cover
Filter by Year

Analysis
BANGUNAN (Jurnal Berkala Jurusan Teknik Sipil UM)
Jurnal BANGUNAN diterbitkan sejak tahun 1994 oleh segenap civitas akademika Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang dengan judul BANGUNAN. Dengan No. ISSN 0852-2480, Jurnal Bangunan terbit minimal 1 (satu) kali setahun berisi gagasan konseptual, kajian teori, praktik, penelitian, dan pengajaran dalam bidang Teknik Bangunan.
Articles
94
Articles
KONDISI PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI DI KOTA MALANG

Tri Kuncoro, Sudomo

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Pekerjaan konstruksi yang berisiko besar dan/atau yang berteknologi tinggi dan/atau berbiaya besar harus dilakukan oleh badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas (PT) atau badan usaha asing yang dipersamakan. Pembatasan jenis pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap para pihak maupun masyarakat atas risiko pekerjaan konstruksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu sebagai berikut: (1) Personal factors, (2) Leadership factors, (3) Team factors, (4) System factors, and (5) Contextual/situational factors. Personal factors.Faktor-faktor yang menunjang terhadap kinerja perusahaan jasa konstruksi meliputi: personalia/sumber daya manusia, faktor keuangan, faktor pengalaman kerja, dan faktor peralatan. Faktor personalia/sumber daya manusia untuk menjelaskan tingkat pendidikan penanggung jawab badan usaha, tingkat pendidikan penanggung jawab teknik badan usaha, jumlah tenaga kerja, asal tenaga kerja serta kondisi tenaga ahli yang dipekerjakan. Keberhasilan perusahaan salah satunya bukan diukur dari ukuran besar keuangannya dan tidak dapat lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan perusahaan.Kata-kata kunci: kondisi, dan kinerja industri konstruksi.Abstract: High risk and / or high-tech and / or high-cost construction works must be undertaken by a business entity in the form of a limited liability company (PT) or a foreign business entity. The limitation of this type of work is intended to provide protection to both parties and the public at risk of construction work. Factors that affect performance are as follows: (1) Personal factors, (2) Leadership factors, (3) Team factors, (4) System factors, and (5) Contextual / situational factors. Personal factors. Factors that support the performance of construction service companies include: personnel / human resources, financial factors, factors of work experience, and equipment factors. Factors of personnel / human resources to explain the level of education of the responsible corporate body, the level of education in charge of technical entities, the number of workers, the origin of labor and the conditions of experts employed. One company’s success is not measured by its large financial size and can no longer be the sole determinant of corporate success.Keywords: condition, and performance of construction industry.

KINERJA CAMPURAN HOT ROLLED SHEET-WEARING COURSE (HRS-WC) DENGAN FILLER ABU AMPAS TEBU

Boedi Rahardjo, Nikmatul Azizah

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini (a) mendeskripsikan sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC dan (b) mendeskripsikan kinerja campuran HRS-WC filler abu ampas tebu. Metode penelitian ini meliputi (1) persiapan bahan dan alat; (2) Pengujian bahan meliputi agregat, filler, dan aspal (3) pembuatan benda uji (4) pengujian Marshall, dan (5) penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO). Hasil penelitian ini menunjukkan (a) pemeriksaanagregat kasar untuk berat jenis bulk 2,54 gram/cm3, berat jenis SSD 2,57 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,63 gram/cm3, penyerapan 1,2%, dan keausan agregat sebesar 34,8%, sedangkan untuk agregat halus menunjukkan berat jenis bulk 2,5 gram/cm3, berat jenis SSD 2,55 gram/cm3, dan berat jenis semu 2,61 gram/cm3, penyerapan air 1,63%; (b) KAO campuran sebesar 7,25%; (c) pengujian campuran dengan alat Marshall diperoleh nilai parameter Marshall pada KAO yaitu, nilai stabilitas 1244,43 kg, kelelehan (flow) 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, nilai Void in Mixture (VIM) sebesar 5,31%, nilai Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67%, dan nilai Void Filled with Bitumen (VFB) sebesar 72,03%.Kata-kata kunci: Kinerja Marshall, HRS-WC, Filler Abu Ampas Tebu.Abstract: The aim of this research are (a) describe the physical and mechanical characteristics of materials that arranging of HRS-WC mixture and (b) describe performance of HRS-WC mixture using bagasse ash as filler. Methode this research consist of (1) preparing material and equipment; (2) testing material as aggregate, filler, and asphalt (3) make sample test (4) Marshall Test, and (5) determine optimum asphalt containt (KAO) . The result of this research (a) course aggregates test for bulk specific gravity is 2,54 gram/cm3, SSD specific gravity is 2,57 gram/cm3, and apparent specific gravity is 2,63 gram/cm3, absorption 1,2%, and resistance to abrasion aggregate is 34,8%, meanwhile result of fine aggregates test showed thatbulk specific gravity is 2,5 gram/cm3, SSD specific gravity is2,55 gram/cm3, and apparent specific gravity is 2,61 gram/cm3, absorption 1,63%; (b) optimum asphalt content (KAO)of mixture is 7,25%; (c) Marshall Test of this mixture resulting Marshall parameters values at KAO arestability 1244,43 kg, flow 3,98 mm, Marshall Quotient (MQ) 319,22 kg/mm, Void in Mixture (VIM) 5,31%, Void in Mineral Agregate (VMA) 18,67%, and Void Filled with Bitumen (VFB) value is72,03%.Keywords: Marshall Performance, HRS-WC, Bagasse Ash as Filler

