cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, dengan frekuensi penerbitan 3 edisi pertahun, yaitu Januari, Mei, dan September. Jurnal Teknik Sipil telah terbit sejak tahun 2011, dengan edisi pertama Volume 1, Nomor 1, September 2011. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil telah menerbitkan 6 Volume, dan 1 Volume Special Issue. Untuk Volume 7, Jurnal Teknik Sipil akan terbit 2 kali setahun, yaitu Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018" : 27 Documents clear
KAJIAN POLA OPERASI WADUK KEUREUTO UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BAKU DI KABUPATEN ACEH UTARA PROVINSI ACEH Ramadhan, Kadri; Masimin, Masimin; Syamsidik, Syamsidik
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1677.054 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10066

Abstract

Abstract: One of the rivers that has potency to be developed for the purpose of fulfilling the need of water in North Aceh Regency is Krueng Keureuto River. From its potential characteristic, the appropriate conservation effort is by constructing a water reservoir. The construction of Keureuto Reservoir is located in Krueng Keureuto’s stream in Paya Bakong Sub-district. The purpose of this research is to determine inflow debit of Keureuto Reservoir based on the probability of debit by dividing it into three operation year, to determine the debit of water need of Keureuto Reservoir for the need of raw water, and to determine optimization to optimize the Elevation of water surface in Keureuto Reservoir in wet year, normal year, and dry year. The method of reservoir operation was analyzed by using optimization technique by using program solver (Microsoft Excel). The first step is done by dividing the inflow debit data into three kinds of operation year, that is, dry, normal, and wet year. Next, the need of water in Keureuto Reservoir was analyzed based on the need of water. Storage is obtained from curve data of reservoir’s capacity while output was obtained from the data of reservoir’s need of water. Then, the arrangement and optimization in operation pattern of Keureuto Reservoir was done. The water of Keureuto Reservoir is used to fulfil three necessities, that is, to fulfill the preservation of the river stream as much as 1,11m3/s, to fulfil the people’s water necessity as much as 0,50 m3/s and to fulfil the need of water for irrigation as much as 0,82 m3/s. The result of optimization of fulfilling the need of raw water from Keureuto Reservoir shows that the maximum elevation in dry year is 98,75m and the minimum elevation is 80 m. In normal year, the maximum elevation is 100 m and the minimum is 81 m, while in wet year, the maximum elevation is 100,60 m and the minimum is 83 m. Abstrak: Salah satu sungai yang berpotensi untuk dikembangkan dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di wilayah Kabupaten Aceh Utara adalah Sungai Krueng Keureuto, Dari potensi air tersebut maka upaya konservasi yang tepat adalah dengan membangunan sebuah waduk. Pembangunan Waduk Keureuto ini berada pada aliran Sungai Krueng Keureuto Kecamatan Paya Bakong.  Maksud dari kajian ini adalah Menentukan debit inflow Waduk Keureutoe berdasarkan probabilitas debit dengan pembagian tiga jenis tahun operasi, Menentukan debit kebutuhan air Waduk Keureuto untuk kebutuhan air baku, dan Melakukan optimasi untuk mengoptimalkan Elevasi Muka Air Waduk Keureuto pada Tahun Basah, Tahun Normal dan Tahun Kering. Metode pengoperasian waduk dianalisis menggunakan teknik optimasi dengan program solver (Microsoft Excel). Tahapan yang dilakukan adalah data debit inflow waduk dibagi menjadi tiga jenis tahun operasi yaitu tahun kering, normal, dan tahun basah. Selanjutnya dianalisis kebutuhan air waduk Keureuto berdasarkan data kebutuhan air. Storage diperoleh dari data lengkung kapasitas waduk, sedangkan output diperoleh dari data kebutuhan air waduk. Setelah itu penyusunan dan optimasi pada pola operasi Waduk Keureuto. Air waduk Keureuto digunakan untuk memenuhi tiga kebutuhan yaitu pemenuhan kebutuhan aliran pemeliharaan sungai sebesar 1,11 m3/s, pemenuhan kebutuhan air penduduk sebesar 0,50 m3/s serta pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi sebesar 0,82 m3/s. Hasil optimasi untuk pemenuhan kebutuhan air baku dari Waduk Keureuto menunjukkan bahwa Elevasi Maksimum pada tahun kering berada pada Elevasi 98,75 m, dan Elevasi Minimum berada pada Elevasi 80 m, untuk tahun normal Elevasi Maksimum berada pada Elevasi 100 m dan Elevasi Minimum berada pada Elevasi 81 m, sedangkan Elevasi Maksimum tahun basah berada pada Elevasi 100,60 m dan Elevasi Minimum berada pada Elevasi 83 m.
FAKTOR PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE Oktaparizi, Rio; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.183 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10057

