cover
Filter by Year
AUSTENIT
Jurnal “AUSTENIT” adalah media ilmiah yang dikelola oleh Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya, sebagai wadah bagi para penulis artikel ilmiah yang berasal dari kalangan staf edukatif dari berbagai perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Articles
128
Articles
ANALISIS PEMANFAATAN LIMBAH KERTAS DAN KARDUS UNTUK PENYERAPAN SISA FLUIDA CAIR PADA INDUSTRI (STUDI KASUS di PT. XYZ)

Seprianto, Dicky, Yunus, Moch, Zamheri, Ahmad, Endra, Dodi, Yusuf, Moch, Burhanuddin, Alief

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kertas merupakan telah menjadi salah satu kebutuhan pokok disemua aktifitas perkantoran pada setiap Industri, sehingga tidak bisa dihindari lagi kertas dapat menjadi limbah yang langsung dibuang ke TPA. Begitupun juga dengan Kardus bekas kemasan barang-barang khususnya barang mueble perkantoran seperti bekas kemasan pembelian kursi, meja, AC dan barang perkantoran lainnya serta bekas kemasan makanan dan minuman merupakan limbah yang sama seperti halnya dengan kertas dapat langsung dibuang ke TPA. Oleh karena itu peneliti akan mencoba memanfaatkan limbah kertas dan kardus untuk menyerap dan mengisolir tumpahan, ceceran, maupun genangan sisa fluida cair agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. Dengan menggunakan alat yang disebut Absorbent Pillow dari campuran cacahan kertas dan kardus. Alat ini dapat digunakan untuk menyerap sisa fluida cair seperti: genangan air, tumpahan minyak, maupun bocoran oli. Dalam penelitian ini akan dianalisis seberapa besar daya serap zat cair (air, oli, minyak mentah) terhadap campuran kertas dan kardus dengan waktu dan kompisisi yang ditentukan.  

ANALISA KOEFISIEN GESEK PELUMAS MESIN MULTI GRADE

Ginting, Muchtar, Sailon, Sailon, Yusuf, Moch, Prasetyo, Reza Adhika

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pelumas mempunyai peran yang sangat penting pada kinerja mesin. Pada umumnya di permesinan tenaga output didapat dari perkalian antara efisiensi dan tenaga input, untuk meningkatkan nilai efisiensi pada permesinan salah satunya ialah menggunakan pelumas pada bagian ?? bagian mesin yang mengalami gesekan. Untuk memiliki kinerja mesin yang optimal, diperlukan kualitas pelumas yang baik. Salah satu unsur yang penting adalah mampu mengantisipasi faktor gesekan yang terjadi di komponen mesin. Dengan menggunakan persamaan gaya pada motor, momen pada kunci, dan koefisien gesek akan diketahui nilai koefisien gesek oli tersebut. Pada uji coba yang dilakukan dengan menggunakan 5 jenis pelumas yang berbeda, dapat diketahui pelumas mesin mana yang memiliki nilai koefisien gesek terkecil, maka pelumas itulah yang lebih baik. Nilai koefisien gesek memiliki korelasi dengan besar momen, semakin kecil nilai koefisien gesek maka semakin besar momen dan semakin besar efisiensinya.

ANALISA PENGARUH SUDUT DAN WAKTU PENYEMPROTAN TERHADAP UJI KEKASARAN PERMUKAAN MATERIAL BAJA ST 50 PADA PROSES SANDBLASTING

HB, Indra, Putri, Fenoria, Riawan, Dito

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh tekanan udara dan jarak nozzle terhadap kekasaran permukaan baja ST 50 setelah dilakukan proses sandblasting. Analisis ini menggunakan variabel independen yaitu tekanan udara dan jarak nozzle. Variabel dependennya adalah kekasaran permukaan. Sampel penelitian ini adalah baja ST 50. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, wawancara, dan observasi. Metode statistik menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, dengan pengujian hipotesis uji statistik t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara tekanan udara dan jarak nozzle dengan tingkat nilai kekasaran permukaan benda terdapat pengaruh yang signifikan. Kemampuan variabel tekanan udara dan jarak nozzle didalam mempengaruhi variabel rata-rata kekasaran sebesar 89,002%, sedangkan sisanya sebesar 10,998% dipengaruhi oleh faktor lain.

