cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20889321     EISSN : 25025295     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, dengan frekuensi penerbitan 3 edisi pertahun, yaitu Januari, Mei, dan September. Jurnal Teknik Sipil telah terbit sejak tahun 2011, dengan edisi pertama Volume 1, Nomor 1, September 2011. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil telah menerbitkan 6 Volume, dan 1 Volume Special Issue. Untuk Volume 7, Jurnal Teknik Sipil akan terbit 2 kali setahun, yaitu Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
OPTIMIZATION OF WATER UTILIZATION FOR ELECTRIC ENERGY AT TIRO RESERVOIR, PIDIE DISTRICT Azmeri, Azmeri; Saputra, Maimun
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.317 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to find The Tiro Reservoir operation pattern using non-linear optimization technique to obtain the optimal total electrical energy. Method of operation of the reservoir system optimization is accomplished using the Solver in Microsoft Excel. Calculation of discharge was calculated for the probability of occurrence of 20% (wet period), 50% (normal period) and 80% (dry period). As for the water needs taken into account for purposes of irrigation, water supply, and maintenance needs. Projected water needs of irrigation districts Tiro done in 4 phases, namely in 2011, 2016, 2026 and 2036. The results obtained from the optimization process Tiro Reservoir operation using non-linear program is the amount of water released each month and the total amount of annual energy. The amount of release based on the type of wet, normal and dry. Release and optimum total annual energy that can be produced, performed for the year 2011, short-term (2016), medium term (2026) and long-term (2036). Based on the type of normal period, the total releases for the year 2023 amounting to 88.214 x 106 m3, while the total electrical energy generated at 122.8 GWH.Keywords : Optimization, Solver, water availability, water requirements, non-linear, releases, energyAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola pengoperasian Waduk Tiro dengan menggunakan teknik optimasi non linier sehingga diperoleh total energi listrik yang optimal. Metode optimasi sistem pengoperasian waduk dilakukan dengan menggunakan program Solver pada Microsoft Excel. Perhitungan debit dihitung untuk probabilitas kejadian 20% (debit tahun basah), 50% (debit tahun normal) serta 80% (debit tahun kering). Sedangkan untuk kebutuhan air diperhitungkan untuk keperluan irigasi, air bersih, dan kebutuhan maintenance sebagai tetap menjaga ekosistem sungai. Proyeksi kebutuhan air irigasi kecamatan Tiro dilakukan dalam 4 tahap yaitu tahun 2011, tahun 2016, tahun 2026 dan tahun 2036. Hasil yang diperoleh dari proses optimasi pengoperasian Waduk Tiro dengan menggunakan program non linier adalah besarnya release air tiap bulan serta besarnya total energi tahunan. Besarnya release air berdasarkan jenis tahun basah, normal dan kering. Release air dan total energi tahunan optimum yang dapat dihasilkan, dilakukan untuk tahun 2011, jangka pendek (2016), jangka menengah (2026) dan jangka panjang (2036). Berdasarkan jenis tahun normal, total release untuk tahun tahun 2023 sebesar 88,214 x 106 m3, sedangkan total energi listrik yang dihasilkan sebesar 122,8GWH.Kata kunci : Optimasi, Solver, ketersedian air, kebutuhan air, non linier, release, energi
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DAN BETON DENGAN BAHAN ADDITIVE SILICA FUME ANTARA UJI NON DETRUCTIVE DENGAN UJI DESTRUCTIVE (SUATU PENELITIAN BETON DENGAN FAKTOR AIR SEMEN 0,45 ; 0,50 DAN 0,55) Akoeb, Muhammad Ali
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.385 KB)

