cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 1 (2010)" : 10 Documents clear
KECENDERUNGAN NILAI RUJUKAN GURU PENDIDIKAN JASMANI Suherman, Adang
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2614

Abstract

The Tendency of Value Orientation of Physical Education Teachers. Physical education (PE) teachers constitute the key element in implementing the curriculum at every educational unit. Knowledge, understanding, attitudes, willingness, and the value orientation of the physical education teachers will determine the success of the implementation of the curriculum. This study aimed to find out how the teacher’s backgrounds (teaching experiences, workload, experiences in sports, and level of education of PE teachers) affect the tendency of value orientation of PE teachers. The study gave the instrument of Value Orientation Inventory to 30 PE. The results show that teachers’, backgrounds have significant effect, except teachers’ experiences in sports, on the tendency of value orientation. Kecenderungan Nilai Rujukan Guru Pendidikan Jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan, masa kerja, beban kerja, kiprah keolahragaan terhadap kecenderungan nilai rujukan guru pendidikan jasmani. Penelitian menggunakan metode korelasional terhadap 30 guru pendidikan jasmani SD di Kota Bandung yang diambil secara purposive dan meng­gunakan instrumen Value Orientation Inventory. Secara umum hasilnya dapat dinyatakan bahwa latar belakang guru berpengaruh terhadap nilai rujukan guru pendidikan jasmani. Hanya satu dari semua (tujuh) variabel tersebut, yaitu variabel pengalaman sebagai pelaku olahraga prestasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai rujukan guru pendidikan jasmani.
MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP SEBAGAI ALTERNATIF MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN Usman, Husaini
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2615

Abstract

A Model for Life Skill Education as an Alternative to Eradicate Poverty. This study aims to find out the distribution of drop-out children interested in joining trainings, the description of training needs, the appropriateness of worksheets, the criteria of effective trainings and the effective training model. Involving all the population of these children, this study was carried out in two stages. The first stage was in the form of survey utilizing open questions, whereas the second one employed qualitative methods. The results indicate that the drop-out children were enthusiastic in participating in the trainings which they selected based on the possibility whether the trainings offered increasing income. Model Pendidikan Kecakapan Hidup sebagai Alternatif Mengurangi Angka Kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi anak-anak putus sekolah dari keluarga miskin kebutuhan pelatihan, kelayakan lembar kerja, model pelatihan, kriteria pelatihan, dan model pelatihan yang efektif. Tahap per­tama, penelitian ini menggunakan metode survai dan pertanyaan terbuka. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik persentasi. Populasi adalah seluruh anak putus sekolah. Penelitian tin­dakan digunakan untuk uji coba lembar kerja. Metode kualitatif digunakan pada penelitian tahap kedua. Hasil penelitian menemukan bahwa anak-anak putus sekolah sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan. Mereka memilih pelatihan yang dapat meningkatkan penghasilannya. Lembar kerja ternyata layak untuk materi pelatihan. Pelatihan kecakapan hidup dapat mengentaskan masyarakat miskin. Terdapat sejumlah kriteria pelatihan efektif. Model pelatihan kecakapan hidup adalah efektif.
REVITALISASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI PEMBANGUN KARAKTER MELALUI PEMBERDAYAAN KULTUR SEKOLAH Masrukhi, Masrukhi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2616

