Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -
Articles 142 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2015)" : 142 Documents clear
Simulasi perpindahan panas pada lapisan tengah pelat menggunakan metode elemen hingga Rachmawati, Vimala; -, Kamiran
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.186 KB)

Abstract

Perpindahan panas (heat transfer) adalah energi yang berpindah karena adanya perbedaan suhu, dimana prosesnya terjadi secara konduksi, konveksi dan radiasi. Fenomena ini memunculkan model matematika perpindahan panas yang merupakan persamaan diferensial parsial dan dapat diselesaikan secara numerik. Banyak penelitian muncul yang membahas masalah perpindahan panas dengan berbagai macam medium dan solusi numerik yang digunakan. Metode yang digunakan untuk penyelesaian masalah numerik ini diantaranya adalah metode beda hingga, metode volume hingga dan metode elemen hingga. Pada tugas akhir ini dibahas bagaimana simulasi perpindahan panas pada lapisan tengah pelat dimana model matematikanya dikembangkan dari penelitian sebelumnya. Model matematika ini diselesaikan dengan metode elemen hingga dengan fungsi bentuk segiempat linier. Selanjutnya persamaan perpindahan panas diselesaikan dengan metode residual dan formulasi galerkin sehingga hasil akhirnya dapat disimulasikan menggunakan software MATLAB untuk mengetahui laju perpindahan panas pada lapisan tengah pelat. Dari hasil simulasi diperoleh kesimpulan bahwa banyaknya elemen yang digunakan berpengaruh pada perhitungan numerik distribusi suhu pada pelat. Selain itu, banyaknya elemen juga berpengaruh pada kontur pelat dan waktu yang dibutuhkan saat simulasi.
Fabrikasi dan Karakterisasi Directional Coupler Konfigurasi 3×3 Planar Berbahan Serat Optik Plastik Step-Index Moda Jamak Tipe FD-620-10 Yaqin, Mohammad Ainul; Prajitno, Gontjang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.552 KB)

Abstract

Fabrikasi dan karakterisasi directional coupler konfigurasi 3×3 planar berbahan serat optik plastik step index moda jamak tipe FD-620-10 telah dilakukan dengan panjang kupasan 35 mm, 40 mm, 45 mm, 50 mm, 55 mm, 60 mm dan 65 mm menggunakan pendekatan metode Fused Biconical Tapered (FBT) yang menghasilkan karakteristik yang berbeda. Hasil karakterisasi directional coupler konfigurasi 3×3 planar menggunakan BF5R-D1-N menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan maka semakin besar rugi daya dan semakin kecil intensitas cahaya yang diteruskan. Pada directional coupler konfigurasi 3×3 planar dengan panjang kupasan 60 mm dan input pada Port B1 didapatkan nilai CR = 0.34 : 0.31 : 0.35 ; Le = -3.59 dB; Lins = -8.24 dB, -8.67 dB, -8.19 dB; dan D = -13.33 dB, -13.43 dB. Piranti ini paling baik digunakan sebagai pembagi daya maupun pemecah berkas sehingga selanjutnya dapat digunakan sebagai piranti dalam sensor.
Deteksi Gelatin Babi Menggunakan Sensor Emas Termodifikasi NiO nanopartikel pada Quartz Crystal Microbalance Nugroho, Ari; Kurniawan, Fredy
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.283 KB)

Abstract

Sensor emas terlapis NiO nanopartikel pada probe Quartz Crystal Microbalance (QCM) telah berhasil dibuat. NiO nanopartikel dilapiskan pada permukaan sensor emas QCM berfungsi sebagai partikel aktif. Sensor emas QCM yang telah termoifikasi NiO nanopartikel dipasang pada crystal holder dan dicelupkan pada larutan gelatin sapi dan larutan gelatin babi dengan konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm untuk menguji perbedaan frekuensi yang teramati pada larutan gelatin sapi dan larutan gelatin babi.
Analisis hubungan dan pemodelan luas panen padi dengan indikator el-nino southern oscillation (enso) di kabupaten bojonegoro melalui pendekatan copula dan regresi robust m-estimation Budiani, Jauhara Rana; Sutikno, Sutikno; Purhadi, Purhadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.923 KB)

