cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Akuntansi dan Keuangan
ISSN : 14110288     EISSN : 23388137     DOI : -
Core Subject : Economy,
The JAK invites manuscripts in the various topics include, but not limited to, functional areas of accounting and finance, financial accounting and securities market, management accounting, accounting information systems, auditing and taxation.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999" : 6 Documents clear
PENGARUH PERKEMBANGAN BASIS DATA RELASIONAL TERHADAP TEKNIK DOUBLE ENTRY BOOKKEEPING Sentosa, Setyarini; Fransisca, Maya
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emergence of such prediction as to say that with the coming data relational basis to eliminate the data redundancy would cause the accounting double entry bookkeeping to be left behind. This is due to the fact that double entry bookkeeping produces data redundancy. This paper´s objective is to find out whether the double entry bookkeping technique can be left behind with the development of data relational basis. Abstract in Bahasa Indonesia : Berawal dari timbulnya dugaan yang mengatakan bahwa dengan adanya basis data relasional yang memiliki kelebihan dalam hal menghilangkan redundancy data, akan menyebabkan teknik double entry bookkeeping akuntansi dapat ditinggalkan karena dianggap menghasilkan redundancy data. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah benar teknik double entry bookkeeping dapat ditinggalkan dengan adanya perkembangan basis data relasional. Kata kunci : redundancy data, teknik double entry bookkeeping, perkembangan basis data relasional.
PSAK NO. 52 - MATA UANG PELAPORAN SEBUAH CONTOH PENERAPAN Christiawan, Y. Jogi
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The monetary crisis that happens recently brought a significant effect to the exchange rate of rupiah among the other currencies. The dramatic change of the exchange rate of rupiah will surely influence a company´s financial statement. Financial statement can no longer reflect the financial position and operating performance of a company. Due to that reason, a company start to change their used in preparing the financial statement. How to change the reporting currency is governed by The Financial Accounting Standard No. 52 Abstract in Bahasa Indonesia : Gejolak moneter yang terjadi sekarang ini membawa pengaruh pada nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya. Perubahan nilai tukar rupiah ini pada gilirannya akan mempengaruhi laporan keuangan perusahaan. Pengaruh yang terasa adalah bahwa laporan keuangan tidak bisa lagi mencerminkan posisi keuangan dan prestasi usaha perusahaan. Untuk itulah perusahaan mulai perbikir untuk mengubah mata uang yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan. Cara dan bagaimana mengubah mata uang pelaporan inilah yang selanjutnya diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No, 52 Kata kunci : PSAK No. 52, mata uang pelaporan, pengukuran kembali, penjabaran
ECONOMIC VALUE ADDED SEBAGAI UKURAN KEBERHASILAN KINERJA MANAJEMEN PERUSAHAAN Utomo, Lisa Linawati
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The company´s performance is mostly measured by analysis based on the financial ratio for a specific period. This type of measurement is highly dependent upon the accounting methods used in preparing the financial statement. Therefore a company´s performance often looks good and improving overtime, but in reality its performance is deteriorating. The unreliable accounting measure needs an improved performance measure that will recognize and encourage management actions and strategies to increase the overall value of the company and ultimately to punish any activity that reduce value. The introduction of Economic Value Added (EVA) has been very relevant recently because based on its definition, EVA measures the amount of value added created by specific action or strategy taken in a company. EVA is also used in the process of goal setting, capital budgeting, performance assessment, and most importantly, incentive compensation within a company. Its implication to the overall being of a company is so important these days that it should not be overlooked when companies plan their strategies. Abstract in Bahasa Indonesia : Kinerja sebuah perusahaan lebih banyak diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan selama satu periode tertentu. Pengukuran berdasarkan rasio keuangan ini sangatlah bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. Sehingga seringkali kinerja perusahaan terlihat baik dan meningkat, yang mana sebenarnya kinerja tidak mengalami peningkatan dan bahkan menurun. Diperlukannya suatu alat ukur kinerja yang menunjukkan prestasi manajemen sebenarnya dengan tujuan untuk mendorong aktivitas atau strategi yang menambah nilai ekonomis (value added activities) dan menghapuskan aktivitas yang merusak nilai (non-value added activities). Economic Value Added (EVA) sangat relevan dalam hal ini karena EVA dapat mengukur kinerja (prestasi) manajemen berdasarkan besar kecilnya nilai tambah yang diciptakan selama periode tertentu. EVA juga dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal goal setting, capital budgeting, performance assessment, dan incentive compensation suatu perusahaan. Pengaruh nilai tambah di dalam suatu perusahaan secara keseluruhan sangatlah penting sehingga hal ini jangan sampai terlewatkan dalam penyusunan strategi perusahaan. Kata kunci : agency relationship, value added assessment process, economic value added, capital budgeting, incentive compensation.
