cover
Filter by Year
Articles
93
Articles
Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Bubuk Cincau Hitam (Mesona palustris)

Cholilie, Irvan Adhin

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Teknologi Industri dan Pertanian Indonesia
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Potensi tanaman cincau hitam atau janggelan di Indonesia sangat prospektif. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah Jawa Timur seperti Malang, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Pada tahun 2010 hasil produksi cincau hitam kering (janggelan) sebesar 568 ton dengan produktivitas total sebesar 8,6 ton/tahun. Selain itu, tanaman ini juga dapat selalu tersedia sepanjang tahun karena bermitra dengan para petani. Aspek finansial merupakan bagian terpenting yang harus diperhatikan dalam studi kelayakan bisnis. Analisa terhadap aspek finansial dari suatu studi kelayakan proyek bertujuan untuk menentukan rencana investasi berdasarkan perhitungan biaya dan manfaat yang di harapkan. Hal ini dilakukan dengan cara  membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal awal, kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan dan menilai apakah proyek akan dapat berkembang terus. Dari hasil perhitungan analisis finansial diperoleh bahwa pendirian pabrik bubuk cincau hitam dengan beberapa kriteria kelayakan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dengan menggunakan daun cincau hitam kering dapat menghasilkan nilai B/C ratio sebesar 2,01. Dengan umur proyek selama 20 tahun, dibutuhkan total modal investasi sebesar Rp 72.641.348.806,03 dan biaya produksi pada tahun pertama sebesar Rp 25.644.493.112,79. Dari hasil perhitungan didapatkan harga pokok produksi sebesar Rp 1.043,48/sachet kemudian produk dijual dengan harga senilai Rp 2.000,- termasuk PPN 10%. Besarnya modal investasi pendirian pabrik dapat ditutupi dalam masa pengembalian selama 3 tahun 5 bulan. Total pendapatan yang diperoleh perusahaan mencapai Rp 49.152.000.000,- dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp   124.948.645.377,15; Internal Rate of Return (IRR) sebesar 44%; dan Profitability Index sebesar 3,54. BEP dicapai pada tingkat produksi bubuk cincau hitam sebesar 849.831 sachet atau senilai Rp 1.699.661.968,36. Berdasarkan keseluruhan kriteria-kriteria kelayakan tersebut, maka unit agroindustri bubuk cincau hitam ini dapat dikatakan layak untuk direalisasikan.

Perubahan Karakteristik Kimia dan Mikrobiologis Jruek Drien (Durian Fermentasi Khas Aceh) selama Fermentasi

Muzaifa, Murna, Moulana, Ryan, Aisyah, Yuliani, Zainuddin, Zainuddin, Rahmi, Faidha

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Teknologi Industri dan Pertanian Indonesia
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jruek drien is one of traditional fermented food of Aceh. This product made from flash of durio that fermented without starter addition. Explorative research has been conducted to examine the change of chemical and microbiological characteristics of jruek drien during fermentation. This study used completely randomized design with single factor (length of fermentation: 1,3,5 and 7 days). The parameters analyzed were water content, pH, total acid, total sugars, total lactic acid bacteria and yeast. The results showed that water content and acid total were increased while pH and sugar content were decreased. The highest total of lactic acid bacteria was found on day 3. Yeast detected only on early fermentation and no detected on 7th day.

Pemanfaatan Bentonit sebagai Penyerap Air pada Proses Transesterifikasi Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

Yulanda, Andesta, Wahyuni, Lisna, Safitri, Rahmi, Bakar, Abu, Supardan, Muhammad Dani

