cover
Filter by Year
Articles
92
Articles
Pengaruh Lama Perebusan Jagung (Zea mays. L) dengan Penambahan Konsentrasi CaCO3 pada Emping Jagung

Widyasanti, Asri, Nurjanah, Safira

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.326 KB)

Abstract

Emping jagung merupakan salah satu produk olahan biji jagung yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun dalam proses pembuatan emping jagung terdapat beberapa kendala yaitu menghilangkan perikap dan tipcap dari biji jagung. Perikap dan tipcap emping jagung dapat dihilangkan dengan cara perebusan dengan penambahan CaCO3. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 terhadap mutu produk emping jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 yang tepat sehingga menghasilkan produk emping jagung yang baik. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu lama perebusan dengan suhu 950C selama 60 menit, 90 menit dan 120 menit dan penambahan CaCO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 2 % dari berat kering jagung dan 0% sebagai kontrol dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan emping jagung dengan lama perebusan 120 menit dengan penambahan CaCO3 sebanyak 2% merupakan perlakuan terbaik dengan paremeter yang diamati antara lain kadar air 7,53%, kadar abu 2,26%, protein 8,72%, kadar lemak 3,20%, kadar karbohidrat 84,11%, Nilai Hue 74,615, rendemen total 69,9%, Kandungan Ca 0,2321%.  

Evaluasi Nilai Gizi Masakan Daging Khas Aceh (Sie Reuboh) Berdasarkan Variasi Penambahan Lemak Sapi dan Cuka Aren

Erfiza, Novia Mehra, Hasni, Dian, Syahrina, Ulva

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.302 KB)

Abstract

Sie reuboh merupakan olahan daging yang diolah secara tradisional dengan merebus daging menggunakan garam, asam cuka, lemak, dan beberapa jenis rempah-rempah. Perubahan selera dan pola konsumsi masyarakat Aceh menyebabkan formulasi sie reuboh menjadi bervariasi. Keanekaragaman formulasi menyebabkan takaran dan jenis bahan yang digunakan dalam pengolahan sie reuboh ikut bervariasi terutama lemak sapi dan cuka aren. Variasi takaran penambahan lemak sapi dan cuka aren dapat mempengaruhi komposisi nilai gizi sie reuboh. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait tentang penelitian dari pengaruh penambahan lemak dan cuka aren terhadap nilai gizi dari sie reuboh sehingga didapatkan standar formulasi sie reuboh yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua factor, jumlah lemak yang ditambahkan yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0% (L1), 25% (L2) dan 50% (L3) dari jumlah daging sapi, dan  jumlah cuka aren yang ditambahkan yang terdiri dari dua taraf yaitu 2,5% (C1) dan 5% (C2) dari jumlah daging sapi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut BNT dilakukan jika perlakuan berpengaruh nyata. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein dengan metode Kjeldahl, dan kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar karbohidrat by difference dan total kalori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan lemak sapi hingga 50% dapat mempertahankan kadar air sie reuboh yang dihasilkan. Kemudian penambahan cuka 2,5% dan 5% dapat meningkatkan kadar protein yang terkandung di dalam sie reuboh, sedangkan penambahan cuka aren hingga 5% dapat menurunkan kadar lemak di dalam sie reuboh jika dibandingkan dengan penambahan 2,5%.  Sie reuboh yang dihasilkan dari penelitian ini mempunyai komposisi nilai gizi yang terdiri atas 52,62% air, 3.14% mineral, 24,50% protein, 14,67% lemak dan 4.95% karbohidrat. Kemudian setiap 100 g sie reuboh hasil penelitian ini mengandung 249.81 kkal.

Kajian Penggunaan Bahan Penstabil CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) dan Karagenan dalam Pembuatan Velva Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis)

Basito, Basito, Yudhistira, Bara, Meriza, Dara Audina

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.095 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi bahan penstabil CMC dan karagenan terhadap karakteristik sensori velva dan mengetahui karakteristik fisik (daya leleh, overrun, viskositas) dan kimia (total padatan terlarut, kadar air, aktivitas antioksidan dan serat pangan) velva buah naga super merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi kombinasi bahan penstabil CMC dengan karagenan menggunakan 2 ulangan sampel dan 3 ulangan analisa. Data yang diperoleh pada pengujian sensori dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA pada tingkat α = 0,005. Jika terdapat perbedaan nyata, maka kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sedangkan data yang diperoleh pada pengujian fisik dan kimia dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test pada tingkat α = 0,05.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kombinasi kulit dan daging buah naga super merah untuk dijadikan puree velva terbaik dengan perbandingan 1:4. Selanjutnya kombinasi bahan penstabil CMC dan karagenan mempengaruhi karakteristik sensori terhadap parameter tekstur dan overall. Tingkat penerimaan velva dengan kombinasi penstabil terbaik pada kombinasi CMC dan karagenan 1:1. Pengaruh penggunaan bahan penstabil CMC dan karagenan terhadap sampel kontrol terlihat pada karakteristik fisik seperti daya leleh, overrun dan viskositas. Selain itu pada karakteristik kimia seperti total padatan terlarut, aktivitas antioksidan dan serat pangan. Tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air velva. Penggunaan bahan penstabil CMC dan karagenan  1:1 menunjukkan nilai daya leleh, overrun, viskositas, aktivitas antioksidan dan serat pangan semakin tinggi.

