cover
Filter by Year
AUSTENIT
Jurnal “AUSTENIT” adalah media ilmiah yang dikelola oleh Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya, sebagai wadah bagi para penulis artikel ilmiah yang berasal dari kalangan staf edukatif dari berbagai perguruan tinggi maupun masyarakat umum yang memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Articles
139
Articles
PENGARUH DEPT OF CUT DAN FEEDRATE DENGAN CUTTER DIAMETER 60 MM TERHADAP KERATAAN PERMUKAAN MATERIAL ASTM A36 PADA MESIN MITSUBISHI CNC-MILL 3A

Suryana, Didi, Sani, Almadora Anwar, Seprianto, Dicky, Iskandar, Iskandar

AUSTENIT Vol 7, No 1 (2015): AUSTENIT 07012015
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.262 KB)

Abstract

Fungsi Mesin CNC-Mill 3A salah satunya adalah meratakan permukaan benda kerja. Jenis material yang akan digunakan ASTM a36.  Mesin yang digunakan Mitsubishi CNC-Mill 3A dengan diameter cutter 60 mm. kedalaman pemakanan yang diuji 0,15 mm, 0,1 mm, 0,05 mm; federate  30 mm/mnt, 40 mm/mnt, 50 mm/mnt, 60 mm/mnt; kecepatan putaran spindle 600 rpm. Untuk mengetahui kerataan permukaan benda kerja dilakukan dengan pengamatan menggunakan Prussian Blue Paste. Benda kerja yang telah dikerjakan pada mesin CNC-Mill 3A diberikan Prussian Blue Paste dengan cara dioleskan pada permukaan salah satu benda kerja, kemudian disatukan dengan ditumpuk lalu dipisahkan. Hasil uji permukaan benda kerja dengan Prussian Blue Paste menunjukkan kerataan permukaan dipengaruhi oleh dept of cut, federate mempengaruhi kekasaran permukaan, semakin sedikit pemakanan terhadap benda kerja, kerataan permukaan benda kerja jadi semikin rata.

RANCANG BANGUN ALAT BOILER KONDENSOR (Evaluasi Kinerja Kondensor ditinjau dari Elastisitas Energi Rasio)

Azharuddin, Azharuddin, Dalom, Dalom, Septiana, Iriana Reka

AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.077 KB)

Abstract

Penyediaan energi yang berasal dari energi fosil menyebabkan cadangan energi fosil semakin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan PP No. 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi yang menjelaskan tentang memanfaatkan energi yang ada dengan meningkatkan efisiensi peralatan yang menggunakan energi tak terbarukan (penghematan energi). Penghematan energi ini diharapkan dapat menjangkau industri dan rumah tangga yang merupakan konsumen energi terbesar kedua Aplikasi dari penghematan energi adalah dengan memodifikasi peralatan industri yang menggunakan proses boiling. Proses perebusan (boiling) biasanya menghasilkan uap yang akan hilang ke lingkungan. Uap yang hilang ini dapat dimanfaatkan  kembali dengan proses condensation. Kedua proses tersebut dapat dirancang menjadi alat boiler kondensor. Kondensor akan menjadi titik utama dari peningkatan effisiensi thermal dari alat ini. Evaluasi kinerja kondensor  dilakukan dengan variasi laju alir pendingin 15 liter/menit dan 10 liter/menit. Dari hasil penelitian, kondisi optimal kinerja kondensor adalah pada temperature 100°C, tekanan 1 atm dan laju alir pendingin adalah 10 liter/menit. Efisiensi thermal pada kondisi optimal tersebut adalah sebesar 68 %. Dari effisiensi thermal tersebut dapat disimpulkan bahwa kinerja kondensor dalam menyerap panas cukup baik. Meskipun begitu, kehilangan panas dari sumber panas masih cukup besar sehingga disarankan agar sumber panas diganti dengan sumber panas dari listrik. 

