cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, dengan frekuensi penerbitan 3 edisi pertahun, yaitu Januari, Mei, dan September. Jurnal Teknik Sipil telah terbit sejak tahun 2011, dengan edisi pertama Volume 1, Nomor 1, September 2011. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil telah menerbitkan 6 Volume, dan 1 Volume Special Issue. Untuk Volume 7, Jurnal Teknik Sipil akan terbit 2 kali setahun, yaitu Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012" : 9 Documents clear
PENYEBAB PERUBAHAN DESAIN RUMAH STANDAR OLEH KONSUMEN (STUDI KASUS: PERUMAHAN VILLA CITRA DI BUMI PERMATA LAMNYONG) Mutiawati, Cut; Buraida, Buraida
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.322 KB)

Abstract

Abstract: Consumer seldom redesign their property from developer. Therefor need a study to get dominant factors cause of redesign. The location for this research is Villa Citra and Bumi Permata Lamnyong Residence in Banda Aceh and Aceh Besar. Based on research, the dominant factor cause of redesign in Bumi Permata Lamnyong Residence are house size (type 36 and type 70), “availibility of fund” (type 45 and tipe 50) and need of family (type 130). the dominant factor cause of redesign in Villa Citra residence are need of family ( type 36), amount of room (type 50), house size (type 70) and esthetics factor (type 130).Keywords : Redesign, houseAbstrak: Pembeli (konsumen) rumah sering melakukan perubahan desain rumah yang dibeli dari developer. Untuk itu perlu suatu studi yang bertujuan untuk mencari faktor-faktor dominan yang menjadi penyebab perubahan desain yang sering dilakukan oleh konsumen perumahan. Penelitian dilakukan pada komplek perumahan Villa Citra dan Bumi Permata Lamnyong yang berlokasi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Hasil diperoleh faktor dominan penyebab terjadinya perubahan desain untuk masing-masing tipe rumah pada Perumahan Bumi Permata Lamnyong  adalah perubahan karena ukuran ruang (tipe 36 dan tipe 70), perubahan karena ketersediaan dana (tipe 45 dan tipe50) dan perubahan karena keinginan keluarga (tipe 130). Sedangkan pada Perumahan Villa Citra faktor yang dominan adalah perubahan karena keinginan keluarga (tipe 36), karena jumlah ruang (tipe 50), karena ukuran ruang (tipe 70) dan karenaestetika/keindahan/tampak (tipe 130).Kata kunci : perubahan desain, rumah standar.
PENGARUH VARIASI JUMLAH AGREGAT PADA CAMPURAN BETON (MIX DESIGN) TERHADAP KUAT TEKAN BETON Aulia, Teuku Budi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to know the influence of the percentage of aggregate amount against the normal concrete compressive strength with a Water Cement Ratio (w/c-ratio) of 0.35; 0.40 and 0.45, in order to obtain the optimum percentage of aggregate amount in the concrete mix. The specimens used in this research were the standard cylinders with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm amounting to 90 samples and cubes with a size of 150 x 150 x 150 mm amounting to 54 samples. The maximum aggregate diameter was 25.4 mm with the planned slump of 75-100 mm. Variables in this study were three variations of w/c-ratio and three variations of the percentage of aggregate amount (60%; 70% and 80%). Concrete compression tests were carried out at the age of 7 and 28 days using the compression tester machine with a capacity of 100 ton. The standards used in this research were the American Concrete Institute (ACI), the American Society for Testing and Materials (ASTM), British Standard (BS), and the Indonesia National Standard (SNI). Concrete mix design was done by the method of weight proportion of the material. Cement being used was Portland Cement Type I. To record the data of loads and deformations during testing was used portable data logger. To analyze the effect between determined variables was selected a variant analysis using two ways classification with