cover
Filter by Year

Analysis
Idea Nursing Journal
Articles
220
Articles
DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI DALAM MELAKUKAN ROM PADA PASIEN PASCA STROKE DI RSU HKBP BALIGE KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Manurung, Melva

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.574 KB)

Abstract

ABSTRAKRange of Motion (ROM) merupakan salah satu bentuk intervensi keperawatan yang ditetapkan pada pasien stroke untuk mencegah komplikasi khususnya pasien-pasien dengan imobilisasi. Pencegahan terhadap komplikasi dari penyakit stroke dapat dilakukan dengan melakukan latihan ROM pasif atau aktif yang teratur secara tepat sesuai dengan kondisi penderita. Dukungan keluarga mempengaruhi motivasi penderita stroke dalam melakukan latihan juga berpengaruh besar dalam peningkatan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan dukungan keluarga dengan motivasi dalam melakukan ROM pada pasien pasca stroke di RSU HKBP Balige. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah design korelasi, yang menjadi populasi dalam penelitian adalah pasien stroke di RSU HKBP Balige. Sampel penelitian adalah 17 pasien stroke yang diambil dengan cara dengan melakukan total sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner data demografi, dukungan keluarga dan motivasi dalam melakukan ROM. yang telah diuji Validitas dan reliabilitasnya di RSUD Porsea dimana nilai reliabilitas dukungan keluarga 0,982 dan nilai reliabilitas kuesioner motivasi 0.985. Uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan analisa data, diperoleh nilai p = 0.001 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan motivasi dalam melakukan ROM pada pasien pasca stroke di RSU HKBP Balige dengan kekuatan hubungan rendah dan dengan arah korelasi positif. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi pasien pasca Stroke untuk melakukan ROM di RSU HKBP Balige tinggi untuk melakukan ROM. Diharapkan kepada pihak manajemen untuk meningkatkan peranan keluarga dalam mendampingi klien dalam pelaksanaan ROM untuk mempercepat penyembuhan klien.Kata kunci: Motivasi, dukungan keluarga, ROM pasien stroke. ABSTRACTRange of Motion (ROM) is one form of nursing intervention established in stroke patients to prevent complications, especially patients with immobilization. Prevention of complications from stroke can be done by performing regular or active passive ROM exercises appropriately according to the condition of the patient. Family support affects the motivation of stroke sufferers in doing the exercises also have a big effect in increasing muscle strength. This study aims to analyze the relationship of family support with motivation in performing ROM in post-stroke patients at HKBP Balige Hospital. The design used in the research is correlation design, the population in this study was stroke patients at HKBP Balige Hospital. The sample of the study was 17 stroke patients taken by means of doing total sampling. The instruments used are demographic data questionnaires, family support and motivation in performing ROM. which has been tested Validity and reliability in RSUD Porsea where the reliability value of family support 0.982 and reliability value of motivation questionnaire 0.985. Test the hypothesis by using Pearson Product Moment correlation test. Based on data analysis, obtained p value = 0.001 which means there is a significant relationship between the relationship of family support with motivation in performing ROM in post-stroke patients at HKBP Balige Hospital with the strength of low relationship and with positive correlation direction. These results indicate that post-stroke patient motivation to perform ROM in HKBP Balige Hospital is high for performing ROM. It is expected to the management to increase the role of families in assisting clients in the implementation of ROM to speed healing clients.Keywords: Motivation, family support, ROM of stroke patients. 

FAMILY’S EXPERIENCES IN TAKING CARE PATIENTS WITH HALLUCINATION

Wahyuni, Sri Eka, Lailan Nst, Mahnum, Daulay, Wardiyah

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.317 KB)

Abstract

ABSTRACTHallucination is one of positive symtoms that occurred in patient with schizophrenia. It is also the wrong perception experienced by the patients without any stimulus from their surroundings. The perception experiences are real for the patients while others do not experience the same perception with them. This study aims to describe family’s experiences of taking care patients with hallucination. This research took 15 participants. Trust process and approaches were conducted before carrying out an in depth interview. This research was conducted at Mental Health Hospital of Prof. Ildrem Medan. The data were analyzed by using Collaizi’s technique. The results found thats themes: the burden had by the family when taking care of the patients, the impacts of hallucination, the actions taken by the family and the obstacles faced by family while taking care of the patients with hallucination. This research provides the descriptions to all health care providers in taking care person with schizofrenia. Keywords: Hallucinations, experience, family.

