cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan
ISSN : 14110288     EISSN : 23388137     DOI : -
Core Subject : Economy,
The JAK invites manuscripts in the various topics include, but not limited to, functional areas of accounting and finance, financial accounting and securities market, management accounting, accounting information systems, auditing and taxation.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 1 (2017): MAY 2017" : 5 Documents clear
Pengaruh Manajemen Laba terhadap Stock Return dengan Kualitas Audit dan Efektivitas Komite Audit sebagai Variabel Moderasi Istiqomah, Aisyah; Adhariani, Desi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2017): MAY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.154 KB) | DOI: 10.9744/jak.19.1.1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen laba terhadap imbal hasil saham (stock return), dengan kualitas audit dan efektivitas komite audit sebagai varia­bel pemoderasi. Manajemen laba diukur dengan akrual diskresioner menggunakan model Modified Jones. Stock Return diukur dengan menggunakan imbal hasil saham kumulatif. Kualitas audit diproksi dengan variabel dummy Big 4 atau non Big 4; dan efektivitas komite audit diukur dengan jumlah rapat yang dilakukan dalam satu tahun. Penelitian ini dilaku­kan dengan sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia untuk periode 2012-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba memiliki pengaruh negatif terhadap imbal hasil saham. Kualitas audit dan efektifitas komite audit ditemukan mampu memperlemah hubungan negatif tersebut, yang mengindikasikan bahwa kedua mekanisme pengawasan tersebut berfungsi dengan baik dalam memitigasi dampak negatif manajemen laba terhadap imbal hasil saham.
Implementasi GCG Terhadap Kinerja Sosial Perusahaan Tambang Batu Bara pada Masyarakat Lokal Subhan, Muhammad; Risma Deviyanti, Dwi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2017): MAY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.987 KB) | DOI: 10.9744/jak.19.1.48-58

Abstract

Pemahaman mengenai prinsip good corporate governance (GCG) yang terdiri dari transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan, memiliki peran penting dalam membangun kinerja sosial perusahaan untuk komunitas lokal, seperti harapan stakeholders. Penelitian ini bertujuan memperoleh pandangan umum menge­nai tata kelola corporate social responsibility komunitas lokal di sekitar per­usahaan tambang. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di kota Samarinda dan Kutai Kartanegara, dengan asumsi kedua kota tersebut memiliki jumlah Mining Business License (IUP) terbanyak dibandingkan kota lain di provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan manajemen CSR masih jauh dari harapan komunitas lokal, yang merupakan indikasi kinerja sosial perusahaan tambang yang buruk. Rendahnya corporate social performance perusahaan memunculkan potensi konflik di masa depan terkait dengan eksistensi perusahaan tam­bang. Hal ini akan mempengaruhi persepsi stakeholders lainnya seperti investor, pemerintah, dan komunitas yang lebih besar mengenai keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan.
Board Structures dan Value-Added Intellectual Capital: Studi Kasus pada Industri Barang Konsumsi dan Perdagangan Indonesia Elsye Hatane, Saarce; Gomes I., Nadya; Sastrawati, Waisiyana
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2017): MAY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.998 KB) | DOI: 10.9744/jak.19.1.24-36

Abstract

Dalam era knowledge-based economy, knowledge-based asset merupakan hal yang penting untuk diinvestigasi. Melalui corporate governance, board of director memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan intellectual capital dan mencapai efisiensi maksimum atas penggunaan sumberdaya intellectual capital yang dimiliki, sehingga meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Board structures, sebagai indikator corporate governance, diukur menggunakan the composition of board independence, board size, dan board meeting. Komposisi pendanaan (leverage) dan besarnya assets perusahaan juga menjadi faktor yang mempengaruhi terbentuknya intellectual capital, yang diukur menggunakan Value-Added Intellectual Capital. Objek penelitian ini adalah perusahaan terbuka yang tergabung dalam industri manufaktur barang konsumsi, serta perdagangan. Dari total 112 pengamatan yang dilakukan dari tahun 2010 hingga 2015, dan pengolahan statistik menggunakan analisa regresi berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa board meeting dan total assets dapat meningkatkan nilai tambah intellectual capital perusahaan. Berlawanan dengan itu, semakin tingginya komposisi hutang dalam struktur pendanaan dapat menurunkan nilai tambah intellectual capital.
Analisis Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Herwiyanti, Eliada; Sukirman, Sukirman; Sufi Aziz, Fairuz
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2017): MAY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.847 KB) | DOI: 10.9744/jak.19.1.13-23

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif terhadap penerapan Sistem Akuntansi Pemerintahan berbasis akrual di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesiapan dan penerapan SAP Berbasis Akrual di instansi tersebut. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, studi kepustakaan, serta wawancara terhadap sepuluh orang informan yang terkait langsung dengan penerapan SAP berbasis akrual. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dan diinterpretasikan secara naratif dengan menggunakan metode analisis data kualitatif yang direkomendasikan oleh Creswell (2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, kesiapan Itjen Kemenkeu dalam menerapkan sistem akuntansi akrual sudah baik, mulai dari aspek komunikasi, sumber daya, komitmen organisasi, dan struktur birokrasi. Dengan kesiapan yang baik, penelitian ini juga menun­juk­kan bahwa penerapan sistem akuntansi akrual di Itjen Kemenkeu sudah dilakukan dengan sangat memuaskan, yang ditunjukkan dengan nilai sebesar 93,40%.
Banking Crises and Market Discipline in Indonesian Banking Industry Adam Sukoco Sikatan, George; Rokhim, Rokhim
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 19, No 1 (2017): MAY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.101 KB) | DOI: 10.9744/jak.19.1.37-47

Abstract

This study analyzes the effect of banking crises towards market discipline in Indonesia. This study uses two periods of crisis in Indonesia, which are banking crisis in 1997/1998 and banking crisis in 2008. The dependent variable is market discipline; while bank risks are the independet variables (insolvency, liquidity, and credit risks). The control variables are banking level (the percentage savings of the customer, bank’s size, bank’s overhead costs, and Lerner index); industrial level (banking concentration level, the bank development); and macroeconomic variables (the growth of the real gross domestic product and inflation rate). The variables examined by the Generalized Method of Moments (GMM). This study finds a fact that on average market discipline weakens after Indonesias banking crisis in 1997/1998. On the contrary, this study found a fact that market discipline strengthens after Indonesias banking crisis in 2008. Eventually, this study finds a fact that there is no difference in market discipline between the domestic bank and foreign bank after Indonesias banking crisis in 2008.

Page 1 of 1 | Total Record : 5