cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, dengan frekuensi penerbitan 3 edisi pertahun, yaitu Januari, Mei, dan September. Jurnal Teknik Sipil telah terbit sejak tahun 2011, dengan edisi pertama Volume 1, Nomor 1, September 2011. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil telah menerbitkan 6 Volume, dan 1 Volume Special Issue. Untuk Volume 7, Jurnal Teknik Sipil akan terbit 2 kali setahun, yaitu Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016" : 10 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT YANG BERPENGARUH TERHADAP WAKTU PROYEK IRIGASI DI PROVINSI ACEH Rauzana, Anita; Gunawan, Gunawan; Masimin, Masimin
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.204 KB)

Abstract

Abstract:Delays in project implementation is an obstacle that is generally always detrimental to both owners and contractors. Based on the format of data to monitor the work packages Aceh Irrigation Department 2011 budget year were funded by the APBA, experienced delays in completion of the work in the field. This study aims to identify the factors and the dominant factors that cause occurred inhibiting the implementation of the irrigation project in the province of Aceh, as well as analyzing the shape of the relationship and influence between the inhibiting factors against time irrigation project in the province of Aceh. Projects reviewed is the irrigation project has been completed starting from the year 2012-2015, with funding from the APBA, which is aimed at contractors in irrigation. Factors that cause the occurrence of inhibiting the implementation of the irrigation project in the province of Aceh is caused by factors of labor, material factors, factors of design and planning, factor of implementation and labor relations, factors of equipment, factor conditions and circumstances on the ground, and factors beyond the ability of contractors , The dominant factor in the cause of inhibiting the implementation of irrigation projects in Aceh province is due to factors of labor, with a mean value of 4,328. Relations inhibiting factors against time irrigation project in the province of Aceh, which has a high correlation is a factor of equipment, factors and circumstances on the ground conditions, and factors beyond the ability of the contractor to the Pearson correlation coefficient between 0,700-0,900. Effect of inhibiting factors against time irrigation project in the province of Aceh, the most influential factor is the equipment, with a regression coefficient of 0,572.Keywords : Retarder, time, irrigation projectsAbstrak : Keterlambatan pelaksanaan proyek merupakan hambatan yang umumnya selalu merugikan pemilik maupun kontraktor. Berdasarkan data format pantau paket-paket pekerjaan Dinas Pengairan Aceh tahun anggaran 2011 yang bersumber darid ana APBA, mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor serta faktor dominan yang  menyebabkan terjadi penghambat pelaksanaan pada proyek irigasi di Provinsi Aceh, sertameng analisis bentuk hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor penghambat terhadap waktu proyek irigasi di Provinsi Aceh. Proyek yang ditinjau adalah proyek irigasi yang telah selesai dilaksanakan mulai dari tahun 2012-2015, dengan sumber dana dari APBA, yang ditujukan pada kontraktor bidang irigasi. Faktor-faktor penyebab terjadinya penghambat pelaksanaan pada proyek irigasi di Provinsi Aceh adalah disebabkan oleh faktor tenaga kerja, faktor material, faktor desain dan perencanaan, faktor pelaksanaan dan hubungan kerja, faktor peralatan, faktor kondisi dan keadaan di lapangan, danf aktor di luar kemampuan kontraktor. Faktor dominan penyebab terjadinya penghambat pelaksanaan pada proyek irigasi di Provinsi Aceh adalah disebabkan faktor tenaga kerja, dengan nilai mean sebesar 4,328. Hubungan faktor-faktor penghambat terhadap waktu proyek irigasi di Provinsi Aceh, yang mempunyai hubungan tinggi adalah faktor peralatan, faktor kondisi  dan  keadaan di  lapangan, dan faktor di luar kemampuan kontraktor dengan nilai koefisien korelasi  Pearson antara 0,700-0,900. Pengaruh faktor-faktor penghambat terhadap waktu proyek irigasi di Provinsi Aceh, yang paling berpengaruh adalah faktor peralatan, dengan  nilai koefisien  regresi  sebesar  0,572.Kata kunci : Penghambat, waktu, proyek  irigasi 
ANALISIS KERUSAKAN JALAN AKIBAT BEBAN BERLEBIH (STUDI KASUS JALAN BANDA ACEH - MEULABOH KM. 69 s/d KM. 150) Wandi, Andris; Saleh, Sofyan M.; Isya, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.259 KB)