PERILAKU PERAWAT DALAM PENERAPAN MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI ACEH

Nazirah, Riska, Yuswardi, Yuswardi

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.909 KB)

Abstract

ABSTRAKKesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu isu penting di dunia kerja saat ini termasuk di lingkungan rumah sakit. Angka kecelakaan kerja di rumah sakit lebih tinggi dibandingkan tempat kerja lainnya dan sebagian besar diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku perawat dalam penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Provinsi Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sebanyak 264 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam bentuk dicotomous choice yang terdiri dari 35 item pernyataan. Metode analisis data dengan menggunakan analisis univariat. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran perilaku perawat dalam penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ditinjau dari faktor internal berada pada kategori baik (52.5%) dan perilaku perawat ditinjau dari faktor ekternal berada pada kategori baik (58.8%). Peneliti menyarankan kepada rumah sakit agar dapat melakukan sosialisasi tentang manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara lebih optimal sehingga tidak lagi terdapat perilaku yang buruk dari perawat dalam manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.Kata Kunci : Perilaku perawat, manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ABSTRACTOccupational Health and Safety is currently one of the most important issues in work areas, including hospital environment. A number of accidents at the hospital are higher than other workplaces, and mostly due to unsafe behavior. The purpose of this study was to determine the overview of nurses behavior in the implementation of the occupational health and safety in Aceh Province. This research is a descriptive exploratory by using across sectional study design. The population was all nurses who worked in inpatient ward dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Banda Aceh, as many as 264 nurses. The sampling technique using simple random sampling with a sample size of 80 people. Data collection tool is a questionnaire in the dichotomous choice that consists of 35 statements and analyzed using univariate analysis. The results showed nurses behavior in the implementation of the Occupational Health and Safety management is in terms of internal factors is in good category (52.5%) and the behavior of nurses in terms of external factors also in good category (58.8%). It is suggested to hospitals in order to socialize the Occupational Health and Safety management more optimally so that no longer have the bad behavior of the nurses in the management of Occupational Health and Safety in Hospitals.Keywords : Nurses behavior, management of Occupational Health and Safety

PEMBERDAYAAN HABIB DAN TABIB DALAM ELIMINASI KUSTA DI KABUPATEN NAGAN RAYA

Elvin, Said Devi

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.151 KB)

Abstract

ABSTRAKProvinsi Aceh merupakan salah satu daerah dengan prevalensi kusta tertinggi di Indonesia. Tahun 2014 dilaporkan penemuan kasus baru Multi Basiler sebanyak 436 kasus, salah satu Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh dengan jumlah kasus kusta yang tertinggi adalah Kabupaten Nagan Raya. Jumlah kasus baru berdasarkan data tahun 2015 adalah untuk tipe Pausi Basiler (PB) sebanyak 26 kasus dan Multi Basiler (MB) sebanyak 21 kasus dengan jumlah kecacatan tingkat II adalah 4,26%. Fenomena penanganan dan pengobatan kusta pada masyarakat di Kabupaten Nagan Raya adalah pengobatan melalui Habib dan Tabib yang dikenal dengan istilah “Peundang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberdayaan Habib dan Tabib dalam program eliminasi penyakit kusta di Kabupaten Nagan Raya. Penelitin ini menggunakan desain Quasi Experiment. Penelitian akan dilaksanakan di Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Habib dan Tabib yang melakukan pengobatan terhadap penderita kusta di Kabupaten Nagan Raya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara dan intervensi yang diberikan adalah buku saku tentang pemberdayaan Habib dan Tabib dalam eliminasi penyakit kusta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan tentang penyakit kusta yang signifikan antara Habib dan Tabib kelompok perlakuan dengan Habib dan Tabib kelompok kontrol (P = 0,010). Selanjutnya juga terdapat perbedaan sikap tentang penyakit kusta yang signifikan antara Habib dan Tabib kelompok perlakuan dengan Habib dan Tabib kelompok kontrol (P = 0,040). Pemberdayaan Habib dan Tabib terbukti efektif dalam eliminasi penyakit kusta (P = 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diharapkan kepada Dinas Kesehatan dan Habib dan Tabib di Kab. Nagan Raya agar menerapkan model kemitraan dengan Habib dan Tabib dalam program eliminasi penyakit kusta serta selalu mendampingi Habib dan Tabib utuk meningkatkan pemberdayaan sertanya melakukan eliminasi penyakit kusta di masyarakat.Kata Kunci : Habib dan Tabib, Program Eliminasi Penyakit, Kusta. ABSTRACTAceh is one of the highest prevalence of leprosy in Indonesia. In 2014 there were 436 new cases of Multi Basiler reported. One of the districts in Aceh with the highest number of leprosy cases is Nagan Raya. The number of new cases based on data of 2015 is 26 cases of type Pausi Basiler (PB) and 21 cases Multi Basiler (MB). The number of cases of disability level II is 4.26%. The most common treatment of leprosy by people in Nagan Raya District is the treatment through Habib and Tabib known as "Peundang". The purpose of this study is to determine the effectiveness of empowerment of Habib and Tabib in the elimination of leprosy in Nagan Raya, Aceh. This research using Quasi Experiment design with respondents in this research is Habib and Tabib who do treatment to leprosy patient in Nagan Raya and divided into two groups (intervention and control group). The instruments of data collection using questionnaires with interview techniques. Interventions given to Habib and Tabib are health education through a handbook on leprosy elimination. The results showed that there was significant difference of knowledge about leprosy between Habib and Tabib in the intervention group with Habib and Tabib in the control group (P = 0.010). Other research results are there are significant differences in attitudes towards leprosy between Habib and Tabib in the intervention group with Habib and Tabib in the control group (P = 0.040). The empowerment of Habib and Tabib proved effective in the elimination of leprosy (P = 0,000 <0.05). Based on the results of this study, it is expected to the Health Office in Nagan Raya to cooperate with Habib and Tabib as local wisdom in implementing leprosy disease elimination program.Keywords : Habib and Tabib, Elimination Program, Leprosy.

