cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
T R A K SI
ISSN : 16933451     EISSN : 25799738     DOI : -
TRAKSI (eISSN 2579-9738 / ISSN 1693-3451) adalah Majalah Ilmiah Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan cakupan bidang material teknik, konversi energi dan manjfaktur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 2 (2011): mechanical engineering" : 5 Documents clear
PERANCANGAN WIRE ROPE GANTRY CRANE Subardi, -
T R A K SI Vol 11, No 2 (2011): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Crane pelabuhan/gantry crane adalah jenis pesawat pengangkat dengan alat angkut untuk memindahkan barang dalam jumlah tertentu dilakukan setelah beban diangkat terlebih dahulu. Sistem pengangkat utama pada crane gantry adalah mekanisme yang mengubah daya dan putaran motor listrik menjadi gaya linier dari pengait, melalui sistem transmisi gaya agar diperoleh putaran yang diinginkan. Mekanisme pengangkat utama meliputi; sistem penjepit peti kemas (spreader), tromol, pully (sheave), motor penggerak, sistem transmisi, sistem pengereman, dan kabel (wirerope). Sistem pengangkat ini menggunakan kabel baja (wire rope) yang salah satu ujungnya dijepitkan dan digulung pada drum, sedang ujung lainnya dipasang pada frame. Crane yang bekerja pada lingkungan yang kering menggunakan tali yang terbuat dari kawat yang cerah (tak berlapis). Tali yang akan digunakan pada tempat yang lembab harus digalvanisir (berlapis-seng) untuk melindungi tali terhadap korosi. Perancangan sistem pengangkat dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan kemampuan wire rope grantry crane.Kata Kunci : Perancangan, Gantry Crane , Wire Rope, Pemilihan Material
PENGARUH DIAMETER PENGEROLAN DINGIN TERHADAP KEKUATAN BENDING BAJA KARBON RENDAH Suprijanto, Djoko
T R A K SI Vol 11, No 2 (2011): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Baja St 41 merupakan baja karbon rendah yang mengandung karbon dibawah 0,30% banyak diaplikasikan untuk konstruksi umum. Pembetukan benda dengan pengerolan banyak dilakukan untuk pembuatan bejana maupun konstruksi penguatan dengan plat baja .Pada penelitian ini dilakukan proses pengerolan dingin, baja AISI 1015 setebal 7,65 mm dengan radius: 500, 1000, 2000 dan 3000 mm. Pengujian yang dilakukan adalah uji komposisi kimia, uji kekerasan uji struktur mikro , dan uji kekuatan bending dengan arah berlawanan dari arah pengerolan. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengerolan akan meningkatkan kekuatan bending sampai pada ukuran tertentu. Setelah Iewat batas tertentu maka bahan akan luluh sehingga menurunkan kekerasan serta kekuatan bendingnya.Kata kunci: Baja St 41, Rolling, Ferit, Kekuatan Bending
ANALISA PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DENGAN KONSENTRASI Ca²⁺ :3000 ppm DAN ADITIF Fe²⁺ Sediono, Windu
T R A K SI Vol 11, No 2 (2011): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Pengerakan (scaling) merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya realrsi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air seperti; Ca²⁺, SO₄⁻², CO₃⁻² dan Mg²⁺. Gipsum (CaSO₄2H₂O) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai. Akibat adanya pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena itu harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak gipsum dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl₂ dan Na₂SO₄ pada laju alir 30 ml/menit dan konsentrasi larutan 3000 ppm, Ca²⁺. Fe²⁺ ditambahkan kedalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari kuningan karena tahan terhadap korosi. Pembentukan kristal gipsum dapat dilihat dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui. Bentuk kristal gipsum dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, Massa kerak ditimbang untuk mengetahui pengaruh penambahan aditif terhadap massa kerak yang terjadi. Hasl penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan aditif Fe²⁺ 5 ppm memperpanjang waktu induksi 15,3%, menurunkan massa kerak 28,1 % dan penambahan aditif Fe²⁺ 10 ppm memperpanjang waktu induksi 46,1% menurunkan massa kerak 69 %. Aditif juga mempengaruhi morfologi kristal gipsum yaitu kristal menjadi lebih pendek tapi tidak merubah bentuk kristal, yaitu tetap orthorhombik.Keywords :Fe²⁺, Gipsum, Impuritas, Pencegahan Kerak
