cover
Filter by Year
Jurnal Teknik Pertanian
Published by Universitas Lampung
Jurnal Teknik Pertanian (J-TEP) merupakan publikasi ilmiah elektronik (e-journal) yang memuat hasil-hasil penelitian, pengembangan, kajian atau gagasan dalam bidang keteknikan pertanian. Lingkup penulisan karya ilmiah dalam jurnal ini antara lain : rekayasa sumberdaya air dan lahan, bangunan dan lingkungan pertanian, rekayasa bioproses dan penanganan pasca panen, daya dan alat mesin pertanian, energi terbarukan, dan sistem kendali dan kecerdasan buatan dalam bidang pertanian. J-TEP terbit sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahunnya pada bulan Oktober, Pebruari, dan Juni. J-TEP terbuka untuk umum, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pemerhati dalam dunia keteknikan pertanian.
Articles
160
Articles
‚Äč
PENGARUH SUHU TERHADAP PERMEABILITAS GAS PADA PLASTIK FILM UNTUK PENGEMASAN SECARA ATMOSFIR TERMODIFIKASI

Hasbullah, Rokhani, Niam, Agus Ghautsun, Pujantoro, Lilik, Mardjan, Sutrisno

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengemasan secara atmosfir termodifikasi (MAP) pada penyimpanan dingin merupakan cara yang tepat untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk yang diolah secara minimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh suhu terhadap permeabilitas gas pada plastik film untuk pengemasan secara atmosfir termodifikasi pada produk olahan minimal. Plastik film jenis polietilen stretch (ketebalan 10 mm) dan polipropilen (ketebalan 10 mm) digunakan dalam penelitian ini. Permeabilitas gas plastik film terhadap gas O2 dan CO2 dianalisis menggunakan kromatografi gas HP 5890 pada suhu 5, 10, 15, 20, dan 25 oC berdasarkan metode konsentrasi meningkat kondisi stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permeabilitas gas meningkat dengan meningkatnya suhu penyimpanan. Model persamaan Arrhenius mampu menggambarkan pengaruh suhu terhadap permeabilitas gas sangat baik dengan nilai koefisien determinasi (R2) berkisar antara 0.9586 dan 0.9943.Kata kunci: permeabilitas gas, film polimer, modifikasi kemasan atmosfer, pengolahan minimal.

PENGARUH WAKTU PEMBERIAN NUTRISI PADA PRODUKSI BENIH KENTANG SECARA AEROPONIK DENGAN APLIKASI ROOT ZONE COOLING DI DATARAN RENDAH TROPIS

Sumarni, Eni, Farid, Noor, Soesanto, Loekas, Juansah, Jajang

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Planting potatoes in the tropical lowlands as an effort to reduce the adverse effects of planting in the highlands such as erosion, pests and plant diseases has been carried out and the tubers have been successfully obtained. Planting of potato seeds was carried out with an aeroponic system and climate modification in the root zone cooling environment. Climate modification is carried out at an altitude of 250 m asl and <125 m asl. The stability of the temperature in the aeroponic chamber can be maintained by regulating the time of spraying cold nutrients through the nozzles to the root area. However, the importance of the time to provide nutrition in order to maintain the optimal temperature of the root area in aeroponic systems in the lowlands has not been widely reported scientifically. The purpose of this study was to obtain the appropriate time for nutrition in order to maintain optimal chamber temperature and to have an effect on the growth and yield of potato seeds. The research was conducted in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia. Height of place <125 m above sea level. The study was conducted from July to September 2017. The factors that were tried in the study were as follows: 1. Length of time for nutrition (T): T1: 2.5 minutes OFF and 15 minutes ON; T2: 5 minutes OFF, 15 minutes ON, T3: 10 minutes OFF, 15 minutes ON, T4: 15 minutes OFF, 15 minutes ON, 2. Varieties (V): V1 (Atlantic), V2 (Granola). Growth parameters observed: plant height, number of leaves, number of tubers, tuber weight. Experiment using a randomized block design with 3 replications. The data were analyzed by F test and continued with Duncan‚??s Multiple Range Testof 5% level.The results showed that the duration of nutrient administration by setting a timer gave different results on the growth and development of aeroponic plants of potato seeds in the lowlands 125 m above sea level. The duration of nutrition administration 2.5 minutes OFF gave the highest number of tubers and tuber weight compared to the duration of nutrition 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes OFF. The number of tubers obtained is 7.3 tubers / plant with boto an average of 2 mg. The duration of nutrition is 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes OFF does not produce tubers.

