cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan
ISSN : 14110288     EISSN : 23388137     DOI : -
Core Subject : Economy,
The JAK invites manuscripts in the various topics include, but not limited to, functional areas of accounting and finance, financial accounting and securities market, management accounting, accounting information systems, auditing and taxation.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005" : 5 Documents clear
FINANCIAL VALUE ADDED: SUATU PARADIGMA DALAM PENGUKURAN KINERJA DAN NILAI TAMBAH PERUSAHAAN Iramani, Rr.; Febrian, Erie
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

One of alternative concept for measuring financial performance is Economic Value Added (EVA). Beside that a value added-based approach that has not regularly been studied empirically is that using Financial Value Added (FVA). This paper tries to explain in detail how to measure business performance and value added based on FVA related to financial management decisions. Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu konsep penilaian kinerja keuangan yang sudah mulai banyak ditelaah adalah Economic Value Added (EVA). Sedangkan Konsep nilai tambah perusahaan yang belum banyak dikaji Financial Value Added (FVA). Paper ini akan menjelaskan secara detail bagaimana mengukur kinerja dan nilai tambah perusahaan berdasarkan FVA yang dikaitkan dengan keputusan-keputusan dalam majemen keuangan. Namun sebelumnya akan dijelaskan pengukuran dengan menggunakan rasio keuangan dan EVA. Kata kunci: financial ratio, economic value added, financial value added
TAXPAYERS KNOWLEDGE: A DESCRIPTIVE EVIDENCE ON DEMOGRAPHIC FACTORS IN MALAYSIA Palil, Mohd Rizal
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The objective of this paper is to determine the demographic factors in influence the behavior of taxpayers. Levene&acute;s test shows that there is no significant mean different between male and female, no significant mean different between government and private servants tax knowledge score. Furthermore, there is no significant different between Chinese and Indian score, the different is only 0.10%. As the analysis goes further, Levene&acute; test shows that there is a significant mean different between Malay and Chinese (p < 0.10, a = 0.05) as well as Indian and Chinese (p < 0.10, a = 0.05). Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitan ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor demogarafi yang mempengaruhi prilaku Wajib Pajak. Berdasarkan Uji Levene, penelitian ini membuktikan, bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan atas pengetahuan Wajib Pajak antara laki-laki dan perempuan, antara pemerintah dan swasta. Perbedaan pengetahuan Wajib Pajak antara orang China dan Malaysia hanya menunjukkan nilai 0,10%. Analisa selanjutnya melalui uji Levene memperlihatkan bahwa, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan pajak yang signifikan antara orang Malaysia dan China (p
MANA YANG LEBIH MEMILIKI VALUE-RELEVANT: NET INCOME ATAU CASH FLOWS (Studi Terhadap Siklus Hidup Organisasi) Juniarti, Juniarti
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This research is aimed to examine the relative value-relevant of net income and cash flow measures in different life cycle stages. Corporate life cycle consists of four stages: start up, growth, mature, and decline stage. Firms in different life cycle stages have different characteristics, and therefore in each life cycle stages the usefulness of accounting measures also different. Net incomes are predicted to be more value relevant in mature stages, while cash flows are expected to be more value relevant in stages characterized by start up, growth, and decline stages. The results prove that in the growth stage, the analysis supports the hypothesis that cash flows are more value relevant than net income. However, in the mature stage, the analysis results reject the hypothesis. This research do not analyze for the start up stage and decline stage, because of the limitation of the sample data. Abstract in Bahasa Indonesia: Penelitian ini bertujuan untuk menguji manakah yang lebih memiliki value-relevant pengukuran laba atau arus kas pada masing-masing siklus hidup perusahaan. Siklus hidup perusahaan umumnya terbagi dalam tahap start-up, growth, mature dan decline. Karakteristik perusahaan berbeda untuk setiap tahap siklus hidup tersebut, karena itu kegunaan pengukuran akuntansi juga akan berbeda. Laba diperkirakan lebih memiliki value-relevant pada tahap mature, sementara arus kas diekspektasikan lebih memiliki value-relevant ketika perusahaan berada pada tahap start-up, growth dan decline. Penelitian ini membuktikan bahwa pada tahap growth, hasil pengujian yang dilakukan mendukung hipotesis bahwa cash flow lebih memiliki value relevant dibanding laba. Tetapi, untuk tahap mature, hipotesis yang diajukan tidak berhasil dibuktikan. Penelitian ini tidak dapat melakukan pengujian untuk tahap start-up dan decline, dikarenakan data sampel untuk kedua tahap tersebut tidak mencukupi untuk dilakukan pengujian. Kata kunci: siklus hidup organisasi, value-relevant, laba, arus kas.
ARE THE FIVE ASEAN STOCK PRICE INDICES DYNAMICALLY INTERACTED? Atmadja, Adwin Surja
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

