cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Agrista
ISSN : 14103389     EISSN : 25979973     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrista merupakan salah satu wadah bagi peneliti untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian di bidang ilmu Agroteknologi, Ilmu Tanah dan Proteksi Tanaman, selain itu Jurnal Agrista juga mencakup di bidang MIPA Biologi serta FKIP Biologi. Jurnal Agrista memuat laporan hasil penelitian atau makalah suntingan dengan topik Agroteknologi, Ilmu Tanah, serta Hama dan Penyakit Tumbuhan dari staf pengajar/peneliti di Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan peneliti lainnya yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta serta Balai Penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Pengaruh Pemupukan N, P, K dan Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai di Lahan Sulfat Masam Bergambut Indrayani, Linda; Umar, Sudirman
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.225 KB)

Abstract

ABSTRAK. Pemanfaatan tanah tanpa memperhatikan daya sanggah tanah dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerusakan tanah. Penambahan pupuk organik dan anorganik dapat memperbaiki produktivitas tanah dan tanaman. Berkaitan dengan hal tersebut, telah dilakukan penelitian pemupukan an-organik dan pupuk organik dengan tujuan mengevaluasi pengaruh pupuk N, P, K dan bahan organik Beta dan Tithoganic terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil kedelai di lahan sulfat masam bergambut. Perlakuan yang dicoba adalah penambahan bahan organik Beta dan Tithoorganic setelah dipupuk dengan N, P, dan K. Percobaan dilaksanakan di lokasi pertain di desa Lamunti, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah pada MK 2009 yang menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buku subur, komponen hasil, dan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk organik dengan perlakuan pemupukan NPK, terjadi peningkatan baik pada pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan generative dilihat dari jumlah buku subur, jumlah polong/tanaman, jumlah biji/tanaman, berat biji/tanaman, dan berat seratus biji serta hasil. Dosis ½ NPK tambah bahan organik Beta meningkatkan jumlah biji per tanaman sebesar 58.10%, dan berat biji/tanaman meningkat 46.32% sedangkan dosis ½ NPK tambah bahan organik Tithoganic meningkatkan jumlah biji/tanaman 59.29% dan berat biji/tanaman 40.33%. Peningkatan hasil dengan dosis ½ NPK + bahan organik Beta sebesar 54.12% dan 58.42% dengan penambahan Tithoganic.Effect of N, P, K and Organic Matter Fertilizer on Growth and Yield of Soybean on Peaty Acid Sulphate LandABSTRACT. The utilization of land without awareness to soil bearing capacity can cause the declination of productivity and land degradation. The application of organic and inorganic fertilizers can improve soil and crop productivity. The object of research was to evaluate the influence of N, P, and K fertilizer and Beta and Tithoganic organic matter on growth and yield of soybean on peaty acid sulphate land. The experiment was conducted on farmer land at Lamunti village, Kapuas, Central Kalimantan in dry season 2009. This experiment was arranged in RCBD design with 3 replications. Observed variables were plant height, number of branches, number of fertile nodules, yield component and yield. The results showed that the application of organic fertilizer with NPK fertilizer treatment increased vegetative and generative growth that could be shown from the number of fertile nodules, number of pods/plant, seed number/plant, seed weight/plant and 100 seed weight and the result. Treatment of an half NPK + Beta organic matter increased the number of seeds/plant as 58.10% and the weight of seed/crops as 46.32% whereas treatment of an half NPK + ½ Tithoganic organic matter increased the number of seeds/plant and weight of seed/crops as 59.29% and 40.33% respectively. The yield showed an increasing rete as 54.12% and 58.42% with an half of NPK + Beta organic matter and application of Tithoganic.