Penggunaan Teknologi UV-Vis Spectroscopy untuk Membedakan Jenis Kopi Bubuk Arabika Gayo Wine dan Kopi Bubuk Arabika Gayo Biasa

Supriyanti, Eny, Suhandy, Diding, Yulia, Meinilwita, Waluyo, Sri

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Salah satu kopi spesialti Indonesia adalah kopi Arabika Gayo wine yang merupakan varietas hasil seleksi yang dikembangkan oleh petani Indonesia.¬† Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk membangun dan menguji model diskriminasi untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kopi bubuk Arabika Gayo wine dan kopi bubuk Arabika Gayo biasa.¬† Komposisi bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1 gram dengan jumlah 100 sampel kopi bubuk Gayo wine, dan 100 sampel kopi bubuk Gayo biasa.¬† Pengujian dilakukan pada bubuk kopi berukuran 0,297 milimeter (mesh 50). ¬†Setiap sampel diekstraksi menggunakan air aquades dengan suhu 90-98¬ļC, kemudian disaring dan diencerkan menggunakan aquades dengan perbandingan 1:20.¬† Pengambilan spektra pada sampel hasil ekstraksi dilakukan sebanyak 2 kali pengulangan untuk setiap sampel menggunakan Spektrometer UV-Vis Genesis 10s pada rentang panjang gelombang 190-1100 nm.¬† Data spektra diolah menggunakan metode PCA untuk melihat pengelompokkan semua data.¬† Setelah itu, untuk model diskriminasi dibangun menggunakan metode SIMCA untuk spektra original dan petreatment.¬† Hasil klasifikasi terbaik yaitu pada metode multiplicative scatter correction (MSC) dan moving average 9s yang menjelaskan nilai keragaman data dengan nilai PC1 97% dan PC2 3%.¬† Sedangkan untuk klasifikasi data diperoleh nilai akurasi (AC) 100%, spesifisitas (SP) 100%, dan sensitivitas (S) 100%, dengan nilai eror (FP) 0%.¬† Berdasarkan hasil ini pada semua pengujian. maka model SIMCA yang dibangun dapat mengidentifikasi dan mengklasifikasikan sampel kopi prediksi ke dalam kelas yang sesuai dengan baik.¬†Kata Kunci:¬†¬† Kopi Arabika Gayo biasa, kopi Arabika Gayo wine, UV-Vis spectroscopy, PCA, SIMCA.

Uji Kinerja Mesin Pencacah Plastik (Studi Kasus Bank Sampah Tasikmalaya (BST) di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya)

sugandi, wahyu kristian, Yusuf, Asep, Herwanto, Totok, Maulana, Sidik

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTGarbage is solid waste, consisting of organic and inorganic substances or materials that are considered to have no longer beneficial and must be managed properly so as not to endanger the environment. Garbage has been a complicated problem especially in big cities. Singaparna, Tasikmalaya† has been produced 154.72 m3 of plastic waste every day. Plastic waste collected by BST is only sort and sold at low prices to the city. To increase the sale value, the plastic waste needs to be chopped in advance. Therefore, the Laboratory of Agricultural Equipment and Machinery FTIP Unpad had developed a plastic waste counting machine to be applied to the community, especially in BST to produce the desired plastic count. However, this machine not yet performance testing data, so it needs to do research regarding performance tests. The purpose of this study is to examine the performance of the plastic counter machine which includes measuring the capacity of the machine, calculating the rendering yield, calculating the length of the enumeration measuring the engine noise level and measuring the engine vibration level. The research method used had descriptive analysis method, it was measuring and calculating the structural components and engine performance. The results of the study in measuring the performance test showed that the actual capacity of the machine was 19.18 kg / hour, the enumeration chopper was 84%, the percentage of plastic chopping length was 86.89%, the noise level was 104.77dB, and the engine vibration was 18.3 mm / s.†Key Note : plastic chopper, performance test, tasikmalaya garbage bank