fixed effect model. Regression analysis used was multiple polynomial regression. Based on the variance analysis results, it is showed that there is a significant influence between the aggregate amount against the concrete compressive strength, with the maximum concrete compressive strengths were obtained at the percentage of aggregate amount of 70% for each w/c-ratio, specimen shape factor and age of testing.Keywords : Compressive strength, aggregate amount, w/c-ratio, specimen shape factor, age of testingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase jumlah agregat terhadap kuat tekan pada campuran beton normal dengan Faktor Air Semen (FAS) 0,35; 0,40 dan 0,45, agar diperoleh persentase jumlah agregat dalam campuran beton yang optimal. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benda uji silinder standar berukuran diameter 150 mm, tinggi 300 mm berjumlah 90 buah dan kubus dengan ukuran 150 x 150 x 150 mm berjumlah 54 buah. Diameter agregat maksimum yang digunakan adalah 25,4 mm dengan tinggi slump rencana 75-100 mm. Variabel pada penelitian ini adalah 3 buah FAS dan 3 variasi persentase jumlah agregat yaitu (60%; 70% dan 80%). Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7 dan 28 hari menggunakan mesin penguji kuat tekan berkapasitas 100 ton. Standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah American Concrete Institute (ACI), American Society for Testing and Materials (ASTM), British Standard (BS), dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Perencanaan campuran beton dilakukan dengan metode perbandingan berat material. Semen yang digunakan adalah PC (Portland Cement) Tipe I. Untuk mendapatkan data beban dan deformasi pada saat pengujian digunakan portable data logger. Untuk menganalisis pengaruh antar variabel yang digunakan dipilih analisis varian klasifikasi dua arah model efek tetap. Analisis regresi yang digunakan adalah regresi polinomial berganda.Berdasarkan hasil analisis varian ditunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata antara persentase jumlah agregat terhadap kuat tekan beton, dengan kuat tekan beton maksimum diperoleh pada persentase jumlah agregat 70% untuk setiap FAS, faktor bentuk dan umur pengujian.Kata kunci : Kuat tekan, persentase jumlah agregat, FAS, bentuk benda uji dan umur.
KAJIAN RESIKO PADA TAHAP PRA BENCANA UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PROYEK KONSTRUKSI Husin, Saiful; Malahayati, Nurul; Anggraini, Aldalina
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.591 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to assess the impact of disaster risk in Ie Pasee, Mireuk Lamreudeup Village, Baitussalam subdistrict, Aceh Besar district, so as to obtain a conclusion that the project fits in the implementation of mitigation. The expected benefits of this study are that it can be used as a model example of strategies used for disaster management. The scope of research includes the study of the impact of disaster risks can be determined so that the appropriate priority construction projects. Planned management of the project only at the stage of preparation and planning cycle and process Engineering System for implementation of disaster mitigation. The data required for this research was primary and secondary form of data, obtained from the Village Apparatus and discussions with the community. The results of studies that influence the risk of disasters: the tsunami and earthquake, earthquakes, inundation, fire, drought, dengue fever, and pest plants. Disasters are a priority to be addressed is a pool with a probability level value of 4 (four) namely:  high possibility (60-80% for next year, or once every 10 years), and the risk level value of 4 (four), namely: Severe (60-80% area destroyed). In a disaster of catastrophic risk assessment results can be concluded that the Beneficiaries needs: the