Abstract

Abstract:The road is one of the main infrastructure connecting one region with other regions. Therefore the roads must be designed in accordance with the load of vehicles that passed the area. National road Banda Aceh Meulaboh had been - designed adjusted to able roughness thickness with a load of vehicles passing on the road so that the age of planned road can match the load of a vehicle that has been calculated based on daily traffic average (ADT). Problems that can be seen from the road – Banda Aceh Meulaboh (km. 69 s/d km. 150) is an excess charge caused trucking. The purpose of the research is to find out how big the power factor haywire vehicles caused by excess charge and how great the influence of overload against age plan roughness highway. This research was conducted directly in field by conducting a survey of heavy goods transport traffic with portable truck scales at KM 148. On the streets of Banda Aceh Meulaboh – total violation of JBI average 45,57% of total transport truck. The results showed that the value of the excess load conditions with the VDF is larger compared to the value of the normal load conditions i.e. VDF amounted to 219%. Based on analysis of CESA overload condition then occurs a decrease in age of 9 years while services based on the formula of equation of effective period of layan layan age pengurunan occurred of 10.77 the year from age 20-year plan. Based on the value of IRI then year 2024 required regular maintenance in the form handler program (overlay). The results of the redesign with the overload of thick results obtainable roughness AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, Base Coarse 25 cm and Sub Base 32 cm..Keywords : Overloading, VDF, LHR, Design Life, IRI. Component Analysis MethodAbstrak:Jalan merupakan salah satu infrastruktur utama yang menghubungkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Oleh karena itu jalan harus didesain sesuai dengan beban kendaraan yang melintas pada daerah tersebut. Jalan Nasional Banda Aceh - Meulaboh didesain tebal perkerasan yang direncanakan disesuaikan dengan beban kendaraan yang melintas pada jalan tersebut agar umur jalan yang direncanakan dapat sesuai dengan beban kendaraan yang telah dihitung berdasarkan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Permasalahan yang dapat dilihat dari Jalan Nasional Banda Aceh – Meulaboh (KM.69 s/d KM.150) adalah muatan berlebih yang disebabkan angkutan truk. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui seberapa besar faktor daya rusak kendaraan yang diakibatkan oleh muatan berlebih dan seberapa besar pengaruh dari beban berlebih terhadap umur rencana perkerasan jalan raya. Penelitian ini dilakukan secara langsung dilapangan dengan melakukan survei  berat lalu lintas angkutan barang dengan timbangan truk portable yang dilakukan pada KM 148. Pada Jalan Nasional Banda Aceh – Meulaboh jumlah total pelanggaran terhadap JBI rata-rata 45,57% dari jumlah total kendaraan angkutan truk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai VDF dengan kondisi beban berlebih lebih besar dibandingkan dengan nilai VDF kondisi beban normal yaitu sebesar 219%. Berdasarkan analisa CESA dengan kondisi beban berlebih maka terjadi penurunan umur layan sebesar 9 tahun sedangkan berdasarkan rumus persamaan efektif masa layan terjadi pengurunan umur layan sebesar 10,77 tahun dari umur rencana 20 tahun. Berdasarkan nilai IRI maka tahun 2024 diperlukan program penangan berupa pemeliharaan berkala (overlay). Hasil desain ulang dengan beban berlebih didapat hasil tebal perkerasan AC-WC 4 cm, AC-BC 6 cm, LPA 25 cm dan LPB 32 cm.Kata kunci : Beban Berlebih, VDF, LHR, Umur Rencana, IRI, Metode Analisa Komponen.
PENGEMBANGAN KINCIR ANGIN SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR Untoro, Nur; Rahmadi, Frida Agung; Aji, Taufiq
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.476 KB)