Abstract

Abstract: Purpose of this riset was to determine the value of concrete compressive strength ratio between non-destructive testing of ultra-sonic test method and hammer test with a destructive test is a standard charge of testing. The samples used in the form of a standard cube size 15 cm x 15 cm x 15 cm of 72 specimens consisting of 36 specimens of normal Concrete and 36 specimens  for concrete with the addition of silica fume as much as 9% by weight of cement. Tests conducted on the compressive strength of concrete cube specimens with FAS (Factor Air Cement) variation 0.45, 0.50, and 0.55. Specimens tested at ages 7, 14, and 28 days with the three methods of testing. The result showed that the compressive strength of normal concrete in FAS 0.45 for ultra-sonic testing and hammer tests compared with standard tests have an average ratio value β1 (β ultrasonic) of 1.079 and β2 (β Hammer) of 0.555 in fas 0, 50, the average ratio value β1 ((β ultrasonic) obtained at 0.956 and β2 (β Hammer)  equal to 0.592. At 0.55 fas obtained an average ratio value β1 (β ultrasonic) of 1.586 and β2 (β Hammer) equal to 0.74.While the strength of concrete with the addition of silica fume on fas 0.45 for ultrasonic testing and Hammer compared with a standard load test has an average ratio value β1 (β ultrasonic) and 1.02 for β2 (β Hammer) equal to 0.726. In fas 0.5 average ratio value β1 (β ultrasonic) obtained at 1.026 and β2 (β Hammer) of 0.690. At 0.55 fas obtained an average ratio value β1 (β ultrasonic) of 1.102 and β2 (β Hammer)B2  of 0.83.Keywords : Ultrasonic Test, Hammer Test, Non Destructive Test, Destructive Test, Compressive Strength of Concrete,  Silica Fume.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai perbandingan kuat tekan beton antara uji non destructive berupa metode ultrasonic test dan hammer test dengan uji destructive yaitu pengujian pembebanan standar. Benda uji yang digunakan berupa kubus standar ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, sejumlah 72 buah benda uji yaitu 36 benda uji untuk beton normal dan 36 benda uji untuk beton dengan tambahan silica fume sebanyak 9 % dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap benda uji kubus beton dengan variasi faktor air semen dan umur benda uji. Benda uji  kubus beton untuk faktor air semen 0,45 ; 0,50 dan 0,55 diuji pada saat benda uji berumur 7, 14 dan 28 hari dengan ketiga metode pengujian. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan beton normal pada FAS 0,45 untuk pengujian ultrasonik dan hammer dibandingkan dengan pengujian pembebanan standar mempunyai nilai perbandingan rata-rata β1 (β ultrasonic) sebesar 1,079 dan  β2 (β hammer) sebesar 0,555. Pada FAS 0,50,  nilai perbandingan rata-rata β1 (β ultrasonic) yang diperoleh sebesar 0,956 dan β2 (β hammer) sebesar 0,592. Pada FAS 0,55 diperoleh nilai perbandingan rata-rata β1 (β ultrasonic) sebesar 1,586 dan β2 (β hammer) sebesar 0,740. Sedangkan kuat tekan beton additive silica fume pada FAS 0,45 untuk pengujian ultrason
PENYEBAB PERUBAHAN DESAIN RUMAH STANDAR OLEH KONSUMEN (STUDI KASUS: PERUMAHAN VILLA CITRA DI BUMI PERMATA LAMNYONG) Mutiawati, Cut; Buraida, Buraida
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.322 KB)