PENGARUH KOMPOSISI KOMPOSIT SERAT-SERAT ECENG GONDOK DAN PASIR SILIKA TERHADAP UJI IMPACT DAN UJI TARIK UNTUK POINT PANJAT DINDING

Suryana, Didi, Junaidi, Ahmad, Rizki, muhammad

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada panjat dinding sering terjadi keretakan pada point panjat dinding dikarenakan pada saat seorang melakukan olahraga panjat dinding. Point panjat dinding itu sendiri mendapat beban yang kuat. Oleh karena itu, penelitian ini point panjat dinding dengan melakukan pengujian tarik dan impact pada komposit dengan kandungan serat eceng gondok dan resin, komposit pasir silika dan resin. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetui perbandingan antara spesimen pasir silika dan spesimen serat eceng gondok dengan kadar 30%, 50%, 70%. Hasil pengujian impact ini menunjukkan bahwa perbandingan antara serat eceng gondok  dan pasir silika didapatkan  nilai tertinggi pada variasi 70% pasir silika dan 30% resin  polyester  yaitu 0,0288025 N.m/mm2 dan yang tertinggi pada eceng  gondok terdapat pada variasi 50% serat eceng gondok dan 50% resin polyester yaitu 0,0020535 N.m/mm2.Setelah mendapat nilai tertinggi dari pengujian impact, lalu dilakukan pengujian tarik sehingga didapatkan nilai tertinggi pada pengujian tarik terdapat pada komposit eceng gondok 50% dengan nilai 1,758 kg/mm2.

DESAIN MODIFIKASI AC SPLIT MENJADI AC SISTEM GEOTERMAL SISTEM TERBUKA

Widiyatmoko, Widiyatmoko

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sistem Pengkondisian udara adalah sistem yang digunakan untuk mengkondisikan udara sesuai dengan rancangan yang diinginkan. Penggunaan alat pengkondisian udara ini seperti pada gedung dan rumah tempat tinggal. Jenis pengkondisi udara yang biasa dipakai di rumah maupun kantor adalah jenis AC split. AC sistem geotermal adalah teknologi pengkondisian udara yang memanfaatkan suhu bumi. Terdapat 2 jenis pengkondisian system geothermal. Yaitu system terbuka dan system tertutup. Telah dilakukan penelitian tentang modifikasi AC split menjadi AC system geothermal, menggunakan system tertutup. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana jika terdapat lokasi yang dapat memfasilitasi penggunaan system geothermal system terbuka. Tentu hal ini akan lebih mudah dan murah untuk diterapkan dibanding system tertutup, dengan catatan pendukung system terbuka tersedia secara cuma-cuma. Desain ini dilakukan untuk memberikan alternative pengkondisian udara system geothermal Berdasarkan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa pengkondisian udara dengan modifikasi AC split menjadi system geothermal system terbuka dapat dilakukan jika terdapat kolam / sungai / danau didekat gedung yang menggunakan AC split, dan implementasi modifikasi AC split memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan energy pada gedung / rumah tersebut.   

