cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Tunas Geografi
ISSN : 2301606X     EISSN : 26229528     DOI : -
Core Subject : Science,
Sebagai media komunikasi ilmiah, majalah ini berfungsi menyediakan sarana publikasi untuk bidang pengembangan konsep-konsep dan kajian teoritis, termasuk isu-isu aktual yang relevan dalam bidang Pendidikan Geografi pada khususnya dan Ilmu Geografi pada umumnya. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember dan diedarkan sebagai bahan publikasi pendidikan geografi, ilmu geografi atau bidang lain yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Secara Meteorologis Di Daerah Aliran Sungai Deli Provinsi Sumatera Utara W. Solin, Yustika Eka
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan adalah : (1) Mengetahui kebutuhan air di Daerah Aliran Sungai Deli. (2) Mengetahui ketersediaan air secara meteorologis di Daerah Aliran Sungai Deli. Penelitian ini memiliki populasi yaitu seluruh wilayah kecamatan yang termasuk ke DAS Deli berjumlah 29 kecamatan dengan luas 47.313,454 Ha, yang sekaligus dijadikan sampel total dari penelitian ini. Variabel dalam penelitian ini adalah kebutuhan air untuk (domestik, pertanian, perikanan, peternakan, dan industri) dan ketersediaan air dihitung dengan pendekatan neraca air secara meteorologis (untuk mencari curah hujan rata-rata tahunan) di DAS Deli. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kebutuhan air di kecamatan yang masuk di DAS Deli baik itu dalam hal pemenuhan kebutuhan domestik, pertanian, perikanan, peternakan dan industri relatif besar yaitu 63.305.774,05 m3/tahun. 2) Ketersediaan air yang ada di DAS Deli secara keseluruhan jumlahnya cukup banyak sebesar 202.649.845,91 m3/tahun dan sangat penting bagi masyarakat karena mampu mengimbangi terhadap kebutuhan masyarakat. Kata kunci : Kebuthan air dan ketersediaan air secara meteorologis
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KONVENSIONAL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI BIOSFER KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PANCUR BATU Nababan, G Lian
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan model konvensional dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams – Achievement Divisions (STAD) pada materi Biosfer di kelas XI IS SMA Negeri 1 Pancur Batu Tahun Ajaran 2010 / 2011. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pancur Batu tahun 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IS SMA Negeri 1 Pancur Batu yang berjumlah 3 kelas, dan sampelnya ditentukan 2 kelas secara purporsive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi tidak langsung dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa menggunakan model konvensional dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Biosfer di SMA Negeri 1 Pancur Batu T.A. 2010/2011. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t yakni t  (2,12) > t (1,99) dengan dk = 78 pada taraf α = 0,05. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif digunakan pada materi Biosfer.   Kata Kunci : Model pembelajaran konvensional, model STAD
FASILITAS INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Utami, Sri Utami Sri
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mengetahui intensitas pemanfaatan internet sebagai sumber belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi. (2)Untuk mengetahui motif mahasiswa jurusan pendidikan geografi dalam memanfaatkan fasilitas internet sebagai sumber belajar (3)Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat mahasiswa jurusan pendidikan geografi dalam pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan pada bulan September 2010. Populasi dalam penelitian ini adalah 482 orang dan yang menjadi sampel adalah 20% dari 482 yaitu 96, yang diambil secara acak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu komunikasi tidak langsung (angket). Teknik analisis data yang digunaknan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa (1) intensitas pemanfaatan fasilitas internet di jurusan pendidikan geografi adalah 4-5 kali adalah 52 mahasiswa (59%) dalam satu minggu dan mencari sumber informasi dan komunikasi dengan selalu menggunakan fasilitas internet yaitu WWW (World Wide Web) 100%. (2)motif mahasiswa jurusan pendidikan geografi dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar sebanyak 89 (93%) digunakan untuk menyelesaikan tugas (3)faktor yang mendukung adalah 81 (84%), tersedianya akses sumber informasi dan komunikasi, lebih informatif 92 (96%), membantu dalam penelitian sendiri 90 (94)% dan faktor yang menghambat adalah pengetahuan akses terbatas 87 (91%), layanan internet tidak baik 90 (94%). Kata kunci : fasilitas internet, sumber belajar