PENGGUNAAN FORMAT ISBAR3 BERBASIS ELEKTRONIK DALAM HANDOVER KEPERAWATAN UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI EFEKTIF

Kamila, Rina, Hananto, Suki

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.844 KB)

Abstract

ABSTRAKSerah terima (handover) keperawatan merupakan bagian penting dari perawatan klinis di mana informasi pasien yang relevan perlu dikomunikasikan secara akurat dan tepat, untuk memastikan kesinambungan perawatan dan keselamatan pasien. Komunikasi yang buruk dan format yang tidak terstruktur merupakan faktor yang dapat menyebabkan pasien berisiko dalam perawatan. Tujuan penulisan untuk menjelaskan format terstruktur yang terkomputerisasi yang digunakan oleh perawat dalam serah terima keperawatan dengan menggunakan metode komunikasi efektif: Identify, Situation, Background, Assessment, dan Rekomendation, Read-Back, Risk (ISBAR3). Metode analisis dengan kajian literatur. Hasil kajian didapatkan bahwa penggunaan format ISBAR3 berbasis elektronik terstruktur ini digunakan untuk mendukung cara serah terima verbal melalui model komunikasi terkini yang lebih sistematis, tepat, akurat, dan relevan dalam waktu yang sangat singkat. Penggunaan format terstruktur berbasis elektronik ini merupakan bagian dari sistem informasi keperawatan di rumah sakit. Keberhasilan penerapan format serah terima elektronik ini dapat meningkatkan komunikasi efektif, dan meningkatkan  keselamatan pasien.Kata kunci: Teknologi Elektronik, Metode ISBAR3, Serah Terima Keperawatan, Sistem Informasi Keperawatan ABSTRACTNursing handover is a vital part of clinical care where relevant patient information needs to be communicated precisely and accurately, to ensure continuity of care and patient safety. Poor communication and lack of structured format are contributing factors in adverse incidents where patient care is put at risk. This study aims to explain the computerized structured format used by nurses in the handover of nursing using effective communication methods: Identify, Situation, Background, Assessment, and Recommendation, Read-Back, Risk (ISBAR3). Method of analysis with literature review. Using this ISBAR3 computerized structured format is part of the hospitals nursing informatics system. The results of this study obtained that structured electronic format was used to support the verbal handover report through more systematic, precise, accurate, and relevant model of communication in very short period of time. The successful implementation of this electronic handover format can improve effective communication and patient safety. Keywords: E-technology, ISBAR3 Handover Methode, Nurse Shift Handover, Nursing Informatic System

PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN STIMULASI DAN PERKEMBANGAN ANAK PRA SEKOLAH (3-5 TAHUN) DI BANDA ACEH

Imelda, Imelda

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.207 KB)