Abstract

Abstract: Located in Meuraxa district, Banda Aceh, Ulee Lheue is the only port that serves the water mode transportation from Banda Aceh to Sabangservices crossing crossing to the city of Sabang and vice versa. The number of tourists visited Sabang increasing very year. The increasing of tourists visited Sabang every year cause port no longer able to accommodate the surge of passengers. Because of that Ulee Lheue port need to develop. The port planned to developed in stages from year 2015 to 2035. Development of Facilities and infrastructure Ulee Lheue ferry port covers an land and sea area. This study aims to determine factors of facilities and infrastructure Ulee Lheue ferry ports. This study used a questionnaire addressed to user and port management, interviews with Ulee Lheue port stakeholders. Obtained 100 sample using the Slovin equations. Questionnaire tested for validity and reliability using SPSS. Data analysis using Likert Scale analysis and USG methods (urgency, seriuosness and growth). The results of this research is a  determine the most dominant factor in the development of Ulee Lheue port, and the suitability of development stages that has been planned in the master plan to the needs of users and port managers. Abstrak: Pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue berada di Kota Banda Aceh tepatnya di Kecamatan Meuraxa merupakan satu-satunya pelabuhan penyeberangan yang melayani jasa penyeberangan menuju Kota Sabang. Jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Sabang melalui pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue terus meningkat setiap tahunnya, pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue direncanakan untuk dikembangkan secara bertahap dari tahun 2015-2035. Pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue meliputi area darat dan area laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada pengguna dan pengelola pelabuhan serta wawancara kepada pemangku kebijakan pada pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, dengan menggunakan rumus persamaan Slovin maka diperoleh sebanyak 100 sampel kuesioner, kemudian sampel diuji validitas dan reliabilitas menggunakan program SPSS. Metode yang digunakan untuk meyelesaikan penelitian ini mengunakan metode analisis Skala Likert dan metode USG (urgency, seriuosness, dan growth) serta penyatuan kedua analisis tersebut. Hasil dari penelitian ini berupa persentase dari persepsi pengguna terhadap pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan, mengetahui faktor-faktor yang paling dominan pada pengembangan pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, serta kesesuaian tahapan pembangunan yang telah direncanakan pada masterplan sesuai dengan kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh pengguna dan pengelola pelabuhan pelabuhan Ulee Lheue.
FAKTOR-FAKTOR PERTIMBANGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PRECAST TERHADAP KINERJA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH Z, Rusli; Afifuddin, Mochammad; Rani, Hafnidar Abd
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.244 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10045