Abstract

Abstract : Windmilll is instrument  that can converse wind energy to kinetic energy. Windmills have used in many country, but in Indonesia their used very-very little, so to be necessary developed. The windmill must be designed accord with their usage and wind characteristic at this area. In SubdistrictGantiwarno District Klaten blown low wind speed, that condition more precise developed for wind pumping, rather than for the electric power  generation.At this research  designed windpumping for crops planted in dry season. Windmill  type is multiblade windmill, with 8iron galvanic blades. Water pump is made from  1 inch and 1,25 inch diameter PVC tube.Windpumping designed for deliver 5 liters/minute at wind speed 3,0m/s  and total  head 8m.  hence designed the windmill with 3.2m rotor diameter  and direct drive power transmission. Experiment result: minimum wind speed so that windmill able to pump is 2,8 m/s, with the rotor rotation is 29 rpm, and the water debit is 4.4 litres/minute. At 3.3m/s wind speed, rotor rotation is 33 rpm with the water debit 6 litres/minute. The total efficiency of system at 2,8m/s wind  speed is 6%,  the total efficiency at 3.3m/s wind  speed  is 5%.Keywords : Windmill ,  average wind speed,  water debit, head,  rotor diameter, total efficiency.Abstrak:Kincir angin adalah alat yang mengubah energi angin menjadi energi kinetik rotasi. Kincir angin telah digunakan di berbagai negara, namun di Indonesia penggunaan kincir angin masih sangat sedikit, sehingga perlu dikembangkan. Kincir angin mesti dirancang sesuai penggunaan dan karakteristik tempatnya. Di Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten umumnya bertiup angin kecepatan rendah, dengan kondisi ini lebih cocok dikembangkan kincir angin untuk pompanisasi, daripada untuk pembangkit listrik. Pada penelitian ini dirancang kincir angin penggerak pompa air untuk irigasi tanaman palawija di musim kemarau. Kincir angin dirancang berdaun 8 buah yang dibuat dari pelat besi galvanis. Pompa air dibuat dari pipa PVC  1 inci dan 1,25 inci. Pompa air dirancang untuk memindahkan air 5 liter/menit pada kecepatan angin 3,0m/s dan total head 8m. Berdasarkan kebutuhan debit air, kecepatan angin dan total head, maka dirancang kincir angin dengan diameter rotor 3,2m dengan transmisi daya langsung (direct drive). Hasil pengujian: kecepatan angin minimal agar pompa bekerja adalah 2,7m/sdengan 29 rpm dan debit 4,4 liter/menit. Pada kecepatan angin 3,3 m/s putaran kincir 33 rpm dan debit air 6liter/menit. Efisiensi total pada kecepatan angin 2,8m/s adalah sebesar 6% dan efisiensi total pada kecepatan angin 3,3m/s adalah 5%.Kata kunci : kincir angin, kecepatan angin rata-rata, head, debit pompa air, diameter rotor, efisiensi
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN STRUKTUR KOLOM ANTARA METODE PRECAST DENGAN KONVENSIONAL Rani, Hafnidar A.; Fuadi, Zahrul
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.827 KB)

Abstract

Abstract:The constructions built by using precast method is very precise used in concrete structure working for many floor buildings  that have the same typical for each floor. It is because the process is easier and more simple compared to using conventional concrete method. The objective of this reserach is to compare the budget and the implementation time of column structure working between precast and conventional concrete method in constructing of the Simple Flats Rent (Rusunawa) in Keudah, Banda Aceh,with the number of column are 207 units and the dimension is 30/50 cm. The total budget needed for precast method is Rp. 710,630,342.53 and for conventional method is Rp. 675,288,351.59. Comparing the total budgets of these two method, we get the efficiency budget is 35,341,990.94. Implementation time needed for column using precast method is 52 days, whereas with conventional methods is 95 days. From those both methods, it is obtained that the time effectiveness is 43 days. We conclude that the time needed to finish the structure column using the precast method is 45.26% faster comparing to other, but the budget needed is 4,97% more expensive comparing to conventional method.Keywords : efficiency, effectiveness,  column structure, precast,  conventional,  rusunawaAbstrak : Pembangunan konstruksi dengan metode precast sangat tepat digunakan pada pekerjaan struktur beton untuk bangunan bertingkat yang memiliki tipikal sama setiap lantainya. Hal ini dikarenakan pengerjaannya lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan menggunakan beton konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan struktur kolomantara beton precast dan konvensionalpada Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Keudah Banda Aceh, dengan jumlah kolom 207 buah dan dimensi 30/50 cm. Total biaya yang dihasilkan dengan metode precast adalah sebesar Rp.710.630.342,53 dan metode konvensional sebesar Rp.675.288.351,59. Dari total biaya kedua metode tersebut, didapatkan efisiensi biaya sebesar Rp.35.341.990,94. Waktu pelaksanaan pekerjaan kolomdengan metode precastdiperoleh selama 52 hari, sedangkan dengan metode konvensional didapat selama 95 hari.Dari kedua metode tersebut didapat efektivitas waktu selama 43 hari. Dengan demikianwaktu penyelesaian pekerjaan struktur kolom dengan metode precast 45,26% lebih cepat, namun biaya sebesar 4,97%  lebih mahal dibandingkan dengan metode konvensional.Kata kunci : efisiensi, efektivitas, struktur kolom, precast, konvensional, rusunawa
SIMULASI PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP RENCANA JETTY MUARA LABUHAN HAJI Kasury, Ahmad Reza
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.923 KB)

