cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Poli-Teknologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
IMPLEMENTASI IC XR2206CP SEBAGAI GENERATOR FUNGSI UNTUK ALAT UJI PENDENGARAN Aminah, Nonoh
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil penelitian berupa rancang bangun IC XR2206CP sebagai instrumen untuk uji ketidakseimbangan pendengaran manusia berdasarkan Standart Audiometric Test pada ranah frekuensi yaitu 100 Hz, sampai 8.000 Hz.. IC XR2206CP adalah generator fungsi (function generator), yang dapat bekerja pada tegangan catu antara DC 9 Volt sampai 18Volt, menghasilkan output bentuk gelombang sinus, kotak (Square) dan gergaji (triangle) berfrequensi 1Hz sampai 2MHz dengan pengaturan halus 4 jangkah pada impedansi keluaran 600Ω + 10%. Keluaran intensitas bunyi alat uji pendengaran dikunci maksimal sebesar 94 dB dengan pertimbangan untuk kesesuaian keperluan kalibrasi standar pada Acoustical Calibrator dari Bruel&Kjaer Pulse dan bersifat single tone (frekuensi tunggal). Pada keperluan klinik terutama pada masalah kesehatan THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan), alat uji ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mendeteksi kesehatan pendengaran manusia. Instrumen yang dibuat juga dirancang agar bersifat praktis dan mudah untuk dibawa (portable). Hasil rancangan XR2206 mempunyai error maksimum frekuensi sebesar 1 % dengan intensitas bunyi sebesar +0.05dB 1Hz - 100kHz. Karena kemampuan ubahan frekuensi, maka XR2206 dapat dirancang sebagai modal kegiatan praktiku di prodi fisika. Kata kunci : Generator fungsi, frekuensi, amplitudo, intensitas bunyi.
Jurnal Politeknologi, Volume 11 No.2 Mei 2012 _, Cover
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

-
ALAT UJI INTERNATIONAL PROTECTION PADA PERALATAN LISTRIK -, Ismujianto; -, Isdawimah; Wardono, Silo
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRAK International Protection (IP) merupakan sistem untuk mengklasifikasikan derajat atau tingkat perlindungan yang diberikan oleh selungkup peralatan listrik secara numeric berdasarkan standar IEC / EN 60529. IP dituliskan dalam bentuk kode terdiri dari huruf IP yang diikuti oleh dua angka atau dua huruf tambahan. Kode tersebut tertera pada peralatan listrik yang telah diuji sesuai dengan tingkat perlindungannya. Pengujian IP berdasarkan 4 jenis gangguan, salah satunya adalah air dengan ukuran dari yang terkecil berupa cipratan hingga rendaman air. Alat uji IP yang dibuat dapat mengalirkan air dengan ukuran yang bervariasi pada berbagai arah. Keywords: Air, International Protection, peralatan listrik
SISTEM KENDALI MOTOR STEPPER DENGAN METODE LOGIKA FUZZY DENGAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC -, Fatahula; _, Refirman
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRACT The concept of Fuzzy Logic was conceived by Lotfi Zadeh, a professor at the University of California at Berkley USA, the Fuzzy Logic incorporates a simple rule-based IF X AND Y THEN Z approach to a solving control problem rather than attempting to model a system mathematically. The Fuzzy Logic model is empirically-based, relying on an operators experience rather than their technical understanding of the system. Fuzzy Logic at the principle to tray correspondence two side at the deference is analog system and Digital system, the rules using at Fuzzy Logic not basically at to logic have two condition is “write” and “wrong” “yes” and “not” but every reaction to become output from control system. Fuzzy Logic is a form of multi-valued logic derived from fuzzy set theory to deal with reasoning that is approximate rather than precise. In contrast with "crisp logic", where binary sets have binary logic, the fuzzy logic variables may have a membership value of not only 0 or 1 – that is, the degree of truth of a statement can range between 0 and 1 and is not constrained to the two truth values of classic propositional logic. Keywords: Fuzzy logic, Stepper motor, Kendali
UNIT COMMITMENT OPTIMIZATION USING MODIFIED DIFFERENTIAL EQUATION Widjajanto, Danang; Nitisasmita, Kendi Moro
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRACT One type of problem in power system is “The Unit Commitment Problem”. The Unit Commitment Problem (UCP) is a constrained optimization problem in which, optimal turn-on and turn-off schedules need to be determined over a given time horizon for a group of power generation units under some operational constraints. Unit Commitmen Optimization is important to be studied because it can reduce production cost of power system. In power system industry, even a small reduction in production cost may lead to a large savings. Even wide variety optimization techniques have been applied to solve Unit Commitment Problem, the oportunity to improve those optimization technique still open. The objective of this research is to make an improvement in UCP optimization technique using Differential Evolution algortihm. Differential algorithm has proved to be a very efficient and robust technique for optimization function and has been used to solve problems in many scientific fields, but its application in electrical and electronic engineering is still in its infancy. key word : Unit Commitment Problem, Differential Evolution Algorithm, Power System
IMPLEMENTASI RFID PADA SISTEM PRESENSI DAN DISPLAY DATA PENGGUNA ID-TAG Purwanti, B. S. Rahayu
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

