cover
Contact Name
-
Contact Email
dwiratna@matematika.its.ac.id
Phone
6281331347388
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) ITS. Gedung Pusat Riset Lt.6, Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 INDONESIA
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : 2301928X     EISSN : 23373520     DOI : -
Fokus dari jurnal ilmiah berkala ini adalah mempublikasikan setiap hasil karya ilmiah yang melingkupi bidang: - Bidang matematika dan terapannya - Bidang fisika dan terapannya - Bidang kimia dan terapannya - Bidang statistika dan terapannya - Bidang biologi dan terapannya - Bidang disain produk - Arsitektu
Articles 279 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2016)" : 279 Documents clear
Pendekatan Metode Bayesian Untuk Kajian Estimasi Parameter Distribusi Log-Normal Untuk Non-Informatif Prior Diana, Evi Noor; Soehardjoepri, Soehardjoepri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.412 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16468

Abstract

Distribusi Log-Normal merupakan salah satu dari beberapa distribusi kontinu. Distribusi Log-Normal tersebut memiliki parameter yang harus di estimasi yaitu parameter mean θ dan varians . Penelitian dilakukan dengan metode Bayesian yaitu penggabungan fungsi likelihood dan distribusi prior, sehingga diperoleh distribusi posterior. Distribusi prior yang digunakan adalah non-informatif prior. Teknik penentuan dari non-informatif prior menggunakan metode Jeffrey’s dari distribusi Log-Normal. Setelah didapatkan distribusi posterior, diperoleh distribusi marginal dari mean θ dan varians  dan langkah selanjutnya adalah mencari ekspektasi dari distribusi marginal. Hasil akhirnya mendapatkan estimasi titik untuk mean θ dan varians . 
Pembandingan Kompleksitas Algoritma pada Penyelesaian Permasalahan Graph Isomorphism Soetandyo, Ryan Nathan; Wijaya, Arya Yudhi; Soelaiman, Rully
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16682

Abstract

Graf adalah sebuah model yang direpresentasikan sebagai kumpulan titik atau simpul dan beberapa garis yang menghubungkan antar titik atau yang disebut sebagai edge. Graf bisa digunakan sebagai model berbagai macam relasi dalam berbagai macam bidang seperti fisika, biologi, dan teknologi informasi. Salah satu masalah yang muncul di graf adalah masalah isomorphism.Graf A dan graf B bisa dikatakan isomorphic jika semua simpul di graf A bisa dipetakan ke simpul di graf B secara bijeksi. Untuk bisa mengetahui apakah kedua graf bersifat isomorphic ada beberapa pilihan algoritma yang bisa digunakan seperti VF2, Schmidt & Druffel fast backtracking dan lain lain.Pada tugas akhir ini, akan diselesaian permasalahan dengan judul “ISOMORPH” pada situs penilaian daring SPOJ. Pada permasalahan tersebut akan terdapat beberapa graf yang harus dicari pasangan isomorphic nya. Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan menggunakan 2 macam algoritma yaitu algoritma VF2 dan algoritma Schmidt & Druffel fast Backtracking.
Desain dan Analisis Algoritma Dijkstra dan Metode Visibility Graph Naive untuk Penyelesaian Persoalan Spoj The Archipelago Pradana, Reva Yoga; Hariadi, Victor; Soelaiman, Rully
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.275 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16847

Abstract

Permasalahan pada SPOJ 780 The Archipelago adalah sebagai berikut. Diberikan sekumpulan pulau yang memiliki beberapa terminal dan area terlarang yang tidak boleh dilewati selama jalur darat di pulau tersebut. Kemudian, dicari kemungkinan rute terpendek yang menghubungkan terminal di suatu pulau ke terminal di pulau yang lain, tanpa melewati area terlarang manapun, dan total jarak pada 1 pulau harus dibulatkan ke atas. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dibutuhkan algoritma Visibility Graph Navie, untuk mengetahui titik-titik mana saja yang dapat dilalui, dan algoritma Dijkstra untuk mengetahui rute terpendeknya. Selain itu, juga dilakukan beberapa optimasi untuk mempercepat kinerja sistem, yaitu dengan cara penyederhanaan penggambaran entitas halangan, pengurangan jumlah vertex yang harus dicek visibilitasnya, dan penggunaan backtracking dari vertex tujuan hingga vertex sumber untuk mengetahui total jarak pada tiap pulau. Cara kerja dari sistem adalah sebagai berikut. Diberikan masukan sesuai deskripsi permasalahan. Setelah masukan berhasil diolah, sistem akan memanggil algoritma Dijkstra. Pada tiap current vertex yang dihasilkan di dalam Dijkstra, sistem akan memanggil algoritma Visibility Graph Naive, untuk mengecek visibilitas dari vertex tersebut dengan vertex lain yang se-pulau, agar dapat diketahui vertex mana saja yang menjadi tetangganya. Dijkstra akan berhenti saat current vertex merupakan vertex tujuan. Kemudian saat Dijkstra telah berhenti, sistem akan menghitung total jarak pada tiap pulau, total jarak keseluruhan, dan menyimpan posisi yang dipilih pada rute terpendek. Hasil akhir menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan cukup cepat berkat optimasi yang baik, dengan waktu rata-rata sebesar 0.2763 detik dan memori rata-rata 10.533 MB.
ANALISIS REDUKSI MODEL PADA SISTEM LINIER WAKTU DISKRIT Sari, Yunita Indriana; Arif, Didik Khusnul
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.079 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17025

