cover
Contact Name
Mas Irfan Purbawanto Hidayat ST, MSc, PhD
Contact Email
irfan@mat-eng.its.ac.id
Phone
62-31-5992945
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat ITS Gedung Pusat Riset Lt.6 Kampus ITS Keputih Sukolilo 60111 Surabaya Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : 23373539     EISSN : 23019271     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 2,088 Documents
Perancangan Sistem Cremona pada Tripod Ponton Nihayat, Anandara; Arief, Irfan Syarif
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.186 KB)

Abstract

Dalam setiap perancangan sistem Cremona atau rangka batang, maka akan terjadi pressure yang cukup besar pada batang Cremona dengan bentuk profil L sehingga dapat menimbulkan tekanan dan regangan yang cukup besar pula. Akibat adanya pressure ini maka terjadi pula tegangan dan regangan pada tiap sumbu yang besarnya tegangan ini dapat mengetahui kapan batang tersebut bias diketahui kekuatan batang tersebut. Setelah dapat diketahui kekuatan tersebut maka dapat diatasi dengan pemilihan bahan yang sesuai untuk pembuatan Cremona batang tersebut. Dengan mengetahui tegangan ditribusi sama regangannya maka akan didapatkan factor safetynya. Dalam skripsi ini akan dianalisa distribusi tegangan dengan berbagai pembebanan dengan variasi 3 ton, 6 ton, 9 ton serta 12 ton. Dengan menggunakan bantuan software solidwork sebagai pengolahan data maka akan didapatkan analisa yang diinginkan.
Pengembangan Peta Tiga Dimensi Interaktif untuk Dharma Wanita, TK dan Wisma Yasmine Institut Teknologi Sepuluh Nopember Menggunakan Unreal Engine Irwandi, Mochamad Rahman; Samopa, Febriliyan
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.024 KB)

Abstract

Peningkatan teknologi yang berkembang pesat saat ini berdampak pada penyajian informasi mengenai bangunan, yang dahulu menggunakan dua dimensi (2D), tetapi sekarang menggunakan tiga dimensi (3D). Tampilan gambar 3D ini membuat bangunan terlihat lebih detail dan menarik, tak terkecuali pada perguruan tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menjadi objek visualisasi 3D sebagai sarana promosi pada konsumen.Pada tugas akhir ini penulis mengembangkan aplikasi peta tiga dimensi dengan menggunakan Unreal Development Kit (UDK) Engine. Aplikasi peta 3D ini menyajikan tampilan Gedung Dharma Wanita, TK dan Wisma Yasmine ITS secara interaktif dan akurat, sehingga pengguna mendapatkan pengalaman yang berbeda dengan mengetahui gedung Dharma Wanita, TK dan Wisma Yasmine ITS secara virtual tanpa harus pergi ke tempat tersebut
Studi Angkutan Sedimen Sudetan Pelangwot-Sedayu Lawas Sungai Bengawan Solo Mudjib, Chandra Murprabowo; Lasminto, Umboro
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.836 KB)

Abstract

Sungai Bengawan Solo merupakan salah satu sungai terpanjang di Indonesia yang mengalir mulai dari area hulu di Kabupaten Wonogiri dan Ponorogo hingga ke area hilir di Kabupaten Gresik. Perubahan fungsi lahan di area hulu dan peningkatan debit yang melalui Sungai Bengawan Solo membuat banjir terjadi di area hilir sungai yakni di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Gresik. Sudetan Pelangwot sepanjang 13 km merupakan saluran yang dibuat untuk mengurangi debit banjir yang terjadi dengan mengalirkannya ke laut Jawa. Namun dikarenakan pendangkalan yang terjadi akibat sedimentasi, kapasitas Sudetan Pelangwot dalam mengalirkan debit menurun. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa sedimentasi yang terjadi pada sudetan Pelangwot dengan menggunakan program bantu HEC-RAS 4.1.0 Konsep yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah dengan memodelkan Sudetan Pelangwot menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 kemudian melakukan simulasi aliran sudetan untuk mengetahui sedimentasi yang terjadi. Dari hasil simulasi yang dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 4.1.0 diketahui perkiraan volume sedimentasi yang terjadi di sudetan selama musim penghujan dari tanggal 1 Desember 2010 hingga 21 Mei 2011 adalah sebesar 325.030,23 m3. Agradasi terjadi di sebagian besar penampang sudetan sedangkan degradasi hanya terjadi di beberapa titik. Kantong sedimen dapat dibuat sebagai upaya pengendalian sedimen pada dasar saluran sudetan di tiga titik yang berbeda dengan kapasitas total 175.875 m3.Pemeliharaan kantong sedimen dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan melakukan pengerukan pada kantong sedimen.
Perancangan Sistem Pengukuran pH dan Temperatur Pada Bioreaktor Anaerob Tipe Semi-Batch Oetomo, Dimas Prasetyo; Soehartanto, Totok
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.403 KB)