Abstract

Abstract: Consumer seldom redesign their property from developer. Therefor need a study to get dominant factors cause of redesign. The location for this research is Villa Citra and Bumi Permata Lamnyong Residence in Banda Aceh and Aceh Besar. Based on research, the dominant factor cause of redesign in Bumi Permata Lamnyong Residence are house size (type 36 and type 70), “availibility of fund” (type 45 and tipe 50) and need of family (type 130). the dominant factor cause of redesign in Villa Citra residence are need of family ( type 36), amount of room (type 50), house size (type 70) and esthetics factor (type 130).Keywords : Redesign, houseAbstrak: Pembeli (konsumen) rumah sering melakukan perubahan desain rumah yang dibeli dari developer. Untuk itu perlu suatu studi yang bertujuan untuk mencari faktor-faktor dominan yang menjadi penyebab perubahan desain yang sering dilakukan oleh konsumen perumahan. Penelitian dilakukan pada komplek perumahan Villa Citra dan Bumi Permata Lamnyong yang berlokasi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Hasil diperoleh faktor dominan penyebab terjadinya perubahan desain untuk masing-masing tipe rumah pada Perumahan Bumi Permata Lamnyong  adalah perubahan karena ukuran ruang (tipe 36 dan tipe 70), perubahan karena ketersediaan dana (tipe 45 dan tipe50) dan perubahan karena keinginan keluarga (tipe 130). Sedangkan pada Perumahan Villa Citra faktor yang dominan adalah perubahan karena keinginan keluarga (tipe 36), karena jumlah ruang (tipe 50), karena ukuran ruang (tipe 70) dan karenaestetika/keindahan/tampak (tipe 130).Kata kunci : perubahan desain, rumah standar.
TINJAUAN TINGKAT PELAYANAN SIMPANG BERSINYAL DENGAN METODE SHOCKWAVE (STUDI KASUS SP. JAMBO TAPE-BANDA ACEH) Anggraini, Renni; Fadhly, Noer
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Delay and queue in signalized intersection are often occurred due to the improper setting in the signal cycle, in particular during peak hour. As such, it may influence the level of service (LOS) of the intersection. Shockwave methode is commonly used to estimate delay and queue in intersection along with its LOS. In this research, we identified that particular case in one signalized intersection in Banda Aceh, known as Simpang Jambo Tape. Shock wave estimation was performed at two particular approaches, i.e. Jl. M. Daud Beureueh and Jl. T. Hasan Dek. The results showed that both approaches were stil able to serve traffic flow on a peak hour. Delay at Jl.. M. Daud Beureueh were 40,63 second/pcu and 41,13 second/pcu for  lane I and lane II respectively. Accordingly, delay at Jl.. T. Hasan Dek showed similar results,  40,67 second/pcu and  43,65 second/pcu for lane I and lane II respectively. Based on the delay values, the LOS of both approaches were D.Keywords : signalized intersection, delay, queue, shockwave, level of service (LOS)Abstrak: Tundaan dan antrian yang timbul pada simpang bersinyal sering kali disebabkan oleh pengaturan waktu yang tidak tepat pada siklus lampu lintasnya, terutama pada jam puncak. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat pelayanan pada persimpangan. Metode gelombang kejut sering digunakan untuk mengetahui tundaan dan antrian pada persimpangan, juga untuk mengetahui tingkat pelayanannya. Pada penelitian ini, ingin diketahui tundaan dan antrian yang terjadi pada salah satu simpang bersinyal di kota Banda Aceh, yaitu simpang Jambo Tape. Perhitungan gelombang kejut dilakukan pada dua lengan, yaitu pada Jl. M. Daud Beureueh dan Jl. T. Hasan Dek. Hasil yang diperoleh menunjukkan kedua lengan masih mampu melayani arus lalulintas pada jam puncak. Tundaan yang terjadi pada dua lajur Jl. M. Daud Beureueh adalah 40,63 dan 41,13 detik/smp. Hasil yang sama juga ditunjukkan pada kedua lajur Jl. T. Hasan Dek, yaitu 40,67 dan 43,65 detik/smp. Dengan demikian maka tingkat pelayanan pada kedua jalan tersebut adalah berada pada Tingkat Pelayanan D.Kata kunci : simpang bersinyal, tundaan, antrian, gelombang kejut, tingkat pelayanan
ANALISA EFISIENSI JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI PANDRAH KABUPATEN BIREUEN Rizalihadi, Maimun; Fauzi, Amir; Tanzil, Reza
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.16 KB)