Abstract

ABSTRAKUntuk mencapai perkembangan optimal, seluruh potensi yang dimiliki anak dapat distimulasi oleh orangtua khususnya ibu. Sebelum melakukan stimulasi, ibu memerlukan bekal pengetahuan tentang stimulasi karena merupakan faktor pendukung perilaku stimulus terkait dengan perkembangan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pemberian stimulasi dengan perkembangan anak pra sekolah di Banda Aceh. Desain penelitian yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan terhadap sampel sebanyak 53 responden di Geuceu Menara. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan 30 item pernyataan, dan metode yang digunakan adalah wawancara dan pembagian kuesioner. Data dianalisa dengan menggunakan uji chi-square dengan Confidence interval 95% dan Alpha (α) 0,05. Hasil penelitian menunjukkan  ada hubungan pengetahuan ibu tentang stimulasi motorik kasar (p-value 0,005), motorik halus (p-value 0,002), stimulasi bahasa (p-value 0,001), stimulasi sosial (p-value 0,003) dengan perkembangan anak pra sekolah. Melalui penelitian ini, peneliti menyarankan kepada fakultas keperawatan, agar dapat bekerjasama dengan pihak kader desa dan puskesmas terkait dalam hal sosialisasi stimulasi perkembangan pada anak pra sekolah.Kata kunci: Pengetahuan, stimulasi, perkembangan anak pra sekolah. ABSTRACTTo achieve optimal developmental, all the potency of children can be stimulated by parents especially mother. Before doing stimulation, the parents need sufficient knowledge about stimulation as a supporting factor stimulation behaviors related to developmental of children. The purpose of the study to determine the corelation of mother’s knowledge about stimulation and developmental of preschool in Banda Aceh. The design is a quantitative study with cross-sectional approach to a sample of 53 respondents in Geuceu Menara. Data collection used questionnaire with 30 items statement, and the methods used interviews and questionnaires. Data were analyzed using the chi-square formula with 95% Confidence interval and Alpha (α) of 0,05. The results showed; there is a corelation between mother’s knowledge about stimulation of gross motoric (p-value 0.005), fine motoric (p-value 0.002), language (p-value 0.001), social (p-value 0.003) and developmental of pre-school. Based on the results, researcher suggested to nursing faculty to make coordination with health workers and community health centre to socialize stimulation’s program of developmental in pre school.Keywords: Knowledge, Stimulation, developmental of pre school

PENYEBAB SKIZOFRENIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI ACEH

Novitayani, Sri

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.31 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyebab skizofrenia secara spesifik belum diketahui hingga saat ini. Pada umumnya, ada beberapa kombinasi faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami skizofrenia. Di Provinsi Aceh, mayoritas pasien gangguan jiwa adalah skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab skizofrenia dari pasien skizofrenia rawat jalan di  poliklinik Rumah Sakit Jiwa Aceh. Metode yang digunakan adalah deskriptif dan jumlah sampel 40 orang dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Peneliti menggunakan tiga instrumen yaitu Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS), data demografi dan penyebab skizofrenia. Data dianalisa dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil data demografi menunjukkan sebagian besar responden memiliki usia dewasa (95%), laki-laki (65%), pendidikan SMA (42,5%), dan memiliki pekerjaan (62,5%). Hasil penelitian utamanya menunnjukkan mayoritas penyebab skizofrenia berdasarkan persepsi responden adalah cobaan dari Allah SWT (kategori spiritual) yang diikuti dengan stres atau khawatir (kategori psikososial). Berdasarkan hasil penelitian ini, Rumah Sakit Jiwa Aceh diharapkan memberikan informasi secara terus menerus tentang patofisiologi skizofrenia dari setiap penyebab skizofrenia hingga munculnya gejala skizofrenia dan keterkaitan dari setiap penyebab dari skizofrenia, karena skizofrenia terjadi disebabkan oleh multi faktor. Hal ini bertujuan agar pasien memahami penyakitnya dan dapat menentukan koping yang efektif dalam proses pengobatannya.Kata kunci: Skizofrenia, penyebab, biologi, psikososial, spiritual. ABSTRACTThe causes of schizophrenia are specifically unknown until today. Generally, there are several combinations of factors that can cause a person to experience schizophrenia. In Aceh Province, the majority of patients with mental disorder are schizophrenic patients. This study aims to determine the etiology of schizophrenia from schizophrenic outpatients in the polyclinic of the Aceh Psychiatric Hospital. The method that used is descriptive and had 40 samples by using purposive sampling. The researcher used three questionnaires including Brief Psychiatric Rating Scale (BPRS), demographic data, and etiology of schizophrenia. Data was analyzed by frequency statistic. The results of demographic data showed that most respondents have characteristic of adult (95%), male (65%), senior high school (42.5%), and have occupation (62.5%). The main results of study showed the majority etiology of schizophrenia according to respondents’ perception is the trials of Allah SWT (spiritual category) followed by stress or worry (psychosocial category). Based on the results of this study, the Aceh Psychiatric Hospital is expected to provide continuous information about the pathophysiology of schizophrenia from each cause of schizophrenia until its symptoms appear and the linkage of each cause of schizophrenia , because the schizophrenia occurs by multiple factors. It purposed to make patients understand the illness and can determine the effective coping in the treatment process.Keywords: Schizophrenia, Etiology, Biology, Psychosocial, Spiritual.