Abstract

Revitalization of the Teaching and Learning of Civic Education: Building a Character by Empowering School Culture. This study was aimed at constructing a teaching and learning model of character building suitable for primary schools. The study was conducted in 89 primary schools in Semarang, Central Java. The study took respondents of 200 teachers whose home base was civic educa­tion. The data were obtained using structured-scale questionnaires. The data were analyzed using LISREL. The study came up with two points: the configuration model constructed of exogenous latent variables in the form of teachers’ understanding of character building, and the notion that character building was mostly constructed by the schools’ culture and the leadership of the school principals. Revitalisasi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pembangun Karakter Melalui Pemberdayaan Kultur Sekolah Tujuan penelitian adalah membangun model pembelajaran character building yang fit di sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada 89 SD di Semarang , dengan res­ponden sebanyak 200 orang guru pengampu Pendidikan Kewarganegaraan. Data dijaring melalui angket skala berstruktu, dan dianalisis dengan menggunakan perangkat LISREL.Penelitian ini menemukan beberapa hal. Pertama model konfigurasi terbangun oleh variable laten eksogen berupa apresiasi guru, kepemim­pinan kepala sekolah, kultur sekolah, dan rancangan pembelajaran. Kedua, Kedua, pembangunan karakter, lebih banyak terbangun oleh kultur sekolah dan  kepemimpinan kepala sekolah.
MODEL STRATEJIK PENINGKATAN KINERJA GURU Usman, Nasir
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2617

Abstract

A Strategic Model for Promoting the Performance of State Senior High School Teachers. The objective of this study was to reveal: (1) teachers’ improved performance at Public Senior High Schools in Aceh Besar district, (2) factors supporting the improvement of teachers’ performance at Public Senior High Schools in Aceh Besar district, (3) design of strategic model for the improvement of teachers’ performance at Public Senior High Schools in Aceh Besar district. The data were collected through observa­tion, interview, and documentation. The subjects of study were selected from two senior high schools. The research findings indicate that: (1) the improvement of teachers’ performance is related to policy and planning, which was conducted through training, workshops, routine discussions, internship programs, and continuing study, (2) the supporting factors are determined by intellectual competency, motivation, and teachers’ positive perception towards the main tasks and its function, and (3) the strategic model of teachers’ performance is related to the context of teachers’ performance standardization and improvement system. Model Stratejik Peningkatan Kinerja Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan (1) gambaran empirik peningkatan kinerja guru SMAN Kabupaten Aceh Besar, (2) faktor-faktor penunjang peningkatan  kinerja guru  SMAN Kabupaten Aceh Besar , (3) rancangan model stratejik peningkatan kinerja guru SMA Negeri di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan inquiry qualitative-interactive, dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian  ditentukan secara purposif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa: (1) gambaran emperik peningkatan kinerja guru mengacu pada kebijakan, perencanaan, yang dilaksanakan melalui kegiatan penataran, workshop MGMP, pertemuan rutin, program sandaran, dan studi lanjut, (2) Faktor-faktor penunjang kinerja guru turut ditentukan oleh: kemampuan intelektual, motivasi, dan persepsi guru yang positif terhadap tugas pokok dan fungsinya, (3) model stratejik peningkatan kinerja guru  tidak lepas dari konteks standarisasi kinerja guru dan sistem pengembangan karier keguruan sebagai PNS baik secara individu maupun kelompok dalam posisi jabatan yang menjadi tanggungjawabnya.
PROFIL WAJIB BELAJAR 9 TAHUN DAN ALTERNATIF PENUNTASANNYA Ulfatin, Nurul; Mukhadis, Amat; Imron, Ali
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2618