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Teknologi Industri dan Pertanian Indonesia
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAK. Transesterifikasi merupakan salah satu proses dalam pembuatan biodiesel. Metode transesterifikasi secara konvesional tanpa penambahan adsorben memiliki kekurangan pada rendemen dan mutu biodiesel sehingga dikembangkan metode transesterifikasi menggunakan adsorben secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan bentonit sebagai penyerap air untuk meningkatkan rendemen biodiesel pada proses transesterifikasi minyak jelantah. Pertama dilakukan pengecilan ukuran bentonit menjadi 100 hingga 120 mesh dan dilanjutkan dengan aktivasi bentonit menggunakan asam sulfat 98% pada suhu 80oC. Hasil analisis Scanning Electron Microscope menunjukkan bentonit aktivasi memiliki permukaan yang lebih halus dan bersih dibandingkan dengan bentonit tanpa aktivasi. Selanjutnya, bentonit digunakan pada proses transesterifikasi minyak jelantah dengan variasi massa adsorben (1, 2, 3 dan 4 %-berat minyak) dan kadar air minyak jelantah (2, 3, 5 dan 6 %-berat minyak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bentonit teraktivasi menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dibandingkan bentonit tanpa aktivasi dan proses tanpa menggunakan bentonit. Hasil penelitian terbaik diperoleh pada massa adsorben 3% dan kadar air 2% yaitu rendemen biodiesel sebesar 81%, massa jenis 865 kg/m3, viskositas 2,90 mm2/s, angka asam 0,1675 mg KOH/gram dan kadar air 0,70%.ABSTRACT.Transesterification is one of process in production of biodiesel. Conventional transterification method without adding adsorbent has deficiency in the yield and quality of biodiesel, therefore transesterification using adsorbent simultaneously is developed. The purpose of this research is to utilize bentonit as the adsorbent of water to increase yield of biodiesel in the waste cooking oil transesterication process. The first step to do in this research was bentonite crushing to the size of 100 to 120 mesh and then bentonite activation using sulfuric acid 98% at 80 oC. The result of SEM analysis showed that activated bentonite surface was smoother  and more clean than bentonite without activation. Bentonite is used to transesterification process by varying mass of adsorben (1, 2, 3 and 4 %-wt. of waste cooking oil) and water content (2, 3, 5 and 6 %-wt. of waste cooking oil). The result of this research showed that activated bentonite has better yield than without adsorbent and activation. The best result from this research is at adsorbent mass 3% and water content 2% with biodiesel yield 81%. The biodiesel produced have density of 865 kg/m3, viscosity of 2.90 mm2/s, acid number of 0.1675 mg KOH/gram and water content of 0.7%.

Pemodelan Sistem Penelusuran Daging Sapi Potong Menggunakan Metode Unified Modeling Language

Setyaningrum, Paramita

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 2 (2018): Teknologi Industri dan Pertanian Indonesia
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Isu mengenai beredarnya produk daging sapi yang dicampur daging babi celeng semakin marak akhir ini. Pemicu utama adalah ketidakmampuan pedagang membeli harga daging sapi yang mahal sehingga mendatangkan keuntungan yang sedikit. Isu ini tentunya cukup meresahkan bagi konsumen karena kandungan yang ada pada babi celeng membahayakan bagi kesehatan dan menurut aturan Islam produk daging babi celeng haram hukumnya. Penelitian ini membahas tentang pemodelan sistem penelusuran (traceability system) daging sapi potong menggunakan Unified Modeling Language dengan tujuan agar mampu mengidentifikasi kecurangan yang dilakukan oleh para pedagang daging sapi. Keluaran dari penelitian ini adalah dasar model sistem informasi yang akan digunakan untuk menerapkan sistem penelusuran daging sapi potong. Manfaat dari penelitian ini adalah mampu mengidentifikasi kecurangan yang dilakukan oleh penjual dan produsen mampu menyediakan produk yang sehat dan halal bagi konsumen.

Pengaruh Lama Perebusan Jagung (Zea mays. L) dengan Penambahan Konsentrasi CaCO3 pada Emping Jagung

Widyasanti, Asri, Nurjanah, Safira

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.326 KB)

Abstract

Emping jagung merupakan salah satu produk olahan biji jagung yang memiliki nilai jual yang tinggi. Namun dalam proses pembuatan emping jagung terdapat beberapa kendala yaitu menghilangkan perikap dan tipcap dari biji jagung. Perikap dan tipcap emping jagung dapat dihilangkan dengan cara perebusan dengan penambahan CaCO3. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 terhadap mutu produk emping jagung. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium, Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh lama perebusan dan konsentrasi CaCO3 yang tepat sehingga menghasilkan produk emping jagung yang baik. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu lama perebusan dengan suhu 950C selama 60 menit, 90 menit dan 120 menit dan penambahan CaCO3 dengan konsentrasi 1%, 1,5% dan 2 % dari berat kering jagung dan 0% sebagai kontrol dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan emping jagung dengan lama perebusan 120 menit dengan penambahan CaCO3 sebanyak 2% merupakan perlakuan terbaik dengan paremeter yang diamati antara lain kadar air 7,53%, kadar abu 2,26%, protein 8,72%, kadar lemak 3,20%, kadar karbohidrat 84,11%, Nilai Hue 74,615, rendemen total 69,9%, Kandungan Ca 0,2321%.  