Abstract

Abstract: Irrigation efficiency is the number ratio of the  amountof irrigation water is used for the real needs of plant growth with the amount of water out from intake. Irrigation efficiency assumption based portion of the amount of water taken will be lost either on canals or in the rice fields. Values of irrigation efficiency specified in the plan is too high so that the implementation of the water provided is not enough given to areas downstream. The research was conducted at the Main Canals Right Pandrah until tertiary canals PKN3 T1 at Regional Irrigation District Pandrah Bireun is by measuring inflow and outflowthe canals by using current meter, to measure by using class A pan evaporation while the seepage measurement by the method of ponding. From the research results will be obtained efficiency will be obtained efficiency value of 87.50% of primary canals, secondary canals of 80.01% and 76.13% for the tertiary canals to obtain the value of the efficiency of irrigation system in the Canals Main Right Pandrah of 50.30%. Value efficiency ebove shows that there has been a shortage of 11.70% of the value of the efficiency plan by 65%. Water loss was causwd by the canals that has been broken, illegal tapping along the canals, domestic household use, complementary building of irrigation and evaporation. Need for reconsideration of the discharge plan taking on the intake for the distribution of irrigation water shall be adjusted to the actual value of efficiency in the field.Keywords : irrigation efficiency, water loss, evaporation, seepageAbstrak: Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari jumlah air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan (intake). Efisiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik di saluran maupun di petak sawah. Nilai efisiensi irigasi yang digunakan di Indonesia selama ini ternyata jauh lebih besar dari beberapa negara di Asia. Inilah permasalahan yang menyebabkan kemungkinan kegagalan dari proyek yang ada di daerah kita dimana nilai efisiensi irigasi yang ditetapkan dalam perencanaan terlalu tinggi sehingga pada pelaksanaan air yang diberikan tidak cukup diberikan pada daerah hilir. Penelitian ini dilakukan di Saluran Induk Pandrah Kanan sampai dengan saluran tersier Pkn. 3 T1 pada Daerah Irigasi Pandrah yaitu dengan mengukur debit masuk dan debit keluar pada saluran dengan menggunakan alat pengukur kecepatan arus (current meter), untuk mengukur evaporasi dengan menggunakan panci evaporasi kelas A sedangkan pengukuran rembesan dilakukan dengan metode teknik Ponding. Dari hasil penelitian akan diperoleh nilai efisiensi saluran primer sebesar 87,50%, saluran sekunder sebesar 80,01% dan saluran tersier sebesar 76,13% sehingga diperoleh nilai efisiensi jaringan irigasi pada Saluran Induk Pandrah Kanan sampai dengan saluran tersier Pkn. 3 T1 sebesar 50,30%. Nilai efisiensi di atas menunjukkan bahwa telah terjadi kekurangan sebesar 11,70% dari nilai efisiensi rencana sebesar 65%. Kehilangan air tersebut disebabkan karena saluran yang telah mengalami kerusakan, adanya sadap-sadap liar disepanjang saluran, penggunaan domestik rumah tangga, bangunan pelengkap irigasi dan evaporasi. Perlu adanya peninjauan kembali terhadap debit rencana di pintu pengambilan (intake) untuk pembagian air irigasi agar disesuaikan dengan nilai efisiensi aktual di lapangan.Kata kunci : efisiensi jaringan irigasi, kehilangan air, evaporasi, rembesan.
PENGARUH HARGA MATERIAL UTAMA SEBAGAI VARIABEL MODEL TERHADAP HARGA SATUAN BANGUNAN GEDUNG DI PROVINSI Ibrahim, M. Idris
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.472 KB)

