cover
Filter by Year
Articles
104
Articles
NORMALIZED DIFFERENCE BUILT-UPINDEX (NDBI) SEBAGAI PARAMETER IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KUMUH PADA KAWASAN PESISIR DI KELURAHAN KALANG KAWAL, KECAMATAN GUNUNG KIJANG, KABUPATEN BINTAN

Nofrizal, Adenan Yandra

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung prikehidupan dan penghidupan. Sedangkan permukiman kumuh merupakan lingkungan hunian yang kualitasnya sangat tidak layak huni, ciri-cirinya antara lain; letaknya tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang, kepadatan bangunan tinggi, luas lahan terbatas, rawan penyakit sosial dan lingkungan, kualitas bangunan rendah, prasarana lingkungan tidak sehat, persampahan membahayakan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan permukiman kumuh yang berada pada kawasan pesisir dengan menggunakan citra landsat-8 OLI. Parameter yang digunakan untuk deteksi permukiman kumuh pada kawasan pesisir adalah Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Lokasi penelitian ini adalah kawasan pesisir di Kelurahan Kalang Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perkembangan permukiman kumuh pada kawasan pesisir pantai dapat dideteksi dengan menggunakan citra Landsat-8 OLI dengan menggunakan parameter NDBI.Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Kawasan Pesisir, NDBI

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PEKANBARU KOTA TAHUN 2007 DAN TAHUN 2014

Anjulian, Lusiana, Nurman, Ali

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Pekanbaru Kota, (2) Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan di kecamatan Pekanbaru Kota. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pekanbaru Kota pada tahun 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota atau total sampling. Penentuan sampel penggunaan lahan ditentukan menggunakan teknik Purposive random sampling.Teknik analisis data yang digunakan yaitu Sistem Informasi Geografi (Overlay) dan Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Perubahan penggunaan lahan dalam jangka waktu 7 tahun (2007 dan 2014) tidak terlalu signifikan perubahan luas penggunaan yang terjadi di Kecamatan Pekanbaru Kota tahun 2007 dan tahun 2014 adalah 79,37 ha dari seluruh luas wilayah Kecamatan Pekanbaru kota. Penggunaan lahan yang mengalami perubahan paling banyak adalah lahan Pekarangan yaitu 32,5 ha. Selanjutnya disusul penambahan penggunaan lahan pertokoan sebanyak 8,41 ha, perkantoran 3,9 ha, dan hotel 0,24 ha.(2) Faktor-faktor yang menyebabkan penggunaan lahan yaitu faktor eksternal yang disebabkan adanya pertumbuhan ekonomi kota yang meningkat dan faktor daya dukung pemerintah dalam merancang perkotaan. Arah perubahan lahan saat ini mengarah kepada pembangunan perdagangan dan perhotelan, ini sesuai dengan rencana tata ruang kota pekanbaru yang memfokuskan bagi kecamatan Pekanbaru Kota menjadi wilayah perdagangan/pusat bisnis.Kata kunci: Perubahan Penggunaan Lahan, Qucikbird

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) MELALUI TUTOR SEBAYA DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