Analisis Kriteria Kesesuaian Lahan Terhadap Produksi Kakao pada Tiga Klaster Pengembangan di Kabupaten Pidie Liyanda, Mizar; Karim, Abubakar; Abubakar, Yusya’
Jurnal Agrista Vol 16, No 2 (2012): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2012
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.368 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan tanaman kakao sehingga diketahui hubungan antara karakteristik lahan dengan produksi dan kadar lemak kakao serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode survai digunakan untuk mendapatkan karakteristik lahan, tingkat pengelolaan dan produksi tanaman kakao. Satuan peta lahan (SPL) masing-masing klaster dibentuk berdasarkan tumpang tindih peta jenis tanah, peta lereng dan peta penggunaan lahan. Evaluasi kesesuaian lahan pada setiap SPL menggunakan metode klasifikasi kesesuaian lahan yang dikembangkan oleh FAO. Untuk mengetahui hubungan antar karakteristik dilakukan analisis korelasi antara karakteristik lahan dengan karakteristik produksi serta kadar lemak. Analisis linier berganda dilakukan pada karakteristik lahan yang berpengaruh nyata terhadap komponen produksi dan kadar lemak. Hasil evaluasi lahan Klaster Padang Tiji dan Keumala memiliki kelas kesesuaian lahan aktual sesuai marginal (S3) sedangkan Tangse cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3). Kelas kesesuaian lahan potensial Klaster Padang Tiji sesuai marginal (S3), sedangkan Klaster Keumala dan Tangse cukup sesuai (S2) dan sesuai marginal (S3). Hubungan antara karakteristik lahan terhadap produksi diperoleh hubungan yang sangat erat (R2=0,95), sedangkan karakteristik lahan terhadap kadar lemak diperoleh hubungan yang erat (R2=0,64). Penentu produksi adalah ketinggian tempat, lereng, fraksi pasir, fraksi liat, pH H2O, pH KCl, C-organik, N total, P tersedia, Na, kejenuhan Al, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa dan salinitas, sedangkan penentu kadar lemak adalah ketinggian tempat, C organik, N total, P tersedia, Ca dan Mg.Analysis of Land Suitability Criteria for Cocoa Production of Three Cluster Development in Pidie DistrictABSTRACT. This study was aimed at the analysis of land suitability for cocoa in order to understand relationships between characteristics of the land and production and fat content of cocoa and factors that influence it. Method used was a survey method to obtain land characteristics, management and production levels of cocoa. Land Unit Map (LUM) of each cluster was formed by overlapping maps of soil type, slope, and land use. Evaluation of land suitability on each LUM was done by suitability classification method developed by FAO. Relationships between characteristics of land and production and fat levels were analyzed using correlation analysis. Multiple linear analysis were carried out for land characteristics that significantly affect production components and fat content. The results showed that clusters of Keumala and Padang Tiji had actual land suitability classes of marginal suitable (S3), while Tangse had those of adequately suitable (S2) and marginal suitable (S3). Potential land suitability classes of Padang Tiji cluster was marginal suitable (S3), while clusters of Keumala and Tangse were adequately suitable (S2) and marginal suitable (S3). Results showed that there was a very close relationship (R2=0.95) between characteristics of land and production, while a close relationship (R2=0.64) between characteristics of the land and fat content. Determinants of production were altitude, slope, sand fraction, clay fraction, pH H2O, pH KCl, organic C, total N, available P, Na, Al saturation, cation exchange capacity, base saturation and salinity, while determinants of fat content were altitude, organic C, total N, available P, Ca, and Mg.