KESESUAIAN TINGKAT BERPIKIR SOAL UJIAN DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN PADA KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

Sutrisno, Niswah Qurrota A’yun

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) proporsi tingkat berpikir pada soal ujian, (2) proporsi tingkat berpikir pada tujuan pembelajaran, dan (3) kesesuaian tingkat berpikir soal ujian dengan tujuan pembelajaran pada Keahlian Teknik Gambar Bangunan Sekolah Menengah Kejuruan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan (1) proporsi soal ujian tingkat berpikir mengingat (C1): 37%, memahami (C2): 33%, aplikasi (C3): 30%; (2) proporsi tujuan pembelajaran tingkat berpikir C1: 1%, C2: 57%, C3: 42%; dan (3) terjadi ketidaksesuaian proporsi tingkat berpikir C1 dan C2 pada soal ujian dengan tujuan pembelajaran secara signifikan.Kata-kata kunci: tingkat berpikir, soal ujian, tujuan pembelajaran.Abstract: The level of thinking in the exam should be in line with the learning objectives for Building Technical Skills in Vocational High School. This study is aimed to learn about the ability of the thinking level in the exam and in the learning objectives, and the appropriateness of the level of thinking about the exam in learning of the Building Skills Technique in the Vocational High School. The method used in data collecting was documentation. The results were analyzed using descriptive percentage analysis and chi-square. The results showed that ability of student in the thinking-level during the exam (C1): 37%, understanding (C2): 33%, application (C3): 30%; (2) the ability to understand of the learning goals in thinking level were C1: 1%, C2: 57%, C3: 42%; and (3) inappropriate of the proportion of C1 and C2 thinking levels in the exam to the significance of the learning.Keywords: level of thinking, exam question, learning objective

PENGARUH AIR LAUT TERHADAP KEKUATAN TEKAN BETON YANG TERBUAT DARI BERBAGAI MERK SEMEN YANG ADA DI KOTA MALANG

Wedhanto, Sonny

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak : Beton yang terkena pengaruh air laut disyaratkan menggunakan semen Tipe V; namun semen tersebut tidak tersedia di toko-toko bahan bangunan di Malang. Semen yang beredar ada tiga dengan tipe yang berbeda: Tipe I; “setara” Tipe I; dan Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi kekuatan tekan beton yang menggunakan berbagai jenis merk semen yang beredar di Malang terhadap pengaruh air laut, dan mengetahui semen yang terkuat terhadap pengaruh air laut. Sampel menggunakan silinder beton ukuran standar, mutu fc’=17 MPa; tiap perlakuan menggunakan lima buah benda uji; perlakuan dengan merendam benda uji dalam air laut selama 7; 14; dan 28 hari. Pengujian kekuatan tekan menggunakan Universal Testing Machine kapasitas 100 ton.Hasil pengujian: (1) selama 7 hari direndam air laut, kekuatan tekan beton meningkat dengan cepat, tetapi ketika direndam lebih lama kekuatannya cenderung turun; (2) selama 28 hari direndam air laut beton menggunakan semen Tipe I kekuatan tekannya relatif paling tinggi.Kata-kata kunci: Beton; air laut; kekuatan; semenAbstract : Concrete affected by sea water is required using Type V cement; the problem is that cement is not available in building materials stores in Malang. There are three outstanding cements with different types: Type I; “Equivalent” Type I; and Type II.This study aims to determine the reaction of concrete compressive strength using various types of cement brands circulating in Malang against the influence of sea water, and to know the strongest cement to the influence of sea water. Samples using standard size concrete cylinders, fc ‘= 17 MPa; each treatment using five specimens; treatment by immersing the test specimen in seawater for 7; 14; and 28 days. Testing compressive strength using Universal Testing Machine capacity of 100 tons.Test results: (1) for 7 days soaked in seawater, concrete compressive strength increases rapidly, but when soaked for longer its strength tends to decrease; (2) for 28 days soaked concrete seawater using cement Type I compressive strength is relatively high.Keywords: Concrete; sea water; power; cement