Sintong, Mahara, Lubis, Darwin P., Pinem, Mbina

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (selanjutnya disingkat mata pelajaran TIK yang dulunya bernama mata kuliah komputer, merupakan salah satu mata kuliah di Semester I (satu)  yang ditetapkan di Jurusan Pendidikan Geografi. Mata kuliah ini terfokus pada pencapaian kompetensi mahasiswa dalam pengetahuan dasar tentang pengoperasian microsoft office : word, excel, powerpoint dan internet yang dapat mendukung mahasiswa dalam penyelesain  pelaporan tugas dan meteri presentase kuliah. Substansi mata kuliah ini menekankan pada peningkatan kemampuan mahasiswa untuk mempersiapkan laporan, tugas, serta materi presentase, penggunaan internet sebagai media informasi dan sumber belajar, pengiriman surat melalui email serta komunikasi dengan chatting menggunakan fasilitas messenger. Secara garis besar ini dititik beratkan pada praktikum langsung menggunakan komputer. Dimulai dari pengenalan tools atau fungsi-fungsi yang terdapat pada masing-masing perangkat lunak, hingga akhirnya mahasiswa dapat meningkatkan pengetahuannya dalam bidang teknologi khususnya komputer.   Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai hasil perkuliahan TIKadalah : Pertama masalah fasilitas perkuliahan. Pada setiap pembelajaran aplikasidengan menggunakan komputer dan  internetyang menjadi salah satu materi dasar mata kuliah dilaksanakan di ruang komputer dengan jumlah yang tidak memadai. Materi disampaikan dengan cara membagi dua kelompok mahasiswa, hal ini dilakukan karena jumlah komputer tidak mencukupi untuk seluruh mahasiswa yang berjumlah 31 orang. Komputer yang ada berkisar 25 unit di Jurusan Pendidikan Geografi.Kedua, perlunya perubahan paradigma mengajar. Keberhasilan mahasiswa dalam kuliah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah metode yang digunakan dosen dalam mengajar. Pada kenyataannya dalam perkuliahan masih menggunakan metode konvensional.Tujuan kegiatanpenelitian  ini adalah untuk mengetahui kemampuan hasilbelajar mahasiswa dengan penggunaan metode pembelajaran konvensional dan implementasi metode pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar dalam pelaksanaan mata kuliah TIK. Adanya peningkatan prestasi belajar mahasiswa adalah mulai dari kemampuan awal mahasiswa hanya 49,27 % yang dinyatakan lulus, setelah dilakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Tutor sebaya dan praktek lapangan maka seluruh mahasiswa dinyatakan lulus.    Kata kunci: Hasil belajar, TIK, tutor sebaya

ANALISIS HUBUNGAN KETINGGIAN TEMPAT DENGAN JENIS DAN KLASIFIKASI FLORA DI WILAYAH HUTAN SIBOLANGIT

Sitanggang, Rena Saputri Hilaria, Wahyudi, Khairul, Tafonao, Pastuti

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Daerah penelitian adalah Cagar Alam Sibolangit yang merupakan bagian dari Tahura (taman hutan raya) di sumatera utara. cagar alam sibolangit ini memiliki luas 85,15 Ha. Tujuan penelitian ini adalah 1)mengetahui bagaimana ciri fisik vegetasi flora yang ada di hutan sibolangit, 2) menganalisis klasifikasi jenis flora yang tumbuh dengan suhu dan ketinggian tempat yang berbeda di hutan sibolangit. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode survey lapangan. Survey lapangan digunakan untuk mendapatkan data valid terkait ciri fisik flora untuk klasifikasi flora tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis flora yang tumbuh di hutan sibolangit sangat beragam dan diklasifikasikan ke dalam 3 filum yaitu: filum spermatophyta, herydophita, dan byrophita. Ketiga jenis filum ini mendominasi pada ketinggian berbeda. Pada ketinggian 700m – 900m filum yang mendominasi adalah spermatophyta dengan kelas Gymnospermae dan  angyospermae, ptherophyta, ricciocarpus sp, lycophyta, pada ketinggian 900m – 1100m didominasi filum pheryophyta dengan kelas Pherophyta dan sphenphyta serta lycophyta, angyospermae, bryophyta, hepatophyta dan pada ketinggian 1100m – 1300m, didominasi filum byrophyta dengan kelas Bryophyta dan hepatophyta serta rthocerophyta (mendominasi), ptheropchyta, sphenophyta, lycophyta, angyosmpermae.  Kata kunci : Ketinggian tempat, Klasifikasi flora , Filum, Kelas. AbstractThe research area is Sibolangit Nature Reserve which is part of Tahura (forest park) in north sumatera. sibolangit nature reserve has an area of 85.15 Ha. The objectives of this research are 1) to know how the physical characteristics of flora vegetation present in the sibolangite forest, 2) to analyze the classification of flora species that grow with the temperature and height of different places in the sibolangite forest. Data collection techniques in this study using field survey methods. A field survey was used to obtain valid data related to the physical characteristics of the flora for the classification of the florate. The results showed that the type of flora that grows in the forest sibolangit very diverse. And classified into 3 phyla namely: phylum spermatophyta, herydophita, and byrophita. These three types of phyla dominate at different heights. At the height of 700m - 900m the dominant phylum is spermatophyta with class Gymnospermae and angyospermae, ptherophyta, ricciocarpus sp, lycophyta, at an altitude of 900m - 1100m dominated pheryophyta phyla with class Pherophyta and sphenphyta as well as lycophyta, angyospermae, bryophyta, hepatophyta and at an altitude of 1100m - 1300m , dominated byumhyyta phyla by class Bryophyta and hepatophyta and rthocerophyta (dominate), ptheropchyta, sphenophyta, lycophyta, angyosmpermae.Keywords: Elevation of places, Classification of flora, Phylum, Class. 

