangan pada guru SD Negeri berada pada kategori rendah. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, tingkat umur dan jenis kelamin secara bersama-sama mempengaruhi penguasaan aspek bilangan pada guru SD Negeri di Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian eksploratif menunjukkan bahwa faktor lain yang mempengaruhi penguasaan aspek bilangan antara lain adalah pendidikan dan pelatihan, latar belakang pendidikan, pergeseran tingkatan mengajar, peran serta guru pemandu matematika, motivasi serta pemberian insentif bagi guru yang berprestasi.Kata kunci: Tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, bilangan. ABSTRACTThis research belongs to survey research that is descriptive-correlative and explorative with population of all teachers of SD Negeri in Pangkajene, Pangkep. Sampling was done with a sample of considerations. Data obtained by using the instrument in the form of questionnaire and test about numerical aspect. The data were processed using descriptive and inferential statistical analysis. The result of descriptive analysis shows that the mastery of numerical aspect in teacher of elementary school is in low category. The results of inferential analysis indicate that the level of education, age and sex level simultaneously affect the mastery of numerical aspect in elementary school teachers in Pangkajene, Pangkep. The results of the explorative research indicate that other factors affecting the mastery of the numerical aspect are education and training, educational background, teaching level shift, mathematics guide role, motivation and incentive for achieving teachers.Keywords: level of education, age, gender, & numerical.
Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Pendekatan Ilmiah Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Biologi Kelas VII Peserta Didik SMP Negeri 2 Watampone Marsa, Marsa; Hala, Yusminah; Taiyeb, A. Mushawwir
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.805 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130482016

Abstract

ABSTRAKParadigma pendidikan menuntut perubahan pembelajaran  yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat  pada peserta didik. Pembelajaran dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan ilmiah adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Lembar Kerja Peserta Didik berbasis pendekatan ilmiah merupakan lembaran kerja peserta didik yang  berisikan  petunjuk  untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan oleh peserta didik dengan mengaplikasikan pendekatan ilmiah yang melalui tahapan-tahapan  mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi,  dan mengomunikasikan. Penelitian ini bertujuan  untuk (1) mengetahui  aktivitas belajar IPA Biologi  peserta didik kelas VII SMP Negeri  2 Watampone yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah, (2) mengetahui  hasil belajar  IPA Biologi   peserta didik kelas VII SMP  Negeri  2 Watampone yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah, dan (3) mengetahui pengaruh penggunaan LKPD berbasis pendekatan ilmiah terhadap hasil  belajar IPA Biologi peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Watampone. Penelitian ini merupakan peneltian  pre eksperimen dengan  desain one group pretest-posttest design. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII semester genap tahun pelajaran 2015/2016, yaitu kelas VII A sebanyak 24 peserta didik sebagai kelas eksperimen tanpa  kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)  aktivitas belajar peserta didik   yang diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah berada pada kategori sangat aktif, (2) hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah mencapai nilai rata-rata 83,13 dengan standar deviasi 9,143, dan (3)  Peningkatan kemampuan peserta didik  setelah diajar dengan pembelajaran menggunakan LKPD berbasis pendekatan ilmiah  berada pada klasifikasi tinggi.Kata kunci: LKPD berbasis pendekatan ilmiah, aktivitas belajar  dan hasil belajar.ABSTRACTEducational paradigm requires a change in the teacher-centered learning to a student-centered learning. Learning to use the Student Worksheet based learning scientific approach is learner-centered. Student Worksheet-based scientific approach is student work sheet that contains instructions for implementing the learning activities to be performed by the students by applying scientific approach through stages observe, ask, collect data, associate and communicate. This study aims to (1) determine the activities to learn science Biology of seventh grade students at SMP Negeri 2 Watampone taught using LKPD-based scientific approach, (2) determine learning outcomes IPA Biology of seventh grade students at SMP Negeri 2 Watampone taught by using LKPD-based scientific approach, and (3) the effect of the use of LKPD scientific approach based on learning outcomes of science Biology of seventh grade students at SMP Negeri 2 Watampone. This study is peneltian pre-experimental design with one group pretest-posttest design. Subjects were students of class VII second semester of academic year 2015/2016, ie a total of 24 students VIIa class as a class experiment without a control class. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that (1) the learning activities of students taught using a scientific approach based LKPD are in a very active category, (2) the learning outcomes of students after being taught to use a scientific approach based LKPD reach an average value of 83.13 with a standard deviation of 9.143 and (3) Increase the ability of students after being taught by learning to use a scientific approach based LKPD are at higher classification.Keywords: LKPD-based scientific approach, learning activities and learning outcomes.
Hubungan antara Regulasi Diri dengan Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Kimia Peserta Didik Kelas XI IPA Se-Kabupaten Takalar AHMAR, Dewi Satria
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.622 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130442016

