cover
Contact Name
Tri Widagdo
Contact Email
redaksiaustenit@yahoo.co.id
Phone
62711353414
Journal Mail Official
redaksiaustenit@yahoo.co.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
AUSTENIT
ISSN : 20851286     EISSN : 26227649     DOI : -
Jurnal “AUSTENIT” adalah media ilmiah yang dikelola oleh Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya, sebagai wadah bagi para penulis artikel ilmiah yang berasal dari kalangan staf edukatif dari berbagai perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 129 Documents
Prospect of Solar Oven to Reduce Fossil Fuel Energy Consuming In Indonesia Arifin, Fatahul
AUSTENIT Vol 4, No 2 (2013): Serba serbi
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.634 KB)

Abstract

AbstractIndonesia is a country that placed in equator. God bless this country which is shined by sun a long year. Sun shine is cheap energy and can be used for cooking. However, this energy is not used maximally, especially for cooking. Many people used fossil fuel to cook their meal. They only believe that fossil fuel is only energy can be used. So, the writer wants to inform to the Indonesian, especially to housewives that they can use alternative energy such as solar energy. In this paper the writer give information about type of solar oven that can be made with simple material and simple form. Moreover, the important thing of using solar energy is reduce the fossil fuel energy consuming.
RANCANG BANGUN MESIN PENGERINGAN BUNGA ROSELLA DENGAN METODE PREKONDENSASI UDARA Zainudin, Zainudin; Safei, Safei; Widagdo, Tri
AUSTENIT Vol 4, No 02 (2012): AUSTENIT 04022012
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.529 KB)

Abstract

Motivasi dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat akan  pentingnya mengkonsumsi makanan obat tradisional yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan,  dengan dampak negatip yang rendah. Obyek penelitian adalah bunga Rosella  (Hybiscus Sabdariffa, Sp). Berasal dari tumbuhan perdu yang banyak tumbuh di sebagaian besar wilayah Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan korelasi dari variabel-variabel yang berkaitan dengan proses pengeringan bunga Rosella. Metode yang diterapkan adalah kaji eksperimen terhadap sebuah mesin pengering. Kegiatan dimulai dengan rancang bangun mesin, dilanjutkan dengan pengujian kinerja. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium M&R Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya. Variabel utama penelitian adalah Prosentase kekeringan (ϕ, %), temperatur UDARA pengeringan (T) serta, waktu pengeringan (t)- Pada T= 500C, menghasilkan t = 10 jam, prosentase kekeringan,  ϕ= 10,2%- Pada T = 600C, menghasilkan t = 9 jam, prosentase kekeringan, ϕ = 9,8 %- Pada T = 700C, menghasilkan t = 6 jam, prosentase kekeringan, ϕ = 9,6 %Adapun data yang dipakai sembagai pebending adalah pada proses pengeringan konvensional melalui penjemuran, antara lain. - Lama pengeringan 3 hari, jika cuaca cerah- Prosentase kekeringan  bunga Rosella minimum 12 %
COMPOSITE MATRIX POLYESTER REINFORCE FIBRESKIN GELAM; PREPARATION AND MECHANICAL PROPERTIES Mataram, Agung; Rizal, Samsul; Zamheri, Ahmad
AUSTENIT Vol 7, No 1 (2015): AUSTENIT 07012015
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.86 KB)

Abstract

Gelam (melaleuca leucandendra) is one plant that is widely available in South Sumatra potential into cellulose extraction. His plant is widely used for building materials and wood products processed the rest of the powder timber furniture industry. While, the skin of this plant is not used for anything. In fact, from  the structure of the skin that have fiber, skin of gelam  has the potential to be a valuable product, one of them with a matter in the form of composite reinforcement. While todays technology demands urgent environmental friendly technology product makers, especially friendly to the environment. The analysis conducted in this study utilizes softwood bark fiber serves as reinforcement to resin volume fraction ratio : Resin 100% : Filler 0%(A), Resin 90% : Filler 10% (B) Resin 80% : Filler 20%(C), Resin 70% : Filler 30%(D), Resin 60% : Filler 40% (E). Observed characteristics are kekutan composite tensile and impact strength. On average the highest tensile stress is the value obtained from the variation of the volume fraction of the specimen D (70% resin: 30% fiber) that is equal to 17.96 N/mm2, while the average value obtained from the lowest voltage variation of the volume fraction of the specimen B (90 % resin: 10% fiber) that is equal to 12:35 N/mm2. The average value of tensile strain obtained specimens A, B, C, D and E are the same, namely 0.68%. High MOE happens to specimens B, C and E, it indicates that the greater the value of the modulus of elasticity of the material is more difficult to increase the length, in this case the smallest specimen D modulus of elasticity. The average value of the energy required to break the specimen is equal to the highest Joule 34.728, obtained from the variation of the volume fraction of specimen D (70% resin: 30% fiber).
ANALISA PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO MULTI QUENCHING TERHADAP HASIL PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH Karmin, Karmin; Effendi, Sairul; Firdaus, Firdaus; Romli, Romli
AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.426 KB)