Abstract

Reduksi Model adalah penyederhanaan sistem yang berorde besar agar sistem tersebut memiliki orde yang lebih kecil tanpa kesalahan yang signifikan. Pada Tugas Akhir ini, dibahas mengenai reduksi model dengan menggunakan metode pemotongan setimbang dengan menganalisis sistem awal, mengkaji pembentukan sistem setimbang, dan konstruksi model tereduksi. Proses reduksi model diawali dengan membentuk sistem setimbang dari sistem awal yang bersifat stabil, terkendali, dan teramati dengan matriks transformasi . Setelah didapatkan sistem setimbang, selanjutnya dilakukan pemotongan nilai singular Hankel yang kecil. Setelah itu dilakukan simulasi reduksi model menggunakan MATLAB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model tereduksi yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan sistem awal, yaitu sifat stabil, terkendali, teramati. Selain itu, pemotongan nilai singular Hankel dapat dilakukan sesuai kebutuhan dalam pengaplikasian reduksi model pada permasalahan di kehidupan nyata. Selanjutnya, dilakukan perbandingan model awal dan model tereduksi dengan menggunakan respon frekuensi.
Perancangan dan Implementasi Perangkat Lunak Sistem Pendukung Keputusan Multi Kriteria Menggunakan Metode AHP Maghfiroh, Siti; Irawan, Mohammad Isa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.533 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17143

Abstract

Sejalan dengan pesatnya perkembangan industri, pengambilan keputusan yang cepat dan akurat menjadi bagian yang penting dalam suatu instansi agar roda organisasi berjalan dengan lancar. Untuk mendukung hal tersebut, dibuat suatu sistem berbasis komputer yang dapat memudahkan proses pengambilan keputusan yaitu Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Agar dapat digunakan secara efektif, AHP perlu dibuat secara user friendly dengan fitur yang mudah digunakan. Pada penelitian ini, dibuat perangkat lunak SPK yang dibangun dengan mengimplementasikan model AHP untuk menyelesaikan permasalahan pengambilan keputusan. Pada metode AHP, permasalahan dimodelkan dalam sebuah hirarki dan ranking alternatif ditentukan berdasarkan prioritas. Prioritas dihitung berdasarkan nilai perbandingan berpasangan yang diberikan oleh decision maker pada setiap level hirarki. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dibangun memberikan ranking alternatif yang sama dengan penelitian sebelumnya sehingga dengan adanya perangkat lunak ini decision maker tidak perlu membangun perangkat lunak baru untuk permasalahan yang berbeda.
Estimasi Variabel Keadaan Gerak Longitudinal Pesawat Terbang Menggunakan Metode Fuzzy Kalman Filter Sani, Resi Arumin; Apriliani, Erna; Isa Irawan, Mohammad
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.022 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17219

Abstract

Pesawat terbang merupakan sarana transportasi udara yang memiliki enam derajat kebebasan gerak (DOF) yaitu sistem gerak yang dikontrol oleh aileron, elevator dan rudder. Gerak longitudinal pesawat terbang dikontrol oleh sistem elevator. Sistem pengendalian gerak pesawat terbang dengan mempertimbangkan adanya suatu noise, sehingga dibutuhkan estimator yang digunakan untuk mengestimasi gerak pesawat terbang. Estimasi dilakukan dengan metode Kalman Filter dan kombinasi Logika Fuzzy-Kalman Filter yang disebut Fuzzy Kalman Filter, serta optimal smoothing. Berdasarkan hasil penelitian, nilai root mean square error (RMSE) menunjukkan bahwa metode Fuzzy Kalman Filter relatif lebih kecil daripada metode Kalman Filter pada semua variabel gerak longitudinal pesawat terbang. Peningkatan error variabel masing-masing yaitu kecepatan translasi ke depan 62,4 %, kecepatan translasi ke atas 0,7 %, kecepatan sudut pitch 0,009 % dan sudut pitch 1,7 %. Namun berdasarkan waktu komputasi, metode Kalman Filter lebih cepat dengan waktu  dibandingkan Fuzzy Kalman Filter yang membutuhkan waktu .
Simulasi Numerik Aliran Fluida pada Saluran T-Junction 90 : PLTA Tulungagung Bahaullah, Ruli Yuda; Imron, Chairul
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.926 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17377

