cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
e-Dinamis
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
SIMULASI PROSES DEEP DRAWING CUP (BASKOM) PELAT JENIS STAINLESS STEEL 304 DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ABAQUS 6.9-3 Winarso, Sudi; Tugiman, Tugiman
e-Dinamis Vol 5, No 1 (2013): e-dinamis
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.925 KB)

Abstract

AbstractIn the manufacturing process can not be separated from a loss defects such as wrinkles(wringkling), depletion (ironing), and break (fracture). Among the factors that influence theoccurrence of the defect is material factor is the mechanical properties (plasticity). Thissimulation aims to determine the nature of the material plasticity. The simulation is performedusing the software Abaqus 6.9-3. Type of material used is Stainless Steel 304 with a thicknessof 1mm, and then determining the dimensions manufacture punch, die, and blank holder inorder to obtain the best possible outcome, and be able to understand whether the resultsobtained in accordance with the simulated value tensile test results are then converted be thevalue of the actual stress and strain (true stress-strain) as an input to the simulation data. Themaximum voltage that occurs in the material Stainless Steel 304 is equal to 6.637 E +08 Pa,style suppression that occurs in the material is equal to 409.56 kN, Ultimate Tensile Strength of550.25 MPa, 282.12 MPa for Effective Stress, Maximum Shear stress at 141.06 MPa,Hydrostatic stress at 94.04 MPa, Deviatoric or Reduced Component of Stress and Tension at188.08 MPa at 284.79 kN.Keywords: Cup, Deep Drawing, ABAQUS, Stainless Steel
Simulasi Karakteristik Bubble Sebagai Indikasi Awal Terjadinya Fenomena Kavitasi Dengan Menggunakan Sinyal Vibrasi Pada Pompa Sentrifugal Dengan Menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamic) Rahman, Rahman; Isranuri, Ikhwansyah
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.464 KB)

Abstract

AbstractCavitation is one indication decline in pump performance. Indication of cavitation inpumps is the occurrence of high vibration and noise and damage to the pump impeller. Onecause of the vibration occurs is due to the emergence of bubble. In this research, observationwas done to determine the vibration characteristics and the characteristics of the bubble thatoccurred. After observing the characteristics of bubble that arisc by varying the capacity toobserve the flow patterns that occurred, then performed simulations using Computational FluidDynamics or CFD which aims to simulate the fluid flow in centripugal pumps performed byvarying its flow capacity. From the results of simulation that was done, the lowest pressure ofthe fluid in the impeller region continued to decline, namely, 6084.42 3745.33 Pa Pa, Pa3250.17, 524.53 Pa along with the smaller capacity of fluid flow. Along with the smaller capacityis also accompanied by increasing the top speed of fluid flow, namely, 27,62 m/s, 31,59 m/s,31,95 m/s, 75,76 m/s.Key words: Centrifugal, pump cavitation, suction pipe, pressure distribution, the distribution ofspeeds, the flow pattern.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK BUBBLE SEBAGAI INDIKASI AWAL TERJADINYA FENOMENA KAVITASI DENGAN MENGGUNAKAN SINYAL VIBRASI PADA POMPA SENTRIFUGAL DEWA SIREGAR, BATARA GURU
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.354 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu indikasi terjadinya penurunan performa pompa adalah kavitasi. Penyebab kavitasipompa adalah terjadinya getaran yang tinggi dan suara bising. Salah satu penyebab terjadinyagetaran adalah timbulnya gelembung – gelembung pada impeller yang kemudian pecah. Penelitianini dilakukan untuk mengamati karakteristik gelembung dan getaran yang timbul denganmemvariasikan kapasitas.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jerk sensor dan module accelerometer. Module inimendeteksi gerakan dalam tiga arah yaitu axial, vertical dan horizontal secara bersamaan.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gelembung sudah teridentifikasi pada bukaankatup 50% dan 25% dengan bentuk yang tidak beraturan dan sudah terjadi kavitasi karenagelembung – gelembung tersebut kemudian pecah pada impeller sehingga menyebabkan getaranpada pompa.Kata kunci : pompa sentrifugal, gelembung, kavitasi, pipa isap
PENGARUH PENGEROLAN PANAS DAN TINGKAT DEFORMASI TERHADAP SIFAT MEKANIS BAJA KARBON SEDANG UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT Surya Andhika, Surya Andhika
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pengaruh pengerolan panas dan tingkat deformasi terhadap sifat mekanis bajakarbon sedang untuk mata pisau pemanen sawit. Tujuan penelitian adalah mengamati pengaruhpengerolan panas dan tingkat deformasi terhadap sifat mekanis bahan, mengetahui pengaruh ukuranbutiran terhadap sifat mekanis dan melihat apakah baja karbon sedang yang telah diproses denganperlakuan pengerolan panas memiliki sifat mekanis lebih baik dari bahan baku yang biasa digunakan.Perbaikan sifat mekanis baja AISI 1060 untuk bahan mata pisau pemanen sawit dilakukan denganmetode pengerolan panas. Kajian termomekanikal dilakukan pada temperatur (7500C, 8000C, 8500C,9000C dan 9500C) dan tingkat deformasi (5%, 10%, 15% dan 20%) berurutan. Hasil pengujianmemperlihatkan bahwa nilai kekerasan optimal yang diperoleh adalah 420 BHN pada suhu 8000C dandeformasi 20%. Hasil pengujian tarik diperoleh tegangan batas 1.019 MPa dan tegangan luluh 651,31MPa. Sedangkan hasil mikrostruktur memeperlihatkan diameter butiran rata-rata 4,95 μm. Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh perlakuan pengerolan panas dan tingkat deformasiterhadap sifat mekanis yaitu diperoleh hubungan antara kekerasan dan kekuatan tarik berbanding lurusdimana semakin meningkat nilai kekerasan maka kekuatan tariknya juga akan meningkat. Korelasiukuran butir terhadap sifat mekanis yaitu diperoleh hubungan antara kekerasan dan ukuran butirberbanding terbalik, dimana semakin kecil ukuran butir maka kekerasan bahan akan semakin meningkat,sedangkan untuk hubungan antara kekuatan tarik dan ukuran butir berbanding terbalik juga dimanasemakin kecil ukuran butir maka bahan akan semakin ulet. Sifat mekanis baja karbon sedang setelahdilakukan proses pengerolan panas memperlihatkan kenaikan sifat mekanis dibanding bahan baku.Keywords: Termomekanikal, Baja Karbon Sedang, Pengerolan Panas, Diameter Butiran, Sifat Mekanis
ANALISIS TEGANGAN PADA SAYAP HORIZONTAL BAGIAN EKOR AEROMODELLING TIPE GLIDER AKIBAT LAJU ALIRAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE BERBASIS COMPUTIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) Miraza, Ricky Surya; Isranuri, Ikhwansyah
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1809.021 KB)

