cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, dengan frekuensi penerbitan 3 edisi pertahun, yaitu Januari, Mei, dan September. Jurnal Teknik Sipil telah terbit sejak tahun 2011, dengan edisi pertama Volume 1, Nomor 1, September 2011. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil telah menerbitkan 6 Volume, dan 1 Volume Special Issue. Untuk Volume 7, Jurnal Teknik Sipil akan terbit 2 kali setahun, yaitu Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 3 (2013)" : 10 Documents clear
ASSESMEN AKTUAL KAPASITAS JALAN PADA SEGMEN BOTTLENECK SISTEMATIS DENGAN PENDEKATAN METODE SIMULASI Sugiarto, Sugiarto; Furqan, Zianul
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Increasing the demand of travelers and limited of road supplies are the main crucial problem which is produced transportation related impact such as congestion and crashes. Congestion mainly occurs along urban corridors not only at junctions but also at potential bottlenecks which are temporal capacity of the road diminishing in most cases. The aims of this work is to assess the actual capacity and travel speed at the location of systematic bottleneck by governing simulation approach so called VISSIM 5.40. A selected area of study was at Jalan T. Nyak Ariefin particular at the position of Lamnyong intersection, Banda Aceh (±KM.6). It found that the assessment of the bottleneck capacity at the highest value of 1455 PCU/h (dropped 9-12 per cent) compared to normal condition. Equally patterns, travel speed reduced to 11 km/h or deteriorated to 4-9 per cent. As for the bound of accuracy, validation was conducted by comparing the MOEs value between observed and obtained from the simulator. The validation error was point out 9%, 9%, and 10% for hourly flow rate, travel speed, and travel time respectively, and the validation error denoted that less than 15%. It means that the MOEs value resulted from VISSIM 5.40 simulator is considerably acceptable in particular for practical purposes.     Keywords : congestion, capacity reduction, bottleneck, VISSIM 5.40, MOEs, Validation.  Abstrak: Tingginya permintaan perjalanan (demand) dan terbatasnya ketersediaan infrastruktur jalan menyebabkan permasalahan serius seperti kemacetan dan kecelakaan. Lokasi kemacetan pada jaringan jalan perkotaan tidak hanya terjadi di persimpangan (intersection) namun juga sering terjadi pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi terjadinya penyempitan kapasitas (bottleneck). Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan assesmen terhadap aktual kapasitas dan kecepatan aliran lalu lintas pada segmen bottleneck sistematis dengan pendekatan metode simulasi menggunakan VISSIM 5.40. Lokasi penelitian dilakukan di Jalan T. Nyak Arief tepatnya di ruas penyempitan jalan simpang Lamnyong, Banda Aceh (±KM.6). Hasil assesmen menunjukkan bahwa pada segmen bottleneck kapasitas terprediksi adalah 1455 smp/jam (terjadi penurunan kapasitas sebasar 9-12%) dari kondisi normal, dan kecepatan pada bottleneck teramati menjadi 11 km/jam, atau terjadi penurunan kecepatan sebesar 4-9%. Hasil validasi menunjukkan deviasi antara teramati dan hasil simulasi untuk volume lalu lintas 9 %, kecepatan 9 % dan waktu perjalanan 10 %. Ketiga parameter tersebut memperlihatkan deviasi hasil validasi dibawah 15%. Maka Measurement Of Effectiveness (MOEs) dengan simulasi VISSIM 5.40 dapat diterima terutama untuk tujuan praktis.Kata kunci : Kemacetan, penurunan kapasitas, bottlenecks, VISSIM 5.40, MOEs, validasi.
