cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
gesture.unimed17@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gesture : Jurnal Seni Tari
ISSN : 23015799     EISSN : 25992864     DOI : -
Jurnal Gesture Seni Tari ini memuat tentang penulisan ilmiah dan penelitian seni tari tradisi dan tari non tradisi di Nusantara, hingga menyinggung persoalan-persoalan yang terkait dengan perkembangan pendidikan seni tari pada abad ini. Sebagai Jurnal Seni yang hadir ditengah-tengah lembaga Prodi Pendidikan Seni Tari; dalam hal ini jurnal gesture akan selalu konsisten untuk berupaya menampung segala bentuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan bidang (Pengajaran, Pengkajian, Penyajian, Penciptaan, dan Pengelolaan) di pendidikan tari FBS Unimed.
Articles 220 Documents
TATAK SIAR-SIAREN PADA MASYARAKAT PAKPAK BHARAT (Syarah Dorkas Lubis) Lubis, Syarah Dorkas Lubis Dorkas
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tatak Siar–Siaren adalah salah satu jenis tari pada masyarakat Pakpak di wilayah Bharat. Sebelum masuknya agama, masyarakat Pakpak Bharat mempercayai roh-roh nenek moyang sehingga mereka mempercayai tindakan-tindakan yang di lakukan di dalam Tatak Siar-Siaren. Tatak Siar-Siaren selalu di lakukan untuk mengetahui keadaan kampung pada masa yang akan datang. Masuknya agama sekitar tahun 800 M, menyebabkan Tatak Siar-siaren jarang di tampilkan, karena bertentangan dengan ajaran agama. Sejak tahun 1986, Tatak Siar–Siaren muncul kembali tetapi bentuk penyajiannya mengalami perubahan.   Kata kunci : Tatak, sejarah, bentuk penyajian.
SILAT SONG-SONG PADA UPACARA PERKAWINAN (Gita Yuswidiyati) Yuswidiyati, Gita
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masyarakat Aceh Tamiang silat digunakan sebagai bagian dari kesenian dalam acara penyambutan, baik sebagai penyambutan tamu penting ataupun sebagai penyambutan pengantin pada upacara perkawinan. Silat tersebut dinamakan Silat Song-song. Silat Song-song berasal dari bahasa Aceh Tamiang yang berarti menyongsong, yaitu menyambut kedatangan tamu ataupun menyambut pengantin pria yang datang ke rumah pengantin wanita. Silat Song-song ini sudah berkembang sejak jaman Kerajaan Tamiang, awalnya Silat ini hanya digunakan dikalangan kerajaan Tamiang saja. Tradisi penyambutan pengantin yang menyertakan Silat Song-song sebagai salah satu tahapan acara adat perkawinan suku Aceh Tamiang, atau sebagai tari pembuka pada penyambutan tamu penting membuat Silat Song-song menjadi bagian yang sangat diperhatikan.   Kata Kunci : Silat Song-song, asal-usul, bentuk penyajian, makna simbolik
TARI PIRING PADA UPACARA MALAM BERINAI MASYARAKAT MELAYU SERDANG BEDAGAI (Lusiana) Lusiana, Lusiana
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Piring yang berasal dari Suku Minanglabau memiliki sejarah dimana pada jaman dahulu sebagian masyarakat Minangkabau memiliki pekerjaan sebagai petani. Pada saat istirahat sambil menunggu makan siang, petani memainkan piring yang dipegang dengan memutar – mutar piring dan membuat atraksi dari piring itu sendiri. Tari piring juga dimiliki oleh masyarakat Melayu yang dilaksanakan pada Malam Berinai adalah Merisik Kecil Melalui Seorang Telangkai, Merisik Resmi dan Meminang, Menyorong Tanda (Bertunangan. Khususnya pada masyarakat melayu Sumatera Utara yang berada di Pesisir Timur yaitu Serdang Bedagai.   Kata Kunci: Tari Piring, Upacara, Malam Berinai.
