cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan
ISSN : 14110288     EISSN : 23388137     DOI : -
Core Subject : Economy,
The JAK invites manuscripts in the various topics include, but not limited to, functional areas of accounting and finance, financial accounting and securities market, management accounting, accounting information systems, auditing and taxation.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 2 (1999): NOVEMBER 1999" : 5 Documents clear
PENDEKATAN INTEGRASI DENGAN BASIS BIAYA ELEMENTER: ALTERNATIF PENGAKUAN PENDAPATAN DALAM KONSTRUKSI JANGKA PANJANG Narsa, I Made
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 2 (1999): NOVEMBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Profit is one of any indicator that used for performance evaluation of management. For fair presentation of revenue as important variable, the accurate measurement method needed. We must be sure that the revenue recognition and matching principle were follow. Revenue recognition for long term construction usually uses the percentage of completion method with two approaches, like physical approach and cost approach. Unfortunately, both physical approach and cost approach include seriously disadvantages. The effect of this disadvantages, that the profit as performance indicators were bias or distorted. What are disadvantages that exist in the percentage of completion method? Is the integration approach more accurate and can eliminate the disadvantages of the old one, so the revenue for the current period more accurate, fair and realistically?. Abstract in Bahasa Indonesia : Laba adalah salah satu indikator yang acapkali dipergunakan sebagai dasar untuk mengukur keberhasilan seorang manajer. Oleh karena itu salah satu faktor pembentuk laba yaitu pendapatan harus diukur dengan wajar, dan harus dipastikan telah mengikuti prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan. Dalam pengakuan pendapatan untuk perusahaan konstruksi jangka panjang, penggunaan mentode persentase penyelesaian konvensional baik pendekatan fisik maupun biaya, ternyata mengandung kelemahan yang cukup serius, terutama jika dikaitkan dengan prinsip-prinsip pengakuan pendapatan dan penandingan. Akibatnya laba sebagai ukuran kinerja menjadi bias. Kelemahan-kelemahan apa saja yang terdapat dalam metode tersebut? Apakah pendekatan integratif dapat menutupi kelemahan-kelemahan tersebut, sehingga pendapatan yang diakui pada periode berjalan lebih realistis untuk mencerminkan kinerja yang sesungguhnya? Kata kunci: prinsip pengakuan pendapatan, prinsip penandingan, persentase penyelesaian dan pendekatan integrasi
AUDIT BISNIS Cristiawan, Yulius Jogi; Benaja, Beta
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 2 (1999): NOVEMBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

The purpose of financial audit is to give opinion that the financial statement present fairly, in all material respect, the financial position, the result of operation and cash flow in conformity with generally accepted accounting principles. In this case, the focus of financial audit is financial statement. A Independent Auditor do not consider that the financial statement is the reflections of company business transaction that result from accounting process. In the accounting process, the distorsion information could be happened in business transaction. For examples the finished good must be presented at historical cost at financial statement, but if, the competitor could sell with the lower price or there are any substitutes, its presentation must be adjusted. A financial statement could not present the information about the competitors. Hence the auditor must be understand all aspects of client business. A conceptual framework for understanding client business will be presented in this article. Abstract in Bahasa Indonesia : Audit atas Laporan Keuangan (Financial Audit) bertujuan untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan suatu entitas menyajikan sejara wajar atau tidak posisi keuangan, hasil operasi dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Disini jelas terlihat bahwa fokus audit adalah laporan keuangan. Auditor lupa bahwa laporan keuangan merupakan suatu laporan transaksi bisnis perusahaan yang telah mengalami proses akuntansi (dengan suatu asumsi-asumsi tertentu) sehingga menjadi laporan keuangan. Selama proses akuntansi tersebut suatu transaksi bisnis kadang mengalami distorsi informasi. Contoh: suatu persediaan barang jadi yang secara fisik masih baik akan dilaporkan di dalam laporan keuangan sebesar cost-nya, tetapi kalau secara bisnis bisa dibuktikan bahwa atas barang tersebut pesaing bisa menjual barang dengan harga lebih murah atau telah ada barang pengganti maka atas barang tersebut harus disesuaikan pelaporannya. Informasi pesaing inilah yang tidak bisa dilaporkan dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, diperlukan suatu kerangka berpikir yang lebih luas bagi auditor dalam melakukan tugasnya terutama mengenai bisnis klien. Kerangka berpikir inilah yang akan dicoba dikupas dalam tulisan ini, yaitu untuk memeriksa laporan keuangan diperlukan pemahaman yang mendalam mengenai bisnis entitas yang diperiksa Kata kunci: audit atas laporan keuangan, distorsi informasi, auditor, bisnis entitas
SUATU PENDEKATAN BARU DALAM PRODUCT DEVELOPMENT COSTING UNTUK BARANG-BARANG INDUSTRI Ciptani, Monika Kussetya
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 2 (1999): NOVEMBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

