cover
Contact Name
-
Contact Email
dwiratna@matematika.its.ac.id
Phone
6281331347388
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) ITS. Gedung Pusat Riset Lt.6, Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 INDONESIA
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : 2301928X     EISSN : 23373520     DOI : -
Fokus dari jurnal ilmiah berkala ini adalah mempublikasikan setiap hasil karya ilmiah yang melingkupi bidang: - Bidang matematika dan terapannya - Bidang fisika dan terapannya - Bidang kimia dan terapannya - Bidang statistika dan terapannya - Bidang biologi dan terapannya - Bidang disain produk - Arsitektu
Articles 32 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2014)" : 32 Documents clear
Analisis Komposisi Fasa Komposit Keramik Berbasis SiO2-MgO dengan Penambahan B2O3 Pada Temperatur Sinter 1150C Fahad, Fahad; Pratapa, Suminar
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.001 KB)

Abstract

Komposit keramik berbasis SiO2-MgO menggunakan pasir Tanah Laut sebagai bahan baku dengan penambahan variasi B2O3 telah berhasil disintesis. Tujuan penambahan B2O3 adalah untuk meningkatkan densitas dan mereduksi porositas. Komposit dibuat dengan cara mencampurkan serbuk pasir Tanah Laut dan MgO dengan penambahan massa B2O3 sebesar 0%, 4,8%, dan 9,1% (berat) diaduk menggunakan mortar selama 30 menit. Campuran serbuk dicetak dalam bentuk pelet silinder dengan tekanan 4.500 N kemudian disinter pada temperatur 1150°C untuk membentuk komposit keramik padat. Identifikasi fasa dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Data XRD dianalisis secara kualitatif menggunakan Match!2 dan secara kuantitatif menggunakan Rietica. Hasil analisis data XRD menunjukkan bahwa pada temperatur sinter 1150°C tanpa B2O3 fasa yang ditemukan adalah kuarsa, forsterit dan enstatit. Sedangkan pada penambahan 4,8% dan 9,1% B2O3 fasa yang ditemukan kuarsa dan protoenstatit. Komposit mengalami penyusutan diameter maksimal sebesar 5.4(1)% pada 9,1% B2O3. Dari pendekatan RoM dalam analisis komposisi fasa maka nilai KET sampel-sampel komposit tersebut dapat dikategorikan sebagai kandidat seal fuel cell.
Desain Interior Perpustakaan Sebagai Sarana Edukasi Dan Hiburan Dengan Konsep Post Modern Susanti, Eka; Budiono, Budiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.438 KB)

Abstract

Di jaman modern seperti sekarang ini terjadi fenomena persaingan antar individu di masyarakat agar tidak tertinggal dengan perkembangan arus globalisasi sangat pesat. masyarakat dituntut untuk memiliki skill dan pengetahuan yang luas. Kebutuhan akan pendidikan menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Untuk memperoleh pendidikan tidak hanya didapat secara formal seperti disekolah tetapi juga dapat diperoleh secara tidak formal seperti membaca di perpustakaan. Namun sayangnya kesadaran masyarakat tentang minat baca dirasa masih sangat kurang. Dibutuhkan suatu perpustakaan dengan konsep yang menarik sehingga minat baca masyarakat dapat meningkat kembali. Perpustakaan yang baik dapat menjadi ruang publik yang menawarkan edukasi sekaligus hiburan yang dikemas secara berbeda. Faktor kenyamanan dan fasilitas yang baik harus benar-benar diperhatikan sehingga dapat mempengaruhi psikolgi pengguna perpustakaan agar minat bacanya meningkat. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung. Pembagian kuisioner,wawancara dan pengamatan langsung ke lapangan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan. Sedangkan studi pustaka, majalah, dan internet mengenai perpustakan, Post Modern dan nuansa interiornya merupakan cara untuk mendapatkan data pendukung, standar perancangan, perkembangan desain dan referensi tentang objek yang diperlukan. Data yang sudah didapat akan diolah menggunakan penghitungan data statistika dengan cara analisa deskriptif, analisa kesenjangan dan pertanyaan terbuka . Hasil yang diharapkan dari desain interior ini adalah merancang desain interior perpustakaan sebagai sarana edukasi dan hiburan yang dapat meningkatkan minat baca dan kreatifitas masyarakat luas.
Biosorpsi Logam Zn2+ dan Pb2+ Oleh Mikroalga Chlorella sp Kurniawan, Jonathan Ivander; Aunurohim, Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai serta efisiensi kapasitas penjerapan logam pada Chlorella sp koleksi dari Laboraturium BTL-BPPT. Pada penelitian ini dilakukan uji biosorpsi logam dengan menggunakan 2 logam yaitu seng (Zn) dan timbal (Pb) pada skala laboratorium. Kedua logam tersebut dipaparkan pada Chlorella sp dengan sistem logam tunggal dan campuran dengan konsentrasi sebesar 25 mg/l dan 50 mg/l serta 0 mg/l (kontrol) dengan 3 ulangan. Uji ini dilakukan selama 3 jam dengan periode sampling setiap 60 menit. Selain itu dilakukan penghitungan jumlah sel. Hasil penelitian menunjukkan Chlorella mampu bertahan hidup pada konsentrasi 50 mg/l meskipun terjadi penghambatan pertumbuhannya dibanding control. Kemudian penjerapan logam pada Chlorella meningkat seiring bertambahnya konsentrasi logam awal yaitu semakin meningkat pada konsentrasi 50mg/l dengan P-value 0,000 dan 0,004. Hal yang sama juga ditunjukkan pada perlakuan logam campuran yang menunjukkan penjerapan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi. Pada perbandingan efisiensi penjerapan (EP) terlihat naik turunnya EP logam pada kedua sistem perlakuan. Namun secara keseluruhan nilai EP logam Pb menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding nilai EP logam Zn. Hal ini dikarenakan affinitas logam Pb lebih tinggi dibanding Zn
Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Aluvial di Kabupaten Pamekasan Madura Cahyani, Ni Kadek Marina Dwi; Nurhatika, Sri; Muhibuddin, Anton
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.283 KB)