Abstract

Bojonegoro merupakan salah satu daerah lumbung padi di Indonesia. Perairan sawah padi di Bojonegoro masih bergantung pada ketersediaan air hujan. Jika curah hujan tinggi akan berakibat kebanjiran, sedangkan pada musim kemarau akan mengalami kekeringan. Upaya untuk meminimalkan kerugian akibat kebanjiran atau kekeringan adalah dengan mengetahui karakteristik hubungan serta pemodelan produksi padi dengan faktor iklim yaitu El-Nino Southern Oscillation (ENSO). Data luas panen padi dan indikator ENSO memiliki nilai yang ekstrim sehingga asumsi kenormalan seringkali terlanggar. Penelitian ini menggunkan pendekatan Copula untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel, karena tidak terlalu ketat dalam asumsi distribusi variabel. Pemodelan yang digunakan untuk mengetasi data ekstrim atau outlier adalah regresi robust M-estimation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dependensi antara luas panen padi dan indikator ENSO 3.4 sebagian besar mengikuti Copula Clayton yang memiliki tail dependensi di bawah, artinya kejadian ekstrim SST Nino 3.4 bernilai rendah dan luas panen padi di Bojonegoro yang diperoleh akan semakin kecil maka hubungannya semakin erat, terutama pada periode 3. Pada pemodelan dengan regresi Robust M-Estimation menunjukkan nilai koefisien determinasi yang masih kecil yaitu pada periode 1 sebesar 33,94%, periode 2 sebesar 16,63%, dan periode 3 sebesar 16,72%.
Struktur Komunitas Fitoplankton di Perairan yang Terdampak Air Bahang PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo Jawa Timur Indraswari, Boing; Aunurohim, Aunurohim; Muzaki, Farid Kamal
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.996 KB)

Abstract

PLTU Paiton merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap menggunakan air sebagai pendingin kondensor kemudian dikembalikan lagi ke perairan sekitar sebagai air bahang, sehingga akan memberikan input panas bagi perairan. Meningkatnya suhu perairan akibat air bahang ini, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem laut, salah satu yang akan terpengaruh adalah fitoplankton yakni berupa struktur komunitas yang meliputi keanekaragaman, kelimpahan jenis, maupun keseragaman jenis fitoplankton disuatu perairan. Dari deskripsi tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai struktur komunitas fitoplankton di perairan yang terdampak air bahang PLTU Paiton yang dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2015 dengan 6 kali pengambilan sampel di lima titik sekitar PLTU Paiton (Mercusuar, Intake, Outlet, Banyuglugur, dan Tengah). Data struktur komunitas yang diambil berupa kelimpahan, keanekaragaman, dan keseragaman fitoplankton yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji menggunakan analisis regresi linier serta analisis ordinasi. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukkan bahwa berdasarkan uji regresi linier dan ordinasi RDA, struktur komunitas fitoplankton di perairan sekitar PLTU Paiton tidak dipengaruhi air bahang secara signifikan. Secara deskriptif kuantitatif struktur komunitas fitoplankton ini digambarkan dengan hasil keanekaragaman yang tergolong sedang (2.3026<H’<6.9078) dengan nilai kelimpahan berkisar antara 7819 ind/m3 hingga 16255 ind/m3. Serta nilai keseragaman jenis labil (0.5< E ≤0.75) ditandai dengan adanya dominansi genus Oscillatoria sp. di setiap titik.
Apple Museum of Technology Interior with Eclectic Style. Ardhiansyh, Muhammad; Kristianto, Thomas
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.261 KB)