Kinerja Mesin Pemisah Potongan Tangkai dan Daun Teh

Sutejo, Agus, Mardjan, Sutrisno Suro, Hermawan, Wawan, Desrial, Desrial

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The quality of dried tea depends on the condition of raw materials and processing methods. The problem in the tea processing is the mixture of pieces of stalks and leaves. This research aims to examine the performance of stalks and leaves machine separator based on the difference of suction velocity and the terminal velocity of the material. The separator was designed according to the physical and aerodynamic properties of tea leaves. The performance of the separator was done by calculating the separating efficiency of five combined treatments (P, P1a, P1b, P0a, and P0b) and calculating the separating capacity with three feeding treatments (0.4 kg/sec, 0.5 kg/sec, and 0.6 kg/sec). Physical property observation of the tea leaves obtained an average mass 0.143 kg/m² which means the theoretical suction pressure needed is about 1.4 Pa. The actual terminal velocity measured as 7.5 m/sec for the stalk pieces and 3.0 m/sec for the leaf pieces. The optimum separating efficiency was obtained at P treatment, it was about 97.6 %, with average suction ir velocity 3.15 m/s. Optimum separating capacity was obtained about 354.29 kg/hour.

UNJUK KERJA MESIN PEMOTONG PADI TIPE GLX 328-RH PADA BEBERAPA RPM DI LAHAN KERING

Angga Saputra, Muhamad Teguh, Suharyatun, Siti, Asmara, Sandi, Haryanto, Agus

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perkembangan alat mesin pertanian sangat pesat, mulai dari alat tradisional ani-ani  yang hanya dapat memotong malai padi hingga combine harvester yang dapat memotong, merontokan, hingga pengarungan gabah. Kondisi keuangan dan lahan yang berbeda menyebabkan petani harus memilih mesin tepat guna. Salah satu alternatif mesin yang dapat digunakan untuk lahan yang tidak terlalu luas yaitu mesin pemotong padi (paddy mower) tipe GLX 328-RH. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kapasitas kerja, kehilangan gabah (losses), dan konsumsi bahan bakar serta analisis ekonomi penggunaan mesin pemotong padi tipe GLX 328-RH untuk pemanenan. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu persiapan mesin dan lahan, pengujian performansi mesin dan analisis data.  Parameter yang diamati adalah kapasitas kerja mesin, persentase kehilangan gabah, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas kerja mesin pemotong padi dengan RPM 3863 0,019 ha/jam dan RPM 5000 0,022 ha/jam lebih besar dibanding sabit 0,013 ha/jam. Losses cenderung menurun dengan meningkat nya kecepatan RPM. Losses pada RPM 1824 = 1,91%, RPM 3863 = 0,84%, RPM 5000 = 0,56%. Konsumsi bahan bakar pada RPM 1824 = 100,78 l/ha, RPM 3863 = 49 l/ha, dan RPM 5000 = 35,67 l/ha. Nilai break even point (BEP) penggunaan mesin pemotong padi tipe GLX 328-RH sebesar 4,64ha. NPV mesin pemotong padi tipe GLX 328-RH sebesar Rp 1.006.632,03/year. B/C Ratio mesin pemotong padi  sebesar 1,025. IRR mesin sebesar 39,103%, dan pay back periode tercapai pada 2,07 tahun. Kata Kunci: Padi, mesin pemotong padi, kapasitas kerja, unjuk kerja