Pemangsaan Curinus coeruleus Mulsant (Coleoptera: Coccinellidae) terhadap Paracoccus marginatus Williams & Granara De Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) Pramayudi, Nur
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.037 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemangsaan C. coeruleus terhadap kutu putih papaya P. marginatus. Masing-masing predator dari setiap tahap perkembangan diberi mangsa pada kondisi dengan pilihan dan tanpa pilihan stadia mangsa, selama 24 jam. Pada uji tanpa pilihan, seluruh instar predator secara nyata (P<0,001) lebih banyak memangsa nimfa instar I. Begitu pula pada uji pilihan bebas, nimfa kutu putih instar I lebih banyak yang dimangsa oleh setiap predator dibandingkan nimfa instar lainnya (P<0,001). Tingkat pemangsaan yang lebih tinggi diperlihatkan oleh larva predator instar III dan IV. Kemampuan mangsa menurun setelah larva predator berubah menjadi imago. Pada uji pilihan bebas, tidak ada imago betina kutu putih papaya yang dimangsa predator. Hasil pengamatan tambahan mengungkapkan bahwa predator C. coeruleus dapat memangsa telur-telur yang dibungkus dalam ovisak. Dengan memilih lebih banyak mangsa yang lebih muda, predator diduga dapat menekan biaya penanganan dan metabolisme akan mangsa. Sehingga eneri yang diperoleh dari pemangsaan menjadi lebih besar. Dalam rangka pengendalian P. marginatus oleh C. coeruleus, maka predator tersebut akan efektif menekan populasi mangsa yang berumur muda. Pada kerapatan 1 ovisak per tanaman, kematian tanaman terjadi dalam waktu 30 hari setelah infestasi; sementara pada kerapatan 4 ovisak kematian tanaman terjadi dalam waktu 10 hari setelah infestasi. Keberadaan 1 ekor predator larva instar IV per tanaman tidak mampu menghentikan kerusakan dan kematian tanaman.Predation Curinus coeruleus Mulsant (Coleoptera: Coccinellidae) of Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae)ABSTRACT. This study aimed to study predation C. coeruleus on the infestation papaya white P. marginatus. Each predators of each developmental stage were prey to the conditions with and without a choice selection of stadia prey, for 24 hours. In the test without the option, the entire instar predators significantly (P <0.001) more prey instar nymphs I. Similarly, in free choice test, I instar nymphs more white flea many were wiped out by predators than any other instar nymphs (P <0.001). Higher level of predation exhibited by predator instar larvae III and IV. The ability of predators to prey decreased after the larvae turn into imago. In free choice test, there are no female imago white lice are eaten by predators papaya. Additional observations revealed that the predator C.coeruleus may prey on the eggs are encased in ovisak. By choosing younger prey, predators could be expected to recude the cost of handling and metabolism will be prey. So that the energy gained from predation is greater. In order to control P. marginatus by C. coeruleus, the predators will be effective in suppressing the prey population aged youth. In an ovisak density per plant, plant death occurs within 30 days after infestation, while the density of 4 plants ovisak deaths occurred within 10 days after infestation. One predator (instar larval IV) is not able to stop the destruction and death of plants.
Pengaruh Berbagai Jenis Tanaman Inang dan Beberapa Jenis Sumber Inokulum Terhadap Infektivitas dan Efektivitas Mikoriza Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Agrista Vol 16, No 2 (2012): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2012
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.917 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari infektivitas dan efektivitas mikoriza pada berbagai jenis tanaman inang dan sumber inokulum. Penelitian ini dilakukan di rumah kasa Fakultas Pertanian Unsyiah, laboratorium Biologi Tanah di Fakultas Pertanian USU dan Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Unsyiah sejak bulan Juli 2011 hingga November 2011. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang diteliti adalah beberapa jenis tanaman inang dan beberapa jenis sumber inokulum. Faktor jenis tanaman inang terdiri dari: kudzu, kedelai, dan jagung. Sedangkan faktor sumber inokulum terdiri dari: spora asal rhizosfer kudju, spora asal rhizosfer kedelai, dan spora asal rhizosfer jagung. Peubah yang diamati adalah: derajat infeksi mikoriza dan serapan P tanaman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat interaksi antara jenis tanaman inang dengan jenis sumber inokulum terhadap infektivitas dan efektivitas mikoriza. Perlakuan yang terbaik pada peubah derajat infeksi mikoriza (infektivitas mikoriza) dan serapan P tanaman (efektivitas mikoriza) adalah kombinasi tanaman inang kudzu, dengan sumber inokulum spora asal rhizosfer kudzu.Infectiveness and Effectiveness of Mycorrhizae in the Some Host Plants and Source of InoculumABSTRACT. This research aims to study the types of host plants and source of inoculum is best in the manufacture of mycorrhizal biofertilizer. The study was conducted at the home screen Unsyiah Faculty of Agriculture, Soil Biology Laboratory at USU College of Agriculture and Soil Chemistry Laboratory at the Faculty of Agriculture Unsyiah since July 2011 to November 2011. This research used randomized completely block design (RCBD) factorial with two factors and three replications. Factors studied are several types of host plants and some types of sources of inoculum. Variety of host factors consist: kudzu, soybean, and corn and factors source of inoculum consisted of: spore origin rhizosfer kudju, rhizosfer spores from soybean, and spores rhizosfer origin of maize. Variables observed in this study is the degree of mycorrhizal infection, plant P uptake. From the research results obtained can be concluded that there is interaction between host plant species with the type of source of inoculum of mycorrhizal infectivity and effectiveness. The best treatment of the parameters of the degree of mycorrhizal infection (infectivity of mycorrhizal) and plant P uptake (mycorrhizal effectiveness) is a combination of host plant kudzu to the source of spore inoculum origin rhizosfer kudzu.