Abstract

Abstract: This study aims to determine the factors to be considered in the application of precast technology in building construction projects in the city of Banda Aceh, and to analyze the relationship and influence between factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh. This study uses a questionnaire distributed to the field of building construction company, ranging from qualifying M1, M2, and B1. The results showed that factors into consideration precast technology application in building construction projects in the city of Banda Aceh is a factor with a mean time of 4.179, with mean 4,172 quality considerations, cost considerations with a mean of 4.168 and 4.165 with mean special consideration. Relationship factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh, all of them have a very high partially with Pearson correlation coefficient values between 0.800 to 1.00. Influence factors of consideration of the application of technology to the precast construction project implementation performance of buildings in Banda Aceh, the most influential factor is the consideration of time, with significant value 0.003 <0.05. This suggests that if the consideration time factor is increased, then the performance of the project of construction of buildings in Banda Aceh will increase. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penerapan teknologi precast pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, serta menganalisis hubungan dan pengaruh antara faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada perusahaan kontraktor bidang gedung, mulai dari kualifikasi M1, M2, dan B1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi pertimbangan penerapan teknologi precast pada proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh adalah faktor pertimbangan waktu dengan mean 4,179, pertimbangan mutu dengan mean 4,172, pertimbangan biaya dengan mean 4,168 dan pertimbangan khusus dengan mean 4,165. Hubungan faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, semuanya memiliki hubungan yang sangat tinggi secara parsial dengan nilai koefisien korelasi Pearson antara 0,800-1,00. Pengaruh faktor-faktor pertimbangan penerapan teknologi precast terhadap kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh, yang paling berpengaruh adalah faktor pertimbangan waktu, dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa apabila faktor pertimbangan waktu ditingkatkan, maka kinerja pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Kota Banda Aceh akan semakin meningkat.
PENGARUH PILAR JEMBATAN PANGO TERHADAP POLA ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH Putra, Teuku Devansyah; Fatimah, Eldina; Azmeri, Azmeri
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2293.954 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10062

Abstract

Abstract: Pango Fly Over is located in the coordinate of 50 32' 07.32" LU (North Latitude) and 950 20' 52.90” BT (East Longitude) on Pango Village, Ulee Kareng Sub District, Banda Aceh. This bridge was built across Krueng Aceh River and the pillars were built in the river so that it narrows the river cross section and affecting the increasing of flow velocity. From the research location observation, it is found that the bridge pillars cause the more narrowing of the river cross section and there is the damage of the riverbank around the river bend located in the downstream of the pillars. If there is no further follow up, it will erode the national road. This research aims to find out flow pattern without and with the pillars, and to know the flow pattern behavior in the river bend. This research uses Surface Water Modeling System (SMS Version 11.2) Program. The length of the river reviewed is ± 500 meters. The flow discharge used in this research is the flood discharge which the period is Q – 100 and the value is 627.74 m³/second (passing the Pango Fly Over). From the result of the flow patter simulations, it is obtained that the maximum flow velocity without the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 45 m from the riverbank is 0.45 m/sec and maximum flow velocity with the pillars found in the middle location of V3 reviewed point on the distance 33 m from the riverbank is 0.35/sec. In the outer bend of the flow pattern simulation result without pillars, it is obtained that the maximum velocity found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.83 m/sec in the left side of the flow.Meanwhile in the downstream of the bend, the maximum velocity wit the bridge pillars found in V6 reviewd location on the distance 50 m is 0.95 m/det in the left side of the flow. In the bridge pillars downstream location, there is the river bend required the riverbank reinforcement and the riverbed reinforcement in order to avoid the erosion in the riverbank, because it will endanger the public facilities. Abstrak: Jembatan fly over Pango berada pada koordinat  50 32' 07.32" LU dan 950 20' 52.90” BT terletak di desa Pango Kecamatan Ulee Kareng kota Banda Aceh. Jembatan ini di bangun melintang Sungai Krueng Aceh dan pilar jembatan dibangun pada sungai sehingga terjadi penyempitan penampang sungai yang menyebabkan kecepatan aliran bertambah, Dari tinjauan lokasi penelitian pilar jembatan semakin mengalami penyempitan penampang sungai dan terjadi kerusakan tebing di sekitar belokan sungai yang berada di hilir jembatan. Bila tidak segera di tindak lanjuti akan berdampak tergerusnya jalan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola aliran tanpa adanya pilar dengan adanya pilar serta untuk mengetahui perilaku pola aliran yang terjadi pada belokan sungai. Penelitian ini menggunakan program Surfacewater Modeling System (SMS. Versi 11.2). Panjang sungai yang di tinjau ± 500 meter. Debit aliran yang digunakan pada penelitian ini mengunakan debit banjir periode ulang Q-100 tahunan yaitu 627,74 m³/detik (yang melewati jembatan fly over Pango). Dari hasil simulasi pola aliran didapatkan besaran kecepatan aliran tanpa pilar pada lokasi tengah aliran pada titik tinjauan V3 dengan jarak 45 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,45 m/det dan besaran kecepatan aliran dengan adanya pilar jembatan pada lokasi tengah pilar pada titik tinjauan V3 dengan jarak 33 m dari tanggul sungai kecepatan maksimumnya 0,35 m/det. Pada belokan luar dari hasil simulasi kecepatan aliran tanpa pilar besaran kecepatan maksimum pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m yaitu 0,83 m/det pada kiri aliran. Sedangkan di hilir belokan pada titik tinjau V6 dengan jarak 50 m dengan adanya pilar jembatan besaran kecepatan maksimum yaitu 0,95 m/det kiri aliran. Pada hilir pilar jembatan terdapat belokan sungai yang memerlukan perkuatan tebing dan perkuatan dasar agar tidak terjadi erosi di tebing sungai, sebab hal ini dapat membahayakan terhadap fasilitas umum.
FAKTOR DOMINAN DAN STRATEGI PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RAWAN AIR BERSIH PADA KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ferdinansyah, Erwin; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.294 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10051