In the very competitive bussiness environment, the company ability to create or develop its product is an important thing to keep. With the competitivenes of each product, especially industrial product, each product has a short life-cycle. The life-cycle of an industrial product become shorter because of the technology used in its development phase. This will be one of many factors that encourage industrial company to develop their product, besides the profitability factor that many companies achieve for. In industrial product development process, companies use many method to develop its product and shorten their industrial product life-cycle, but it is still difficult to obtain cost which incur to develop an industrial product. An industrial company has to know exactly its product development costs and determine its most expensive production activities in order to plan future financial performance and identify potential improvements. Using life-cycle costing, a company can anticipate the costs which occur in each phase of product life-cycle and determine the product cost of new industrial product which has been developed accurately. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam persaingan dunia bisnis yang sangat ketat, kemampuan perusahaan untuk dapat menciptakan atau mengembangkan produk baru sangat diperlukan. Dengan semakin ketatnya persaingan antar perusahaan tersebut produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan akan memiliki jangka waktu (umur) tertentu di pasaran. Khusus untuk barang-barang industri, daur hidup produk industri akan memiliki kecenderungan umur hidup yang semakin pendek terutama didukung dengan adanya perkembangan teknologi yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendorong dilakukannya proses pengembangan produk industri selain faktor laba (profit) yang diperoleh oleh perusahaan dengan melakukan usaha pengembangan produk. Dalam usaha pengembangan produk untuk barang-barang industri, perusahaan menggunakan berbagai metode untuk memperpendek siklus pengembangan produk industrinya. Meskipun demikian perusahaan masih tetap mengalami kesulitan didalam menentukan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengembangan produk industri yang masih berada pada tahap perkembangan produk. Suatu perusahaan industri haruslah mengetahui berapa biaya-biaya yang diperlukan untuk pengembangan produk yang dilakukannya dan menentukan tingkat aktivitas pengembangan produk industri yang membutuhkan biaya paling besar agar dapat melakukan perencanaan dan pengendalian biaya atas produk industri baru yang dikembangkannya. Dengan menggunakan sistem produk life-cycle costing perusahaan akan dapat mengantisipasi besarnya biaya yang muncul pada tiap-tiap tahap daur hidup produk dan melakukan pembebanan yang akurat atas produk industri baru yang dihasilkannya. Kata kunci : produk industri, barang konsumsi, pengembangan produk, daur hidup produk, biaya berdasar daur hidup produk, pengembangan produk industri baru
PENGGUNAAN METODE BY PURCHASE DAN POOLING OF INTEREST DALAM RANGKA PENGGABUNGAN USAHA (BUSINESS COMBINATION) DAN EFEKNYA TERHADAP PAJAK PENGHASILAN Mangoting, Yenni
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 2 (1999): NOVEMBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Business combination incurred if two or more separate company join to be one economic entity. There are some reasons which taken by companies to have business combination. They are cost advantage, lower risk, fewer operating delays, avoidance of takeovers, acquisition of intangible assets and another reason. There are two methods of business combination, they are purchase method and pooling by interest. Purchase method based on assumption that business combination is a transaction whether one entity is acquired net assets from other companies who joined. Pooling of interest method based on assumption that there is a unity of the ownership of companies. The assets and liabilities of the new entity after combination is the same with the total book value of assets and liabilities of both companies before combinations. The impact of business combination for taxation depend on method used by. The implementation of purchase method will create difference between market value and book value, that is taxable income. On the contrary, the implementation of pooling of interest method will not create any taxable income since this method uses the book value to appraise company. Abstract in Bahasa Indonesia : Penggabungan usaha (business combination) terjadi jika dua atau lebih usaha yang terpisah bersama-sama menjadi satu entitas ekonomis. Ada beberapa sebab yang dijadikan sebagai alasan oleh perusahaan dalam melakukan penggabungan usaha yaitu manfaat biaya, risiko lebih rendah, penundaan operasi lebih sedikit, mencegah pengambilalihan, akusisi harta tidak berwujud dan alasan-alasan lainnya. Ada dua metode yang bisa digunakan dalam penggabungan usaha yaitu metode pembelian dan metode penyatuan kepentingan. Metode pembelian didasarkan pada asumsi bahwa penggabungan usaha merupakan suatu transaksi dimana suatu entitas memperoleh aktiva bersih dari perusahaan-perusahaan lain yang bergabung. Pada metode penyatuan kepentingan, diasumsikan bahwa kepemilikan perusahaan-perusahaan yang bergabung adalah satu kesatuan secara relatif tetap tidak berubah pada entitas akuntansi yang baru, selanjutnya pada metode penyatuan kepentingan aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Apabila penggabungan yang dilakukan dengan menggunakan metode purchase, maka selisih antara nilai wajar (market value) dan nilai buku (book value) aktiva adalah penghasilan yang merupakan objek pajak. Sedangkan apabila penggabungan badan usaha menggunakan metode pooling of interest tidak akan menimbulkan objek pajak penghasilan, karena harta perusahaan dinilai berdasarkan nilai buku (book value). Perusahaan yang memilih melakukan penggabungan dengan menggunakan metode ini diharuskan memenuhi beberapa persyaratan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Kata kunci: restrukturisasi, metode by purchase, metode pooling of interest, taxable income
AKUNTANSI INTERNASIONAL : HARMONISASI VERSUS STANDARDISASI Sadjiarto, Arja
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 2 (1999): NOVEMBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Legal, social, and economic environment and conditions which differ among countries influence accounting standards which, consequently, differ among countries. The emergence and importance of globalisation such as international trade and multi national enterprise bring an implication that there is such a need of international accounting standard. There are two concepts about international accounting standard , i.e. harmonization and standardization. Abstract in Bahasa Indonesia : Adanya lingkungan dan kondisi hukum, sosial politik dan ekonomi yang berbeda-beda antar negara menyebabkan standar akuntansi juga berbeda. Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. Dalam hal ini terdapat dua pendapat mengenai standar akuntansi internasional yaitu harmonisasi dan standardisasi. Kata kunci: lingkungan, standar akuntansi internasional, harmonisasi, standardisasi, IASC, FASB

Page 1 of 1 | Total Record : 5