construction of drainage, planting tree, litter shelters, disaster preparedness training, mutual cooperation and socialization and that the priority is the construction of drainage with the results of pair wise ranking methods - charting obtain the largest number is: 105 votes.Keywords : Risk, Disaster, Project, ConstructionAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji risiko bencana yang berpengaruh di Dusun Ie Pasee, Desa Mireuk Lamreudeup, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, sehingga memperoleh suatu kesimpulan proyek yang cocok dalam pelaksanaan mitigasi. Adapun manfaat yang diharapkan dari kajian ini adalah dapat dijadikan suatu contoh model strategi yang digunakan untuk penanggulangan bencana. Ruang lingkup penelitian mencakup kajian risiko bencana yang berpengaruh sehingga dapat ditentukan prioritas proyek konstruksi yang sesuai. Direncanakan manajemen proyek hanya pada tahap persiapan dan perencanaan dalam siklus dan proses Engineering System untuk pelaksanaan mitigasi bencana. Data–data yang diperlukan untuk penelitian ini adalah berupa data Primer dan Skunder, diperoleh dari Aparatur Desa dan juga hasil diskusi bersama masyarakat. Hasil dari kajian risiko bencana yang berpengaruh adalah: tsunami dan gempa bumi, gempa bumi, genangan, kebakaran, kemarau, demam berdarah, dan hama tanaman. Bencana yang menjadi prioritas untuk ditangani adalah genangan dengan tingkat probabilitas bernilai 4 (empat) yaitu: kemungkinan besar (60 – 80% terjadi tahun depan, atau sekali dalam 10 tahun mendatang), dan tingkat bahaya bernilai 4 (empat) yaitu: Parah (60 – 80% wilayah hancur). Dalam penanggulangan bencana dari hasil penilaian risiko bencana dapat disimpulkan bahwa masyarakat memerlukan pembangunan drainase, penanaman pohon, tempat penampungan sampah, pelatihan kesiapsiagaan bencana, gotong royong dan sosialisasi, dan yang menjadi prioritas adalah pembangunan drainase dengan hasil metode pairwise ranking – charting memperoleh angka terbesar yaitu: 105 suara.Kata kunci : Risiko, Bencana,  Proyek, Konstruksi.
HUBUNGAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO DENGAN INDEKS PLASTISITAS TANAH DESA NEUHEUN ACEH BESAR Marwan, Marwan; Sundary, Devi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.112 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to evaluate effect of soil plasticity index (PI) to California Bearing Ratio (CBR) value. The soil sample that to be used for the research was taken from Neuheun Village, Mesjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District. Based on AASHTO soil classification, the soil sample was Group A-7-6, wereas based on USCS soil classification, the soil was sandy clay of CL symbol. Soil specimen for Disturbed Sample (DS) and Undisturbed Sample (UDS) were 20 samples respectively, 10 of unsoaked samples and 10 of soaked samples with waiting period of 4 days. The result of research shows there is a linier correlation of CBR to PI, i.e., CBR = - 0,990 PI + 28,79; R2 = 0,868 for unsoaked and DS (Disturbed Sample). For unsoaked and UDS (Undisturbed Sample), the linear correlation results CBR = - 0,464 PI + 10,60; R2 = 0,728. The result of research also shows there is a linier correlation of CBR to PI for soaked and DS (Disturbed Sample). , i.e., CBR = - 0,673 PI + 15,88; R2 = 0,706. For soaked and UDS (Undisturbed Sample), the linear correlation results CBR = - 0,132 PI + 3,625; R2 = 0,887. It can be conclused that CBR value for all tested samples in this research influenced by soil plasticity index. The higher soil plasticity index resulted the lower CBR value.Keywords : CBR value, soil plasticity index, soaked and disturbed sampleAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai CBR (California Bearing Ratio) dengan indeks plastisitas (Plasticity Index, PI) tanah. Tanah yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Desa