TAX PLANNING : SEBUAH PENGANTAR SEBAGAI ALTERNATIF MEMINIMALKAN PAJAK Mangoting, Yenni
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is not public´s secret anymore, that if there are some efforts from tax payers, not only individual but also business entity to manage the amount of taxes that they have to be pay to the government. For them the taxes are cost, therefore they need to make some initiative or strategies to minimize the taxes liabilities in order to reach the optimal of the income after taxes. Generally, the strategies that have been done in a tax planning are considered taking advantages of the "holes" in tax regulation. That is why tax planning is not against the law. Abstract in Bahasa Indonesia : Bukan merupakan rahasia umum lagi, jika ada usaha-usaha yang dilakukan oleh wajib pajak, baik itu pribadi maupun wajib pajak badan untuk mengatur jumlah pajak yang harus dibayar. Bagi mereka pajak dianggap sebagai biaya, sehingga perlu dilakukan usaha-usaha atau strategi-strategi tertentu untuk menguranginya. Usaha-usaha atau strategi-strategi yang dilakukan merupakan bagian dari tax planning. Tujuan yang diharapkan dengan adanya tax planning ini adalah meminimalkan pajak terutang untuk mencapai laba sebelum pajak yang optimal. Biasanya startegi-strategi yang dilakukan dalam tax planning ini lebih pada memanfaatkan celah-celah atau lubang-lubang yang terdapat dalam undang-undang perpajakan. Oleh karena itu tax planning ini pada dasarnya tidak bertentangan dengan undang-undang. Kata kunci : taxes, tax planning, tax evasion, tax avoidance, biaya fiskal
INFLASI DI INDONESIA : SUMBER-SUMBER PENYEBAB DAN PENGENDALIANNYA Atmadja, Adwin Surja
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The monetary crisis that happens among the ASEAN countries including Indonesia has cause the broken of the national economical aspects. The monetary crisis causes the imported inflation, which is the result of the sharp depreciation of rupiah exchange rate toward the foreign exchange rate. This condition can cause the heavy inflation pressure for Indonesia. The inflation phenomenon in Indonesia actually is not the short-term phenomena. That is only happens incidentally. In fact, the same general problem also happens in others developing countries. The inflation problem in Indonesia is the kind of long-term inflation that caused by the structural of economic obstacles that still occur in Indonesia. As the result, the reconstruction of inflation problem in Indonesia is not enough to be accomplished only with monetary instruments, which usually tend to be in short-term. Therefore, the reconstruction in the real sector with the main target to eliminate the nation structural economic obstacles also needed in order to improve the national economy of Indonesia. Abstract in Bahasa Indonesia : Krisis moneter yang melanda negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, telah menyebabkan rusaknya sendi-sendi perekonomian nasional. Krisis moneter menyebabkan terjadinya imported inflation sebagai akibat dari terdepresiasinya secara tajam nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, yang selanjutnya mengakibatkan tekanan inflasi yang berat bagi Indonesia. Fenomena inflasi di Indonesia sebenarnya semata-mata bukan merupakan suatu fenomena jangka pendek saja dan yang terjadi secara situasional, tetapi seperti halnya yang umum terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang lainnya, masalah inflasi di Indonesia lebih pada masalah inflasi jangka panjang karena masih terdapatnya hambatan-hambatan struktural dalam perekonomian negara. Dengan demikian, maka pembenahan masalah inflasi di Indonesia tidak cukup dilakukan dengan menggunakan instrumen-instrumen moneter saja, yang umumnya bersifat jangka pendek, tetapi juga dengan melakukan pembenahan di sektor riil, yaitu dengan target utama mengeliminasi hambatan-hambatan struktural yang ada dalam perekonomian nasional. Kata kunci : inflasi, structural bottleneck.
PENGUKURAN BIAYA KUALITAS : SUATU PARADIGMA ALTERNATIF Ciptani, Monika Kussetya
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 1, No 1 (1999): MAY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving quality is an essential thing for a company to exist in the business competitive world. It´s not time for a company to focus only on a high sales volume, but it´s time for a company to focus on customer satisfaction. If the company can give customer satisfaction through their product, they will achieve maximum profit automatically. They are many method techniques to identify quality cost appeared in a company. It is very easy to control quality cost in a company if they are accounting data about it. But it will be very difficult to control the quality cost if the cost is hidden and can not be seen on accounting data. Variety techniques have been developed to solve this hidden quality cost. One of these method is Taguchi Method. By using Taguchi Method, a company will be helped to control and estimate quality cost especially hidden quality cost. Abstract in Bahasa Indonesia : Peningkatan Kualitas merupakan suatu hal yang paling esensial bagi suatu perusahaan untuk tetap eksis dalam dunia bisnis yang competitif ini. Kini sudah tidak jamannya lagi perusahaan hanya mementingkan volume penjualan yang begitu besar untuk mencapai keuntungan yang maksimal, tetapi lebih berorientasi pada aspek kepuasan konsumen. Dengan adanya kemampuan perusahaan untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen yang membeli produknya, maka secara otomatis perusahaan akan mencapai keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu dikembangkan berbagai cara dan teknik untuk mengidentifikasi besarnya biaya kualitas (kerugian yang muncul akibat barang yang dihasilkan menyimpang dari standar) suatu perusahaan. Apabila biaya kualitas yang muncul tersebut nampak dalam catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan, maka perusahaan akan lebih mudah melakukan pengendalian, tetapi apabila biaya kualitas tersebut sifatnya tersembunyi, maka akan lebih sulit untuk melakukan pengendalian dan estimasi. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk memecahkan masalah Hidden Quality Cost ini. Salah satu metode yang populer adalah dengan menggunakan metode Taguchi. Dengan metode Taguchi ini akan membantu perusahaan dalam melakukan pengendalian dan estimasi khususnya terhadap biaya kualitas yang tersembunyi. Kata kunci : biaya kualitas, biaya kualitas tersembunyi, metode Taguchi

Page 1 of 1 | Total Record : 6