cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
AGROEKOTEKNOLOGI
ISSN : 23376597     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AGROEKOTEKNOLOGI merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan secara online berisikan hasil-hasil penelitian tentang hama dan penyakit tumbuhan, agronomi, pemuliaan tanaman dan ilmu tanah
Arjuna Subject : -
Articles 671 Documents
TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG PIONEER 23 TERHADAP BERBAGAI KOMPOSISI VERMIKOMPOS DAN PUPUK ANORGANIK Nasution, Efrida Sari; Mariati, Mariati; Barus, Asil
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.788 KB)

Abstract

ABSTRACT Growth and yield response of maize Pioneer 23 on the several compotitions of vermicompost and inorganic fertilizers. Maize is a staple food after rice and has significant impact on the development of industry in Indonesia. Increased maize production is accompanied by the use of inorganic fertilizer. The application of inorganic fertilizer continuously without the use of organic matter results in land degradation. A solution to solve this problem is to use vermicompost which is basically the conversion of organic material by earthworms. The research was conducted to investigate response of the growth and yield of maize Pioneer 23 variety to several compotitions of vermicompost and inorganic fertilizers, using Non factorial Randomized Block Design with 11 treatments, which were P0 (control); P1 (vermicompost 2,5 kg/plot); P2 (N, P, K fertilizer 100 %); P3 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 100 %); P4 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 75 %); P5 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 50 %); P6 (vermicompost 2,5 kg/plot + N, P, K fertilizer 25 %); P7 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 100 %); P8 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 75 %); P9 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 50 %); and P10 (vermicompost 2 kg/plot + N, P, K fertilizer 25 %).The results showed that the several compotitions of vermicompost and inorganic fertilizers had no significant effects on  all parameters, except for the plant diameter and 100 grain weight. Key words: Maize, vermicompost, inorganic fertilizer ABSTRAK Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Pioneer 23 Terhadap Berbagai Komposisi Vermikompos dan Pupuk Anorganik. Jagung merupakan bahan makanan pokok setelah beras dan mempunyai arti penting dalam pengembangan industri di Indonesia. Peningkatan produksi jagung selalu diiringi dengan penggunaan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus tanpa diimbangi dengan bahan organik mengakibatkan terjadinya degradasi lahan. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan vermikompos dimana vermikompos pada dasarnya merupakan hasil perombakan bahan organik oleh cacing tanah. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti pertumbuhan dan produksi jagung varietas Pioneer 23 terhadap berbagai komposisi vermikompos dan pupuk anorganik, yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan 11 perlakuan yang mana P0 (kontrol); P1 (vermikompos 2,5 kg/plot); P2 (pupuk N, P, K 100 %); P3 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 100 %); P4 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 75 %); P5 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 50 %); P6 (vermikompos 2,5 kg/plot + pupuk N, P, K 25 %); P7 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 100 %); P8 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 75 %); P9 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 50 %); dan P10 (vermikompos 2 kg/plot + pupuk N, P, K 25 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai komposisi vermikompos dan pupuk anorganik berpengaruh tidak nyata dengan semua parameter, kecuali diameter batang dan bobot 100 biji. Kata kunci: Jagung, vermikompos, pupuk anorganik
RESPONS PERKECAMBAHAN BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI GARAM NaCl Dearma, Ewid; Kardhinata, Emmy Harso; Husni, Yusuf
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Germination Response of Some Rice (Oryza sativa L.) Varieties to Concentrations of NaCl. Land in Indonesia is very varied according to the character of the soil, such as acid soils, saline soil, andosol and others. Land use for rice planting resulted in the production of rice can not fulfill the population. For which, a study has been carried out at Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra, Medan with altitude ± 25 m asl, In May 2012 using a completely randomized factorial design 2 factors: varieties (Mekongga, Cigelis, Inpari 1, Cibogo and Ciherang) and NaCl concentrations (0, 1000, 2000, 3000 ppm). Parameters measured were germination rate, germination percentage, sprouts percentage normal, radicle length, fresh weight sprouts. The results showed that the varieties did not significantly affect all parameters were observed. NaCl concentrations significantly affect radicle length and fresh weight sprouts.   Keywords: rice, varieties, NaCl concentration ABSTRAK   Respons Perkecambahan Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Garam NaCl. Tanah di wilayah Indonesia sangat beragam sesuai dengan karakter tanahnya masing-masing, misalnya tanah masam, tanah salin, tanah andosol dan lainnya. Ketersediaan lahan yang terbatas untuk pertanaman padi mengakibatkan produksi padi tidak dapat memenuhi jumlah penduduk. Untuk itu, suatu penelitian telah  dilakukan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25 m dpl., pada Mei 2012 menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu varietas (Mekongga, Cigelis, Inpari 1, Cibogo dan Ciherang) dan konsentrasi garam NaCl (0, 1.000, 2.000, 3.000 ppm). Parameter yang diamati adalah laju perkecambahan, persentase perkecambahan, persentase kecambah normal, panjang radikula, berat basah kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Konsentrasi garam NaCl berpengaruh nyata terhadap panjang radikula dan bobot segar kecambah.   Kata kunci : padi, varietas, konsentrasi garam NaCl    
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. MERILL.) PADA BERBAGAI KONDISI AIR TANAH Anugrah, Heru Yosua; Rahmawati, Nini; Hasanah, Yaya
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.61 KB)