Teknologi Alat dan Mesin Pasca Panen sebagai Komponen Pendukung Usahatani Jagung di Lahan Kering Kalimantan Selatan Umar, Sudirman
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.702 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian teknologi alat dan mesin pasca panen telah dilaksanakan untuk menentukan kinerja alat pemipil dan pengering jagung yang akan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini dilaksanakan sejak April – Mei 2006 di Desa Tajau Pecah dan Bumi Asih, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman teknis alat pemipil corn-seller cukup baik dilihat dari hasil pengukuran yang diperoleh yakni kadar air biji <22%, biji utuh 93,45%, butir pecah 5,5% dan kotoran 4,5%. Hasil pengukuran kadar air pada 8 bed dryer antara 14.32 – 16.32% dengan kondisi biji baik tertinggi 88,56% dan terendah 80,05%. Penggunaan alat pemipil corn-seller pada tingkat jasa pemipil (upah) Rp. 35/kg didapat dengan biaya pokok alat Rp. 17,38/kg, sedangkan upah pengeringan (bed dryer) adalah Rp. 120/kg, biaya pokok alat yang diperoleh sebesar Rp. 114,15/kg. Titik impas untuk corn-seller 276 ton/tahun dan bed dryer 215,94 ton/tahun, net present value (NPV) corn-seller sebesar Rp. 8.617.843,00. Berdasarkan analisis financial, biaya pokok dan NPV, corn-seller lebih layak dan menguntungkan sedangkan bed dryer belum layak dilihat dari B/C ration 0,95.Technology of Post Harvest Machinery as Supported Component of Maize Farming on Upland in South KalimantanABSTRACT. The machinery post harvest technology research was to examine the performance of corn sheller and bed dryer and those product quality to increase farmer income. The research was conducted in April till May 2006 at Tajau Pecah and Bumi Asih villages, Batu Ampar District, Tanah Laut regency, South Kalimantan. The result showed that at both of villages, farmer carried out their harvesting with : picked up (removed peel)-carried away-sheller-sold (dry weight). This activity had high percentage than if sold in fresh. Maize grain with <22% of water content, produce intact grain 93.45%, broken grain 5.55% and impurity as 4.5%. Measuring of water content as 14.32-16.34% on eight bed dryer indicated good grain condition as 88.56% for the highest and 80.05% for the lowest. The cost of utilizing corn-sheller at sheller leasing was Rp. 35/kg with prime cost as Rp. 114.15/kg. The break even point of corn sheller and bed dryer were 276 t/ha and 215.94 t/ha. The net present value (NPV) of corn sheller was Rp. 8,617,843. According of financial analysis, prime cost and NPV of corn sheller was more feasible and profitable than bed dryer (with B/C ratio 0.95).
