cover
Contact Name
-
Contact Email
dwiratna@matematika.its.ac.id
Phone
6281331347388
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) ITS. Gedung Pusat Riset Lt.6, Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 INDONESIA
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : 2301928X     EISSN : 23373520     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Fokus dari jurnal ilmiah berkala ini adalah mempublikasikan setiap hasil karya ilmiah yang melingkupi bidang: - Bidang matematika dan terapannya - Bidang fisika dan terapannya - Bidang kimia dan terapannya - Bidang statistika dan terapannya - Bidang biologi dan terapannya - Bidang disain produk - Arsitektu
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2018)" : 139 Documents clear
Optimasi Penentuan Waktu Optimum Pemeliharaan (Preventive Maintenance) Mesin Boiler Di PT. X Menggunakan Metode Geometric Process Fadilah, Anisa Nur; Aksioma, Diaz Fitra; Haryono, Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.427 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33148

Abstract

PT X merupakan salah satu perusahaan pengalengan ikan di Indonesia yang terletak di Gempol Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Proses produksi di PT X dilakukan menggunakan bantuan mesin untuk memudahkan dan mengefisiensi proses produksi. Salah satu mesin yang penting dalam proses produksi adalah mesin Boiler. Mesin Boiler adalah mesin yang berfungsi untuk mengubah air menjadi steam yang digunakan pada proses cooking dan sterilisasi (retort). Selama ini pemeliharaan mesin Boiler di PT X adalah corrective maintenance karena perhitungan secara sistematis dengan pendekatan ilmu statistika belum pernah dilakukan, sehingga usia pakai komponen mesin masih belum diketahui. Pada penelitian kali ini akan dibahas mengenai penentuan waktu optimum pemeliharaan (preventive maintenance) dengan biaya minimum menggunakan metode Geometric Process. Metode ini digunakan karena kerusakan mesin memiliki trend. Hasil analisis menghasilkan bahwa waktu optimum untuk melakukan kegiatan pemeliharaan (preventive maintenance) mesin Boiler di PT X dengan biaya minimum adalah pada saat kerusakan ke 6 dengan estimasi biaya sebesar Rp 6.301.382. Dengan menerapkan kebijakan pemeliharaan (preventive maintenance) mesin Boiler setelah mengalami kerusakan ke-6, PT X dapat menghemat biaya pemeliharaan (preventive maintenance) sebesar Rp 10.698.618 jika dibandingkan dengan biaya dikeluarkan oleh perusahaan dalam memelihara mesin Boiler (CR).
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Rumah Tangga Miskin (RTM) dan Bukan Rumah Tangga Miskin (Non-RTM) di Jawa Timur untuk Konsumsi Air Bersih Menggunakan Analisis Regresi Tobit Nurhadirat, Annisa; Zain, Ismaini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.306 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34698

Abstract

Permasalahan kebutuhan air bersih harus teratasi agar dapat memenuhi tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Salah satu masalah yang timbul yaitu biaya yang harus dikeluarkan oleh setiap rumah tangga miskin (RTM) dan bukan rumah tangga miskin (non-RTM) dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran untuk konsumsi air bersih dan memodelkan pengeluaran konsumsi air bersih terhadap faktor-faktor yang diduga mempengaruhi dengan analisis regresi tobit. Data yang digunakan adalah data SUSENAS 2016 dengan variabel respon yaitu pengeluaran untuk konsumsi air bersih dan unit penelitiannya yaitu rumah tangga. Hasil analisis yang diperoleh pada model non-RTM yaitu variabel yang berpengaruh signfikan pada model biaya pengeluaran untuk konsumsi air bersih pada non-RTM adalah jenjang pendidikan terakhir kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, total pengeluaran bukan makanan perbulan dan fasilitas air minum dengan nilai Pseudo R2 yang dihasilkan yaitu 5,28%. Selanjutnya hasil analisis pada model RTM diperoleh kesimpulan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap biaya pengeluaran konsumsi air bersih untuk RTM hanya dua variabel yaitu jumlah anggota rumah tangga dan dan fasilitas air minum dengan nilai Pseudo R2 yang dihasilkan yaitu 15,30%.
Pengelompokan Rumah Tangga di Pulau Madura Berdasarkan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Air Bersih Menggunakan Similarity Weight and Filter Method Martha, Astarani Wili; Zain, Ismaini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.327 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34700