Abstract

Abstract: Baitussalam sub-district is one of the areas vulnerable to water in the district of Aceh Besar. During this time the District community Baitussalam it difficult to obtain a continuous flow of clean water. This is due to the remote location of the water source so as to obtain clean water, people need a lot of time and effort. Villagers District of Baitussalam were not served with clean water Regional Water Company (PDAM) Tirta Mountala, using ground water as clean water. Problems arise when the dry season, the ground water level has decreased, even loss of water discharge at all. This study aims to identify the dominant factors that may affect the distribution of water supply and analyze the strategy of water supply clean water prone villages in the subdistrict of Aceh Besar district Baitussalam. This research was conducted with questionnaires and interviews. Observations were made on the District community Baitussalam unserved water from PDAM Tirta Mountala. The results showed that the dominant factor affecting the distribution of clean water in District Baitussalam is an area that will be served by PDAM Tirta Mountala, and the allocation of increased funding water infrastructure. Strategy clean water supply in villages prone to water in the District Baitussalam is a set of service areas by PDAM Tirta Mountala towards building water treatment, then allocate increased funding water infrastructure, improve the discharge source of clean water related water needs in each village, and do development of Drinking Water Supply system (SPAM). Abstrak: Kecamatan Baitussalam merupakan salah satu kawasan rawan air bersih yang ada di Kabupaten Aceh Besar. Selama ini masyarakat Kecamatan Baitussalam mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih yang kontinu mengalir. Hal ini disebabkan karena lokasi yang jauh dari sumber air sehingga untuk mendapatkan air bersih, masyarakat membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Masyarakat desa Kecamatan Baitussalam yang tidak terlayani air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala, menggunakan air tanah sebagai air bersih. Permasalahan timbul saat musim kemarau, muka air tanah mengalami penurunan, bahkan kehilangan debit air sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor dominan yang dapat mempengaruhi distribusi penyediaan air bersih dan menganalisis strategi penyediaan air bersih di desa rawan air bersih pada Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara. Pengamatan dilakukan pada masyarakat Kecamatan Baitussalam yang belum mendapatkan pelayanan air dari PDAM Tirta Mountala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi distribusi air bersih di Kecamatan Baitussalam adalah luas wilayah yang akan dilayani oleh PDAM Tirta Mountala, dan alokasi dana peningkatan prasarana air bersih. Strategi penyediaan air bersih di desa rawan air bersih pada Kecamatan Baitussalam adalah menetapkan wilayah pelayanan oleh PDAM Tirta Mountala terhadap bangunan pengolahan air bersih, kemudian mengalokasikan dana peningkatan prasarana air bersih, meningkatkan debit sumber air besih terkait kebutuhan air pada masing-masing desa, dan melakukan pengembangan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM).
KAJIAN KONSEP OPERASIONAL PEMELIHARAAN GEDUNG SMA BINA GENERASI BANGSA MEULABOH ACEH BARAT Mawardi, Edi; Aulia, Teuku Budi; Abdullah, Abdullah
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.924 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10041