Abstract

Proses pada bioreaktor dapat dilakukan secara aerob yaitu menggunakan bantuan oksigen dan anaerob yaitu tidak menggunakan bantuan oksigen. Pada penelitian ini dilakukan fermentasi  enceng gondok untuk menghasilkan biogas menggunakan bioreaktor anaerob tipe semi-batch. Enceng gondok memiliki rasio C/N sebesar 22.5 – 35.84% yang merupakan komposisi optimum untuk ekstraksi biogas. Kinerja dari bioreaktor dalam produksi biogas dipengaruhi oleh beberapa parameter seperti pH dan temperatur. Pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem pengukuran besaran pH dan temperatur secara online sehingga memudahkan dalam pengambilan data. Bahan yang digunakan pada proses fermentasi adalah campuran enceng gondok yang telah dicincang dan dicampur air dengan dua komposisi penambahan berbeda untuk dibandingkan. Pada Bioreaktor1 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1:3 dan pada bioreaktor 2 digunakan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25. Hasil penelitian menyebutkan bahwa bioreaktor 2 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 0,75: 1,25 menghasilkan biogas lebih aktif dibandingkan dengan bioreaktor 1 dengan komposisi enceng gondok dan air sebesar 1 : 3. Hal tersebut diketahui dari hasil pengukuran selama 76 hari. Dari hasil pengukuran juga diketahui bahwa penurunan nilai COD pada bioreaktor 2 lebih besar dari pada  bioreaktor 1.
Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Manajemen Publikasi Ilmiah Berbasis Online pada Jurnal SISFO Simaremare, Yosua; Pribadi, Apol; Wibowo, Radityo Prasetianto
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.037 KB)

Abstract

Jurusan Sistem Informasi ITS sebagai instansi pendidikan yang berperan sebagai pengelola publikasi ilmiah memiliki ruang lingkup pengelolaan  mencakup jurnal SISFO yang diterbitkan tahunan. Proses pengelolaan saat ini belum berbasis aplikasi memungkinkan terjadinya ketidakjelasan cakupan pembagian kerja, sehingga pengelolaan tidak berjalan efisien. Publikasi yang dilakukan saat ini masih melalui media cetak, sehingga belum dapat diakses secara mudah. Berbagai macam permasalahan yang ditemukan dalam pengelolaan jurnal ilmiah saat ini di Jurusan Sistem Informasi menjadi pokok dari dibutuhkannya aplikasi manajemen publikasi ilmiah berbasis online yang mampu mengelola kegiatan publikasi ilmiah untuk menciptakan pengelolaan dan publikasi yang lebih baik dan meningkatkan kemudahan akses. Perancangan aplikasi dalam penelitian ini dibangun dengan metode Unified Software Development Process dan perancangan aplikasi menggunakan  Unified Modeling Languague (UML). Mekanisme pengerjaan penelitian ini dibuat secara iteratif dari proses pembuatan Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL), kemudian dilanjutkan dengan pembuatan Desain Perancangan Perangkat Lunak (DPPL), kemudian diikuti dengan pembuatan aplikasi dan ditutup dengan pengujian. Proses ini dilakukan terus menerus sesuai dengan jangka waktu perencanaan.
Arahan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Katingan Setiawan, Arnold; Purwadio, Heru
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.199 KB)

Abstract

Perkembangan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Katingan sangat pesat. Di satu sisi perkembangan perkebunan kelapa sawit berdampak positif bagi pendapatan daerah, di sisi lain mengancam ketahanan pangan dengan berkembangnya trend alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan arahan pengendalian alih fungsi lahan pertanian pangan menjadi perkebunan kelapa sawit. penelitian ini menggunakan dua tahap analisa. Analisa tahap pertama dilakukan untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian pangan dengan menggunakan metode analisa deskriptif kualitatif dan expert judgement, sedangkan analisa tahap kedua untuk merumuskan arahan pengendalian alih fungsi lahan pertanian pangan dengan metode deskriptif kualitatif dan expert judgement . Alih fungsi lahan pertanian pangan dipengaruhi oleh faktor nilai sewa tanah, peraturan, biaya produksi, harga jual hasil panen, resiko usaha tani, ketersediaan air, teknik budidaya, dan harga lahan. Arahan pengendalian dari faktor nilai sewa tanah adalah dengan keringanan pajak lahan pertanian pangan dan retribusi hasil produksi perkebunan kelapa sawit. Arahan pengendalian dari faktor peraturan adalah dengan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan melalui rencana tata ruang dan penegasan sanksi bagi pelanggar. Arahan pengendalian dari faktor biaya produksi adalah dengan memberikan bantuan sarana produksi bagi petani tanaman pangan. Arahan pengendalian dari faktor harga jual hasil panen adalah dengan jaminan harga jual hasil pertanian pangan yang menguntungkan. Arahan dari faktor resiko usaha tani adalah dengan penerapan pembasmian hama terpadu. Arahan pengendalian dari faktor ketersediaan air adalah denganmengembangkan dan merawat saluran irigasi. Arahan pengendalian dari faktor teknik budidaya adalah dengan diversifikasi pertanian. Arahan pengendalian dari faktor harga lahan adalah dengan memperketat perizinan perkebunan kelapa sawit
Simulasi Performansi Heat Exchanger Type Shell And Tube Dengan Double Segmental Baffle Terhadap Helical Baffle Adhitiya, Anggareza; Ichsani, Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.708 KB)