Abstract

 Baja karbon yang mengandung unsur karbon yang rendah akan mempunyai sifat yang kekerasan dan kekuatan tariknya rendah, ductile ini akan memudahkan dibentuk dibanding baja paduan atau baja karbon tinggi. Disisi lain harganyapun relatif murah sehingga menjadikan bahan ini banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan suatu produk. Untuk meningkatkan sifat yang kuat dan keras pada permukaannya, material ini dapat dilakukan proses perlakuan panas thermoikimia melalui penambahan kadar karbon pada permukaannya, sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai dengan  fungsi desainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah yaitu dilakukan proses pack carburizing. Proses carburizing ini, dilakukan pada sebuah tungku pemanas listrik khusus perlakuan panas yang  mudah dioperasikan dalam pengaturan suhu pemanasan, kecepatan pemanasan dan pengaturan waktu tahan. Pada penelitian ini  dirancang dan dilakukan pada baja rabon rendah mengunakan media karburisasi dengan pebandingan 70% arang aktif dan 30%, kalsium karbonat (CaCO3) pada temperatur   pemanasan 925oC ,  variasi waktu tahan 2, 3 dan 4 jam, kemudian dilanjukan dengan variasi metode quenching (direct quenching, single quenching dan double quencing). Dari ketiga metode quenching dengan variasi holding time pada penelitian ini diperoleh peningkatan kekerasan yang tertinggi yaitu pada metode doubel quenching dengan holding time 3 jam yaitu 94,8 HRBdan nilai impact 0,14 J/mm2. Jika dilihat kekerasan dan ketangguhan yang baik yaitu terjadi pada double quenching dengan holding time 2 jam (kekerasan 94,4 HRB dengan nilai impact rata rata 0,86 J/mm2). 
PERUBAHAN GEOMETRIK PADA PENGELASAN PLAT ST 37 PADA PROSES LAS LISTRIK Mardiana, Mardiana
AUSTENIT Vol 2, No 01 (2010): AUSTENIT 02012010
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengelas merupakan salah satu cara menyambung logam atau plat ST 37 dengan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber panas. Salah satu cara menyambung logam selain dengan menggunakan las gas adalah dengan cara menggunakan las listrik, inilah yang biasa disebut dengan las listrik. Dalam pengelasan dengan menggunakan las catat atau las kecil yang digunakan sebagai pekerjaan las permulaan untuk mengikat bagian-bagian yang akan dilas. Apabila dua plat tipis dengan kampuh T tanpa dibuat las catat maka kedua sisi kampuh yang masih bebas akan akan bergeser. Untuk itu dalam pengelasan diperlukan juga jenis- jenis elektroda sebagai bahan tambah. Memilih besarnya arus tergantung pada diameter elektroda, karena tiap-tiap elektroda memiliki Amper minimum dan maximum. Demikian juga dengan panjang pendeknya busur berpengaruh terhadap hasil pengelasan. Dalam persiapan-persiapan pengelasan diantarannya dilakukan juga pada pengerjaan sisi yang akan digerinda atau di pahat, sehingga untuk menggurangi geseran atau perubahan geometrik dan kedua sisi yang akan dilas harus diatur. Sehingga pada akhir pengelasan makin besar pula sudut dan celah yang terbentuk. Untuk mencegah hal-hal tersebut di atas maka seorang ahli konstruksi las harus mengetahui pengetahuan bagaimana cara mengatasi perubahan geometrik pada pengelasaan.
PENGARUH PROSES PENGELASAN TIG TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN ALUMINIUM Romli, Romli
AUSTENIT Vol 4, No 01 (2012): AUSTENIT 04012012
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.867 KB)

