cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
herna@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek Music Journal
ISSN : 23015349     EISSN : -     DOI : -
Grenek Music Journal merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Musik Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan. Grenek Music Journal menyajikan persoalan-persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera Utara. Grenek Music Journal secara lebih khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik. Dalam jurnal ini sudah mengalami dua kali proses review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
GONDANG BOROGONG DI UJUNG BATU ROKAN HULU RIAU Sukat Mini, Ratih
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik tradisional gondang borogong di Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Riau mulai ada pada Tahun 1937 yang dahulunya alat musik ini terbuat dari kayu yang diberi nama Gambang, kemudian seiring perkembangan jaman bentuk dan bahan dasar gondang barogong berubah. Bentuk alat musik tradisional gondang borogong ini yaitu berupa celempong 6 buah, gondang 2 buah dan gong 1 buah. Fungsi dan makna musik tradisional gondang borogong adalah untuk menyambut tamu kebesaran serta adat lainnya sedangkan maknanya sebagai identitas budaya setempat dan juga sebagai simbol budaya bagi masyarakat Rokan Hulu. Teknik dan bentuk komposisi musik tradisional gondang borogong tidak dituliskan dalam bentuk komposisi notasi balok maupun not angka. Komposisi gondang borogong ini dimainkan berdasarkan cara-cara tradisional, seperti diajarkan secara langsung dengan menghapal bunyi yang akan dimainkan.
PEMBUATAN INSTRUMEN TIUP BALOBAT Roma Virganta, Abraham
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik tradisional Karo sebagai salah satu bentuk kebudayaan adalah merupakan peninggalan dari leluhurnya, sebuah komitmen bagi suku karo untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya tradisi agar tidak lekang oleh waktu. sebuah upaya penulis sebagai bagian dari komitmen tersebut untuk dapat memaparkan bagaimana gambaran singkat tentang salah satu instrumen yang hampir tidak lagi dikenal oleh generasi muda masyarakat karo contohnya adalah instrumen balobat. Instrumen balobat merupakan salah satu instrumen musik tradisional tiup masyarakat  etnis karo di Sumatra Utara. Dalam tulisan ini dijelaskan bagaimana keberadaan instrumen balobat dan juga tentang mekanisme dalam pembuatannnya. Dimulai dari bagaimana memulai pembuatan balobat, bahan apa yang digunakan dalam pembuatannya hingga sekilas tehnik memainkannya. Selain itu dalam tulisan ini juga dipaparkan beberapa funsi penggunaan instrumen balobat pada masyarakat karo dalam acara adat tertentu pada masyarakat pendukungnya.
KERAGAMAN GAYA KOMPONIS DALAM PERKEMBANGAN PENCIPTAAN MUSIK DI MEDAN Hasibuan, Wahyuni
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari aspek kesejarahan, musik berkembang sejalan dengan dinamika kebudayaan dari zaman ke zaman. Sejarah perkembangan musik diawali dari masa pra Historis, abad pertengahan, zaman Renaisance, zaman Barok dan Rokoko, zaman Klasik, zaman Romantik, peralihan menuju modern, dan zaman Modern. Setiap zaman memiliki karakter tersendiri baik dalam struktur atau bentuk komposisi, gaya, teknik bermain, penggunaan ragam alat musik  dalam bentuk ensambel, orkes, atau combo. Selain itu, perkembangan konsep estetika atau ekspresi musikal, juga merupakan indikator penting dalam perkembangan ragam komposisi musik. Perkembangan tersebut merupakan dampak atau konsekuensi dari dinamika kebudayaan
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DALAM KONTEKS MUSIK MELAYU Marliesa Hutapea, Sarah
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik merupakan bagian dari kebudayaan yang menjadi akar kehidupan. Dalam dunia pendidikan, musik menjadi salah satu media pengantar yang baik. Dalam konteks pembelajaran seni budaya di sekolah, seni musik merupakan bagian dari kurikulum yang menjadi kewajiban siswa untuk mempelajarinya. Tulisan ini memuat materi Musik Melayu sebagai salah satu contoh seni musik dalam pelajaran seni budaya. Dalam tulisan ini juga ada beberapa contoh tabel, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), tabel hasil evaluasi siswa. Di dalam tulisan ini juga ada metode penerapan pembelajaran hingga siswa mampu mencapai hasil belajar yang efektif.