Abstract

Abstract: Building school as a public facility which is a means of education for the smooth process of teaching and learning. With the concept of operational maintenance of the building is less good because the various functions of building facilities declined and affect the quality and comfort of the building. If the damage to building components is left then slowly the service life of the building will decrease. Seeing the function of the building of the Senior High School (SMA) Bina Generasi Bangsa Meulaboh, it should have got the concept of good maintenance operations so that the reliability and feasibility of buildings in the architecture, structure, and utilities are maintained and functioning optimally. The objectives of the study were to find out the operational concept of building maintenance, to identify the percentage of damage, to estimate the maintenance cost and maintenance priority sequence. Analytical methods used statistical methods The result of the analysis is heavy damage happened to utility component equal to 84,04%, moderate damage at component of architecture equal to 50,24% and light damage to structural component equal to 1,56%. The calculation for maintenance cost of 13.08% of the price of the construction of the state building, in accordance with the Ministerial Decree No.24 / PRT / M / 2008 of the building entered the category of light maintenance.. The result of hammer test test shows that the compressive strength value of the structural component is low below that required by SNI 03-2847-2002 for the 225 kg / cm² multi-storey building. Abstrak: Bangunan sekolah sebagai faslitas umum yang merupakan sarana pendidikan untuk kelancaran proses belajar mengajar. Dengan konsep operasional pemeliharaan gedung yang kurang baik menyebabkan berbagai fungsi fasilitas gedung semakin menurun dan mempengaruhi kualitas dan kenyamanan gedung. Apabila kerusakan komponen gedung dibiarkan maka secara perlahan umur layan gedung akan berkurang. Melihat fungsi dari bangunan Sekolah Menengah Atas (SMA)  Bina Generasi Bangsa Meulaboh, maka sudah seharusnya bangunan ini mendapat konsep operasional pemeliharaan yang baik agar keandalan dan kelayakan bangunan secara arsitektur, struktur, maupun utilitas tetap terjaga dan berfungsi secara optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep operasional pemeliharaan gedung, mengidentifikasikan persentase kerusakan,  memperkirakan besarnya biaya pemeliharaan  dan urutan prioritas pemeliharaan. Metode analisis yang digunakan metode statistik. Hasil analisis tersebut kerusakan berat terjadi pada komponen utilitas sebesar 84,04%, kerusakan sedang pada komponen asitektur sebesar 50,24% dan kerusakan ringan pada komponen struktural sebesar 1,56%. Perhitungan untuk biaya pemeliharaan sebesar 13,08% dari harga pembangunan gedung  negara, sesuai dengan permen PU No.24/PRT/M/2008 gedung tersebut masuk katagori pemeliharaan ringan. Hasil pengujian hammer test menunjukan bahwa nilai kuat tekan pada komponen struktural tergolong rendah dibawah yang disyaratkan SNI 03-2847-2002 untuk bangunan bertingkat 225 kg/cm².
EVALUASI KINERJA JARINGAN DRAINASE GAMPONG KUTA ATEUH BERDASARKAN KAPASITAS SALURAN TERHADAP PENATAAN RUANG KOTA SABANG Zulaini, Liza; Yulianur, Alfiansyah; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.803 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10067