BAGAIMANA MENGUKUR KINERJA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI

Kuncoro, Tri

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Kinerja kontraktor, konsultan perencana dapat diukur key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU). Hal tersebut, dalam upaya untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja jasa konstruksi dalam kurun waktu tertentu. Key performance indicators (KPIs)/ indikator kinerja utama (IKU) berbeda dari satu negara ke negara lain. Hal tersebut, mengacu pada kondisi pasar yang berbeda, kebijakan, strategi, budaya, hukum, dan lingkungan persaingan yang berbeda. Industri konstruksi saat ini memiliki misi layanan jasa yang berfokus pada pelanggan. Perspektif pelanggan mencakup tiga indikator, yaitu, kualitas pelayanan dan kerja, kepuasan pelanggan, dan pangsa pasar. Kualitas pelayanan dan pekerjaan menempati urutan kedua penting setelah profitabilitas. Indikator kinerja seperti kepuasan pelanggan eksternal, keamanan, efisiensi bisnis, dan efisiensi-Ketekunan perencanaan semakin menjadi penting. indikator kinerja industri kontraktor, konsultan perencana, dan konsultan pengawas, di Malang Raya, meliputi: (1) kapabilitas pelaksana dalam pekerjaan finishing, (2) penyelesaian waktu pekerjaan konstruksi, (3) manajemen pelaksana proyek yang berpengalaman, (4) keuangan dan Perpajakan, (5) produktivitas tenaga kerja, (6) pendayagunaan peralatan, (7) kualitas bahan material.Kata-kata kunci: indikator kinerja, layanan jasa, dan industri konstruksi.Abstract: Contractor performance, planner consultant can be measured key performance indicators (KPIs) / key performance indicators (IKU). This, in an effort to identify the strengths and weaknesses of the performance of construction services within a certain time. Key performance indicators (KPIs) / main performance indicators (IKU) differ from country to country. It refers to different market conditions, different policies, strategies, cultures, laws, and competitive environments. The construction industry currently has a customer-focused service mission. The customer perspective includes three indicators, namely, service and work quality, customer satisfaction, and market share. Quality of service and occupation ranks second important after profitability. Performance indicators such as external customer satisfaction, security, business efficiency, and efficiency-Planning persistence is increasingly important. (2) completion of construction work time, (3) management of experienced project implementers, (4) finance and Taxation , (5) labor productivity, (6) utilization of equipment, (7) quality of materials.Keywords: performance indicators, services, and construction industry.

PERBANDINGAN MODEL ALIRAN BANJIR UNSTEADY FLOW DAN STEADY FLOW PADA SUNGAI NGOTOK RING KANAL

Idfi, Gilang

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Permodelan aliran banjir pada suatu sungai biasa dimodelkan dengan aliran satu dimensi. Banjir merupakan salah satu bentuk aliran unsteady flow yang dapat disimulasikan dengan program HEC-RAS. Hasil permodelan unsteady flow sering terjadi error dikarenakan analisis program yang tidak stabil. Kestabilan model dipengaruhi oleh alur sungai, kemiringan dasar sungai yang curam dan perubahan penampang melintang dari sungai. Karena dalam peramalan banjir dibutuhkan data debit maksimal dan muka air banjir maksimal, maka model aliran steady flow sering digunakan sebagai alternatif untuk perhitungan peramalan banjir. Penelitian kali ini bertujuan untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dari model aliran banjir steady flow dan unsteady flow. Lokasi penelitian di Sungai Ngotok Ring Kanal, Kabupaten Mojokerto. Permodelan hidrologi menggunakan program bantu HEC-HMS sedangkan permodelan hidrolika menggunakan program bantu HEC-RAS. Hasil permodelan yang dihasilkan menunjukkan bahwa profil elevasi muka air dari model steady flow memiliki kecenderungan lebih tinggi dari elevasi muka air yang dihasilkan oleh model unsteady flow. Waktu yang dibutuhkan untuk simulasi model unsteady flow lebih lama dari model steady flow. Elevasi muka air rata-rata yang dihasilkan oleh model unsteady flow adalah +27.17 m, sedangkan untuk model steady flow adalah +29.62 m.Kata-kata kunci: Steady flow, Unsteady flow, BanjirAbstract: One-dimensional flow is often used as a flood simulation. Flood is a type of unsteady flow that can be simulated using HEC-RAS. The result of this model sometimes refers to error due to the unstable analysis program. The stability of the program is affected by the river geometric, the slope of the river bed, and the cross-section characteristic of the river. In the step of flood forecasting, it requires the maximum discharge data and maximum of the water level. The steady flow model is an alternative way to simulate the flood flow. This study aimed to compare the advantages and the disadvantages of steady flow and unsteady flow modeling. Ngotok River, Mojokerto was selected as the case study location. The hydrology modeling was conducted by using the HEC-HMS, and HEC-RAS was equipped for the hydraulic modeling. The result of this study shows that the water level from the steady model is higher than the unsteady model. The time consumption to analyze the unsteady model is longer than the steady model. The average flood water level from the unsteady model is +27.17 m and the steady model is +29.62 m.Keywords: Steady flow, Unsteady flow, Flood