Abstract

Penerapan konsep fluida sering digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu permasalahan aliran sungai yang masuk ke PLTA Tulungagung fluida pada saluran T-Junction 900 dengan penghalang square di titik percabangan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bilangan Reynold pada karakteristik kecepatan aliran fluida di daerah belakang penghalang square menggunakan persamaan Navier-Stokes. Persamaan Navier-Stokes incompressible, viscous dan unsteady diselesaikan menggunakan metode beda hingga staggered grid dan algoritma SIMPLE (Semi Implicit Method for Pressure-Linked Equation). Metode beda hingga digunakan untuk menyelesaikan susunan grid yang digunakan sedangkan algoritma SIMPLE digunakan untuk memperoleh nilai komponen kecepatan dan tekanan. Profil aliran fluida disimulasikan dengan variasi bilangan Reynold yaitu 100. 1000, 3000, 5000 dan variasi letak penghalang square dalam tujuh model dan tiga area.Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik kecepatan aliran fluida di belakang penghalang square. Letak penghalang square terbaik adalah pada model V dengan nilai kecepatan rata-rata pada posisi A sebesar 0.037847, posisi B sebesar 0.026441, dan posisi C sebesar 0.0187.
Desain dan Simulasi Sistem Kendali Linear Quadratic Gaussian (LQG) untuk Kestabilan Gerak Pitch LSU-05 Fajar, Shaffiani Nurul; Apriliani, Erna; Soleha, Soleha
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18574

Abstract

Lapan Surveillance UAV (LSU)-05 merupakan salah satu jenis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak yang dikembangkan oleh LAPAN sejak tahun 2013. LSU-05 memiliki empat jenis kendali permukaan, salah satunya adalah elevator yang berfungsi mengendalikan gerak sudut pitch. Agar sudut pitch pada UAV stabil dan mengikuti setpoint, maka dibutuhkan perancangan sistem kendali. Langkah pertama adalah mengkaji penurunan persamaan model gerak longitudinal pesawat. Langkah kedua adalah melakukan perancangan kendali LQG. Kendali LQG dipilih karena mampu memperbaiki keluaran sistem dari gangguan yang bersifat stokastik. Selain itu, juga ditambahkan kendali integral agar keluaran sudut pitch sesuai dengan input yang dimasukkan. Setelah kendali LQG dan kendali integral diterapkan, maka dilakukan pengamatan hasil simulasi untuk mendapatkan respon keluaran sistem. Dari hasil pengamatan, diperoleh waktu stabil sudut pitch adalah 0,435 s, yang berarti ketika LSU-05 melakukan gerak pitch sebesar 0,2 rad, maka untuk mencapai 0,2 rad dibutuhkan waktu sebesar 0,435 s. Selain itu diperoleh nilai overshoot sebesar 10% yang berarti saat nilai masukkan sudut pitch sebesar 0,2 rad, LSU-05 melakukan gerak pitch sebesar 0,22 rad.
Konvergensi Barisan dan Teorema Titik Tetap pada Ruang b-Metrik Rahmasari, Cahyaningrum; Sunarsini, Sunarsini; Sadjidon, Sadjidon
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.089 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18651

Abstract

Dalam paper ini, dibahas mengenai ruang b-metrik yang merupakan generalisasi dari ruang metrik. Bahasan yang menarik untuk dikaji dalam ruang b-metrik diantaranya adalah mengenai konvergensi barisan serta teorema titik tetap. Untuk mendapatkan teorema titik tetap dalam ruang b-metrik, perlu ditunjukkan bahwa ruang b-metrik tersebut lengkap. Pada paper ini, ditunjukkan bahwa ruang b-metrik l_(1/2)  merupakan ruang b-metrik yang lengkap, sehingga didapatkan pula teorema titik tetap dalam ruang b-metrik l_(1/2)
Analisis Dinamika Model Penyebaran Penyakit Menular Tipe SEIRS Berkaitan Dengan Transportasi Antar-Dua Kota Yolanda, Devi; Apriliani, Erna
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.18 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18654

Abstract

Transportasi antar dua kota merupakan salah satu factor utama yang mempengaruhi penyebaran penyakit menular. Untuk mengetahui dampaknya, sebuah model penyebaran penyakit menular dengan tipe SEIRS diformulasikan dan dianalisis. Analisis model kestabilan secara bebas penyakit dan endemic dengan menunjukkan kestabilan asimtotik local pada keduanya. Hasilnya mengatakan bahwa hubungan transportasi dapat membuat keadaan menjadi endemic pada masing-asing wilayah sehingga orang yang terinfeksi akan seakin bertambah dengan melakukan perpindahan antar dua kota. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi untuk mencegah penyebaran lebih luas lagi.

Page 1 of 28 | Total Record : 279