Abstract

The Profile of 9-year Compulsory Education and an Alternative to Its Completion. The focus of this study is on describing the 9-years compulsory education profiles at Kediri district and por­traying the problems in implementing the program. The data were collected through analyzing the relevant documents, observing, interviewing, and carrying out focused-group discussions involving go respondents. The results of descriptive, qualitative analyses reveal that the profiles of  Kediri’s 9 year compulsory education reflect the population, development, distribution, quality and efficiency of each district. This suggests the need for an education model as the alternative to deal with the existing problems. Profil Wajib Belajar 9 Tahun dan Alternatif Penuntasannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) profil wajib belajar 9 tahun di kabupaten kediri, (2) profil wajib belajar di kecamatan yang memiliki APK terendah dan tertinggi, (3) peta masalah wajib belajar, (4) potensi sumber daya pe­nunjang penuntasan wajib belajar, (5) kebutuhan dan alternatif untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan wajib belajar 9 tahun. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen, pengamatan, wawancara, dan FGD dari 90 orang informan, dan dianalisis dengan teknik deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian adalah: (1) profil wajib belajar 9 tahun dapat terlihat dari sisi kependudukan, pembangunan pendidikan, data pokok, pemerataan, mutu, efisiensi, dan sebaran APK tiap kecamatan; (2) profil keti­daktuntasan wajib belajar terlihat dari rendahnya APK, jumlah sekolah, siswa, lulusan dan drop out; (3) peta masalah ketidaktuntasan bersumber dari rendahnya ekonomi orang tua, geografis-demografis, dan sosial-budaya orang tua, (4) potensi sumber daya yang perlu diperhatikan dalam penuntasan wajib belajar adalah sumber daya alam dan sosial; (5) kebutuhan yang harus dipenuhi dalam penuntasan wajib bela­jar 9 tahun adalah alternatif model pendidikan yang dikembangkan berdasarkan analisis masalah dan potensi yang ada.
MODEL PEMBELAJARAN NILAI DAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI KEHIDUPAN DI SEKOLAH DASAR Akbar, Sa’dun
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2619

Abstract

Value-based Model for the Teaching and Learning of Characters in Primary Schools. This is a descriptive study on the teaching and learning process and problems in the teaching and learning of characters and values in primary schools across East Java. On the basis of the study, the article presents a draft of a (proposed) model for the teaching and learning of values in primary schools. The study was conducted in 13 municipalities/regencies in East Java. The data were collected through questionnaires and interviews. The results indicate that primary schools in East Java have carried out integrated, yet not systemic, teaching and learning of characters and values. One of the salient problems is that life values have not been comprehensively accommodated in the visions, missions, and objectives of the schools, as well as regulations in the schools. The draft of the proposed model takes the form of reformulating schools’ visions and their implications for the physical and social arrangements of the schools. Model Pembelajaran Nilai dan Karakter Berbasis Nilai-nilai Kehidupan di Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyelenggaraan dan masalah-masalah pembelajaran nilai dan karakter yang terjadi di SD Jawa Timur, serta menghasilkan draf awal model pendidikan nilai-nilai kehidupan di SD. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada 13 kota/kabupaten di Jawa Timur. Data dikumpulkan dengan angket dan observasi, serta dianalisis secara deskriptif. Hasilnya adalah SD di Jawa Timur sudah menjalankan pendidikan nilai dan karakter secara terintegrasi, namun penyelenggaraannya belum dilakukan secara sistemik. Masalah yang dihadapi antara lain nilai-nilai kehidupan belum seluruhnya terakomodasi dalam visi, misi, tujuan, dan berbagai tata tertib yang berlaku di sekolah. Draf awal model pendidikannya berupa reformulasi visi sekolah dan implikasinya terhadap program penataan fisik dan sosial.
PEMBELAJARAN KIMIA BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK SISWA TUNARUNGU SMALB-B Poedjiastoeti, Sri; Liliasari, Liliasari
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2620

Abstract

Development of Multimedia Aided Chemistry Instruction For Hearing Impairment Senior High School Students. This study aimed to develop multimedia on “compound” topic, supple­mented with student worksheets. It was implemented in chemistry instruction in Senior High School for students with hearing impairment. Multimedia prototype was produced as instructional CD; the visual presentation used total communication in text, graphic, video, animation, and sign language; with inter­active and tutorial system. Four students with hearing impairment were involved as the subjects. The us­age of multimedia as intervention and the target behavior was concept understanding, with visual analysis data for base-line and intervention conditions. The results showed the increasing trends from base-line to intervention conditions and these never overlapped to each other. It could be concluded that aided multimedia in chemistry instruction was effective for students with hearing impairment. Pembelajaran Kimia Berbantuan Multimedia untuk Siswa Tunarungu Smalb-B. Penelitian ini vertujuan mengembangkan multimedia topik “Senyawa” dilengkapi LKS dan diimplementasikan pada pembelajaran kimia. Prototipe multimedia: CD pembelajaran, visualisasi komunikasi total (komtal) dalam bentuk  teks, grafis, video, animasi, dan berbagai bahasa isyarat, dengan sistem tutorial dan interaktif. Penelitian menggunakan Single Subject Research dengan subjek  empat  siswa tunarungu SMALB-B. Penggunaan multimedia sebagai intervensi dan perilaku yang diharapkan adalah pemahaman konsep. Pemahaman konsep kondisi base-line dan intervensi dianalisis dengan analisis data visual dalam dan antar kondisi. Kecenderungan meningkat antara kedua kondisi dengan prosentase tumpang tindih 0%. Dengan demikian dapat dikatakan penggunaan multimedia berpengaruh baik pada pemahaman konsep siswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KOMPETENSI SOSIAL MAHASISWA CALON GURU Suparji, Suparji
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2621