INTERPRETASI BEARING LAYER (KONTUR LAPISAN TANAH KERAS) DI BAWAH PERMUKAAN DENGAN PROGRAM SURFER (KECAMATAN : SYIAH KUALA – ULEE KARENG – KUTA ALAM) Munirwansyah, Munirwansyah; Sundary, Devi; Nugraha, Gartika Setiya
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to locate the bearing layer below the ground surface at the location of Kuala Shiite district, sub-district and district Ulee Kareng Kuta Alam. The data used is the Cone Penetration Test (CPT) were obtained from the laboratory of Soil Mechanics. The number of points is 38 points sondir. The location coordinates of the point of data collection in the field research carried out by using GPS (Global Positioning System) and the tool is the only satellite navigation system that is functioning properly. Data processing was performed using the surfers. Surfer is one of the software that is used for the manufacture of contour maps and three-dimensional modeling based on the grid, this software is a XYZ plotting tabular data into pieces of irregular rectangular dots (grid) is irregular. Grid is a series of vertical and horizontal lines in a rectangular surfer and used as the basis for forming a three- dimensional contour and surface. The vertical and horizontal lines have points of intersection. At this intersection point Z value is stored in the form of point heights or depths. Gridding is the process of formation of a regular series of Z values from a data is XYZ. The results of this study can be used for buildings or other infrastructure planning in the transition area and the mainland city of Banda Aceh. To determine the subgrade layer (bearing stratum), for building simple to use subsoil with qc = 0-10 kg/cm2. For buildings with load being able to use a layer of soil with qc = 10-50 kg/cm2. For buildings with a large load, it can use a layer of soil with 50-120 kg/cm2 and qc = qc => 120 kg/cm2. This study provides further information about the subsoil to the planner for bearing pile foundation stratum in order to match the load.Keywords : Bearing Layer, Cone Penetration Test, grid, surface, bearing stratum, contour.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari letak bearing layer di bawah permukaan tanah pada lokasi Kecamatan Syiah Kuala, Kecamatan Ulee Kareng, dan Kecamatan Kuta Alam. Data yang digunakan adalah data Cone Penetration Test (CPT) yang diperoleh dari laboratorium Mekanika Tanah. Adapun jumlah titik sondir adalah 38 titik. Pengambilan data letak koordinat titik penelitian di lapangan dilakukan dengan menggunakan GPS (Global Positioning System) dan alat ini satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program surfer. Surfer merupakan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan peta kontur dan pemodelan tiga dimensi yang berdasarkan pada grid. Perangkat lunak ini merupakan plotting data tabular XYZ tak beraturan menjadi lembar titik-titik segi empat (grid) yang beraturan. Grid adalah serangkaian garis vertikal dan horizontal yang dalam surfer berbentuk segi empat dan digunakan sebagai dasar pembentuk kontur dan surface tiga dimensi. Garis vertikal dan horizontal ini memiliki titik-titik perpotongan. Pada titik perpotongan ini disimpan nilai Z yang berupa titik ketinggian atau kedalaman. Gridding merupakan proses pembentukan rangkaian nilai Z yang teratur dari sebuah data XYZ. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan untuk perencanaan gedung atau infrastruktur lainnya di daerah daratan dan transisi kota Banda Aceh. Untuk menentukan lapisan tanah dasar (bearing stratum), untuk bangunan sederhana menggunakan lapisan tanah dengan qc = 0-10 kg/cm2. Untuk bangunan dengan beban sedang dapat menggunakan lapisan tanah dengan qc = 10-50 kg/cm2. Untuk bangunan dengan beban besar maka dapat menggunakan lapisan tanah dengan qc = 50-120 kg/cm2 dan qc ≥ 120 kg/cm2. Penelitian ini memberikan informasi lebih lanjut tentang lapisan tanah kepada perencana untuk bearing stratum agar dapat ditumpukan fondasi sesuai dengan beban.Kata kunci : Bearing Layer, Cone Penetration Test, grid, surface,lapisan tanah dasar, kontur
PEMODELAN PEMILIHAN MODA ANTARA BUS RAPID TRANSIT DAN SEPEDA MOTOR DALAM PERJALANAN MENUJU KE KAMPUS DENGAN TEKNIK STATED PREFERENCE Isya, Muhammad; Anggraini, Renni; Sriana, Tety