PENGEMBANGAN TES STANDAR BERASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

Wirda, Mona Adria, Berutu, Nurmala, Rahmad, Riki, Rohani, Rohani

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun suatu naskah soal ujian komprehensif yang terstandar berbasis teknologi informasi. Tujuan tambahan dari penelitian ini ialah menganalisis respon mahasiswa mengenai tes standar berbasis teknologi informasi yang dikembangkan. Kelayakan naskah soal yang digunakan dalam tes standar berbasis TI meliputi kelayakan isi/materi dan kelayakan bahasa. Kelayakan isi atau materi ini meliputi kesesuaian dan kemutakhiran soal sesuai dengan kurikulum yang telah dirancang pada masing-masing KDBK. sedangkan kelayakan bahasa diukur dengan validasi bahasa yang digunakan sesuai dengan kriteria penulisan soal pilihan ganda yang benar. Persepsi mahasiswa terhadap penggunaan tes standar berbasis teknologi informasi ini dilakukan dengan menggunakan angket dengan skala likert. Hasil penilaian kelayakan tes standar menunjukan bahwa sebesar 80,75 % item soal tergolong valid (layak digunakan) dilihat dari aspek materi (isi), konstruksi soal, dan bahasa yang digunakan dalam kalimat soal maupun pilihan jawaban. Dari persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sebanyak 323 item soal sudah layak digunakan dalam tes standar. Namun, 19,25 % item soal tergolong invalid, ini artinya sebanyak 77 item soal yang tersebar di bidang teknik, pendidikan, fisik dan lingkungan, dan sosial, tidak layak untuk digunakan serta perlu perbaikan sebelum digunakan dalam tes standar ujian komprehensif di Jurusan Pendidikan Geografi. Dari indikator tampilan, pengoperasian, kemanfaatan dan materi, penilaian respon mahasiswa mengenai tes standar dapat disimpulkan bahwa secara umum respon mahasiswa terkategori sangat baik. Hal ini didapat dari persentase respon yang menunjukan angka 88,11%. Artinya mahasiswa memberikan tanggapan yang positif mengenai implementasi aplikasi tes standar untuk ujian komprehensif.Kata kunci: tes, tes standar, teknologi informasi

STRATEGI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT DI PT. AMP PLANTATION JORONG TAPIAN KANDIH NAGARI SALAREH AIA KECAMATAN PALEMBAYAN KABUPATEN AGAM

Rois, Mulza, Fresillia, Haviza

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit di PT AMP Plantation di Jorong Tapian Kandih Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan Kabupaten Agam.  Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah karyawan perusahaan dan masyarakat yang tinggal disekitar tempat pembuangan limbah cair tersebut. Teknik pengambilan informan dari penelitian ini diambil secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengolahan limbah cair kelapa sawit di PT AMP Plantation ini belum memenuhi standar Peraturan Menteri Perindustrian RI No 111/M-IND/PER/10/2009. Karena hanya memiliki empat jenis kolam penyaringan saja sedangkan menurut standarnya sebuah perusahaan harus memiliki lima jenis kolam penyaringan dengan cabangnya masing-masing. Kolam penyaringan yang dimiliki oleh PT AMP Plantation yang pertama adalah: 1. Fat Pit Pada fat pit ini terjadi pemanasan dengan menggunakan steam dari BPV. Limbah dari fat pit ini kemudian dialirkan ke kolam cooling pond yang berguna untuk mendinginkan limbah yang telah dipanaskan. 2. Cooling Pond yaitu selain untuk mendinginkan limbah, cooling pond juga berfungsi untuk mengendapkan sludge. Setelah dari cooling pond I limbah kemudian masuk ke cooling pond II untuk dilakukan proses pendinginan yang sama dengan cooling pond I. 3. Kolam Anaerobic dalam kolam ini terjadi perlakuan biologis terhadap limbah dengan menggunakan bakteri metagonik yang telah ada di kolam. 4. Kolam Aplikasi setelah disaring dari kolam anaerobik limbah kemudian masuk ke kolam aplikasi yang merupakan tempat pembuangan akhir limbah.Kata Kunci:Strategi pengelohan,Limbah Cair,PT.Amp.Plantation

STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA NELAYAN DANAU TOBA DI DESA LUMBAN BINANGA KECAMATAN LAGUBOTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Sianipar, Taruli, Pinem, Kamarlin

-
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Bertahan Hidup Keluarga Nelayan Danau Toba di Desa Lumban Binanga Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang bermata pencaharian utama sebagai nelayan yang ada di Desa Lumban Binanga yang berjumlah 30 Kepala Keluarga (KK). Populasi dalam penelitian ini sekaligus dijadikan sebagai sampel dengan teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dalam teknik analisis data ini dibantu dengan tabel frekuensi dan perhitungan persentase sehingga dapat ditarik kesimpulan Strategi Bertahan Hidup Keluarga Nelayan Danau Toba di Desa Lumban Binanga Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai nelayan Danau Toba tidak mampu mensejahterakan seluruh anggota keluarga, karena dengan penghasilan Rp. 1.288.000-Rp. 1.930.000 perbulannya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga mereka. Oleh karena itu keluarga nelayan Danau Toba di Desa Lumban Binanga melakukan berbagai cara sebagai bentuk strategi bertahan hidup. Untuk strategi ekonomi Keluarga Nelayan memilih diversifikasi kerja atau kepala keluarga memiliki pekerjaan sampingan sebanyak 28 responden atau 93,33%. Terdapat 26 responden atau 86,66% yang mengikutsertakan istri untuk bekerja dengan jenis pekerjaan dominan yaitu sebanyak 17 responden atau 65,38% yang memilih untuk bekerja sebagai petani. Sebanyak 30 responden atau 100% memilih untuk melakukan penghematan atau menekan pengeluaran Untuk strategi sosial, sebanyak 30 responden atau 100% memilih untuk memanfaatkan jaringan sosial sebagai strategi bertahan hidup yang selanjutnya, dimana sebanyak 16 responden atau 53,33% memilih untuk meminjam uang kepada tauke padi. Untuk strategi campuran, terdapat 26 responden atau 86,66% yang memilih untuk melakukannya, yaitu dengan cara melaksanakan keempat strategi tersebut secara bersamaan.Kata kunci: Strategi, Masyarakat, Nelayan, Danau Toba

PENGEMBANGAN TES STANDAR BERASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

Wirda, Mona Adria, Berutu, Nurmala, Rahmad, Riki, Rohani, Rohani

Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun suatu naskah soal ujian komprehensif yang terstandar berbasis teknologi informasi. Tujuan tambahan dari penelitian ini ialah menganalisis respon mahasiswa mengenai tes standar berbasis teknologi informasi yang dikembangkan. Kelayakan naskah soal yang digunakan dalam tes standar berbasis TI meliputi kelayakan isi/materi dan kelayakan bahasa. Kelayakan isi atau materi ini meliputi kesesuaian dan kemutakhiran soal sesuai dengan kurikulum yang telah dirancang pada masing-masing KDBK. sedangkan kelayakan bahasa diukur dengan validasi bahasa yang digunakan sesuai dengan kriteria penulisan soal pilihan ganda yang benar. Persepsi mahasiswa terhadap penggunaan tes standar berbasis teknologi informasi ini dilakukan dengan menggunakan angket dengan skala likert. Hasil penilaian kelayakan tes standar menunjukan bahwa sebesar 80,75 % item soal tergolong valid (layak digunakan) dilihat dari aspek materi (isi), konstruksi soal, dan bahasa yang digunakan dalam kalimat soal maupun pilihan jawaban. Dari persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sebanyak 323 item soal sudah layak digunakan dalam tes standar. Namun, 19,25 % item soal tergolong invalid, ini artinya sebanyak 77 item soal yang tersebar di bidang teknik, pendidikan, fisik dan lingkungan, dan sosial, tidak layak untuk digunakan serta perlu perbaikan sebelum digunakan dalam tes standar ujian komprehensif di Jurusan Pendidikan Geografi. Dari indikator tampilan, pengoperasian, kemanfaatan dan materi, penilaian respon mahasiswa mengenai tes standar dapat disimpulkan bahwa secara umum respon mahasiswa terkategori sangat baik. Hal ini didapat dari persentase respon yang menunjukan angka 88,11%. Artinya mahasiswa memberikan tanggapan yang positif mengenai implementasi aplikasi tes standar untuk ujian komprehensif.Kata kunci: tes, tes standar, teknologi informasi