LANSIA CARING NURSING CENTER: PERSEPSI MAHASISWA PROFESI KEPERAWATAN

Setiawan, Setiawan, Suza, Dewi Elizadiani

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.34 KB)

Abstract

ABSTRAKLansia Caring Nursing Center merupakan perawatan terpadu dan komprehensif bagi lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa profesi keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan di Lansia Caring Nursing Center di Fakultas Keperawatan USU. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan adalah mahasiswa profesi keperawatan USU yang telah melalui tahap profesi komunitas dan telah bergabung dalam kegiatan Lansia Caring Nursing Center. Wawancara mendalam kepada 5 mahasiswa profesi keperawatan. Analisis data menggunakan metode Colaizzi. Ditemukan 5 tema persepsi mahasiswa dalam memberikan pelayanan keperawatan di Lansia Caring Nursing Center, yakni: 1) Lansia Caring Nursing Center adalah tempat untuk meningkatkan kesehatan, dan sarana untuk memberikan pendidikan bagi lansia, 2) Kegiatan Lansia Caring Nursing Center bermanfaat bagi lansia, 3) Suasana baru, ragam kegiatan, dan tersedia fasiitas yang berbeda di Lansia Caring Nursing Center, 4) Mahasiswa dapat belajar menjadi penyuluh kesehatan, fasilitator senam kaki dan melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia, 5) Mahasiswa menerapkan komunikasi teraupetik kepada lansia secara langsung. Kehadiran Lansia Caring Nursing Center di Fakultas Keperawatan USU dirasakan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan keilmuan dan sebagai lahan penyaluran ide-ide terkait program lansia sehingga membuat para mahasiswa merasa antusias dan senang untuk bergabung.Kata kunci: Persepsi, lansia caring nursing center, mahasiswa profesi keperawatan.  ABSTRACTThe Elderly Caring Nursing Center was an integrated and comprehensive care for the elderly.The Objective to know perception of nursing profession students in providing nursing service at Elderly Caring Nursing Center in Faculty of Nursing USU. Qualitative research with phenomenology approach. Participants were nursing student who have been through the community profession stage and have joined the Elderly Caring Nursing Centers activities. In-depth interview with 5 nursing profession students. Data analysis using Colaizzi method. Five themes of student perception in providing nursing service at Elderly Caring Nursing Center were: 1) Elderly Caring Nursing Center was a place to improve health, and to provide education for the elderly; 2) Activities in Elderly Caring Nursing Center useful for the elderly; 3) New atmosphere, variety of activities,  and different facilities available at Elderly Caring Nursing Center, 4) Students can learn to become health educator, foot gym facilitator and conduct medical examination on elderly, 5) Students applied therapeutic communication directly  to the elderly. The presence of Elderly Caring Nursing Center at Faculty of Nursing USU was felt to be very useful for students and can provide new  ideas related to the elderly program so the students feel enthusiastic and happy to join.Keywords: Perception, elderly caring nursing center, nursing profession students.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH

Sufriani, Sufriani, Sari, Eva Purnama

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.816 KB)