Abstract

ABSTRACT Growth and Production of Some Soybean Varieties in Some Groundwater Conditions. The aims of this research was to know the growth and production of some soybean varieties  in some groundwater conditions. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, kassa House, University of Sumatera Utara, Medan, on February to May 2012, using a randomized block design with two factors and three replications. The first factor was the groundwater conditions with 4 level consisted of 50%, 60%, 70% and 80% of field capacity, the second factors was soybean varieties consisted of Anjasmoro, Sinabung, and Willis. The results showed that treatment of several varieties significantly effect on root length at harvest, and the dry weight of 100 seeds. Groundwater conditions treatments significantly effect on root length at harvest, root dry weight, shoot dry weight, dry weight seeds / plant. Key words : growth, groundwater conditions, production, soybean, varieties ABSTRAK Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merill.) pada Berbagai Kondisi Air Tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai pada berbagai kondisi air tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan, pada bulan Februari  – Mei 2012, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu kondisi air tanah dengan 4 taraf yaitu 50%, 60%, 70% dan 80% kapasitas lapang faktor kedua yaitu varietas tanaman kedelai yaitu  Anjasmoro, Sinabung, dan Wilis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas kedelai berpengaruh nyata terhadap panjang akar pada saat panen, bobot kering 100 biji. Perlakuan kondisi air tanah berpengaruh nyata terhadap panjang akar pada saat panen, bobot kering akar, bobot kering tajuk, bobot kering biji per tanaman. Kata kunci : kedelai, kondisi air tanah, pertumbuhan, produksi, varietas
TANGGAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BENGKUANG TERHADAP BEBERAPA DOSIS PUPUK KALIUM DAN JARAK TANAM Hariati, Isni; Nisa, T Chairun; Barus, Asil
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.283 KB)