Uji Jarak Tanam Sistem Legowo Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Padi Pada Metode SRI Hatta, Muhammad
Jurnal Agrista Vol 16, No 2 (2012): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2012
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.342 KB)

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji jarak tanam sistem legowo pada beberapa varietas terhadap pertumbuhan dan hasil padi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji interaksi antara jarak tanam dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dengan empat ulangan. Faktor yang diteliti adalah (1) varietas, yang terdiri dari tiga taraf, yaitu Pandan Wangi, Ciherang, dan Cot Irie dan (2) jarak tanam, terdiri dari dua taraf, yaitu 21 cm x 10,5 cm x 42 cm dan 25 cm x 12,5 cm x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan produktif, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap panjang malai dan hasil per ha. Galur Cot Irie memberikan panjang malai dan hasil per ha yang lebih baik dibanding varietas Ciherang dan Pandan Wangi, sementara Varietas Ciherang memberikan panjang malai dan hasil per ha yang tidak berbeda nyata dengan Varietas Pandan Wangi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan produktif, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang malai dan hasil per ha. Jarak tanam berbasis 25 cm secara signifikan memberikan jumlah anakan produktif lebih banyak dibanding jarak tanam berbasis 21 cm. Tidak ada interaksi antara varietas dan jarak tanam terhadap jumlah anakan, panjang malai, dan hasil per ha. Investigating Plant Spacing of Legowo System on Growth and Yield of Several Rice Varieties in SRI MethodABSTRACT. The objectives of this study were to examine plant spacing of legowo system on growth and yield of several varieties of rice and interaction between plant spacing and varieties on growth and yield of rice. This study used a split plot design with four replicates. Factors studied were (1) varieties, consisting of three levels, namely, Pandan Wangi, Ciherang, and Cot Irie and (2) plant spacing, consisting of two levels, namely 21 cm x 10.5 cm x 42 cm and 25 cm x 12.5 cm x 50 cm. Results showed that varieties did not significantly affect number of productive tillers, but significantly affected length of panicle and yield per ha. Cot Irie Line provided greater panicle and yield per hectare than Ciherang and Pandan Wangi Varieties, while Ciherang did not provide significantly different panicle and yield per hectare, compared to Pandan Wangi. Result also showed that plant spacing significantly affected number of productive tillers, but did not significantly affect length of panicle and yield per ha. Plant spacing on basis of 25 cm significantly provided more number of productive tillers than that of 21 cm. There were no significant interaction between varieties and plant spacing on number of tillers, length of panicle, and yield per ha.
Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Lokal Aceh untuk Perakitan Varietas Adaptif pada Tanah Masam Bakhtiar, Bakhtiar; Kesumawati, Elly; Hidayat, Taufan; Rahmawati, Marai
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.575 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat agro-morfologi dan mengidentifikasi plasma nutfah padi local Aceh yang dapat beradaptasi baik pada tanah masam. Jumlah aksesi yang dievaluasi adalah 33 aksesi. Tinggi bibit pada umur 15 Hari Setelah Tanam dari varietas yang dievaluasi berkisar dari 20-40 cm. Jumlah anakan pada fase bibit berkisar antara 1 sampai 6 anakan. Tanaman terpendek yang mempunyai tinggi 90 cm adalah Kuku Balam 1 dan Tuwoti, sedangkan tanaman yang berbatang tinggi adalah Rangan dan Dupa, masing-masing secara berturut-turut mencapai 156 dan 151 cm. Warna pangkal batang umumnya hijau dan berwarna ungu serta ungu bergaris, varietas yang memiliki pangkal batang ungu adalah Cirata, Sirias, Ramos, Tition, sedangkan yang ungu bergaris adalah Cantek Puteh. Hasil uji toleransi plasma nutfah padi Aceh pada tanah masam diperoleh 9 aksesi varietas local Aceh toleran (skor 1-3). Varietas tersebut adalah Sikuneng, Leukat Jeurejak, Sambei, Bo Santeut, Leukat Adang, Itam Tangke, Pade Kapai, dan Lekat Panah. Varietas yang tergolong peka adalah Kuku Balam 1, Kuku Balam 2, Sigudang, Situ Bagendit, Cirata, Rasi Putih, Bo Padang, Danau Gaung, Limboti, Kepala Gajah Kinco, Pineung, Bo Rayek, Sirias, dan Ramos Tition.Characterization of Aceh Rice Germplasm for Developing Adapted Variety in Acid SoilsABSTRACT. The aims of this work were to make a morpho-agronomic characterization and to identify of the Aceh rice germplasm with a good adapted in acid soils. The total accession rice for evaluation were 33 varieties. The higher of seedling for evaluation were approximately 20-40 cm after 15 days planting. The number of tiller were 1-6 tillers. Kuku Balam-1 and Towoti variety showed 90 cm short plants, whereas Rangan and Dupa variety tallest which have been 156 and 151 respectively. Generally, the color of starting point was green, purple or purple with lines. The purple starting point were Cirata, Sirias, and Ramos Tition. Cantek Puteh variety was purple’s lines variety. The Aceh rice germplasm showed that 9 variety were tolerant to acid soils (skor 1-3). That variety were Sikuneng, Leukat Jeureujak, Sambei, Bo Santeut, Leukat Adang, Itam Tangke, Pade Kapai, and Leukat Panah. The sensitive variety were Kuku Balam-1, Kuku Balam-2, Sigudang, Situ Bagendit, Cirata, Rasi Putih, Bo Padang, Danau Gaung, Lomboto, Kepala Gajah Kinco, Pineung, Bo Rayek, Sirias, and Ramos Tition.