Abstract

Abstract: Gampong Kuta Ateuh is the center of settlement and government office areas concerned to guard its territory against flooding inundation, so it is necessary a representative drainage handling. The purpose of this research is to evaluate the performance of drainage network of Gampong Kuta Ateuh based on channel capacity on existing spatial condition, and to evaluate the performance of drainage network based on channel capacity on Sabang City Spatial Condition. Based on the result of performance evaluation of drainage network at Gampong Kuta Ateuh on existing spatial condition based on channel capacity obtained 2 (two) unsafe channel segment which yield minus value (-) for Qs-QT. Based on spatial arrangement that is at least the proportion of 30% RTH (Green Open Space) of each DTH produces 5 (five) unsecured channel segments, this shows current RTH Kota Sabang> 30%. A value of the runoff coefficient (C) has a range between 0,5453 and 0,5025. Spatial arrangement of this research has resulted in many channels damaged by the arrangement of road landscapes that do not follow the Ministerial Decree No.05 / PRT / M / 2012 on Tree Planting Guidance on Road Network Systems. The path of plant on the road should be placed on the edge of traffic lane and pedestrian path, after the pedestrian path then the channel. Abstrak: Gampong Kuta Ateuh merupakan pusat permukiman dan kawasan perkantoran pemerintah yang berkepentingan untuk menjaga wilayahnya terhadap banjir genangan sehingga perlu penanganan drainase yang representatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi tata ruang existing, dan mengevaluasi kinerja jaringan drainase berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi Penataan Ruang Kota Sabang. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh pada kondisi tata ruang existing berdasarkan kapasitas saluran diperoleh 2 (dua) ruas saluran yang tidak aman dimana menghasilkan nilai minus (-) untuk Qs-QT. Berdasarkan penataan ruang yaitu minimal proporsi 30% RTH (Ruang Terbuka Hijau) dari tiap DTH menghasilkan 5 (lima) ruas saluran yang tidak aman, hal ini menunjukkan saat ini RTH Kota Sabang > 30%. Nilai Koefisien aliran (C) berdasarkan penataan ruang saat ini adalah paling tinggi 0,5453 sedangkan berdasarkan penataan ruang dengan proporsi minimal RTH 30% adalah 0,5025. Penataan ruang dari penelitian ini menghasilkan bahwa banyak saluran yang rusak akibat penataan lanskap jalan yang tidak mengikuti Permen PU No.05/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan. Jalur tanaman pada jalan sebaiknya diletakkan ditepi jalur lalu lintas, yaitu diantara jalur lalu lintas kendaraan dan jalur pejalan kaki. Setelah jalur pejalan kaki kemudian saluran.
KAJIAN KERENTANAN BENCANA BANJIR BANDANG DI GAMPONG BEUREUNUT KECAMATAN SEULIMUM KABUPATEN ACEH BESAR Erwin, Riza; Azmeri, Azmeri; Ismail, Nazli
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.488 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10058

Abstract

Abstract: Gampong Beureunut is a village with 323 population which located in District of , Aceh Besar. In the last 20 years, Gampong Beureunut has been repeatedly hit by flash floods  in 1987, 2000 and the latest occured on January 2nd, 2013. The occurrence of flash floods is caused by the break of natural dam at Krueng Teungku groove that is located above the village and the estuary lies right in the Gampong Beureunut so the damage impact of flash floods is quite severe. Referring to the regulation of General Guidelines for Assessment of the Disaster Ratio issued by BNPB No. 2 of 2012, will assess the level of vulnerability of the community in Gampong Beureunut in term of tackling the threat of banjir bandang. There are four indicators to be taken in advance in term of determining the level, they are; social, economic, physical and environmental vulnerability. Based on the results of analysis data which the source information mostly obtained by direct survey to the location of the research found that the vulnerability level of community Gampong Beureunut against the threat of flash floods is medium. This shows that the people of Gampong Beureunut are vulnerable to the threat of flash floods so that some strategies are needed to reduce the vulnerability, among othersthe government should support the existence of gampong institutions that have been formed as disaster information centers, the need for extension, socialization and simulation, improvement of critical facilities and relocation of housing residents who are still in danger zone of flash floods. Abstrak: Gampong Beureunut adalah suatu gampong berpenduduk 323 jiwa yang terletak di Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, Gampong Beureunut telah berulang kali dilanda banjir bandang yaitu tahun 1987, 2000 dan yang terakhir pada tanggal 2 Januari 2013. Terjadinya banjir bandang tersebut disebabkan karena jebolnya bendungan alam di alur Krueng Teungku yang terletak di atas permukiman penduduk dan bermuara tepat di Gampong Beureunut sehingga dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Dengan berpedoman pada Perka BNPB No 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Resiko Bencana, pada penelitian ini akan ditinjau tingkat kerentanan masyarakat Gampong Beureunut terhadap ancaman banjir bandang. Untuk mendapatkan tingkat kerentanan ancaman banjir bandang, terdapat empat indikator yang harus ditentukan terlebih dahulu, yaitu kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan.  Dari hasil analisis data yang sumbernya sebagian besar didapat dari survey langsung ke lokasi penelitian, didapat hasil bahwa tingkat kerentanan masyarakat gampong beureunut terhadap ancaman banjir bandang adalah sedang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Gampong Beureunut rentan terhadap ancaman banjir bandang sehingga diperlukan beberapa strategi untuk mengurangi kerentanan tersebut, antara lain pemerintah harus mendukung keberadaan lembaga gampong yang telah terbentuk sebagai pusat informasi bencana, perlunya dilakukan penyuluhan, sosialisasi dan simulasi, perbaikan fasilitas kritis dan relokasi perumahan penduduk yang masih berada pada zona bahaya banjir bandang.
ANALISIS DINAMIS RIWAYAT WAKTU JEMBATAN GANTUNG AKIBAT PEJALAN KAKI DAN KENDARAAN RODA DUA Edhi, Sarwo; Hasan, Muttaqin; Husaini, Husaini
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.909 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10046