Abstract

Clean Water and Sanitation adalah salah satu indikator pada SDGs yang berhubungan dengan kebutuhan air bersih. Tiga dari empat kabupaten di pulau Madura mengalami kekeringan, hal ini tentu menjadi sorotan untuk dilakukannya penelitian supaya terpenuhinya kebutuhan air bersih. Pulau Madura terdapat 3097 rumah tangga yang perlu mengonsumsi air bersih. Namun, belum semua rumah tangga mengakses air bersih. Penelitian ini bertujuan mengelompokan rumah tangga di Pulau Madura berdasarkan faktor yang mempengaruhi konsumsi air bersih dengan analisis kelompok. Pengelompokan berdasarkan data numerik dan data kategorik. Oleh karena itu digunakan pengelompokan dengan metode Similarity Weight and Filter Method. SWFM adalah salah satu metode pengelompokan campuran, pengelompokan data numerik menggunakan metode hirarki ward dan data kategorik menggunakan k-modes. Untuk analisis kelompok data numerik, terdapat 3 variabel dan diperoleh dua jumlah kelompok optimum menggunakan metode ward dengan nilai pseudo-F sebesar 1001,172. Analisis kelompok berskala kategorik terdapat 6 variabel dengan menggunakan k-modes dihasilkan tiga kelompok. Metode ensembel SWFM menghasilkan lima kelompok. Pengambilan lima kelompok karena menghasilkan nilai rasio terkecil pada jumlah kelompok sebesar 0,006627.
Regresi Nonparametrik Spline Truncated untuk Memodelkan Persentase Unmet Need di Kabupaten Gresik Sholicha, Camelia Nanda; Budiantara, I Nyoman; Ratna, Madu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.106 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.35259

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan wilayah yang mengalami penurunan persentase unmet need sehingga pada tahun 2017 menjadi urutan terendah kedua di Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 15,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi seperti petugas penyuluh informasi, tempat pelayanan KB, persentase keluarga miskin dan persentase pendidikan terakhir lebih dari SMA yang ditamatakan kepala keluarga diduga cukup berpengaruh dalam capaian Kabupaten Gresik dalam menangani kejadian unmet need. Metode yang sesuai digunakan dalam penelitian yaitu analisis regresi nonparametrik Spline Truncated karena data tidak membentuk sebuah pola tertentu serta menggunakan titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) yang minimum. Dalam penelitian ini, karakteristik kecamatan dengan persentase unmet need di Kabupaten Gresik sangat tinggi dan tidak memenuhi SPM. Model regresi nonparametrik spline truncated terbaik dengan menggunakan kombinasi titik knot yaitu satu titik knot pada variabel cakupan PKB/PLKB (x1), satu titik knot pada variabel cakupan tempat pelayanan KB (x2), dua titik knot pada variabel persentase keluarga miskin (x3), serta dua titik knot pada variabel persentase pendidikan terakhir lebih dari SMA yang ditamatkan oleh KK (x4). Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 88,09%.
Analisis Spasial Persebaran dan Pemetaan Kerawanan Kejadian Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Lumajang dengan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic Kurniadi, Abimanyu; Sutikno, Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.162 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.36634

Abstract

Kabupaten Lumajang cenderung mengalami peningkatan jumlah kasus kejadian demam berdarah dengue atau DBD. Hal ini menunjukkan bahwa, jumlah kejadian kasus DBD di Kabupaten Lumajang belum dapat ditekan secara efektif, kemungkinan disebabkan oleh kurangnya informasi terhadap waktu, tempat dan jumlah kejadian kasus DBD yang terintegrasi. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus DBD dapat ditinjau dari aspek spasial, yaitu tingkat ketergantungan penyakit DBD di suatu wilayah diperkirakan dipengaruhi oleh penyakit DBD di wilayah lain yang berdekatan. Kejadian kasus DBD yang digunakan dalam penelitian ini adalah kejadian kasus DBD di setiap kecamatan di Kabupaten Lumajang pada Tahun 2014-2016 yang kemudian dianalisis dengan menggunakan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic untuk menganalisis pola persebaran dan membentuk peta kerawanan. Hasil penelitian menyimpulkan pola persebaran kejadian kasus DBD pada Tahun 2014 yaitu menyebar, sedangkan Tahun 2015 dan 2016 pola persebarannya mengelompok. Hasil analisis dengan menggunakan metode Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic mengidentifikasi kecamatan rawan kasus DBD yaitu Kecamatan Gucialit, Klakah, Padang, Sukodono, Lumajang, Sumbersuko, Tempeh, Rowokangkung Yosowilangun dan Tekung. Kecamatan Lumajang adalah kecamatan yang selalu memiliki jumlah kasus DBD yang tertinggi atau maksimum pada Tahun 2014 hingga 2016.
Pendekatan Theory of Affordances pada Oblique Coworking Space Claudina, Anisa; Prasetyo, Endy Yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.254 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33144