Neuheun Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Lokasi tersebut merupakan lereng gunung yang rawan terjadinya longsor. Kawasan ini telah digunakan sebagai sarana transportasi untuk menuju quarry yang terletak di ujung kawasan beberapa kompleks perumahan penduduk yang belum diketahui kekuatan daya dukung tanah dasarnya. Menurut klasifikasi AASHTO tanah Desa Neuheun tergolong jenis tanah lempung dengan simbol kelompok A-7-6, sedangkan menurut klasifikasi USCS tanah tersebut termasuk golongan tanah lempung berpasir dan diberi simbol CL. Pengujian CBR dilakukan dengan menggunakan alat uji CBR. Jumlah benda uji pada masing-masing tanah terganggu (Disturbed Sample, DS) dan tidak terganggu (Undisturbed Sample, UDS) 20 sampel, 10 sampel untuk benda uji  tidak terendam dan 10 sampel untuk benda uji rendaman dengan masa tunggu 4 hari yang diikuti dengan pengukuran nilai pengembangannya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hubungan nilai CBR tidak terendam dengan PI sampel tanah menunjukkan adanya hubungan linier dengan persamaan CBR = - 0,990 PI + 28,79; R2 = 0,868 pada sampel tanah terganggu dan CBR = - 0,464 PI + 10,60; R2 = 0,728 pada sampel tanah tidak terganggu.   Hubungan nilai CBR terendam dengan indeks plastisitas sampel tanah juga menunjukkan hubungan linier dengan persamaan CBR = - 0,673 PI + 15,88; R2 = 0,706 pada sampel tanah terganggu dan CBR = - 0,132 PI + 3,625; R2 = 0,887 pada sampel tanah tidak terganggu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan persamaan yang didapat dari hasil hubungan linier, nilai CBR pada setiap lokasi pengambilan sampel tanah dipengaruhi oleh nilai indeks plastisitas tanah. Semakin tinggi nilai indeks plastisitas tanah maka nilai CBR semakin rendah.Kata kunci : Nilai California Bearing Ratio, indeks plastisitas, tanah terganggu dan terendam
MANAJEMEN PENANGANAN KONSTRUKSI JALAN RAYA (STUDI KASUS JALAN SYIAH KUALA BANDA ACEH) Afrizal, Afrizal; Saleh, Sofyan M.; Fadhly, Noer
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.524 KB)

Abstract

Abstract: The establishment of Lampulo as the fishing industrial area in Banda Aceh spatial improvements in the management of Coastal Fishery Port (PPP) to the Ocean Fishery Port (PPS) affects the growth of traffic volume on Jalan Syiah Kuala. The study was conducted on a segment of the Jalan Syiah Kuala. The research objective is to analyze the performance of road maintenance management, upgrading of roads to assess the feasibility to perform analysis of Vehicle Operating Costs (BOK), the capacity of the road and the IRI (International Rougnhness Index). Analysis based on the guideline calculations in MKJI 1997. The analysis shows that traffic growth is analyzed by the two scenarios, namely the growth of normal (Do Nothing) and the growth development of the area (Do Something). Do Nothing Jalan Syiah Kuala is rising the traffic growth that need to be handled with four alternatives: (1) analysis of the performance of existing road conditions do minimum (2/2 UD) in 2010 to 2014; (2) alternative A handling (2/2 UD) 2015, to 2016, (3) alternative B (4/2 D) in 2017 to 2021 and (4) alternative C (6/2 D) in 2022 to 2024. Jalan Syiah Kuala needs to have a good way of handling to maintain the degree of saturation as the ratio of traffic flow on road capacity remains below 0.75. For the development activity in Lampulo, it needs to be done with four alternatives: 1) analysis of existing road conditions (2/2 UD) of 2010 to 2013; 2) alternative A (4/2 D) 2014, s / d 2019; 3) alternative B (6/2 D) in 2020 to 2021, 4) alternative C (6/2 D) increase the width of the strip in 2022 to 2024. Methods of Syiah Kuala road maintenance carried out by IRI analysis. Routine maintenance of normal growth carried out each year and periodically in 2022, growth in the development of the periodic maintenance performed in 2021. Recommended to the city of Banda Aceh Public Works to manage the handling of Jalan Syiah Kuala future maintenance and reconstruction plans.Keywords : management, street performance, maintenance, financingAbstrak: Penetapan Lampulo sebagai kawasan industri perikanan dalam tata ruang Banda Aceh dengan peningkatan status pengelolaan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) menjadi Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) berdampak terhadap pertumbuhan volume lalu lintas pada Jalan Syiah Kuala. Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Syiah Kuala. Tujuan penelitian adalah menganalisis kinerja jalan terhadap manajemen pemeliharaan, peningkatan jalan dengan mengkaji tingkat kelayakan dengan melakukan analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK), kapasitas jalan dan IRI (Internasional Rougnhness Index). Analisa berdasarkan pedoman perhitungan dalam MKJI 1997. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan lalu lintas dikaji dengan dua scenario yaitu pertumbuhan normal (Do Nothing) dan pertumbuhan pengembangan kawasan (Do Something). Do Nothing Jalan Syiah Kuala pertumbuhan lalu lintas meningkat sehingga perlu penanganan jalan dengan 4 alternatif, yaitu 1) analisa kinerja jalan kondisi existing do mínimum (2/2 UD) pada tahun 2010 s/d 2014; 2) penanganan alternatif A (2/2 UD) tahun 2015 s/d 2016; 3) alternatif B (4/2 D) tahun 2017 s/d 2021 dan 4) alternatif C (6/2 D) tahun 2022 s/d 2024. Penanganan Jalan Syiah Kuala perlu dilakukan untuk mempertahankan derajat kejenuhan sebagai rasio arus lalu lintas terhadap kapasitas jalan tetap dibawah 0,75. Untuk aktivitas pengembangan kawasan Lampulo perlu dilakukan penanganan jalan dengan 4 alternatif, yaitu 1) analisa jalan kondisi existing (2/2 UD) tahun 2010 s/d 2013; 2)  alternatif A (4/2 D) tahun 2014 s/d 2019; 3) alternatif B  (6/2 D) tahun 2020 s/d 2021; 4) alternative C (6/2 D) penambahan lebar lajur tahun 2022 s/d 2024. Metode pemeliharan Jalan Syiah Kuala dilakukan dengan analisa IRI. Pertumbuhan normal dilakukan pemeliharan rutin setiap tahun dan berkala pada tahun 2022, pertumbuhan pengembangan kawasan dilakukan pemeliharan berkala tahun 2021. Disarankan kepada Dinas PU kota Banda Aceh untuk melakukan manajemen penanganan Jalan Syiah Kuala dimasa mendatang pemeliharaan dan rencana rekontruksi.Kata kunci : Manajemen, kinerja jalan, pemeliharaan, pembiayaan
HUJAN EFEKTIF UNTUK PADI SAWAH DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH Dirwan, Dirwan; Hasanah, Uswatun
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.797 KB)

Abstract

Abstract: The effective rainfall is calculated usually using the irrigation design standard KP 01.  In this study the effective rainfall calculation is based on the water balance concept. The goal’s study to determine the fields level effect toward the effective rainfall and to determine the amount of effective rainfall for rice in the study area. The case study is in the Blang Bintang village, Aceh Besar district. The data is used the fields level, planting season, rainfall, air temperature, relative humidity, wind speed and solar radiation. The average of the field level is 18 cms. Similarity test use “t” test statistical analysis. The proving hypothesis suggests that the fields level is affected the effective rainfall, into account the fields level at 80% probability of occurrence from 10,4 to 104,8 mm/month. The effective rainfall value is greater than the effective rainfall value is calculated is based on the KP 01 conceptsKeywords : effective rainfall, fields levelAbstrak: Perhitungan curah hujan efektif umumnya dilakukan berdasarkan standar perencanaan irigasi KP 01. Di dalam penelitian ini perhitungan curah hujan efektif dilakukan berdasarkan konsep keimbangan air. Pada konsep ini faktor utamanya adalah tinggi pematang sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pematang