ANALISA PENGARUH PACK CARBURIZING TERHADAP SIFAT MEKANIS SPROCKET IMITASI SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN ARANG KAYU GELAM DAN SERBUK CANGKANG REMIS SEBAGAI KATALISATOR

Sundari, Ella, Taufikurrahman, Taufikurrahman, Fahlevi, Reza

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisa peningkatan sifat mekanik material sprocket imitasi setelah dilakukan proses carburizing dan membandingkannya dengan sprocket original tanpa perlakuan. Adapun variabel bebas yang digunakan sprocket genuine part, dan sprocket imitasi yang sudah mengalami perlakuan panas, media pendingin (air, oli bekas, silikon oil, dan udara), dengan variasi temperatur (850 dan 900 C) dengan penahanan waktu 1 jam dengan media karbonisasi arang kayu gelam dan serbuk cangkang remis sebagai katalis. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian komposisi kimia dan kekerasan dengan metode Rockwell hardness tester B. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kekerasan optimum pada sprocket imitasi dengan proses carburizing pada temperatur 900 C dengan penahanan waktu 1 jam dengan media pendingin air, kekerasannya meningkat sebesar 43.07% dibanding dengan sprocket imitasi tanpa proses carburizing, dan lebih tinggi 13,94% diatas nilai kekerasan sprocket original. Dan pada pengujian komposisi kimia, sprocket imitasi dengan proses carburizing kadar karbonnya meningkat dari 0,159% menjadi 0,29%C, dimana karbon berfungsi sebagai unsur pengeras dalam struktur baja.

PENGARUH PROSES TEMPER TERHADAP KEKERASAN, KETANGGUHAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA HASIL TEMPA TRADISIONAL DI DESA MANDI ANGIN

Prasetyo, Sugeng, Taufikurrahman, Taufikurrahman

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja pegas daun bekas (medium carbon steel) yang digunakan masyarakat desa mandi angin sebagai bahan baku utama untuk membuat parang. Pemberian laku panas di dalam tungku (furnace) dan dilanjutkan tempering selama 60 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui harga kekerasan, harga impak (toughness) dan struktur mikro, pada hasil tempa di desa mandi dengan variasi spesimen : spesimen awal, tempering 250C, dan tempering 400C. Hasil pengamatan struktur mikro pada spesimen awal didapatkan fasa martensit dan perlit, spesimen tempering 250C didapatkan fasa martensit temper dan ferrit, dan pada spesimen tempering 400C didapatkan fasa martensit dan sedikit perlit. Dari pengujian kekerasan didapatkan harga kekerasan rata - rata teringgi pada spesimen awal sebesar 744,8 VHN dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu spesimen tempering 250C sebesar 668,3 VHN, dan paling rendah spesimen tempering 400C sebesar 461 VHN. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga ketangguhan rata-rata tertinggi (paling liat) adalah spesimen tempering 400C sebesar 0,139 J/mm dan berturut-turut menuju posisi terendah, yaitu tempering 250 C sebesar 0,077 J/mm dan terendah (paling getas) adalah spesimen awal sebesar 0,034 J/mm.

PENGARUH PENDINGINAN METODE DOUBLE QUENCHING TERHADAP KEKERASAN PELAT BAJA KARBON RENDAH HASIL PACK CARBURIZING

Firdaus, Firdaus, Sani, Almadora Anwar, Solehan, Muhamad

AUSTENIT Vol 10, No 2 (2018): AUSTENIT 10022018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses pendinginan dengan metode double quenching terhadap nilai kekerasan plat baja karbon rendah hasil pack carburizing dengan variasi waktu tahanan dan media karburasi arang tempurung kelapa. Proses karburasi adalah proses pengerasan permukaan pada logam untuk mendapatkan sifat keras pada permukaan dan sifat ulet pada bagian tengah logam. Pada penelitian ini, proses pack carburizing dilakukan pada temperatur 9000 C dengan 3 variasi waktu tahanan yang berbeda yaitu 1,5 jam, 2 jam dan 2,5 jam, dimana satu waktu tahanan menggunakan 3 spesimen uji. Komposisi media karburasi menggunakan 100% serbuk arang tempurung kelapa. Proses quenching pertama menggunakan air kemudian spesimen uji dipanaskan kembali diluar kotak karburasi pada temperatur 8000 C selama 1 jam dengan oli sebagai media quenching kedua. Dari hasil pengujian kekerasan diperoleh nilai kekerasan rata-rata spesimen uji dengan watu tahanan 1,5 jam sebesar 92,5 HRB, waktu tahanan 2 jam sebesar 95,8 HRB dan waktu tahanan 2,5 jam sebesar 92,9 HRB. Sedangkan hasil pengujian struktur mikro pada permukaan spesimen uji sebelum pack carburizing terlihat fasa ferit dengan sedikit fasa perlit dan pada permukaan spesimen uji setelah pack carburizing terdapat fasa ferit ang semakin sedikit dengan fasa perlit yang semakin banyak.