Abstract

Abstract : Suspended footbridges has a lot of constructed in Indonesia to access many–especially rural-regions. Due to its flexiblity, understanding and design of the suspension bridge is not enough to rely on static analysis. This paper deal with the dynamic behaviour of simply unstiffening suspended bridges subjected to pedestrian load and motor-cycles moving load.As the SNI 03-3428-1994 codeof the technical planning for pedestrian suspension bridge is not set in consideration of dynamic analysis and design,pedestrian-load model is based on British Standard BS 5400-4: 1990 and Eurocode EN1991-2:2003. Modeling pedestrian load is done in three conditions; single pedestrian, group, and crowd. The motor-cycles moving load is modeled as a moving force model, accurate for low speed. Variations in the speed used was 10 km / h, 20 km / h, 30 km / h are considered representative. Dynamic analysis done by the time history Newmark direct integration method with the help of finite element analysis program SAP2000 v.15. Span 60 m, 80 m and 100 m was studied. As these results, dynamic interaction between the bridges and pedestrian load is not significant.The analyses have shown that the responses greatly differ between the British Standard and Eurocode.However, motor-cycle load has same results but higher  with the largest DAF value 7.27% for speeds of 30 km / h interval of 2 seconds on a span of 100 m. Abstrak: Jembatan gantung pejalan kaki telah banyak sekali dibangun di Indonesia, sebagai pemecah masalah akses antar wilayah. Dikarenakan strukturnya yang fleksible, pemahaman dan desain jembatan gantung tidak cukup sekedar mengandalkan analisis statis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperlihatkan respons dinamis jembatan gantung pejalan kaki sederhana tanpa pengaku. Hal yang akan dipelajari adalah simpangan vertikal dan percepatan ditinjau dari sisi kenyamanan. Beban yang dikenakan adalah beban pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Dikarenakan SNI 03-3428-1994 Tata cara perencanaan teknik jembatan gantung untuk pejalan kaki tidak mengatur analisis dinamis dalam pertimbangan analisis dan desain, pemodelan beban pejalan kaki didasarkan pada British Standard BS 5400-4:1990 dan Eurocode EN1990. Pemodelan beban pejalan kaki dilakukan dalam tiga kondisi; pejalan tunggal, pejalan kelompok, dan arus keramaian. Untuk beban kendaraan dimodelkan sebagai beban berjalan yang cukup akurat untuk kecepatan rendah. Variasi kecepatan yang digunakan adalah 10 km/jam, 20 km/jam, 30 km/jam dianggap cukup representatif. Analisis dinamis dilakukan secara riwayat waktu dengan metode integrasi langsung Newmark dengan bantuan program analisa elemen hingga SAP2000 v.15. Bentang yang diteliti adalah 60 m, 80 m dan 100 m. Dari hasil tersebut didapati bahwa percepatan akibat beban pejalan kaki masih kecil sehingga tak berpengaruh secara signfikan. Sedangkan beban sepeda motor juga demikian, dengan nilai DAF terbesar 7,27 % untuk kecepatan 30 km/jam selang 2 detik pada bentang 100 m.
EVALUASI KEBERHASILAN PENGELOLAAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN ACEH BESAR Nazar, Teuku Mochamad; Azmeri, Azmeri; Fatimah, Eldina
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Special Issue, Nomor 4, Februari 2018
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.448 KB) | DOI: 10.24815/jts.v1i4.10063