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The high interest of students in choosing motorcycle as mode to campus has a direct im- pact on the travel to Syiah Kuala University Campus in Darussalam, Banda Aceh. This raises a point of congestino    that occurs in Lamnyong Bridge. Various alternatives to unravel congestion has surfaced. One way is to conduct a reform in the field of public transport with the Mass Public Transport System in the discourse of Bus Rapid Transit (BRT). This study aims to determine the utility model and probabilit) modal choice between BRT and motorcycles. Preference data using Stated Preferences Techniques. Data questionnaires were distributed to students in the campus ar- ea. Questionnaire survey results data is inputted using Microsoft Excel 2010 and analyzed using SPSS Version 16 to get a model of modal choice. The utility model obtained was with UBRT – USM= utility differenceof modal choice between BRT and motorcycles;X1 = travel cost variable;X2= trav- el time variable; X3= delay of travel variable. The probabilty model was obtained And PSM = 1 - PBRT    with PBRT = probability to choose BRT moda and PSM = probability to choose motorcy- cles moda.Keywords : stated preference, utility model and modal choice probabilityAbstrak: Tingginya minat mahasiswa memilih sepeda motor (SM) sebagai moda ke kampus berdampak langsung pada rute perjalanan menuju Kampus Universitas Syiah Kuala Darussalam. Hal ini menimbulkan titik kemacetan yang paling krusial di Jembatan Lamnyong. Berbagai alternatif mengurai kemacetan ini telah mengemuka, salah satunya dengan reformasi angkutan umum dengan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) dalam wacana Bus Rapid Transit (BRT). Penelitian ini ber- tujuan untuk merumuskan model utilitas dan probabilitas pemilihan moda antara BRT dan SM da- lam perjalanan menuju ke kampus. Data preferensi pelaku perjalanan memakai Teknik Stated Prefer- ence yang disebar kepada mahasiswa kampus. Data kusioner diinput ke Microsoft Excel 2010 dan dianalisis menggunakan SPSS Versi 16, diperoleh model utilitas pemilihan moda dan probabilitas pemilihan moda. . Model utilitas yang dihasilkan penelitiaan ini adalah    dengan UBRT–USM= selisih utilitas pemilihan moda BRT dan sepeda motor; X1 = variabel biaya perjalanan; X2=variabel waktu perjalanan; X3=variabel keterlambatan perjalanan. Probabilitas pemilihan moda adalah dan PSM = 1 - PBRT    dengan PBRT = probabilitas pemilihan moda BRT terhadap moda SM dan PSM adalah probabil- itas pemilihan Moda SM terhadap BRTKata kunci : stated preference, model utilitas dan probabilitas pemilihan
PRE CONSTRUCTION AND POST FAILURE OF SLOPE DAM STABILITY ON SAFETY FACTOR ANALYSIS (A REVIEW) Munirwan, Reza P.
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The article describes about the failure story of dam due to lack of stability. Carsington Dam in Derbyshire UK had been chosen as case study for this paper. The data obtain in the analysis was a part of postgraduate study project of the author. This dam failure is an example of an end-of-construction failure in an earth-fill slope brought from deficiency of design. In term of stability for pre-construction analysis, soil parameters of drained shear strength are used based on the original designer. In terms of porewater pressure, because there are no assumption values by the designer can be found as information in literature, range values of ru are used in the analysis. For safety factor calculation, SLOPE program version 18.2 was used follow with wedge analysis method for comparison purpose. Next, for post-failure analysis, the soil parameters combinations between peak, post-peak and residual were used to calculate the factor of safety. From the analysis of initial failure, the dam’s designer used peak strength parameters whereas for post-failure, residual strength parameters was used in boot and yellow clay, and peak strength in the boot. The safety factor at the time of failure was approximately 0.901.Keywords : earth-fill, slope, pre-construction, post-failure.Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang proses keruntuhan bendungan air dikarenakan oleh tingkat stabilitas lereng yang rendah. Bendungan Carsington di Derbyshire UK dipilih sebagai studi kasus untuk tulisan ini. Data yang digunakan untuk analisis adalah merupakan bagian dari studi magister dari penulis. Keruntuhan bendungan ini adalah contoh nyata dari keruntuhan pada saat akhir konstruksi dikarenakan ketidaktepatan dalam perencanaan. Berdasarkan analisis kestabilan dari tahap konstruksi, perencana menggunakan parameter kuat geser terdrainase. Parameter tekanan air pori digunakan nilai-nilai asumsi ru dikarenakan tidak diperolehnya data mengenai parameter tekanan air pori dalam literatur. Angka keamanan lereng dianalisis menggunakan program SLOPE versi 18.2 dan dibandingkan dengan cara konvensional yaitu dengan analisis bagian. Analisa pasca keruntuhan lereng menggunakan data tanah yang merupakan kombinasi dari nilai puncak, pasca-puncak dan residual untuk menghitung kestabilan lereng. Berdasarkan analisa awal, perencana bendungan menggunakan nilai maksimum dari parameter tanah, sedangkan dari hasil analisa pasca keruntuhan diperoleh parameter tanah yang dugunakan adalah nilai residual pada kaki dan material tanah lempung kuning dari lereng, dan juga parameter desain maksimum pada kaki bendungan. Angka keamanan yang diperoleh pada saat keruntuhan lereng terjadi diperoleh yaitu 0.901.Kata kunci : bendungan, lereng, sebelum konstruksi, keruntuhan pasca.