UPACARA MANOE PUCOK PADA ACARA SUNAT RASUL DI ACEH BARAT DAYA: TINJAUAN PADATARI HASYEM MEULANGKAH (Mellur Idhayanti) Idhayant, Mellur i
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upacara Manoe Pucok merupakan bagian dari upacara Sunat Rasul dan pesta perkawinan. Melalui Manoe Pucok, diajarkan sopan santun, tata pergaulan serta tata karma.Selain itu makna Manoe Pucok bagi masyarakat Aceh adalah ungkapan yang disimbolkan dalam pembersihan diri sebelum menempuh kehidupan yang baru.Tari Hasyem Meulangkah sebagai bagian dari upacara di atas, sudah ada dan berkembang sejak sebelum Indonesia merdeka. Tari ini ada terutama disaat berlangsungnya perkawinan dan khitanan keluarga para raja-raja. khususnya pada upacara Manoe Pucok yaitu memandikan pengantin yang dilakukan sehari sebelum calon pengantin dipelaminkan dan juga bisa memandikan linto ubit (pengantin kecil yang disunat rasulkan).   Kata kunci: Upacara Manoe Pucok, Acara Sunat Rasul, Tinjauan Tari
STUDI KOMPARATIF TARI INE ACEH TAMIANG DENGAN TARI INAI SERDANG BEDAGAI (Suci Ramadayani) Ramadayani, Suci
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Ine dan tari Inai merupakan tari rakyat yang mengalami pencampuran etnis antara Melayu dan Minangkabau. Tata cara penyajian tari Ine ditarikan oleh empat orang wanita yang masing-masing memegang piring, sedangkan tari Inai ditarikan oleh dua orang laki-laki yang masing-masing memegang rumah inai. Waktu penyajian tari Ine dilakukan malam hari setelah akad nikah dan dilaksanakan satu malam dirumah pengantin wanita. Sedangkan tari Inai dilakukan malam hari dan diadakan pada malam berinai besar. Ragam gerak tari Ine berjumlah 4 dan tari Inai berjumlah 12 ragam gerak.  Masing-masing ragam mempunyai nama yang diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Alat musik yang digunakan dalam tari Ine terdiri dari gendang tangkah, piul (Biola), dan akordion, sedangkan alat musik yang digunakan pada tari Inai adalah gendang seramah, serunai, tawak-tawak, gong dan calempong. Busana yang digunakan pada tari Ine terdiri dari baju gunting cina, celana panjang, kain songket, selempang. Sedangkan tari Inai terdiri dari baju kecak musang, celana panjang, sesamping dan destar.   Kata Kunci: Studi Komparatif, Tari Inai Aceh, Tari Inai Serdang Bedagai
TOR-TOR TEPAK PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN HORJA GODANG MASYARAKAT MANDAILING DI LABUHAN BATU (Fitriani Pohan) Pohan, Fitriani
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk seni tari yang terdapat pada masyarakat Mandailing adalah tari (tor-tor) yang dilakukan pada upacara adat perkawinan, salah satunya adalah Tor-tor Tepak. Tor-tor Tepak dilakukan pada saat upacara perkawinan Horja Godang Haroan Boru (datangnya pengantin/Horja Godang untuk Perkawinan). Tor-tor Tepak adalah jenis tari persembahan atau tari pembuka untuk sidang adat pada masyarakat Mandailing yang dilaksanakan pada saat upacara perkawinan Horja Godang Haroan Boru, yang dilaksanakan selama tiga hari tiga malam, atau tujuh hari tujuh malam pada zaman dahulu dan diwajibkan untuk menyembelih kerbau atau lembu, namun karena perkembangan zaman dan faktor lainnya, sekarang Horja Godang Haroan Boru lebih sering dilaksanakan selama paling lama tiga hari tiga malam. Kata Kunci : Tor-tor, upacara perkawinan,  Horja Gondang Haroan    Boru
TOR-TOR PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT TAPANULI SELATAN (Deni Eva Masida Dalimunthe) Dalimunthe, Deni Eva Masida