PENGARUH KARAKTERISTIK SUB-DAS GANGGANG TERHADAP BANJIR DI DESA NGULANAN KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO

Anie Yulistyorini, Windarti

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sub DAS Ganggang berupa : (1) tata guna lahan, (2) topografi (Slope), (3) bentuk DAS, (4) kerapatan jaringan dan (5) kekasaran permukaan. Metode yang digunakan dalam studi adalah penelitian deskripsi yang didasarkan observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sub DAS Ganggang memiliki karakteristik : (1) tata guna lahan sebagian besar sawah (2) topografi masuk kategori datar (3) bentuk DAS radial (4) kerapatan jaringan sedang dan (5) kekasaran permukaan 0,2 mempengaruhi banjir Desa Ngulanan Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.Kata-kata kunci: Bentuk DAS Ganggang, karakteristik DAS Ganggang, kekasaran permukaan DAS GanggangAbstract: The research was aimed to observe the characteristic of Ganggang sub-watershed in Bojonegoro regency. Several characterstics of Ganggang sub-watershed that observed in this study were (1) land use, (2) topography, (3) shape of the Ganggang sub-watershed, (4) local drainage system, and (5) land use coefficient. Field study observation and literature review were conducted to support this study. The results shown that Ganggang sub-watershed is characterized by several characteristics such as the majority of land use is paddy field, it has very flat topography, the sub-watershed is radial shape, it has medium drainage system, and land use coefficient of 0,2. These characteristics influence the regular flooding in Ngulanan, District Dander of Bojonegoro regency.Keywords: Ganggang sub-watershed shape, Ganggang sub-watershed characteristics, andland use coefficient.

Identifikasi Awal Volume Naik Turun Penumpang Di Tiap-Tiap Stasiun Pemberhentian Kereta Api Komuter Surabaya- Lamongan

Susanti, Anita

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi volume naik dan turun penumpang KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) di tiap-tiap stasiun pemberhentian. Metode yang digunakan dalam identifikasi ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Survai dilakukan pada setiap jam keberangkatan dari dua arah yang berbeda. Hasil identifikasi pada jam keberangkatan sore hari arah Surabaya-Lamongan menunjukkan bahwa Stasiun Pasar Turi memiliki volume penumpang terbesar, yang naik KA sebesar 147 penumpang (65%), sedangkan volume penumpang turun dari KA terjadi di Stasiun Lamongan sebesar 203 penumpang (89%). Keberangkatan pagi hari dari arah Lamongan-Surabaya, Stasiun Lamongan memiliki potensi volume penumpang terbesar, yang naik sebesar 163 penumpang (72%), sedangkan volume penumpang terbesar turun dari KA yang terjadi di Stasiun Pasar Turi sebesar 164 penumpang (73% ). Perbandingan load factor KA Komuter diketahui bahwa terbesar dari arah Surabaya-Lamongan terjadi pada jam keberangkatan sore hari sebesar 54,05%, sedangkan load factor terbesar dari arah Lamongan-Surabaya terjadi pada jam keberangkatan pagi hari sebesar 53,33%.Kata-kata Kunci: identifikasi, volume penumpang, load factorAbstract: The facility must be tailored to the needs tailored to the passengers’ wishes. The purpose of this research was for identification of the volume of up and down passenger KA Komuter sulam (Surabaya-Lamongan) in each station of termination. The method used in this initial identification is the collection of secondary data and primary data. Primary data collection is done by calculating the volume of up and down passengers at each stop station KA Komuter SULAM. Surveys are conducted at each hour of KA SULAM departure from two different directions. Initial identification results indicate that at the afternoon departure time of Surabaya-Lamongan direction, Pasar Turi Station has the largest potential passenger volume that rode by 147 passengers (65%), while passenger volume dropped from KA happened at Lamongan Station by 203 passengers (89% ). On the morning departure from Lamongan-Surabaya, Lamongan Station has the largest passenger volume potential to reach 163 passengers (72%), while the largest passenger volume dropped from the railway at Pasar Turi Station with 164 passengers (73%). The comparison of KA Komuter load factor is known that the largest load factor from Surabaya-Lamongan direction occurs at the afternoon departure hour of 54.05%, while the largest load factor from Lamongan-Surabaya direction occurs at 53.33% in morning departure hours.Keywords: identification, passenger volume, load factor