ANALISIS PEMILIHAN MATERIAL BETON DAN MATERIAL BAJA SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PENGGANTI KAYU ULIN Kartadipura, Retna Hapsari; Novitasari, Novitasari
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Scarcity Borneo iron wood currently faced by the construction industry, especially for construction work that using wood. Constraints faced today than rare iron wood price is increased day after day is quite high due to its rarity. This problem makes us have to look for alternatives other material which can certainly function according to the technical specifications desired. The method used to analyze the factors using the Zero-one method. An alternative of steel and concrete material option is determined by variable selection. Each of factors has specific variables related to concrete and steel material. Factor assessment as a basis for determining alternative as assessment showed that for procurement of concrete and steel factor as equal number at the value of 139.70. The technical factor of concrete has value of 360.29 and steel has value of 485.29. On the other hand, the factor of financial/economic of concrete has value of 175 and steel has value of 125.Keywords : iron wood scarcity, alternativere materials, wood constructionAbstrak: Kelangkaan kayu ulin saat ini dihadapi oleh industri konstruksi khususnya untuk pekerjaan yang menggunakan konstruksi kayu. Kendala yang dihadapi saat ini selain langka kayu ulin harganya pun kian hari mengalami kenaikan yang cukup tinggi akibat kelangkaannya. Permasalahan ini membuat kita harus mencari alternatif material lain yang tentunya dapat ber- fungsi sesuai spesifikasi teknis yang diinginkan. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor menggunakan Metode Zero-one. Pemilihan variabel dikemukakan untuk menentukan alternatif pemilihan material beton dan baja. Masing-masing faktor mem- iliki variabel yang spesifik berkaitan dengan material beton dan baja. Penilaian faktor sebagai dasar untuk menentukan alternatif sebagai penilaian menunjukkan bahwa untuk pengadaan beton dan baja sebagai alternatif pada bobot nilai 139,70. Faktor teknis beton memiliki bobot nilai 360,29 dan baja memiliki bobot nilai 485,29. Di sisi lain, faktor keuangan/ekonomi beton memiliki bobot nilai 175 dan baja memiliki bobot nilai 125.Kata kunci : kelangkaan kayu ulin, alternatif material, kontruksi kayu
ANALISIS KEGAGALAN BENDUNG BRONJONG PANTE CEUREMEN Dirwan, Dirwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The goal of this study to observe the causes of the failure gabion weirs Pante Cereumen West Aceh district. The weir has completed and the damage occurs at the end of maintenance period and it when the river floods. The analysis was conducted based on field observations and hydraulic review. Theoretically, the cause of the failure gabion weirs is large overtopping from the crest weir, it’s exceed the limit value. The condition can collapse gabions steps by the falling water. Heavy sediment loads, especially gravel and stone led to continue abrasion on the gabions can failure to the wire. The wire failure caused rock gabion be destroyed.Keywords : weir, gabion, floodAbstrak: Studi ini bertujuan untuk mengamati penyebab kegagalan bendung bronjong Pante Cereumen Kabupaten Aceh Barat. Bendung tersebut baru selesai dikerjakan dan kerusakan terjadi diakhir masa pemeliharaan. Kerusakan terjadi pada saat sungai dalam keadaan banjir. Analisis dilakukan berdasarkan data pengamatan lapangan dan tinjauan secara hidrolis. Secara teoritis penyebab kegagalan bendung bronjong disebabkan oleh debit yang melalui mercu sangat lebih besar dari yang dipersyaratkan sehingga “steps” bronjong bisa rusak oleh dampak air yang jatuh. Beban sedimen berat, terutama kerikil dan batu meyebabkan menyebabkan kerusakan pada kawat. Kerusakan kawat menyebabkan batuan bronjong terburai dan bronjong menjadi hancur.Kata kunci : bendung, bronjong, banjir..