Abstract

AbstrakKarakteristik aerodinamika merupakan suatu hal yang sangat penting dalam bidang ilmu aplikasiaerodinamika yang ditujukan untuk mendapatkan bentuk benda yang aerodinamis. Begitu jugadengan karakteristik pada sayap horisontal bagian ekor yang ditujukan untuk keseimbanganyang mengakibatkan hidung pesawat naik dan turun, juga keseimbangan akibat pengaruh lajualiran udara terhadap tegangan pada sayap ekor horisontal. Letak dari sayap horisontal bagianekor ini juga berpengaruh terhadap aliran fluida yang mengalir melaluinya. Jenis airfoil yangbiasanya digunakan pada sayap horisontal bagian ekor adalah airfoil Eppler 168 yang memilikikeunggulan dibandingkan dengan lembaran balsa datar. Dengan metode simulasimenggunakan software solidwork yang mempunyai keunggulan dibandingkan softwaresejenisnya. Tujuan dari analisa ini adalah untuk mengetahui nilai tegangan serta hasil grafikpada sayap horisontal bagian ekor tipe glider akibat laju aliran udara yang diberikan masingmasingkecepatana 50 km/jam, 55 km/jam, 60 km/jam, 65 km/jam dan 70 km/jam sesuai dengankeadaan sebenarnya dari pesawat aeromodelling tipe glider pada penelitian ini yang manakesimpulan yang diperolah semakin tinggi kecepatan pesawat aeromodelling maka teganganyang diterima sayap horisontal bagian ekor semakin besar terutama pada bagian leading edge.Kata Kunci: Aerodinamika, Sayap Horisontal Bagian Ekor, Kecepatan, Tekanan, Tegangan,Solidwork
ANALISA KEKUATAN MATERIAL EXPANDED POLYOLEFIN (EPO) FOAM PADA PESAWAT AEROMODELLING MELALUI UJI TARIK DAN IMPAK Ningsih S, Maulida; Isranuri, Ikhwansyah
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1718.578 KB)