PENGARUH MEDIA PENDINGIN OLI TERHADAP PERUBAHAN SIFAT MEKANIS DAN KOROSI PADA MATERIAL BESI TUANG KELABU PASKA PENGELASAN

Rasid, Muhammad

AUSTENIT Vol 5, No 2 (2013): AUSTENIT 05022013
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.736 KB)

Abstract

Material besi tuang kelabu mempunyai sifat yang getas dan mempunyai sifat ketahanan korosi yang kurang baik, tetapi besi tuang kelabu mempunyai sifat tahan terhadap getaran yang baik sehingga banyak digunakan didalam komponen permesinan perkakas seperti mesin bubut, mesin milling, mesin shaping dan lain-lain. Sifat mekanik yang getas menyebabkan komponen permesinan sering terjadi keretakan/patah sehingga komponen permesinan dilakukan proses penyambungan. Didalam penelitian ini dilakukan penyambungan dengan metode pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding) kemudian material dilakukan proses perlakuan panas (heat treatment) pada temperatur  730°C dan dilakukan penahan selam 60 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses quenching dengan menggunakan media pendingin oli. Material yang mendapatkan perlakuan panas terjadi peningkatan kekuatan tarik dan kekerasan yang siknifikan yaitu 30,85% dan 35,99%. Disamping sifat mekanis terjadi juga terjadi penurunan yang signifikan terhadap laju kecepatan korosi yaitu sebesar 19,9% dengan waktu ekspos 40 hari (960 jam).

ANALISA PERUBAHAN SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO MULTI QUENCHING TERHADAP HASIL PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH

Karmin, Karmin, Effendi, Sairul, Firdaus, Firdaus, Romli, Romli

AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.426 KB)

Abstract

 Baja karbon yang mengandung unsur karbon yang rendah akan mempunyai sifat yang kekerasan dan kekuatan tariknya rendah, ductile ini akan memudahkan dibentuk dibanding baja paduan atau baja karbon tinggi. Disisi lain harganyapun relatif murah sehingga menjadikan bahan ini banyak digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan suatu produk. Untuk meningkatkan sifat yang kuat dan keras pada permukaannya, material ini dapat dilakukan proses perlakuan panas thermoikimia melalui penambahan kadar karbon pada permukaannya, sehingga produk tersebut dapat difungsikan sesuai dengan  fungsi desainnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah yaitu dilakukan proses pack carburizing. Proses carburizing ini, dilakukan pada sebuah tungku pemanas listrik khusus perlakuan panas yang  mudah dioperasikan dalam pengaturan suhu pemanasan, kecepatan pemanasan dan pengaturan waktu tahan. Pada penelitian ini  dirancang dan dilakukan pada baja rabon rendah mengunakan media karburisasi dengan pebandingan 70% arang aktif dan 30%, kalsium karbonat (CaCO3) pada temperatur   pemanasan 925oC ,  variasi waktu tahan 2, 3 dan 4 jam, kemudian dilanjukan dengan variasi metode quenching (direct quenching, single quenching dan double quencing). Dari ketiga metode quenching dengan variasi holding time pada penelitian ini diperoleh peningkatan kekerasan yang tertinggi yaitu pada metode doubel quenching dengan holding time 3 jam yaitu 94,8 HRBdan nilai impact 0,14 J/mm2. Jika dilihat kekerasan dan ketangguhan yang baik yaitu terjadi pada double quenching dengan holding time 2 jam (kekerasan 94,4 HRB dengan nilai impact rata rata 0,86 J/mm2). 

DESAIN TEMPAT PARKIR SEPEDA MOTOR BERTINGKAT DENGAN SISTEM OTOMASI

Sani, Almadora Anwar, Medi, Ali, Malik, Irawan, Ginting, Muchtar

AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.152 KB)

Abstract

Parkir kendaraan khususnya sepeda motor saat ini membutuhkan lahan parkir yang luas. Seiring dengan meningkatnya jumlah sepeda motor setiap tahunnya lahan parkir menjadi semakin kurang dan sempit. Masalah lainnya dengan sistem parkir konvensional saat ini membuat parkir menjadi semrawut, ditambah tidak teraturnya pemilik kendaraan dalam memarkirkan kendaraannya dan menjamurnya juru parkir liar. Kebutuhan lahan parkir di perkotaan menjadi hal yang serius untuk ditangani seiring perkembangan kendaraan yang terus bertambah. Solusi dari permasalahan lahan parkir telah dicoba oleh Negara Maju dengan memanfaatkan parkir betingkat otomatis, yang dapat dekendalikan oleh  pengendara dengan mudah. Sistem parkir ini menggunakan sistem otomasi yang dikendalikan dengan komputer. Sistem parkir bertingkat otomatis yang dikembangkan saat ini disusun dengan vertikal keatas dan bisa dirancang untuk vertikal ke bawah tanah. Solusi parkir seperti ini menjadi alternatif untuk  menanggulangi lahan parkir yang mulai berkurang. Cara kerja sistem parkir otomatis menggunakan sistem pneumatik, sensor, kamera dan komponen mekanis untuk mengambil sepeda motor, memindahkannya ke seluruh slot parkir yang kosong. Luas area parkir 45 m2 tinggi bangunan 9 m, dengan daya tampung maksimum 20 sepeda motor. Tempat parkir ini dapat digunakan pada area perkantoran, pasar, mall, tempat rekreasi dan lokasi lainnya yang membutuhkan tempat parkir khususnya sepeda motor.