NORMALIZED DIFFERENCE BUILT-UPINDEX (NDBI) SEBAGAI PARAMETER IDENTIFIKASI PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KUMUH PADA KAWASAN PESISIR DI KELURAHAN KALANG KAWAL, KECAMATAN GUNUNG KIJANG, KABUPATEN BINTAN

Nofrizal, Adenan Yandra

Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung prikehidupan dan penghidupan. Sedangkan permukiman kumuh merupakan lingkungan hunian yang kualitasnya sangat tidak layak huni, ciri-cirinya antara lain; letaknya tidak sesuai dengan peruntukan tata ruang, kepadatan bangunan tinggi, luas lahan terbatas, rawan penyakit sosial dan lingkungan, kualitas bangunan rendah, prasarana lingkungan tidak sehat, persampahan membahayakan penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan permukiman kumuh yang berada pada kawasan pesisir dengan menggunakan citra landsat-8 OLI. Parameter yang digunakan untuk deteksi permukiman kumuh pada kawasan pesisir adalah Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Lokasi penelitian ini adalah kawasan pesisir di Kelurahan Kalang Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perkembangan permukiman kumuh pada kawasan pesisir pantai dapat dideteksi dengan menggunakan citra Landsat-8 OLI dengan menggunakan parameter NDBI.Kata Kunci: Permukiman Kumuh, Kawasan Pesisir, NDBI

ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PEKANBARU KOTA TAHUN 2007 DAN TAHUN 2014

Anjulian, Lusiana, Nurman, Ali

Tunas Geografi Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TUNAS GEOGRAFI
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perubahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Pekanbaru Kota, (2) Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan penggunaan lahan di kecamatan Pekanbaru Kota. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pekanbaru Kota pada tahun 2016. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Pekanbaru Kota atau total sampling. Penentuan sampel penggunaan lahan ditentukan menggunakan teknik Purposive random sampling.Teknik analisis data yang digunakan yaitu Sistem Informasi Geografi (Overlay) dan Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Perubahan penggunaan lahan dalam jangka waktu 7 tahun (2007 dan 2014) tidak terlalu signifikan perubahan luas penggunaan yang terjadi di Kecamatan Pekanbaru Kota tahun 2007 dan tahun 2014 adalah 79,37 ha dari seluruh luas wilayah Kecamatan Pekanbaru kota. Penggunaan lahan yang mengalami perubahan paling banyak adalah lahan Pekarangan yaitu 32,5 ha. Selanjutnya disusul penambahan penggunaan lahan pertokoan sebanyak 8,41 ha, perkantoran 3,9 ha, dan hotel 0,24 ha.(2) Faktor-faktor yang menyebabkan penggunaan lahan yaitu faktor eksternal yang disebabkan adanya pertumbuhan ekonomi kota yang meningkat dan faktor daya dukung pemerintah dalam merancang perkotaan. Arah perubahan lahan saat ini mengarah kepada pembangunan perdagangan dan perhotelan, ini sesuai dengan rencana tata ruang kota pekanbaru yang memfokuskan bagi kecamatan Pekanbaru Kota menjadi wilayah perdagangan/pusat bisnis.Kata kunci: Perubahan Penggunaan Lahan, Qucikbird