cover
Contact Name
ahmad yani
Contact Email
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ahmad.yani@bakrie.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Journal Communication Spectrum
  • Journal_Communication_spectrum
  • Website
Published by Universitas Bakrie
ISSN : 20878850     EISSN : 26226405     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Communication Spectrum Capturing New Perspectives in Communication, terbit dua kali setahun (Februari dan agustus) diiterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie (FEIS UB) sebagai media atau wacana persepektif baru di bidang ilmu Komunikasi.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
PENGARUH PERSEPSI KECOCOKAN DAN KREDIBILITAS PERUSAHAAN TERHADAP ASOSIASI MEREK DAN INTENSI MEMBELI Studi pada PT Multi Bintang Indonesia Suharyanti, Suharyanti
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 1 (2011): Februari - Juli 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa temuan dari penelitian mengenai strategi  extension menekankan pada pentingnya persepsi kecocokan (perception of fit)  antara parent brand dengan sub brand di mana  semakin besar kesamaan antara  parent brand dengan  sub brand dari segi fitur, atribut dan keunggulan produk maka semakin besar pula transfer sikap  positif atau negative pada  sub brand.  Mengenai adanya kemungkinan  transfer atribut negatif ini akan menjadi kerugian bagi produk baru yang diluncurkan. Reputasi yang terbentuk sebagai hasil dari kinerja perusahaan jangka panjang akan membentuk citra tertentu di benak konsumen, baik citra mengenai perusahaan maupun citra terhadap produk-produk yang berada dibawah naungan perusahaan tersebut. Kata kunci: asosiasi merek, citra produk, intensi membeli merek, kredibilitas perusahaan
KONSTRUKSI PEREMPUAN DALAM RUBRIK “CC SINGLE” DI MAJALAH CITA CINTA EDISI JANUARI - DESEMBER 2009 Vida, Helen Diana
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 1 (2011): Februari - Juli 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini didasarkan pada penelitian dalam konstruksi perempuan di rubrik CC Single pada majalah Cita Cinta edisi Januari sampai Desember 2009. Media massa, yang merupakan bagian dari budaya, merefleksikan keseluruhan kondisi dari masyarakat. Di antara media massa yang ada, terdapat banyak majalah-majalah wanita. Salah satunya adalah majalah Cita Cinta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana artikel “CC Single” dalam majalah Cita Cinta mengkonstruksi realitas perempuan Indonesia dengan menggunakan analisis isi metode kualitatif berdasarkan framing analisis oleh Entman dan teori feminis liberal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Cita Cinta mengkonstruksi wanita single sebagai wanita mandiri yang mampu menentukan jalan hidup mereka, serta memiliki jenjang pendidikan yang tinggi dan karir yang lebih baik. Kata kunci: konstruksi perempuan, feminisme liberal, analisis framing Entman
DUKUNGAN POLITIK DAN JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL Kasus Pemilihan Kepala Daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan Agusyanto, Ruddy
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 1 (2011): Februari - Juli 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat adalah jaringan sosial yang kompleks, terdiri dari sosial hubungan diadik dan triadik di mana satu sama lain saling terkait. Keberadaan dari hubungan sosial diciptakan oleh adanya kebutuhan atau tujuan yang ingin dicapai. Para pemeran di dalam jaringan sosial terikat satu sama lain oleh seperangkat/serangkaian harapan yang relatif stabil yang pada akhirnya menciptakan sejenis aturan-hukum-norma di antara mereka. Jaringan social juga menampilkan perilaku yang mirip di antara para pemerannya.  Tiap konteks social memiliki atau menciptakan sebuah jaringan sosial yang berbeda dengan jaringan lainnya. Berdasarkan paradigma jaringan komunikasi sosial ini, dengan memahami prinsip hubungan yang mengikat sejumlah aktor sehingga membentuk sebuah jaringan sosial, maka kita akan dapat memahami logika situasional, tipe pengendalian sosial, dan pertukaran social antar aktor dalam sebuah jaringan sosial; untuk menjelaskan konflik sosial, perubahan sosial, dan kendali sosial di antara mereka – dalam organisasi, negara, atau masyarakat. Kata kunci: hubungan sosial, konteks sosial, klik, jaringan komunikasi sosial, logika situasional