Abstract

Abstract : Infrastructure development requires an appropriate benchmark or standard. One reference is the standard unit price of the building. Several previous studies have provided some analysis and recommendations. However, given the results does not fully apply to districts / cities in Aceh Province. This research attempts to formulate a model of unit price of buildings and to assess the effect of the price of primary materials that are used as model variables. This model uses the variable price of 8 types of major building materials, namely, wood beams, planks, iron, cement, ceramic, brick, metal roof and plug the sand. This standard is required for efficient budget allocation. Issues to be discussed in this paper are how to pursue State Building Unit Price (HSBGN). This research was limited to simple classified buildings. This model was developed using multiple linear regression analysis. Construction of data received from construction contracts from 2006 to 2009. Group prices as a result of the model Y =-3046064.501 0.477 x 1-X 2 + 0.248 51.379 + 185.094 X 3 X 4 + X 5 + X 6 + 6771.885 17.424 21.056 16.569 X 7-x 8 slot, and R2, each at 85.5% and 73.1%. It should be noted that the equation is used only for the city of Banda Aceh. With regard to the area, except for the index to predict the unit prices. In 2006, Aceh Utara, Aceh Besar and Bireuen has the lowest index value in Aceh, which ranges from 1 to 1.61.Keywords : model unit price of building materials pricesAbstrak: Pembangunan infrastruktur memerlukan suatu acuan atau standar yang sesuai. Salah satu acuan tersebut berupa standar harga satuan bangunan gedung. Beberapa penelitian terdahulu telah memberikan sejumlah analisa dan rekomendasi. Namun hasil yang diberikan belum seluruhnya aplikatif untuk kondisi wilayah kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Penelitian ini mencoba merumuskan kembali sebuah model harga satuan bangunan gedung sekaligus mengkaji pengaruh harga material utama yang digunakan sebagai variabel model. Model tersebut menggunakan variabel harga 8 jenis material utama bangunan gedung, yaitu; kayu balok, kayu papan, besi, semen, keramik, batu bata, genteng metal dan pasir pasang. Standar ini diperlukan untuk efesiensi pengalokasian anggaran. Permasalahan yang akan dikaji dalam penulisan ini adalah bagaimana mengupayakan Harga Satuan Bangunan Gedung Negara (HSBGN). Kajian dibatasi unttuk gedung berklasifikasi sederhana Model disusun menggunakan analisa regresi linier berganda. Data bangunan diperoleh dari kontrak bangunan gedung dari tahun 2006 sarnpai tahun 2009. Model harga satuan yang dihasilkan adalah Y - - 3.046.064,501 - 0,477Xr - 0,248X2 + 185,094Xr + 51,379Xt + 17,424Xs + 6.771,885X6 + 21,056Xr - 16,569Xa dengan nilai r dan R2 masing-masing sebesar 85,5% dan 73,l%. Perlu dijelaskan bahwa persamaan tersebut digunakan hanya untuk Kota Banda Aceh. Sedangkan untuk kabupaten/kota lain diprediksi dari indeks harga satuan. Pada tahun 2006,Aceh Besar, Aceh Utara dan Bireuen memiliki nilai indeks terendatr di Provinsi Acetu yaitu berkisar dari 1- 1,61.Kata kunci : Model, harga satuan bangunan gedung, harga material.
PENGARUH VARIASI JUMLAH AGREGAT PADA CAMPURAN BETON (MIX DESIGN) TERHADAP KUAT TEKAN BETON Aulia, Teuku Budi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2012): Volume 2, Nomor 1, September 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research aims to know the influence of the percentage of aggregate amount against the normal concrete compressive strength with a Water Cement Ratio (w/c-ratio) of 0.35; 0.40 and 0.45, in order to obtain the optimum percentage of aggregate amount in the concrete mix. The specimens used in this research were the standard cylinders with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm amounting to 90 samples and cubes with a size of 150 x 150 x 150 mm amounting to 54 samples. The maximum aggregate diameter was 25.4 mm with the planned slump of 75-100 mm. Variables in this study were three variations of w/c-ratio and three variations of the percentage of aggregate amount (60%; 70% and 80%). Concrete compression tests were carried out at the age of 7 and 28 days using the compression tester machine with a capacity of 100 ton. The standards used in this research were the American Concrete Institute (ACI), the American Society for Testing and Materials (ASTM), British Standard (BS), and the Indonesia National Standard (SNI). Concrete mix design was done by the method of weight proportion of the material. Cement being used was Portland Cement Type I. To record the data of loads and deformations during testing was used portable data logger. To analyze the effect between determined variables was selected a variant analysis using two ways classification with fixed effect model. Regression analysis used was multiple polynomial regression. Based on the variance analysis results, it is showed that there is a significant influence between the aggregate amount against the concrete compressive strength, with the maximum concrete compressive strengths were obtained at the percentage of aggregate amount of 70% for each w/c-ratio, specimen shape factor and age of testing.Keywords : Compressive strength, aggregate amount, w/c-ratio, specimen shape factor, age of testingAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persentase jumlah agregat terhadap kuat tekan pada campuran beton normal dengan Faktor Air Semen (FAS) 0,35; 0,40 dan 0,45, agar diperoleh persentase jumlah agregat dalam campuran beton yang optimal. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benda uji silinder standar berukuran diameter 150 mm, tinggi 300 mm berjumlah 90 buah dan kubus dengan ukuran 150 x 150 x 150 mm berjumlah 54 buah. Diameter agregat maksimum yang digunakan adalah 25,4 mm dengan tinggi slump rencana 75-100 mm. Variabel pada penelitian ini adalah 3 buah FAS dan 3 variasi persentase jumlah agregat yaitu (60%; 70% dan 80%). Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7 dan 28 hari menggunakan mesin penguji kuat tekan berkapasitas 100 ton. Standar yang digunakan dalam penelitian ini adalah American Concrete Institute (ACI), American Society for Testing and Materials (ASTM), British Standard (BS), dan Standar Nasional Indonesia (SNI). Perencanaan campuran beton dilakukan dengan metode perbandingan berat material. Semen yang digunakan adalah PC (Portland Cement) Tipe I. Untuk mendapatkan data beban dan deformasi pada saat pengujian digunakan portable data logger. Untuk menganalisis pengaruh antar variabel yang digunakan dipilih analisis varian klasifikasi dua arah model efek tetap. Analisis regresi yang digunakan adalah regresi polinomial berganda.Berdasarkan hasil analisis varian ditunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata antara persentase jumlah agregat terhadap kuat tekan beton, dengan kuat tekan beton maksimum diperoleh pada persentase jumlah agregat 70% untuk setiap FAS, faktor bentuk dan umur pengujian.Kata kunci : Kuat tekan, persentase jumlah agregat, FAS, bentuk benda uji dan umur.
STABILISASI TANAH LEMPUNG LUNAK UNTUK MATERIAL TANAH DASAR SUB GRADE DAN SUB BASE JALAN RAYA Chairullah, Banta
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2011): Volume 1, Nomor 1, September 2011
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.813 KB)