PENGARUH KONFIGURASI SENGKANG TERHADAP KEKAKUAN KOLOM YANG DIBEBANI GAYA GESER DAN AKSIAL TEKAN 0,4 P0 Saidi, Taufiq; Putra, Rudiansyah; Munawir, Munawir
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This paper report column experimental that loaded by axial constant and shear force. Axial constant load is 459,2 kN equal 0,4 Po; where Po is axial nominal capacity of reinforced column with size is 200 x 200 mm2, concrete compression strength (f’c) = 24 MPa, using 12 bars longitudinal steel D 11,6 (fy= 356,5 MPa) and shear ties from plain bar 5,6 mm with fy = 611,3 MPa. This research test applied to four experimental column, that shear reinforcement varied to: normal stirup, S0 ( ); three arm rein- forcement, S1 (    ); crosties, S2 (    ) and diamond, S3 (    ). Experimental column length is L= 580 mm with end- end of column condition is assumed as fix- hinge (k= 1,52). When tested, the botton end rigidly to strong floor and on the top end is given bearing that is connected to the load cell so that the vertical compressive axial load given perpendicular to the contact area on the top surface of the column. Bearing acts as roller which does not restrain the upper end of the column to move when lateral loads are given from the horizontal load cell. The process begins with given axial load through the vertical load cell to achieve a constant axial load and continue with shear force of horizontal load cell which given slowly through the column specimen was destroyed. The results showed that the addition of extra crossties rein- forcement increase stiffness of column.Based on calculations of experimental datas of the column deflec- tion stiffness that occurs when a given column shear load was V = 90 kN obtained relative stiffness ratio of column values to the whole cross-section (EI0) amounted to 0.783; 0.905; 0.896 and 0.869 respectively for columns with normal stirrup (S0), cross bar three arms (S1), crosties (S2) and diamond (S3).Keywords : reinforced concrete columns,supplemental ties, axial compression, shear force, column rigidity index.Abstrak: Makalah ini memaparkan hasil penelitian kolom beton bertulang yang dibebani aksial tekan konstan dan gaya geser. Besarnya beban aksial konstan adalah 459,2 kN atau setara 0,4 Po; dimana Po merupakan kapasitas nominal aksial kolom beton bertulang berdimensi 200 x 200 mm2 dengan mutu beton (f’c) = 24 MPa, menggunakan tulangan longitudinal 12 D 11,6 (fy= 356,5 MPa) dan tulangan sengkang berdiameter 5,6 mm dengan fy = 611,3 MPa. Penelitian ini diaplikasikan pada empat benda uji kolom yang divariasikan konfigurasi sengkangnya berupa: sengkang normal, S0 (    ); sengkang tiga lengan, S1 (    ); sengkang crosties, S2 (    ) dan sengkang diamond, S3 (    ). Panjang kolom yang diteliti adalah L= 580 mm dengan kondisi ujung- ujung kolom secara teoritis diasumsikan berupa jepit- rol (k= 1,52). Saat dilakukan pengujian, bagian ujung bawah kolom tertumpu secara kaku dan ujung atasnya dipasangkan bearing pemberi beban yang terhubung secara langsung dengan load cell vertikal sehingga beban aksial tekan yang diberikan tegak lurus terhadap bidang kontak pada permukaan atas kolom. Bearing pemberi beban berperilaku sebagai tumpuan rol yang tidak menghambat ujung atas kolom untuk berdefleksi pada saat dibebani beban lateral yang disalurkan melalui load cell horizontal. Proses pem- bebanan diawali dengan pembebanan aksial yang diberikan melalui load cell vertikal sampai tercapai beban aksial konstan rencana dan diteruskan dengan pembebanan gerer dari gaya dorong load cell horizontal yang diberikan secara perlahan sampai dengan benda uji kolom mengalami kehancuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tulangan sengkang ekstra mampu meningkatkan kekakuan kolom. Berdasarkan hasil perhitungan kekakuan kolom berdasarkan data defleksi yang terjadi saat beban geser kolom yang diberikan sebesar V= 90 kN diperoleh rasio nilai kekakuan relatif kolom terhadap penampang utuh (EI0) sebesar 0,783; 0,905; 0,896 dan 0,869 berturut-turut untuk kolom dengan tulangan sengkang normal (S0), sengkang tiga lengan (S1), sengkang crosties (S2) dan sengkang diamond (S3).Kata kunci : kolom beton bertulang, sengkang ekstra, beban tekan aksial, gaya geser, nilai kekauan kolom.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PEMENANG PELELANGAN JASA PELAKSANA KONSTRUKSI Tripoli, Tripoli; Mubarak, Mubarak; Shofiasti, Yunia