Abstract

Apple as a brand that is known so elegant and always futuristic in grain products is a media education requires a bridge or a real facility that can be realized with a public facilities such as museums, so that the messages that is sufficient to educate and inspire the next young generation in the future, apart from the product - Apple product itself, can be received intact and correctly on the application later. Mediating the messages through a public facilities such as a museum with eclectic style, can dig some of Apples own vision The mission related to education and technology and a history that has meaning and studies enough to be known by the people in the world , in addition to generation - the younger generation that will come. See Apple from another point of view (History), is another way also in the approach to the users of the Apple products worldwide. In this case, there are some reviews that could answer some of the questions that are considered to be a public dilemma in todays technological world market, that is how a technology product can be so loved and became a lifestyle that is quite closely attached to the human behavior, as well as how a technology can inspire and can make the man himself makes a change and revolution against something in this world. Then, at the end concluded that the word museum, a public facility that media could be one charger the charge as a study material which have been mentioned above.
Modifikasi Elemen Lantai dengan Transformasi Morphing Ramadhan, Ibnu Surya; Prasetyo, Endy yudho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.879 KB)

Abstract

Lantai merupakan salah satu dari elemen pembangun arsitektur dimana, lantai digunakan sebagai tempat manusia berpijak dan melakukan aktivitasnya. Pada umunya, lantai pada bangunan hanya digunakan untuk meletakkan ruang-ruang dan apapun yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas seperti furnitur, pembatas ruang, dan lain-lain. Dalam objek rancang ini, dengan metoda rancang digital atau yang biasa disebut parametrik, lantai ditransformasikan dengan cara morphing yang berbasis ergonomi posisi tubuh manusia. Lantai akan memiliki undulasi tertentu dan itu dapat, secara tidak langsung, memberikan batas tanpa batas. Dan juga, lantai yang memiliki undulasi ( morphed floor ), dapat meminimalisir furnitur yang digunakan sehingga user dapat beraktivitas dimana saja dan dengan posisi tubuh apa saja atau fleksibilitas dapat dicapai. Transformasi ini diaplikasikan pada bangunan perpustakaan dengan ketinggian 7 lantai. Dengan begitu, peran lantai dalam sebuah objek rancang tidaklah sama melainkan bertambah dan menjadi lebih advanced.
Sintesis Forsterit dengan Metode Pencampuran Koloid Silika dari Pasir Alam dan Magnesium Klorida Suud, Fikriyatul Azizah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12683

Abstract

Telah berhasil disintesis serbuk forsterite dengan metode pencalpuran koloid silica dari pasir alam dan magnesium klorida. Pasir silika dimurnikan mendapatkan pasir dengan kemurnian tinggi dilajutkan dengan proses kopresipitasi untuk mendapatkan koloid silika. Serbuk Magnesium dilarutkan dalam larutan asam untuk mendapatkan prekursor MgCl2.  Forsterite dibuat dengan menggunakan metode sol-gel. Metode ini dilakukan dengan mencampurkan koloid silika dan rekursor MgCl2 dengan berbagai komposisi. Sampel lalu dikeringkan pada temperatur 100°C dengan menggunakan hot plate. Serbuk kering dikalsinasi pada temperatur 900°C selama 2 jam. Identifikasi unsur dilakukan dengan menggunakan X-ray Flourescence (XRF) dan identifikasi fasa menggunakan X-ray Diffraction (XRD) . Data XRD dianalisis secara kualitatif menggunakan software Match!2 dan secara kuantitatif menggunakan software Rietica. Ukuran kristal diverifikasi dengan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil analisis data XRD menunjukkan bahwa forsterit yang terbentuk pada sampel sebesar 90,5  % wt dengan rata-rata ukuran Kristal sebesar 53nm.
SINTERING MATERIAL Zn0,9Mg0,1TiO3 VARIASI PENAMBAHAN V2O5 DENGAN METODE REAKSI PADAT Nisa, Riska Ainun Nisa Riska
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.324 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12804