Abstract

Abstract: This article research about  so far soft clay soil can be  utilized for material of construction road.  Soil that used in this reseach is soft clay soil  CL group in classification USCS   and included A-7-6 according to AASHTO classification system. CBR value of this soil is very weak  that is 1,29%. In the original condition, this soil isn’t appropriate because not specified for subgrade of construction road. This Soft Clay soil is stabilizied with portland cement  in  content 3% until to 15% of dry weight of soil with interval each 3%. The strength value of soil that mentioned is California Bearing Ratio (CBR), whereas main phisical properties is anlyzed about changed plastisity index of soil stabilization. The result of this research indicate that soft clay soil at 6% cement stabilization can be used as material of construction road  for subgrade and subbase as spesified by AASHTO and Bina Marga determination. In fact that at mixed cement 12 %, the soil-cement stabilization can be appropriate for base coure of construction road.Keywords : stabilization, soft clay, CBR Abstrak: Penelitian ini menelaah sejauh mana tanah lempung lunak dapat dimanfaatkan untuk material jalan raya. Tanah yang dijadikan bahan penelitian adalah jenis tanah lunah yang menurut sistem klasifikasi USCS tergolong tanah lempung  CL  dengan plastisitas sedang dan menurut sistem AASHTO termasuk A-7-6. Nilai CBR tanah asli ini sangat lemah yaitu terukur 1,29% yang artinya tidak memenuhi persyaratan untuk sugrade jalan. Tanah tersebut kemudian distabilisasi dengan semen portland pada kadar 3% sampai 15% terhadap berat kering tanah dengan interval semen setiap 3%. Nilai kekuatan yang diukur adalah CBR, sedangkan sifat fisis utama yang ditelaah adalah perubahan sifat plstisitas tanah hasil stabilisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah lunak yang dicampur 6% semen dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi jalan raya baik untuk subgrade maupun untuk subbase sesuai persyaratan Bina Marga dan ketentuan AASHTO, bahkan pada campuran 12% semen dapat digunakan untuk material pondasi atas (base course) jalan raya.Kata kunci : stabilisasi, lempung lunak, CBR
KAJIAN EFEKTIVITAS KEGIATAN TENAGA KERJA PROYEK KONSTRUKSI BERDASARKAN NILAI LABOR UTILIZATION RATE (LUR) Buraida, Buraida
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2012): Volume 1, Nomor 2, Mei 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.413 KB)