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Completion of a construction project generally delivered through two main stages namely pre-construction and construction process. At the pre-construction, one of the activities carried out is- tender of work. Tender is considered as one of importantactivity, because the most responsive contrac- tor is determined at this stage. To be elected as the winner of tender, there are a number of factors that influence. Therefor, this study is aimed to examine the factors that affect the determination of the winning of construction tender. The study focuses on the construction project that was terdered using post qualification method in the Department of Highways and Human Settlements (BMCK) Province of Aceh. Data obtained from the 50 quitionaire delivered to the tender committees and contractors involved in the tenderprocess from year 2006 to 2010. Reference used is the Presidential Decree Num- ber 80 of year 2003 . The results showed that the most influencing factors to determine the winner of the tender related to aspects of the technical requirements and qualifications of contractor. In detail, the four dominant factors respectively are the implementation schedule, technical specifications, personnel qualification, and equipment.Keywords : Determinant factors, the winner, tender, contractorAbstrak: Penyelesaian sebuah proyek konstruksi secara umum melalui dua tahapan utama yakni proses pra konstruksi dan konstruksi. Pada tahap pra konstruksi, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelelangan pekerjaan. Pelelangan menjadi salah satu tahapan penting mengingat pada kegiatan ini ditentukan pelaksana kegiatan yang terbaik. Untuk dapat terpilih menjadi pemenang pelelangan, ada sejumlah faktor yang memberi pengaruh.Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan pemenang lelang jasa pelaksana proyek konstruksi.Kajian dilakukan pada pelelangan umum pekerjaan konstruksi menngunakan metode pasca kualifikasidi Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Aceh. Data diperoleh dari menyebarkan 50kuesioner kepada panitia lelang dan kontraktor yang terlibat pada pelelangan dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010.Acuan yang digunakan adalah Keputusan Presiden Republik IndonesiaNomor 80 Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persyaratan teknis dan kualifikasi menjadi 2 hal yang dikategorikan Sangat Menentukan (SM) untuk menentukan pemenang lelang. Secara rinci, 4 faktor dominan yang menen- tukan dari kedua persyaratan tersebut secara berturut-turut adalah faktor jadwal pelaksanaan, spesifikasi teknis, personil, dan peralatan.Kata kunci :Faktor penentu, pemenang, lelang, pelaksana konstruksi
PENGARUH VARIASI SUHU PEMADATAN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPHALT 0/11 Yamali, Fakhrul Rozi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Split Mastic Asphalt Mixture using maximum aggregate size 11 mm (SMA 0/11) usually use for new heavy road. Temperature is one of the important factor in compact the mixture.The research of variation in temperature of compaction of SMA 0/11 were conducted in Laboratory of Technology Faculty at University of Batanghari, Jambi. Aim of this research is to know the influence of temperature in compact the SMA 0/11.The variation of temperature in compaction are made with the optimum asphalt content of the SMA 0/11 mixture. Temperature at compaction are variate at 120oC, 130oC, 140oC and 150oC.  The result shows, until temperature  up to 150oC, the Marshal Quotient (MQ) has the highest value, eventhough the Flow at this temperature is the highest one.Keywords : split mastic asphalt 0/11, temperature, Marshall Quotient. Abstrak:CampuranSplit Mastic Asphalt dengan agregat berukuran maksimum 11 mm (SMA 0/11) biasanya digunakan sebagai lapis permukaan jalan baru. Suhu saat pemadatan SMA 0/11 merupakan salah satu faktor penting demi tercapainya spesifikasi yang berlaku.  