Abstract

AbstrakPolyolefin banyak digunakan di dalam aplikasi bidang teknik yang mensyaratkan sifatmekanis yang memadai seperti pengujian tarik dan impak. Sifat mekanis yang disyaratkanuntuk aplikasi bidang teknik sangatlah penting sehingga perlu dilakukan penelitian mengenaisifat mekanis expanded polyolefin (EPO) foam sebagai material yang dipakai untukpembuatan pesawat aeromodelling. Pada penelitian ini dilakukan pengujian mekanik melaluipengujian tarik dan impak, mulai dari pembentukan model uji sebanyak 3 (tiga) spesimenuntuk pengujian tarik dan 3 (tiga) spesimen untuk pengujian impak sampai pada hasilpengujian yang menunjukkan sifat mekanis dan karakteristik dari EPO foam. Nilai darikekuatan tarik diperoleh dari pengujian dan dijadikan sebagai acuan untuk memperolehmechanical properties dari EPO foam. Sedangkan kekuatan impak diperoleh dari pengujianuntuk mengetahui seberapa besar tingkat kegetasan material. Dari hasil uji tarik diperolehnilai-nilai propertis seperti nilai tegangan sebesar 0,34 MPa dengan nilai modulus elastisitassebesar 22,98 MPa. Sedangkan dari hasil uji impak diperoleh nilai kekuatan impak sebesar7,727 x 10-3 MPa.Kata kunci : Polyolefin, EPO foam, aeromodelling, pengujian mekanik, mechanicalproperties.
ANALISA GAYA IMPAK YANG TERJADI PADA BADAN PESAWAT AEROMODELLING TIPE GLIDER SAAT LANDING DENGAN VARIASI SUDUT PENDARATAN YANG DISIMULASIKAN DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE SOLIDWORK Lubis, Arifin Fauzi; Isranuri, Ikhwansyah
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1706.319 KB)

Abstract

AbstrakKomponen utama dari sebuah pesawat terbang adalah badan pesawat. Badan pesawat inisendiri merupakan tempat melekatnya bagian-bagian pesawat seperti wing, elevatormaupun roda pendaratan. Pada pesawat aeromodelling terdapat 2 jenis pendaratan yaitudengan menggunakan roda pendaratan dan tanpa menggunakan roda pendaratan.Pesawat aeromodelling yang tidak menggunakan roda pendaratan melakukan pendaratandengan badan pesawat itu sendiri. Akibatnya terjadi impak antara badan pesawat dengandaratan. Untuk itulah dilakukan perhitungan gaya impak yang terjadi terhadap kekuatanbadan pesawat itu sendiri. Crash akan terjadi jika gaya impak yang terjadi lebih besar daripada energi serap impak material dari pada badan pesawat. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui sudut pendaratan yang aman dari crash. Material yangdigunakan pada pesawat aeromodelling adalah Expanded Polyolefin (EPO) yang memilikienergi serap impak sebesar 1,7 x 10-3 J/mm, sedangkan sudut pendaratan yang dipilihpada penelitian ini adalah 50, 100, 150, 200, 250 dan 300. Hasil analisa menunjukkan bahwasemakin besar sudut pendaratan pesawat aeromodelling maka akan semakin besar pulagaya impak yang terjadi pada badan pesawat itu sendiri. Hal ini menyebabkan terjadinyacrash pada sudut 260 dengan kondisi kecepatan normal dan 240 dengan kondisi kecepatanpenuh. Crash dapat dihindarkan apabila landing dengan sudut pendaratan yang lebih kecildari sudut tersebut. Hasil analisa kemudian dibandingkan dengan hasil simulasi yangmenggunakan software solidworks.Kata kunci : Aeromodelling, badan pesawat, crash, impak, sudut pendaratan
PENGARUH PROSES MECHANO HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT KELELAHAN BAJA KARBON SEDANG UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT Rustiansyah Hsb, Darwin
e-Dinamis Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pengaruh proses mechano heat treatment terhadap sifat kelelahanbaja karbon sedang untuk mata pisau pemanen sawit. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahuipengaruh perlakuan pada material baja karbon sedang terhadap kekuatan fatigue. Perbaikansifat mekanis baja karbon sedang dengan proses mechano heat treatmentpada suhu yangoptimal dari setiap masing-masing perlakuan. Proses Mechano Heat Treatment adalahkombinasi (gabungan) antara proses pengerjaan panas pada temperatur 800 0C 10 % - 20%dan 950 0C 20%, pengerjaan dingin dibawah temperatur rekristalisasi pada suhu 600 0C 5%dan 650 0C 5% - 10%, serta perlakuan panas pada temperatur 550 0C 1 jam (air es-udara),550 0C 2 jam (air es-udara), 550 0C1 jam (udara-udara). Hasil pengujian memperlihatkanbahwa nilai kekerasan maksimum adalah pada pengerjaan panas 420 BHN pada suhu 8000Cdan deformasi 20%. Sedangkan pengujian kelelahan diperoleh pada proses pengerjaan panasdiperoleh kekuatan lelah maksimum pada siklus 2584400 N selama 1820 menit dengan beban7 kg. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh perlakuan panas pada bajakarbon sedang terhadap kelelahan adalah semakin tinggi kekerasan bahan maka semakinmeningkat umur kelelahan pada baja karbon sedang. Hubungan struktur mikro dengan umurfatigue memperlihatkan bahwa semakin kecil diameter butir maka semakin meningkat umurlelahnya dan sebaliknya semakin besar diameter butir maka semakin rendah umur lelahnya.Keywords: Mechano Heat Treatment, Fatigue, Baja Karbon Sedang, Diameter Butiran,
RANCANG BANGUN POMPA HIDRAM DAN PENGUJIAN PENGARUH VARIASI TINGGI TABUNG UDARA DAN PANJANG PIPA PEMASUKAN TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM Panjaitan, Daniel Ortega; Sitepu, Tekad
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.151 KB)