Abstract

Abstract: The successful of a construction project is depends on the effectiveness of resource management, such as human resources as the project’s labor. In order to improve the project productivity, the construction labors are expected to provide a maximum performance in their activities. The labor productivity on construction project is strongly related to the activity that been implemented by the labors which associated to: effective, contributory, and ineffective. The researches on labor productivity has been widely applied, and one of them are carried out by Wibowo and Prasetya (2004) which executed in Surabaya to two mall projects, while in Banda Aceh was applied on the development of Central Drainage office’s Project and Classroom of Faculty of Syariah IAIN Ar-Raniry’s Project. The aim of this researched is to see the effectiveness of the labors on the development of the first floor column in those two projects. The labor effectiveness is clarified in Labor Utilization Rate (LUR). The work sampling method is used in data collecting activity by classify the labors into three different types which are effective, contributory, and ineffective. Based on the researched, the LUR on the first project on normal hours on concrete work were 58.85%, 54.08%, and 63.30%. While on the second project, the LUR were 55.33%, 59.97%, and 59.05%. Those percentages showed the effectiveness of the labors on those construction works.  The LUR over 50% indicate that the labors were working effectively.Keywords: Productivity, labor, Labor Utilization Rate (LUR) Abstrak: Kesuksesan sebuah proyek konstruksi bergantung kepada efektifitas penataan sumber daya, salah satunya sumber daya manusia sebagai tenaga kerja proyek. Tenaga kerja konstruksi dalam melaksanakan aktivitasnya dituntut untuk menghasilkan produksi yang yang maksimal sehingga produktivitas proyek menjadi meningkat. Produktivitas tenaga kerja pada proyek konstruksi berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan oleh tenaga kerja yang terbagi kepada effective, contributory, dan ineffective.  Penelitian mengenai produktivitas tenaga kerja telah banyak dilakukan, salah satunya dilakukan oleh Wibowo dan Prasetya (2004) yang dilaksanakan di Surabaya pada dua proyek mall, sedangkan di Banda Aceh  dilakukan pada Proyek Pembangunan Central Drainage Office  dan Proyek Pembangunan Classroom of Faculty of  Syariah IAIN Ar-Raniry. Permasalahan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar efektifitas tenaga kerja pembuatan kolom lantai I di kedua proyek tersebut., sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengkaji dan membandingkan beasrnya nilai efektivitas tenaga kerja pada keua proyek tersebut. Efektifitas tenaga kerja ini dinyatakan dalam nilai Labor Utilization Rate (LUR). Pengumpulan data menggunakan metode work sampling dengan melakukan pencatatan terhadap aktivitas tenaga kerja dengan menggolongkannya ke dalam tiga jenis aktifitas yaitu effective, contributory, dan ineffective. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai LUR pada proyek pertama pada jam normal pada pekerjaan pembesian, bekisting, dan pengecoran berturut-turut adalah 58,85%, 54,08%, dan 63,30%. Sedangkan pada proyek kedua nilai LURnya adalah 55,33%, 59,97%, dan 59,05%. Nilai-nilai persentase di atas menunjukkan besarnya efektifitas tenaga kerja pada pekerjaan tersebut. Nilai LUR yang lebih besar dari 50% menunjukkan bahwa tenaga kerja bekerja secara efektifKata kunci: produktivitas, tenaga kerja, labor utilization rate (LUR)
KALIBRASI METODE USLE DALAM ESTIMASI EROSI AKIBAT KEHADIRAN ALUR (RILL) PADA SUATU LAHAN YANG DITANAMI RUMPUT GAJAH (PENISETUM PURPUREUM) Rizalihadi, Maimun; Fatimah, Eldina; Nazia, Lia
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Januari 2012
Publisher : Department of Civil Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.725 KB)