Sifat Kimia dan Organoleptik Brownies Kukus dari Proporsi Tepung Mocaf dan Terigu

Prayitno, Sutrisno Adi, Tjiptaningdyah, Restu, Hartati, Fadjar Kurnia

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.846 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the response of mocaf flour and wheat flour ratio to the chemical and organoleptic properties of steamed brownies cake. The research method used is experimental method, using Completely Randomized Design with 1 factor and 5 repetition, that are the ratio factor of mocaf flour and wheat flour are 5 levels, so the total replication becomes 25 times. The results showed that the ratio of mocaf and wheat flour did not have a significant effect on water content but had a very significant effect on crude fiber content. While the ratio of mocaf and wheat flour have no significant effect on organoleptic taste, color and flavor but have a very real effect on the tenderness of steamed brownies cake. The results of effectiveness test of mocaf and wheat flour efficacy ratio of 40:60 is the best treatment with the result value of 0.72 whereas the lowest treatment is the treatment of mocaf and wheat flour ratio of 100:0 with the result value of 0.37.

Kajian Pembuatan Permen Jelly dari Buah Tanjung (Mimusops elengi L)

El Husna, Nida, Nilda, Cut, Manik, Sakirin

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.337 KB)

Abstract

Tanaman tanjung (Mimusops elengi L.) merupakan tanaman pelindung yang banyak ditanam diperkarangan kantor, sekolah maupun dipingir-pinggir jalan dan hutan kota. Bagian tanaman tanjung yang biasa dimanfaatkan yaitu bunga, daun, akar dan kulit batang sedangkan buahnya tidak termanfaatkan sama sekali. Buah tanjung memiliki rasa sepat sehingga masyarakat tidak menyukainya. Rasa sepat pada buah bisa dikurangi dengan merendam buah dengan larutan kapur sirih. Salah satu cara yang dilakukan agar buah tanjung tidak terbuang yaitu dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur dan konsentrasi gula terhadap karakteristik permen jelly yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur (J) dengan 3 taraf yaitu 12 jam (J1), 24 jam (J2) dan 36 jam (J3). Faktor kedua yaitu konsentrasi gula (G) dengan 3 taraf yaitu 70% (G1),  90% (G2) dan 110% (G3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian lama perendaman buah tanjung berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur permen jelly yang dihasilkan. Semakin lama perendaman buah tanjung maka rasa kelat pada buah tanjung akan semakin berkurang. Konsentrasi gula yang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air permen jelly buah tanjung. Semakin besar konsentrasi gula yang ditambahkan maka kadar air permen jelly yang dihasilkan semakin rendah. Interaksi lama perendaman buah tanjung dan konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap rasa permen jelly yang dihasilkan. Berdasarkan nilai organoleptik, buah tanjung yang direndam dengan larutan kapur sirih selama 24 jam dan konsentrasi gula 90% merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan permen jelly buah tanjung, yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 10,58%, pH  4,42, organoleptik warna 3,63 (suka), aroma 3,77 (suka), rasa 4,33 (suka) dan tekstur 4,66 (sangat suka).Kata kunci: buah tanjung, konsentrasi gula, lama perendaman, larutan kapur, permen jelly

Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L)

Yusmita, Lisa, Wijayanti, Ruri

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.876 KB)

Abstract

ABSTRAKPenganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian.Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan jerami nangka. Kata kunci : fruit Leather, jerami nangka, mangga.

Aktivitas Antioksidan Sirup Buah Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) dengan Variasi Penambahan Asam Sitrat

Rifkowaty, Encik Eko, Wardanu, Adha Panca, Hastuti, Ningrum Dwi

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.829 KB)