Abstract

Abstract: Flood protection in Labuhan Haji is one of the main priorities of disaster risk reduction in Aceh. Based on the results of identification, one of the main causes of flooding in this area is the clogging of Labuhan Haji river mouth and Kampung Baru river mouth by sediment. Sources of sediment in the estuaries is from the off shore sediment transport. Because the discharge of the river is very small, jetty is re recommended for both estuaries. Jetty will havw impact on sedimentation and erosion to all the beach in this area. Based on simulation, there will be accretion between Labuhan Haji jetty and Kampung Baru jetty. After the simulation, the shoreline at the mouth of Labuhan Haji advanced to about 272 m and at the mouth of the Kampung Baru reaches approximately 350 m. Sediment transport is the dominant region moves eastward. This causes sediments to the west of the mouth of the estuary that is transported away from the area eroded. On the east side of the estuary, sediment will be deposited. Based on the predicted results for 5 years, the beach in this area will advance until it reaches 558 m or advanced approximately 4 m per year.Keywords : river mouth protection, jetty, accretion, abrationAbstrak: Penanganan banjir di Labuhan Haji merupakan salah satu prioritas utama kegiatan penanggulangan bencana di Aceh. Berdasarkan hasil identifikasi, salah satu penyebab utama banjir di kawasan ini adalah tersumbatnya muara Labuhan Haji dan muara Kampung Baru oleh sedimen. Sumber sedimen di muara Labuhan Haji dan Kampung Baru adalah sedimen dari pantai. Karena debit kedua sungai sangat kecil, maka untuk menangani masalah muara tersebut direkomendasikan pembuatan jetty panjang. Pembangunan jetty memberi dampak terhadap sedimentasi dan abrasi seluruh pantai di kawasan ini. Berdasarkan hasil simulasi, pergerakan garis pantai berupa sedimentasi terjadi diantara konstruksi jetty Labuhan Haji dan jetty Kampung Baru. Setelah simulasi, garis pantai di muara Labuhan Haji maju sampai sekitar 272 m dan pada muara Kampung Baru mencapai sekitar 350 m. Angkutan sedimen dominan kawasan ini bergerak ke arah Timur. Hal tersebut menyebabkan sedimen di sebelah Barat muara terangkut menjauhi muara sehingga daerah tersebut mengalami erosi. Pada sisi sebelah Timur muara, sedimen akan terendapkan. Berdasarkan hasil prediksi selama 5 tahun, pantai pada daerah ini akan maju sampai mencapai 558 m atau maju sekitar 4 m per tahun.Kata kunci : perlindungan muara, jetty, akresi, abrasi pantai
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA VOLUME, KECEPATAN DAN KEPADATAN LALU LINTAS (STUDI KASUS : JEMBATAN LAMNYONG, JALAN TEUKU NYAK ARIEF BANDA ACEH) Ariadi, Ariadi; Isya, Muhammad; Caisarina, Irin
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.805 KB)