Abstract

Salah satu tujuan terpenting dalam pengembangan material adalah menentukan apakah struktur dan sifat-sifat material optimum agar daya tahan dapat dicapai maksimum. Material komponen konstruksi dan perkakas diusahakan untuk mencapai sifat-sifat yang lebih unggul dari bahan terutama keunggulan dalam penerapan dalam berbagai kondisi operasional. Paduan aluminium harus mempunyai keunggulan terhadap beban kejut, sifat tahan korosi, mudah dipasang, mudah dibuat dan jauh lebih murah. Paduan aluminium merupakan bahan teknik yang sangat baik digunakan karena sifat yang ulet, tahan terhadap korosi dan mudah didapat. Paduan Aluminium-Tembaga dengan kandungan Cu 4,5 % memiliki sifat mekanis dan mampu mesin yang baik. Komposisi material aluminium berpengaruh besar terhadap sifat mekanik suatu material yang mengalami proses pengelasan. Dari hasil pengujian kekerasan permukaan paduan aluminium yang telah diberi proses perlakuan panas akibat proses pengelasan terjadi kenaikan harga kekerasan jika dibandingkan dengan paduan aluminium yang tidak diberi perlakuan panas. Proses yang terjadi pada paduan ini karena tidak terjadi pengaturan kembali atom akibat dari proses pendinginan.
RANCANG BANGUN MESIN PENGERING UNTUK USAHA PEMBUDIDAYAAN BUNGA ROSELLA Widagdo, Tri; Seprianto, Dicky
AUSTENIT Vol 1, No 02 (2009): AUSTENIT 01022009
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.027 KB)

Abstract

Kegiatan Program Vucer telah selesai dilaksanakan dalam waktu 6 bulan. Anggota kegiatan yang terlibat berjumlah 4 orang, terdiri dari 3 orang berasal dari perguruan tinggi serta 1 orang dari industri mitra. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bekerja sama dengan sebuah industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang produksi dan pemasaran bunga Rosella. Permasalahan yang dicoba atasi berpusat pada proses pengeringan dimana bunga Rosella akan dijadikan the. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan survey lapangan yang bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi industri mitra dapat diatasi atau diperingan sehingga dapat meningkatkan keuntungan serta untuk pengambangan ke depan pada kapasitas yang lebih besar. Sesuai dengan displin ilmu pelakaksana kegiatan, maka bentuk pengabdian yang disumbangkan ke industri mitra berupa paket teknologi , khususnya di bidang Teknik Mesin. Paket teknologi berupa satu unit mesin pengering bunga Rosella yang dioperasikan menggunakan tenaga listrik. Penggunaan mesin pengering dilaksanakan jika kodisi pengeringan secara konvensional (dengan penjemuran) tidak dapat dilaksanakan. Data dasil pengujian untuk proses pengeringan adalah sebagai berikut: 1. Daya listrik 440 Watt, dengan arus 2 Amper pada tegangan 220 Volt 2. Temperatur udara pengeringan 550C 3. Kecepatan aliran udara 1,2 m/detik 4. Lamanya proses pengeringan hingga mencqapai kondisi kering sempurna 14 jam
PERBAIKAN KUALITAS CORAN PROPELLER PADA INDUSTRI KECIL DENGAN METODE TAGUCHI HB, Indra
AUSTENIT Vol 3, No 01 (2011): AUSTENIT 03012011
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.324 KB)