This research about the alternative presence technologies to replaced the conventional system. The conventional system used signature on the paper list presence. Conventional system past left and replaced by other, it is the fingerprint. The weakness of fingerprint system is difficult to identify the finger patterns of person, becomes disrupted presence. This idea was create a tool presence using RFID (Radio Frequency Identification) as an identifier. RFID keeps a unique number data that can replace the function of the fingerprint. This research testing used twelve Tag RFID card type GK4001. Equipment and component to need the presence system base on RFID are microcontroller 4 bits (ATTiny2313), LCD, converter RS485 to RS232. All of the Tag and Box RFID was testing with microcontroller and LCD (Liquid Crystal Display) of display character and on the computers. Transmit data to a computer using a RS485 to RS232 converter if it detects the ID number. Time response to sending data from the computer to the microcontroller serves to display on the LCD. Data communicated between microcontroller and LCD is the four bits. The research objective is to end task make RFID-based presence system. The realization of the final task performed by means of testing the reading distance of twelve ID cards. Results analysis of testing RFID card readings reached 100 % at 3 cm, 98 % at 4 cm, and 66 % at 5 cm.
HIGH GAIN ANTENA MIKROSTRIP MENGGUNAKAN PARASITIK SUBSTRAT Supriyanto, Toto; Firmansyah, Teguh
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada makalah ini akan dijelaskan penelitian mengenai peningkatan gain antena mikrostrip lingkaran. Antena ini beroperasi pada frekuensi 2,35 GHz yang merupakan alokasi untuk aplikasi Long Term Evolution (LTE) yang memiliki bandwidth 54 MHz pada return loss (S11) = -14 dB atau saat VSWR < 1,5 dB. Nilai gain, return loss, dan karakteristik radiasi antena ini akan dibandingkan dengan antena mikrostrip lingkaran konvensional. Total peningkatan gain yang diperoleh sebesar 2 dB, dengan penempatan front-end parasitik subtrat. Jarak antara patch dengan front-parasitik (H1) dioptimasi untuk memaksimalkan kopling elektromagnetik dan lobe utama antena. Penelitian ini juga mengusulkan penambahan end-parasitik, jarak antara ground dan end-parasitik (H2) dioptimasi untuk meminimalkan back lobe antena. Desain antena ini sangat potensial dipergunakan untuk berbagai aplikasi. Kata Kunci : Back lobe, Gain enhancement, LTE, Main lobe, Parasitic Substrate. ABSTRACT. High Gain Microstrip Antenna Using Parasitic. The design of an enhanced gain compact circular microstrip antenna has been presented in this paper. This antenna is designed to operate at 2,35 GHz for Long Term Evolution (LTE) application with bandwidth 54 MHz at return loss (S11) = -14 dB or VSWR < -1,5 . The gain, return loss, and radiation characteristics of the proposed microstrip antenna are compared with the conventional circular antenna. A total gain enhancement 2 dB is achieved by front-end parasitic element. The spacing between the driven patch and front-parasitic element (H1) is optimized to maximize electromagnetic coupling and main lobe antenna. This paper also propose end-parasitic, the spacing between the ground and end-parasitik element (H2) to minimize back lobe antenna. The designed antenna makes it a potential antenna for various applications. Keywords: Back lobe, Gain enhancement, LTE, Main lobe, Parasitic Substrate
DIPLEXER M-WIMAX PADA FREKUENSI 2,3 GHz DAN 2,5 GHz DENGAN Y-JUNCTION Nixon, Benny; Supriyanto, Toto
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada penelitian ini diusulkan penggunaan Y-junction untuk dapat meningkatkan isolasi dan kualitas sinyal. Selain itu, dilakukan modifikasi pada Y-junction dimana salah satu cabang terhubung lurus, sedangkan cabang yang lain terhubung dengan membentuk 45dan diharapkan memiliki isolasi yang tinggi serta memiliki koefisien refleksi (VSWR) yang rendah. Perancangan mikrostrip diplexer digunakan untuk aplikasi WiMAX pada frekuensi 2,3 GHz dan 2,5 GHz. Hasil penelitian ini, mikrostrip diplexer yang dirancang sudah dapat menyaring dua frekuensi yaitu frekuensi 2,3 GHz dan 2,5 GHz dengan masing-masing bandwith 100 MHz, VSWR pada frekuensi 2,3 GHz senilai 1,297 dan pada frekuensi 2,5 GHz diperoleh nilai 1,672. Nilai return loss pada frekuensi 2,3 GHz bernilai -24,38 dan insertion loss bernilai -0,016. Sedangkan pada 2,5 GHz return loss bernilai -12,078 dan insertion loss bernilai -0,283. Dalam pengukuran daya, nilai antara daya input dengan daya output tidak jauh berbeda. Pada frekuensi 2,3 GHz dari simulasi diperoleh daya masukan sebesar - 66,985 dB dan daya keluaran sebesar - 67,43 dB. Demikian juga pada frekuensi 2,5 GHz dari hasil simulasi diperoleh daya masukan sebesar - 66,82 dB dan daya keluaran sebesar - 68,45 dB. Kata kunci : WiMAX, Diplexer, Transmiter, Receiver. ABSTRACT Design Diplexer for Mobile WiMAX at 2,3 GHz and 2,5 GHz using Y-Junction. In this study proposed Yjunction for diplexer to improve the isolation and signal quality. In addition, a modification to the Y-junction where a branch connects straight, while the other branch is connected to form a 45. This design expected to have a high insulation and has a coefficient of reflection (VSWR) is low. The design of microstrip diplexer used for WiMAX applications at frequencies 2.3 GHz and 2.5 GHz. The results obtain 100 MHz bandwidth, VSWR at the 2.3 GHz obtain 1.297 and at 2.5 GHz obtained 1.672. Return loss at 2.3 GHz and the insertion loss are - 24.38 dB and -0.016 dB. While at 2.5 GHz return loss and insertion loss are -12.078 dB and -0.283dB. In power measurements, the value of the input power to the power output is not much different. At the 2.3 GHz obtained from the simulation input power of - 66.985 dB and output power of - 67.43 dB. Similarly, at the frequency 2.5 GHz simulation results obtained input power of - 66.82 dB and output power of - 68.45 dB. Keywords: WiMAX, Diplexer, Transmiter, Receiver.
V/I DAN I/V CONVERTER STANDAR 0–10V/4–20mA BERBASIS LABVIEW Syarief, Syafrizal; Wijaya2, Endang
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