Abstract

Abstract:Jalan Teuku Nyak Arief is one of the road in Banda Aceh with a very dense traffic as it is directly connected with the central area of education which frequently congested especially on Lamnyong bridge. There is the difference number of lane between the approach lane and the bridge lane which causes the reducing of the vehicle speed. The aim of this study was to determine the relationship between the volume, speed and density of the traffic due to the narrowing of the road at the site. Field data collection was carried out for 3 days which is on Monday, Wednesday and Thursday (9th, 11th, and March 12, 2015) for 6 hours per day. The data was collected at peak hours in the morning from 7:00 to 9:00 a.m., daytime hours from 12:00 to 02:00 p.m., and in the afternoon hours from 04:00 to 06:00 p.m. There are 24 groups was occupied during 6 hour observation with 15-minute intervals. In this study, data analysis was conducted based on Indonesian Highway Capacity Manual (MKJI) 1997,using Microsoft Excel software. Three methods were used in determining the relationship characteristics of the traffic: Greenshield linear, Greenberg logarithmic and Underwood exponential. The results of analysis showed that the relationship model that is appropriate for Jalan Teuku Nyak Arief (on the Lamnyong Bridge) is Underwood model. It was obtained that the mathematical model equation for relationship of speed and density (S-D) is S = 30.6496 x e-0.0045(D); for the relationship of volume and speed (V-S) is V = 755.7700 x S - 220.5516 x S (Ln.S); and for the relationship of volume and density (V-D) is V = 30.6496 x D x e-0045(D), with a coefficient of determination is R2 = 0.9145.Keywords : Volume, speed, traffic density, Greenshield linear, Greenberg logarithmic, Underwood exponentialAbstrak:Jalan Teuku Nyak Arief merupakan salah satu ruas jalan di Kota Banda Aceh dengan volume lalu lintas yang sangat padat karena berhubungan langsung dengan kawasan pusat pendidikan dan sering mengalami kemacetan, terutama pada jembatan Lamnyong. Pada saat memasuki jembatan tersebut terjadi perbedaan karakteristik geometrik jalan dari 3 lajur menyempit menjadi 2 lajur, yang mengakibatkan kecepatan kendaraan menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas akibat terjadinya penyempitan jalan pada lokasi penelitian. Pengumpulan data lapangan dilakukan selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu dan Kamis (tanggal 9, 11, dan 12 Maret 2015) selama 6 jam setiap harinya yaitu pada jam puncak pagi hari jam 07.00 - 09.00 WIB, siang hari jam 12.00 - 14.00 WIB, dan sore hari jam 16.00 - 18.00 WIB. Selama 6 jam pengamatan terdapat 24 kelompok interval waktu 15 menit. Analisis data didasarkan pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Dalam menentukan hubungan karakteristik lalu lintas digunakan tiga metode yaitu linier Greenshield, logaritmik Greenberg dan eksponensial Underwood. Dari hasil analisis diketahui bahwa model hubungan yang sesuai untuk ruas jalan Teuku Nyak Arief (pada jembatan Lamnyong) adalah model Underwood dengan persamaan model matematis S = 30,65 . e-0,0045(D) untuk hubungan kecepatan dan kepadatan (S-D) ; V = 755,77 . S - 220,55 . S (Ln.S) untuk hubungan volume dan kecepatan  (V-S) ; dan V = 30,65 . D . e-0045(D) untuk hubungan volume dan kepadatan (V-D), dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,9145.Kata kunci : Volume, kecepatan, kepadatan lalu lintas, linier Greenshield, logaritmik Greenberg, eksponensial Underwood
MONITORING REHABILITASI GARIS PANTAI DI UTARA KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN-ACEH BARAT Hidayat, Aminullah; Syamsidik, Syamsidik; Masimin, Masimin
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2462.811 KB)