Abstract

Mikoriza merupakan simbion mutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di Indonesia dapat memungkinkan beranekaragamnya komposisi genus mikoriza pada suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi genus mikoriza vesikular arbuskular indigenous apa sajakah yang diperoleh dari jenis tanah aluvial di Pamekasan Madura.Tanah aluvial diisolasi menggunakan metode tuang saring basah dilanjutkan dengan teknik sentrifugasi sukrosa. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan buku panduan Working with Mycorrhizas in Forestry and Agriculture.Hasil penelitian menunjukkan genus mikoriza vesikular arbuskular yang ditemukan tergolong ke dalam tiga genus yaitu Glomus, Gigaspora, dan Acaulospora. Jumlah spora mikoriza tertinggi diperoleh di Pademawu sebesar 11 spora/100 gr dengan 5 tipe genus Glomus, 3 tipe genus Acaulospora dan 3 tipe genus Gigaspora. Sedangkan di Pamekasan sebesar 7 spora/100 gr dengan 6 tipe genus Glomus dan 1 tipe genus Gigaspora. Dan di Tlanakan 9 spora/100 gr dengan 5 tipe genus Glomus dan 4 tipe genus Acaulospora
Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Regosol di Pamekasan, Madura Nurhalimah, Siti; Nurhatika, Sri; Muhibuddin, Anton
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.229 KB)

Abstract

Mikoriza merupakan simbiosis mutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di Indonesia seperti jenis tanah dapat memungkinkan beranekaragamnya jenis mikoriza pada suatu lahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus Vesikular Arbuskular Mikoriza (MVA) indigenous pada jenis tanah regosol di Pamekasan Madura. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Dari hasil isolasi sampel tanah melalui proses penyaringan basah dan bertingkat dan dilanjutkan teknik sentrifugasi sukrosa, maka di  kecamatan Larangan ditemukan tiga genus spora MVA yaitu genus Glomus, Acaulospora dan Gigaspora dengan jumlah spora sebanyak 7 spora/100 gram tanah yang terdiri dari  3 spora Glomus, 2 spora Acaulospora dan 2 spora Gigaspora. Kecamatan Palengaan ditemukan sebanyak 9 spora/100 gram tanah dengan jumlah Glomus 3 spora, Gigaspora 5 spora dan Acaulospora 1 spora. Serta di kecamatan Pegantenan ditemukan sebanyak 6 spora/100 gram tanah yang terdiri dari  Glomus 2 spora dan Gigaspora 4 spora.
Pengaruh HgCl2 terhadap Viabilitas Bacillus S1 dan Potensi Enzim Pendegradasi Senyawa Organik Iftita, Wahyu Dewi; Shovitri, Maya; Zulaika, Enny
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.325 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui viabilitas Bacillus S1 terhadap paparan HgCl2 2,5 mg/L selama 36 jam dan aktivitas enzim amilase, protease, selulase dan lipase. Penentuan viabilitas dilakukan dengan menghitung CFU Bacillus S1 yang ditumbuhkan pada medium NA setelah terpapar HgCl2 2,5 mg/L dengan metode pour plate, sedangkan aktivitas enzim ditentukan dengan menumbuhkan Bacillus S1 pada medium spesifik dan diamati zona bening yang terbentuk di sekitar koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas Bacillus S1 terhadap paparan HgCl2 2,5 mg/L mengalami penurunan dalam kurun waktu 36 jam dari 4,7 × 108 CFU/ml menjadi 0,6 × 108 CFU/ml. Bacillus S1 mampu menghasilkan enzim amilase, protease dan selulase.
Laju Dekomposisi Serasah Daun Trembesi (Samanea saman) dengan Penambahan Inokulum Kapang Hanum, Aisyah Maulida; Kuswytasari, Nengah Dwianita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.753 KB)