MODEL KOMUNIKASI BERASA DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN Studi mengenai Iklan Ambient Media dalam Meraih Kepercayaan Khalayak Konsumen Wijaya, Bambang Sukma
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 1 (2011): Februari - Juli 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin padat dan ramainya pesan-pesan komunikasi pemasaran di media konvensional, membuat banyak pengiklan kini mulai melirik cara-cara berkomunikasi  melalui media yang tidak biasa. Salah satunya melalui iklan berbentuk  ambient media. Tulisan ini berusaha menelaah bagaimana pola komunikasi iklan  ambient media sebagai salah satu bentuk komunikasi pemasaran alternatif dalam meraih kepercayaan khalayak konsumen. Dengan menggunakan metode studi kasus, penulis menemukan bahwa iklan ambient media memiliki ciri khas yaitu mampu menyinergikan pesan dan pembuktian pesan melalui pengalaman khalayak konsumen dengan suasana yang mendukung, sehingga khalayak konsumen dapat langsung merasakan kebenaran pesan yang disampaikan. Pola komunikasi semacam ini penulis sebut sebagai  Komunikasi Berasa atau  Experiential Communication atau  Ambient Communication. Berbeda dengan konsep “pengalaman” dalam  marketing yang lebih berorientasi pada pengalaman terhadap “produk”, konsep “pengalaman” dalam Komunikasi Berasa lebih berorientasi pada pengalaman terhadap “pesan”. Sehingga dengan pengalaman langsung atau seketika (tanpa tertunda) terhadap pesan yang disampaikan secara sinergis, maka khalayak konsumen cenderung pula untuk langsung memercayai kebenaran pesan tersebut. Model Komunikasi Berasa yang merupakan pola komunikasi iklan ambient media ini dapat menjadi salah satu solusi di tengah semakin menipisnya kepercayaan khalayak konsumen terhadap janji-janji atau pesan iklan di media konvensional. Kata kunci: komunikasi berasa, iklan ambient media, khalayak, konsumen
KONTESTASI POLITIK IDENTITAS DALAM FENOMENA ILLEGAL LOGGING DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Studi di Kecamatan Badau dan Lanjak, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat Adri, Adri
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 1 (2011): Februari - Juli 2011
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada banyak kejadian illegal logging di Indonesia, berbagai penyebab memiliki bukti-bukti yang kuat. Namun aktivitas illegal logging menjadi unik jika menengoknya di daerah Badau dan Lanjak yang berbatasan dengan Serawak – Malaysia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini ingin mengungkap bagaimana identitas warganegara Indonesia dari etnis Iban di Badau dan Lanjak dimanfaatkan oleh berbagai pihak dalam menjalankan praktik  illegal logging. Identitas dalam penelitian ini utamanya mengacu pada keibanan, namun kedayakan, keindonesiaan, kemalaysiaan dan kekatolikan mereka tidak bisa dihindari dalam pembahasannya. Semua digunakan secara bergantian, cair dan cerdik dalam berbagai relasi kepentingan, tergantung situasi dan konteks dari relasi tersebut. Sedangkan illegal logging  mengacu pada praktik ekstraksi sumber daya hutan yang menurut definisi negara melanggar peraturan perundangan. Di Perbatasan, negara sebagai  the art of governing ini lemah kehadirannya yang tercermin dari keberadaannya dalam bentuk basic services menyangkut kesejahteraan warganegaranya. Keindonesiaan menjadi lemah posisinya dalam kehidupan Orang Iban di perbatasan. Kekosongan ini yang kemudian ditingkahi oleh kehadiran Malaysia melalui relasi ekonomi dasar, relasi sejarah etnisitas, dan cukong kayu. Pertautan kepentingan ini yang dimanfaatkan dengan cerdik dan sangat strategis oleh cukong kayu untuk menjalankan dan melanggengkan praktik  illegal logging di Badau dan Lanjak. Kata kunci: pembalakan liar, politik identitas, iban, keibanan, masyarakat perbatasan
ONLINE CONSUMERS AND THE APPLICATION OF USES AND GRATIFICATION THEORY Case Study: The Kaskus Website Kania, Dessy; Agatha, Nadia