Abstract

Abstract : Ocean Tsunami on 2004 affects morphology on the shoreline around Meulaboh City with changing the position of the shoreline from the previous conditions to shift toward the mainland. In the last ten years several measurements has been taken to protect and preserve the shoreline, one of them by making a protection structure. The research objective, among others, reviewing changes in the coastline due to tsunami waves and sediment transport processes and review the changes and building envelope performance coastline. Research conducted on sediment transport processes are studied in long shore along the coast. The magnitude of the effect of sediment transport in the building envelope shoreline littoral drift indicates that the process has a passenger capacity large enough to cause accretion and buildup of sediment in a specific area. Stage of methodology was conducted by determine the study area and perform calculations based on the wave fetch. Then proceed with the calculation of sediment transport formulas are available. Shoreline change analysis with Google Earth satellite image time series and tracking with GPS devices along the beach and aided by digitization software ArcGIS. Technical documents and data building coastal protection can be obtained from the relevant agencies. Interviews were conducted by means of in-depth interviews with stakeholders and local communities. The results aim to be achieved from this research is provide information that describes the process of change and restoration of shoreline that will be presented in the form of images and calculating results. The results could be used to be consideration of the type of construction. Furthermore could be used for coastal protection and spatial planning for the coastal zone management related to sediment transport processesKeywords : Tsunami, Coastal Recovery, Longshore Sediment Transport, Coastal Structures Performance.Abstrak : Gelombang Tsunami Tahun 2004 telah menyebabkan perubahan secara geografis pada garis pantai di pesisir utara kecamatan Johan Pahlawan sekitar Kota Meulaboh.Letak garis pantai mengalami perubahan dari kondisi sebelumnya bergeser ke arah daratan. Dalam sepuluh tahun terakhir ini beberapa tindakan dilakukan untuk melindungi dan mempertahankan garis pantai, salah satunya dengan membangun bangunan pengaman pantai. Tujuan penelitian antara lain meninjau perubahan garis pantai akibat gelombang tsunami dan proses sediment transport dan meninjau perubahan dan kinerja bangunan pelindung garis pantai. Penelitian dilakukan terhadap proses sediment transport yang dikaji secara long shore di sepanjang pantai. Besarnya pengaruh sediment transport pada bangunan pelindung garis pantai mengindikasi bahwa proses littoral drift memiliki daya angkut yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan akresi dan penumpukan sedimen di kawasan tertentu. Metodologi penelitian dilakukan adalah menentukan lokasi studi dan melakukan perhitungan gelombang berdasarkan fetch. Kemudian dilanjutkan dengan perhitungan sediment transport dengan formula yang tersedia. Perubahan garis pantai dianalisa dengan citra satelit Google Earth time series dan melakukan tracking dengan alat GPS sepanjang pantai dan dibantu dengan digitasi software ArcGIS. Dokumen teknis dan data bangunan pelindung pantai dapat diperoleh dari instansi terkait. Wawancara dilakukan dengan cara in-depth interview dengan pihak terkait dan masyarakat setempat. Hasil yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah tersedianya informasi yang menjelaskan proses perubahan dan pemulihan garis pantai yang akan disajikan dalam bentuk gambar dan hasil perhitungan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk dasar penentuan jenis konstruksi pengaman pantai dan perencaaan tata ruang di kawasan pesisir terkait proses sediment transport.Kata kunci : Tsunami, Coastal Recovery, Longshore Sediment Transport, Kinerja Bangunan Pantai.
ZONASI DAN PEMODELAN NILAI KERUSAKAN AKIBAT GEMPA TAHUN 2012 DI KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH MD, Andi Munawar; Abdullah, Abdullah; Afifuddin, Mochammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.404 KB)

Abstract

Abstract : The research propose to analysis damage value of house building component based on epicenter to 8 districts in Bener Meriah by zone I, II and III. The data of house damage, damage volume and damage value obtain from investigation team of Civil Engineering Department, Syiah Kuala University. The variable research are damage value as dependent variable and damage volume as independent variable. Damage volume choose by dominant component cause damage, which are column, beam, roof beam, wall, plastering and floor. The methodology to analysis a research by statistic. Multiple linear regression analysis Y=a+b1x1+b2x2, correlation analysis KK=r, determination analysis (r²) and validation to result model, the multiple linear regression result of value damage model for zone I is: Y = 494.911,890 + 12.412.913,274 X1 + 8.993.678,236 X2 + 10.600.536,147 X3 – 29.009,579 X4 + 127.246,485 X5 + 166.892,806 X6. The multiple linear regression result of value damage model for zone II is : Y  = 1.211.022,005 + 8.578.256,164 X1 + 3.598.938,984 X2 + 5.333.354,411 X3 + 91.944,092 X4 + 89.625,015 X5 + 94.333,304 X6, and The multiple linear regression result of value damage model for zone III is: Y  = 2.036.187,009 + 8.220.373,282 X1 + 1.051.758,134 X2 + 6.978.747,308 X3 + 289.716,611 X4 – 16.820,514 X5 + 253.460,659 X6. Base on third model that shows that damage coefficient to column, beam, roof beam, wall and floor. Zone I have higher damage value than zone II and III. Wall and plasteringcomponent more cause damage to each zone.Keywords : distance, damage component, damage value, zoningAbstrak:Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai kerusakan pada komponen bangunan rumah tinggal berdasarkan zona gempa bangunan dari pusat gempa dengan pembagian zona I, II dan III pada 8 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Data komponen rumah yang rusak, volume kerusakan dan nilai kerusakan berdasarkan hasil Tim Investigasi Jurusan Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu nilai kerusakan sebagai variabel terikat dan volume kerusakan sebagai variabel bebas. Volume kerusakan yang digunakan adalah pada komponen bangunan yang dominan mengalami kerusakan yaitu pada kolom, balok, ringbalk, dinding, plesteran dan lantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik yaitu analisis regresi berganda Y=a+b1x1+b2x2, analisis koefisien korelasi KK=r,analisis determinasi (R²) dan validasi terhadap model yang dihasilkan. Hasil model nilai keruskaan untuk zona I yang diperoleh dengan menggunakan regresi berganda adalah: Y = 494.911,890 + 12.412.913,274 X1 + 8.993.678,236 X2 + 10.600.536,147 X3 – 29.009,579 X4 + 127.246,485 X5 + 166.892,806 X6. Hasil model biaya kerusakan untuk zona II adalah : Y  = 1.211.022,005 + 8.578.256,164 X1 + 3.598.938,984 X2 + 5.333.354,411 X3 + 91.944,092 X4 + 89.625,015 X5 + 94.333,304 X6, dan hasil model biaya kerusakan untuk zona III adalah : Y  = 2.036.187,009 + 8.220.373,282 X1 + 1.051.758,134 X2 + 6.978.747,308 X3 + 289.716,611 X4 – 16.820,514 X5 + 253.460,659 X6. Dari hasil ketiga model tersebut dapat dilihat bahwa koefisien kerusakan dengan komponen kolom,balok lantai, ringbalk, dinding, plesteran dan lantai, zona I mempunyai koefisein biaya kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan zona II dan III. Komponen dinding dan plesteran lebih banyak terjadi kerusakan di masing-masing zona.Kata kunci : jarak, komponen kerusakan, nilai kerusakan, zonasi.
KARAKTERISTIK DAN DAYA DUKUNG TANAH UNTUK STRUKTUR PERLINDUNGAN PANTAI DI PANTAI KEDULUNGU, KABUPATEN TABANAN PROPINSI BALI Indriasari, Vivi Yovita; Risandi, Johan; Akhwady, Rudhy
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.518 KB)