Abstract

Pada heat exchanger type shell and tube, selain pengunaan baffle yang bertujuan untuk mengarahkan aliran pada sisi shell juga bertujuan untuk meningkatkan laju perpindahan panas yang terjadi antara fluida kerja dengan cara menimbulkan olakan aliran di sisi shell. Olakan –olakan ini nantinya yang akan mempengaruhi besarnya perpindahan panas dalam sisi shell. Pada kondisi standart baffle yang digunakan pada tugas akhir ini adalah jenis double segmental. Double segmental baffle mempunyai tingkat pressure drop yang cukup besar. sehingga perlu di ganti dengan baffle jenis helical yang mempunyai pressure drop yang lebih kecil. Untuk mengetahui performansi heat exchanger maka perlu adanya penelitian lebih lanjut simulasi numerik pada baffle heat exchanger type shell and tube. agar didapat pengaruh jenis baffle yang di gunakan terhadap karakteristik aliran dan perpindahan panas dari suatu heat exchanger type shell and tube. Tugas Akhir ini menggunakan program GAMBIT 2.4.6 untuk penggambaran geometri secara tiga dimensi dan program FLUENT 6.3.26 untuk mensimulasi aliran yang terjadi di dalam shell and tube heat exchanger. Pada software FLUENT 6.3.26 digunakan permodelan 3D Steady Flow dengan  memilih k – Epsilon RNG sebagai turbulence modeling serta mengaktifkan persamaan energy. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua variasi heat exchanger dengan jenis baffle yang berbeda .Heat exchanger type shell and tube dengan jenis double segmental baffle mempunyai nilai koefisien konveksi rata-rata = 218.408 w/m2.K. Sedangkan untuk helical baffle sebesar = 171.122 w/m2.K. Temperature outflow pada heat exchanger type shell and tube dengan jenis double segmental baffle = 306.7450K. Di ikuti dengan pressure drop sebesar = 2100 pascal Sedangkan untuk helical baffle mempunyai temperatur outflow sebesar = 307.0220K dengan pressure drop sebesar = 500 pascal.
Re-Design dan Modifikasi Generator Cooler Heat Exchanger Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) untuk Meningkatkan Performasi Mahmudah, Ria; Ichsani, Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.679 KB)

Abstract

Cooler Generator adalah alat yang berfungsi untuk menjaga temperature udara yang ada di dalam generator akibat kenaikan beban pada generator. Dan apabila kerja dari generator cooler tidak maksimal dalam menjaga temperatur di dalam generator maka akan terjadi overheating dan kerusakan pada generator, yang akan menyebabkan generator akan shutdown. Hal tersebut akan mengganggu proses produksi pada pembangkit listrik. Hal ini sering terjadi pada pembangkit listrik, salah satunya adalah PLTP dimana desain generator cooler sudah tidak dapat lagi menjaga temperatur didalam generator karena kenaikan beban. Sehingga perlu dilakukan desain ulang generator cooler untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang dapat menjaga temperatur didalam generator agar generator tidak cepat mengalami overheating dan kerusakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa perhitungan termodinamika dan perpindahan panas. Dilakukan trial error konfigurasi geometri heat exchanger berupa diameter tube dan P/Do yang didapat dari standart TEMA untuk mendapatkan UA yang maksimal dan mendapatkan nilai effectiveness tinggi. Dimana dalam re-desain ini menggunkan volume heat exchanger yang tetap dan jumlah dan jenis fin yang digunakan juga tetap. Dari analisa perhitungan, bahwa semakin besar nilai P/Do maka nilai effectiveness, NTU dan Pressure drop akan semakin kecil, begitu juga sebaliknya. Dari analisa didapatkan  konfigurasi geometri generator cooler yang menghasilkan performa yang maksimal yaitu  P/Do = 1,42 dengan  Do = 19,05 mm ; Di = 16,3 mm ; ST = 28,6 mm; SL= 24,7 mm ; Nt = 420. Dari perhitungan didapatkan bahwa geometri desain baru memiliki effektiveness 0,91 dan menghasilkan Th,o = 40,8 oC pada beban Th,I = 74,11 oC.
Studi Eksperimen Perbandingan Pengaruh Variasi Tekanan Inlet Turbin danVariasi Pembebanan Terhadap Karakteristik Turbin Pada Organic Rankine Cycle Risqiawan, Dwi Dharma; Bachtiar Khrisna Putra, Ary
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.256 KB)