Abstract

Serasah dedaunan merupakan hasil dari aktifitas alami tumbuhan. Serasah daun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju dekomposisi serasah daun Trembesi, serta mendapatkan variasi kapang yang paling efektif untuk proses dekomposisi serasah daun. Isolat kapang yang digunakan adalah Trichoderma sp.1,  Pennicilium sp.3 dan Gliomastix sp.2, serta variasi konsorsium diantara kapang-kapang tersebut. Kemudian dihitung nilai laju dekomposisinya menggunakan persamaan Olson [1], lalu dianalisa dengan ANOVA Two Ways. Variasi inokulum kapang paling efektif untuk proses dekomposisi serasah pada daun Trembesi (Samanea saman), adalah perlakuan C4 (variasi isolat kapang Pennicilium sp.3 dan Gliomastix sp.2), dengan nilai 0,01382.
Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi pada Struktur Silika Latif, Chaironi; Triwikantoro, Triwikantoro; Munasir, Munasir
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.205 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini telah dibuat mikrosilika dan silika amorf yang dikalsinasi dengan variasi temperatur 800oC, 1000oC dan 1200oC. Bahan dasar yang digunakan adalah pasir silika berfasa quartz dari pantai Bancar, Tuban, Jawa Timur yang dimurnikan dengan menggunakan HCl. Tahapan yang dilakukan adalah sintesis, kalsinasi, dan kopresipitasi mikrosilika, serta kalsinasi silika amorf. Karakterisasi SiO2 menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Fasa quartz terbentuk dari kalsinasi mikrosilika pada temperatur 800oC dan 1000oC, sedangkan fasa quartz dan cristobalite rendah terbentuk pada temperatur 1200oC. Silika amorf terbentuk dari kopresipitasi mikrosilika terkalsinasi, hal ini menyatakan bahwa proses kalsinasi mikrosilika tidak mempengaruhi fasa yang dihasilkan ketika mikrosilika terkalsinasi  dikopresipitasi. Fasa  tridymite dan critobalite terbentuk dari kalsinasi silika amorf pada temperatur 1000oC dan 1200oC, sedangkan pada temperatur 800oC terbentuk silika amorf dengan lebar puncak yang lebih kecil dibandingkan dengan silika amorf yang tidak dikalsinasi.
Isolasi dan Identifikasi Yeast dari Rhizosfer Rhizophora mucronata Wonorejo Widiastutik, Naning; Alami, Nur Hidayatul
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.187 KB)

Abstract

Yeast merupakan mikroorganisme uniseluler eukaryotik yang bersifat saprofit atau parasit serta memiliki sifat antimikroba dan lebih bisa tahan terhadap stres lingkungan. Eksplorasi yeast di kawasan mangrove indonesia belum banyak dilakukan, terutama di daerah rhizofer Rhizophora mucronata Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi yeast dari rhizosfer R. Mucronata Wonorejo hingga tingkat genus. Yeast diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis, reproduksi seksual, serta ciri fisiologis dan biokimianya. Pada penelitian ini diperoleh 19 isolat yang diidentifikasikan ke dalam 6 genus, yakni Candida, Saccharomyces, Pichia, Hansenula, Debaryomyces, dan Torulaspora
Isolasi dan Karakterisasi Yeast dari Rhizosphere Avicennia Marina Wonorejo Zunaidah, Sitatun; Alami, Nur Hidayatul
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.592 KB)

Abstract

Salah satu mikroba yang berperan penting dalam proses biodegradasi bahan organik adalah yeast. Yeast berpartisipasi dalam berbagai proses ekologis signifikan dalam laut, terutama di muara dan dekat pantai. Diantara peran tersebut adalah sebagai pendekomposisi substrat tumbuhan, daur ulang nutrisi, dan biodegradasi senyawa minyak. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi yeast dari rhizosphere Avicennia marina Wonorejo. Karakterisasi yeast dilakukan hingga tingkat genus melalui pengamatan makroskopis, mikroskopis, dan uji fisiologis. Hasil penelitian ini didapatkan 12 isolat yeast dari rhizosphere Avicennia marina Wonorejo yang diduga masuk ke dalam genus Rhodotorula, Hansenula, Saccharomyces, Candida, Debaryomyces, Dekkera, dan Geotrichum

Page 1 of 4 | Total Record : 32