Analisis Kualitas Fisik dan Kimia Susu Sapi Perah dengan Pakan Klobot Jagung dari Limbah Organik Pasar Salundik, Salundik; Suryahadi, Suryahadi; Mansjoer, S. S.; Soepandi, Didi; Ridwan, W.
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.227 KB)

Abstract

ABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kualitas susu sapi perah dengan pakan hijauan klobot jagung, pakan hijauan rumput lapangan dan kombinasi pakan hijauan klobot jagung dan hijauan rumput lapangan dengan standar kualitas susu sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998) di lokasi peternakan Kebon Pedes Bogor, serta untuk mebgetahui kandungan residu pestisida pada susu. Penelitian ini dilaksanakan sejak Juli sampai September 2008. Dalam penelitian ini digunakan Sembilan sampel susu, 3 sampel susu dari pakan hijauan klobot jagung, 3 sampel susu dari pakan hijauan lapangan dan 3 sampel gabungan. Peubah yang diamati adalah densitas susu, kandungan lemak bukan padat, kandungan protein susu, kandungan lemak susu, dan kandungan bahan kering dalam susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kimia susu dari pakan hijauan klobot jagung, pakan hijauan rumput lapangan, dan kombinasi keduanya masih sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998).Physical and Chemical Quality Analysis of Milk from Dairy Cows Fed by Corn Husks from Organic Waste of Traditional MarketABSTRACT. The objective of this research was to compare the quality of milk taken from dairy cows fed by corn husks, grass and mix of corn husks and grass with standard of milk quality according Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998) at Kebon Pedes dairy farm Bogor, and to examine the content of pesticide residue in milk. This research was conducted from July until September 2008. Nine sample of milk, with three sample from dairy farm that use corn husks as roughages, three sample from dairy farm that use grass and three other from dairy farm that use mix of corn husks and grass were used in this research. Density of milk, solid non fat content, milk protein content, milk fat content, and dry matters content in milk were observed as research variable. Descriptive statistical analysis was used in this research. The results showed that chemical quality of milk from dairy cows fed by corn husks, grass and mix of corn husks and grass still met with the quality of milk according to Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3141-1998).