Abstract

Developing Instruments to Measure the Social Competence of Teacher-candidates. This study aimed to produce a valid and reliable instrument to measure social competence of student teachers. The try-outs were carried out three times: preliminary field try-out conducted in four schools involving 12 student teachers, main field try-out in eight schools involving 100 student  teachers, and operational field try-out in 15 schools involving 200 student teachers. Data from the try-outs were analyzed using con­firmatory factor analysis and descriptive analysis. The research findings indicated that the student teachers’ social competence comprised three sub-competences, i.e. ability to cooperate, ability to communicate, and contribution to educational development. The results of the confirmatory factor analysis showed that the values of tobserved were all greater than 1.69 and the reliability index was 0.82. The result of the statistical modeling showed that the model was fit (χ2 = 1.44; p = 0.13212). The result of descriptive analysis showed that ability to cooperate, ability to communicate and contribution to educational devel­opment were all the acceptable factors to student teachers’ social competence. Pengembangan Instrumen Kompetensi Sosial Mahasiswa Calon Guru. Penelitian ini ber­tujuan untuk menghasilkan instrumen kompetensi sosial  mahasiswa calon guru yang valid dan reliabel. Uji coba dilakukan sebanyak tiga kali yaitu: ji coba awal pada empat sekolah dengan subjek coba 12 mahasiswa calon guru, uji coba lapangan utama pada delapan sekolah dengan subjek coba 100 mahasiswa, dan uji coba lapangan operasional pada 15 sekolah dengan subjek coba 200 mahasiswa. Analisis yang digunakan adalah analisis faktor konfirmatori dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial mahasiswa calon guru mencakup tiga indikator yaitu kemampuan bekerjasama, kemam­puan berkomunikasi, dan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan. Hasil analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa semua nilai thitung>1,69 dan reliabilitasnya adalah 0,82. Statistik model yang dihasilkan menunjukkan model yang fit (χ2=1,44 p=0,13212). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa indikator kemampuan bekerjasama, kemampuan berkomunikasi, dan kontribusi terhadap pengem­bangan pendidikan berkategori baik.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL INVESTIGASI KELOMPOK, GAYA KOGNITIF, DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI Khafid, Syaiful
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2622

Abstract

Cooperative Learning Model of Group Investigation, Cognitive Styles, and Learning Geography. This study was conducted to compare the achievement in geography between students taught using group investigation-type cooperative learning and those taught conventionally, and between students having field-independent cognitive style and those having field-dependent using an experimental design. This study revealed that students taught using group investigation-type cooperative learning scored significantly higher in geography than those taught conventionally. In addition, students with field-independent cognitive style were found to score significantly higher than the field-dependent. However, the study did not suggest any interactional effect of teaching model and cognitive style on student achievement. Pembelajaran Kooperatif Model Investigasi Kelompok, Gaya Kognitif, dan Hasil Belajar Geografi. Studi ini dilaksanakan untuk membandingkan hasil belajar geografi antara siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe investigasi grup dan siswa yang  diajar secara konvensional, dan antara siswa bergaya kognitif field-independent dan siswa yang bergaya kognitif field-dependent yang menggunakan desain eksperimental. Studi ini menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe investigasi grup memperoleh skor signifikan lebih tinggi dalam bidang geografi dari pada siswa yang diajar secara konvensional. Lagi pula, siswa dengan gaya kognitiffield-independent ternyata memperoleh skor signifikan lebih tinggi dari pada siswa dengan gaya kognitiffield-dependent. Akan tetapi, studi tersebut tidak menunjukkan pengaruh interak­sional dari model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar siswa.
PELAKSANAAN BOS DAN MINAT MASYARAKAT MENGIKUTI PENDIDIKAN DASAR GRATIS Supriyadi, Ujang Didi
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.17977/jip.v17i1.2623

