cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, dengan frekuensi penerbitan 3 edisi pertahun, yaitu Januari, Mei, dan September. Jurnal Teknik Sipil telah terbit sejak tahun 2011, dengan edisi pertama Volume 1, Nomor 1, September 2011. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil telah menerbitkan 6 Volume, dan 1 Volume Special Issue. Untuk Volume 7, Jurnal Teknik Sipil akan terbit 2 kali setahun, yaitu Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019" : 5 Documents clear
ANALISIS DURASI dan PERHITUNGAN BIAYA PENYUSUTAN (DEPRESIASI) ALAT BERAT EXCAVATOR Febrianti, Dian; Zakia, Zakia
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.616 KB) | DOI: 10.24815/jts.v8i1.12331

Abstract

Keberhasilan suatu  proyek dilihat dari keuntungan yang didapatkan dan kecepatan dalam menyelesaikan proyek tersebut, sehingga faktor pemilihan alat berat sangat penting dalam keberhasilan suatu proyek. Biaya penggunaan alat berat yang tinggi, berpengaruh pada konstribusi alat berat terhadap pelaksanaan proyek maka permasalahan yang timbul pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan waktu penggunaan salah satu alat berat, yaitu excavator. Permasalahan diatas mendasari penelitian ini untuk mencari durasi penggunaan alat berat excavator dengan metode barchart untuk mengetahui berapa lama durasi penggunaannya dan selanjutnya menghitung biaya penyusutan (depresiasi) alat berat dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengetahui nilai sisa alat setelah pemakaian alat dan yang terakhir untuk menghitung biaya penggunaan alat berat menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (ASHP). Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan timbunan pilihan pada proyek peningkatan jalan alun-alun suka makmue - jalan lingkar timur ibu kota tahap II kabupaten Nagan Raya. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode barchart maka diperoleh waktu penggunaan alat berat pada pekerjaan timbunan pilihan adalah  excavator 36 hari. Selanjutnya  hasil perhitungan depresiasi alat berat mengalami penurunan nilai asetnya adalah excavator  tipe hitachi Rp.136.000.000/tahun, excavator tipe komathatsu Rp.53.000.000/tahun, dan terakhir hasil mehitung biaya sewa penggunaan alat berat adalah excavator tipe hitachi sebesar Rp.365.300/hari, excavator tipe komathatsu sebesar Rp.409.400.,00/hari. Kesimpulan yang didapat pada penelitian ini adalah pengunaan alat berat yang optimal dapat mengghemat penggunaan biaya sewa alat berat.Kata kunci : Alat berat, Durasi, DepresiasiThe success of a project is seen from the benefits obtained and the speed in completing the project, so that the selection factor of heavy equipment is very important in the success of a project. The cost of using heavy equipment is high, affecting the contribution of heavy equipment to the implementation of the project, the problems that arise in this study aim to analyze the cost and time of use of one of the heavy equipment, namely an excavator. The above problems underlie this study to find the duration of the use of excavator heavy equipment with the barchart method to determine how long the duration of use and then calculate the depreciation of heavy equipment using the straight-line method to determine the remaining value of the tool after use of the tool and the last to calculate the cost heavy equipment use using Job Unit Price Analysis (ASHP). This research was carried out on selected heap work on a road improvement project in the town square like makmue - the eastern ring road of the second stage capital of Nagan Raya district. Based on the results of calculations using the barchart method, it is obtained the time of heavy equipment usage on the selected pile job is 36 days excavator. Furthermore, the calculation of the depreciation of heavy equipment experienced a decrease in the value of its assets are hitachi type excavators Rp. 136,000,000 / year, komathatsu type excavators Rp. 53,000,000 / year, and finally the result of calculating the rental cost of heavy equipment is hitachi type excavators Rp.365,300 / day, komathatsu type excavators of Rp. 409,400 .00 / day. The conclusion obtained in this study is that the optimal use of heavy equipment can save the use of heavy equipment rental costs.Keywords: Heavy equipment, Duration, Depreciation
PENAMBAHAN SERBUK CANGKANG TELUR SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH LEMPUNG Munirwan, Reza Pahlevi; Munirwansyah, Munirwansyah; Marwan, Marwan
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.791 KB) | DOI: 10.24815/jts.v8i1.13496