INOVASI PADA PENGEREMAN SEPEDA MOTOR KONVENSIONAL MENGGUNAKAN METODE ABS (ANTILOCKED BRAKE SYSTEM)

Putri, Fenoria, Widagdo, Tri, Mardiana, Mardiana, Ginting, Muchtar

AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.929 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh seringnya terjadi kecelakaan lalu-lintas, terutama pada pengoperasian sepeda motor. Salah satu factor penyebabnya adalah pada sistem pengereman. Ketika kendaraan harus berhenti mendadak karena sesuatu hal maka roda sepeda motor akan terkunci (locked), sehingga antara ban dan permukaan jalan akan terjadi gesekan kinetis yang berdampak pada hilangnya pengendalian sepeda motor. Penelitian ini memiliki tujuan umum untuk mendapatkan sistem pengereman sepeda motor yang lebih efektip, sehingga dapat meningkatkan keamanan bagi pengendara sepeda motor. Metode penelitian bersifat kaji eksperimental yang dimulai dengan rancang bangun komponen ABS (antilocked Brake System). Eksperimen dilakukan dengan cara mengoperasikan kendaraan bermotor manual pada kecepatan tertentu, selanjutnya kendaraan di rem kejut. Respon pengereman dilihat dari jarak tempuh kendaraan sampai dengan posisi berhenti. Perlakuan tersebut juga dilakukan pada sepeda motor yang menggunkan sistem ABS. Keberhasilan penggunaan sistem ABS dianalisis dengan cara membandingkan kedua data pengereman tersebut. Dari kegiatan rancang bangun pengereman ABS dan dilanjutkan dengan pengujian, dapat disimpulkan antara lain:-        Terjadi hubungan linier antara kecepatan dan jarak pengereman, baik untuk pengereman konvensional maupun pengereman ABS.-        Frekwnwbsi getaran optimum untuk pengereman ABS adalah fopt = 11,5 cps, kapasitor yang dipakai mempunyai spesifikasi C = 130 μF-        Pengereman ABS yang dikembangkan bersifat luwes (flexible), artinya dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan-        Komponen ABS murah hargya dan tersedia di berbagai toko suku cadang kendaraan bermotor-        Perangkat keras ABS mudah dalam perawata serta perbaikan jika terjadi kerusakan.

ANALISA PENGARUH PEGAS PADA MASTER SILINDER BAGIAN ATAS TERHADAP FUNGSI PENGEREMAN SISTEM REM TWO-LEADING

Mulyadi, Mulyadi, Ismail, Iskandar, Suparjo, Suparjo, Yunus, Moch

AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.05 KB)

Abstract

Ditengah kemajuan dan perkembangan zaman sekarang ini, dunia industry outomotife menempati posisi yang sangat strategis, dalam hal, ini  tidak terlepas dari konsumen yang banyak membutuhkan kendaraan roda empat (mobil), pada kendaraan roda empat ini tidak terlepas dari sistem yang bekerja pada mobil tersebut, mulai dari kerja mesin dan tak kala penting yaitu sistem pengereman yang baik, pada kendaraan apa saja rem merupakan komponen yang sangat pital untuk diperhatikan sistem kerjanya, karena kerusakan pada rem dapat menyebabkan masalah yang sangat pital bahkan dapat merenggut nyawa sekalipun.oleh karena itu rem perlu di perhatikan secara serius untuk menghindari dari kecelakaan.Dari hasil survey yang di lakukan dilapangan mekanik mendapatkan kesulitan jika rem tersebut sudah diperbaiki tetapi tidak bekerja dengan sempurna,sesuai dengan cara kerja sistem rem hidrolik type rem two-leading,sebenarnya tidak ada masalah tetapi terkadang kita lupah bahwa sistem rem yang menggunakan buster dan master rem dibagian atas ia mempunyai komponen yang terkadang oleh mekanik tidak di perhitungkan yaitu spring yang terdapat pada master atas, karena fungsi spring tersebut adalah untuk menekan fluida cair yang akan di kirim keseluruh roda, oleh karena itu peneliti akan mencoba membuktikan sejauh manah pengaruh spring (pegas)yang ada pada master silinder (silinder utama) di bagian atas terhadap fungsi rem hydrolik type two-leading ini.  Karena didalam master tersebut terdapat dua bagian silinder dan didalamnya terdapat pegas untuk menekan seal yang mendorong fluida cair (oli) rem tersebut kesalurannya masing-masing,solusi yang akan di lakukan dalam penelitian ini adalah kita harus melakukan pengujian lelah dan compression terhadap spring (pegas) yang ada pada master utama tersebut, adapun metode yang akan digunakan adalah metode exsperiment dan analitik terhadap hasil pengujian laboratorium tersebut