Abstract

Analyzing the Implementation of Bantuan Operasional Sekolah or School Operational Fund and the Public’s Interests in Free Basic Education. The Government of the Republic of Indonesia has recently issued an educational policy, the so-called Bantuan Operasional Sekolah known as BOS or School Operational Fund. This article presents the results of a descriptive study on the implementation of the School Operational Fund in the regency of Gunung Mas, Central Kalimantan. The data were obtained through survey on the spot, document analysis, and interviews. The results show that School Operational Fund has increased the interest of the public to send their children to primary schools. This has been indicated by the results of the interviews with a number of school principals and students’ parents (guardians) in the area. However, the interest to send children to primary schools was more significant than that to junior high schools. Pelaksanaan Bos dan Minat Masyarakat Mengikuti Pendidikan Dasar Gratis. Kebijakan pendidikan gratis melalui program BOS yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia telah mendorong minat masyarakat untuk berperan aktif mengikuti pendidikan dari jenjang SD hingga SMP. Hal ini sesuai hasil wawancara kepada kepala sekolah dan orang tua peserta didik di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah sebagai lokasi penelitian. Melalui kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi seluruh wilayah Indonesia. Minat masyarkat untuk mengikuti pendidikan pada jenjang SD dirasakan lebih besar, sedangkan pada jenjang SMP peningkatan dirasakan kurang signifikan dan tidak merata.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 2 (2018) Vol 21, No 1 (2015): (Available for free access and download since June 1, 2015) Vol 20, No 2 (2014): ISSN 0215-9643 (Available for free access and download since June 1, 2015) Vol 20, No 1 (2014): coba membuat terbitan Vol 20, No 1 (2014): (Available for free access and download since June 1, 2015) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) Vol 18, No 2 (2012) Vol 18, No 1 (2012) Vol 17, No 6 (2011) Vol 17, No 5 (2011) Vol 17, No 4 (2011) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10, No 1 (2003) Vol 9, No 4 (2002) Vol 9, No 3 (2002) Vol 9, No 2 (2002) Vol 9, No 1 (2002) Vol 8, No 4 (2001) Vol 8, No 3 (2001) Vol 8, No 2 (2001) Vol 8, No 1 (2001) Vol 7, No 4 (2000) Vol 7, No 3 (2000) Vol 7, No 2 (2000) Vol 7, No 1 (2000) Vol 7 (2000): Edisi Khusus Vol 6, No 4 (1999) Vol 6, No 3 (1999) Vol 6, No 2 (1999) Vol 6, No 1 (1999) Vol 6 (1999): Edisi Khusus Vol 5, No 4 (1998) Vol 5, No 3 (1998) Vol 5, No 2 (1998) Vol 5, No 1 (1998) Vol 5 (1998): Edisi Khusus Vol 4, No 4 (1997) Vol 4, No 3 (1997) Vol 4, No 2 (1997) Vol 4, No 1 (1997) Vol 4 (1997): Edisi Khusus Vol 3, No 4 (1996) Vol 3, No 3 (1996) Vol 3, No 2 (1996) Vol 3, No 1 (1996) Vol 2, No 4 (1995) Vol 2, No 3 (1995) Vol 2, No 2 (1995) Vol 2, No 1 (1995) Vol 1, No 2 (1994) Vol 1, No 1 (1994) More Issue