Abstract

Perilaku tanah lempung sering menjadi masalah untuk konstruksi suatu bangunan. Salah satunya adalah perilaku kembang susut tanah lempung ketika dipengaruhi oleh kadar air yang sering juga mempengaruhi daya dukung tanah dalam menerima beban dari bangunan diatasnya. Serbuk cangkang telur (Egg Shell Powder) atau sering disingkat dengan ESP merupakan salah satu hasil limbah industri makanan yang kaya akan kalsium dan masih jarang untuk dipergunakan kembali (daur ulang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari penambahan ESP sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai sifat-sifat fisis dan pemadatan pada tanah lempung. Pengambilan sampel tanah untuk uji laboratorium dilakukan di daerah Cot Bagie, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Menurut AASHTO tanah termasuk kedalam kategori A-7-5 (21) dan menurut USCS tanah adalah jenis OH (Organic High). Persentase pertambahan ESP yaitu sebesar 0%, 3%, 6% dan 9% terhadap berat kering tanah untuk pengujian laboratorium. Nilai pengujian Atterberg Limit secara umum mengalami peningkatan seiring dengan penambahan ESP. Sedangkan hasil pengujian proctor standard tanah asli didapat nilai OMC (Optimum Moisture Content) dan berat isi kering tanah (γdmaks) adalah 19.8% dan 1.367 gr/cm3. Secara umum tanah dengan campuran ESP dapat meningkatkan nilai kepadatan tanah jika dibandingkan dengan parameter pemadatan tanah asli tanpa campuran. Dengan demikian penggunaan ESP untuk stabilisasi tanah berdasarkan penelitian ini dapat meningkatkan daya dukung tanah menjadi lebih baik sehingga bermanfaat untuk konstruksi di lapangan.
ANALISA POTENSI EROSI PADA DAS KRUENG LANGSA BERBASIS SIG Isma, Faiz; Purwadito, Meilandy; Ardhyan, Zacky
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.974 KB) | DOI: 10.24815/jts.v8i1.12329

Abstract

Kota Langsa merupakan kota pemekaran di Provinsi Aceh yang berkembang sangat pesat dari tahun ke tahun. Sungai Kueng Langsa merupakan sungai terbesar dan terpanjang yang melintasi kota Langsa. Daerah Aliran Sungai (DAS) krueng Langsa terus mengalami kerusakan lingkungan akibat perubahan tutupan lahan (landuse). Kerusakan lingkungan mempengaruhi besaran erosi pada DAS dikarenakan pada saat hujan menghasilkan energi kinetik membawa butiran tanah yang disalurkan menuju lahan terendah, tetapi proses pengangkutan erosi berpengaruh terhadap kerapatan vegetasi dan lereng lahan yang dilintasinya, semakin besar nilai kerapatan vegetasi lahan maka penyaluran erosi akan semakin mudah dan cepat. Proses pengangkutan erosi dari hulu hingga hilir berpedoman pada arah alirannya dengan membandingkan erosi dan kapasitas angkutan sedimen dari suatu sub DAS untuk melihat sisa erosi tertinggal menjadi sedimentasi lahan secara langsung hingga berakhir ke hilir DAS yaitu estuari kuala langsa, dimana estuari sungai langsa dahulu pernah ada aktivitas layanan pelabuhan, tetapi aktivitas berhenti dikarenakan alur pelayaran mengalami pendangkalan menyebabkan kapal tidak bisa bersandar di dermaga pelabuhan, penyebab pendangkalan dikarenakan masuknya erosi yang terbawa air dari hulu menuju hilir (estuari) krueng Langsa. Sehingga perlu dilakukan studi untuk melihat potensi erosi pada DAS krueng Langsa dalam memperkirakan penyaluran erosi yang masuk ke estuari kuala Langsa. penelitian ini mempunyai tujuan khusus yaitu mengestimasi besaran erosi dan sedimentasi lahan menggunakan metode USLE dan persamaan Vestraten 2007 dengan menyajikan estimasi kedalam SIG. Hasil analisa tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS langsa masuk dalam kategori sedang dan proses penyaluran erosi dari tiap unit lahan berdasarkan arah aliran diperoleh sedimentasi lahan yang tertinggi sebesar 908,39 ton/ha/tahun dan umumnya berada pada bagian hulu DAS dan yang paling rendah berada sub DAS bagian hilir sebesar 3,447 ton/ha/tahun dan bahkan ada beberapa sub DAS tidak terjadi sedimentasi lahan seluas 2.944,63 ha dan volume erosi  yang tersalurkan di estuari kuala langsa sebesar 3.951,97 m3/tahun sebagai penyebab pendangkalan disepanjang alur estuari kuala langsa.
Kinerja Saluran Drainase Eksisting di Jalan Teuku Diblang Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh Ziana, Ziana
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.647 KB) | DOI: 10.24815/jts.v8i1.13416