Penelitian mengenai variasi suhu pemadatan SMA 0/11 telah dilakukan di Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Batanghari, Jambi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu saat pemadatan SMA 0/11 terhadap karakteristik marshall. Variasi suhu pemadatan dilakukan setelah diperoleh kadar aspal optimum untuk SMA 0/11. Suhu pada pemadatan divariasikan pada 120oC, 130oC, 140oC dan 150oC.Hasil penelitian menunjukkan, peningkatan suhu pemadatan sampai 150oC, Marshall Quotient (MQ)masih menunjukkan peningkatan, walaupun Flow pada suhu ini adalah yang tertinggi.Kata Kunci: split mastic aspalt 0/11, Suhu,  Koefisien Marshall
KORELASI Ø DAN C PADA UJI TRIAKSIAL DENGAN INDEKS PLASTISITAS TANAH DESA NEUHEUN ACEH BESAR Sundary, Devi; Marwan, Marwan
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to evaluate effect of soil plasticity index (PI) to shear strength parameters, e.i. the angle of shearing (φ) and cohesion value (c). The soil sample that to be used for the research was taken from Neuheun Village, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District. Based on AASHTO soil classification, the soil sample was Group A-7-6, wereas based on USCS soil classification, the soil was sandy clay of CL symbol. Soil specimen for Undisturbed Sample (UDS) and Disturbed Sample (DS) were 20 samples respectively, each sample was made to be three sub samples. The result of research shows there is a linier correlation of shearing angle to PI, i.e., φ = -1,3783 PI + 34,345; R2 = 0,6939 for Undisturbed Samples (UDS) and φ = -1,7089 PI + 51,963; R2 = 0,7488 for Disturbed Samples (DS). The result of research also shows there is a linier correlation of cohesion value to PI, i.e., c = - 0,0952 PI + 2,5246; R2 = 0,7489 for UDS and c = -0,142 PI + 4,3785; R2 = 0,8741 for DS. It can be conclused that shear strength parameters for all tested samples in this research influenced by soil plasticity index. The higher soil plasticity index resulted the lower Shear Strength Parameters φ and c .Keywords : shear strength parameters, soil plasticity index, undisturbed and disturbed sampleAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai parameter kuat geser, yaitu: sudut geser (φ) dan nilai kohesi (c) dengan indeks plastisitas (Plasticity Index, PI) tanah. Tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Desa Neuheun Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Lokasi tersebut merupakan lereng gunung yang rawan terjadinya longsor. Kawasan ini telah digunakan sebagai sarana transportasi untuk menuju quarry yang terletak di ujung kawasan beberapa kompleks perumahan penduduk yang belum diketahui kekuatan daya dukung tanah dasarnya. Menurut klasifikasi AASHTO tanah Desa Neuheun tergolong jenis tanah lempung dengan simbol kelompok A-7-6, sedangkan menurut klasifikasi USCS tanah tersebut termasuk golongan tanah lempung berpasir dan diberi simbol CL. Pengujian kuat geser dilakukan dengan menggunakan alat uji Triaksial. Jumlah benda uji pada masing-masing tanah tidak terganggu (Undisturbed Sample, UDS) dan tanah terganggu (Disturbed Sample, DS) 20 sampel, tiap sampel dibuat menjadi tiga sub sampel. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hubungan nilai sudut geser dengan PI sampel tanah menunjukkan adanya hubungan linier dengan persamaan φ = -1,3783 PI + 34,345; R2 = 0,6939 untuk tanah UDS dan φ = -1,7089 PI + 51,963; R2 = 0,7488 untuk DS. Hubungan nilai kohesi dengan indeks plastisitas sampel tanah juga menunjukkan hubungan linier dengan persamaan c = -0,0952 PI + 2,5246; R2 = 0,7489 pada sampel tanah tidak terganggu dan c = -0,142 PI + 4,3785; R2 = 0,8741 pada sampel tanah terganggu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan persamaan yang didapat dari hasil hubungan linier, nilai parameter kuat geser pada setiap lokasi pengambilan sampel tanah dipengaruhi oleh nilai indeks plastisitas tanah. Semakin tinggi nilai indeks plastisitas tanah maka nilai parameter kuat geser φ dan c semakin rendah.Kata kunci : parameter kuat geser, indeks plastisitas, tanah tidak terganggu dan terganggu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10