Abstract

Abstract: Land and water is one of the major natural resource which has an important role for human life. Exploitation of Land use in catchment areas that do not correspond to its carrying capacity or ignore the rules of conservation of soil and water will cause the damage of the land. One of these is degradation due to erosion processes. Erosion can lead to loss of topsoil (top soil) and nutrient elements essential for plant growth. Continuous erosion will also lead to increased sediment transport in rivers or reservoirs that disrupt the capacity of land and water balance of river or reservoir.  At present, land erosion is estimated using USLE method. This method is only limited to the erosion in the form of sheet erosion. The purpose of this study is to determine the influence of rill density on the rate of soil erosion. The research was conducted at the Laboratory of Hidrotechnics, Faculty of Engineering, University of Syiah Kuala,  using test plots of 150 cm length, 80 cm width and 20 cm height planted with elephant grass (Penisetum purpureum). The intensity of the artificial rain was made using a rainfall simulator. Soil erosion is measured at each treatment slope (0o, 10o and 20o), the intensity of rainfall (37.5, 50 and 62.5 mm per 5 minute durations) and rill density (0; 1; 2; and 3 m/m2). The results indicate that increasing rill density can increase the soil erosion compare to USLE method. Therefore, it is necessary to enter the rill density coefficient in the equation when estimating erosion using USLE equation.Keywords : soil erosion, sheet erosion, rill density, USLE, MUSLE, Penisetum purpureum, Rainfall Simulator.Abstrak: Salah satu sumberdaya alam  yang mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia adalah tanah dan air. Penggunaan lahan di daerah tangkapan yang tidak sesuai dengan daya dukungnya atau mengabaikan kaidah-kaidah konservasi tanah dan air akan menyebabkan kerusakan dari lahan tersebut. Salah satu akibat yang ditimbulkan adalah degradasi lahan akibat proses erosi oleh air. Erosi dapat menyebabkan hilangnya tanah lapisan atas (top soil) dan unsur-unsur hara yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Erosi secara kontinyu juga akan menyebabkan peningkatan angkutan sedimen pada sungai atau waduk sehingga mengganggu daya dukung tanah dan keseimbangan air disungai atau waduk. Selama ini untuk memperkirakan erosi lahan digunakan metode USLE. Metoda ini hanya terbatas pada erosi dalam bentuk lembar (sheet erosion). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kehadiran alur (rill) terhadap laju erosi lahan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidroteknik, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala dengan menggunakan plot uji dengan ukuran: panjang 150 cm x lebar 80 cm x tinggi 20 cm yang ditanami rumput gajah (Penisetum purpureum). Intensitas hujan buatan dibuat dengan menggunakan alat rainfall simulator. Erosi lahan diukur pada setiap perlakuan kemiringan lahan (00, 10o dan 20o), intensitas hujan (37,5; 50; dan 62,5 mm dengan durasi hujan selama 5 menit) dan kerapatan alur (0; 1; 2; dan 3 m/m2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa erosi lahan mengalami peningkatan dengan meningkatnya kerapatan alur jika dibandingkan dengan estimasi USLE. Untuk itu, maka diperlukan untuk memasukkan koefisien kerapatan alur pada saat mengestimasi erosi dengan persamaan USLE.Kata kunci : erosi lahan, sheet erossion, rill, USLE, Penisetum purpureum, Rainfall Simulator.

Page 1 of 26 | Total Record : 251