Abstract

AbstrakSaat ini teknologi untuk menyuplai air masih kebanyakan menggunakan pompa denganpenggerak motor listrik sebagian besar pompa tersebut memiliki ketergantungan akan energilistrik atau bahan bakar minyak sebagai energi penggerak pompa . Salah satu teknologi yangmulai dikembangkan adalah pompa hydraulic ram . Pompa hidram bekerja berdasarkan prinsippalu air. Ketika aliran fluida dihentikan secara tiba-tiba maka perubahan momentum massafluida tersebut akan meningkatkan tekanan secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan ini digunakanuntuk mengangkat sebagian air ke tempat yang lebih tinggi. Maka dirancanglah pompa hidramyang menggunakan energi potensial air sebagai penggeraknya.Dalam perancangan pompahidram yang penulis lakukan, menggunakan variasi tinggi tabung udara dengan tinggi 40 cmdan 60 cm dengan diameter 6.35 cm dan variasi panjang pipa pemasukan dengan panjang 8 m,10 m dan 12 m. Tinggi saluran suplai 2,3 meter dan tinggi saluran tekan 8 m. Dari perhitungandi dapat kapasitas pompa maksimum sebesar 0.0000346666 m3/s. Efesiensi maksimum pompahidram 29,55 % pada tinggi tabung 60 cm dan panjang pipa masuk 10 m.Kata kunci : Pompa hidram, palu air, tabung udara, panjang pipa pemasukan, Efisiensi
PENGARUH PROSES TEMPERING DAN PROSES PENGEROLAN DI BAWAH DAN DI ATAS TEMPERATUR REKRISTALISASI PADA BAJA KARBON SEDANG TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN SERTA STRUKTUR MIKRO UNTUK MATA PISAU PEMANEN SAWIT Azhari, Ahmad
e-Dinamis Vol 2, No 2 (2012): e-DINAMIS
Publisher : e-Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.49 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian pengaruh proses tempering dan proses pengerolan di bawah dan di atas temperaturrekristalisasi pada baja karbon sedang terhadap kekerasan, ketangguhan dan struktur mikro untukmata pisau pemanen sawit. Tujuan penelitian adalah memperbaiki sifat mekanis baja karbonsedang untuk mata pisau pemanen sawit. Kajian proses tempering (suhu 550°C selama 1 jam, 2jam dengan media pendingin air es dan suhu 550°C selama 1 jam dengan media pendingin udara),proses pengerolan di bawah temperatur rekristalisasi (suhu 650°C deformasi 10%, 5% dan suhu600°C deformasi 5%), dan proses pengerolan di atas temperatur rekristalisasi (suhu 800°Cdeformasi 20%, 10%, dan suhu 950°C deformasi 20%). Dapat disimpulkan bahwa pengaruhproses tempering dan proses pengerolan di bawah dan di atas temperatur rekristalisasi pada bajakarbon sedang terhadap kekerasan, ketangguhan dan struktur mikro untuk mata pisau pemanensawit adalah dengan meningkatnya nilai kekerasan maka nilai ketangguhan dan struktur mikrocenderung menurun artinya dimana semakin keras bahan maka nilai ketangguhannya akansemakin menurun dan ukuran diameter butir semakin kecil pada proses tempering dan prosespengerolan di bawah temperatur rekristalisasi, sedangkan pada proses pengerolan di atastemperatur rekristalisasi dengan meningkatnya nilai kekerasan maka nilai ketangguhan meningkatartinya dimana semakin keras bahan maka nilai ketangguhannya akan semakin meningkatsedangkan untuk struktur mikro diameter butirnya semakin kecil. Kekerasan dan ketangguhanbahan yang paling optimal dari berbagai proses yaitu pada proses pengerolan di atas temperaturrekristalisasi dengan suhu 800°C deformasi 20% yaitu kekerasan sebesar 420 BHN danketangguhan sebesar 1,7 J/mm² dimana kekerasan bahan meningkat seiring meningkatnya nilaiketangguhan bahan.Keywords: Tempering, deformasi, rekristalisasi.