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DESA DI KECAMATAN LEUSER KABUPATEN ACEH TENGGARA linawati, Yuslinawati Yus
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kemiskinan desa di Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Leuser. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh desa yang ada di Kecamatan Leuser dengan jumlah 23 desa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 3 desa yaitu : Desa Alga Musara, Desa Sepakat dan Desa Harapan. Data dikumpulkan melalui komunikasi tidak langsung, observasi, dan studi dokumentasi dan dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada 7 (tujuh) faktor yang menyebabkan kemiskinan desa di Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara, yaitu 1) jalan utama desa dan transportasi tidak memadai serta tidak adamya pasar tradisional di masing-masing desa dan hanya ada di ibukota Kecamatan, 2) tingkat pendidikan penduduk yang masih rendah, 3) kurangnya fasilitas pendidikan, 4) kurangnya fasilitas kesehatan, 5) Luas lahan yang sedikit serta status kepemilikan lahan milik orang lain, 6) minimnya utilitas umum, 7) tidak ada tenaga kesehatan yang tinggal di desa. Kata kunci : faktor-faktor, kemiskinan desa
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Kondisi Fisik Wilayah Indonesia Di Kelas VIII-1 MTsN 1 Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2011/2012 Jahro, Fatima
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Peningkatan aktivitas belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing, (2) Peningkatan hasil belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing di Kelas VIII-1 MTsN 1 Padangsidimpuan Tahun Ajaran 2011/2012. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelas VIII-1 yang berjumlah 35 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, lembar kerja siswa (LKS) dan tes tertulis, lalu dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas  belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing meningkat sebesar 22,86%, (2) dan Ketuntasan hasil belajar siswa pada materi kondisi fisik wilayah Indonesia setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing juga meningkat sebesar 25,71%. Dengan demikian model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar. Kata kunci : Model pembelajaran snowball throwing, Hasil belajar, Aktivitas Belajar
ANALISIS KEHIDUPAN ANAK USIA SEKOLAH PADA MASYARAKAT NELAYAN DI DESA BINASI KECAMATAN SORKAM BARAT KABUPATEN TAPANULI TENGAH Saruksuk, Arjuna
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Arjuna Saruksuk. 071233320083. Analisis Kehidupan Anak Usia Sekolah Pada Masyarakat Nelayan di Desa Binasi Kecamatan Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah. Skripsi, Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unimed.                                                                                                                Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui faktor yang melatar belakangi anak usia sekolah bekerja pada masyarakat nelayan di Desa Binasi, 2) Mengetahui jenis pekerjaan yang dilakukan oleh anak usia sekolah pada masyarakat nelayan di Desa Binasi.                                                                          Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binasi Kecamatan Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak nelayan usia 7 – 19 tahun yang tidak sekolah dan sudah bekerja pada masyarakat nelayan di Desa Binasi Kecamatan Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah yang berjumlah 58 orang, dan diambil semua menjadi sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa angket,  wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.                                    Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor ekonomi yang tidak memungkinkan menyebabkan anak secara sadar ikut membantu meringankan beban ekonomi keluarganya, sosial budaya yang berkembang sekolah bukanlah sesuatu hal yang menjanjikan untuk menjadikan hidup lebih baik, dan faktor dari orang tua  dimana pendidikan orang tua responden rata – rata Sekolah Dasar dan sangat  mempengaruhi cara pandang mereka dalam mendidik anak – anaknya. (2) Mereka melakukan berbagai pekerjaan yaitu membersihkan kapal yaitu dilakukan setiap harinya pada saat kapal pulang dari melaut, kemudian membongkar dan menyortir ikan yaitu memisahkan antara ikan yang berbeda jenis dan kualitasnya.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL PADA PEMBELAJARAN MATERI BENTUK MUKA BUMI DI KELAS VII SMP SWASTA PEMBANGUNAN GALANG T.A 2011/2012 T. Simanjuntak, Hetti
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan aktifitas siswa dengan menggunakan media audiovisual pada pembelajaran materi bentuk muka bumi di Kelas VII-A SMP Swasta Pembangunan Galang, dan (2) peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media audiovisual pada pembelajaran materi bentuk muka bumi di Kelas VII-A SMP Swasta Pembangunan Galang. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Swasta Pembangunan Galang dengan subjek penelitian yaitu siswa Kelas VII-A yang berjumlah 33 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung dan komunikasi tidak langsung, sedangkan teknik analisis datanya adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ada peningkatan persentase rata-rata aktifitas belajar siswa sebesar 8,44 % dari siklus I sebesar 73,52 % meningkat menjadi 82,06 % pada siklus II yang diajar dengan menggunakan media audiovisual pada pembelajaran materi bentuk muka bumi di Kelas VII-A SMP Swasta Pembangunan Galang, (2) Ada peningkatan persentase rata-rata hasil belajar siswa sebesar 15,15 % dari siklus I sebesar 84,85 % meningkat menjadi 100 % pada siklus II yang diajar dengan menggunakan media audiovisual pada pembelajaran materi bentuk muka bumi di Kelas VII-A SMP Swasta Pembangunan Galang.   Kata kunci : media, audio visual
STUDI TENTANG PENAMBANGAN BAHAN GALIAN C DI DESA KALOY KECAMATAN TAMIANG HULU KABUPATEN ACEH TAMIANG Novita, Kiki
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui tentang penambangan Bahan Galian C yang dilihat dari : 1) Pelaksanaan penambangan berdasarkan sistem perizinan, 2) Peran sosial pengusaha  tambang   bahan galian C. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha tambang galian C di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang yang berjumlah  21 orang. Sehubungan dengan jumlah populasi yang kecil maka populasi tersebut langsung dijadikan sampel.Teknik pengumpulan data adalah komunikasi langsung. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : (1) Pelaksanaan penambangan berdasarkan sistem perizinan terdiri dari duabelas syarat kewajiban izin pertambangan. Adapun dari jumlah syarat yang ditentukan 50% tidak  dilaksanakan seluruh penambang Desa Kaloy. Hal tersebut dapat terlihat pada pelaksanaan peraturan I tentang iuran pajak 76,20% tidak dilaksanakan penambang  dengan tidak bayar dan kadang bayar. Peraturan II tentang penyampaian laporan hasil produksi 27,80% tidak dilaksanakan penambang berdasarkan hasil produksi koral dan sirtu. Peraturan IV tentang masa penggalian 47,62% penambang memiliki masa penggalian sudah habis dan 85,71% penambang belum melaksanakan pendaftaran ulang masa penggalian usahanya. Peraturan VII tentang pemeliharaan tata guna air yang diperbolehkan mengeruk dibagian tengah sungai, 23,80% tidak dilaksanakan penambang dengan megeruk dibagian tepi sungai dan 19,05% mengeruk dibagian tepi dan tengah sungai. Peraturan IX tentang menjaga penampang sungai dalam keadaan semula menunjukkan 100% tidak dilaksanakan penambang. (2) Peran sosial pengusaha tambang Desa Kaloy terhadap penyerapan tenaga kerja yaitu secara keseluruhan dapat menyerap 157 orang tenaga kerja lepas dan 126 orang tenaga kerja tetap. Pendapatan rata-rata Rp.3576190,00/bulan dan 100% penambang memiliki pendapatan diatas rata-rata UMR Provinsi NAD, sehingga tergolong mencukupi. Sumbangan sarana umum yakni berupa perbaikan jalan, jembatan, sumbangan uang ke mesjid dan sekolah.     Kata kunci       : studi, penambangan, bahan galian C  