STUDI FRACTURE TOUGHNESS KERAMIK LUMPUR LAPINDO YANG DIBUAT DENGAN PROSES PRESSURELESS SINTERING Amin, Muh
T R A K SI Vol 11, No 2 (2011): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Bekas pengeboran minyak yang dilakukan oleh PT. Lapindo Beratantas Sidoarjo Jawa Timur telah menimbulkan efek pencemaran lingkungan berupa lumpur panas yang selalu keluar menyembur ke permukaan bumi yang mengakibatkan terendamnya beberapa daerah disekitarnya. Sehingga semakin lama keberadaan lumpur semakin melimpah dan menjadikan masyarakat daerah setempat merasa terganggu dengan kehadirannya. Maka dari itu perlu diupayakan dalam pemanfaatanLumpur Lapindo tersebut. Melihat dari beberapa penelitian terdahulu, Lumpur Lapindo sangat tepat apabila dipergunakan sebagai bahan baku pembuat keramik. Namun sebelum. dipergunakan sepenuhnya sebagai bahan keramik tentunya harus diketahui terlebih dahulu sifat fisis dan mekanis dari lumpur tersebut ketika berbentuk keramik. Salah satu sifat mekanis yang penting dari bahan keramik adalah harga fracture toughness atau K1c dari bahan keramik yang diuji. Dengan mengetahui besar harga fracture toughness dari suatu bahan maka akan diketahuiseberapa ketangguhan bahan tersebut dalam menerima pembebanan. Maka dari itu pada penelitian kali ini akan difokuskan dalam pencarian harga fracture toughness keramik Lumpur Lapindo sehingga dapat dipergunakan sebagai keramik dengan kondisi aplikasi yang tepat. Dalam pembuatan keramik Lumpur Lapindo dilakukan dengan proses pessureless sintering dengan tekanan kompaksi dan suhu sinteringyang divariasi.Kata Kunci: Fractur Toughness, Lumpur Lapindo, Keramik, pessurelessSintering, Sintering.
MODIFIKASI CATALYTIC CONVERTER MENGGUNAKAN TEMBAGA BERLAPIS MANGAN UNTUK MEREDUKSI EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN Irawan, RM Bagus; Purwanto, -; Hadiyanto, -
T R A K SI Vol 11, No 2 (2011): mechanical engineering
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Untuk mengurangi polusi udara yang mengandung toksisitas dari mesin pembakar internal digunakan perlengkapan piranti I alat yang disebut Catalytic Converter . AIat ini telah digunakan di USA sejak 1975 karena peraturan Envoronmental Protection Agency (EPA) yang semakin ketat tentang gas buang kendaraan bermotor. Alat ini mengkonversi senyawa-senyawa toksit dalam gas buang menjadi zat-zat yang kurang toksit atau tidak toksit. (Jenbacher, 1996). Namum demikian harga alat tersebut masih sangat mahal di pasaran dan tidak semua kendaran bermotor menggunakan teknologi tersebut. Hal ini disebabkan oleh pemakaian katalis yang terbuat dari bahan logam mulia yang mahal dan jarang didapatkan dipasaran seperti Paladium, Platinum, dan Rodium. Katalis tersebut sangat rentan terhadap unsur timbal (Pb) dalam bahan bakar yang berakibat dapat merusak fungsi katalis karena akan terjadi penyumbatan pada honeycomb Catalytic Converter . Catalytic Converter merupakan salah satu alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk menurunkan polutan dari emisi kendaraan bermotor,khususnya untuk motor berbahan bakar bensin (Heisler, 1995). Catalityc converter berfungsi untuk mempercepat oksidasi emisi Hidrokarbon (HC) danCarbon Monoksida (CO), serta mereduksi Nitrogen Oksida (NOx). Penelitian ini merupakan bagian dari desertasi penulis yang bertujuan untuk rancang disain dan rancang bangun Catalytic Converter serta mengetahui karakteristik bahan Katalis, yang pada akhirnya dapat mengurangi polutan Karbon Monoksida pada emisi gas buang dengan penambahan lapisan Mangan pada Tembaga.Kata Kunci: catalytic converter , Katalis, Tembaga, Mangan, Emisi GasBuang, Karbon Monoksida

Page 1 of 1 | Total Record : 5