sawah terhadap curah hujan efektif dan untuk mengetahui besarnya curah hujan efektif untuk padi di daerah penelitian. Lokasi penelitian terletak di daerah Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Data yang digunakan adalah tinggi pematang sawah, musim tanam, curah hujan, temperatur udara, kelembaban relatif, kecepatan angin, dan penyinaran matahari. Tinggi pematang sawah rata-rata di lokasi adalah 18 cm. Uji kesamaan menggunakan teknik analisis statistik uji t. Hasil pembuktian hipotesis menunjukkan bahwa tinggi pematang sawah berpengaruh terhadap besarnya curah hujan efektif. Nilai curah hujan efektif dengan memperhitungkan tinggi pematang sawah pada probabilitas kejadian 80% berkisar antara 10,4 – 104,8 mm/bulan. Besarnya nilai curah hujan efektif lebih besar jika dibandingkan dengan nilai curah hujan efektif yang dihitung berdasarkan konsep yang diberikan di dalam KP 01.Kata kunci : Hujan efektif, pematang sawah
ANALISIS DAMPAK LALU - LINTAS (ANDALALIN) PADA JALAN T.UMAR DITINJAU DARI TATA RUANG KOTA BANDA ACEH Puspita, Ayuza Jria; Irwansyah, Mirza; Fadhly, Noer
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.838 KB)

Abstract

Abstract: Government regulation of Banda Aceh city the Urban Spatial Planning year  2009-2029 in which the site T.Umar road is earmarked for trade and services regional. T.Umar road area is the center of the Banda Aceh urban which have the heavy traffic condition especially in  the morning and late afternoon, this is due to the limited road capacity, limitations of the road network, intersection arrangements, and limited parking provision. Divided into four zones of the study area and 10 points (A - I). On recapitulation and the  calculations of the rise and the biggest drag on the business day is CD 1692 Smp/hour point and F-G 2511 smp/h, on a Sunday There is also C-D 2901 smp / hour point. While the largest traffic percentage result is 23% on F-G point and I-J point, and Sunday C-D 30% point. On working day, F-G roads a critical degree of saturation at 1,16 Monday morning, it is because of the activities in the morning. Meanwhile, on Monday afternoon at C point to E point  the degree of saturationhas already saturated, that is characterized by the value of DS of 1,09. Troubled zones in C-E point is an area that has a function instead of the trade and services as outlined in the city of Banda Aceh RTRW 2009-2029. The troubled zone due to the occurrence of a mixed land use (mixed use). this is what makes the imbalance development region so that the land use. In this case Spatial planning should follow what is already regulated by Government that do not alter the function of which is included in the Spatial Plan of the City. Active role of the public who pass through T.Umar road is necessary not only to limit and regulate space and community activities, but also provide encouragement and opportunities to community and participate in spatial activities by observing regulations.Keywords : Rise and drag, Spatial, the Spatial City.Abstrak: Peraturan pemerintah Kota Banda Aceh pada Rencana Tata Ruang Kota Banda Aceh Tahun 2009-2029 dimana lokasi Jalan T.Umar ini diperuntukkan untuk kawasan perdagangan dan jasa. Kawasan Jalan T.Umar merupakan pusat Kota Banda Aceh yang memiliki kondisi lalu - lintas yang padat terutama pada pagi & sore hari, hal ini disebabkan oleh kapasitas jalan yang terbatas, keterbatasan jaringan jalan, pengaturan persimpangan, serta keterbatasan penyediaan parkir. Daerah penelitian dibagi 4 zona dan 10 titik (A-I). Pada perhitungan rekapitulasi bangkitan dan tarikan terbesar pada hari kerja adalah titik  C-D 1.692 smp/jam dan  F-G 2.511 smp/jam, pada hari Minggu juga terdapat pada titik C-D 2.901 smp/jam. Sedangkan hasil persentase lalu lintas terbesar 23 % pada titik F-G dan titk I-J, pada hari Minggu titik C-D 30%. Pada