Evaluasi Nilai Gizi Masakan Daging Khas Aceh (Sie Reuboh) Berdasarkan Variasi Penambahan Lemak Sapi dan Cuka Aren

Erfiza, Novia Mehra, Hasni, Dian, Syahrina, Ulva

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.302 KB)

Abstract

Sie reuboh merupakan olahan daging yang diolah secara tradisional dengan merebus daging menggunakan garam, asam cuka, lemak, dan beberapa jenis rempah-rempah. Perubahan selera dan pola konsumsi masyarakat Aceh menyebabkan formulasi sie reuboh menjadi bervariasi. Keanekaragaman formulasi menyebabkan takaran dan jenis bahan yang digunakan dalam pengolahan sie reuboh ikut bervariasi terutama lemak sapi dan cuka aren. Variasi takaran penambahan lemak sapi dan cuka aren dapat mempengaruhi komposisi nilai gizi sie reuboh. Untuk itu perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait tentang penelitian dari pengaruh penambahan lemak dan cuka aren terhadap nilai gizi dari sie reuboh sehingga didapatkan standar formulasi sie reuboh yang mempunyai kandungan gizi yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri atas dua factor, jumlah lemak yang ditambahkan yang terdiri dari tiga taraf yaitu 0% (L1), 25% (L2) dan 50% (L3) dari jumlah daging sapi, dan  jumlah cuka aren yang ditambahkan yang terdiri dari dua taraf yaitu 2,5% (C1) dan 5% (C2) dari jumlah daging sapi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Uji lanjut BNT dilakukan jika perlakuan berpengaruh nyata. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein dengan metode Kjeldahl, dan kadar lemak dengan metode Soxhlet, kadar karbohidrat by difference dan total kalori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan lemak sapi hingga 50% dapat mempertahankan kadar air sie reuboh yang dihasilkan. Kemudian penambahan cuka 2,5% dan 5% dapat meningkatkan kadar protein yang terkandung di dalam sie reuboh, sedangkan penambahan cuka aren hingga 5% dapat menurunkan kadar lemak di dalam sie reuboh jika dibandingkan dengan penambahan 2,5%.  Sie reuboh yang dihasilkan dari penelitian ini mempunyai komposisi nilai gizi yang terdiri atas 52,62% air, 3.14% mineral, 24,50% protein, 14,67% lemak dan 4.95% karbohidrat. Kemudian setiap 100 g sie reuboh hasil penelitian ini mengandung 249.81 kkal.

Kajian Penggunaan Bahan Penstabil CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) dan Karagenan dalam Pembuatan Velva Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis)

Basito, Basito, Yudhistira, Bara, Meriza, Dara Audina

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.095 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi bahan penstabil CMC dan karagenan terhadap karakteristik sensori velva dan mengetahui karakteristik fisik (daya leleh, overrun, viskositas) dan kimia (total padatan terlarut, kadar air, aktivitas antioksidan dan serat pangan) velva buah naga super merah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu variasi kombinasi bahan penstabil CMC dengan karagenan menggunakan 2 ulangan sampel dan 3 ulangan analisa. Data yang diperoleh pada pengujian sensori dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA pada tingkat α = 0,005. Jika terdapat perbedaan nyata, maka kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sedangkan data yang diperoleh pada pengujian fisik dan kimia dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test pada tingkat α = 0,05.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, kombinasi kulit dan daging buah naga super merah untuk dijadikan puree velva terbaik dengan perbandingan 1:4. Selanjutnya kombinasi bahan penstabil CMC dan karagenan mempengaruhi karakteristik sensori terhadap parameter tekstur dan overall. Tingkat penerimaan velva dengan kombinasi penstabil terbaik pada kombinasi CMC dan karagenan 1:1. Pengaruh penggunaan bahan penstabil CMC dan karagenan terhadap sampel kontrol terlihat pada karakteristik fisik seperti daya leleh, overrun dan viskositas. Selain itu pada karakteristik kimia seperti total padatan terlarut, aktivitas antioksidan dan serat pangan. Tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air velva. Penggunaan bahan penstabil CMC dan karagenan  1:1 menunjukkan nilai daya leleh, overrun, viskositas, aktivitas antioksidan dan serat pangan semakin tinggi.

Sifat Kimia dan Organoleptik Brownies Kukus dari Proporsi Tepung Mocaf dan Terigu

Prayitno, Sutrisno Adi, Tjiptaningdyah, Restu, Hartati, Fadjar Kurnia

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.846 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the response of mocaf flour and wheat flour ratio to the chemical and organoleptic properties of steamed brownies cake. The research method used is experimental method, using Completely Randomized Design with 1 factor and 5 repetition, that are the ratio factor of mocaf flour and wheat flour are 5 levels, so the total replication becomes 25 times. The results showed that the ratio of mocaf and wheat flour did not have a significant effect on water content but had a very significant effect on crude fiber content. While the ratio of mocaf and wheat flour have no significant effect on organoleptic taste, color and flavor but have a very real effect on the tenderness of steamed brownies cake. The results of effectiveness test of mocaf and wheat flour efficacy ratio of 40:60 is the best treatment with the result value of 0.72 whereas the lowest treatment is the treatment of mocaf and wheat flour ratio of 100:0 with the result value of 0.37.