PENGARUH LAMA PERENDAMAN AIR HUJAN TERHADAP KINERJA LASTON (AC-WC) BERDASARKAN UJI MARSHALL

Boedi Rahardjo, Ilvin NurLaily

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Mengetahui karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) dan (b) Mengetahui pengaruh lama perendaman air hujan terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall. Hasil penelitian ini menunjukkan (a) karakteristik bahan penyusun campuran laston (AC-WC) memenuhi syarat yang ditentukan dalam spesifikasi , (b) hasil pengujian pengaruh lama perendaman air hujan diperoleh nilai stabilitas terus mengalami penurunan; nilai kelelehan plastis (flow) mengalami peningkatan; nilai Marshall Quotient konsisten mengalami penurunan; nilai VIM terus meningkat; nilai VMA terus mengalami peningkatan dan nilai VFB menurun secara konsisten.Kata-kata kunci: perendaman, laston (AC-WC), uji Marshall.Abstract: The objectives of this research are: (a) To know the characteristics of composite material of laston mixture (AC-WC) and (b) to know the effect of rain water immersion period on laston performance (AC-WC) based on Marshall test. The results of this study show that (a) the characteristics of composite materials of the laston mixture (AC-WC) fulfill the requirements specified in the specification; (b) the results of testing the effect of the duration of rain water immersion; The value of plastic melt has increased; The value of Marshall Quotient consistently decreases; VIM values continue to increase; VMA values continue to increase and the value of VFB decreases consistently.Key Words: immersion, laston (AC-WC), Marshall test.

ANALISIS RISIKO DALAM PROYEK JALAN RAYA DI KABUPATEN MALANG

Bambang Djatmiko, N. Bambang Revantoro Suparno

ISSN 0852-2480
Publisher : BANGUNAN : Teori, Praktek, Penelitian, dan Pengajaran Teknik Bangunan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah mengetahui intensitas frekuensi terjadi risiko eksternal dan (2) mengetahui pengaruh risiko eksternal terhadap keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Penelitian ini menggunakan rancangan survey, dan populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan kontraktor jalan raya, yang mengerjakan proyek jalan raya di Kabupten Malang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (l) intensitas frekuensi terjadi risiko eksternal dalam pelaksanaan proyek jalan raya di Kabupaten Malang yang paling signifikan terjadi adalah (a) banjir dan kondisi cuaca yang tidak baik (sering hujan, hujan berkepanjangan), dan (b) retribusi di luar dugaan, dan (2) pengaruh risiko eksternal yang signifikan terhadap waktu penyelesaian proyek jalan raya di Kabupten Malang adalah (a) kondisi cuaca yang tidak baik (sering terjadi hujan, hujan sangat deras, musim hujan berkepanjangan) dan (b) kondisi owner yang kurang mendukung.Kata-kata kunci: Risiko, Proyek, Jalan Raya.Abstract: The purpose of this study is to know the frequency intensity of external risks and (2) to know the effect of external risks on the delay in project completion time. This research uses survey design, and population in this research is road contractor company, which work on highway project in Kabupten Malang. The analysis technique used is descriptive analysis. The results of the research can be summarized as follows: (l) the frequency intensity of external risks in the implementation of road projects in Malang Regency the most significant occurred are (a) floods and unfavorable weather conditions (frequent rain, prolonged rain), and (b) Unanticipated levies, and (2) significant external impacts on project completion time in Malang Regency are (a) unfavorable weather conditions (rain, heavy rain, long rainy season) and (b) condition Owner who is less supportive.Key Words: Risk, Project, Highway