Abstract

Abstract: Clean water as a primary need of human which is generally used for drinking, bathing, cooking and washing should be met in terms of quantity, quality, and affordability and sustainability. The government through the national development program of water and sanitation universal access which declared that by 2019, Indonesia will achieve the 100% target of proper clean water and sanitation for the whole Indonesian people. Water supply and Sanitation community-based Program (PAMSIMAS) is one of the prominent programs of the central government that adopt a community-based approach, where the main actors are the society as well as the person in charge to implement the project. PAMSIMAS II was launched in Aceh since January 2013 to April 2016 in which thre e districts joined PAMSIMAS are Aceh Besar, Pidie and Bireuen, with a total number of villages of the program as 46. The study conducted in the District of Aceh Besar with selected 15 (fifteen) villages as research object. This study aims to identify the level of success of PAMSIMAS II and identified community participation in managing water and sanitation infrastructure that has been built by the program. Those things were measured by the factors namely: 1. Adequacy, quality and continuity of water, also 2. Performance of BPSPAM as management body in village.  This study adopt quantitative analysis that supported by qualitative analysis. Data were collected by observation, questionnaires and interviews. At the end the SWOT analysis is performed for the formulation of a strategic planning in or order to make PAMSIMAS sustainable in achieving access of clean water. The result of this research is information about th position of The PAMSIMAS II after the calculation of EFAS and IFAS which conducted based on the questionair that deliver to the actors of PAMSIMAS II in district of Aceh Besar and also recomendation about priority strategy should be conducted for the development of PAMSIMAS II in the future. Abstrak: Air Bersih sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan manusia yang umumnya digunakan untuk minum, mandi, memasak dan mencuci sudah seharusnya terpenuhi secara kuantitas, kualitas, terjangkau dan kontinu. Pemerintah melalui program pembangunan nasional akses universal air minum dan sanitasi menetapkan bahwa pada tahun 2019, Indonesia dapat mencapai 100 % target layanan air minum dan sanitasi yang layak. Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program andalan pemerintah pusat yang menggunakan pendekatan berbasis masyarakat, dimana masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus penanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Program PAMSIMAS II dilaksanakan di Provinsi Aceh mulai tahun 2013 sampai dengan April 2016 di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Kabupaten Bireuen, dengan total desa yang bergabung adalah 46 Desa.  Penelitian ini dilaksanakan di 15 desa di Kabupaten Aceh Besar sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan Program PAMSIMAS II dan mengindentifikasi peran serta masyarakat dalam mengelola infrastruktur air bersih dan sanitasi yang telah dibangun.  Hal tersebut diukur melalui beberapa faktor, diantaranya: 1. kecukupan, kualitas dan keberlanjutan air dan, 2. Kinerja dari badan pengelola di masyarakat. Penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif yang didukung dengan analisa kualitatif. Metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, kuesioner dan wawancara. Penelitian ini melakukan Analisa SWOT yang bertujuan untuk perumusan rencana strategis agar Program PAMSIMAS dapat berkesinambungan dalam pemenuhan akan air bersih. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi posisi Program PAMSIMAS II setelah dilakukan perhitungan EFAS dan IFAS yang dilakukan berdasarkan Kuesioner yang telah disebar kepada para pelaksana program PAMSIMAS II, dan kemudian dilanjutkan dengan rekomendasi prioritas strategi yang akan dilakukan untuk pengembangan Program PAMSIMAS II ke depan.

Page 1 of 3 | Total Record : 27