This study seeks to examine the dynamic interactions of stock price indices in five ASEAN countries, Indonesia; Malaysia; the Philippines; Singapore; and Thailand with particular attention to the 1997 Asian financial crisis and period onwards. Using monthly time series data of the stock price indices countries, a vector error correction model (VECM) is employed to empirically examine the interaction among the variables. The finding is that the five ASEAN stock market prices were found to be integrated with two cointegrating vectors during the sample period, and that accounting innovation analyses show the short run dynamic interactions among those stock markets. The important implication might be drawn from the finding is that portfolio diversification across the five ASEAN stock markets is unlikely to reduce investment risk due to high degree of financial integration of these markets. Abstract in Bahasa Indonesia : Studi ini bertujuan meneliti interaksi dinamis antara indeks harga saham yang terdapat di lima negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailan yang terjadi selama masa krisis finansial Asia tahun 1997 dan periode sesudahnya. Dengan menggunakan data time series bulanan indeks harga saham dari kelima negara tersebut selama periode penelitian, suatu vector error correction model (VECM) diaplikasikan untuk meneliti secara empiris interaksi dinamis yang terjadi diantara berbagai variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian ditemukan dua vektor kointegrasi (cointegration vector) selama masa penelitian, dan analisa inovasi akuntansi (accounting innovation analyses) menunjukan adanya interaksi dinamis jangka pendek diantara pasar saham tersebut. Implikasi penting yang mungkin perlu diperhatikan dari penemuan ini adalah bahwa diversifikasi portofolio saham pada lima pasar saham tersebut agaknya tidak akan secara signifikan mengurangi tingkat resiko investasi. Hal ini dikarenakan oleh tingginya tingkat integrasi diantara pasar saham tersebut. Kata kunci: krisis finansial Asia, integrasi pasar modal, VECM.
AKTIVITAS PENGENDALIAN MUTU JASA AUDIT LAPORAN KEUANGAN HISTORIS (Studi Kasus pada Beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya) Christiawan, Yulius Jogi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 7, No 1 (2005): MAY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The objective of this study was to get the descriptive in depth and holistic the quality control activities in several CPAs%2C in Surabaya in order to answer the audit quality questioned by the audit report user. This study was a qualitative research with multiple case studies and multiple unit analysis approach. The study was focused on the competence and independence standards as well as the control procedures and its activities by partners and managers in CPA firms. There were%3A 1%29 the CPA firms face difficult in establishing independence in fact standards and objectives%2C 2%29 the CPA firms applied the professional standard to establish independence in appearance standards and objectives%2C 3%29 the CPA firms applied human resources management function to secure personnel educational competence%2C 4%29 the CPA firms applied planning%2C supervising and performance evaluating in order to obtain experience personnel%2C and 5%29 the CPA firms give strict punishment for violation of independence and competence. Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian ini bertujuan mengetahui secara mendalam %28in depth%29 dan menyeluruh tentang aktivitas pengendalian mutu audit yang terjadi di beberapa Kantor Akuntan Publik di Surabaya%2C sehingga diharapkan bisa menjawab keraguan pengguna jasa audit terhadap mutu audit yang ada di kantor akuntan publik. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan multiple case study dengan multiple unit analysis. Penelitian diarahkan pada standar independensi dan kompetensi di Kantor Akuntan Publik serta aktivitas dan prosedur pengendalian oleh partner dan manajer Kantor Akuntan Publik. Penelitian dilakukan terhadap empat dari lima puluh satu Kantor Akuntan Publik di Surabaya. Hasil penelitian ini sedikitnya menunjukkan lima fenomena terkait dengan aktivitas pengendalian mutu Kantor Akuntan Publik. Lima fenomena tersebut adalah%3A 1%29 Kantor Akuntan Publik sulit menetapkan suatu standar%2Fukuran independensi in fact%2C 2%29 Kantor Akuntan Publik menggunakan aturan-aturan yang ditetapkan oleh organisasi profesi sebagai dasar menetapkan standar independensi in appearance%2C 3%29 Kantor Akuntan Publik menggunakan prinsip-prinsip dalam manajemen sumberdaya manusia untuk menjamin adanya kompetensi pendidikan personel%2C 4%29 Kantor Akuntan Publik menggunakan perencanaan%2C supervisi dan evaluasi kinerja untuk dipenuhinya kompetensi pengalaman personel%2C dan 5%29 Kantor Akuntan Publik memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran independensi dan kompetensi. CPA+firm%2C+the+quality+control+activity%2C+quality+of+audit%2C+independence%2C+competence.

Page 1 of 1 | Total Record : 5