Abstract

ABSTRAKKemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu jenis kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking). Wasis dkk. (2014) menyatakan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi bukan hanya diperlukan dalam proses pembelajaran melainkan juga diperlukan untuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kreatif sebagai bagian kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan penting yang ingin dicapai untuk pendidikan saat ini. Sebagai usaha untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, maka diperlukan aspek-aspek yang dapat dijadikan sebagai dasar pemgembangan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, salah satu aspek yang dapat dikaji adalah kemampuan regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara regulasi diri dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI IPA se-Kabupaten Takalar. Sampel penelitian terdiri dari 134 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik strativied purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan mengunakan angket regulasi diri yang terdiri dari 40 item (α = 0,756) dan angket kemampuan berpikir kreatif yang terdiri dari 32 item (α = 0,825). Dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana, diperoleh bahwa koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut adalah 0,595 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi diri dengan kemampuan berpikir kreatif dalam kimia dan hubungan kedua variabel merupakan hubungan yang positif.Kata kunci: Regulasi diri, kemampuan berpikir kreatif. ABSTRACTThe ability to think creatively is one kind of higher order thinking. Wasis et al. (2014) stated that the ability to think critically is not only necessary in the learning process but also necessary for applications in everyday life. Therefore, the ability to think creatively as part of higher order thinking necessary to serve as one of the important objectives to be achieved for education today. In an effort to develop creative thinking abilities of students, the necessary aspects that can serve as the basis development creative thinking abilities of students, one of the aspects that can be assessed is the ability of self-regulation. This study aims to determine whether there is a relationship between self-regulation with creative thinking ability of students of grade XI in Takalar. The study sample consisted of 134 students who were selected using purposive random sampling technique strativied. Data were collected by using self-regulation questionnaire consists of 40 items (α = 0.756) and creative thinking abilities questionnaire consisting of 32 items (α = 0.825). By using simple correlation and regression analysis, found that the correlation coefficient between these two variables is 0.595, p = 0.000 (p <0.05). This value indicates that there is a relationship between self-regulation with creative thinking ability in chemistry and the relationship between the two variables is a positive relationship. Key words: Self-regulation, the ability to think creatively.
Peningkatan Aktivitas, Motivasi dan Hasil Belajar IPA Biologi Peserta Didik Kelas VIIIA-1 MTsN Watampone melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pujiati, Pujiati; Hala, Yusminah; Taiyeb, A. Mushawwir
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.202 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130522016

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar, motivasi belajar dan hasil belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MTsN  1 Watampone Kabupaten Bone. Subjek  penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIIA-1 dengan jumlah peserta didik 32 orang. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016, bulan Januari sampai bulan April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari  62,25% menjadi 87,5% melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing (2) motivasi  belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari 85,71% menjadi 87,06%  melalui model pembelajaran inkuri terbimbing (3) . Hasil   belajar IPA Biologi peserta didik kelas VIIIA-1 MTsN 1 Watampone meningkat dari 59,37% menjadi 87,5%  melalui model pembelajaran inkuri terbimbing.Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif biologi.ABSTRACTThis study aims to determine the increase activity, motivation and learning outcomes of science biology for VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone through guided inquiry learning model. This study is classroom action research conducted in MTsN 1 Watampone, Bone. The subjects were students of Class of VIIIA-1 with the number of students is 32. This research was conducted in the second semester of 2015/2016 academic year, January to April 2016. Results showed that (1) the activity of students to learn science biology of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 62.25% to 87.5% through the inquiry guided learning model, (2) motivation to learn science biology of Students of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 85.71% to 87.06% through the inquiry guided learning model, (3) Biological science learning outcomes of students of VIIIA-1 Class of MTsN 1 Watampone increased from 59.37% to 87.5% through the inquiry guided learning model.Keywords: Scientific approach, science process skills, cognitive learning result
Perbandingan Metode Binomial dan Metode Black-Scholes Dalam Penentuan Harga Opsi Pramuditya, Surya Amami
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.816 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130432016