Respon Aplikasi Dosis Kompos dan Interval Penyiraman pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Ichsan, Cut Nur; Nurahmi, Erida; Saljuna, Saljuna
Jurnal Agrista Vol 16, No 2 (2012): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2012
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.227 KB)

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos dan interval penyiraman yang tepat untuk bibit kelapa sawit. Dosis kompos terdiri dari 1, 1.5, dan 2 kg/polibeg yang berisi media tanam campuran kompos dan tanah andisol dengan berat total 5 kg/polibeg. Interval penyiraman terdiri dari 1, 2, dan 3 hari sekali dengan penyiraman sebanyak 1 liter air. Dosis kompos berpengaruh terhadap pertambahan diameter pangkal batang bibit kelapa sawit umur 30, 60, 90 HST, luas daun umur 30, 60, dan 90 HST, panjang akar umur 90 HST. Pertumbuhan tinggi bibit kelapa sawit terbaik pada dosis kompos 1,5 kg/polibeg. Interval penyiraman berpengaruh terhadap tinggi bibit kelapa sawit umur 30,60 dan 90 HST, pertambahan luas daun umur 30 HST, panjang akar umur 90 HST, dan pertambahan diameter batang bibit kelapa sawit umur 90 HST. Pertumbuhan bibit kelapa sawit terbaik terdapat pada interval penyiraman 3 hari sekali. Terdapat interaksi antara dosis kompos dan interval penyiraman terhadap tinggi bibit kelapa sawit umur 60 HST, pertambahan diameter pangkal batang bibit kelapa sawit umur 30 HST dan diameter pangkal batang bibit kelapa sawit umur 90 HST. Pertumbuhan bibit kelapa sawit terbaik terdapat pada dosis kompos 2 kg/polibeg yang disiram 3 hari sekali. Terdapat kecenderungan makin tinggi dosis kompos dalam media tanam, semakin tahan bibit sawit dengan interval penyiraman yang lebih panjang.Response of Compost Dosage and Watering Interval on Growth of Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq) SeedlingABSTRACT. The objective of the study to determine the effective of compost dosage and watering interval on growth of oil palm seedling. Dosage of compost consist of 1.0, 1.5, 2.0 kg/polyibag and watering interval: every day, every 2 days, and every 3 days, watering with 1 liter of water for every seedeling with 5 kg soil/polybag. The result showed that compost dosage had signifficant effect on increasing of stem diameter palm seedling at 30, 60,90 after planting, broad of leaf at 30, 60, 90 after planting, length of root 90 days after planting, weight of fresh biomass, 90 days after planting. Growth of palm seedling best at 1.5 kg compost/polybag. Watering interval had significan effect on hight of palm seedling at 30, 60 and 90 days after planting, increasing of broad of leaf at 30 days after planting, length of root at 90 days after planting. The best growth of palm seedling found at watering interval every 3 days. There were significant interaction between compost dosage and watering interval on hight of palm seedling at 60 days after planting, increasing of palm stem diameter at 30, and 90 days after planting the best growth of palm seedling found at treatment combination 2 kg compost/polibeg and every 3 days watering interval.
Analisis Perubahan Musim dan Penyusunan Pola Tanam Tanaman Padi Berdasarkan Data Curah Hujan di Kabupaten Aceh Besar Hidayat, Taufan
Jurnal Agrista Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1368.397 KB)

Abstract

ABSTRAK. Iklim merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan produksi pertanian. Variabilitas iklim, seperti perubahan musim, kekurangan atau kelebihan air merupakan beberapa contoh faktor iklim yang merupakan faktor penghambat produksi pertanian tropis. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perubahan dan lamanya musim kemarau, musim hujan, periode transisi, dan pola perkembangan serta waktu tanam padi berbasis analisis data curah hujan. Analisis perubahan musim dilakukan dengan membandingkan data curah hujan bulanan antara periode 2000 – 2009 dan 1990 – 1999, yang dipisahkan oleh musim kemarau, musim hujan, dan periode transisi dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil yang dikoreksi dengan kriteria oldeman. Penentuan potensi waktu tanam diawali dengan analisis neraca air lahan dengan menggunakan metode Thornwaite dan Mather, yang disesuaikan dengan periode waktu tanam dengan kandungan lengas tanah >50% dari air tersedia. Analisis perubahan musim menunjukkan bahwa tidak ada perubahan musim kemarau dan hujan selama periode 2000 – 2009 dibandingkan dengan 1990 – 1999, namun ada pergeseran pada awal musim kemarau dari bulan Juni menjadi Mei dengan durasi 4 bulan. Untuk pola dan waktu tanam, dari 4 kecamatan sentra produksi padi yang ditinjau potensi masa tanamnya antara 4 bulan – 4,25 bulan dengan awal waktu tanam jatuh awal bulan Oktober. Pola tanam yang dianjurkan apabila tidak tersedia irigasi adalah padi pada awal musim tanam pertama dan palawija musim tanam kedua.Analysis of Season Changes and Development of Paddy Planting Pattern Based on Rainfall Data in Aceh BesarABSTRACT. Climate is one of the most important factor to the success of agriculture production. Climate variability such as season change, lack or excess of water, are some examples of climate factor which limit agriculture production in the tropics. This research conducted to analyze the changes and duration of dry season, rain season, and transition period, and develop pattern and planting time of rice crop base on rainfall data analysis. Season change analysis conducted by comparing monthly rainfalls data between 2000-2009 period and 1990-1999 period, where the splitting of dry season, rain season and transition period conducted with LSD (Least Significant Difference), corrected with Oldeman’s criteria. Planting time potency assumed by Thornwaite and Mather water balance analysis approachment, and it is set up that the planting time period is the water holding capacity >50% from available water. The season change analysis showed that there is no change to dry and rain season duration on 2000-2009 period compared to 1990-1999 period, but there is shifting in dry season beginning from June to May with 4 months constant duration. The best planting pattern and planting time, from 4 subdistrict of rice crop main production observed, planting time potency between 4 to 4,25 month with planting time at the beginning of October. Without irrigation, planting pattern suggested is rice crop at the beginning of growing periods and palawija at the end of growing periods.

Page 1 of 19 | Total Record : 189


Filter by Year

1997 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 3 (2016): Volume 20 Nomor 3 Desember 2016 Vol 20, No 1 (2016): Volume 20 Nomor 1 April 2016 Vol 17, No 3 (2013): Volume 17 Nomor 3 Desember 2013 Vol 17, No 2 (2013): Volume 17 Nomor 2 Agustus 2013 Vol 17, No 1 (2013): Volume 17 Nomor 1 April 2013 Vol 16, No 3 (2012): Volume 16 Nomor 3 Desember 2012 Vol 16, No 2 (2012): Volume 16 Nomor 2 Agustus 2012 Vol 16, No 1 (2012): Volume 16 Nomor 1 April 2012 Vol 15, No 3 (2011): Volume 15 Nomor 3 Desember 2011 Vol 15, No 2 (2011): Volume 15 Nomor 2 Agustus 2011 Vol 15, No 1 (2011): Volume 15 Nomor 1 April 2011 Vol 14, No 3 (2010): Volume 14 Nomor 3 Desember 2010 Vol 14, No 2 (2010): Volume 14 Nomor 2 Agustus 2010 Vol 14, No 1 (2010): Volume 14 Nomor 1 April 2010 Vol 13, No 3 (2009): Volume 13 Nomor 3 Desember 2009 Vol 13, No 2 (2009): Volume 13 Nomor 2 Agustus 2009 Vol 13, No 1 (2009): Volume 13 Nomor 1 April 2009 Vol 12, No 3 (2008): Volume 12 Nomor 3 Desember 2008 Vol 12, No 2 (2008): Volume 12 Nomor 2 Agustus 2008 Vol 12, No 1 (2008): Volume 12 Nomor 1 April 2008 2008: Edisi Khusus Nomor 1 November 2008 Vol 11, No 3 (2007): Volume 11 Nomor 3 Desember 2007 Vol 11, No 2 (2007): Volume 11 Nomor 2 Agustus 2007 Vol 11, No 1 (2007): Volume 11 Nomor 1 April 2007 Vol 10, No 3 (2006): Volume 10 Nomor 3 Desember 2006 Vol 10, No 2 (2006): Volume 10 Nomor 2 Agustus 2006 Vol 10, No 1 (2006): Volume 10 Nomor 1 April 2006 Vol 2, No 3 (1998): Volume 2 Nomor 3 Desember 1998 Vol 2, No 1 (1998): Volume 2 Nomor 1 April 1998 Vol 1, No 1 (1997): Volume 1 Nomor 1 April 1997 More Issue