GASIFIKASI LIMBAH TEMPURUNG KEMIRI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF MENGGUNAKAN UPDRAFT GASIFIER PADA LAJU ALIRAN UDARA BERBEDA

Abineno, Jemseng Carles, Koylal, Johny Agustinus

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 3 (2018): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kemiri (Aleurites moluccana) merupakan salah satu tanaman yang polpulasinya cenderung dengan produktivitas sebesar 0,6 ton/Ha pada tahun 2014. Hasil pengolahan kemiri menghasilkan limbah berupa tempurung mencapai 193,36 kg/ton. Analisis nilai kalori yang terkandung dalam tempurung kemiri mencapai 4920,25 kal/gr. Hal ini menunjukkan bahwa energi yang terkandung pada tempurung kemiri sebesar 4.920 kkal/ton. Data tersebut menjelaskan bahwa energi yang dihasilkan dari tempurung kemiri mencapai 319,56 MJ, namun sampai saat ini  limbah tempurung kemiri belum dimanfaatkan. Limbah pertanian yang umumnya berupa padatan, dapat dimanfaatkan energinya dalam bentuk yang lebih sederhana melalui proses gasifikasi. Selain menghasilkan gas yang mudah terbakar, proses ini lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan pembakaran langsung. Salah satu cara untuk konversi limbah tempurung kemiri adalah melalui proses gasifikasi. Gasifikasi adalah proses konversi biomassa menjadi bahan bakar berbentuk gas oleh adanya proses oksidasi parsial (oksigen terbatas) melalui reaktor yang disebut  updraft gasifier. Level perlakuan (laju aliran udara) yang dicobakan untuk menghasilkan syngas yaitu: v1 (366.07 lpm), v2 (462.09 lpm), dan v3 (545.11 lpm).Hasil penelitian menunjukkan updraft gasifier dapat menghasilkan gas (syngas), dan digunakan sebagai sumber energi panas untuk proses penyangraian dan pengeringan. Kinerja gasifikasi terbaik  pada updraft gasifier terjadi pada laju aliran udara v2 (462.09 lpm) yaitu  lama  penyalaan syngas mencapai 48 menit/3 kgbahan atau 16 menit/kgbahan. Suhu penyalaan berada pada kisaran  1550C - 6000C. Sumber energi panas yang dihasilkan dari biomassa tempurung kemiri dapat digunakan untuk proses pengeringan dan penyangraian bahan hasil pertanian. Kata Kunci : Gasifikasi, tempurung,  kemiri, gasifier, updraft,

UNJUK KERJA MESIN PEMOTONG PADI (PADDY MOWER) SAAT PEMANENAN PADI (Oryza sativa L.) DI LAHAN BASAH

Anisa, Siti, Suharyatun, Siti, Oktafri, Oktafri, Asmara, Sandi

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 2 (2018): Agustus
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.438 KB)

Abstract

Pemanenan padi secara tradisional memerlukan banyak tenaga pemanen.  Penggunaan alat pemanen tradisional juga menjadi salah satu penyebab kehilangan hasil panen yang cukup tinggi.  Penggunaan alat mesin pemanen padi dapat dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut.  Salah satu alternatif mesin yang dapat digunakan untuk memanen padi di lahan yang sempit/bergelombang adalah mesin pemotong padi (paddy mower).  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kapasitas kerja mesin, kebutuhan bahan bakar,  tingkat kehilangan padi (losses), serta analisis ekonomi penggunaan mesin pemotong padi tipe GLX 328-RH untuk pemanenan. Penelitian ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu persiapan mesin dan lahan sawah di pekon Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, pengujian performansi mesin dan analisis data.  Parameter yang diamati adalah kapasitas kerja mesin, persentase kehilangan gabah, dan konsumsi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas kerja mesinpaddy mower dengan kecepatan pemotongan RPM 3863 (0,015 ha/jam) dan RPM 5000 (0,029 ha/jam) lebih tinggi dibandingkan dengan sabit (0,011 ha/jam).  Meningkatnya kecepatan pemotongan cenderung menurunkan losses gabah.  Losses pada RPM 1824 = 1,44%, RPM 3863 = 1,12 % dan RPM 5000 = 0,66%.  Konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan pada RPM 1824 = 95,83 l/ha, RPM 3863 = 56,83 l/ha dan RPM 5000 = 42,83 l/ha.  Nilai Break Event Point (BEP) penggunaan mesin paddy mower sebesar 2,27 ha/thn.  NPV mesin paddy mower sebesar Rp. 2.881.194,18/thn, B/C Ratio mesin paddy mower sebesar 1,10, dan IRR mesin paddy mower sebesar 83,98%.Kata Kunci:Padi, Mower, Unjuk Kerja Mesin, Losses, Kapasitas Kerja