Abstract

Abstract:In the planning of foundation coastal structures, soil test is very important. Soil test can be done directly in the field or through laboratory.  Field investigations were carried out here is: Cone penetration test performed for three (3) points to the location of the arrangement of the beach area. Drilling work for three (3) points to a depth of 3:00 meters respectively. Sampling in 1 (one) sample for each boring and sampling disturbed by 5 samples. Research SPT tests were performed for each interval of 2:00 meters. Posts on soil test for building planning Kedungu beach, Tabanan aims to provide an overview of the importance of soil mechanics testing in foundation design of coastal protection structures. From the calculations ,Ultimate Bearing Capacity of soil limit based on laboratory and direct testing at 1.659-6.865 kg / cm2. The calculation of the carrying capacity of the high ground so shallow foundation is sufficient for planning revetment structure.Keywords : Soil test, Bearing capacity, coastal protection structures, foundation, Tabanan BaliAbstrak:Pengujian penelitian tanah (soil test) mempunyai perananan penting dalam perencanaan pondasi bangunan pantai.Pengujian mekanika tanah dapat dilakukan secara langsung di lapangan atau melalui pengujian di laboratorium.Studi dilakukan di wilayah Pantai Kedungu yang merupakan area pembangunan struktur pelindung pantai.Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi tanah di area studi sebelum dilakukan pembangunan struktur.Penyelidikan lapangan yang dilakukan meliputi pekerjaan  sondir  sebanyak 3 (tiga)  titik danbor tanah(boring) sebanyak 3 (tiga) titik dengan kedalaman  masing-masing 3.00 meter. Lokasi sondir dan boring dipilih secara acak sepanjang rencana desain bangunan pantai yang telah tersedia.Dilakukan pengambilan 1 (satu) sampel tidak terganggu serta 5 sampel terganggu untuk tiap titik boring.Tes SPT dilakukan tiap interval 2.00 meter sampai mencapai nilai perlawanan konus sebesar 250 kg/cm2.Hasil perhitungan daya dukung ijin berdasarkan pengujian langsung dan laboratorium di dapat sebesar 1.659 – 6.865 kg/cm2 Dari perhitungan tersebut daya dukung tanah tinggi sehingga pondasi dangkal sudah cukup untuk perencanaan struktur revetment.Kata kunci : Penelitian tanah, daya dukung, struktur pelindung pantai, pondasi,  Tabanan Bali
ANALISIS KAPASITAS LENTUR BETON BERTULANG MUTU TINGGI VARIASI ADITIF DAN SUBSTITUSI AGREGAT (FLY ASH BATUBARA, CANGKANG SAWIT DAN PASIR POZZOLAN) Opirina, Lissa; Aulia, Teuku Budi; Afifuddin, Mochammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Mei 2016
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.944 KB)