Abstract

Drainase adalah suatu tindakan teknis untuk mengurangi kelebihan air, baik air hujan atau air irigasi. Permasalahan yang terjadi pada saluran drainase yaitu banyaknya sampah dan sedimen yang berada di dalam saluran dan kondisi permukaan saluran yang tertutup oleh beton pertokoan. Tujuan studi ini adalah mengetahui kinerja saluran drainase eksisting serta debit banjir rencana di Jalan Teuku Diblang Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Bamda Aceh. Data yang digunakan dalam studi ini berupa data primer dan data sekunder, data primer adalah data yang didapatkan langsung di lapangan sedangkan data sekunder meliputi peta dan data curah hujan. Hasil yang didapatkan adalah debit banjir rencana pada penampang T1 sebesar 1,22 m3/dt, penampang T2 sebesar 1,01 m3/dt, penampang T3 sebesar 1,13 m3/dt, penampang T4 sebesar 1,14 m3/dt, penampang T5 sebesar 1,03 m3/dt, penampang T6 sebesar 1,04 m3/dt, penampang T7 sebesar 1,09 m3/dt, penampang T8 sebesar 1,10 m3/dt, penampang T9 sebesar 0,98 m3/dt, penampang T10 sebesar 1 m3/dt, penampang T11 sebesar 1,03 m3/dt, penampang T12 sebesar 1,07 m3/dt, penampang T13 sebesar 1,05 m3/dt dan penampang T14 sebesar 0,82 m3/dt.Sedangkan kapasitas saluran pada penampang T1, T2, T3, T4, T5, T6, T7, T8, T9, T10, T11, T12, T13 dan T14 secara berurutan adalah 1 m3/dt, 1,24 m3/dt, 0,68 m3/dt, 0,89 m3/dt, 1,09 m3/dt, 0,75 m3/dt, 1,01 m3/dt, 0,95 m3/dt, 0,97 m3/dt, 0,85 m3/dt, 0,66 m3/dt, 0,66 m3/dt, 0,69 m3/dt dan 0,89 m3/dt. Kinerja saluran adalah 80,62% masuk dalam kategori baik.
PENINGKATAN KINERJA SIMPANG DENGAN KOORDINASI SINYAL LALU LINTAS DI SIMPANG BPK DAN BADRAN YOGYAKARTA Romadhona, Prima Juanita; Zainuri, Muhammad Akbar
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.68 KB) | DOI: 10.24815/jts.v8i1.10655

Abstract

Abstract : BPK and Badran intersection located at the center of Yogyakarta City that can not be separated from traffic issues. Both intersections have a closed distance within 380 meters with the high  volume of vehicles that passing through them. Traffic microsimulation using VISSIM software was used to perform queue length, travel time, delay on existing condition and signal coordination design. The research was conducted by field survey method to find the traffic volume, geometry and vehicle speed. Level of service of the intersection was refers to the Minister of Transportation Regulation number 96/2015. As the result, the performance of two intersections at the existing have not been coordinated and has low value of service level.    Therefore, two solutions design were used to coordinate signals between intersections.         Alternative I was coordinated signals of intersections and the second alternative was used the signals coordination with one-way system at the road beetwen intersection. From both alternatives, the second alternative was better than the other.Keywords : Signal Coordination, Microsimulation, One Way System, VISSIM.Abstrak: Simpang BPK dan Simpang Badran yang terletak di pusat Kota Yogyakarta tidak lepas dari permasalahan lalu lintas. Selain karena tata guna lahan di sekitarnya yang sibuk juga dikarenakan kedua simpang tersebut memiliki jarak 380 meter. Dalam penelitian ini, mikrosimulasi lalu lintas dengan software VISSIM digunakan untuk melakukan analisis panjang antrian, perjalanan waktu tempuh, dan tundaan pada kondisi eksisting dan perancangan koordinasi sinyal. Survei pengambilan data primer meliputi volume lalu lintas, geometri simpang dan kecepatan kendaraan. Setelah dimodelkan dengan software VISSIM, tingkat kinerja simpang dianalis dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 96 Tahun 2015. Dari hasil analisis, diketahui bahwa Simpang BPK dan Simpang Badran belum terkoordinasikan. Setelah itu, dilakukan dua solusi perancangan untuk melakukan koordinasi sinyal antar simpang pada kedua simpang tersebut. Alternatif I mengkoordinasikan sinyal kedua simpang tersebut dan alternatif kedua dengan menggunakan sistem satu arah di jalan penghubung dengan tetap terkoordinasi sinyal waktunya. Dari kedua alternatif perancangan tersebut, didapatkan alternatif kedua yang terbaik.Kata kunci : Koordinasi Sinyal, Mikrosimulasi, Sistem Satu Arah, VISSIM.

Page 1 of 1 | Total Record : 5