Abstract

ABSTRAKKasus bullying  di Indonesia yang terjadi di sekolah dari tahun 2011 sampai 2014 tercatat sebanyak 1.480 kasus. Faktor penyebab tindakan  bullying perlu diidentifikasi untuk mencegah tingginya angka bullying di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi tindakan bullying pada anak usia sekolah di Sekolah Dasar Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif melalui pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia sekolah dasar di Kecamatan Syiah Kuala. Teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel 94 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 22 Mei - 6 Juni 2015. Alat pengumpulan data berupa kuesioner dalam bentuk skala likert dengan metode wawancara. Analisa data menggunakan uji Chi Square (2x2) dengan Confidence Interval  95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor individu (P-value = 0,000), faktor keluarga (P-value = 0,000), faktor teman sebaya (P-value = 0,003), faktor sekolah (P-value = 0,048), faktor media (P-value = 0,042) dengan tindakan bullying pada anak usia sekolah. Diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan kedisiplinan di sekolah dan memberikan bimbingan konseling pada anak pelaku bullying, bagi orangtua agar menghindari memberi hukuman dengan kekerasan.Kata kunci: Bullying, anak usia sekolah, factor. ABSTRACTThe bullying cases in Indonesia existing at schools since 2011 to 2014 were recorded for 1.480 cases. The causing factors of bullying actions need to be identified in order to prevent the high incident of bullying at schools. The objective of this research was to identification the relation of factors which influence bullying actions at school-age children in Elementary Schools of Syiah  Kuala Subdistrict in Banda Aceh. The design of research used was descriptive correlation through a cross sectional study approach. The population was school-age children on Elemantary Schools in Syiah  Kuala  Subdistrict. The technique sampling was  purposive sampling    with  the  total sample of 94 respondents. The collection of data was conducted on May 22 until June 6, 2015. The instrument of data collections was questionnaires in likert scale with method is interview.  Data analysis was used  Chi Square test (2x2) with Confidence Interval of 95% (α = 0,05). The results of  the research shows that there is a correlation between individual factor (P-value = 0,000), familial factor (P-value = 0,000), a peer factor (P-value = 0,003), a school factor (P-value = 0,048), media factor (P-value = 0,042) by bullying action in school children. It is expected that the school can improve discipline and provide counseling guidance to children bullying, for parents to avoid punish by violence.Keywords: Bullying, school-aged children, factors.

DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA PASIEN PASCA STROKE

Dewi, Cut Mala, Darliana, Devi

Idea Nursing Journal Vol 8, No 3 (2017): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.241 KB)

Abstract

ABSTRAKPasien yang menderita penyakit stroke dapat mengalami hemiplegia dan hemiparese sehingga dapat mengganggu aktifitas pasien, selalu bergantung pada orang lain, bahkan  sampai kehilangan pekerjaan. Stroke juga menyebabkan  aphasia sehingga pasien kesulitan berbicara, kesulitan mengucapkan kata-kata,  serta sulit bersosialisasi dengan orang lain. Kondisi ini merupakan penyebab timbulnya depresi pada pasien. Keluarga sebagai orang yang terdekat sangat berperan dalam proses  penyembuhan  dan  pemulihan pasien pasca stroke. Tujuan penelitian ini adalah   untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada pasien pasca stroke. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif  korelatif  dengan desain cross  sectional  study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 88 responden. Alat pengumpulan data berupa kuesioner baku Beck Depression Inventory (BDI)  dan  teknik  wawancara  terpimpin.  Data dianalisa menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan depresi pada pasien pasca stroke (p-value = 0,000); secara khusus ada hubungan antara dukungan informasional (p-value = 0,035), dukungan penilaian (p-value = 0,001), dukungan tambahan (p-value =0,002), dan dukungan emosional (p-value = 0,001) dengan depresi pada pasien pasca stroke. Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat memberikan program edukasi kepada keluarga agar lebih memahami pentingnya keterlibatan keluarga dalam dalam mengurangi depresi sehingga dapat meningkatkan penyembuhan pasien pasca strokeKata kunci: Depresi, Dukungan Keluarga, Pasien Pasca Stroke. ABSTRACTPost-stroke patient can experience hemiplegia and hemiparesis that interfere with patient daily living.  They become dependent on others and could cause them to lose their job. Stroke also caused aphasia that make patient difficult to speak and to say words, this situation will make it difficult for the patient to socialize with others, and this condition could lead to depression. Family is an integral part for post-stroke patient during their healing and recovery time. The purpose of this study is to know the relationship between family support and with depression in post-stroke patient.  This study used descriptive correlative method with cross sectional study design. The sampling technique used was purposive sampling in 88 respondents. The results showed a relationship between family support and depression in patients post-stroke (p-value = 0.000); (P-value = 0.002), supplemental support (p-value = 0.002), and emotional score (p-value = .001) with depression in post-stoke patients. It is expected that nurses as part of health care provider can provide educational programs to families to better understand things that can help the healing process of post-stroke patient.Keywords: Depression, Family Support, Post-stroke Patients.