Abstract

Abstract: The High strength concrete produced with low FAS value require large amount of Cement,aggregates, with the use of additives (silica fume) and super-plasticizer admixture. Meanwhile, material availability are decreasing from natural rock and river. Because of that, continuous research need to be done  with the use of additives and substitute aggregates. This study aimed to analyze the flexural capacity of reinforced concrete beams of high quality with a variety of additives and substitutes aggregate namely palm oil clinkers, pozzolan sand and charcoal fly ash. In this study tested 7 pieces beam with 15 x 30 x 220 cm sized for each additive and the substitution of the aggregate total of the test specimen and the test specimen normal beam. The test object is designed to undergo bending failure. Quality steel (fy) used for the principal reinforcement of 445.63 MPa and shear reinforcement amounted to 381.97 MPa, tensile reinforcement using a screw diameter of 15.8 mm, 11.9 mm diameter rebar press screw and shear reinforcement diameter 11.9 mm screw. High Quality Concrete compressive strength (BMT) without variation additives and substitutes aggregate (normal) obtained at 60.652MPa with FAS0.30. The results showed that all the beams undergo bending failure as planned. The result of bending capacity for normal beam is 2,696. The maximum deflection for a variety of additives obtained at BMT charcoal fly ash (FABB) by the percentage of the amount of deflection of the normal BMT amounted to 210.804% with a maximum load 273.305 kN, whereas, for fine aggregate substitution variation obtained at BMT Pozzolan Sand (PPAH) by the percentage of the amount of deflection 178.392% with a load of 257.02 KN. Comparison BMT beam ductility of charcoal fly ash to block the normal BMT amounted to 130.011%, while the beam BMT PPAH 19.751%. It can be concluded that variations and substitutions aggregate additive can increase the value of deflection and ductility of high quality concrete. Charcoal fly ash has the best value and highly effective to be used.Keywords : High Strength Reinforced Concrete Beam, Bending Capacity, Additives, Aggregates Substitution, Deflection, Ductility.Abstrak: Beton mutu tinggi dibentuk dengan nilai FAS yang rendah, sehingga membutuhkan semen dalam jumlah yang besar, agregat serta penggunaan bahan tambahan / additive (silica fume) dan admixture super plasticizer. Sementara itu ketersediaan material yang berasal dari sungai dan batuan alam semakin berkurang jumlahnya.Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang penggunaan bahan tambahan pengganti tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas lentur balok beton bertulang mutu tinggi dengan variasi aditif dan substitusi agregat yaitu cangkang sawit, pasir pozzolan dan fly ash batubara. Pada penelitian ini diuji 7 buah balok berukuran 15 x 30 x 220 cm  untuk masing-masing aditif dan substitusi agregat sebanyak satu benda uji dan satu benda uji balok normal. Benda uji didisain untuk mengalami gagal lentur. Mutu baja (fy) yang digunakan untuk tulangan pokok sebesar 445,63 MPa dan tulangan geser sebesar 381,97 MPa, tulangan tarik yang digunakan berdiameter 15,8 mm ulir, tulangan tekan diameter 11,9 mm ulir dan tulangan geser diameter 11,9 mm ulir. Kuat tekan Beton Mutu Tinggi (BMT) tanpa variasi aditif dan substitusi agregat (normal) yang didapat sebesar 60,652 MPa dengan FAS 0,30. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua balok mengalami gagal lentur sesuai yang direncanakan.Kapasitas lentur balok normal yang dihasilkan sebesar 2,696. Lendutan maksimum untuk variasi aditif didapat pada BMT fly ash batubara (FABB) dengan persentase besarnya lendutan terhadap BMT normal sebesar 210,804% dengan beban maksimum 273,305 kN,sedangkan untuk variasi substitusi agregat halus didapat pada BMT Pasir Pozzolan (PPAH) dengan persentase besarnya lendutan 178,392% dengan  beban 257,02 KN. Perbandingan daktilitas balok BMT fly ash batubara terhadap balok BMT normal sebesar 130,011%, sedangkan pada balok BMT PPAH 19,751%. Dapat disimpulkan variasi aditif dan substitusi agregat dapat meningkatkan nilai lendutan dan daktilitas beton mutu tinggi. Fly ash batubara memiliki nilai yang terbaik dan sangat efektif untuk digunakanKata kunci : Balok Beton Bertulang Mutu Tinggi, Kapasitas Lentur, Aditif, Substitusi Agregat, Lendutan, Daktilitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10