ORGANOLOGI INSTRUMEN TIUP SARUNE Arista Sitepu, Yobel
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan Sarune, cara memproduksi bunyi Sarune, dan sistem pelarasan bunyi Sarune. Dimana alat musik ini merupakan salah satu peninggalan leluhur dari nenek moyang masyarakat Karo, yang sampai sekarang masih digunakan pada acara adat masyarakat karo. Dalam penelitian ini didukung oleh teori-teori yang bertujuan, agar hasil dari suatu studi kepustakaan yang saling berhubungan (relevan) terhadap pokok permasalahan yang hendak diteliti. Adapun teori yang digunakan yaitu,  Organologi, Instrumen, Sarune, Proses, Memproduksi, Bunyi, Sistem, dan Pelarasan. Dalam tulisan ini menjelaskan  sampai kepada hal sekecil-kecilnya tentang pembuatan Sarune. Secara umum tulisan ini menunjukkan bahwa adanya keberadaan pembuat Sarune pada masyarakat Karo di desa Seberaya Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo. Pembuatan alat musik Sarune Karo tersebut, dikerjakan sepenuhnya secara tradisional dibantu dengan peralatan tukang pada umumnya dan dengan bahan seperti Kayu Selantam, Sisik baning/tanduk kerbau, daun kelapa, dan Timah. Adapun  hasil dari pengerjaan itu terbagi menjadi lima bagian yaitu Batang Sarune, Gundal Sarune, ampang-ampang sarune, Tongkeh Sarune, dan Anak-anak Sarune.
MUSIK SIKAMBANG DALAM PERNIKAHAN ADAT SUMANDO Ady Manalu, Mitri
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan Musik Sikambang Dalam Upacara Perkawinan Adat Sumando di Masyarakat Pesisir Tapanuli Tengah Sibolga. Dalam tulisan menceritakan bahwa penampilan musik Sikambang dalam suatu upacara jelas tidak hanya sebagai pelengkap atau unsur tambahan dari upacara adat perkawinan tapi lebih dari itu kehadiran  musik Sikambang adalah bagian dari rangkaian upacara, isi dalam upacara itu. Istilah musik Sikambang yang dimaksudkan disini ialah ansambel gendang Sikambang, Biola, Singkadu, Akordion. Tanpa musik Sikambang, upacara perkawinan adat Sumando tidak dapat dikatakan sempurna dan lengkap dan juga sebaliknya, penampilan musik Sikambang tanpa Adat Sumando juga tidak dapat dikatakan sempurna. Melihat dari sudut nilai kesejahteraannya, pelaksanaan musik Sikambang dalam Upacara adat Sumando ini mempunyai sejumlah aturan-aturan, maka dari pengamatan terasa adanya kendala terdapat pelestarian dan pengembangan musik Sikambang ini. Untuk itu sangat diperlukan sekali suatu pembinaan khususnya terhadap generasi muda. Kendala lain yang sempat dilihat dalam upacara pelestarian dari musik Sikambang ini ialah karena dapat dikatakan pelaksanaan upacara perkawinan adat Sumando termasuk langka atau jarang dilakukan sehingga akibat kelangkaan ini membuat penampilan musik Sikambang langka pula. Maka dari itu penelitian ini dilaksanakan dengan maksud mengembangkan kembali tradisi yang hampir punah guna pelestarian kebudayaan.
GONDANG SABANGUNAN DALAM UPACARA MARDEBATA Putra Sirait, Hadi
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gondang merupakan bagian dari kebudayaan musik suku Batak. Dalam upacara Mardebata pada sebagian masyarakat Batak gondang sabangunan dapat digunakan menjadi musik pengiring dalam upacara mardebata tersebut. Tulisan ini menjelaskan keberadaan gondang sabangunan dalam mengiringi upacara mardebata.