EVALUASI MUTU BIJI MELINJO (Gnetum gnemon L.) MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

Widodo, Slamet, Kalili, Muhammad

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 2 (2018): Agustus
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.862 KB)

Abstract

Some studies show that melinjo (Gnetum gnemon L.) seed extract contains various active ingredients that are beneficial to human health; even it has been commercialized as a health supplement product. Quality of seeds as raw material becomes one of key factors that determine the quality of product derived from melinjo seed extract. Therefore sorting becomes a critical process. However the sorting of good quality and broken seeds (moldy, chalky and perforated/infected insects) is still done manually with visual observations that tend to be inaccurate and inconsistent. This study aims to develop a new method for evaluation of quality of melinjo seeds based on digital image processing. The image is taken using two lighting systems i.e. frontlight and backlight. The results show that using color features (RGB and HSV) and certain threshold values, good quality and broken seeds can be distinguished by 92.5% and 100% accuracy using frontlight and backlight image respectively. It indicates that digital image processing can be used as an alternative for quality evaluation of melinjo seed.

KAJIAN MEDIA TANAM HIDROPONIK DARI CAMPURAN BAHAN BAKU LIMBAH BAGLOG DAN ARANG SEKAM

Isworo, Dyah, Triyono, Sugeng, Haryanto, Agus, Zulkarnain, Iskandar

Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 7, No 2 (2018): Agustus
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.451 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisik media tanam diantaranya Uji Konsistensi (uji benturan dan rendam jenuh), Bulk Density Media, Daya Serap Air, Kekerasan, serta pH dan EC Media. Serta menganalisis pertumbuhan tanaman pak choi dengan media hasil pencampuran antara limbah baglog¬† dan arang sekam. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan¬† Teknik Pertanian Universitas Lampung pada bulan Juli ‚?? September 2017. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah komposisi media¬† dengan 5 perlakuan yaitu limbah baglog, 2(balgog) : 1 (arang sekam), 1(baglog) : 1(arang sekam), 1 (baglog) : 2 (arang sekam), arang sekam. Faktor kedua adalah perekat dengan 3 perlakuan yaitu 0%, 10%, dan 20% dari berat media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam arang sekam memiliki hasil tanaman terbaik jika dibandingkan dengan media tanam limbah baglog murni, namun terdapat perlakuan yang juga menghasilkan tanaman seperti perlakuan M4P3 (campuran 1 limbah baglog : 2 arang sekam + perekat 20%). Komposisi media berpengaruh terhadap kekerasan media, nilai BD media tetapi tidak berpengaruh terhadap daya serap air sehingga menghasilkan berat berangkasan segar yang beragam. Kombinasi perlakuan M5P2 (arang sekam murni + perekat 10%) memberikan hasil terbaik yaitu nilai daya serap air 352,1328%, BD media 0,5167 g/cm3 dan kekerasan media 3,6710 N/cm2.¬†Kata Kunci:¬†¬† limbah baglog, arang sekam, media tanam, hidroponik.