Abstract

Posisi stasioner horizontal dan vertikal tidak lagi sesuai dengan dinamika umat manusia. Melihat hal ini Claude Parent dan Paul Virilio kemudian mengkonseptualisasikan tatanan arsitektural baru dalam apa yang mereka sebut dengan the function of the oblique. Gagasan bidang miring ini diharapkan dapat men-trigger pergerakan manusia sehingga merangsang manusia untuk beradaptasi dan merasakan hubungannya dengan lingkungan. Hubungan ini dapat terwujud dengan pendekatan Theory of Affordances. Theory of Affordances akan mencari proses persepsi terhadap objek dengan memperhatikan sifat relatif lingkungan terhadap manusia, termasuk di dalamnya kemungkinan kemiringan bidang yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk memunculkan keterkaitan dinamis antara persepsi manusia dan karakteristik desain lingkungan yang spesifik. Pendekatan ini dilaksanakan pada metode desain yang terdiri dari blurring sebagai conceptual tools; kajian preseden, pembacaan aktivitas terhadap bidang dan alur pengguna sebagai programatic tools; dan integrasi kebutuhan ruang dan besaran, persyaratan terkait ruang, dan zona pengguna sebagai formal tools.
Perancangan Permukiman pada Lahan Terbatas Fresiani, Anggun; Faqih, Muhammad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.453 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33298

Abstract

Kota yang inklusif merupakan kota dengan segala macam yang ada di dalamnya dapat dijangkau dan dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut menjadi penting karena fasilitas kota seharusnya dapat dirasakan oleh segala golongan. Namun faktanya, mengenai inklusifitas masih harus diciptakan di banyak bidang, salah satunya mengenai permukiman yang berada di bantaran rel kereta api Sidotopo. Penelitian yang merupakan bagian dari penyelesaian masalah ini mengacu pada tujuan SGDs nomor 11 yang mengusung tentang kota dan hunian inklusif. Masalah yang muncul utamanya mengenai lahan terbatas, privasi, kebutuhan ruang dan pemenuhan lingkungan sehat. Di dalamnya, terdapat lima tahapan design framework [1] dengan menggunakan pendekatan perilaku. Pattern-based design method digunakan sebagai alat eksplorasi desain untuk mencapai efektivitas dalam penerapan pada hunian dan lingkungan yang inklusif. Tujuan dari perancangan ini yaitu untuk mewujudkan permukiman inklusif yang dapat mewadahi fasilitas dan kebutuhan, baik ruang maupun fisik pada lahan terbatas untuk kalangan masyarakat yang tidak dapat menjangkau secara individu. Dengan masalah dan tujuan tersebut, penyelesaian yang dihasilkan yaitu terpenuhinya standar fasilitas lingkungan hunian dengan efisiensinya; terakomodasinya program aktivitas pada ruang hunian, dengan terbentuknya empat tipe hunian yang ukuran luasannya berbeda pada setiap tipe.
Penerapan Healing Architecture dengan Konsep Slow Living dalam Perancangan Ruang Publik Pereda Stres Ruspandi, Adinda Aprilia Kirana; Mahendra, Angger Sukma
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2354.881 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.33492