Abstract

ABSTRAKOpsi adalah kontrak antara pemegang dan penulis  (buyer (holder) dan seller (writer)) di mana penulis (writer) memberikan hak (bukan kewajiban) kepada holder untuk membeli atau menjual aset dari writer pada harga tertentu (strike atau latihan harga) dan pada waktu tertentu dalam waktu (tanggal kadaluwarsa atau jatuh tempo waktu). Ada beberapa cara untuk menentukan harga opsi, diantaranya adalah  Metode Black-Scholes dan Metode Binomial. Metode binomial berasal dari model pergerakan harga saham yang membagi waktu interval [0, T] menjadi n sama panjang. Sedangkan metode Black-Scholes, dimodelkan dengan pergerakan harga saham sebagai suatu proses stokastik. Semakin besar partisi waktu n pada Metode Binomial, maka nilai opsinya akan konvergen ke nilai opsi Metode Black-Scholes.Kata kunci: opsi, Binomial, Black-Scholes.ABSTRACT Option is a contract between the holder and the writer in which the writer gives the right (not the obligation) to the holder to buy or sell an asset of a writer at a specified price (the strike or exercise price) and at a specified time in the future (expiry date or maturity time). There are several ways to determine the price of options, including the Black-Scholes Method and Binomial Method. Binomial method come from a model of stock price movement that divide time interval [0, T] into n equally long. While the Black Scholes method, the stock price movement is modeled as a stochastic process. More larger the partition of time n in Binomial Method, the value option will converge to the value option in Black-Scholes Method.Key words: Options, Binomial, Black-Scholes
Pemilihan dan Penggunaan Media dalam Pembelajaran IPA Siswa Tunarungu Kelas XI Di Kabupaten Sukoharjo Zakia, Dieni Laylatul; Sunardi, Sunardi; Yamtinah, Sri
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.786 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130452016

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemilihan dan penggunaan media dalam pembelajaran IPA siswa tunarungu Kelas XI di Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan penelitian deksriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah guru, siswa dan Kepala Sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dokumentasi dan observasi. Lokasi penelitian di SLB Kabupaten Sukoharjo, yang meliputi SLB ABCD YSD Polokarto, SLB B-C Hamongputro Jombor, SLB B-C YPALB Langenharjo dan SLB ABC Tawangsari. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Kesimpulan disajikan dalam bentuk teks naratif berupa catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya ketersediaan media pembelajaran IPA di sekolah yang dapat guru pilih untuk mengajar IPA bagi anak tunarungu. Dalam penelitian ini juga menemukan minimnya frekuensi penggunaan media pembelajaran IPA yang tersedia selama pembelajaran IPA. Ditemukan juga guru-guru lebih banyak menggunakan media pembelajaran gambar dalam pembelajaran IPA di kelas.Kata kunci: pemilihan, penggunaan, media pembelajaran, IPA, anak tunarungu.ABSTRACTThis study aimed to describe the selection and use of media in science teaching deaf students of Class XI in Sukoharjo, Central Java Province. This study used a qualitative descriptive study. Subject of research data is a teacher, the students and the principal. The technique of collecting data using questionnaires, interviews, documentation and observation. SLB research sites in Sukoharjo district, which includes SLB ABCD YSD Polokarto, SLB B-C Hamongputro Jombor, SLB B-C YPALB Langenharjo and SLB ABC Tawangsari. The data were analyzed through data reduction, data display and draw conclusions. Conclusions are presented in the form of a narrative text form field notes. The results showed a lack of availability of media science teaching in schools can choose to teach science teacher of deaf children. In this study also found the lack of frequency of use of science learning media provided for learning science. It was also found more teachers use instructional media images in science learning in the classroom. Key words: selection, use, media, science, children with hearing impairment.
Komparasi Pemahaman Konsep Bangun Datar Siswa Antara Yang Diajar Dengan Model Pembelajaran Advance Organizer Dengan Peta Konsep Dan Model Pembelajaran Yang Mengadopsi Teori Van Hiele Pada Kelas VII SMPN 2 Sinjai Timur Syukri, Edi; Rahman, Abdul; Minggi, Ilham
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.394 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5132392016