Abstract

ABSTRACT Tanggap pertumbuhan dan produksi bengkuang terhadap beberapa dosis pupuk kalium dan jarak tanam. Yam is a horticultural plant that has many and high industrial potential. The other alternative to increase yam productivity were application potassium fertilizer and planting distance. The aim of the study was to obtain the right dose of potassium fertilizer and the best planting distance suitable for the growth and yield of yam bean. The study was conducted at Jl. Setia Budi Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan at ± 25 metres above sea level from April to August 2012. The factorial randomized block design was used two factors, namely potassium fertilizer (0, 6, 12, 18 g/plot) and planting distance (15x10 cm, 15x15 cm, and 15x20 cm). Parameters observed were plant length, number of primary and secondary branches, tuber’s weight per sample and per plot, tuber’s diameter, root volume and harvest index. Result showed that potassium fertilizer significantly affected root volume, and planting distance significantly affected the numbers of primary and secondary branches, tuber weight per sample, and tuber diameter. There was no significant interaction effect of the two treatments was observed for all parameters. It was conclude that for the land of the study, potassium is not a limitting factor and the best planting distance for yam bean is 15 cm x 10 cm.   Key words : yam, potassium fertilizer, planting distance   ABSTRAK Response of growth and yield of yam to several doses of potassium fertilizer and planting distance. Bengkuang adalah tanaman hortikultura yang mempunyai banyak manfaat dan potensi industri yang tinggi. Upaya peningkatan produksi bengkuang dilakukan antara lain dengan pemberian pupuk kalium dan pengaturan jarak tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kalium yang tepat dan jarak tanam  yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi bengkuang. Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat Jl. Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan dengan ketinggian tempat ± 25 meter di atas permukaan laut pada bulan April sampai Agustus 2012. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu pupuk kalium (0, 3, 6, 9 g/plot) dan jarak tanam (15x10 cm, 15x15 cm, dan 15x20 cm). Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah cabang primer, jumlah cabang primer, bobot umbi per sampel, bobot umbi per plot, lingkar umbi, volume akar, dan indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalium berpengaruh nyata terhadap parameter volume akar dan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, bobot umbi per sampel, dan lingkar umbi. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Disimpulkan bahwa untuk lahan penelitian ini, kalium bukan merupakan faktor pembatas, dan jarak tanam yang terbaik untuk menanam bengkuang adalah 15 cm x 10 cm.   Kata kunci : Bengkuang, pupuk kalium, jarak tanam
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMBERIAN VERMIKOMPOS DAN URINE DOMBA Putri, Mariana; Sipayung, Rosita; Sinuraya, Mariati
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.283 KB)

Abstract

The Growth and Yield of Shallot (Allium ascalonicum L.) according to Application of Vermicompost and Sheep Urine. Application of inorganic chemical fertilizers continuously without the use of organic fertilizers  has caused the degradation of agricultural land. The negative impacts caused by land degradation is a decline in agricultural yield, such as the yield of shallot. A solution to solve this problem is to replace the application of chemical fertilizers that can damage the soil into organic fertilizers that is safe for the environment. Research was conducted to determine the response of vermicompost and sheep urine to the growth and yield of shallot at Fakultas Pertanian USU’s Green House with a height of 25 m above sea level on April-June 2012 using randomized block design of two factors, the factors were  vermicompost (0;15;35;45g/plant) and sheep urine (0;200;400 cc/l water). The parameters observed were plant height, tillers number, leaf number, wet weight per sample,wet weight per plot, dry weight per sample, dry weight per plot and clove number. The results showed that interaction of vermicompost and sheep urine treatment significantly influenced the plant height. Vermicompost treatment significantly influenced the tiller number and leaf number. Sheep urine treatment significantly influenced the leaf number, wet weight per sample and dry weight per plot. Key words : shallot, land degradation, vermicompost, sheep urine     ABSTRAK Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) dengan Pemberian Vermikompos dan Urine Domba. Pemakaian pupuk kimia anorganik yang terus menerus tanpa diimbangi penggunaan pupuk organik telah mendegradasi lahan pertanian. Salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh degradasi lahan ini adalah penurunan jumlah produksi pertanian, salah satunya adalah produksi bawang merah. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak tanah menjadi pupuk organik yang aman bagi lingkungan. Untuk itu dilakukan penelitian untuk mengetahui respon dari pemberian pupuk organik vermikompos dan urin domba terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah di Rumah Kaca Fakultas Pertanian USU (±25 mdpl) pada April - Juni 2012 menggunakan rancangan acak kelompok 2 faktor yaitu vermikompos (0,15,30,45 g/tanaman) dan urin domba (0,200,400 cc/l air). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun per rumpun, bobot basah per sampel, bobot basah per plot, bobot kering per sampel, dan bobot kering per plot dan jumlah siung per sampel. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara vermikompos dan urin domba berpengaruh nyata pada tinggi tanaman. Perlakuan vermikompos berpengaruh nyata pada jumlah anakan dan jumlah daun. Urin  domba berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah umbi per sampel dan bobot kering umbi per plot. Kata kunci: bawang merah, degradasi lahan, vermikompos, urine domba.
PENGARUH CAMPURAN MEDIA TUMBUH DAN DOSIS PUPUK NPK (16:16:16) TERHADAP PERTUMBUHAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI PEMBIBITAN Naibaho, Darwin C; Barus, Asil; Irsal, Irsal
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.96 KB)