Abstract

Sistem pembangkit listrik telah berinovasi pada saat ini untuk tetap memenuhi kebutuhan akan ketersediaan listrik salah satunya dengan Organic Rankine Cycle (ORC). Sistem ini terdiri dari empat komponen utama yaitu evaporator, turbin, kondensor, dan pompa.Fluida kerja dipompa ke evaporator untuk membangkitkan uap lalu digunakan menggerakkan turbin.Uap hasil ekspansi turbin dikondensasi dan dialirkan oleh pompa kembali ke evaporator.Sistem ini mampu memanfaatkan sumber energi yang memiliki temperatur dan tekanan rendah untuk membangkitkan uap fluida organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja turbin pada sistem ORC dengan memvariasikan tekanan masuk turbin dan pembebanan dengan menggunakan R-123 sebagai fluida kerja .Pengambilan data dilakukan dengan memvariasikan tekanan masuk turbin pada setiap variasi pembebanan generator.Pengamatan dilakukan hanya pada turbin untuk mengetahui karakteristik turbin yang digunakan saat ini.Pengambilan data dilakukan dengan R-123 sebagai fluida kerja. Dari eksperimen didapatkan temperatur masuk dan keluar turbin,kecepatan putaran turbin dalam rpm, dan enthalpy dapat diketahui. Enthalpy digunakan untuk mengitung kerja yang dihasilkan turbin, efisiensi turbin dan efisiensi sudu turbin.Pada tekanan masuk turbin 8 bar dan beban 1000 Watt data dengan nilai terbaik didapatkan.Hasil perhitungan data didapatkan kerja yang dihasilkan turbin yang terbesar adalah 5,4 KW. Hasil lain yang dapat diketahui adalah efisiensi turbin tertinggi 88%. Efisiensi sudu turbin tertinggi yang terhitung adalah 42,9%.
Desain Compact Heat Exchanger Tipe Plate Fin Sebagai Pendingin Motor Pada Boiler Feed Pump Marsheliyana, Nur Sapti; Ichsani, Djatmiko
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.347 KB)

Abstract

Listrik meringankan pekerjaan manusia. Dalam mengalirkan listrik pembangkit listrik tenaga uap menggunakan motor listrik sebagai starting awal. Untuk menjaga motor listrik tetap bekerja maksimal diperlukan proses pendinginan. Selama ini motor listrik hanya didinginkan menggunakan fan, namun masalah lain muncul ketika udara luar lembab atau saat udara mengandung debu/partikulat. Hal ini menyebabkan dinding motor listrik ditempeli oleh debu/partikulat yang akan menyebabkan panas tidak bisa keluar dari motor, sehingga terjadi overheating dan motor mudah mengalami kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sebuah alat pendingin motor dengan menggunakan alat penukar panas compact tipe plate fin. Pada penelitian ini data operasi diperoleh dari pembangkit listrik tenaga uap dan perancangan desain alat penukar panas berdasarkan spesifikasi yang ada pada buku Kays and London. Setelah dihitung akan dibandingkan nilai UALMTD dengan UAdesain. Variasi pada penelitian ini adalah beban yang harus didinginkan oleh heat exchanger fungsi temperatur masuk dan keluar dari heat exchanger.  Hasil dari penelitian diperoleh dimensi plate fin heat exchanger yang memiliki spesifikasi sesuai desain permukaan 5.3 dari buku Kays and London dengan panjang 1,556 m, lebar 0,897 m, dan tinggi 1,299 m. Sedangkan nilai UALMTD sebesar 17,364 kW/K dan UAdesain sebesar 17,599 kW/K. Kesimpulannya pada analisa performa terhadap variasi beban yang harus didinginkan yaitu semakin tinggi beban yang didinginkan semakin tinggi pula nilai effectiveness. Hal ini terlihat pada beban 105 % dengan efektivitas 0,8845.

Page 1 of 209 | Total Record : 2088