hari kerja  ruas jalan F-G derajat kejenuhan kritis pada Senin pagi hari 1,16, hal ini di karenakan aktifitas di pagi hari. Sedangkan pada Senin sore pada titik C ke titik E derajat kejenuhan sudah jenuh ditandai dengan nilai D/S  sebesar 1,09. Zona yang bermasalah pada titik C-E merupakan kawasan yang memiliki fungsi bukan kawasan perdagangan dan jasa seperti yang tertera pada RTRW Kota Banda Aceh 2009-2029. Zona yang bermasalah diakibatkan terjadinya penggunaan lahan yang bercampur (mixed use). Hai ini yang membuat terjadinya ketidakseimbangan perkembangan kawasan tersebut sehingga terjadinya alih fungsi lahan. Dalam hal ini Perencanaan Tata Ruang sebaiknya mengikuti apa yang sudah diatur oleh Pemerintah agar tidak merubah fungsi kawasan yang sudah dicantumkan pada Rencana Tata Ruang Kota. Peran aktif masyarakat yang melewati Jalan T.Umar diperlukan tidak semata-mata membatasi dan mengatur ruang gerak dan kegiatan masyarakat, akan tetapi juga memberi dorongan dan peluang agar masyarakat berpartisipasi pula dalam kegiatan penataan ruang dengan menaati peraturan yang ada.Kata kunci Bangkitan dan tarikan, RTRW, Tata Ruang Kota.
STUDI EFISIENSI IRIGASI PADA PETAK SAWAH DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL PADI DI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE Yanti, Rahmi Putri; Yulianur, Alfiansyah; Rizalihadi, Maimun
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.087 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia based on the value of irrigation efficiency standards by 65% Irrigation Planning. This value when compared to some countries in Asia were still much greater because of the efficiency of existing irrigation network was limited in that it needs to be revisited until the value of the efficiency of irrigation fields. This study aims to determine the efficiency of irrigation in rice fieldsis actually through direct measurements in the field. Measurements were taken at one tertiary JKr21Kr Krueng Jreue Regional Irrigation. To evaluate the efficiency of irrigation in rice fields used two methods of measurement. Inflow-outflow method for measuring the delivery of irrigation water in rice fields (Vf) which use the modified pipes that serves as the entrance and exit of water in the tertiary, the difference between incoming water and outgoing water is the amount of water used in rice fields. Drum technique method for measuring the water demand of rice in rice fields (Vm), the use of 3 (three) drum with a diameter of 50 cm and height 125 cm. Drum serves to measure the evapotranspiration parameters, percolation and effective rainfall. These results indicate the efficiency of irrigation in rice fields (Ea) of 59.57%. The study recommends irrigation efficiency based on the Standard Planning Irrigation needs to be calculated up to the fields, so that the obtained value of 38.72% irrigation efficiency and irrigation efficiency by planning to be at 40.68%. The value of irrigation efficiency can be improved by carrying out repairs and maintenance on the rice field to prevent seepage and an awareness of attitudes and behaviors of farmers in irrigation water use, so the addition of land area is made possibleKeywords : Evapotranspiration, percolation, water discharge, drum technique, inflow-outflow.Abstrak: Indonesia nilai efisiensi irigasi berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi sebesar 65%. Nilai ini bila dibandingkan dengan beberapa negara di Asia ternyata masih jauh lebih besar karena nilai efisiensi irigasi yang ada hanya sebatas di jaringan sehingga perlu ditinjau kembali nilai efisiensi irigasi sampai ke petak sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai efisiensi irigasi pada petak sawah yang sebenarnya melalui pengukuran langsung di lapangan.. Pengukuran dilakukan pada salah satu petak tersier JKr21Kr  di Daerah Irigasi Krueng Jreue. Untuk