Abstract

ABSTRACT Influence of mixing media and dosage NPK (16:16:16) to cocoa (Theobroma cacao L.) in a nursery. Design of the experiment was randomized block design arranged in factorial with two factors. The first factor was planting media, 100% Subsoil Ultisol + 0% EOPB Compost, 75% Subsoil Ultisol + 25% EOPB Compost, 50% Subsoil Ultisol + 50% EOPB Compost, 25% Subsoil Ultisol + 75% EOPB Compost, 0% Subsoil Ultisol + 100% EOPB Compost.. The second factor is NPK Fertilizer (16:16:16), 0 g/polybag, 4 g/polybag, 8 g/polybag, 12 g/polybag. The parameters observed includes plant height (cm), number leafs (sheet), diameter of stem (mm), total of broad leaf (cm2), fresh and dry weight of crown (g) fresh and dry weight of root (g). The result showed that planting media influential significantly on leaf number, total of broad leaf, fresh and dryweight of crown, fresh and of root. Present of manure in fluential significantly on plant height, number of leaves, diameter of stem, total of broad leaf, fresh and  dryweight of crown and freshweight of root. Interaction between planting media and present of fertilizer influential significantly to diameter of stem 6, 8, 10, 12 and 14 weeks after planted and total of broad leaf.   Keywords : Empty Oil Palm Bunch (EOPB) compost, NPK fertilizer, cacao, nursery ABSTRAK Pengaruh campuran media tumbuh dan dosis pupuk NPK (16:16:16) terhadap pertumbuhan kakao (Theobroma cacao  L.) di pembibitan.  Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah media tanam, yaitu  100% Subsoil Ultisol (Bobot) + 0% Pupuk kompos (TKKS), 75% Subsoil Ultisol (Bobot) + 25% Pupuk kompos (TKKS), 50%  Subsoil Ultisol (Bobot) +  50% Pupuk kompos (TKKS), 25% Subsoil Ultisol (Bobot) + 75% Pupuk kompos (TKKS), 0% Subsoil Ultisol (Bobot) + 100% Pupuk kompos (TKKS). Faktor kedua yakni Pemberian pupuk NPK (16:16:16) 0 g/polibag, 4 g/polibeg, 8 g/polibeg, 12 g/polibeg. Peubah amatan yang diamati antara lain tinggi bibit (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (mm), total luas daun (cm2), bobot basah dan bobot kering  tajuk (g), serta bobot basah dan bobot kering akar (g).Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan campuran media tumbuh  (subsoil ultisol + TKKS) berpengaruh nyata terhadap jumlah daun,  total luas daun, bobot basah tajuk, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Pemberian pupuk NPK (16:16:16) berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit, jumlah daun, total luas daun, bobot basah tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah akar, dan bobot kering akar. Interaksi media tanam (subsoil ultisol + TKKS) dan pemberian pupuk NPK  (16:16:16) secara signifikan berpengaruh nyata pada diameter batang bibit kakao umur 6, 8, 10, 12 dan 14 MST serta bobot basah tajuk umur 14 MST Kata kunci : pupuk kompos TKKS, pupuk NPK, kakao, pembibitan
RESPONS PERKECAMBAHAN BENIH PINANG (ARECA CATECHU L.) TERHADAP BERBAGAI SKARIFIKASI DAN KONSENTRASI ASAM GIBERELAT (GA3) Mistian, Dini; Meiriani, Meiriani; Purba, Edison
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.912 KB)