Kajian Pembuatan Permen Jelly dari Buah Tanjung (Mimusops elengi L)

El Husna, Nida, Nilda, Cut, Manik, Sakirin

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.337 KB)

Abstract

Tanaman tanjung (Mimusops elengi L.) merupakan tanaman pelindung yang banyak ditanam diperkarangan kantor, sekolah maupun dipingir-pinggir jalan dan hutan kota. Bagian tanaman tanjung yang biasa dimanfaatkan yaitu bunga, daun, akar dan kulit batang sedangkan buahnya tidak termanfaatkan sama sekali. Buah tanjung memiliki rasa sepat sehingga masyarakat tidak menyukainya. Rasa sepat pada buah bisa dikurangi dengan merendam buah dengan larutan kapur sirih. Salah satu cara yang dilakukan agar buah tanjung tidak terbuang yaitu dengan mengolahnya menjadi permen jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur dan konsentrasi gula terhadap karakteristik permen jelly yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK Faktorial) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman buah tanjung dengan larutan kapur (J) dengan 3 taraf yaitu 12 jam (J1), 24 jam (J2) dan 36 jam (J3). Faktor kedua yaitu konsentrasi gula (G) dengan 3 taraf yaitu 70% (G1),  90% (G2) dan 110% (G3). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Hasil penelitian lama perendaman buah tanjung berpengaruh sangat nyata terhadap rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstur permen jelly yang dihasilkan. Semakin lama perendaman buah tanjung maka rasa kelat pada buah tanjung akan semakin berkurang. Konsentrasi gula yang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air permen jelly buah tanjung. Semakin besar konsentrasi gula yang ditambahkan maka kadar air permen jelly yang dihasilkan semakin rendah. Interaksi lama perendaman buah tanjung dan konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap rasa permen jelly yang dihasilkan. Berdasarkan nilai organoleptik, buah tanjung yang direndam dengan larutan kapur sirih selama 24 jam dan konsentrasi gula 90% merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam pembuatan permen jelly buah tanjung, yang menghasilkan permen jelly dengan kadar air 10,58%, pH  4,42, organoleptik warna 3,63 (suka), aroma 3,77 (suka), rasa 4,33 (suka) dan tekstur 4,66 (sangat suka).Kata kunci: buah tanjung, konsentrasi gula, lama perendaman, larutan kapur, permen jelly

Pengaruh Penambahan Jerami Nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) Terhadap Karakteristik Fruit Leather Mangga (Mangifera indica L)

Yusmita, Lisa, Wijayanti, Ruri

Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia Vol 10, No 1 (2018): Vol.(10) No.1, April 2018
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.876 KB)

Abstract

ABSTRAKPenganekaragaman pangan merupakan program kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk terus mengembangkan pangan agar dapat memantapkan kemandirian dan penyediaan pangan dengan jenis yang beragam dan kualitas yang makin meningkat, jumlah yang memadai dan tersebar merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi. Untuk mendukung penganekaragaman pangan tersebut maka diperlukan upaya untuk melakukan pengolahan produk-produk hasil pertanian.Buah-buahan merupakan salah satu produk hasil pertanian yang umumnya dibuat menjadi produk olahan seperti jam, jelly, puree, sari buah, buah kaleng, manisan kering atau basah. Salah satu jenis produk buah-buahan yang kering selain manisan adalah fruit leather. Fruit leather adalah jenis makanan yang berasal dari daging buah yang telah dihancurkan dan dikeringkan. Produk ini berbentuk lembaran tipis seperti halnya kulit buah dengan tekstur yang plastis dan kenyal, rasanya manis tetapi masih memiliki ciri rasa khas buah yang digunakan. Fruit leather juga termasuk produk makanan yang tidak mengandung zat pewarna sehingga cocok untuk dijadikan cemilan dan mempunyai aneka ragam bentuk dan warna. Pengolahan buah-buahan menjadi fruit leather merupakan salah satu upaya divesifikasi pangan.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisa secara statistik dengan uji F, kemudian bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DNMRT pada taraf nyata 5%. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Dharma Andalas dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas.Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa konsentrasi penambahan jerami nangka berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan kadar serat kasar. Sementara untuk pengujian kadar air, total asam dan kadar gula ternyata tidak dipengaruhi oleh konsentrasi penambahan jerami nangka. Kata kunci : fruit Leather, jerami nangka, mangga.