Abstract

Kualitas coran propeller hasil Industri kecil sangat rendah, ini didapat dilihat dari banyaknya komplain dari pengguna produk tersebut. Keluhan yang banyak dilontarkan antara lain, mudah patahnya propeller saat terjadi benturan dengan benda-benda yang ada di sungai. Hal ini tidak dapat direspon oleh industri kecil karena keterbatasan pengetahuan dan biaya. Metode taguchi menjawab semua permasalahan tersebut dimana tujuan dari metode ini adalah perbaikan proses dan disain kualitas. Perbaikan atau peningkatan kualitas bukan berarti peningkatan biaya produksi sehingga dapat dihasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dengan biaya yang rendah. Aplikasi metode Taguchi diterapkan pada kekuatan tarik coran propeller yang termasuk dalam karakteristik higher is better karena semakin tinggi kekuatan tarik coran propeller maka semakin bagus kualitasnya. Pada data kekuatan tarik coran propeller terdapat empat factor control dan dua level yaitu : penanganan bahan baku (level: tidak dibersihkan dan dibersihkan) ; bahan bakar (level: oli bekas dan gas) ; temperature tuang (level: 420oC dan 480oC) ; temperatur cetakan (level: 100oC dan 120oC). Hasil analisa perhitungan menunjukan factor yang paling berpengaruh terhadap kekuatan tarik coran propeller yaitu bahan bakar dengan gas dan temperatut tuang 480oC serta eksperimen konfirmasi mengalami peningkatan pada rata-rata dan variabilitasnya. Dengan demikian kombinasi optimal factor-faktor tersebut diatas dapat meningkatkan kekuatan tarik coran propeller.
RANCANG BANGUN ALAT GASIFIKASI SISTEM UPDRAFT DOUBLE GAS OUTLET BERBAHAN BAKAR BIOMASSA (TEMPURUNG KELAPA) DENGAN PENGARUH LAJU ALIR UDARA PEMBAKARAN TERHADAP PRODUK SYNGAS Effendi, Sairul; Azharuddin, Azharuddin; Pramedian, Gybson
AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.011 KB)

Abstract

Tempurung  kelapa  merupakan  salah  satu  limbah  biomassa  yang  berpotensi untuk dapat menghasilkan energy. Salah satu teknologi potensial untuk pemanfaatan tempurung kelapa menjadi sumber energi adalah teknologi gasifikasi. Gasifikasi adalah proses pengkonversian bahan bakar padat menjadi gas mampu bakar (CO, CH4, H2) melalui proses pembakaran dengan suplai udara terbatas yaitu antara 20% hingga 40% udara stoichiometri. Pada penelitian ini akan dilakukan proses gasifikasi tempurung kelapa dengan menggunakan alat gasifikasi sistem updraft double gas outlet menggunakan laju alir udara 70,1 lpm, 91,4 lpm dan 122,4 lpm untuk menghasilkan gas mampu bakar. Hasil penelitian menunjukkan Komposisi gas mampu bakar yang paling tinggi yaitu komposisi gas CO sebesar 22,57%, 22,90% dan 23,77%, dibanding komposisi gas H₂ dan CH4 yaitu masing-masing  sebesar 11,41%, 11,91%, 12,25%; 1,28%, 1,59%, dan 1,93%, dan dengan penambahan laju alir udara 70,1 lpm, 90,4 lpm, dan 122,4 lpm akan meningkatkan efisiensi gasifikasi sebesar 29,23 %, 37,67 %, 50,91 % dan juga meningkatkan persen konversi gas sebesar 44,98 %, 56,25%, 76,18%. 
ANALISA KERUSAKAN MAIN CONTROL VALVE PADA INSTALASI PIPA AIR Baharsah, Arief; Yunus, Moch; Suryana, Didi
AUSTENIT Vol 8, No 2 (2016): AUSTENIT 08022016
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.936 KB)

Abstract

Setelah analisa dan perawatan pada main control valve, diketahui bahwa penyebab terjadinya kegagalan pada Part valve. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kegagalan pada komponen tersebut, harus dilakukan penelitian dan pengumpulan data. Data yang akan digunakan diperoleh dari proses disassembling (pembongkaran) dan observasi terhadap kedua komponen tersebut, studi literature dan wawancara dengan mekanik yang bersangkutan. Setelah proses pengumpulan data, ditemukan sebuah scratch (goresan) pada inner parts dapat mengakibatkan terjadinya kegagalan fungsi pada valve. Kasus ini kemungkinan disebabkan  mengalami overheat dan kontaminasi dari  oil. Dan untuk mencegah terjadinya kegagalan fungsi di waktu mendatang. 

Page 1 of 13 | Total Record : 129