Abstract

ABSTRACT Response the seed germination of betel nut (Areca catechu L.) on some of scarification and gibberelic acid (GA3) concentration. The generative muliplication of betel nut need time to germinate about 8-12 weeks. One of causes is the ossify husk of seed which inhibit water into the seed. Therefore, a research had been conducted at Rumah Kassa, Faculty of Agriculture, USU (± 25 m asl) from March until May 2012 using factorial randomized block design with 2 (two) factors, i.e. scarification (without scarification, base scarification, middle scarification, and tip scarification) and gibberelic acid (GA3) concentration (0, 100, 200, and 300 mg/l). The parameters observed were speed of germination, seedling length, root length root number and leaf number. The result showed that scarification significantly increased on parameter speed of germination up to 64% and leaf number up to 167%. The gibberelic acid (GA3) concentration and interaction between scarification and gibberelic acid (GA3) concentration did not significant on all parameters.   Keywords: Betel Nut, Germination, Scarification, Gibberelic Acid (GA3)   ABSTRAK Respons perkecambahan benih pinang (Areca catechu L.) terhadap berbagai skarifikasi dan konsentrasi asam giberelat (GA3). Perbanyakan pinang secara generatif memerlukan waktu untuk proses perkecambahannya yaitu 8-12 minggu, salah satu penyebabnya adalah adanya dormansi yang disebabkan oleh kulit biji yang keras yang menghambat masuknya air ke dalam biji. Untuk itu suatu penelitian telah dilakukan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian USU  (± 25 m dpl) pada Maret-Mei 2012 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor yaitu skarifikasi benih (tanpa skarifikasi, skarifikasi pangkal, skarifikasi perut, dan skarifikasi ujung) dan perendaman dengan asam giberelat (GA3) (0, 100, 200, dan 300 mg/l). Peubah amatan yang diamati adalah laju perkecambahan, panjang bibit, panjang akar, jumlah akar dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan skarifikasi benih nyata meningkatkan laju perkecambahan benih hingga 64% dan jumlah daun hingga 167% dibandingkan tanpa perlakuan skarifikasi. Konsentrasi asam giberelat (GA3) dan interaksi antara skarifikasi dan konsentrasi asam giberelat (GA3) berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah amatan. Kata kunci: Pinang, perkecambahan, skarifikasi, Asam Giberelat (GA3)
EFIKASI BEBERAPA FORMULASI METARHIZIUM ANISOPLIAE TERHADAP LARVA ORYCTES RHINOCEROS L. (COLEOPTERA: SCARABAEIDAE) DI INSEKTARIUM Manurung, Erwin Murdani; Tobing, Maryani Ctccu; Lubis, Lahmduddin; Priwiratama, Hari
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.907 KB)