Abstract

Telah dilakukan percobaan pembuatan keramik Zinc Titanate (ZnTiO3) dengan menambahkan dopan V2O5 sebagai bahan cair yang berfungsi untuk menurunkan suhu sintering samapai suhu dibawah 1000°C. Pembuatan bahan keramik ZntiO3 dilakukan dengan metode reaksi padat (Solid State). Proses pencampuran bahan menggunakan ballmil. Selanjutnya sampel tersebut di kalsinasi pada suhu 850°C dengan waktu penahanan 2 jam, dicetak menjadi pelet disk dan disinter pada suhu 1000°C, 1100°C selama 4h dan 8h dan pada suhu 900°C selama 24h. Dari data keseluruhan, variasi waktu sintering tidak menunjukkan perubahan nilai densitas yang mencolok. Namun variasi penambahan zat aditif V2O5 menunjukkan bahwa semakin banyak V2O5 yang ditambahkan kedalam material, menghasilkan nilai densitas semakin tinggi. Namun sampel dengan variasi suhu 900°C memiliki nilai densifikasi yang paling baik karena waktu penahanan yang paling lama yaitu 24h. Material yang memiliki waktu penahanan yang paling lama dan densitas paling besar yang memiliki konstanta dielektrik yang paling baik. Didapatkan nilai konstanta dielektrik untuk masing masing sampel ZMT3 900°C murni,1%24h, 2%24h, dan 4%24h berturut-turut yaitu memiliki nilai permitvitas relativitas (εr) sebear14,5; 23,8; 23,4; 26,8. Hal ini dapat terjadi, diduga karena dengan keadaan sampel yang mempunyai densitas tinggi maka didalamnya hanya terdapat sedikit close pore. Variasi komposisi dan ukuran partikel berpengaruh pada kekuatan dielektrik, dielektrik loss, densitas dan porositas semakin kecil ukran partikel maka kekuatan dielektrik semakin tinggi dan rugi dielektrik semakin rendah.
Analisis Pengaruh Perubahan Suhu dan Perubahan Panjang Kupasan Cladding serta Coating Terhadap Rugi Daya yang Dihasilkan Oleh Fiber Optik Multimode Silika Tipe G-651 Yunifar, Rahmi Intan; Prajitno, Gontjang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.788 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan perubahan panjang kupasan cladding serta coating terhadap nilai rugi daya (loss) yang ditimbulkan pada fiber optik multimode silica tipe G-651. Rugi daya yang dihasilkan diukur dengan alat ukur optical power meter. Variasi panjang kupasan yang digunakan yakni 2 cm, 3 cm dan 4,7 cm. Pengukuran rugi daya dilakukan tiap variasi panjang kupasan yang diberi perubahan suhu dari sumber pemanas berupa lampu bohlam dengan daya 100 watt. Perubahan suhu diukur tiap kenaikan dan penurunan 1°C dari suhu awal. Panjang gelombang pada power source yang digunakan yakni 1310 nm dan 1550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan cladding dan coating serat optik menyebabkan nilai rugi daya (losses) semakin besar. Pada panjang gelombang sumber 1310 nm sensitivitas dari serat optik terhadap perubahan suhu lebih tinggi jika dibanding dengan sensitivitas dari serat optik dengan panjang gelombang sumber 1550 nm. Perlakuan pemberian suhu yang semakin tinggi mengakibatkan nilai intensitas daya keluaran (μw) yang ditangkap optical power meter semakin menurun, yang menunjukkan terjadi banyak rugi daya (loss) pada fiber optik yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan perubahan panjang kupasan cladding serta coating terhadap nilai rugi daya (loss) yang ditimbulkan pada fiber optik multimode silica tipe G-651. Rugi daya yang dihasilkan diukur dengan alat ukur optical power meter. Variasi panjang kupasan yang digunakan yakni 2 cm, 3 cm dan 4,7 cm. Pengukuran rugi daya dilakukan tiap variasi panjang kupasan yang diberi perubahan suhu dari sumber pemanas berupa lampu bohlam dengan daya 100 watt. Perubahan suhu diukur tiap kenaikan dan penurunan 1°C dari suhu awal. Panjang gelombang pada power source yang digunakan yakni 1310 nm dan 1550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan cladding dan coating serat optik menyebabkan nilai rugi daya (losses) semakin besar. Pada panjang gelombang sumber 1310 nm sensitivitas dari serat optik terhadap perubahan suhu lebih tinggi jika dibanding dengan sensitivitas dari serat optik dengan panjang gelombang sumber 1550 nm. Perlakuan pemberian suhu yang semakin tinggi mengakibatkan nilai intensitas daya keluaran (μw) yang ditangkap optical power meter semakin menurun, yang menunjukkan terjadi banyak rugi daya (loss) pada fiber optik yang diuji.

Page 1 of 15 | Total Record : 142