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa)merupakan salah satu tanaman yang tumbuh liar di daerah kabupaten Ketapang Kalimatan Barat. Tanaman ini memiliki buah yang terasa manis dan mengandung antioksidan tinggi karena memiliki warna buah masak merah hingga kehitam-hitaman. Buah karamunting belum termanfaatkan secara optimal, sehingga dengan diolah menjadi produk sirup dapat meningkatkan nilai ekonomis secara kualitas maupun secara kuantitas. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan sirup dari buah karamunting dengan variasi penambahan asam sitrat 0, 0,05, 0,1%. Asam sitrat diharapkan mampu meningkatkan ekstraksi kandungan antioksidan sirup buah karamunting. Sirup yang dihasilkan kemudian dilakukan analisa gula reduksi dan antioksidan menggunakan DDPH. Persentase antioksidan tertinggi dilakukan uji lanjutan menggunakan GC-MS. Kandungan antioksidan buah, sirup karamunting variasi penambahan asam sitrat 0%, 0,05%, dan 0,1% dengan pengujian menggunakan DPPH berturut-turut 98,84%, 43,87%, 81,99%, dan 86,47%, sedangkan gula reduksi 0,21%, 3,62%, 4,11%, dan 11,90%. Berdasarkan GC-MS senyawa yang paling dominan dari bahan baku buah karamunting adalah hydroxy methyl furfurole (41,14%), dan senyawa-senyawa yang dihasilkan dari sirup karamunting dengan konsentrasi asam sitrat 0,1%  adalah acetil acid 4,5% dan hydroxy methyl furfurole 3,5%. 

Kepedulian Pekerja Penanganan Bahan di Supermarket X pada Ergonomi

mulyati, guntarti tatik, Ainuri, Makhmudun

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 2 (2017): Vol.(9) No.2, Oktober 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.59 KB)

Abstract

Manual material handling activities are still widely practiced in various industries, including supermarkets. Various products in supermarkets are moved with hand truck aids. This tool is used to ease of workers to avoid the risk of MSDs (musculoskeletal disorders) and LBP (low back pain). Workers who concerns about work ergonomics, materials handling tools and their working environments can reduce the risk of MSDs and LBPs. In this paper we will examine how much the workers care about themselves, their tools, environment and their relation to work physiology of workers.Workers concerns were identified using a Likert scale questionnaire with 5 scale of interest. Self-awareness is linked to an understanding of ergonomics, to hand tools used everyday and to the work environment. Occupational physiology is reflected in the pain experienced by workers as job impacts identified using Nordic Body Map (NBM), and work posture using OWAS (Ovako Working Posture Analysis System).The material handling worker assigned to move the product from supplier vehicle to warehouse or to showroom by hand truck. The survey results that the workers concerned not so high on his ergonomics. The body map shows that before working the worker felt pain all over his body and got more pain after work. Workers work posture varies substantially in category 1-2 which means that in this musculoskeletal system the work attitude results in significant tension influences requiring future improvement.

Preferensi Konsumen Terhadap Produk Kue Bhoi Khas Aceh di Kota Banda Aceh

Yusriana, Yusriana, Erfiza, Novia Mehra, Jainuddin, Jainuddin, Nilda, Cut

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 2 (2017): Vol.(9) No.2, Oktober 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.163 KB)

Abstract

Perilaku masyarakat dalam memilih dan mengkonsumsi produk Kue Bhoi perlu diteliti karena banyak produk yang dijual dipasaran tidak memiliki keseragaman mutu, hal ini dapat dilihat dari warna kue Bhoi yang dijual dipasaran yang tidak seragam.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik konsumen produk Kue Bhoi, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen dalam membeli serta mengkonsumsi Kue Bhoi dan mengetahui keinginan konsumen terhadap kualitas produk Kue Bhoi.Penelitian ini menggunakan metode penelitian surveikonsumen.Responden yang mengisi kuesioner yaitu wanita berusia antara 30-50 tahun sebanyak 100 orang dan uji organoleptik sebanyak 35 orang. Karakteristik konsumen kue Bhoi yaitu wanita dengan umur 30 sampai 34 tahun (44%), pendidikan terakhir SMA (35%), mayoritas pekerjaan ibu rumah tangga (51%) dan penghasilan rata-rata 1 juta (39%). Hasil penelitian survei konsumen Kue Bhoi diperoleh faktor yang yang mempengaruhi preferensi yaitu tingkat ekonomi (tingkat kemanisan dan warna)dan pekerjaan (rasa).

Kajian Prospek Agroindustri Fillet Ikan Patin di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung

Yuliana, Neti, Hidayati, Sri, Priyantini, Masithoh

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 9, No 2 (2017): Vol.(9) No.2, Oktober 2017
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.375 KB)

Abstract

This study aimed to identify the type of catfish  commodity based-Agroindustry that are potential to be developed in Mesuji Regency and to know the value added potential commodity processing into agro-industry products. The methods used in this research were survey and interview method. Data analysis at the research stage consists of determining the types of processed products using Analytical Hierarchy Process devices and determination of added value using Hayami method. The results showed that catfish was a potential fishery commodity to be developed in Mesuji District with an alternative processing in the form of fillets. Processing of catfish into fillet gives added value of Rp. 12,355 and profit of Rp. 10.242 per kg of raw material.