Abstract

ABSTRACT Germination response of some rice (Oryza sativa L.) varieties to concentrations of NaCl. Land in Indonesia is very varied according to the character of the soil, such as acid soils, saline soil, andosol and others. Land use for rice planting resulted in the production of rice can not fulfill the population. For which, a study has been carried out at Seed Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, Medan with altitude ± 25 m asl, In May 2012 using a completely randomized factorial design 2 factors: varieties (Mekongga, Cigelis, Inpari 1, Cibogo and Ciherang) and NaCl concentrations (0, 1000, 2000, 3000 ppm). Peubah amatans measured were germination rate, germination percentage, sprouts percentage normal, radicle length, fresh weight sprouts. The results showed that the varieties did not significantly affect all peubah amatans were observed. NaCl concentrations significantly affect radicle length and fresh weight sprouts.   Keywords: rice, varieties, NaCl concentration ABSTRAK   Respons perkecambahan beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) terhadap berbagai konsentrasi garam NaCl. Tanah di wilayah Indonesia sangat beragam sesuai dengan karakter tanahnya masing-masing, misalnya tanah masam, tanah salin, tanah andosol dan lainnya. Ketersediaan lahan yang terbatas untuk pertanaman padi mengakibatkan produksi padi tidak dapat memenuhi jumlah penduduk. Untuk itu suatu penelitian telah  dilakukan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25 m dpl pada Mei 2012 menggunakan rancangan acak lengkap faktorial 2 faktor yaitu varietas (Mekongga, Cigelis, Inpari 1, Cibogo dan Ciherang) dan konsentrasi garam NaCl (0, 1.000, 2.000, 3.000 ppm). Peubah amatan yang diamati adalah laju perkecambahan, persentase perkecambahan, persentase kecambah normal, panjang radikula, berat basah kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah amatan yang diamati. Konsentrasi garam NaCl berpengaruh nyata terhadap panjang radikula dan bobot segar kecambah.   Kata kunci : padi, varietas, konsentrasi garam NaCl
PENGUJIAN PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK FOSFAT PADA BUDIDAYA TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) Hutauruk, Febrina I; Simanungkalit, T; Irmansyah, T
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.008 KB)

Abstract

ABSTRACT The examinating of giving Arbuskula Mycorrhizal Fungi (AMF) and phosphate fertilizer on the cultivation of  sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench.). The research aimed at gaining  dosage and phosphate fertilizer dosage and interactions of both the better for the growing and production of sorghum (Sorghum bicolor (L) Moench.). This research was conducted in UPT BBI Tanjung  Selamat, Sumatera Utara, height of 25 meters above sea level, started on April to July 2012. using a randomized block design with two factors. The first factor is the FMA dosage (0, 5, 10 g / plant). The second factor is the phosphate fertilizer (0, 1, 2, 3, g / plant). The parameters observed are the plant height, the number of leaves, the  flowering age, the harvest age, production per sample, production per plot, production per hectare and the degree of root infection. FMA has an obvious influencethe number of leaves ages 3 weeks after planting, the degree of root infection. Phosphate fertilizer has an obvious influence production per sample and production per hectare. Interaction between FMA and phosphate fertilizer has an obvious influence toward the height of plant age 2 and 3 weeks after planting, the number of leaves aged 2 weeks after planting. Keywords: arbuskula micorrhizal fungi , phosphate fertilizer, sorgum ABSTRAK Pengujian pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan pupuk fosfat pada budidaya tanamansorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench.). Penelitian bertujuan untuk memperoleh dosis FMA dan pupuk fosfat serta interaksi dari keduanya yang lebih baik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman  sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench.). Penelitian ini dilaksanakan UPT BBI desa Tanjung Selamat, Sumatera Utara dengan ketinggian + 25 meter diatas permukaan laut, dimulai pada bulan April  sampai bulan Juli 2012. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis FMA ( 0, 5, 10 g/tan). Faktor kedua adalah pupuk Fosfat ( 0, 1, 2, 3, gr/tan). Peubah amatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga,  umur panen, produksi per sampel, produksi per plot, produksi perhektar dan derajat infeksi akar. FMA berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 3 minggu setelah tanam, derajat infeksi akar. Pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap produksi persampel dan produksi perhektar. Interaksi antara FMA dan pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 2 dan 3 minggu setelah tanam jumlah daun umur 2 minggu setelah tanam. Kata kunci : fungi mikoriza arbuskula, pupuk fosfat, sorgum
KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN JERUK (Citrus sp.) DAN KOPI ARABIKA (Coffea arabica) DI KECAMATAN SIEMPAT RUBE KABUPATEN PAKPAK BHARAT Cibro, Gilbert Fernando; Marpaung, Purba; Mukhlis, Mukhlis
AGROEKOTEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara-Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.851 KB)