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 2 (2011): Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan keseharian, kita tidak dapat terhindar dari perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat terutama di bidang new media.  Akses untuk website dan internet forum site merupakan salah satu benefit yang ditawarkan dari  new media yang paling diminati oleh pengguna internet di Indonesia.  Bertambahnya  internet forum site yang memberikan kemudahan secara   online untuk para pengguna internet untuk dapat melakukan percakapan dalam bentuk pesan yang di-posting juga menambah keramaian penggunaan internet di Indonesia.  Penelitian ini ingin mengungkapkan bagaimana keberhasilan salah satu  internet forum site yaitu Kaskus sebagai situs lokal yang paling sering dikunjungi dan mempunyai anggota terbanyak sehingga menempati posisi keenam dalam peringkat  10  Top Sites in Indonesia.  Penggunaan teori  uses and gratification diperlukan untuk menganalisis perkembangan situs kaskus serta  consumer online yang sifatnya aktif dan dinamis.  Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif menggunakan in-depth interview baik terhadap para pengelola situs Kaskus maupun pengguna situs sebagai sumber data.  Hasil yang dicapai dari penelitian ini menyatakan bahwa keberhasilan situs Kaskus tidak jauh dari fitur teknologi web 2.0 yang dapat memfasilitasi komunikasi interaktif di antara pengguna dan konten situs yang memang dihadirkan berdasarkan kebutuhan para pengguna situs tersebut. Kata Kunci:   media baru, khalayak aktif, komunikasi interaktif, teori uses and gratification, situs forum internet.
MAKNA DI BALIK TEKS DAYAK SEBAGAI ETNIS HEADHUNTER Putra, R. Masri Sareb
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 2 (2011): Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngayau atau head hunting ialah tradisi etnis Dayak di masa lampau untuk mencari kepala musuh sebagai tanda bukti kekuatan. Para pelancong dan antropolog barat tertarik mengeksploitasi sisi-sisi eksotik penduduk Borneo tersebut, salah satu di antaranya adalah praktik ngayau. Pembingkaian ngayau oleh pelancong dan antropolog barat, berakibat pada pencitraan yang hingga kini masih melekat pada etnis Dayak.  Citra Dayak sebagai suku bangsa pengayau kembali  muncul, ketika terjadi konflik etnis di Kalimantan, padahal secara de facto praktik ngayau sudah lama ditinggalkan.  Labeling etnis Dayak sebagai headhunter sudah semestinya ditanggalkan sebab praktik ngayau disepakati untuk dihentikan pada tahun 1894 dalam musyawarah besar Dayak se-Borneo di Tumbang Anoi, Kalimantan Tengah, yang difasilitasi pemerintah kolonial. Metode hermeneutika dapat membongkar mitos dengan mencari hakikat dari sebuah teks atau realitas, dengan mengacu pada sejarah dan tradisi pada waktu teks itu ditulis. Usaha rasional menemukan  true conditions (sensus plenior) yang ditawarkan hermeneutika, sesungguhnya termasuk penelitian komunikasi. Artikel ini berupaya mencari hakikat makna dari teks yang ditulis para pelancong dan antropolog asing dari abad 18 hingga masa kemerdekaan. Para penulis mencoba mengonstruksi & membingkai tulisan mereka dengan mengacu pada sejarah dan tradisi pada masa itu.Ternyata, di balik teks-tertulis terdapat realitas yang tidak ditulis atau dinafikan dan inilah titik awal dari bias yang dilakukan penulis dan media yang menyebarkannya. Kata Kunci: hermeneutika, makna, ngayau, pembingkaian
POTENTIALS OF FACEBOOK AS A PEDAGOGICAL TOOL FOR COLLEGE LECTURERS Julia Julia, Julia