PERANAN MUSIK PADA PERNIKAHAN ETNIS JAWA DI DESA DALU SEPULUH TANJUNG MORAWA MEDAN Handayani, Putri
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan musik pada pesta pernikahan etnis Jawa adalah catatan bagaimana fungsi dan pengunaan serta bentuk musik yang berperan langsung dalam ritual pesta pernikahan  diDesa Dalu Sepuluh B Kecamatan Tanjung Morawa Medan. Dalam catatan ini dikemukakan beberapa peristiwa budaya kehidupan musik ditengah-tengah pendukungnya. Peranan musik sebagai ritual tradisi orang Jawa di Desa Dalu Sepuluh B masih digunakan walau tidak sebagaimana mestinya keberadaanya seperti di pula Jawa. Fungsinya sebagai Hiburan masyarakat tersebut lebih tertarik dengan mengadakan pertunjukan Keyboard atau organ tunggal yang dianggap lebih praktis dan lebih dapat menghibur.
FUNGSI GAMBUS DALAM MUSIK MELAYU DELI DI SUMATERA UTARA Arifin, Zainal
Grenek (Seni Musik) Vol 1, No 1 (2012): Grenek
Publisher : Grenek (Seni Musik)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara multikultural. Keberagaman budaya memberikan ciri dan jati diri atau identitas dari setiap budaya yang ada di Indonesia. Namun budaya-budaya lokal tersebut sering terlupakan dan jarang yang melestarikannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya rasa peduli dan sikap kritis masyarakat dalam menghadapi adanya perkembangan modernisasi zaman, sehingga banyak masyarakat yang terlena di zaman globalisme yang serba instan sekarang ini. Musik gambus dalam musik Melayu, merupakan musik yang masih ada ditengah adanya perkembangan musik modern yang sering diagung-agungkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Kemurnian budaya dalam musik gambus Melayu menjadi ketertarikan sendiri bagi penulis dalam menyelesaikan pembahasan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh apa fungsi gambus dalam musik Melayu dan mencari solusi dalam hal pelestarian dan perkembangnnya. Adapun metode yang digunakan adalah melalui observasi lapangan dari kelompok musik gambus Melayu di Tembung, Medan, Sumatera Utara dan mencari referensi dari beberapa buku yang membahas pembahasan ini. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk karya ilmiah. Dari penelitian tersebut dapat disimpulakan bahwa gambus dalam musik Melayu memiliki fungsi penting, sebab gambus sudah melekat dan memiliki histori tersendiri dalam musik dan budaya Melayu yang erat hubungannya dengan budaya Melayu di Tembung, Medan, Sumatera Utara.
GONDANG BOROGONG DI UJUNG BATU ROKAN HULU RIAU Sukat Mini, Ratih Sukat Mini Ratih
Grenek Vol 1, No 1 (2012): JURNAL GRENEK
Publisher : Grenek

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik tradisional gondang borogong di Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Riau mulai ada pada Tahun 1937 yang dahulunya alat musik ini terbuat dari kayu yang diberi nama Gambang, kemudian seiring perkembangan jaman bentuk dan bahan dasar gondang barogong berubah. Bentuk alat musik tradisional gondang borogong ini yaitu berupa celempong 6 buah, gondang 2 buah dan gong 1 buah. Fungsi dan makna musik tradisional gondang borogong adalah untuk menyambut tamu kebesaran serta adat lainnya sedangkan maknanya sebagai identitas budaya setempat dan juga sebagai simbol budaya bagi masyarakat Rokan Hulu. Teknik dan bentuk komposisi musik tradisional gondang borogong tidak dituliskan dalam bentuk komposisi notasi balok maupun not angka. Komposisi gondang borogong ini dimainkan berdasarkan cara-cara tradisional, seperti diajarkan secara langsung dengan menghapal bunyi yang akan dimainkan..

Page 1 of 21 | Total Record : 201