PENGARUH DEPT OF CUT DAN FEEDRATE DENGAN CUTTER DIAMETER 60 MM TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN MATERIAL ASTM A36 PADA MESIN MITSUBISHI CNC-MILL 3A

Suryana, Didi, Sani, Almadora Anwar, Seprianto, Dicky, Iskandar, Iskandar

AUSTENIT Vol 7, No 1 (2015): AUSTENIT 07012015
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.262 KB)

Abstract

Fungsi Mesin CNC-Mill 3A salah satunya adalah meratakan permukaan benda kerja. Jenis material yang akan digunakan ASTM a36.  Mesin yang digunakan Mitsubishi CNC-Mill 3A dengan diameter cutter 60 mm. kedalaman pemakanan yang diuji 0,15 mm, 0,1 mm, 0,05 mm; federate  30 mm/mnt, 40 mm/mnt, 50 mm/mnt, 60 mm/mnt; kecepatan putaran spindle 600 rpm. Untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dilakukan dengan pengamatan menggunakan Prussian Blue Paste. Benda kerja yang telah dikerjakan pada mesin CNC-Mill 3A diberikan Prussian Blue Paste dengan cara dioleskan pada permukaan salah satu benda kerja, kemudian disatukan dengan ditumpuk lalu dipisahkan. Hasil uji permukaan benda kerja dengan Prussian Blue Paste menunjukkan kerataan permukaan dipengaruhi oleh dept of cut, federate mempengaruhi kekasaran permukaan, semakin sedikit pemakanan terhadap benda kerja, kerataan permukaan benda kerja jadi semikin rata.

RANCANG BANGUN ALAT BOILER KONDENSOR (Evaluasi Kinerja Kondensor ditinjau dari Elastisitas Energi Rasio)

Azharuddin, Azharuddin, Dalom, Dalom, Septiana, Iriana Reka

AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.077 KB)

Abstract

Penyediaan energi yang berasal dari energi fosil menyebabkan cadangan energi fosil semakin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan PP No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi yang menjelaskan tentang memanfaatkan energi yang ada dengan meningkatkan efisiensi peralatan yang menggunakan energi tak terbarukan (penghematan energi). Penghematan energi ini diharapkan dapat menjangkau industri dan rumah tangga yang merupakan konsumen energi terbesar kedua Aplikasi dari penghematan energi adalah dengan memodifikasi peralatan industri yang menggunakan proses boiling. Proses perebusan (boiling) biasanya menghasilkan uap yang akan hilang ke lingkungan. Uap yang hilang ini dapat dimanfaatkan  kembali dengan proses condensation. Kedua proses tersebut dapat dirancang menjadi alat boiler kondensor. Kondensor akan menjadi titik utama dari peningkatan effisiensi thermal dari alat ini. Evaluasi kinerja kondensor  dilakukan dengan variasi laju alir pendingin 15 liter/menit dan 10 liter/menit. Dari hasil penelitian, kondisi optimal kinerja kondensor adalah pada temperature 100°C, tekanan 1 atm dan laju alir pendingin adalah 10 liter/menit. Efisiensi thermal pada kondisi optimal tersebut adalah sebesar 68 %. Dari effisiensi thermal tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kondensor dalam menyerap panas cukup baik. Meskipun begitu, kehilangan panas dari sumber panas masih cukup besar sehingga disarankan agar sumber panas diganti dengan sumber panas dari listrik.