PENGARUH PROSES PENGECORAN TERHADAP SIFAT-SIFAT MEKANIS PADA BALING-BALING PERAHU MOTOR

Siproni, Siproni, Rasid, Muhammad, Seprianto, Dicky, Yahya, Yahya

AUSTENIT Vol 10, No 1 (2018): AUSTENIT 10012018
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.451 KB)

Abstract

Perahu Motor ( Motor Ketek ) merupakan alat transportasi air yang sangat penting di daerah Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang. Di antara sekian banyak komponen yang ada pada Prahu motor adalah baling-baling (propeller), karena dengan menggunakan baling-baling inilah Prahu motor akan dapat bergerak, bahkan melaju dengan kecepatan yang tinggi. Kebanyakan baling-baling (propeller) yang digunakan sebagai penggerak Perahu motor dibuat dari bahan kuningan (brass) atau paduan aluminium (aluminum alloy), yang masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kuningan mempunyai berat jenis yang lebih tinggi dibandingkan dengan aluminium, akan tetapi kuningan mempunyai kekuatan mekanis yang lebih besar bila dibandingkan dengan aluminium. Salah satu kesamaan dari kedua material tersebut yaitu anti korosi dan mudah dituang/dicor. Proses pengecoran pada baling-baling dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu pengecoran dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari pasir (sand casting) dan dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari logam (die casting). Dari kedua metode di atas, metode sand casting paling banyak digunakan, oleh karena proses pembuatan cetakan yang mudah dan murah. Sedangkan metode die casting jarang digunakan, oleh karena proses pembuatan cetakan yang rumit. Di Sumatera Selaatan Khusus kota Palembang, pembuatan baling-baling (propeller) banyak dikerjakan oleh industri kecil dengan kapasitas yang masih rendah dan tidak kontinyu (tergantung pesanan). Dari beberapa industri kecil pembuat baling-baling, maka kebanyakan  proses pengecoran yang dilakukan dengan menggunakan metode sand casting. Sedangkan metode die casting digunakan hanya apabila ada pesanan khusus. Proses pengecoran dengan metode sand casting biasanya menghasilkan baling-baling yang kurang baik, misalnya permukaan kasar dan sering terjadi keropos. Hal ini disebabkan oleh karena sifat pasir cetak yang kasar dan mengandung air. Sedangkan pada die casting, kemungkinan di atas tidak akan terjadi, oleh karena permukaan cetakan yang halus dan cetakan tidak mungkin mengandung air. Dengan hasil yang demikian tadi maka sifat-sifat mekanis pada baling-baling juga akan berbeda. Diantara beberapa sifat mekanis yang penting adalah kekerasan (hardness), kekuatan Tarik  dan laju perambatan retak (crack growth rate). Kekerasan sangat diperlukan pada baling-baling oleh karena untuk mempertahankan keausan dari gesekan-gesekan dengan air atau partikel lain. Sedangkan sifat perambatan retak juga diperlukan oleh karena untuk memperlambat terjadinya retak/patah akibat adanya tumbukan dengan benda lain. Oleh karena itu penting sekali untuk mengetahui seberapa besar pengaruh proses pengecoran terhadap sifat-sifat mekanis tadi. Pada material aluminium untuk pembuatan baling-baling motor ketek proses pembentukkan menggunakan cetakan pasir dan cetakan logam tidak terlalu berpengaruh secara siknifikan terhadap kekuatan mekanisnya, tetapi untuk proses pencetakan dengan cetakan pasir mempunyai sifat mekanis yang lebih baik  dari cetakan logam yaitu . 76,187 MPa untuk Tensile Streng dan 53,836 HB untuk kekerasan. Untuk Material Kuningan untuk pembuatan baling-baling motor ketek proses pembentukan dengan menggunakan cetakan yang berbeda mempunyai pengaruh yang cukup siknifikan, dimana proses dengan menggunakan cetakan pasir mempunyai sifat mekanis yang lebih baik dari cetakan logam yaitu 343,495 MPa untuk untuk tensile streng dan 84,365 HB untuk kekerasan.

PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT SERABUT KELAPA DAN SERBUK PLASTIK HDPE BERMATRIK RESIN POLYESTER TERHADAP KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT

Rasid, Muhammad, Ginting, Muchtar, Apriansyah, M Rizky

AUSTENIT Vol 9, No 2 (2017): AUSTENIT 09022017
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.219 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa Pengaruh fraksi volume serat serabut kelapa dan serbuk plastik HDPE bermatrik resin polyester terhadap kekuatan mekanik komposit dengan variasi fraksi volume serat 0%(tanpa serat), 5%, 10%, 15%, dan 20%. Komposit dibuat melalu proses cetak (tuang) dengan menuangkan bahan dalam cetakan. Resin yang digunakan berjenis yukalac 157 BQTN dengan hardener berjenis MEKPO. Serat dilakukan perendaman 10% NaOH selama 4 jam. Pengujian sifat mekanik berupa uji impact kemudian dilakukan pengujian densitas serta pengamatan makro pada patahan spesimen yang diuji. Standart ukuran spesimen uji impact adalah menggunakan ASTM D6110. Hasil pengujian mekanik komposit dengan cara uji impact ini yang mendapatkan nilai  uji tertinggi terdapat pada fraksi volume serat 15% yaitu 0,016482 N/mm2. Berdasarkan penelitian ini rata-rata kekuatan sifat mekanik naik seiring bertambahnya jumlah serat, hal ini menunjukkan ikatan yang cukup baik antara serat dan matrik. Hasil pengujian densitas juga  mengalami kenaikan kekuatan mekanik seiring bertambahnya jumlah serat. Hal ini terjadi karena masa jenis serat kelapapa dan serbuk plastik HDPE ini relatif sama atau bisa mengimbangi masa jenis resin polyester. Pada bahan komposit dengan fraksi volume serat kelapa dan serbuk plastik HDPE yang lebih tinggi, akan lebih dominan menaikan berat dari densitas resin polyester nsmun tetep dapat diperoleh bahan komposit yang lebih ringan. Pengamatan struktur makro menunjukkan ikatan yang cukup baik dengan hanya ada sedikit sekali rongga diantara permukaan serat dan matrik. Hal ini yang menjadi alasan naiknya kekuatan sifat mekanik dari komposit serat kelapa dan serbuk plastik HDPE ini.

PENGARUH PENAMBAHAN KOMPONEN SUPER CHARGER PADA MOTOR BENSIN

Arnoldi, Dwi, Yunus, Moch, Witjahjo, Soegeng, Martomi, Eka Satria

AUSTENIT Vol 9, No 2 (2017): AUSTENIT 09022017
Publisher : AUSTENIT

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.74 KB)

Abstract

Super charger yang dimaksud pada penelitian ini adalah suatu perangkat keras yang berfungsi untuk menaikan tekanan udara memasuki intake manifold motor bakar torak. Tujuan modifikasi ini adalah untuk meningkatan prestasi mesin. Obyek penelitian adalah satu unit motor bensin 2 langkah dengan kapasitas mesin 25 cc.  Kegiatan penelitian ini akan menghasilkan perangkat keras yang dapat dioperasikan oleh mahasiswa maupun staf pengajar sebagai kegiatan praktikum maupun alat bantu mengajar (teaching aid). Penelitian ini menghasilkan juga perangkat lunak, berupa panduan/prosedur pengoperasian Super charger serta spesifikasi teknik dari prototipe mesin. Data dan konsep yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat dijadikan acuan (referensi) untuk kegiatan penelitian lanjutan untuk mahasiswa maupun staf yang berminat untuk mengembangkan topik penelitian yang sejenis. Dari eksperimen serta analisis data diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain:Ada dampak signifikan berkaitan dengan penembahan komponen super charger terhadap perubahan perfomansi motor bensin.Kondisi optimum yang dihasilkan antara lain :Daya maksimum mesin, BHPmax = 792 WattTekanan udara optimum, P0pt = 24 mm.HgPutaran Optimum mesin, Nopt = 8425 rpmPeningkatan Daya mesin sebesar 9,69 %