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk: (1) mengetahui hasil belajar, aktivitas, dan respons siswa terhadap model pembelajaran advance organizer dengan peta konsep dan model pembelajaran yang mengadopsi teori Van Hiele pada pokok bahasan bangun datar khususnya segiempat kelas VII SMPN 2 Sinjai Timur, (2) mengetahui bagaimana pemahaman konsep bangun datar siswa antara yang diajar dengan model pembelajaran advance organizer dengan peta konsep dan model pembelajaran yang mengadopsi teori Van Hiele. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelasVII SMPN 2 Sinjai Timur dan sampel terdiri dari dua kelas yakni kelasVII-A dan kelas VII-C kedua-duanya sebagai kelas eksperimen yang diplih menggunakan teknik purposive random sampling. Data yang dikumpulkan terdiri data atas hasil belajar siswa, data aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan data respons siswa terhadap perangkat dan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa skor hasil belajar matematika siswa pada kelas eksperimen 1 dengan mean 20,36 dan standar deviasi 2,164 mencapai tingkat ketuntasan secara klasikal sebesar 89,29%, serta aktivitas siswa dalam pembelajaran berada pada kategori aktif dan respons siswa terhadap perangkat dan pembelajarannya adalah positif. Secara umum disimpulkan bahwa model pembelajaran advance organizer dengan peta konsep untuk diterapkan di kelas VII SMPN 2 Sinjai Timur dengan kategori cukup efektif. Skor hasil belajar siswa pada kelas eksperimen 2 dengan mean 20,63 dan standar deviasi 2,589 mencapai tingkat ketuntasan secara klasikal sebesar 88,89% serta aktivitas siswa dalam pembelajaran berada pada kategori aktif dan respons siswa terhadap perangkat dan pembelajarannya adalah positif. Secara umum disimpulkan bahwa model pembelajaran yang mengadopsi teori Van Hiele untuk diterapkan di kelas VII SMPN 2 Sinjai Timur dengan kategori cukup efektif. Hasil uji hipotesis pada taraf siginifikan dengan uji-t menunjukan bahwa tidak ada perbedaan pemahaman konsep bangun datar siswa antara yang diajar dengan model pembelajaran advance organizer dengan peta konsep dan model pembelajaran yag mengadopsi teori Van Hiele.Kata kunci: Pendekatan saintifik, Keterampilan proses sains, Hasil belajar kognitif biologi. ABSTRACTThe type of this research is experimental research that aims to: (1) know the learning outcomes, activities, and responses of students to advance organizer learning model with concept maps and learning models that adopt Van Hiele theory on the subject of wake up, especially quadrilateral class VII SMPN 2 Sinjai East, (2) to know how to understand the concept of students wake up between those taught by advance organizer learning model with concept map and learning model adopting Van Hiele theory. The population in this study were all students of class VII of SMPN 2 Sinjai Timur and the sample consisted of two classes namely class VII-A and class VII-C, both as an experimental class was selected using purposive random sampling technique. The data collected consisted of data on student learning outcomes, student activity data in learning, and student response data on the device and learning. The results showed that the score of students mathematics learning outcomes in experimental class 1 with mean of 20,36 and standard deviation 2,164 reach classical completeness equal to 89,29%, and student activity in learning is in the active category and student response to device and its learning is positive. In general, it is concluded that advanced organizer learning model with concept map to be applied in class VII SMPN 2 Sinjai Timur with quite effective category. Score of student learning outcomes in experiment class 2 with mean of 20,63 and standard deviation 2,589 reach classical completeness equal to 88,89% and student activity in learning is inactive category and student response to device and its learning is positive. It is generally concluded that the learning model adopting Van Hieles theory to be applied in class VII SMPN 2 Sinjai Timur is quite effective. The result of hypothesis test at significance level α = 0,05 with t-test shows that there is no difference in understanding the concept of students wake up between the taught with advance organizer learning model with concept map and learning model adopting Van Hiele theory.Keywords: Scientific approach, science process skills, cognitive learning result.
Implementasi Pendekatan Kontekstual Dengan Mengintensifkan Scaffolding untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Nurhusain, Muhammad; Indriani, Yani
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.923 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130462016