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapanuli Selatan adalah salah satu Kabupaten yang berada di wilayah Propinsi Sumatera Utara. Etnis yang berasal dari kabupaten ini disebut etnis Batak Mandailing, yang memiliki berbagai kegiatan adat. Horja godang adalah sebuah pesta adat  upacara perkawinan masyarakat Tapanuli Selatan, dimana aktifitas kesenian disertakan (margondang) yang  disertai dengan manortor (menari). Tortor yang ditarikan pada kegiatan ini ada beberapa tahap yaitu tortor Suhut Bolon, Tortor Kahanggi, Tortor Anak Boru, Tortor Raja-raja Torbing Balok, Tortor Panusunan Bulung, Tortor Naposo Nauli Bulung, dan Tortor Manora Pule. Pada penyajiannya, panortor ditentukan oleh system kekerabatan (dalihan na tolu) termasuk urutan tortor yang harus dilakukan.   Kata kunci : tor-tor, horja godang, margondang
TARI ENDENG-ENDENG PADA MASYARAKAT LABUHAN BATU UTARA (Efriani Sahriana Rambe) Rambe, Efriani Sahriana
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Endeng-endeng merupakan salah satu bentuk kesenian di Labuhan Batu Utara, merupakan perpaduan antara Seni Berdah dari etnis Melayu dengan Tor-tor Onang-onang dari Tapanuli Selatan. Tari Endeng-endeng berfungsi sebagai tari hiburan, dan sebagai sarana untuk mengungkapkan kegembiraan dalam pergaulan. Makna tari Endeng-endeng dalam penelitian ini dikaji melalui syair lagu yang dinyanyikan sebagai iringan dalam tari Endeng-endeng. Waktu menyajikan tari Endeng-endeng terbagi dua, yaitu pada waktu malam hari setelah acara kenduri (sukuran), dan siang hari dilakukan setelah acara Mengupah-upah, hingga selesai. Pelaksanaan tari ini berakhir ketika seluruh rangkaian sistem kekerabatan selesai menari. Cara menyajikan tari Endeng-endeng pada malam hari dan siang hari adalah sama, sesuai urutan dalam sistem kekerabatan. Perbedaan terletak pada urutan acara, yaitu jika malam hari dilakukan sebelum kenduri setelah acara tepung tawar, sedangkan pada siang hari dilakukan setelah acara mengupah-upah. Gerak yang dilakukan oleh seluruh pihak dalam sistem kekerabatan adalah sama yaitu, gerak telapak tangan membuka dan menutup serta memggenggem. Instrument musik yang digunakan sebagai iringan adalah perpaduan  dari alat musik etnis Melayu yaitu gendang Pak pung dan Rebana dengan keyboard, drum dan gitar.   Kata Kunci : Endeng-endeng, asal-usul, keberadaan
PERKOLONG-KOLONG PADA KERJA TAHUN MASYARAKAT KARO (Enovemta Gule) Gule, Enonemta
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja Tahun adalah sebuah perayaan berupa pesta sebagai rasa ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas keberhasilan panen padi yang diadakan setahun sekali. Dalam upacara Kerja Tahun, Gendang guro-guro aron di dalamnya terdapat Bapa aron dan Nande aron serta Perkolong-kolong yang sangat berperan aktif dalam acara tersebut, Perkolong-kolong adalah penyanyi (sirende) yang sekaligus penari yang ditampilkan oleh sepasang pria dan wanita. Kehadiran Perkolong-kolong dalam acara Kerja Tahun adalah sebagai penyanyi sekaligus menari dan berbalas pantun berisikan nasihat dan canda, yang memberikan hiburan kepada Masyarakat.   Kata kunci: Kerja Tahun, Parkolong-kolong,hiburan.
SEJARAH TARI MENGUYAK PUCUK CIPTAAN BAPAK FAUZI DI KOTA TANJUNG BALAI (Fidya Tri Kartika) Kartika, Fidya Tri
gesture Vol 1, No 01 (2012): jurnal gesture
Publisher : E Journal of Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Menguyak Pucuk diciptakan oleh   Bapak Fauzi seorang seniman Melayu yang dimiliki masyarakat kota Tanjung Balai. Tari ini bersumber dari aktifitas para buruh dalam  mengolah daun nipah yang dijadikan rokok daun, yang kebanyakan dilakukan oleh buruh wanita Ada 6 gerak pekerjaan yang dimulai dari mengimas, menebang, menotak, menguyak, menjemur, dan menggundal, yang kemudian dijadikan motif dasar tari yang dikembangkan menjadi karya Tari Menguyak Pucuk. Kata kunci: Menguyak Pucuk, Penciptaan, Aktifitas masyarakat

Page 1 of 22 | Total Record : 220