Abstract

ABSTRACT The suitability of the land for the plant orange and Arabica coffee (Coffea arabica) in district of Siempat Rube, Pakpak Bharat Regency. A survey of the suitability of the land for the plant orange and Arabica coffee is done in district of Siempat Rube Pakpak Bharat Regency. This study aims to evaluate the suitability of land for the development of citrus fruit and Arabica coffee plant in the Regency of North Sumatra with the altitude of the place is at 800-1400 above sea level. This research was carried out in June 2011 to December 2012. Survey research conducted by taking samples of soil based on the map of the land system in district of Siempat Rube, each land system was taken as many as 10 soil samples taken in a zig-zag, where 10 soil samples and then analyzed the lab and evaluation methods of land made by the method of the limit which refers to the magnitude of the rate limiting factor. The parameters observed in field is soil texture, soil drainage, soil depth, rough material, the dominant vegetation, plant management, soil conservation efforts, the dangers of Flood/inundation, surface rocks and outcrops and the parameters analyzed include the physical properties of dilaboratorium (textures) and chemical properties: cation exchange capacity (CEC) of soils, soil pH, Base Saturation, and the C-organic. The evaluation of land in sub-district siempat rube district pakpak bharat, conformity land potentially for plants orange on class S3-oarc of 334,229 ha,   S2-rceh of 6430,282 ha, S2-rc of 1415,285 ha and S3-rc of 3796,192 ha. Conformity potential land to coffee plant arabica obtained class S3-waoarc of 334,229 ha, S3-wa of 7845,587 ha and S3-warc of 2594,218 ha. Keywords: Evaluation of lands suitability, citrus, arabica coffee.  ABSTRAK Kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk (citrus sp.) dan kopi Arabika (Coffea arabica) di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat. Survei kesesuaian lahan untuk tanaman jeruk dan kopi arabika dilakukan di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman jeruk dan tanaman kopi arabika di Kabupaten Pakpak Bharat dengan ketinggian tempat berada pada 800-1400 di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai dengan bulan Desember 2012. Penelitian dilakukan dengan mengambil contoh tanah berdasarkan peta land system di Kecamatan Siempat Rube, setiap land system diambil sebanyak 10 sampel tanah secara zig-zag kemudian di analisis laboratorium dan metode evaluasi lahan dilakukan dengan metode limit yakni mengacu pada besarnya tingkat faktor pembatas. Parameter yang diamati dilapangan adalah tekstur tanah, drainase tanah, bahan kasar, kedalaman tanah,vegetasi dominan, pengelolaan tanaman, upaya konservasi tanah, bahaya banjir/genangan, batuan permukaan dan singkapan batuan dan parameter yang dianalisis dilaboratorium meliputi sifat fisik (tekstur)  dan  sifat kimia: Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, Kejenuhan Basa, pH tanah,dan C-organik. Hasil evaluasi lahan di Kecamatan Siempat Rube Kabupaten Pakpak Bharat, kesesuaian lahan secara potensial untuk tanaman jeruk pada kelas S3-oarc seluas 334,229 ha, S2-rceh seluas 6430,282 ha, S2-rc seluas 1415,285 ha dan S3-rc seluas 3796,192 ha. Kesesuaian lahan potensial untuk tanaman kopi arabika diperoleh kelas S3-waoarc seluas 334,229 ha, S3-wa seluas 7845,587 ha dan     S3-warc seluas 2594,218 ha. Kata kunci : evaluasi kesesuaian lahan, jeruk, kopi arabika.  

Page 1 of 68 | Total Record : 671