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan kontekstual dengan mengintensifkan scaffolding pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Donggo Kabupaten Bima pada pokok bahasan kubus dan balok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Donggo Kabupaten Bima pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 30 orang terdiri dari 8 perempuan dan 22 laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar pada akhir siklus I, siklus II, dan data hasil observasi pada setiap pertemua. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata aspek kognitif siswa yaitu sebesar 61,63 dengan standar deviasi 19,86 yang termasuk kategori rendah pada siklus I menjadi 84,17 dengar standar deviasi 10,60 termasuk kategori tinggi pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek distribusi frekuensi aktifitas siswa 35,56% pada siklus I meningkat menjadi 80% dengan kategori baik. Ketuntasan klasikal Pada siklus I belum terpenuhi yaitu 26,67% meningkat pada siklus II yaitu 86,67%, sehingga ketuntasan klasikal terpenuhi. Dengan demikian, penggunaan pendekatan kontekstual dengan mengintensifkan scaffolding dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII.A SMP Negeri 2 Donggo Kabupaten Bima.Kata kunci: Pendekatan kontekstual, scaffolding, hasil belajar.ABSTRACTThis research is a classroom action research that aims to improve the learning outcomes of mathematics through contextual approach to intensify scaffolding on VIIIA grade students of SMP Negeri 2 Donggo Bima at the subject math of cubes and blocks. The subjects were VIIIA grade students of SMP Negeri 2 Donggo Bima in the second semester of academic year 2014/2015 with 30 students consisted of 8 girls and 22 boys. This research was conducted with two-cycles namely cycle I and cycle II. The data were collected by using achievement test at the end of both cycles and the observation data of each meeting. The data were analyzed by using quantitative and qualitative analysis. The results of this research showed that there was an increase in the mean score of students cognitive aspects in the amount of 61.63 with a standard deviation  at 19.86 which included as the lower category in  the first cycle, those became 84.17 with standard deviation at 10.60 in the second cycle. Based on the analysis of the frequency distribution aspects of the student activity was 35.56% in the first cycle and increased to 80% with “good” category. The classical completeness in cycle I have not been fulfilled yet which gained 26.67% and it increased in the second cycle with 86.67%, so the classical completeness met. Thus, the use of a contextual approach by intensifying the scaffolding can improve the learning outcomes of VIIIA students in SMP Negeri 2 Donggo Bima.Key words: contextual approach, scaffolding, learning outcomes.
Efektifitas Pendekatan Saintifik Terhadap Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Kognitif Biologi Peserta Didik Kelas XII IPA SMA Negeri 4 Watampone Razak, Muliana; Hala, Yusminah; Taiyeb, A. Mushawwir
Sainsmat Vol 5, No 1 (2016): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.49 KB) | DOI: 10.2685/sainsmat5130502016

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui efektifitas pendekatan saintifik terhadap keterampilan proses sains peserta didik kelas XII SMA Negeri 4 Watampone ; 2) mengetahui efektifitas pendekatan saintifik terhadap hasil belajar kognitif biologi peserta didik kelas XII SMA Negeri 4 Watampone. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan One-Group Pre test-Post tes Design, perlakuan diberikan secara purporsive pada satu kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data untuk variable terikat dilakukan dengan menggunakan instrument berupa lembar observasi yang dilengkapi dengan rubric penilaian untuk keterampilan proses sains, dan intrumen berupa tes hasil belajar bentuk soal pilihan ganda untuk data hasil belajar kognitif biologi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan N Gain. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan proses sains termasuk kategori tinggi dengan rata-rata skor pada 11 indikator kemampuan sebesar 3,78 dan standar deviasi sebesar 0,47. Hasil belajar kognitif biologi sebelum dan sesudah perlakuan pendekatan saintifik diperoleh rata-rata peningkatan skor atau deviasi sebesar 36,5 dan standar deviasi sebesar 5,524, artinya rata-rata peserta didik dapat menambahkan jumlah jawaban benar sekitar 9 dan 10 butir soal. Artinya pendektan saintifik cukup efektif untuk  meningkatkan hasil belajar kognitif biologi peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 4 Watampone.  Efektifitas pendekatan saintifik terhadap kemajuan hasil belajar kognitif Biologi berkategori sedang dengan nilai N-gain 0,578. Jika dikelompokkan berdasarkan kelompok sedang dan tinggi diperoleh bahwa Nilai rata-rata N-gain kelompok sedang adalah 0,549 sedang rata-rata N-gain kelompok tinggi sebesar 0,744.Kata kunci: pendekatan saintifik, keterampilan proses sains, hasil belajar kognitif biologi. ABSTRACTThis study aims to: 1) determine the effectiveness of the scientific approach to the science process skills of students of XII class of SMAN 4 Watampone; 2) determine the effectiveness of the scientific approach to biology cognitive learning outcomes of students of XII class of SMAN 4 Watampone. The research is a pre-experiment with the One-Group Pretest-Post test design, the treatment given purporsive on the experimental group. The technique of collecting data for the dependent variable is done by using the instrument in the form of observation sheet that comes with assessment rubric for science process skills, and instruments such as achievement test form MCQs for biological cognitive learning outcome data. Analysis of the data used is descriptive analysis with N-Gain. The result showed that the science process skills including high category with an average score of the 11 indicators of the ability of 3.78 and a standard deviation of 0.47. Cognitive learning outcomes before and after treatment biology scientific approach gained an average increase in scores or deviation of 36.5 and a standard deviation of 5.524, meaning that the average learner can add the number of correct answers about 9 of 10 items. It means that scientific approach quite effective for improving the cognitive learning biology of students of XII class of SMAN 4 Watampone. The effectiveness of the scientific approach to the advancement of the cognitive learning category moderately N-gain value 0.578. If grouped by medium and high groups showed that the average value of the N-gain medium group was 0.549 was the average N-gain high-groups of 0.744.Key words: scientific approach, science process skills, cognitive learning of biology.

Page 1 of 1 | Total Record : 10