ABSTRAK Konverter Tegangan ke Arus (V/I Converter) Standar 0–10V/4–20mA dan Arus ke tegangan (I/V Converter) 4-20 mA/0-10V adalah rangkaian elektronik yang berfungsi mengubah tegangan 0-10 Vdc menjadi arus 4-20 mAdc dan sebaliknya. Rangkaian ini umum digunakan pada sistem instrumentasi dan kontrol elektronik dimana jarak antara sensor dengan kontroler cukup jauh, sehingga tidak memungkinkan mentransmisikannya dalam bentuk tegangan. Kedua konverter dirancang untuk kapasitas 4 saluran. Hasil pengujian dengan menggunakan peralatan NI-DAQ SCXI1600 dan Software LabVIEW8.0 serta peralatan pendukung yang diperlukan menunjukkan bahwa rangkaian tersebut tidak saja memiliki performa yang memenuhi persyaratan spesifikasi (Linier dengan kesalahan output
PENURUNAN KEKERUHAN AIR LIMBAH SECARA ELEKTROKOAGULASI BERTENAGA SEL SURYA Sutanto, Sutanto
Poli-Teknologi Vol 11, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4.956 KB)

Abstract

Kandungan polutan dalam air limbah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan polusi lingkungan. Air limbah dengan kandungan polutan tinggi harus diturunkan sampai memenuhi ambang batas aman, sehingga tidak merusak lingkungan. Untuk menjamin kandungan polutan dalam air limbah memenuhi batas aman bagi lingkungan digunakan pendekatan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 416/Menkes/Per/IX/1990. Dalam peraturan Menteri tersebut dinyatakan bahwa kandungan maksimum logam berat dan parameter lain dalam air limbah masing-masing adalah:1,0 mg/l untuk besi (Fe), 0,5 mg/l untuk mangan (Mn), 500 mg/l untuk kesadahan (CaCO3), 0,05 mg/l untuk arsen (As), 200 mg/l untuk natrium (Na) dan 0,5 mg/l untuk timbal (Pb), kekeruhan 25 NTU, 6,5 -9,0 untuk pH dan 10 mg/l untuk bahan organik. Jika kekeruhan melebihi dari ketentuan tersebut, maka air harus diolah sampai memenuhi peraturan Menteri Kesehatan RI. Salah satu proses pengolahan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menerapkan proses elektrokagulasi dengan pengaktif tenaga surya. Penelitian dilakukan dengan mengalirkan air limbah industri sebanyak 4,5 liter kedalam bak elektrokoagulasi yang dilengkapi dengan accumulator (45 Ah, 12 Volt) dengan pengaktif sel surya (50 Wp, 12 Volt). Proses elektrokoagulasi dijalankan menggunakan arus 0,05, 0,1 , 0,2 amper dan interval waktu pengamatan 20 menit untuk menurunkan kekeruhan. Analisis kekeruhan diakukan dengan turbidimetry. Hasil analisis pada air hasil pengolahan menunjukkan bahwa kekeruhan turun dari 44,1 NTU menjadi 23,1 NTU dengan waktu proses 60 menit pada penggunaan arus 0,1 amper. Kata kunci: Air Limbah, Kekeruhan, Sel Surya, Elektrokoagulasi, Penurunan Kekeruhan

Page 1 of 18 | Total Record : 175