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 2 (2011): Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan ditemukannya komputer dan World Wide Web (www) dalam dua dekade terakhir, cara baru dalam  online-communication -yang dikenal sebagai teknologi  Web 2.0, seperti blogs,  micro-blogging,  podcasts,  wikis, situs jaringan sosial, dunia maya (virtual world), video sharing, dan  photo sharing– telah muncul dengan potensi keunikannya masing-masing di dunia komunikasi dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan situs jejaring sosial, Facebook.com, sebagai alat bantu pendidikan bagi dosen dan mahasiswa di Universitas Pelita Harapan (UPH). Dengan menggunakan metode kualitatif melalui proses wawancara terhadap 10 dosen, peneliti menanyakan beberapa pertanyaan seputar penggunaan Facebook dan apa alas an mereka menggunakan medium tersebut sebagai alat bantu dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Facebook ketika digunakan secara rutin, mendorong relasi yang baik antara dosen dan mahasiswa, yang kemudian menghasilkan perilaku positif pada lingkungan belajar-mengajar yang merupakan hasil yang belum pernah diantisipasi. Kata kunci: Facebook, situs jejaring sosial, interaksi di kelas, komunikasi dan pendidikan, perangkat pedagogi
ANALISIS FRAMING SEBUAH KONFLIK ANTARBUDAYA DI MEDIA Widiastuti, Tuti
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 2 (2011): Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama antarmanusia di abad ke-20 adalah kebencian yang ditekankan kepada anggota dari budaya dan kelompok ras yang berbeda. Kebencian pada budaya dan kelompok ras yang berbeda tampak pada polarisasi komunikasi antarbudaya. Komunikasi merupakan medium di mana konflik diciptakan dan diatasi. Ketika melakukan komunikasi dengan orang-orang dari budaya lain, maka identitas sosial lebih memegang peranan penting. Pada saat mengobservasi tingkah laku orang lain, orang berusaha untuk membuat atribusi mengenai efek lingkungan pada tingkah laku mereka dengan penjelasan tingkah laku individu, yang berdasar pada stereotip dan prasangka yang diperparah dengan adanya etnosentrisme. Bahayanya, penilaian yang cenderung mengedepankan etnosentrisme sering kali salah, semena-mena dan tidak ada dasarnya sama sekali. Dalam masyarakat yang semakin individual dan heterogen ini, media memainkan peranan penting sebagai salah satu atau bahkan satu-satunya sumber sosialisasi dari realitas sosial di masyarakat. Alih-alih membentuk realitas obyektif di masyarakat, media bahkan memelihara dan menginstitusikan kenyataan subyektif berdasarkan stereotip yang berkembang di masyarakat, dan bukan yang obyektif. Kata kunci: konflik antarbudaya, budaya individualistik, budaya kolektivistik, etnosentrisme, stereotip dan prasangka
AN EXAMINATION OF MEDIA CONVERGENCE AND ITS IMPLICATION ON MASS COMMUNICATION NOTION Handayani, Bintang
Journal Communication Spectrum Vol 1, No 2 (2011): Agustus 2011 - Januari 2012
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi massa yang pada perkembangannya telah melahirkan teori efek media dan teori kritis  serta studi budaya tidak dapat dipisahkan dari sifat jangkauan massif pada khalayak sehingga dapat memengaruhi individu, masyarakat, dan nilai-nilai kultural. Konsepsi komunikasi massa berkaitan dengan media sebagai institusi mengukuhkan teori agenda setting, sedangkan TV sebagai media juga melahirkan teori kultivasi yang dianggap memiliki terpaan yang kuat terhadap sudut pandang individu dalam melihat lingkungannya. TV dapat mengultivasi individu sehingga melahirkan kecemasan danketakutan. Berbeda dengan kenyataan tersebut, internet dan  Computer Mediated Communication (CMC) menawarkan pilihan dalam memenuhi kebutuhan akan informasi, hiburan, dan aktualisasi diri. Selain itu kontrol pengguna (komunikan) yang sejajar dengan  news producer (komunikator) dalam pengeksposan seleksi konten dan distribusi juga membawa perubahan. Pada awal perkembangan perspektif dalam konvergensi dimulai pada fase dimana penelitian komunikasi massa lebih banyak berkaitan dengan teori komunikasi dua langkah yang melahirkan teori efek media. Kedua, momen perkembangan teknologi komunikasi dan informasi  (Information Communication Technology/ ICT). Fase ketiga terlihat dari momen keterikatan masyarakat (sejak awal 1990 hingga sekarang)  pada media baru dan kultur digital. Apakah konvergensi media dan fenomena media baru menandakan berakhirnya konsepsi media massa? Berdasarkan paparan tersebut, studi ini menelaah secara kritis bagaimana konvergensi media memengaruhi teori  agenda setting, teori kultivasi, teori kritis dan studi budaya. Kata kunci: konvergensi media,  agenda setting, kultivasi, teori kritis dan studi budaya.