mengevaluasi nilai efisiensi irigasi pada petak sawah digunakan dua metode pengukuran. Metode inflow-outflow untuk mengukur pemberian air irigasi pada petak sawah (Vf) dimana menggunakan pipa paralon yang berfungsi sebagai pintu masuk dan pintu keluar air pada petak tersier, selisih antara air yang masuk dan air keluar merupakan jumlah air yang digunakan pada petak sawah. Metode teknik drum padi untuk mengukur kebutuhan air di petak sawah (Vm), menggunakan 3 (tiga) buah drum dengan diameter 50 cm dan tinggi 125 cm. Drum ini berfungsi untuk mengukur parameter evapotranspirasi, perkolasi dan curah hujan efektif. Hasil penelitian ini menunjukan nilai efisiensi irigasi pada petak sawah (Ea) sebesar 59.57%. Hasil penelitian merekomendasikan efisiensi irigasi berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi perlu diperhitungkan sampai ke petak sawah, sehingga di peroleh nilai efisiensi irigasi sebesar 38.72% dan efisiensi irigasi berdasarkan perencanaan menjadi sebesar 40.68%. Nilai efisiensi irigasi ini dapat ditingkatkan dengan cara melakukan perbaikan dan pemeliharaan pada pematang sawah agar tidak terjadi rembesan serta adanya kesadaran  sikap dan perilaku petani dalam penggunaan air irigasi, sehingga penambahan luas lahan sangat dimungkinkan terjadi.Kata kunci : Evapotranspirasi, perkolasi, debit air, teknik drum, inflow-outflow.
TRAFFIC BREAKDOWN MECHANISM OF HIDDEN BOTTLENECK: A CASE STUDY OF U-TURN SECTION ON AN ARTERIAL ROAD Sugiarto, Sugiarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.29 KB)

Abstract

Abstract: The Traffic breakdown mechanisms were studied on arterial road of T. Nyak Arief Road specifically at in front of Zainal Abidin General Hospital which is median opening exist. Studies were conducted during three days a week including morning and evening peak hours. The diagnostic tools used in this work were oblique cumulativ plots and breakdown event fuction methods. Both methods are time series treatment between cumulative vehicles arrival versus time contracted from data recorded by video tape. It is clearly shown that in certain time during an hour observation bottleneck becomes active then breakdown occurs on average 39 minutes within an hour on u-turn section. Finding from this work on average capacity drops in median opening approximately in the range 8-9 percent controlled by capacity in immediately before breakdown. Performing by breakdown event method, speed founded drop on average 10 percent effected by median opening.Keywords : Breakdown mechanism, Oblique Cumulative Plots, Breakdown Event Fuction, U-Turn, speed and capacity drops.Abstrak: Studi mekanisasi hambatan lalu lintas dilakukan pada jalan arteri perkotaan Jalan T. Nyak Arief tepatnya di depan RSU. Zainal Abidin dimana merupakan lokasi bukaan median. Peneli­tian dilakukan selama 3 (tiga) hari dalam seminggu termasuk pada jam puncak pagi dan sore. Oblique cumulative plots dan breakdown event function methods digunakan sebagai alat pen­diagnosa mekanisasi aliran lalu lintas di lokasi penelitian. Kedua metode ini adalah kurva hubun­gan antara jumlah kumulatif kedatangan kendaraan terhadap waktu kedatangan yang diban­gun dari hasil ekstrak data yang terekam dengan alat video kamera. Hasil memperli­hatkan bahwa selama pengamatan jam puncak hambatan puncak (kemacetan) terjadi rata-rata se­lama 39 menit selama 1 (jam) pengamatan yang diakibatkan oleh keberadaan bukaan median. Pe­nurunan kapasitas yang terjadi pada aliran utama akibat bukaan median berkisar 8-9 persen dikon­trol dari kondisi sebelum terjadinya gangguan yang berarti (kemacetan). Ditinjau dari penuru­nan kecepatan pada aliran utama akibat bukaan median rata-rata 10 persen.Kata kunci : Mekanisasi kemacetan, Oblique Cumulative Plots, Breakdown Probability, Bu­kaan  median, penurunan kecepatan dan kapasitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 9