STUDI TENTANG MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN PEMATANG PASIR KECAMATAN TELUK NIBUNG KOTA TANJUNG BALAI Wandira, Sri Ayu
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui tingkat pendapatan masyarakat nelayan. 2) Mengetahui tingkat pendidikan anak nelayan 3) Mengetahui bagaimana kondisi fisik rumah nelayan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pematang Pasir, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk Kelurahan Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai yang bermata pencaharian sebagai nelayan sebanyak 720 KK, dan sampelnya 10% atau 72 KK yang diambil secara acak (Random Sampling) . Tekhnik Pengumpulan Data yang digunakan yaitu berupa angket, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh selanjutnya di analisa secara Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat Pendapatan rata-rata nelayan diKelurahan Pematang Pasir adalah sebesar Rp.1.050.000, perbulan, dengan jumlah pengeluaran untuk kebutuhan pokok sebesar Rp.980.000 per-bulan.  Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendapatan nelayan masih tergolong rendah , hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Pada umumnya ini adalah nelayan yang berstatus sebagai ABK (Anak Buah Kapal) . Sedangkan Toke dan juragan tingkat pendapatannya lebih tinggi. (2) Tingkat Pendidikan anak responden pada umumnya sangat rendah, karena sebagian besar responden yaitu sebesar 48,61% responden, anaknya hanya Tamat SD, 27,78% responden anak mereka tamat SMP, dan hanya 16,67% responden anak mereka yang tamat SMA. (3). Kondisi fisik rumah responden sangat buruk , hal ini dapat dilihat bahwa sebagian besar responden masih memiliki rumah dengan kondisi sederhana yaitu sebanyak 30 responden ( 41,66%), kondisi darurat sebanyak 9 responden ( 13,89%), kondisi Semi Permanen sebanyak 23 responden ( 31,94%), dan Kondisi permanen sebanyak 10 responden ( 13,89%). Kata kunci       : studi, masyarakat nelayan
STUDI TENTANG KERUSAKAN HUTAN MANGROVE DI DESA LUBUK KERTANG KECAMATAN BRANDAN BARAT KABUPATEN LANGKAT Sari, Zulvita Hertinia
Tunas Geografi Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Tunas Geografi
Publisher : Prodi Pendidikan Geografi FIS UNIMED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi Tentang Kerusakan Hutan Mangrove Di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Berandan Barat. Medan : Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial UNIMED 2011 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang serta bagaimana dampak kerusakan hutan mangrove terhadap sosial ekonomi masyarakat nelayan tradisional di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat. Penelitian ini dilakukan di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Berandan Barat Kabupaten Langkat pada bulan Juni 2011. Penelitian ini bersifat deskriptif dan yang menjadi populasi dan sampel dalam penenlitian ini adalah seluruh wilayah hutan mangrove yang berada di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat, tetapi untuk keperluan data-data yang berhubungan dengan keadaan mangrove sumber datanya adalah kepala keluarga (KK) nelayan yang berdomisili di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat sebanyak 170 kk. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 15% dari jumlah populasi yaitu 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Keadaan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat dengan luas kerusakan hutan mangrove 740 Ha (61,67%) dari luas seluruh hutan mangrove 1200 Ha. Kerusakan hutan mangrove tergolong kondisi berat 528 Ha (71,35%) dari luas kerusakan mangrove 740 Ha. (2) Rusaknya hutan mangrove berdampak negatif bagi nelayan Desa lubuk Kertang karena menyebabkan biota-biota laut semakin berkurang, Sebelum kerusakan terjadi pendapatan masyarakat nelayan cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun setelah kerusakan terjadi pendapatan masyarakat nelayan menurun drastis, untuk memenuhi kebutuhannya saja tidak mencukupi apa lagi untuk menyekolahkan anak-anaknya tidak mampu karena tingkat pendapatan yang sangat rendah. Kata kunci       : studi, kerusakan, hutan mangrove

Page 1 of 10 | Total Record : 97