Abstract

Fast Paced Life atau biasa disebut dengan hidup-serba-cepat adalah gaya hidup dengan aktivitas padat dan terus menerus. Fast Paced Life dapat mendorong stimulasi berlebih dan overscheduling, yang menjadi stres kronis yang menyebabkan emosi dan kebiasaan yang tidak stabil. Usulan objek disain adalah ruang publik yang dapat meredakan stress masyarakat Serpong akibat fast paced life. Peranan bangunan ruang publik adalah membantu penyembuhan dari sisi psikologis atau pengobatan non medis yang menggunakan pendekatan prinsip-prinsip desain yang diterapkan pada objek. Fungsi bangunan sebagai ruang publik pereda stres akibat fast paced life maka diterapkan pendekatan healing architecture dan slow living pada obyek desain. Healing architecture merupakan sebuah pendekatan dimana tujuan utama dari penggunaanya adalah untuk membantu menyembuhkan pengguna dengan konsep pembentukkan lingkungan perawatan yang memadukan aspek fisik serta psikologis pasien di dalamnya yang bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan slow living merupakan sebuah gaya hidup yang dengan tempo lambat dan lebih mengutamakan kualitas waktu. Gaya hidup tersebut bertolak belakang dengan gaya hidup fast paced life. Obyek desain menggunakan pola lingkaran sebagai acuan dalam proses mendesain. Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa curve atau melengkung dapat memperlambat tempo kecepatan manusia saat berjalan. Oleh karena itu lingkaran dipilih menjadi pola acuan saat mendesain karena semua sisi lingkaran merupakan curve atau melengkung. Obyek desain akan menggabungkan karakteristik mall (community mall) dan ruang publik. Community mall terdiri dari beberapa massa bangunan yang dihubungkan dengan jalan setapak. Karakteristik ini lah yang akan diterapkan pada obyek desain.
Desain Arsitektur dengan Penggabungan Ruang Hijau dan Fasilitas Publik Retnoningtiyas, Anggraeni; Rachmawati, Murni
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.27 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34930

Abstract

Ruang terbuka hijau publik adalah RTH yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah kota/kabupaten yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. Syarat sebuah kota adalah memiliki 30% RTH dari luas wilayahnya, namun Kota Bekasi baru memenuhi 15% dari luas wilayahnya. Kota Bekasi sebagai kota penunjang ibukota Jakarta yang harus dapat mengimbangi terutama pada fasilitas publik. Ruang publik yang tersedia kurang diperhatikan dengan baik. Ruang publik seharusnya memberikan rasa nyaman dan rileks bagi penggunanya. Untuk itu dibutuhkan sebuah fasilitas ruang publik yang dapat menampung aktivitas masyarakat namun juga tidak menjadi bagian yang terpisah dari lingkungan sekitarnya. Metoda yang digunakan dalam perancangan fasilitas publik diatas adalah architecture as landscape methods untuk mendapatkan massa yang sesuai untuk menjawab permasalahan diatas, yaitu dengan menggabungkan ruang hijau dan fasilitas publik menjadi satu kesatuan. Pendekatan biophilik dipilih untuk memunculkan suasana nyaman pada objek rancang. Pendekatan biophilik dimasukan pada massa yang merupakan hasil dari metode yang telah dibuat sebelumnya.
Revitalisasi Ruang Publik Kampung Luar Batang dengan Metode Hybrid Architecture Dwirachmayanti, Adistria; Krisdianto, Johanes
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.694 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.34998

Abstract

Kampung Luar Batang memiliki potensi wisata yang cukup besar dengan adanya Masjid dan Makam Luar Batang. Kegiatan wisata kampung tersebut memunculkan berbagai mata pencaharian dan pola hidup dari masyarakat Kampung Luar Batang yang mayoritas merupakan pewirausaha. Seluruh aspek tersebut memunculkan ide untuk merevitalisasi Kampung Luar Batang sebagai salah satu solusi menaikkan potensi wisata kampung dan tempat kegiatan masyarakat Kampung Luar Batang. Revitalisasi Kampung Luar Batang ini didasarkan pada pendekatan pada aspek sosiologi manusia didalamnya yang mempertimbangkan perilaku sosial di Kampung Luar Batang. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode desain Hybrid Architecture yaitu perpaduan dari aspek yang akan divitalkan pada Kampung Luar Batang dipadukan dengan ide modernisasi yang akan diusulkan untuk menunjang ide perancangan yang akan menunjang peningkatan kualitas tersebut. Revitalisasi Kampung Luar Batang ini akan mencakup perbaikan dan pengadaan kualitas ruang dari Kampung Luar Batang. Beberapa seperti pengadaan mix-use building, penataan ulang Kawasan Masjid Luar Batang, serta penataan ulang kawasan ruang usaha pewirausaha Kampung Luar Batang

Page 1 of 14 | Total Record : 139